wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik wa bil-ākhirati hum yụqinụn
4. dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat.
wa minan-nāsi may yaqụlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhiri wa mā hum bimu`minīn
8. Dan di antara manusia ada yang berkata “Kami beriman kepada Allah dan hari akhir” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.
11. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”
wa iżā qīla lahum āminụ kamā āmanan-nāsu qālū a nu`minu kamā āmanas-sufahā` alā innahum humus-sufahā`u wa lākil lā ya'lamụn
13. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!” Mereka menjawab “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?” Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal tetapi mereka tidak tahu.
wa iżā laqullażīna āmanụ qālū āmannā wa iżā khalau ilā syayāṭīnihim qālū innā ma'akum innamā naḥnu mustahzi`ụn
14. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman mereka berkata “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka mereka berkata “Sesungguhnya kami bersama kamu kami hanya berolok-olok.”
maṡaluhum kamaṡalillażistauqada nārā fa lammā aḍā`at mā ḥaulahụ żahaballāhu binụrihim wa tarakahum fī ẓulumātil lā yubṣirụn
17. Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api setelah menerangi sekelilingnya Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan tidak dapat melihat.
صُمٌّ ۢ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَۙ
ṣummum bukmun 'umyun fa hum lā yarji'ụn
18. Mereka tuli bisu dan buta sehingga mereka tidak dapat kembali.
au kaṣayyibim minas-samā`i fīhi ẓulumātuw wa ra'duw wa barq yaj'alụna aṣābi'ahum fī āżānihim minaṣ-ṣawā'iqi ḥażaral-maụt wallāhu muḥīṭum bil-kāfirīn
19. Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit yang disertai kegelapan petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.
20. Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari mereka berjalan di bawah (sinar) itu dan apabila gelap menerpa mereka mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
allażī ja'ala lakumul-arḍa firāsyaw was-samā`a binā`aw wa anzala minas-samā`i mā`an fa akhraja bihī minaṡ-ṡamarāti rizqal lakum fa lā taj'alụ lillāhi andādaw wa antum ta'lamụn
22. (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah padahal kamu mengetahui.
wa ing kuntum fī raibim mimmā nazzalnā 'alā 'abdinā fa`tụ bisụratim mim miṡlihī wad'ụ syuhadā`akum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīn
23. Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.
fa il lam taf'alụ wa lan taf'alụ fattaqun-nārallatī waqụduhan-nāsu wal-ḥijāratu u'iddat lil-kāfirīn
24. Jika kamu tidak mampu membuatnya dan (pasti) tidak akan mampu maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.
wa basysyirillażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār kullamā ruziqụ min-hā min ṡamaratir rizqang qālụ hāżallażī ruziqnā ming qablu wa utụ bihī mutasyābihā wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidụn
25. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga mereka berkata “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.
innallāha lā yastaḥyī ay yaḍriba maṡalam mā ba'ụḍatan fa mā fauqahā fa ammallażīna āmanụ fa ya'lamụna annahul-ḥaqqu mir rabbihim wa ammallażīna kafarụ fa yaqụlụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā yuḍillu bihī kaṡīraw wa yahdī bihī kaṡīrā wa mā yuḍillu bihī illal-fāsiqīn
26. Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik
allażīna yangquḍụna 'ahdallāhi mim ba'di mīṡāqihī wa yaqṭa'ụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yufsidụna fil-arḍ ulā`ika humul-khāsirụn
27. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
kaifa takfurụna billāhi wa kuntum amwātan fa aḥyākum ṡumma yumītukum ṡumma yuḥyīkum ṡumma ilaihi turja'ụn
28. Bagaimana kamu ingkar kepada Allah padahal kamu (tadinya) mati lalu Dia menghidupkan kamu kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
huwallażī khalaqa lakum mā fil-arḍi jamī'an ṡummastawā ilas-samā`i fa sawwāhunna sab'a samāwāt wa huwa bikulli syai`in 'alīm
29. Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī jā'ilun fil-arḍi khalīfah qālū a taj'alu fīhā may yufsidu fīhā wa yasfikud-dimā` wa naḥnu nusabbiḥu biḥamdika wa nuqaddisu lak qāla innī a'lamu mā lā ta'lamụn
30. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
wa 'allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma 'araḍahum 'alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn
31. Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini jika kamu yang benar!”
32. Mereka menjawab “Mahasuci Engkau tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh Engkaulah Yang Maha Mengetahui Mahabijaksana.”
qāla yā ādamu ambi`hum bi`asmā`ihim fa lammā amba`ahum bi`asmā`ihim qāla a lam aqul lakum innī a'lamu gaibas-samāwāti wal-arḍi wa a'lamu mā tubdụna wa mā kuntum taktumụn
33. Dia (Allah) berfirman “Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!” Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya Dia berfirman “Bukankah telah Aku katakan kepadamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?”
wa iż qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīs abā wastakbara wa kāna minal-kāfirīn
34. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.
wa qulnā yā ādamuskun anta wa zaujukal-jannata wa kulā min-hā ragadan ḥaiṡu syi`tumā wa lā taqrabā hāżihisy-syajarata fa takụnā minaẓ-ẓālimīn
35. Dan Kami berfirman “Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!”
fa azallahumasy-syaiṭānu 'an-hā fa akhrajahumā mimmā kānā fīhi wa qulnahbiṭụ ba'ḍukum liba'ḍin 'aduww wa lakum fil-arḍi mustaqarruw wa matā'un ilā ḥīn
36. Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.”
qulnahbiṭụ min-hā jamī'ā fa immā ya`tiyannakum minnī hudan fa man tabi'a hudāya fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
38. Kami berfirman “Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
yā banī isrā`īlażkurụ ni'matiyallatī an'amtu 'alaikum wa aufụ bi'ahdī ụfi bi'ahdikum wa iyyāya far-habụn
40. Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu dan takutlah kepada-Ku saja.
wa āminụ bimā anzaltu muṣaddiqal limā ma'akum wa lā takụnū awwala kāfirim bihī wa lā tasytarụ bi`āyātī ṡamanang qalīlaw wa iyyāya fattaqụn
41. Dan berimanlah kamu kepada apa (Al-Qur'an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kamu dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah dan bertakwalah hanya kepada-Ku.
a ta`murụnan-nāsa bil-birri wa tansauna anfusakum wa antum tatlụnal-kitāb a fa lā ta'qilụn
44. Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?
yā banī isrā`īlażkurụ ni'matiyallatī an'amtu 'alaikum wa annī faḍḍaltukum 'alal-'ālamīn
47. Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).
wattaqụ yaumal lā tajzī nafsun 'an nafsin syai`aw wa lā yuqbalu min-hā syafā'atuw wa lā yu`khażu min-hā 'adluw wa lā hum yunṣarụn
48. Dan takutlah kamu pada hari (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun. Sedangkan syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong.
wa iż najjainākum min āli fir'auna yasụmụnakum sū`al-'ażābi yużabbiḥụna abnā`akum wa yastaḥyụna nisā`akum wa fī żālikum balā`um mir rabbikum 'aẓīm
49. Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
wa iż faraqnā bikumul-baḥra fa anjainākum wa agraqnā āla fir'auna wa antum tanẓurụn
50. Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun sedang kamu menyaksikan.
wa iż wā'adnā mụsā arba'īna lailatan ṡummattakhażtumul-'ijla mim ba'dihī wa antum ẓālimụn
51. Dan (ingatlah) ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam. Kemudian kamu (Bani Israil) menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya dan kamu (menjadi) orang yang zalim.
wa iż qāla mụsā liqaumihī yā qaumi innakum ẓalamtum anfusakum bittikhāżikumul-'ijla fa tụbū ilā bāri`ikum faqtulū anfusakum żālikum khairul lakum 'inda bāri`ikum fa tāba 'alaikum innahụ huwat-tawwābur-raḥīm
54. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya “Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh Dialah Yang Maha Penerima tobat Maha Penyayang.
wa iż qultum yā mụsā lan nu`mina laka ḥattā narallāha jahratan fa akhażatkumuṣ-ṣā'iqatu wa antum tanẓurụn
55. Dan (ingatlah) ketika kamu berkata “Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas” maka halilintar menyambarmu sedang kamu menyaksikan.
wa ẓallalnā 'alaikumul-gamāma wa anzalnā 'alaikumul-manna was-salwā kulụ min ṭayyibāti mā razaqnākum wa mā ẓalamụnā wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn
57. Dan Kami menaungi kamu dengan awan dan Kami menurunkan kepadamu mann dan salwa. Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
wa iż qulnadkhulụ hāżihil-qaryata fa kulụ min-hā ḥaiṡu syi`tum ragadaw wadkhulul-bāba sujjadaw wa qụlụ ḥiṭṭatun nagfir lakum khaṭāyākum wa sanazīdul-muḥsinīn
58. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis) maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk dan katakanlah “Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami)” niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.”
fa baddalallażīna ẓalamụ qaulan gairallażī qīla lahum fa anzalnā 'alallażīna ẓalamụ rijzam minas-samā`i bimā kānụ yafsuqụn
59. Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu karena mereka (selalu) berbuat fasik.
wa iżistasqā mụsā liqaumihī fa qulnaḍrib bi'aṣākal-ḥajar fanfajarat min-huṡnatā 'asyrata 'ainā qad 'alima kullu unāsim masyrabahum kulụ wasyrabụ mir rizqillāhi wa lā ta'ṡau fil-arḍi mufsidīn
60. Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya lalu Kami berfirman “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.
wa iż qultum yā mụsā lan naṣbira 'alā ṭa'āmiw wāḥidin fad'u lanā rabbaka yukhrij lanā mimmā tumbitul-arḍu mim baqlihā wa qiṡṡā`ihā wa fụmihā wa 'adasihā wa baṣalihā qāla a tastabdilụnallażī huwa adnā billażī huwa khaīr ihbiṭụ miṣran fa inna lakum mā sa`altum wa ḍuribat 'alaihimuż-żillatu wal-maskanatu wa bā`ụ bigaḍabim minallāh żālika bi`annahum kānụ yakfurụna bi`āyātillāhi wa yaqtulụnan-nabiyyīna bigairil-ḥaqq żālika bimā 'aṣaw wa kānụ ya'tadụn
61. Dan (ingatlah) ketika kamu berkata “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi seperti
innallażīna āmanụ wallażīna hādụ wan-naṣārā waṣ-ṣābi`īna man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa 'amila ṣāliḥan fa lahum ajruhum 'inda rabbihim wa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
62. Sesungguhnya orang-orang yang beriman orang-orang Yahudi orang-orang Nasrani dan orang-orang sabi'in siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan melakukan kebajikan mereka mendapat pahala dari Tuhannya tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
wa iż akhażnā mīṡāqakum wa rafa'nā fauqakumuṭ-ṭụr khużụ mā ātainākum biquwwatiw ważkurụ mā fīhi la'allakum tattaqụn
63. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman) “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya agar kamu bertakwa.”
wa laqad 'alimtumullażīna'tadau mingkum fis-sabti fa qulnā lahum kụnụ qiradatan khāsi`īn
65. Dan sungguh kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat lalu Kami katakan kepada mereka “Jadilah kamu kera yang hina!”
fa ja'alnāhā nakālal limā baina yadaihā wa mā khalfahā wa mau'iẓatal lil-muttaqīn
66. Maka Kami jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
wa iż qāla mụsā liqaumihī innallāha ya`murukum an tażbaḥụ baqarah qālū a tattakhiżunā huzuwā qāla a'ụżu billāhi an akụna minal-jāhilīn
67. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya “Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina.” Mereka bertanya “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Dia (Musa) menjawab “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.”
68. Mereka berkata “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.” Dia (Musa) menjawab “Dia (Allah) berfirman bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”
69. Mereka berkata “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab “Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”
qālud'u lanā rabbaka yubayyil lanā mā hiya innal-baqara tasyābaha 'alainā wa innā in syā`allāhu lamuhtadụn
70. Mereka berkata “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami dan jika Allah menghendaki niscaya kami mendapat petunjuk.”
qāla innahụ yaqụlu innahā baqaratul lā żalụlun tuṡīrul-arḍa wa lā tasqil-ḥarṡ musallamatul lā syiyata fīhā qālul-āna ji`ta bil-ḥaqqi fa żabaḥụhā wa mā kādụ yaf'alụn
71. Dia (Musa) menjawab “Dia (Allah) berfirman (sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman sehat dan tanpa belang.” Mereka berkata “Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya.” Lalu mereka menyembelihnya dan nyaris mereka tidak melaksanakan (perintah) itu.
fa qulnaḍribụhu biba'ḍihā każālika yuḥyillāhul-mautā wa yurīkum āyātihī la'allakum ta'qilụn
73. Lalu Kami berfirman “Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu!” Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.
ṡumma qasat qulụbukum mim ba'di żālika fa hiya kal-ḥijārati au asyaddu qaswah wa inna minal-ḥijārati lamā yatafajjaru min-hul-an-hār wa inna min-hā lamā yasysyaqqaqu fa yakhruju min-hul-mā` wa inna min-hā lamā yahbiṭu min khasy-yatillāh wa mallāhu bigāfilin 'ammā ta'malụn
74. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras sehingga (hatimu) seperti batu bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
a fa taṭma'ụna ay yu`minụ lakum wa qad kāna farīqum min-hum yasma'ụna kalāmallāhi ṡumma yuḥarrifụnahụ mim ba'di mā 'aqalụhu wa hum ya'lamụn
75. Maka apakah kamu (Muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya padahal mereka mengetahuinya?
wa iżā laqullażīna āmanụ qālū āmannā wa iżā khalā ba'ḍuhum ilā ba'ḍing qālū a tuḥaddiṡụnahum bimā fataḥallāhu 'alaikum liyuḥājjụkum bihī 'inda rabbikum a fa lā ta'qilụn
76. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman mereka berkata “Kami telah beriman.” Tetapi apabila kembali kepada sesamanya mereka bertanya “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Tidakkah kamu mengerti?”
fa wailul lillażīna yaktubụnal-kitāba bi`aidīhim ṡumma yaqụlụna hāżā min 'indillāhi liyasytarụ bihī ṡamanang qalīlā fa wailul lahum mimmā katabat aidīhim wa wailul lahum mimmā yaksibụn
79. Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri) kemudian berkata “Ini dari Allah” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.
wa qālụ lan tamassanan-nāru illā ayyāmam ma'dụdah qul attakhażtum 'indallāhi 'ahdan fa lay yukhlifallāhu 'ahdahū am taqụlụna 'alallāhi mā lā ta'lamụn
80. Dan mereka berkata “Neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya ataukah kamu mengatakan tentang Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui?”
wa iż akhażnā mīṡāqa banī isrā`īla lā ta'budụna illallāha wa bil-wālidaini iḥsānaw wa żil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wa qụlụ lin-nāsi ḥusnaw wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāh ṡumma tawallaitum illā qalīlam mingkum wa antum mu'riḍụn
83. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil “Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua kerabat anak-anak yatim dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari) kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu (masih menjadi) pembangkang.
wa iż akhażnā mīṡāqakum lā tasfikụna dimā`akum wa lā tukhrijụna anfusakum min diyārikum ṡumma aqrartum wa antum tasy-hadụn
84. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu “Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang) dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu.” Kemudian kamu berikrar dan bersaksi.
ṡumma antum hā`ulā`i taqtulụna anfusakum wa tukhrijụna farīqam mingkum min diyārihim taẓāharụna 'alaihim bil-iṡmi wal-'udwān wa iy ya`tụkum usārā tufādụhum wa huwa muḥarramun 'alaikum ikhrājuhum a fa tu`minụna biba'ḍil-kitābi wa takfurụna biba'ḍ fa mā jazā`u may yaf'alu żālika mingkum illā khizyun fil-ḥayātid-dun-yā wa yaumal-qiyāmati yuraddụna ilā asyaddil-'ażāb wa mallāhu bigāfilin 'ammā ta'malụn
85. Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu) dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan kamu tebus mereka padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
ulā`ikallażīnasytarawul-ḥayātad-dun-yā bil-ākhirati fa lā yukhaffafu 'an-humul-'ażābu wa lā hum yunṣarụn
86. Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.
wa laqad ātainā mụsal-kitāba wa qaffainā mim ba'dihī bir-rusuli wa ātainā 'īsabna maryamal-bayyināti wa ayyadnāhu birụḥil-qudus a fa kullamā jā`akum rasụlum bimā lā tahwā anfusukumustakbartum fa farīqang każżabtum wa farīqan taqtulụn
87. Dan sungguh Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul dan Kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Rohulkudus (Jibril). Mengapa setiap rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan kamu menyombongkan diri lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?
wa qālụ qulụbunā gulf bal la'anahumullāhu bikufrihim fa qalīlam mā yu`minụn
88. Dan mereka berkata “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.
wa lammā jā`ahum kitābum min 'indillāhi muṣaddiqul limā ma'ahum wa kānụ ming qablu yastaftiḥụna 'alallażīna kafarụ fa lammā jā`ahum mā 'arafụ kafarụ bihī fa la'natullāhi 'alal-kāfirīn
89. Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.
bi`samasytarau bihī anfusahum ay yakfurụ bimā anzalallāhu bagyan ay yunazzilallāhu min faḍlihī 'alā may yasyā`u min 'ibādih fa bā`ụ bigaḍabin 'alā gaḍab wa lil-kāfirīna 'ażābum muhīn
90. Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.
wa iżā qīla lahum āminụ bimā anzalallāhu qālụ nu`minu bimā unzila 'alainā wa yakfurụna bimā warā`ahụ wa huwal-ḥaqqu muṣaddiqal limā ma'ahum qul fa lima taqtulụna ambiyā`allāhi ming qablu ing kuntum mu`minīn
91. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an)” mereka menjawab “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.” Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya padahal (Al-Qur'an) itu adalah yang hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad) “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?”
wa laqad jā`akum mụsā bil-bayyināti ṡummattakhażtumul-'ijla mim ba'dihī wa antum ẓālimụn
92. Dan sungguh Musa telah datang kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran kemudian kamu mengambil (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya dan kamu (menjadi) orang-orang zalim.
wa iż akhażnā mīṡāqakum wa rafa'nā fauqakumuṭ-ṭụr khużụ mā ātainākum biquwwatiw wasma'ụ qālụ sami'nā wa 'aṣainā wa usyribụ fī qulụbihimul-'ijla bikufrihim qul bi`samā ya`murukum bihī īmānukum ing kuntum mu`minīn
93. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman) “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab “Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati.” Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah “Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!”
qul ing kānat lakumud-dārul-ākhiratu 'indallāhi khāliṣatam min dụnin-nāsi fa tamannawul-mauta ing kuntum ṣādiqīn
94. Katakanlah (Muhammad) “Jika negeri akhirat di sisi Allah khusus untukmu saja bukan untuk orang lain maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar.”
wa lay yatamannauhu abadam bimā qaddamat aidīhim wallāhu 'alīmum biẓ-ẓālimīn
95. Tetapi mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali karena dosa-dosa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
wa latajidannahum aḥraṣan-nāsi 'alā ḥayāh wa minallażīna asyrakụ yawaddu aḥaduhum lau yu'ammaru alfa sanah wa mā huwa bimuzaḥziḥihī minal-'ażābi ay yu'ammar wallāhu baṣīrum bimā ya'malụn
96. Dan sungguh engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi) manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia) bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
qul mang kāna 'aduwwal lijibrīla fa innahụ nazzalahụ 'alā qalbika bi`iżnillāhi muṣaddiqal limā baina yadaihi wa hudaw wa busyrā lil-mu`minīn
97. Katakanlah (Muhammad) “Barangsiapa menjadi musuh Jibril maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan izin Allah membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”
wa lammā jā`ahum rasụlum min 'indillāhi muṣaddiqul limā ma'ahum nabaża farīqum minallażīna ụtul-kitāba kitāballāhi warā`a ẓuhụrihim ka`annahum lā ya'lamụn
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung) seakan-akan mereka tidak tahu.
wattaba'ụ mā tatlusy-syayāṭīnu 'alā mulki sulaimān wa mā kafara sulaimānu wa lākinnasy-syayāṭīna kafarụ yu'allimụnan-nāsas-siḥra wa mā unzila 'alal-malakaini bibābila hārụta wa mārụt wa mā yu'allimāni min aḥadin ḥattā yaqụlā innamā naḥnu fitnatun fa lā takfur fa yata'allamụna min-humā mā yufarriqụna bihī bainal-mar'i wa zaujih wa mā hum biḍārrīna bihī min aḥadin illā bi`iżnillāh wa yata'allamụna mā yaḍurruhum wa lā yanfa'uhum wa laqad 'alimụ lamanisytarāhu mā lahụ fil-ākhirati min khalāq wa labi`sa mā syarau bihī anfusahum lau kānụ ya'lamụn
102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu) sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh mereka sudah tahu barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir sekiranya mereka tahu.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā taqụlụ rā'inā wa qụlunẓurnā wasma'ụ wa lil-kāfirīna 'ażābun alīm
104. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan raa'inaa tetapi katakanlah “Unzhurnaa” dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
mā yawaddullażīna kafarụ min ahlil-kitābi wa lal-musyrikīna ay yunazzala 'alaikum min khairim mir rabbikum wallāhu yakhtaṣṣu biraḥmatihī may yasyā` wallāhu żul-faḍlil-'aẓīm
105. Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.
mā nansakh min āyatin au nunsihā na`ti bikhairim min-hā au miṡlihā a lam ta'lam annallāha 'alā kulli syai`ing qadīr
106. Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?
am turīdụna an tas`alụ rasụlakum kamā su`ila mụsā ming qabl wa may yatabaddalil-kufra bil-īmāni fa qad ḍalla sawā`as-sabīl
108. Ataukah kamu hendak meminta kepada Rasulmu (Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? Barangsiapa mengganti iman dengan kekafiran maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
wadda kaṡīrum min ahlil-kitābi lau yaruddụnakum mim ba'di īmānikum kuffārā ḥasadam min 'indi anfusihim mim ba'di mā tabayyana lahumul-ḥaqq fa'fụ waṣfaḥụ ḥattā ya`tiyallāhu bi`amrih innallāha 'alā kulli syai`ing qadīr
109. Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman menjadi kafir kembali karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapangdadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāh wa mā tuqaddimụ li`anfusikum min khairin tajidụhu 'indallāh innallāha bimā ta'malụna baṣīr
110. Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
wa qālụ lay yadkhulal-jannata illā mang kāna hụdan au naṣārā tilka amāniyyuhum qul hātụ bur-hānakum ing kuntum ṣādiqīn
111. Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.”
balā man aslama waj-hahụ lillāhi wa huwa muḥsinun fa lahū ajruhụ 'inda rabbihī wa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
112. Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan dia berbuat baik dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
wa qālatil-yahụdu laisatin-naṣārā 'alā syai`iw wa qālatin-naṣārā laisatil-yahụdu 'alā syai`iw wa hum yatlụnal-kitāb każālika qālallażīna lā ya'lamụna miṡla qaulihim fallāhu yaḥkumu bainahum yaumal-qiyāmati fīmā kānụ fīhi yakhtalifụn
113. Dan orang Yahudi berkata “Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan)” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata “Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan)” padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan.
wa man aẓlamu mim mam mana'a masājidallāhi ay yużkara fīhasmuhụ wa sa'ā fī kharābihā ulā`ika mā kāna lahum ay yadkhulụhā illā khā`ifīn lahum fid-dun-yā khizyuw wa lahum fil-ākhirati 'ażābun 'aẓīm
114. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.
wa qālallażīna lā ya'lamụna lau lā yukallimunallāhu au ta`tīnā āyah każālika qālallażīna ming qablihim miṡla qaulihim tasyābahat qulụbuhum qad bayyannal-āyāti liqaumiy yụqinụn
118. Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata “Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin.
innā arsalnāka bil-ḥaqqi basyīraw wa nażīraw wa lā tus`alu 'an aṣ-ḥābil-jaḥīm
119. Sungguh Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.
wa lan tarḍā 'angkal-yahụdu wa lan-naṣārā ḥattā tattabi'a millatahum qul inna hudallāhi huwal-hudā wa la`inittaba'ta ahwā`ahum ba'dallażī jā`aka minal-'ilmi mā laka minallāhi miw waliyyiw wa lā naṣīr
120. Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.
allażīna ātaināhumul-kitāba yatlụnahụ ḥaqqa tilāwatih ulā`ika yu`minụna bih wa may yakfur bihī fa ulā`ika humul-khāsirụn
121. Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mereka membacanya sebagaimana mestinya mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya mereka itulah orang-orang yang rugi.
yā banī isrā`īlażkurụ ni'matiyallatī an'amtu 'alaikum wa annī faḍḍaltukum 'alal-'ālamīn
122. Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).
wattaqụ yaumal lā tajzī nafsun 'an nafsin syai`aw wa lā yuqbalu min-hā 'adluw wa lā tanfa'uhā syafā'atuw wa lā hum yunṣarụn
123. Dan takutlah kamu pada hari (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun tebusan tidak diterima bantuan tidak berguna baginya dan mereka tidak akan ditolong.
wa iżibtalā ibrāhīma rabbuhụ bikalimātin fa atammahunn qāla innī jā'iluka lin-nāsi imāmā qāla wa min żurriyyatī qāla lā yanālu 'ahdiẓ-ẓālimīn
124. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman “(Benar tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”
wa iż ja'alnal-baita maṡābatal lin-nāsi wa amnā wattakhiżụ mim maqāmi ibrāhīma muṣallā wa 'ahidnā ilā ibrāhīma wa ismā'īla an ṭahhirā baitiya liṭ-ṭā`ifīna wal-'ākifīna war-rukka'is-sujụd
125. Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf orang yang iktikaf orang yang rukuk dan orang yang sujud!”
wa iż qāla ibrāhīmu rabbij'al hāżā baladan āminaw warzuq ahlahụ minaṡ-ṡamarāti man āmana min-hum billāhi wal-yaumil-ākhir qāla wa mang kafara fa umatti'uhụ qalīlan ṡumma aḍṭarruhū ilā 'ażābin-nār wa bi`sal-maṣīr
126. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa “Ya Tuhanku jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian” Dia (Allah) berfirman “Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
wa iż yarfa'u ibrāhīmul-qawā'ida minal-baiti wa ismā'īl rabbanā taqabbal minnā innaka antas-samī'ul-'alīm
127. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) “Ya Tuhan kami terimalah (amal) dari kami. Sungguh Engkaulah Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui.
rabbanā waj'alnā muslimaini laka wa min żurriyyatinā ummatam muslimatal laka wa arinā manāsikanā wa tub 'alainā innaka antat-tawwābur-raḥīm
128. Ya Tuhan kami jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami dan terimalah tobat kami. Sungguh Engkaulah Yang Maha Penerima tobat Maha Penyayang.
rabbanā wab'aṡ fīhim rasụlam min-hum yatlụ 'alaihim āyātika wa yu'allimuhumul-kitāba wal-ḥikmata wa yuzakkīhim innaka antal-'azīzul-ḥakīm
129. Ya Tuhan kami utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.”
wa may yargabu 'am millati ibrāhīma illā man safiha nafsah wa laqadiṣṭafaināhu fid-dun-yā wa innahụ fil-ākhirati laminaṣ-ṣāliḥīn
130. Dan orang yang membenci agama Ibrahim hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh.
wa waṣṣā bihā ibrāhīmu banīhi wa ya'qụb yā baniyya innallāhaṣṭafā lakumud-dīna fa lā tamụtunna illā wa antum muslimụn
132. Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
am kuntum syuhadā`a iż ḥaḍara ya'qụbal-mautu iż qāla libanīhi mā ta'budụna mim ba'dī qālụ na'budu ilāhaka wa ilāha ābā`ika ibrāhīma wa ismā'īla wa is-ḥāqa ilāhaw wāḥidā wa naḥnu lahụ muslimụn
133. Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub ketika dia berkata kepada anak-anaknya “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim Ismail dan Ishak (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”
tilka ummatung qad khalat lahā mā kasabat wa lakum mā kasabtum wa lā tus`alụna 'ammā kānụ ya'malụn
134. Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.
wa qālụ kụnụ hụdan au naṣārā tahtadụ qul bal millata ibrāhīma ḥanīfā wa mā kāna minal-musyrikīn
135. Dan mereka berkata “Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah “(Tidak!) Tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk golongan orang yang mempersekutukan Tuhan.”
qụlū āmannā billāhi wa mā unzila ilainā wa mā unzila ilā ibrāhīma wa ismā'īla wa is-ḥāqa wa ya'qụba wal-asbāṭi wa mā ụtiya mụsā wa 'īsā wa mā ụtiyan-nabiyyụna mir rabbihim lā nufarriqu baina aḥadim min-hum wa naḥnu lahụ muslimụn
136. Katakanlah “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim Ismail Ishak Yakub dan anak cucunya dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya.”
fa in āmanụ bimiṡli mā āmantum bihī fa qadihtadau wa in tawallau fa innamā hum fī syiqāq fa sayakfīkahumullāh wa huwas-samī'ul-'alīm
137. Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu) maka Allah mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.
qul a tuḥājjụnanā fillāhi wa huwa rabbunā wa rabbukum wa lanā a'mālunā wa lakum a'mālukum wa naḥnu lahụ mukhliṣụn
139. Katakanlah (Muhammad) “Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri.
am taqụlụna inna ibrāhīma wa ismā'īla wa is-ḥāqa wa ya'qụba wal-asbāṭa kānụ hụdan au naṣārā qul a antum a'lamu amillāh wa man aẓlamu mim mang katama syahādatan 'indahụ minallāh wa mallāhu bigāfilin 'ammā ta'malụn
140. Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim Ismail Ishak Yakub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah “Kamukah yang lebih tahu atau Allah dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?” Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
tilka ummatung qad khalat lahā mā kasabat wa lakum mā kasabtum wa lā tus`alụna 'ammā kānụ ya'malụn
141. Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.
142. Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata “Apakah yang memalingkan mereka (Muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?” Katakanlah (Muhammad) “Milik Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”
wa każālika ja'alnākum ummataw wasaṭal litakụnụ syuhadā`a 'alan-nāsi wa yakụnar-rasụlu 'alaikum syahīdā wa mā ja'alnal-qiblatallatī kunta 'alaihā illā lina'lama may yattabi'ur-rasụla mim may yangqalibu 'alā 'aqibaīh wa ing kānat lakabīratan illā 'alallażīna hadallāh wa mā kānallāhu liyuḍī'a īmānakum innallāha bin-nāsi lara`ụfur raḥīm
143. Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh (pemindahan kiblat) itu sangat berat kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh Allah Maha Pengasih Maha Penyayang kepada manusia.
qad narā taqalluba waj-hika fis-samā` fa lanuwalliyannaka qiblatan tarḍāhā fa walli waj-haka syaṭral-masjidil-ḥarām wa ḥaiṡu mā kuntum fa wallụ wujụhakum syaṭrah wa innallażīna ụtul-kitāba laya'lamụna annahul-ḥaqqu mir rabbihim wa mallāhu bigāfilin 'ammā ya'malụn
144. Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
wa la`in ataitallażīna ụtul-kitāba bikulli āyatim mā tabi'ụ qiblatak wa mā anta bitābi'ing qiblatahum wa mā ba'ḍuhum bitābi'ing qiblata ba'ḍ wa la`inittaba'ta ahwā`ahum mim ba'di mā jā`aka minal-'ilmi innaka iżal laminaẓ-ẓālimīn
145. Dan walaupun engkau (Muhammad) memberikan semua ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi Kitab itu mereka tidak akan mengikuti kiblatmu dan engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu niscaya eng-kau termasuk orang-orang zalim.
allażīna ātaināhumul-kitāba ya'rifụnahụ kamā ya'rifụna abnā`ahum wa inna farīqam min-hum layaktumụnal-ḥaqqa wa hum ya'lamụn
146. Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahui(nya).
wa likulliw wij-hatun huwa muwallīhā fastabiqul-khairāt aina mā takụnụ ya`ti bikumullāhu jamī'ā innallāha 'alā kulli syai`ing qadīr
148. Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa min ḥaiṡu kharajta fa walli waj-haka syaṭral-masjidil-ḥarām wa innahụ lal-ḥaqqu mir rabbik wa mallāhu bigāfilin 'ammā ta'malụn
149. Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
wa min ḥaiṡu kharajta fa walli waj-haka syaṭral-masjidil-ḥarām wa ḥaiṡu mā kuntum fa wallụ wujụhakum syaṭrahụ li`allā yakụna lin-nāsi 'alaikum ḥujjatun illallażīna ẓalamụ min-hum fa lā takhsyauhum wakhsyaunī wa li`utimma ni'matī 'alaikum wa la'allakum tahtadụn
150. Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu) kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu dan agar kamu mendapat petunjuk.
kamā arsalnā fīkum rasụlam mingkum yatlụ 'alaikum āyātinā wa yuzakkīkum wa yu'allimukumul-kitāba wal-ḥikmata wa yu'allimukum mā lam takụnụ ta'lamụn
151. Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.
wa lā taqụlụ limay yuqtalu fī sabīlillāhi amwāt bal aḥyā`uw wa lākil lā tasy'urụn
154. Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup tetapi kamu tidak menyadarinya.
wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ'i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt wa basysyiriṣ-ṣābirīn
155. Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan kelaparan kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar
156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya'ā`irillāh fa man ḥajjal-baita awi'tamara fa lā junāḥa 'alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā wa man taṭawwa'a khairan fa innallāha syākirun 'alīm
158. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syi‘ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri Maha Mengetahui.
159. Sungguh orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur'an) mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat
illallażīna tābụ wa aṣlaḥụ wa bayyanụ fa ulā`ika atụbu 'alaihim wa anat-tawwābur-raḥīm
160. kecuali mereka yang telah bertobat mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya) mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat Maha Penyayang.
inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri wal-fulkillatī tajrī fil-baḥri bimā yanfa'un-nāsa wa mā anzalallāhu minas-samā`i mim mā`in fa aḥyā bihil-arḍa ba'da mautihā wa baṡṡa fīhā ming kulli dābbatiw wa taṣrīfir-riyāḥi was-saḥābil-musakhkhari bainas-samā`i wal-arḍi la`āyātil liqaumiy ya'qilụn
164. Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi pergantian malam dan siang kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering) dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.
wa minan-nāsi may yattakhiżu min dụnillāhi andāday yuḥibbụnahum kaḥubbillāh wallażīna āmanū asyaddu ḥubbal lillāhi walau yarallażīna ẓalamū iż yaraunal-'ażāba annal-quwwata lillāhi jamī'aw wa annallāha syadīdul-'ażāb
165. Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).
iż tabarra`allażīnattubi'ụ minallażīnattaba'ụ wa ra`awul-'ażāba wa taqaṭṭa'at bihimul-asbāb
166. (Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti dan mereka melihat azab dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.
wa qālallażīnattaba'ụ lau anna lanā karratan fa natabarra`a min-hum kamā tabarra`ụ minnā każālika yurīhimullāhu a'mālahum ḥasarātin 'alaihim wa mā hum bikhārijīna minan-nār
167. Dan orang-orang yang mengikuti berkata “Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia) tentu kami akan berlepas tangan dari mereka sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal per-buatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka.
168. Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.
wa iżā qīla lahumuttabi'ụ mā anzalallāhu qālụ bal nattabi'u mā alfainā 'alaihi ābā`anā a walau kāna ābā`uhum lā ya'qilụna syai`aw wa lā yahtadụn
170. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.” Mereka menjawab “(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya).” Padahal nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun dan tidak mendapat petunjuk.
wa maṡalullażīna kafarụ kamaṡalillażī yan'iqu bimā lā yasma'u illā du'ā`aw wa nidā`ā ṣummum bukmun 'umyun fa hum lā ya'qilụn
171. Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli bisu dan buta maka mereka tidak mengerti.
yā ayyuhallażīna āmanụ kulụ min ṭayyibāti mā razaqnākum wasykurụ lillāhi ing kuntum iyyāhu ta'budụn
172. Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
innamā ḥarrama 'alaikumul-maitata wad-dama wa laḥmal-khinzīri wa mā uhilla bihī ligairillāh fa maniḍṭurra gaira bāgiw wa lā 'ādin fa lā iṡma 'alaīh innallāha gafụrur raḥīm
173. Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai darah daging babi dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
innallażīna yaktumụna mā anzalallāhu minal-kitābi wa yasytarụna bihī ṡamanang qalīlan ulā`ika mā ya`kulụna fī buṭụnihim illan-nāra wa lā yukallimuhumullāhu yaumal-qiyāmati wa lā yuzakkīhim wa lahum 'ażābun alīm
174. Sungguh orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah yaitu Kitab dan menjualnya dengan harga murah mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
żālika bi`annallāha nazzalal-kitāba bil-ḥaqq wa innallażīnakhtalafụ fil-kitābi lafī syiqāqim ba'īd
176. Yang demikian itu karena Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (kebenaran) Kitab itu mereka dalam perpecahan yang jauh.
laisal-birra an tuwallụ wujụhakum qibalal-masyriqi wal-magribi wa lākinnal-birra man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wal-malā`ikati wal-kitābi wan-nabiyyīn wa ātal-māla 'alā ḥubbihī żawil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīna wabnas-sabīli was-sā`ilīna wa fir-riqāb wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāh wal-mụfụna bi'ahdihim iżā 'āhadụ waṣ-ṣābirīna fil-ba`sā`i waḍ-ḍarrā`i wa ḥīnal-ba`s ulā`ikallażīna ṣadaqụ wa ulā`ika humul-muttaqụn
177. Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah hari akhir malaikat-malaikat kitab-kitab dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat anak yatim orang-orang miskin orang-orang yang dalam perjalanan (musafir) peminta-minta dan untuk memerdekakan hamba sahaya yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat orang-orang yang menepati janji apabila berjanji dan orang yang sabar dalam kemelaratan penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumul-qiṣāṣu fil-qatlā al-ḥurru bil-ḥurri wal-'abdu bil-'abdi wal-unṡā bil-unṡā fa man 'ufiya lahụ min akhīhi syai`un fattibā'um bil-ma'rụfi wa adā`un ilaihi bi`iḥsān żālika takhfīfum mir rabbikum wa raḥmah fa mani'tadā ba'da żālika fa lahụ 'ażābun alīm
178. Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka hamba sahaya dengan hamba sahaya perempuan dengan perempuan. Tetapi barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya hendaklah dia mengikutinya dengan baik dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barangsiapa melampaui batas setelah itu maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih.
180. Diwajibkan atas kamu apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu jika dia meninggalkan harta berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.
fa mam baddalahụ ba'da mā sami'ahụ fa innamā iṡmuhụ 'alallażīna yubaddilụnah innallāha samī'un 'alīm
181. Barangsiapa mengubahnya (wasiat itu) setelah mendengarnya maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sungguh Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
fa man khāfa mim mụṣin janafan au iṡman fa aṣlaḥa bainahum fa lā iṡma 'alaīh innallāha gafụrur raḥīm
182. Tetapi barangsiapa khawatir bahwa pemberi wasiat (berlaku) berat sebelah atau berbuat salah lalu dia mendamaikan antara mereka maka dia tidak berdosa. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
ayyāmam ma'dụdāt fa mang kāna mingkum marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar wa 'alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa'āmu miskīn fa man taṭawwa'a khairan fa huwa khairul lah wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
184. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa) maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya wajib membayar fidyah yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka itu lebih baik baginya dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h wa mang kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurụn
185. Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa) maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
wa iżā sa`alaka 'ibādī 'annī fa innī qarīb ujību da'watad-dā'i iżā da'āni falyastajībụ lī walyu`minụ bī la'allahum yarsyudụn
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.
uḥilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafaṡu ilā nisā`ikum hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn 'alimallāhu annakum kuntum takhtānụna anfusakum fa tāba 'alaikum wa 'afā 'angkum fal-āna bāsyirụhunna wabtagụ mā kataballāhu lakum wa kulụ wasyrabụ ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-laīl wa lā tubāsyirụhunna wa antum 'ākifụna fil-masājid tilka ḥudụdullāhi fa lā taqrabụhā każālika yubayyinullāhu āyātihī lin-nāsi la'allahum yattaqụn
187. Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.
wa lā ta`kulū amwālakum bainakum bil-bāṭili wa tudlụ bihā ilal-ḥukkāmi lita`kulụ farīqam min amwālin-nāsi bil-iṡmi wa antum ta'lamụn
188. Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa padahal kamu mengetahui.
yas`alụnaka 'anil-ahillah qul hiya mawāqītu lin-nāsi wal-ḥajj wa laisal-birru bi`an ta`tul-buyụta min ẓuhụrihā wa lākinnal-birra manittaqā wa`tul-buyụta min abwābihā wattaqullāha la'allakum tufliḥụn
189. Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
wa qātilụ fī sabīlillāhillażīna yuqātilụnakum wa lā ta'tadụ innallāha lā yuḥibbul-mu'tadīn
190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu tetapi jangan melampaui batas. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
waqtulụhum ḥaiṡu ṡaqiftumụhum wa akhrijụhum min ḥaiṡu akhrajụkum wal-fitnatu asyaddu minal-qatl wa lā tuqātilụhum 'indal-masjidil-ḥarāmi ḥattā yuqātilụkum fīh fa ing qātalụkum faqtulụhum każālika jazā`ul-kāfirīn
191. Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.
wa qātilụhum ḥattā lā takụna fitnatuw wa yakụnad-dīnu lillāh fa inintahau fa lā 'udwāna illā 'alaẓ-ẓālimīn
193. Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti maka tidak ada (lagi) permusuhan kecuali terhadap orang-orang zalim.
194. Bulan haram dengan bulan haram dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) qisas. Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ innallāha yuḥibbul-muḥsinīn
195. Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dan berbuatbaiklah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
wa atimmul-ḥajja wal-'umrata lillāh fa in uḥṣirtum fa mastaisara minal-hady wa lā taḥliqụ ru`ụsakum ḥattā yablugal-hadyu maḥillah fa mang kāna mingkum marīḍan au bihī ażam mir ra`sihī fa fidyatum min ṣiyāmin au ṣadaqatin au nusuk fa iżā amintum fa man tamatta'a bil-'umrati ilal-ḥajji fa mastaisara minal-hady fa mal lam yajid fa ṣiyāmu ṡalāṡati ayyāmin fil-ḥajji wa sab'atin iżā raja'tum tilka 'asyaratung kāmilah żālika limal lam yakun ahluhụ ḥāḍiril-masjidil-ḥarām wattaqullāha wa'lamū annallāha syadīdul-'iqāb
196. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh) maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur) maka dia wajib berfidyah yaitu berpuasa bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhnya sepuluh (hari). Demikian itu bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.
al-ḥajju asy-hurum ma'lụmāt fa man faraḍa fīhinnal-ḥajja fa lā rafaṡa wa lā fusụqa wa lā jidāla fil-ḥajj wa mā taf'alụ min khairiy ya'lam-hullāh wa tazawwadụ fa inna khairaz-zādit-taqwā wattaqụni yā ulil-albāb
197. (Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu maka janganlah dia berkata jorok (rafats) berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan Allah mengetahuinya. Bawalah bekal karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!
laisa 'alaikum junāḥun an tabtagụ faḍlam mir rabbikum fa iżā afaḍtum min 'arafātin fażkurullāha 'indal-masy'aril-ḥarāmi ważkurụhu kamā hadākum wa ing kuntum ming qablihī laminaḍ-ḍāllīn
198. Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah berzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu.
ṡumma afīḍụ min ḥaiṡu afāḍan-nāsu wastagfirullāh innallāha gafụrur raḥīm
199. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
fa iżā qaḍaitum manasikakum fażkurullāha każikrikum ābā`akum au asyadda żikrā fa minan-nāsi may yaqụlu rabbanā ātinā fid-dun-yā wa mā lahụ fil-ākhirati min khalāq
200. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji maka berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa “Ya Tuhan kami berilah kami (kebaikan) di dunia” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.
wa min-hum may yaqụlu rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā 'ażāban-nār
201. Dan di antara mereka ada yang berdoa “Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.”
ważkurullāha fī ayyāmim ma'dụdāt fa man ta'ajjala fī yaumaini fa lā iṡma 'alaīh wa man ta`akhkhara fa lā iṡma 'alaihi limanittaqā wattaqullāha wa'lamū annakum ilaihi tuḥsyarụn
203. Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barangsiapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari maka tidak ada dosa baginya. Dan barangsiapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.
wa minan-nāsi may yu'jibuka qauluhụ fil-ḥayātid-dun-yā wa yusy-hidullāha 'alā mā fī qalbihī wa huwa aladdul-khiṣām
204. Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad) dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya padahal dia adalah penentang yang paling keras.
wa iżā tawallā sa'ā fil-arḍi liyufsida fīhā wa yuhlikal-ḥarṡa wan-nasl wallāhu lā yuḥibbul-fasād
205. Dan apabila dia berpaling (dari engkau) dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak sedang Allah tidak menyukai kerusakan.
wa iżā qīla lahuttaqillāha akhażat-hul-'izzatu bil-iṡmi fa ḥasbuhụ jahannam wa labi`sal-mihād
206. Dan apabila dikatakan kepadanya “Bertakwalah kepada Allah” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk.
208. Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu.
hal yanẓurụna illā ay ya`tiyahumullāhu fī ẓulalim minal-gamāmi wal-malā`ikatu wa quḍiyal-amr wa ilallāhi turja'ul-umụr
210. Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan.
sal banī isrā`īla kam ātaināhum min āyatim bayyinah wa may yubaddil ni'matallāhi mim ba'di mā jā`at-hu fa innallāha syadīdul-'iqāb
211. Tanyakanlah kepada Bani Israil berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya maka sungguh Allah sangat keras hukuman-Nya.
zuyyina lillażīna kafarul-ḥayātud-dun-yā wa yaskharụna minallażīna āmanụ wallażīnattaqau fauqahum yaumal-qiyāmah wallāhu yarzuqu may yasyā`u bigairi ḥisāb
212. Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
kānan-nāsu ummataw wāḥidah fa ba'aṡallāhun-nabiyyīna mubasysyirīna wa munżirīna wa anzala ma'ahumul-kitāba bil-ḥaqqi liyaḥkuma bainan-nāsi fīmakhtalafụ fīh wa makhtalafa fīhi illallażīna ụtụhu mim ba'di mā jā`at-humul-bayyinātu bagyam bainahum fa hadallāhullażīna āmanụ limakhtalafụ fīhi minal-ḥaqqi bi`iżnih wallāhu yahdī may yasyā`u ilā ṣirāṭim mustaqīm
213. Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab) setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
am ḥasibtum an tadkhulul-jannata wa lammā ya`tikum maṡalullażīna khalau ming qablikum massat-humul-ba`sā`u waḍ-ḍarrā`u wa zulzilụ ḥattā yaqụlar-rasụlu wallażīna āmanụ ma'ahụ matā naṣrullāh alā inna naṣrallāhi qarīb
214. Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
yas`alụnaka māżā yunfiqụn qul mā anfaqtum ming kairin fa lil-wālidaini wal-aqrabīna wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīl wa mā taf'alụ min khairin fa innallāha bihī 'alīm
215. Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah “Harta apa saja yang kamu infakkan hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua kerabat anak yatim orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
kutiba 'alaikumul-qitālu wa huwa kur-hul lakum wa 'asā an takrahụ syai`aw wa huwa khairul lakum wa 'asā an tuḥibbụ syai`aw wa huwa syarrul lakum wallāhu ya'lamu wa antum lā ta'lamụn
216. Diwajibkan atas kamu berperang padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
yas`alụnaka 'anisy-syahril-ḥarāmi qitālin fīh qul qitālun fīhi kabīr wa ṣaddun 'an sabīlillāhi wa kufrum bihī wal-masjidil-ḥarāmi wa ikhrāju ahlihī min-hu akbaru 'indallāh wal-fitnatu akbaru minal-qatl wa lā yazālụna yuqātilụnakum ḥattā yaruddụkum 'an dīnikum inistaṭā'ụ wa may yartadid mingkum 'an dīnihī fa yamut wa huwa kāfirun fa ulā`ika ḥabiṭat a'māluhum fid-dun-yā wal-ākhirah wa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār hum fīhā khālidụn
217. Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah ingkar kepada-Nya (menghalangi orang masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduk dari sekitarnya lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat dan mereka itulah penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.”
218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
yas`alụnaka 'anil-khamri wal-maisir qul fīhimā iṡmung kabīruw wa manafi'u lin-nāsi wa iṡmuhumā akbaru min-naf'ihimā wa yas`alụnaka māżā yunfiqụn qulil-'afw każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāti la'allakum tatafakkarụn
219. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan
fid-dun-yā wal-ākhirah wa yas`alụnaka 'anil-yatāmā qul iṣlāḥul lahum khaīr wa in tukhāliṭụhum fa ikhwānukum wallāhu ya'lamul-mufsida minal-muṣliḥ walau syā`allāhu la`a'natakum innallāha 'azīzun ḥakīm
220. Tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
wa lā tangkiḥul-musyrikāti ḥattā yu`minn wa la`amatum mu`minatun khairum mim musyrikatiw walau a'jabatkum wa lā tungkiḥul-musyrikīna ḥattā yu`minụ wa la'abdum mu`minun khairum mim musyrikiw walau a'jabakum ulā`ika yad'ụna ilan-nāri wallāhu yad'ū ilal-jannati wal-magfirati bi`iżnih wa yubayyinu āyātihī lin-nāsi la'allahum yatażakkarụn
221. Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sungguh hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.
wa yas`alụnaka 'anil-maḥīḍ qul huwa ażan fa'tazilun-nisā`a fil-maḥīḍi wa lā taqrabụhunna ḥattā yaṭ-hurn fa iżā taṭahharna fa`tụhunna min ḥaiṡu amarakumullāh innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn
222. Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.
nisā`ukum ḥarṡul lakum fa`tụ ḥarṡakum annā syi`tum wa qaddimụ li`anfusikum wattaqullāha wa'lamū annakum mulāqụh wa basysyiril-mu`minīn
223. Istri-istrimu adalah ladang bagimu maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.
wa lā taj'alullāha 'urḍatal li`aimānikum an tabarrụ wa tattaqụ wa tuṣliḥụ bainan-nās wallāhu samī'un 'alīm
224. Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan bertakwa dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
225. Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun Maha Penyantun.
lillażīna yu`lụna min nisā`ihim tarabbuṣu arba'ati asy-hur fa in fā`ụ fa innallāha gafụrur raḥīm
226. Bagi orang yang meng-ila' istrinya harus menunggu empat bulan. Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya) maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wal-muṭallaqātu yatarabbaṣna bi`anfusihinna ṡalāṡata qurū` wa lā yaḥillu lahunna ay yaktumna mā khalaqallāhu fī ar-ḥāmihinna ing kunna yu`minna billāhi wal-yaumil-ākhir wa bu'ụlatuhunna aḥaqqu biraddihinna fī żālika in arādū iṣlāḥā wa lahunna miṡlullażī 'alaihinna bil-ma'rụfi wa lir-rijāli 'alaihinna darajah wallāhu 'azīzun ḥakīm
228. Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
aṭ-ṭalāqu marratāni fa imsākum bima'rụfin au tasrīḥum bi`iḥsān wa lā yaḥillu lakum an ta`khużụ mimmā ātaitumụhunna syai`an illā ay yakhāfā allā yuqīmā ḥudụdallāh fa in khiftum allā yuqīmā ḥudụdallāhi fa lā junāḥa 'alaihimā fīmaftadat bih tilka ḥudụdullāhi fa lā ta'tadụhā wa may yata'adda ḥudụdallāhi fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn
229. Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang zalim.
fa in ṭallaqahā fa lā taḥillu lahụ mim ba'du ḥattā tangkiḥa zaujan gairah fa in ṭallaqahā fa lā junāḥa 'alaihimā ay yatarāja'ā in ẓannā ay yuqīmā ḥudụdallāh wa tilka ḥudụdullāhi yubayyinuhā liqaumiy ya'lamụn
230. Kemudian jika dia menceraikannya (setelah talak yang kedua) maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas istri) untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan.
wa iżā ṭallaqtumun-nisā`a fa balagna ajalahunna fa amsikụhunna bima'rụfin au sarriḥụhunna bima'rụf wa lā tumsikụhunna ḍirāral lita'tadụ wa may yaf'al żālika fa qad ẓalama nafsah wa lā tattakhiżū āyātillāhi huzuwaw ważkurụ ni'matallāhi 'alaikum wa mā anzala 'alaikum minal-kitābi wal-ḥikmati ya'iẓukum bih wattaqullāha wa'lamū annallāha bikulli syai`in 'alīm
231. Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu) lalu sampai (akhir) idahnya maka tahanlah mereka dengan cara yang baik atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik (pula). Dan janganlah kamu tahan mereka dengan maksud jahat untuk menzalimi mereka. Barangsiapa melakukan demikian maka dia telah menzalimi dirinya sendiri. Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepada kamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kamu yaitu Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) untuk memberi pengajaran kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
wa iżā ṭallaqtumun-nisā`a fa balagna ajalahunna fa lā ta'ḍulụhunna ay yangkiḥna azwājahunna iżā tarāḍau bainahum bil-ma'rụf żālika yụ'aẓu bihī mang kāna mingkum yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir żālikum azkā lakum wa aṭ-har wallāhu ya'lamu wa antum lā ta'lamụn
232. Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu) lalu sampai idahnya maka jangan kamu halangi mereka menikah (lagi) dengan calon suaminya apabila telah terjalin kecocokan di antara mereka dengan cara yang baik. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Itu lebih suci bagimu dan lebih bersih. Dan Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.
wal-wālidātu yurḍi'na aulādahunna ḥaulaini kāmilaini liman arāda ay yutimmar-raḍā'ah wa 'alal-maulụdi lahụ rizquhunna wa kiswatuhunna bil-ma'rụf lā tukallafu nafsun illā wus'ahā lā tuḍārra wālidatum biwaladihā wa lā maulụdul lahụ biwaladihī wa 'alal-wāriṡi miṡlu żālik fa in arādā fiṣālan 'an tarāḍim min-humā wa tasyāwurin fa lā junāḥa 'alaihimā wa in arattum an tastarḍi'ū aulādakum fa lā junāḥa 'alaikum iżā sallamtum mā ātaitum bil-ma'rụf wattaqullāha wa'lamū annallāha bimā ta'malụna baṣīr
233. Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
wallażīna yutawaffauna mingkum wa yażarụna azwājay yatarabbaṣna bi`anfusihinna arba'ata asy-huriw wa 'asyrā fa iżā balagna ajalahunna fa lā junāḥa 'alaikum fīmā fa'alna fī anfusihinna bil-ma'rụf wallāhu bimā ta'malụna khabīr
234. Dan orang-orang yang mati di antara kamu serta meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah sampai (akhir) idah mereka maka tidak ada dosa bagimu mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka menurut cara yang patut. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
wa lā junāḥa 'alaikum fīmā 'arraḍtum bihī min khiṭbatin-nisā`i au aknantum fī anfusikum 'alimallāhu annakum satażkurụnahunna wa lākil lā tuwā'idụhunna sirran illā an taqụlụ qaulam ma'rụfā wa lā ta'zimụ 'uqdatan-nikāḥi ḥattā yablugal-kitābu ajalah wa'lamū annallāha ya'lamu mā fī anfusikum faḥżarụh wa'lamū annallāha gafụrun ḥalīm
235. Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu sembunyikan (keinginanmu) dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka. Tetapi janganlah kamu membuat perjanjian (untuk menikah) dengan mereka secara rahasia kecuali sekedar mengucapkan kata-kata yang baik. Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah sebelum habis masa idahnya. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu maka takutlah kepada-Nya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun Maha Penyantun.
lā junāḥa 'alaikum in ṭallaqtumun-nisā`a mā lam tamassụhunna au tafriḍụ lahunna farīḍataw wa matti'ụhunna 'alal-mụsi'i qadaruhụ wa 'alal-muqtiri qadaruh matā'am bil-ma'rụf ḥaqqan 'alal-muḥsinīn
236. Tidak ada dosa bagimu jika kamu menceraikan istri-istri kamu yang belum kamu sentuh (campuri) atau belum kamu tentukan maharnya. Dan hendaklah kamu beri mereka mut‘ah bagi yang mampu menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya yaitu pemberian dengan cara yang patut yang merupakan kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
wa in ṭallaqtumụhunna ming qabli an tamassụhunna wa qad faraḍtum lahunna farīḍatan fa niṣfu mā faraḍtum illā ay ya'fụna au ya'fuwallażī biyadihī 'uqdatun-nikāḥ wa an ta'fū aqrabu lit-taqwā wa lā tansawul-faḍla bainakum innallāha bimā ta'malụna baṣīr
237. Dan jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri) padahal kamu sudah menentukan Maharnya maka (bayarlah) seperdua dari yang telah kamu tentukan kecuali jika mereka (membebaskan) atau dibebaskan oleh orang yang akad nikah ada di tangannya. Pembebasan itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu. Sungguh Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
fa in khiftum fa rijālan au rukbānā fa iżā amintum fażkurullāha kamā 'allamakum mā lam takụnụ ta'lamụn
239. Jika kamu takut (ada bahaya) salatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Kemudian apabila telah aman maka ingatlah Allah (salatlah) sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.
wallażīna yutawaffauna mingkum wa yażarụna azwājaw waṣiyyatal li`azwājihim matā'an ilal-ḥauli gaira ikhrāj fa in kharajna fa lā junāḥa 'alaikum fī mā fa'alna fī anfusihinna mim ma'rụf wallāhu 'azīzun ḥakīm
240. Dan orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya (yaitu) nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). Tetapi jika mereka keluar (sendiri) maka tidak ada dosa bagimu (mengenai apa) yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri dalam hal-hal yang baik. Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
a lam tara ilallażīna kharajụ min diyārihim wa hum ulụfun ḥażaral-mauti fa qāla lahumullāhu mụtụ ṡumma aḥyāhum innallāha lażụ faḍlin 'alan-nāsi wa lākinna akṡaran-nāsi lā yasykurụn
243. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? Lalu Allah berfirman kepada mereka “Matilah kamu!” Kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
man żallażī yuqriḍullāha qarḍan ḥasanan fa yuḍā'ifahụ lahū aḍ'āfang kaṡīrah wallāhu yaqbiḍu wa yabṣuṭu wa ilaihi turja'ụn
245. Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
a lam tara ilal-mala`i mim banī isrā`īla mim ba'di mụsā iż qālụ linabiyyil lahumub'aṡ lanā malikan-nuqātil fī sabīlillāh qāla hal 'asaitum ing kutiba 'alaikumul-qitālu allā tuqātilụ qālụ wa mā lanā allā nuqātila fī sabīlillāhi wa qad ukhrijnā min diyārinā wa abnā`inā fa lammā kutiba 'alaihimul-qitālu tawallau illā qalīlam min-hum wallāhu 'alīmum biẓ-ẓālimīn
246. Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka “Angkatlah seorang raja untuk kami niscaya kami berperang di jalan Allah.” Nabi mereka menjawab “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang kamu tidak akan berperang juga?” Mereka menjawab “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka mereka berpaling kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
wa qāla lahum nabiyyuhum innallāha qad ba'aṡa lakum ṭālụta malikā qālū annā yakụnu lahul-mulku 'alainā wa naḥnu aḥaqqu bil-mulki min-hu wa lam yu`ta sa'atam minal-māl qāla innallāhaṣṭafāhu 'alaikum wa zādahụ basṭatan fil 'ilmi wal-jism wallāhu yu`tī mulkahụ may yasyā` wallāhu wāsi'un 'alīm
247. Dan nabi mereka berkata kepada mereka “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas Maha Mengetahui.
wa qāla lahum nabiyyuhum inna āyata mulkihī ay ya`tiyakumut-tābụtu fīhi sakīnatum mir rabbikum wa baqiyyatum mimmā taraka ālu mụsā wa ālu hārụna taḥmiluhul-malā`ikah inna fī żālika la`āyatal lakum ing kuntum mu`minīn
248. Dan nabi mereka berkata kepada mereka “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut kepadamu yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh malaikat. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu jika kamu orang beriman.
fa lammā faṣala ṭālụtu bil-junụdi qāla innallāha mubtalīkum binahar fa man syariba min-hu fa laisa minnī wa mal lam yaṭ'am-hu fa innahụ minnī illā manigtarafa gurfatam biyadih fa syaribụ min-hu illā qalīlam min-hum fa lammā jāwazahụ huwa wallażīna āmanụ ma'ahụ qālụ lā ṭāqata lanal-yauma bijālụta wa junụdih qālallażīna yaẓunnụna annahum mulāqullāhi kam min fi`ating qalīlatin galabat fi`atang kaṡīratam bi`iżnillāh wallāhu ma'aṣ-ṣābirīn
249. Maka ketika Talut membawa bala tentaranya dia berkata “Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barangsiapa meminum (airnya) dia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu mereka berkata “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
wa lammā barazụ lijālụta wa junụdihī qālụ rabbanā afrig 'alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn
250. Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya mereka berdoa “Ya Tuhan kami limpahkanlah kesabaran kepada kami kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
fa hazamụhum bi`iżnillāh wa qatala dāwụdu jālụta wa ātāhullāhul-mulka wal-ḥikmata wa 'allamahụ mimmā yasyā` walau lā daf'ullāhin-nāsa ba'ḍahum biba'ḍil lafasadatil-arḍu wa lākinnallāha żụ faḍlin 'alal-'ālamīn
251. Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan dan hikmah dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.
tilkar-rusulu faḍḍalnā ba'ḍahum 'alā ba'ḍ min-hum mang kallamallāhu wa rafa'a ba'ḍahum darajāt wa ātainā 'īsabna maryamal-bayyināti wa ayyadnāhu birụḥil-qudus walau syā`allāhu maqtatalallażīna mim ba'dihim mim ba'di mā jā`at-humul-bayyinātu wa lākinikhtalafụ fa min-hum man āmana wa min-hum mang kafar walau syā`allāhu maqtatalụ wa lākinnallāha yaf'alu mā yurīd
253. Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus. Kalau Allah menghendaki niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.
yā ayyuhallażīna āmanū anfiqụ mimmā razaqnākum ming qabli ay ya`tiya yaumul lā bai'un fīhi wa lā khullatuw wa lā syafā'ah wal-kāfirụna humuẓ-ẓālimụn
254. Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.
allāhu lā ilāha illā huw al-ḥayyul-qayyụm lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā` wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
255. Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya dan Dia Mahatinggi Mahabesar.
lā ikrāha fid-dīn qat tabayyanar-rusydu minal-gayy fa may yakfur biṭ-ṭāgụti wa yu`mim billāhi fa qadistamsaka bil-'urwatil-wuṡqā lanfiṣāma lahā wallāhu samī'un 'alīm
256. Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam) sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah maka sungguh dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
257. Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir pelindung-pelindungnya adalah setan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
a lam tara ilallażī ḥājja ibrāhīma fī rabbihī an ātāhullāhul-mulk iż qāla ibrāhīmu rabbiyallażī yuḥyī wa yumītu qāla ana uḥyī wa umīt qāla ibrāhīmu fa innallāha ya`tī bisy-syamsi minal-masyriqi fa`ti bihā minal-magribi fa buhitallażī kafar wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
258. Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan” dia berkata “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata “Allah menerbitkan matahari dari timur maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
au kallażī marra 'alā qaryatiw wa hiya khāwiyatun 'alā 'urụsyihā qāla annā yuḥyī hāżihillāhu ba'da mautihā fa amātahullāhu mi`ata 'āmin ṡumma ba'aṡah qāla kam labiṡt qāla labiṡtu yauman au ba'ḍa yaụm qāla bal labiṡta mi`ata 'āmin fanẓur ilā ṭa'āmika wa syarābika lam yatasannah wanẓur ilā ḥimārik wa linaj'alaka āyatal lin-nāsi wanẓur ilal-'iẓāmi kaifa nunsyizuhā ṡumma naksụhā laḥmā fa lammā tabayyana lahụ qāla a'lamu annallāha 'alā kulli syai`ing qadīr
259. Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga menutupi (reruntuhan) atap-atapnya dia berkata “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman “Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu) bagaimana Kami menyusunnya kembali kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka ketika telah nyata baginya dia pun berkata “Saya mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
wa iż qāla ibrāhīmu rabbi arinī kaifa tuḥyil-mautā qāla a wa lam tu`min qāla balā wa lākil liyaṭma`inna qalbī qāla fakhuż arba'atam minaṭ-ṭairi fa ṣur-hunna ilaika ṡummaj'al 'alā kulli jabalim min-hunna juz`an ṡummad'uhunna ya`tīnaka sa'yā wa'lam annallāha 'azīzun ḥakīm
260. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata “Ya Tuhanku perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab “Aku percaya tetapi agar hatiku tenang (mantap).” Dia (Allah) berfirman “Kalau begitu ambillah empat ekor burung lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian kemudian panggillah mereka niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
261. Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas Maha Mengetahui.
allażīna yunfiqụna amwālahum fī sabīlillāhi ṡumma lā yutbi'ụna mā anfaqụ mannaw wa lā ażal lahum ajruhum 'inda rabbihim wa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
262. Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima) mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tubṭilụ ṣadaqātikum bil-manni wal-ażā kallażī yunfiqu mālahụ ri`ā`an-nāsi wa lā yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir fa maṡaluhụ kamaṡali ṣafwānin 'alaihi turābun fa aṣābahụ wābilun fa tarakahụ ṣaldā lā yaqdirụna 'alā syai`im mimmā kasabụ wallāhu lā yahdil-qaumal-kāfirīn
264. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima) seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu kemudian batu itu ditimpa hujan lebat maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
wa maṡalullażīna yunfiqụna amwālahumubtigā`a marḍātillāhi wa taṡbītam min anfusihim kamaṡali jannatim birabwatin aṣābahā wābilun fa ātat ukulahā ḍi'faīn fa il lam yuṣib-hā wābilun fa ṭall wallāhu bimā ta'malụna baṣīr
265. Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
a yawaddu aḥadukum an takụna lahụ jannatum min nakhīliw wa a'nābin tajrī min taḥtihal-an-hāru lahụ fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti wa aṣābahul-kibaru wa lahụ żurriyyatun ḍu'afā` fa aṣābahā i'ṣārun fīhi nārun faḥtaraqat każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāti la'allakum tatafakkarụn
266. Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai di sana dia memiliki segala macam buah-buahan kemudian datanglah masa tuanya sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya.
yā ayyuhallażīna āmanū anfiqụ min ṭayyibāti mā kasabtum wa mimmā akhrajnā lakum minal-arḍ wa lā tayammamul-khabīṡa min-hu tunfiqụna wa lastum bi`ākhiżīhi illā an tugmiḍụ fīh wa'lamū annallāha ganiyyun ḥamīd
267. Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya Maha Terpuji.
asy-syaiṭānu ya'idukumul-faqra wa ya`murukum bil-faḥsyā` wallāhu ya'idukum magfiratam min-hu wa faḍlā wallāhu wāsi'un 'alīm
268. Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir) sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas Maha Mengetahui.
yu`til-ḥikmata may yasyā` wa may yu`tal-ḥikmata fa qad ụtiya khairang kaṡīrā wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb
269. Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.
wa mā anfaqtum min nafaqatin au nażartum min nażrin fa innallāha ya'lamuh wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār
270. Dan apa pun infak yang kamu berikan atau nazar yang kamu janjikan maka sungguh Allah mengetahuinya. Dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun
in tubduṣ-ṣadaqāti fa ni'immā hiy wa in tukhfụhā wa tu`tụhal-fuqarā`a fa huwa khairul lakum wa yukaffiru 'angkum min sayyi`ātikum wallāhu bimā ta'malụna khabīr
271. Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
laisa 'alaika hudāhum wa lākinnallāha yahdī may yasyā` wa mā tunfiqụ min khairin fa li`anfusikum wa mā tunfiqụna illabtigā`a waj-hillāh wa mā tunfiqụ min khairiy yuwaffa ilaikum wa antum lā tuẓlamụn
272. Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
lil-fuqarā`illażīna uḥṣirụ fī sabīlillāhi lā yastaṭī'ụna ḍarban fil-arḍi yaḥsabuhumul-jāhilu agniyā`a minat-ta'affuf ta'rifuhum bisīmāhum lā yas`alụnan-nāsa il-ḥāfā wa mā tunfiqụ min khairin fa innallāha bihī 'alīm
273. (Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan sungguh Allah Maha Mengetahui.
allażīna yunfiqụna amwālahum bil-laili wan-nahāri sirraw wa 'alāniyatan fa lahum ajruhum 'inda rabbihim wa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
274. Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
allażīna ya`kulụnar-ribā lā yaqụmụna illā kamā yaqụmullażī yatakhabbaṭuhusy-syaiṭānu minal-mass żālika bi`annahum qālū innamal-bai'u miṡlur-ribā wa aḥallallāhul-bai'a wa ḥarramar-ribā fa man jā`ahụ mau'iẓatum mir rabbihī fantahā fa lahụ mā salaf wa amruhū ilallāh wa man 'āda fa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār hum fīhā khālidụn
275. Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya lalu dia berhenti maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi maka mereka itu penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.
innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta lahum ajruhum 'inda rabbihim wa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
277. Sungguh orang-orang yang beriman mengerjakan kebajikan melaksanakan salat dan menunaikan zakat mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
fa il lam taf'alụ fa`żanụ biḥarbim minallāhi wa rasụlih wa in tubtum fa lakum ru`ụsu amwālikum lā taẓlimụna wa lā tuẓlamụn
279. Jika kamu tidak melaksanakannya maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).
wa ing kāna żụ 'usratin fa naẓiratun ilā maisarah wa an taṣaddaqụ khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
280. Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
281. Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
yā ayyuhallażīna āmanū iżā tadāyantum bidainin ilā ajalim musamman faktubụh walyaktub bainakum kātibum bil-'adli wa lā ya`ba kātibun ay yaktuba kamā 'allamahullāhu falyaktub walyumlilillażī 'alaihil-ḥaqqu walyattaqillāha rabbahụ wa lā yabkhas min-hu syai`ā fa ing kānallażī 'alaihil-ḥaqqu safīhan au ḍa'īfan au lā yastaṭī'u ay yumilla huwa falyumlil waliyyuhụ bil-'adl wastasy-hidụ syahīdaini mir rijālikum fa il lam yakụnā rajulaini fa rajuluw wamra`atāni mim man tarḍauna minasy-syuhadā`i an taḍilla iḥdāhumā fa tużakkira iḥdāhumal-ukhrā wa lā ya`basy-syuhadā`u iżā mā du'ụ wa lā tas`amū an taktubụhu ṣagīran au kabīran ilā ajalih żālikum aqsaṭu 'indallāhi wa aqwamu lisy-syahādati wa adnā allā tartābū illā an takụna tijāratan ḥāḍiratan tudīrụnahā bainakum fa laisa 'alaikum junāḥun allā taktubụhā wa asy-hidū iżā tabāya'tum wa lā yuḍārra kātibuw wa lā syahīd wa in taf'alụ fa innahụ fusụqum bikum wattaqullāh wa yu'allimukumullāh wallāhu bikulli syai`in 'alīm
282. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya) atau tidak mampu mendiktekan sendiri maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada) agar jika yang seorang lupa maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah lebih dapat menguatkan kesaksian dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian) maka sungguh hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah Allah memberikan pengajaran kepadamu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
wa ing kuntum 'alā safariw wa lam tajidụ kātiban fa rihānum maqbụḍah fa in amina ba'ḍukum ba'ḍan falyu`addillażi`tumina amānatahụ walyattaqillāha rabbah wa lā taktumusy-syahādah wa may yaktum-hā fa innahū āṡimung qalbuh wallāhu bimā ta'malụna 'alīm
283. Dan jika kamu dalam perjalanan sedang kamu tidak mendapatkan seorang penulis maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya. Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian karena barangsiapa menyembunyikannya sungguh hatinya kotor (berdosa). Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ wa in tubdụ mā fī anfusikum au tukhfụhu yuḥāsibkum bihillāh fa yagfiru limay yasyā`u wa yu'ażżibu may yasyā` wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
284. Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr
285. Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah malaikat-malaikat-Nya kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”
lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih wa'fu 'annā wagfir lanā war-ḥamnā anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa) “Ya Tuhan kami janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
ming qablu hudal lin-nāsi wa anzalal-furqān innallażīna kafarụ bi`āyātillāhi lahum 'ażābun syadīd wallāhu 'azīzun żuntiqām
4. sebelumnya sebagai petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan Al-Furqan. Sungguh orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman.
huwallażī anzala 'alaikal-kitāba min-hu āyātum muḥkamātun hunna ummul-kitābi wa ukharu mutasyābihāt fa ammallażīna fī qulụbihim zaigun fayattabi'ụna mā tasyābaha min-hubtigā`al-fitnati wabtigā`a ta`wīlih wa mā ya'lamu ta`wīlahū illallāh war-rāsikhụna fil-'ilmi yaqụlụna āmannā bihī kullum min 'indi rabbinā wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb
7. Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur'an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata “Kami beriman kepadanya (Al-Qur'an) semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.
rabbanā lā tuzig qulụbanā ba'da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḥmah innaka antal-wahhāb
8. (Mereka berdoa) “Ya Tuhan kami janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”
innallażīna kafarụ lan tugniya 'an-hum amwāluhum wa lā aulāduhum minallāhi syai`ā wa ulā`ika hum waqụdun-nār
10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka.
kada`bi āli fir'auna wallażīna ming qablihim każżabụ bi`āyātinā fa akhażahumullāhu biżunụbihim wallāhu syadīdul-'iqāb
11. (Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir’aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya.
qul lillażīna kafarụ satuglabụna wa tuḥsyarụna ilā jahannam wa bi`sal-mihād
12. Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang kafir “Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.”
qad kāna lakum āyatun fī fi`atainiltaqatā fi`atun tuqātilu fī sabīlillāhi wa ukhrā kāfiratuy yaraunahum miṡlaihim ra`yal-'aīn wallāhu yu`ayyidu binaṣrihī may yasyā` inna fī żālika la'ibratal li`ulil-abṣār
13. Sungguh telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan Muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).
14. Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan berupa perempuan-perempuan anak-anak harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak kuda pilihan hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
qul a unabbi`ukum bikhairim min żālikum lillażīnattaqau 'inda rabbihim jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa azwājum muṭahharatuw wa riḍwānum minallāh wallāhu baṣīrum bil-'ibād
15. Katakanlah “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya dan pasangan-pasangan yang suci serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
syahidallāhu annahụ lā ilāha illā huwa wal-malā`ikatu wa ulul-'ilmi qā`imam bil-qisṭ lā ilāha illā huwal-'azīzul-ḥakīm
18. Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan tidak ada tuhan selain Dia Yang Mahaperkasa Maha-bijaksana.
innad-dīna 'indallāhil-islām wa makhtalafallażīna ụtul-kitāba illā mim ba'di mā jā`ahumul-'ilmu bagyam bainahum wa may yakfur bi`āyātillāhi fa innallāha sarī'ul-ḥisāb
19. Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah maka sungguh Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
fa in ḥājjụka fa qul aslamtu waj-hiya lillāhi wa manittaba'an wa qul lillażīna ụtul-kitāba wal-ummiyyīna a aslamtum fa in aslamụ fa qadihtadau wa in tawallau fa innamā 'alaikal-balāg wallāhu baṣīrum bil-'ibād
20. Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dan kepada orang-orang buta huruf ”Sudahkah kamu masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam berarti mereka telah mendapat petunjuk tetapi jika mereka berpaling maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
innallażīna yakfurụna bi`āyātillāhi wa yaqtulụnan-nabiyyīna bigairi ḥaqqiw wa yaqtulụnallażīna ya`murụna bil-qisṭi minan-nāsi fa basysyir-hum bi'ażābin alīm
21. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih.
a lam tara ilallażīna ụtụ naṣībam minal-kitābi yud'auna ilā kitābillāhi liyaḥkuma bainahum ṡumma yatawallā farīqum min-hum wa hum mu'riḍụn
23. Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka diajak (berpegang) pada Kitab Allah untuk memutuskan (perkara) di antara mereka. Kemudian sebagian dari mereka berpaling seraya menolak (kebenaran).
żālika bi`annahum qālụ lan tamassanan-nāru illā ayyāmam ma'dụdātiw wa garrahum fī dīnihim mā kānụ yaftarụn
24. Hal itu adalah karena mereka berkata “Api neraka tidak akan menyentuh kami kecuali beberapa hari saja.” Mereka teperdaya dalam agama mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.
fa kaifa iżā jama'nāhum liyaumil lā raiba fīh wa wuffiyat kullu nafsim mā kasabat wa hum lā yuẓlamụn
25. Bagaimana jika (nanti) mereka Kami kumpulkan pada hari (Kiamat) yang tidak diragukan terjadinya dan kepada setiap jiwa diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)?
qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā`u wa tu'izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā` biyadikal-khaīr innaka 'alā kulli syai`ing qadīr
26. Katakanlah (Muhammad) “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
tụlijul-laila fin-nahāri wa tụlijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyā`u bigairi ḥisāb
27. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”
lā yattakhiżil-mu`minụnal-kāfirīna auliyā`a min dụnil-mu`minīn wa may yaf'al żālika fa laisa minallāhi fī syai`in illā an tattaqụ min-hum tuqāh wa yuḥażżirukumullāhu nafsah wa ilallāhil-maṣīr
28. Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin melainkan orang-orang beriman. Barang siapa berbuat demikian niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya dan hanya kepada Allah tempat kembali.
qul in tukhfụ mā fī ṣudụrikum au tubdụhu ya'lam-hullāh wa ya'lamu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
29. Katakanlah “Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
yauma tajidu kullu nafsim mā 'amilat min khairim muḥḍaraw wa mā 'amilat min sū` tawaddu lau anna bainahā wa bainahū amadam ba'īdā wa yuḥażżirukumullāhu nafsah wallāhu ra`ụfum bil-'ibād
30. (Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.
qul ing kuntum tuḥibbụnallāha fattabi'ụnī yuḥbibkumullāhu wa yagfir lakum żunụbakum wallāhu gafụrur raḥīm
31. Katakanlah (Muhammad) “Jika kamu mencintai Allah ikutilah aku niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
iż qālatimra`atu 'imrāna rabbi innī nażartu laka mā fī baṭnī muḥarraran fa taqabbal minnī innaka antas-samī'ul-'alīm
35. (Ingatlah) ketika istri Imran berkata “Ya Tuhanku sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu) maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh Engkaulah Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui.”
fa lammā waḍa'at-hā qālat rabbi innī waḍa'tuhā unṡā wallāhu a'lamu bimā waḍa'at wa laisaż-żakaru kal-unṡā wa innī sammaituhā maryama wa innī u'īżuhā bika wa żurriyyatahā minasy-syaiṭānir-rajīm
36. Maka ketika melahirkannya dia berkata “Ya Tuhanku aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”
fa taqabbalahā rabbuhā biqabụlin ḥasaniw wa ambatahā nabātan ḥasanaw wa kaffalahā zakariyyā kullamā dakhala 'alaihā zakariyyal-miḥrāba wajada 'indahā rizqā qāla yā maryamu annā laki hāżā qālat huwa min 'indillāh innallāha yarzuqu may yasyā`u bigairi ḥisāb
37. Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah) dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
38. Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata “Ya Tuhanku berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
fa nādat-hul-malā`ikatu wa huwa qā`imuy yuṣallī fil-miḥrābi annallāha yubasysyiruka biyaḥyā muṣaddiqam bikalimatim minallāhi wa sayyidaw wa ḥaṣụraw wa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn
39. Kemudian para malaikat memanggilnya ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab “Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah panutan berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh.”
qāla rabbi annā yakụnu lī gulāmuw wa qad balaganiyal-kibaru wamra`atī 'āqir qāla każālikallāhu yaf'alu mā yasyā`
40. Dia (Zakaria) berkata “Ya Tuhanku bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku sudah sangat tua dan istriku pun mandul?” Dia (Allah) berfirman “Demikianlah Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”
41. Dia (Zakaria) berkata “Ya Tuhanku berilah aku suatu tanda.” Allah berfirman “Tanda bagimu adalah bahwa engkau tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu banyak-banyak dan bertasbihlah (memuji-Nya) pada waktu petang dan pagi hari.”
wa iż qālatil-malā`ikatu yā maryamu innallāhaṣṭafāki wa ṭahharaki waṣṭafāki 'alā nisā`il-'ālamīn
42. Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu menyucikanmu dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu).
żālika min ambā`il-gaibi nụḥīhi ilaīk wa mā kunta ladaihim iż yulqụna aqlāmahum ayyuhum yakfulu maryama wa mā kunta ladaihim iż yakhtaṣimụn
44. Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar.
iż qālatil-malā`ikatu yā maryamu innallāha yubasysyiruki bikalimatim min-husmuhul-masīḥu 'īsabnu maryama wajīhan fid-dun-yā wal-ākhirati wa minal-muqarrabīn
45. (Ingatlah) ketika para malaikat berkata “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (fir-man) dari-Nya (yaitu seorang putra) namanya Al-Masih Isa putra Maryam seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)
qālat rabbi annā yakụnu lī waladuw wa lam yamsasnī basyar qāla każālikillāhu yakhluqu mā yasyā` iżā qaḍā amran fa innamā yaqụlu lahụ kun fa yakụn
47. Dia (Maryam) berkata “Ya Tuhanku bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku?” Dia (Allah) berfirman “Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu Dia hanya berkata kepadanya “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
wa rasụlan ilā banī isrā`īla annī qad ji`tukum bi`āyatim mir rabbikum annī akhluqu lakum minaṭ-ṭīni kahai`atiṭ-ṭairi fa anfukhu fīhi fa yakụnu ṭairam bi`iżnillāh wa ubri`ul-akmaha wal-abraṣa wa uḥyil-mautā bi`iżnillāh wa unabbi`ukum bimā ta`kulụna wa mā taddakhirụna fī buyụtikum inna fī żālika la`āyatal lakum ing kuntum mu`minīn
49. Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata) “Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung lalu aku meniupnya maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu jika kamu orang beriman.
wa muṣaddiqal limā baina yadayya minat-taurāti wa li`uḥilla lakum ba'ḍallażī ḥurrima 'alaikum wa ji`tukum bi`āyatim mir rabbikum fattaqullāha wa aṭī'ụn
50. Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
fa lammā aḥassa 'īsā min-humul-kufra qāla man anṣārī ilallāh qālal-ḥawāriyyụna naḥnu anṣārullāh āmannā billāh wasy-had bi`annā muslimụn
52. Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil) dia berkata “Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyun (sahabat setianya) menjawab “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Muslim.
53. Ya Tuhan kami kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian.”
iż qālallāhu yā 'īsā innī mutawaffīka wa rāfi'uka ilayya wa muṭahhiruka minallażīna kafarụ wa jā'ilullażīnattaba'ụka fauqallażīna kafarū ilā yaumil-qiyāmah ṡumma ilayya marji'ukum fa aḥkumu bainakum fīmā kuntum fīhi takhtalifụn
55. (Ingatlah) ketika Allah berfirman “Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan.”
fa ammallażīna kafarụ fa u'ażżibuhum 'ażāban syadīdan fid-dun-yā wal-ākhirati wa mā lahum min nāṣirīn
56. Maka adapun orang-orang yang kafir maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat sedang mereka tidak memperoleh penolong.
wa ammallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fa yuwaffīhim ujụrahum wallāhu lā yuḥibbuẓ-ẓālimīn
57. Dan adapun orang yang beriman dan melakukan kebajikan maka Dia akan memberikan pahala kepada mereka dengan sempurna. Dan Allah tidak menyukai orang zalim.
inna maṡala 'īsā 'indallāhi kamaṡali ādam khalaqahụ min turābin ṡumma qāla lahụ kun fa yakụn
59. Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah kemudian Dia berkata kepadanya “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
fa man ḥājjaka fīhi mim ba'di mā jā`aka minal-'ilmi fa qul ta'ālau nad'u abnā`anā wa abnā`akum wa nisā`anā wa nisā`akum wa anfusanā wa anfusakum ṡumma nabtahil fa naj'al la'natallāhi 'alal-kāżibīn
61. Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu katakanlah (Muhammad) “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu istri-istri kami dan istri-istrimu kami sendiri dan kamu juga kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”
qul yā ahlal-kitābi ta'ālau ilā kalimatin sawā`im bainanā wa bainakum allā na'buda illallāha wa lā nusyrika bihī syai`aw wa lā yattakhiża ba'ḍunā ba'ḍan arbābam min dụnillāh fa in tawallau fa qụlusy-hadụ bi`annā muslimụn
64. Katakanlah (Muhammad) “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka) “Saksikanlah bahwa kami adalah orang Muslim.”
yā ahlal-kitābi lima tuḥājjụna fī ibrāhīma wa mā unzilatit-taurātu wal-injīlu illā mim ba'dih a fa lā ta'qilụn
65. Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?
hā`antum hā`ulā`i ḥājajtum fīmā lakum bihī 'ilmun fa lima tuḥājjụna fīmā laisa lakum bihī 'ilm wallāhu ya'lamu wa antum lā ta'lamụn
66. Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
mā kāna ibrāhīmu yahụdiyyaw wa lā naṣrāniyyaw wa lāking kāna ḥanīfam muslimā wa mā kāna minal-musyrikīn
67. Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani tetapi dia adalah seorang yang lurus Muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.
inna aulan-nāsi bi`ibrāhīma lallażīnattaba'ụhu wa hāżan-nabiyyu wallażīna āmanụ wallāhu waliyyul-mu`minīn
68. Orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad) dan orang yang beriman. Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman.
waddaṭ ṭā`ifatum min ahlil-kitābi lau yuḍillụnakum wa mā yuḍillụna illā anfusahum wa mā yasy'urụn
69. Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya) mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri tetapi mereka tidak menyadari.
wa qālaṭ ṭā`ifatum min ahlil-kitābi āminụ billażī unzila 'alallażīna āmanụ waj-han-nahāri wakfurū ākhirahụ la'allahum yarji'ụn
72. Dan segolongan Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya) “Berimanlah kamu kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah di akhirnya agar mereka kembali (kepada kekafiran).
wa lā tu`minū illā liman tabi'a dīnakum qul innal-hudā hudallāhi ay yu`tā aḥadum miṡla mā ụtītum au yuḥājjụkum 'inda rabbikum qul innal-faḍla biyadillāh yu`tīhi may yasyā` wallāhu wāsi'un 'alīm
73. Dan janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti agamamu.” Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya petunjuk itu hanyalah petunjuk Allah. (Janganlah kamu percaya) bahwa seseorang akan diberi seperti apa yang diberikan kepada kamu atau bahwa mereka akan menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu.” Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas Maha Mengetahui.”
wa min ahlil-kitābi man in ta`man-hu biqinṭāriy yu`addihī ilaīk wa min-hum man in ta`man-hu bidīnāril lā yu`addihī ilaika illā mā dumta 'alaihi qā`imā żālika bi`annahum qālụ laisa 'alainā fil-ummiyyīna sabīl wa yaqụlụna 'alallāhil-każiba wa hum ya'lamụn
75. Dan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar dia tidak mengembalikannya kepadamu kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf.” Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah padahal mereka mengetahui.
innallażīna yasytarụna bi'ahdillāhi wa aimānihim ṡamanang qalīlan ulā`ika lā khalāqa lahum fil-ākhirati wa lā yukallimuhumullāhu wa lā yanẓuru ilaihim yaumal-qiyāmati wa lā yuzakkīhim wa lahum 'ażābun alīm
77. Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat Allah tidak akan menyapa mereka tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
wa inna min-hum lafarīqay yalwụna alsinatahum bil-kitābi litaḥsabụhu minal-kitābi wa mā huwa minal-kitāb wa yaqụlụna huwa min 'indillāhi wa mā huwa min 'indillāh wa yaqụlụna 'alallāhil-każiba wa hum ya'lamụn
78. Dan sungguh di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca Kitab agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata “Itu dari Allah” padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah padahal mereka mengetahui.
mā kāna libasyarin ay yu`tiyahullāhul-kitāba wal-ḥukma wan-nubuwwata ṡumma yaqụla lin-nāsi kụnụ 'ibādal lī min dụnillāhi wa lāking kụnụ rabbāniyyīna bimā kuntum tu'allimụnal-kitāba wa bimā kuntum tadrusụn
79. Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah serta hikmah dan kenabian kemudian dia berkata kepada manusia “Jadilah kamu penyembahku bukan penyembah Allah” tetapi (dia berkata) “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya!”
wa lā ya`murakum an tattakhiżul-malā`ikata wan-nabiyyīna arbābā a ya`murukum bil-kufri ba'da iż antum muslimụn
80. dan tidak (mungkin pula baginya) menyuruh kamu menjadikan para malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kamu menjadi kafir setelah kamu menjadi Muslim?
wa iż akhażallāhu mīṡāqan-nabiyyīna lamā ātaitukum ming kitābiw wa ḥikmatin ṡumma jā`akum rasụlum muṣaddiqul limā ma'akum latu`minunna bihī wa latanṣurunnah qāla a aqrartum wa akhażtum 'alā żālikum iṣrī qālū aqrarnā qāla fasy-hadụ wa ana ma'akum minasy-syāhidīn
81. Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman “Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab “Kami setuju.” Allah berfirman ”Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu.”
a fa gaira dīnillāhi yabgụna wa lahū aslama man fis-samāwāti wal-arḍi ṭau'aw wa kar-haw wa ilaihi yurja'ụn
83. Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya (baik) dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?
qul āmannā billāhi wa mā unzila 'alainā wa mā unzila 'alā ibrāhīma wa ismā'īla wa is-ḥāqa wa ya'qụba wal-asbāṭi wa mā ụtiya mụsā wa 'īsā wan-nabiyyụna mir rabbihim lā nufarriqu baina aḥadim min-hum wa naḥnu lahụ muslimụn
84. Katakanlah (Muhammad) “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim Ismail Ishak Yakub dan anak cucunya dan apa yang diberikan kepada Musa Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”
kaifa yahdillāhu qaumang kafarụ ba'da īmānihim wa syahidū annar-rasụla ḥaqquw wa jā`ahumul-bayyināt wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
86. Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul) dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang zalim.
innallażīna kafarụ ba'da īmānihim ṡummazdādụ kufral lan tuqbala taubatuhum wa ulā`ika humuḍ-ḍāllụn
90. Sungguh orang-orang yang kafir setelah beriman kemudian bertambah kekafirannya tidak akan diterima tobatnya dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
innallażīna kafarụ wa mātụ wa hum kuffārun fa lay yuqbala min aḥadihim mil`ul-arḍi żahabaw wa lawiftadā bih ulā`ika lahum 'ażābun alīmuw wa mā lahum min nāṣirīn
91. Sungguh orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.
lan tanālul-birra ḥattā tunfiqụ mimmā tuḥibbụn wa mā tunfiqụ min syai`in fa innallāha bihī 'alīm
92. Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan tentang hal itu sungguh Allah Maha Mengetahui.
kulluṭ-ṭa'āmi kāna ḥillal libanī isrā`īla illā mā ḥarrama isrā`īlu 'alā nafsihī ming qabli an tunazzalat-taurāh qul fa`tụ bit-taurāti fatlụhā ing kuntum ṣādiqīn
93. Semua makanan itu halal bagi Bani Israil kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad) “Maka bawalah Taurat lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar.”
96. Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.
fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm wa man dakhalahụ kāna āminā wa lillāhi 'alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā'a ilaihi sabīlā wa mang kafara fa innallāha ganiyyun 'anil-'ālamīn
97. Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
qul yā ahlal-kitābi lima taṣuddụna 'an sabīlillāhi man āmana tabgụnahā 'iwajaw wa antum syuhadā` wa mallāhu bigāfilin 'ammā ta'malụn
99. Katakanlah (Muhammad) “Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah kamu menghendakinya (jalan Allah) bengkok padahal kamu menyaksikan?” Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
100. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman.
wa kaifa takfurụna wa antum tutlā 'alaikum āyātullāhi wa fīkum rasụluh wa may ya'taṣim billāhi fa qad hudiya ilā ṣirāṭim mustaqīm
101. Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sungguh dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
wa'taṣimụ biḥablillāhi jamī'aw wa lā tafarraqụ ważkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż kuntum a'dā`an fa allafa baina qulụbikum fa aṣbaḥtum bini'matihī ikhwānā wa kuntum 'alā syafā ḥufratim minan-nāri fa angqażakum min-hā każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la'allakum tahtadụn
103. Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
waltakum mingkum ummatuy yad'ụna ilal-khairi wa ya`murụna bil-ma'rụfi wa yan-hauna 'anil-mungkar wa ulā`ika humul-mufliḥụn
104. Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
wa lā takụnụ kallażīna tafarraqụ wakhtalafụ mim ba'di mā jā`ahumul-bayyināt wa ulā`ika lahum 'ażābun 'aẓīm
105. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat
yauma tabyaḍḍu wujụhuw wa taswaddu wujụh fa ammallażīnaswaddat wujụhuhum a kafartum ba'da īmānikum fa żụqul-'ażāba bimā kuntum takfurụn
106. pada hari itu ada wajah yang putih berseri dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan) “Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.”
kuntum khaira ummatin ukhrijat lin-nāsi ta`murụna bil-ma'rụfi wa tan-hauna 'anil-mungkari wa tu`minụna billāh walau āmana ahlul-kitābi lakāna khairal lahum min-humul-mu`minụna wa akṡaruhumul-fāsiqụn
110. Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
111. Mereka tidak akan membahayakan kamu kecuali gangguan-gangguan kecil saja dan jika mereka memerangi kamu niscaya mereka mundur berbalik ke belakang (kalah). Selanjutnya mereka tidak mendapat pertolongan.
ḍuribat 'alaihimuż-żillatu aina mā ṡuqifū illā biḥablim minallāhi wa ḥablim minan-nāsi wa bā`ụ bigaḍabim minallāhi wa ḍuribat 'alaihimul-maskanah żālika bi`annahum kānụ yakfurụna bi`āyātillāhi wa yaqtulụnal-ambiyā`a bigairi ḥaqq żālika bimā 'aṣaw wa kānụ ya'tadụn
112. Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.
laisụ sawā`ā min ahlil-kitābi ummatung qā`imatuy yatlụna āyātillāhi ānā`al-laili wa hum yasjudụn
113. Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari dan mereka (juga) bersujud (salat).
yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri wa ya`murụna bil-ma'rụfi wa yan-hauna 'anil-mungkari wa yusāri'ụna fil-khairāt wa ulā`ika minaṣ-ṣāliḥīn
114. Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh.
innallażīna kafarụ lan tugniya 'an-hum amwāluhum wa lā aulāduhum minallāhi syai`ā wa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār hum fīhā khālidụn
116. Sesungguhnya orang-orang kafir baik harta maupun anak-anak mereka sedikit pun tidak dapat menolak azab Allah. Mereka itu penghuni neraka (dan) mereka kekal di dalamnya.
maṡalu mā yunfiqụna fī hāżihil-ḥayātid-dun-yā kamaṡali rīḥin fīhā ṣirrun aṣābat ḥarṡa qaumin ẓalamū anfusahum fa ahlakat-h wa mā ẓalamahumullāhu wa lākin anfusahum yaẓlimụn
117. Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzalimi diri sendiri lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzalimi mereka tetapi mereka yang menzalimi diri sendiri.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżụ biṭānatam min dụnikum lā ya`lụnakum khabālā waddụ mā 'anittum qad badatil-bagḍā`u min afwāhihim wa mā tukhfī ṣudụruhum akbar qad bayyannā lakumul-āyāti ing kuntum ta'qilụn
118. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami) jika kamu mengerti.
hā`antum ulā`i tuḥibbụnahum wa lā yuḥibbụnakum wa tu`minụna bil-kitābi kullih wa iżā laqụkum qālū āmannā wa iżā khalau 'aḍḍụ 'alaikumul-anāmila minal-gaīẓ qul mụtụ bigaiẓikum innallāha 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
119. Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka padahal mereka tidak menyukaimu dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu mereka berkata “Kami beriman” dan apabila mereka menyendiri mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah “Matilah kamu karena kemarahanmu itu!” Sungguh Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
in tamsaskum ḥasanatun tasu`hum wa in tuṣibkum sayyi`atuy yafraḥụ bihā wa in taṣbirụ wa tattaqụ lā yaḍurrukum kaiduhum syai`ā innallāha bimā ya'malụna muḥīṭ
120. Jika kamu memperoleh kebaikan (niscaya) mereka bersedih hati tetapi jika kamu tertimpa bencana mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.
wa iż gadauta min ahlika tubawwi`ul-mu`minīna maqā'ida lil-qitāl wallāhu samī'un 'alīm
121. Dan (ingatlah) ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
iż hammaṭ ṭā`ifatāni mingkum an tafsyalā wallāhu waliyyuhumā wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn
122. Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.
wa laqad naṣarakumullāhu bibadriw wa antum ażillah fattaqullāha la'allakum tasykurụn
123. Dan sungguh Allah telah menolong kamu dalam perang Badar padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah agar kamu mensyukuri-Nya.
iż taqụlu lil-mu`minīna a lay yakfiyakum ay yumiddakum rabbukum biṡalāṡati ālāfim minal-malā`ikati munzalīn
124. (Ingatlah) ketika engkau (Muhammad) mengatakan kepada orang-orang beriman “Apakah tidak cukup bagimu bahwa Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
balā in taṣbirụ wa tattaqụ wa ya`tụkum min faurihim hāżā yumdidkum rabbukum bikhamsati ālāfim minal-malā`ikati musawwimīn
125. “Ya” (cukup). Jika kamu bersabar dan bertakwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.
wa mā ja'alahullāhu illā busyrā lakum wa litaṭma`inna qulụbukum bih wa man-naṣru illā min 'indillāhil-'azīzil-ḥakīm
126. Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala-bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu selain dari Allah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.
liyaqṭa'a ṭarafam minallażīna kafarū au yakbitahum fa yangqalibụ khā`ibīn
127. (Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bantuan) adalah untuk membinasakan segolongan orang kafir atau untuk menjadikan mereka hina sehingga mereka kembali tanpa memperoleh apa pun.
wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ yagfiru limay yasyā`u wa yu'ażżibu may yasyā` wallāhu gafụrur raḥīm
129. Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa sāri'ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin 'arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u'iddat lil-muttaqīn
133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa
134. (yaitu) orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
wallażīna iżā fa'alụ fāḥisyatan au ẓalamū anfusahum żakarullāha fastagfarụ liżunụbihim wa may yagfiruż-żunụba illallāh wa lam yuṣirrụ 'alā mā fa'alụ wa hum ya'lamụn
135. dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui.
ulā`ika jazā`uhum magfiratum mir rabbihim wa jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa ni'ma ajrul-'āmilīn
136. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.
qad khalat ming qablikum sunanun fa sīrụ fil-arḍi fanẓurụ kaifa kāna 'āqibatul-mukażżibīn
137. Sungguh telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah) karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagai-mana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).
iy yamsaskum qar-ḥun fa qad massal-qauma qar-ḥum miṡluh wa tilkal-ayyāmu nudāwiluhā bainan-nās wa liya'lamallāhullażīna āmanụ wa yattakhiża mingkum syuhadā` wallāhu lā yuḥibbuẓ-ẓālimīn
140. Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim
am ḥasibtum an tadkhulul-jannata wa lammā ya'lamillāhullażīna jāhadụ mingkum wa ya'lamaṣ-ṣābirīn
142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
wa laqad kuntum tamannaunal-mauta ming qabli an talqauhu fa qad ra`aitumụhu wa antum tanẓurụn
143. Dan kamu benar-benar mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; maka (sekarang) kamu sungguh telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.
wa mā muḥammadun illā rasụl qad khalat ming qablihir-rusul a fa im māta au qutilangqalabtum 'alā a'qābikum wa may yangqalib 'alā 'aqibaihi fa lay yaḍurrallāha syai`ā wa sayajzillāhusy-syākirīn
144. Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.
wa mā kāna linafsin an tamụta illā bi`iżnillāhi kitābam mu`ajjalā wa may yurid ṡawābad-dun-yā nu`tihī min-hā wa may yurid ṡawābal-ākhirati nu`tihī min-hā wa sanajzisy-syākirīn
145. Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
wa ka`ayyim min nabiyying qātala ma'ahụ ribbiyyụna kaṡīr fa mā wahanụ limā aṣābahum fī sabīlillāhi wa mā ḍa'ufụ wa mastakānụ wallāhu yuḥibbuṣ-ṣābirīn
146. Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.
wa mā kāna qaulahum illā ang qālụ rabbanagfir lanā żunụbanā wa isrāfanā fī amrinā wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn
147. Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa “Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”
yā ayyuhallażīna āmanū in tuṭī'ullażīna kafarụ yaruddụkum 'alā a'qābikum fa tangqalibụ khāsirīn
149. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati orang-orang yang kafir niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad) maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.
sanulqī fī qulụbillażīna kafarur-ru'ba bimā asyrakụ billāhi mā lam yunazzil bihī sulṭānā wa ma`wāhumun-nār wa bi`sa maṡwaẓ-ẓālimīn
151. Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim.
wa laqad ṣadaqakumullāhu wa'dahū iż taḥussụnahum bi`iżnih ḥattā iżā fasyiltum wa tanāza'tum fil-amri wa 'aṣaitum mim ba'di mā arākum mā tuḥibbụn mingkum may yurīdud-dun-yā wa mingkum may yurīdul-ākhirah ṡumma ṣarafakum 'an-hum liyabtaliyakum wa laqad 'afā 'angkum wallāhu żụ faḍlin 'alal-mu`minīn
152. Dan sungguh Allah telah memenuhi janji-Nya kepadamu ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mengabaikan perintah Rasul setelah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada (pula) orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk mengujimu tetapi Dia benar-benar telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang diberikan) kepada orang-orang mukmin.
iż tuṣ'idụna wa lā talwụna 'alā aḥadiw war-rasụlu yad'ụkum fī ukhrākum fa aṡābakum gammam bigammil likai lā taḥzanụ 'alā mā fātakum wa lā mā aṣābakum wallāhu khabīrum bimā ta'malụn
153. (Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari) karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
ṡumma anzala 'alaikum mim ba'dil-gammi amanatan nu'āsay yagsyā ṭā`ifatam mingkum wa ṭā`ifatung qad ahammat-hum anfusuhum yaẓunnụna billāhi gairal-ḥaqqi ẓannal-jāhiliyyah yaqụlụna hal lanā minal-amri min syaī` qul innal-amra kullahụ lillāh yukhfụna fī anfusihim mā lā yubdụna lak yaqụlụna lau kāna lanā minal-amri syai`um mā qutilnā hāhunā qul lau kuntum fī buyụtikum labarazallażīna kutiba 'alaihimul-qatlu ilā maḍāji'ihim wa liyabtaliyallāhu mā fī ṣudụrikum wa liyumaḥḥiṣa mā fī qulụbikum wallāhu 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
154. Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata “Adakah sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini?” Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hatinya apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata “Sekiranya ada sesuatu yang dapat kita perbuat dalam urusan ini niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah (Muhammad) “Meskipun kamu ada di rumahmu niscaya orang-orang yang telah ditetapkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.” Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati.
155. Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau) tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyantun.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā takụnụ kallażīna kafarụ wa qālụ li`ikhwānihim iżā ḍarabụ fil-arḍi au kānụ guzzal lau kānụ 'indanā mā mātụ wa mā qutilụ liyaj'alallāhu żālika ḥasratan fī qulụbihim wallāhu yuḥyī wa yumīt wallāhu bimā ta'malụna baṣīr
156. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang kafir yang mengatakan kepada saudara-saudaranya apabila mereka mengadakan perjalanan di bumi atau berperang “Sekiranya mereka tetap bersama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak terbunuh.” (Dengan perkataan) yang demikian itu karena Allah hendak menimbulkan rasa penyesalan di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
wa la`ing qutiltum fī sabīlillāhi au muttum lamagfiratum minallāhi wa raḥmatun khairum mimmā yajma'ụn
157. Dan sungguh sekiranya kamu gugur di jalan Allah atau mati sungguh pastilah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) daripada apa (harta rampasan) yang mereka kumpulkan.
fa bimā raḥmatim minallāhi linta lahum walau kunta faẓẓan galīẓal-qalbi lanfaḍḍụ min ḥaulika fa'fu 'an-hum wastagfir lahum wa syāwir-hum fil-amr fa iżā 'azamta fa tawakkal 'alallāh innallāha yuḥibbul-mutawakkilīn
159. Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal.
iy yanṣurkumullāhu fa lā gāliba lakum wa iy yakhżulkum fa man żallażī yanṣurukum mim ba'dih wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn
160. Jika Allah menolong kamu maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan) maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.
wa mā kāna linabiyyin ay yagull wa may yaglul ya`ti bimā galla yaumal-qiyāmah ṡumma tuwaffā kullu nafsim mā kasabat wa hum lā yuẓlamụn
161. Dan tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barangsiapa berkhianat niscaya pada hari Kiamat dia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya dan mereka tidak dizalimi.
a fa manittaba'a riḍwānallāhi kamam bā`a bisakhaṭim minallāhi wa ma`wāhu jahannam wa bi`sal-maṣīr
162. Maka adakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya di neraka Jahanam? Itulah seburuk-buruk tempat kembali.
laqad mannallāhu 'alal-mu`minīna iż ba'aṡa fīhim rasụlam min anfusihim yatlụ 'alaihim āyātihī wa yuzakkīhim wa yu'allimuhumul-kitāba wal-ḥikmah wa ing kānụ ming qablu lafī ḍalālim mubīn
164. Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
a wa lammā aṣābatkum muṣībatung qad aṣabtum miṡlaihā qultum annā hāżā qul huwa min 'indi anfusikum innallāha 'alā kulli syai`ing qadīr
165. Dan mengapa kamu (heran) ketika ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud) padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat (kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar) kamu berkata “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa mā aṣābakum yaumaltaqal-jam'āni fa bi`iżnillāhi wa liya'lamal-mu`minīn
166. Dan apa yang menimpa kamu ketika terjadi pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu adalah dengan izin Allah dan agar Allah menguji siapa orang (yang benar-benar) beriman.
167. Dan untuk menguji orang-orang yang munafik kepada mereka dikatakan “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu).” Mereka berkata “Sekiranya kami mengetahui (bagaimana cara) berperang tentulah kami mengikuti kamu.” Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
allażīna qālụ li`ikhwānihim wa qa'adụ lau aṭā'ụnā mā qutilụ qul fadra`ụ 'an anfusikumul-mauta ing kuntum ṣādiqīn
168. (Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang “Sekiranya mereka mengikuti kita tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah “Cegahlah kematian itu dari dirimu jika kamu orang yang benar.”
wa lā taḥsabannallażīna qutilụ fī sabīlillāhi amwātā bal aḥyā`un 'inda rabbihim yurzaqụn
169. Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki
fariḥīna bimā ātāhumullāhu min faḍlihī wa yastabsyirụna billażīna lam yal-ḥaqụ bihim min khalfihim allā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
170. Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
172. (yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul setelah mereka mendapat luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebajikan dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar.
allażīna qāla lahumun-nāsu innan-nāsa qad jama'ụ lakum fakhsyauhum fa zādahum īmānaw wa qālụ ḥasbunallāhu wa ni'mal-wakīl
173. (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu karena itu takutlah kepada mereka” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”
174. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.
innamā żālikumusy-syaiṭānu yukhawwifu auliyā`ahụ fa lā takhāfụhum wa khāfụni ing kuntum mu`minīn
175. Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu orang-orang beriman.
wa lā yaḥzungkallażīna yusāri'ụna fil-kufr innahum lay yaḍurrullāha syai`ā yurīdullāhu allā yaj'ala lahum ḥaẓẓan fil-ākhirati wa lahum 'ażābun 'aẓīm
176. Dan janganlah engkau (Muhammad) dirisaukan oleh orang-orang yang dengan mudah kembali menjadi kafir; sesungguhnya sedikit pun mereka tidak merugikan Allah. Allah tidak akan memberi bagian (pahala) kepada mereka di akhirat dan mereka akan mendapat azab yang besar.
wa lā yaḥsabannallażīna kafarū annamā numlī lahum khairul li`anfusihim innamā numlī lahum liyazdādū iṡmā wa lahum 'ażābum muhīn
178. Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan.
mā kānallāhu liyażaral-mu`minīna 'alā mā antum 'alaihi ḥattā yamīzal-khabīṡa minaṭ-ṭayyib wa mā kānallāhu liyuṭli'akum 'alal-gaibi wa lākinnallāha yajtabī mir rusulihī may yasyā`u fa āminụ billāhi wa rusulih wa in tu`minụ wa tattaqụ fa lakum ajrun 'aẓīm
179. Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa maka kamu akan mendapat pahala yang besar.
wa lā yaḥsabannallażīna yabkhalụna bimā ātāhumullāhu min faḍlihī huwa khairal lahum bal huwa syarrul lahum sayuṭawwaqụna mā bakhilụ bihī yaumal-qiyāmah wa lillāhi mīrāṡus-samāwāti wal-arḍ wallāhu bimā ta'malụna khabīr
180. Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
laqad sami'allāhu qaulallażīna qālū innallāha faqīruw wa naḥnu agniyā` sanaktubu mā qālụ wa qatlahumul-ambiyā`a bigairi ḥaqqiw wa naqụlu żụqụ 'ażābal-ḥarīq
181. Sungguh Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan Kami akan mengatakan (kepada mereka) “Rasakanlah olehmu azab yang membakar!”
allażīna qālū innallāha 'ahida ilainā allā nu`mina lirasụlin ḥattā ya`tiyanā biqurbānin ta`kuluhun-nār qul qad jā`akum rusulum ming qablī bil-bayyināti wa billażī qultum fa lima qataltumụhum ing kuntum ṣādiqīn
183. (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami agar kami tidak beriman kepada seorang rasul sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.” Katakanlah (Muhammad) “Sungguh beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar.”
fa ing każżabụka fa qad kużżiba rusulum ming qablika jā`ụ bil-bayyināti waz-zuburi wal-kitābil-munīr
184. Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad) maka (ketahuilah) rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan (pula) mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata Zubur dan Kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.
kullu nafsin żā`iqatul maụt wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr
185. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
latublawunna fī amwālikum wa anfusikum wa latasma'unna minallażīna ụtul-kitāba ming qablikum wa minallażīna asyrakū ażang kaṡīrā wa in taṣbirụ wa tattaqụ fa inna żālika min 'azmil-umụr
186. Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.
wa iż akhażallāhu mīṡāqallażīna ụtul-kitāba latubayyinunnahụ lin-nāsi wa lā taktumụnahụ fa nabażụhu warā`a ẓuhụrihim wasytarau bihī ṡamanang qalīlā fa bi`sa mā yasytarụn
187. Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu) “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya” lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itu seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan.
lā taḥsabannallażīna yafraḥụna bimā ataw wa yuḥibbụna ay yuḥmadụ bimā lam yaf'alụ fa lā taḥsabannahum bimafāzatim minal-'ażāb wa lahum 'ażābun alīm
188. Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.
allażīna yażkurụnallāha qiyāmaw wa qu'ụdaw wa 'alā junụbihim wa yatafakkarụna fī khalqis-samāwāti wal-arḍ rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā sub-ḥānaka fa qinā 'ażāban-nār
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya Tuhan kami tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau lindungilah kami dari azab neraka.
rabbanā innaka man tudkhilin-nāra fa qad akhzaitah wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār
192. Ya Tuhan kami sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka maka sungguh Engkau telah menghinakannya dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.
rabbanā innanā sami'nā munādiyay yunādī lil-īmāni an āminụ birabbikum fa āmannā rabbanā fagfir lanā żunụbanā wa kaffir 'annā sayyi`ātinā wa tawaffanā ma'al-abrār
193. Ya Tuhan kami sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman (yaitu) “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.
rabbanā wa ātinā mā wa'attanā 'alā rusulika wa lā tukhzinā yaumal-qiyāmah innaka lā tukhliful-mī'ād
194. Ya Tuhan kami berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sungguh Engkau tidak pernah mengingkari janji.”
fastajāba lahum rabbuhum annī lā uḍī'u 'amala 'āmilim mingkum min żakarin au unṡā ba'ḍukum mim ba'ḍ fallażīna hājarụ wa ukhrijụ min diyārihim wa ụżụ fī sabīlī wa qātalụ wa qutilụ la`ukaffiranna 'an-hum sayyi`ātihim wa la`udkhilannahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār ṡawābam min 'indillāh wallāhu 'indahụ ḥusnuṡ-ṡawāb
195. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman) “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu baik laki-laki maupun perempuan (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah yang diusir dari kampung halamannya yang disakiti pada jalan-Ku yang berperang dan yang terbunuh pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.”
lākinillażīnattaqau rabbahum lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā nuzulam min 'indillāh wa mā 'indallāhi khairul lil-abrār
198. Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.
wa inna min ahlil-kitābi lamay yu`minu billāhi wa mā unzila ilaikum wa mā unzila ilaihim khāsyi'īna lillāhi lā yasytarụna bi`āyātillāhi ṡamanang qalīlā ulā`ika lahum ajruhum 'inda rabbihim innallāha sarī'ul-ḥisāb
199. Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka karena mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
yā ayyuhallażīna āmanuṣbirụ wa ṣābirụ wa rābiṭụ wattaqullāha la'allakum tufliḥụn
200. Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām innallāha kāna 'alaikum raqībā
1. Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
wa ātul-yatāmā amwālahum wa lā tatabaddalul-khabīṡa biṭ-ṭayyibi wa lā ta`kulū amwālahum ilā amwālikum innahụ kāna ḥụbang kabīrā
2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.
wa in khiftum allā tuqsiṭụ fil-yatāmā fangkiḥụ mā ṭāba lakum minan-nisā`i maṡnā wa ṡulāṡa wa rubā' fa in khiftum allā ta'dilụ fa wāḥidatan au mā malakat aimānukum żālika adnā allā ta'ụlụ
3. Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya) maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi
wa ātun-nisā`a ṣaduqātihinna niḥlah fa in ṭibna lakum 'an syai`im min-hu nafsan fa kulụhu hanī`am marī`ā
4. Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.
wa lā tu`tus-sufahā`a amwālakumullatī ja'alallāhu lakum qiyāmaw warzuqụhum fīhā waksụhum wa qụlụ lahum qaulam ma'rụfā
5. Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
wabtalul-yatāmā ḥattā iżā balagun-nikāḥ fa in ānastum min-hum rusydan fadfa'ū ilaihim amwālahum wa lā ta`kulụhā isrāfaw wa bidāran ay yakbarụ wa mang kāna ganiyyan falyasta'fif wa mang kāna faqīran falya`kul bil-ma'rụf fa iżā dafa'tum ilaihim amwālahum fa asy-hidụ 'alaihim wa kafā billāhi ḥasībā
6. Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta) maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa miskin maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.
lir-rijāli naṣībum mimmā tarakal-wālidāni wal-aqrabụna wa lin-nisā`i naṣībum mimmā tarakal-wālidāni wal-aqrabụna mimmā qalla min-hu au kaṡur naṣībam mafrụḍā
7. Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.
wa iżā ḥaḍaral-qismata ulul-qurbā wal-yatāmā wal-masākīnu farzuqụhum min-hu wa qụlụ lahum qaulam ma'rụfā
8. Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat anak-anak yatim dan orang-orang miskin maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
walyakhsyallażīna lau tarakụ min khalfihim żurriyyatan ḍi'āfan khāfụ 'alaihim falyattaqullāha walyaqụlụ qaulan sadīdā
9. Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.
10. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
yụṣīkumullāhu fī aulādikum liż-żakari miṡlu ḥaẓẓil-unṡayaīn fa ing kunna nisā`an fauqaṡnataini fa lahunna ṡuluṡā mā tarak wa ing kānat wāḥidatan fa lahan-niṣf wa li`abawaihi likulli wāḥidim min-humas-sudusu mimmā taraka ing kāna lahụ walad fa il lam yakul lahụ waladuw wa wariṡahū abawāhu fa li`ummihiṡ-ṡuluṡ fa ing kāna lahū ikhwatun fa li`ummihis-sudusu mim ba'di waṣiyyatiy yụṣī bihā au daīn ābā`ukum wa abnā`ukum lā tadrụna ayyuhum aqrabu lakum naf'ā farīḍatam minallāh innallāha kāna 'alīman ḥakīmā
11. Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja) maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wa lakum niṣfu mā taraka azwājukum il lam yakul lahunna walad fa ing kāna lahunna waladun fa lakumur-rubu'u mimmā tarakna mim ba'di waṣiyyatiy yụṣīna bihā au daīn wa lahunnar-rubu'u mimmā taraktum il lam yakul lakum walad fa ing kāna lakum waladun fa lahunnaṡ-ṡumunu mimmā taraktum mim ba'di waṣiyyatin tụṣụna bihā au daīn wa ing kāna rajuluy yụraṡu kalālatan awimra`atuw wa lahū akhun au ukhtun fa likulli wāḥidim min-humas-sudus fa ing kānū akṡara min żālika fa hum syurakā`u fiṡ-ṡuluṡi mim ba'di waṣiyyatiy yụṣā bihā au dainin gaira muḍārr waṣiyyatam minallāh wallāhu 'alīmun ḥalīm
12. Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu. Jika seseorang meninggal baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu) maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui Maha Penyantun.
tilka ḥudụdullāh wa may yuṭi'illāha wa rasụlahụ yudkhil-hu jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa żālikal-fauzul-'aẓīm
13. Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.
wa may ya'ṣillāha wa rasụlahụ wa yata'adda ḥudụdahụ yudkhil-hu nāran khālidan fīhā wa lahụ 'ażābum muḥīn
14. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.
wallātī ya`tīnal-fāḥisyata min nisā`ikum fastasy-hidụ 'alaihinna arba'atam mingkum fa in syahidụ fa amsikụhunna fil-buyụti ḥattā yatawaffāhunnal-mautu au yaj'alallāhu lahunna sabīlā
15. Dan para perempuan yang melakukan perbuatan keji di antara perempuan-perempuan kamu hendaklah terhadap mereka ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Apabila mereka telah memberi kesaksian maka kurunglah mereka (perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya.
wallażāni ya`tiyānihā mingkum fa āżụhumā fa in tābā wa aṣlaḥā fa a'riḍụ 'an-humā innallāha kāna tawwābar raḥīmā
16. Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri maka biarkanlah mereka. Sungguh Allah Maha Penerima tobat Maha Penyayang.
innamat-taubatu 'alallāhi lillażīna ya'malụnas-sū`a bijahālatin ṡumma yatụbụna ming qarībin fa ulā`ika yatụbullāhu 'alaihim wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā
17. Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wa laisatit-taubatu lillażīna ya'malụnas-sayyi`āt ḥattā iżā ḥaḍara aḥadahumul-mautu qāla innī tubtul-āna wa lallażīna yamụtụna wa hum kuffār ulā`ika a'tadnā lahum 'ażāban alīmā
18. Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka (barulah) dia mengatakan “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā yaḥillu lakum an tariṡun-nisā`a kar-hā wa lā ta'ḍulụhunna litaż-habụ biba'ḍi mā ātaitumụhunna illā ay ya`tīna bifāḥisyatim mubayyinah wa 'āsyirụhunna bil-ma'rụf fa ing karihtumụhunna fa 'asā an takrahụ syai`aw wa yaj'alallāhu fīhi khairang kaṡīrā
19. Wahai orang-orang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.
wa in arattumustibdāla zaujim makāna zaujiw wa ātaitum iḥdāhunna qinṭāran fa lā ta`khużụ min-hu syai`ā a ta`khużụnahụ buhtānaw wa iṡmam mubīnā
20. Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?
wa kaifa ta`khużụnahụ wa qad afḍā ba'ḍukum ilā ba'ḍiw wa akhażna mingkum mīṡāqan galīẓā
21. Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.
wa lā tangkiḥụ mā nakaḥa ābā`ukum minan-nisā`i illā mā qad salaf innahụ kāna fāḥisyataw wa maqtā wa sā`a sabīlā
22. Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
ḥurrimat 'alaikum ummahātukum wa banatukum wa akhawātukum wa 'ammātukum wa khālātukum wa banatul-akhi wa banatul-ukhti wa ummahātukumullātī arḍa'nakum wa akhawātukum minar-raḍā'ati wa ummahātu nisā`ikum wa raba`ibukumullātī fī ḥujụrikum min-nisā`ikumullātī dakhaltum bihinna fa il lam takụnụ dakhaltum bihinna fa lā junāḥa 'alaikum wa ḥalā`ilu abnā`ikumullażīna min aṣlābikum wa an tajma'ụ bainal-ukhtaini illā mā qad salaf innallāha kāna gafụrar raḥīmā
23. Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu anak-anakmu yang perempuan saudara-saudaramu yang perempuan saudara-saudara ayahmu yang perempuan saudara-saudara ibumu yang perempuan anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan ibu-ibumu yang menyusui kamu saudara-saudara perempuanmu sesusuan ibu-ibu istrimu (mertua) anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu (menikahinya) (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu) dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wal-muḥṣanātu minan-nisā`i illā mā malakat aimānukum kitāballāhi 'alaikum wa uḥilla lakum mā warā`a żālikum an tabtagụ bi`amwālikum muḥṣinīna gaira musāfiḥīn fa mastamta'tum bihī min-hunna fa ātụhunna ujụrahunna farīḍah wa lā junāḥa 'alaikum fīmā tarāḍaitum bihī mim ba'dil-farīḍah innallāha kāna 'alīman ḥakīmā
24. Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya bukan untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka berikanlah maskawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban. Tetapi tidak mengapa jika ternyata di antara kamu telah saling merelakannya setelah ditetapkan. Sungguh Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wa mal lam yastaṭi' mingkum ṭaulan ay yangkiḥal-muḥṣanātil-mu`mināti fa mimmā malakat aimānukum min fatayātikumul-mu`mināt wallāhu a'lamu bi`īmānikum ba'ḍukum mim ba'ḍ fangkiḥụhunna bi`iżni ahlihinna wa ātụhunna ujụrahunna bil-ma'rụfi muḥṣanātin gaira musāfiḥātiw wa lā muttakhiżāti akhdān fa iżā uḥṣinna fa in ataina bifāḥisyatin fa 'alaihinna niṣfu mā 'alal-muḥṣanāti minal-'ażāb żālika liman khasyiyal-'anata mingkum wa an taṣbirụ khairul lakum wallāhu gafụrur raḥīm
25. Dan barangsiapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa) karena itu nikahilah mereka dengan izin tuannya dan berilah mereka maskawin yang pantas karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri bukan pezina dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami) tetapi melakukan perbuatan keji (zina) maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
yurīdullāhu liyubayyina lakum wa yahdiyakum sunanallażīna ming qablikum wa yatụba 'alaikum wallāhu 'alīmun ḥakīm
26. Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
29. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar) kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh Allah Maha Penyayang kepadamu.
in tajtanibụ kabā`ira mā tun-hauna 'an-hu nukaffir 'angkum sayyi`ātikum wa nudkhilkum mudkhalang karīmā
31. Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).
wa lā tatamannau mā faḍḍalallāhu bihī ba'ḍakum 'alā ba'ḍ lir-rijāli naṣībum mimmaktasabụ wa lin-nisā`i naṣībum mimmaktasabn was`alullāha min faḍlih innallāha kāna bikulli syai`in 'alīmā
32. Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
wa likullin ja'alnā mawāliya mimmā tarakal-wālidāni wal-aqrabụn wallażīna 'aqadat aimānukum fa ātụhum naṣībahum innallāha kāna 'alā kulli syai`in syahīdā
33. Dan untuk masing-masing (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sungguh Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
ar-rijālu qawwāmụna 'alan-nisā`i bimā faḍḍalallāhu ba'ḍahum 'alā ba'ḍiw wa bimā anfaqụ min amwālihim faṣ-ṣāliḥātu qānitātun ḥāfiẓātul lil-gaibi bimā ḥafiẓallāh wallātī takhāfụna nusyụzahunna fa'iẓụhunna wahjurụhunna fil-maḍāji'i waḍribụhunn fa in aṭa'nakum fa lā tabgụ 'alaihinna sabīlā innallāha kāna 'aliyyang kabīrā
34. Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang) dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh Allah Mahatinggi Mahabesar.
wa in khiftum syiqāqa bainihimā fab'aṡụ ḥakamam min ahlihī wa ḥakamam min ahlihā iy yurīdā iṣlāḥay yuwaffiqillāhu bainahumā innallāha kāna 'alīman khabīrā
35. Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh Allah Mahateliti Maha Mengenal.
wa'budullāha wa lā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum innallāha lā yuḥibbu mang kāna mukhtālan fakhụrā
36. Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua karib-kerabat anak-anak yatim orang-orang miskin tetangga dekat dan tetangga jauh teman sejawat ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri
allażīna yabkhalụna wa ya`murụnan-nāsa bil-bukhli wa yaktumụna mā ātāhumullāhu min faḍlih wa a'tadnā lil-kāfirīna 'ażābam muhīnā
37. (yaitu) orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.
wallażīna yunfiqụna amwālahum ri`ā`an-nāsi wa lā yu`minụna billāhi wa lā bil-yaumil-ākhir wa may yakunisy-syaiṭānu lahụ qarīnan fa sā`a qarīnā
38. Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena ria dan kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji) dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa menjadikan setan sebagai temannya maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.
wa māżā 'alaihim lau āmanụ billāhi wal-yaumil-ākhiri wa anfaqụ mimmā razaqahumullāh wa kānallāhu bihim 'alīmā
39. Dan apa (keberatan) bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
innallāha lā yaẓlimu miṡqāla żarrah wa in taku ḥasanatay yuḍā'if-hā wa yu`ti mil ladun-hu ajran 'aẓīmā
40. Sungguh Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar dzarrah dan jika ada kebajikan (sekecil dzarrah) niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.
fa kaifa iżā ji`nā ming kulli ummatim bisyahīdiw wa ji`nā bika 'alā hā`ulā`i syahīdā
41. Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti) jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.
yauma`iżiy yawaddullażīna kafarụ wa 'aṣawur-rasụla lau tusawwā bihimul-arḍ wa lā yaktumụnallāha ḥadīṡā
42. Pada hari itu orang yang kafir dan orang yang mendurhakai Rasul (Muhammad) berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah) padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā taqrabuṣ-ṣalāta wa antum sukārā ḥattā ta'lamụ mā taqụlụna wa lā junuban illā 'ābirī sabīlin ḥattā tagtasilụ wa ing kuntum marḍā au 'alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum innallāha kāna 'afuwwan gafụrā
43. Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan sedangkan kamu tidak mendapat air maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh Allah Maha Pemaaf Maha Pengampun.
a lam tara ilallażīna ụtụ naṣībam minal-kitābi yasytarụnaḍ-ḍalālata wa yurīdụna an taḍillus-sabīl
44. Tidakkah kamu memperhatikan orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).
minallażīna hādụ yuḥarrifụnal-kalima 'am mawāḍi'ihī wa yaqụlụna sami'nā wa 'aṣainā wasma' gaira musma'iw wa rā'inā layyam bi`alsinatihim wa ṭa'nan fid-dīn walau annahum qālụ sami'nā wa aṭa'nā wasma' wanẓurnā lakāna khairal lahum wa aqwama wa lākil la'anahumullāhu bikufrihim fa lā yu`minụna illā qalīlā
46. (Yaitu) di antara orang Yahudi yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata “Kami mendengar tetapi kami tidak mau menurutinya.” Dan (mereka mengatakan pula) “Dengarlah” sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun. Dan (mereka mengatakan) “Raa‘ina” dengan memutar-balikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan “Kami mendengar dan patuh dan dengarlah dan perhatikanlah kami” tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat tetapi Allah melaknat mereka karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali.
yā ayyuhallażīna ụtul-kitāba āminụ bimā nazzalnā muṣaddiqal limā ma'akum ming qabli an naṭmisa wujụhan fa naruddahā 'alā adbārihā au nal'anahum kamā la'annā aṣ-ḥābas-sabt wa kāna amrullāhi maf'ụlā
47. Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah wajah-wajah(mu) lalu Kami putar ke belakang atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (Sabtu). Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dụna żālika limay yasyā` wa may yusyrik billāhi fa qadiftarā iṡman 'aẓīmā
48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik) dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.
a lam tara ilallażīna yuzakkụna anfusahum balillāhu yuzakkī may yasyā`u wa lā yuẓlamụna fatīlā
49. Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
a lam tara ilallażīna ụtụ naṣībam minal-kitābi yu`minụna bil-jibti waṭ-ṭāgụti wa yaqụlụna lillażīna kafarụ hā`ulā`i ahdā minallażīna āmanụ sabīlā
51. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan thaghut dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah) bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.
am yaḥsudụnan-nāsa 'alā mā ātāhumullāhu min faḍlih fa qad ātainā āla ibrāhīmal-kitāba wal-ḥikmata wa ātaināhum mulkan 'aẓīmā
54. ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.
fa min-hum man āmana bihī wa min-hum man ṣadda 'an-h wa kafā bijahannama sa'īrā
55. Maka di antara mereka (yang dengki itu) ada yang beriman kepadanya dan ada pula yang menghalangi (manusia beriman) kepadanya. Cukuplah (bagi mereka) neraka Jahanam yang menyala-nyala apinya.
56. Sungguh orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab. Sungguh Allah Maha-perkasa Mahabijaksana.
wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti sanudkhiluhum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa nudkhiluhum ẓillan ẓalīlā
57. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
innallāha ya`murukum an tu`addul-amānāti ilā ahlihā wa iżā ḥakamtum bainan-nāsi an taḥkumụ bil-'adl innallāha ni'immā ya'iẓukum bih innallāha kāna samī'am baṣīrā
58. Sungguh Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh Allah Maha Mendengar Maha Melihat.
yā ayyuhallażīna āmanū aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụla wa ulil-amri mingkum fa in tanāza'tum fī syai`in fa ruddụhu ilallāhi war-rasụli ing kuntum tu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhir żālika khairuw wa aḥsanu ta`wīlā
59. Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
a lam tara ilallażīna yaz'umụna annahum āmanụ bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablika yurīdụna ay yataḥākamū ilaṭ-ṭāgụti wa qad umirū ay yakfurụ bih wa yurīdusy-syaiṭānu ay yuḍillahum ḍalālam ba'īdā
60. Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.
wa iżā qīla lahum ta'ālau ilā mā anzalallāhu wa ilar-rasụli ra`aital-munāfiqīna yaṣuddụna 'angka ṣudụdā
61. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu.
fa kaifa iżā aṣābat-hum muṣībatum bimā qaddamat aidīhim ṡumma jā`ụka yaḥlifụna billāhi in aradnā illā iḥsānaw wa taufīqā
62. Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) disebabkan perbuatan tangannya sendiri kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah “Demi Allah kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian.”
ulā`ikallażīna ya'lamullāhu mā fī qulụbihim fa a'riḍ 'an-hum wa'iẓ-hum wa qul lahum fī anfusihim qaulam balīgā
63. Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka dan berilah mereka nasihat dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.
wa mā arsalnā mir rasụlin illā liyuṭā'a bi`iżnillāh walau annahum iż ẓalamū anfusahum jā`ụka fastagfarullāha wastagfara lahumur-rasụlu lawajadullāha tawwābar raḥīmā
64. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad) lalu memohon ampunan kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat Maha Penyayang.
fa lā wa rabbika lā yu`minụna ḥattā yuḥakkimụka fīmā syajara bainahum ṡumma lā yajidụ fī anfusihim ḥarajam mimmā qaḍaita wa yusallimụ taslīmā
65. Maka demi Tuhanmu mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
66. Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu” ternyata mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)
wa may yuṭi'illāha war-rasụla fa ulā`ika ma'allażīna an'amallāhu 'alaihim minan-nabiyyīna waṣ-ṣiddīqīna wasy-syuhadā`i waṣ-ṣāliḥīn wa ḥasuna ulā`ika rafīqā
69. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah (yaitu) para nabi para pencinta kebenaran orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
wa inna mingkum lamal layubaṭṭi`ann fa in aṣābatkum muṣībatung qāla qad an'amallāhu 'alayya iż lam akum ma'ahum syahīdā
72. Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu jika kamu ditimpa musibah dia berkata “Sungguh Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka.”
wa la`in aṣābakum faḍlum minallāhi layaqụlanna ka`al lam takum bainakum wa bainahụ mawaddatuy yā laitanī kuntu ma'ahum fa afụza fauzan 'aẓīmā
73. Dan sungguh jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia “Wahai sekiranya aku bersama mereka tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula).”
falyuqātil fī sabīlillāhillażīna yasyrụnal-ḥayātad-dun-yā bil-ākhirah wa may yuqātil fī sabīlillāhi fa yuqtal au yaglib fa saufa nu`tīhi ajran 'aẓīmā
74. Karena itu hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.
wa mā lakum lā tuqātilụna fī sabīlillāhi wal-mustaḍ'afīna minar-rijāli wan-nisā`i wal-wildānillażīna yaqụlụna rabbanā akhrijnā min hāżihil-qaryatiẓ-ẓālimi ahluhā waj'al lanā mil ladungka waliyyā waj'al lanā mil ladungka naṣīrā
75. Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah baik laki-laki perempuan maupun anak-anak yang berdoa “Ya Tuhan kami keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.”
76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut maka perangilah kawan-kawan setan itu (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.
a lam tara ilallażīna qīla lahum kuffū aidiyakum wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāh fa lammā kutiba 'alaihimul-qitālu iżā farīqum min-hum yakhsyaunan-nāsa kakhasy-yatillāhi au asyadda khasy-yah wa qālụ rabbanā lima katabta 'alainal-qitāl lau lā akhkhartanā ilā ajaling qarīb qul matā'ud-dun-yā qalīl wal-ākhiratu khairul limanittaqā wa lā tuẓlamụna fatīlā
77. Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka ”Tahanlah tanganmu (dari berperang) laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!” Ketika mereka diwajibkan berperang tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh) seperti takutnya kepada Allah bahkan lebih takut (dari itu). Mereka berkata “Ya Tuhan kami mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah “Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.”
aina mā takụnụ yudrikkumul-mautu walau kuntum fī burụjim musyayyadah wa in tuṣib-hum ḥasanatuy yaqụlụ hāżihī min 'indillāh wa in tuṣib-hum sayyi`atuy yaqụlụ hāżihī min 'indik qul kullum min 'indillāh fa māli hā`ulā`il-qaumi lā yakādụna yafqahụna ḥadīṡā
78. Di manapun kamu berada kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan mereka mengatakan “Ini dari sisi Allah” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”
mā aṣābaka min ḥasanatin fa minallāhi wa mā aṣābaka min sayyi`atin fa min nafsik wa arsalnāka lin-nāsi rasụlā wa kafā billāhi syahīdā
79. Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
may yuṭi'ir-rasụla fa qad aṭā'allāh wa man tawallā fa mā arsalnāka 'alaihim ḥafīẓā
80. Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barangsiapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.
wa yaqụlụna ṭā'atun fa iżā barazụ min 'indika bayyata ṭā`ifatum min-hum gairallażī taqụl wallāhu yaktubu mā yubayyitụn fa a'riḍ 'an-hum wa tawakkal 'alallāh wa kafā billāhi wakīlā
81. Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan “(Kewajiban kami hanyalah) taat.” Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad) sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung.
a fa lā yatadabbarụnal-qur`ān walau kāna min 'indi gairillāhi lawajadụ fīhikhtilāfang kaṡīrā
82. Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.
wa iżā jā`ahum amrum minal-amni awil-khaufi ażā'ụ bih walau raddụhu ilar-rasụli wa ilā ulil-amri min-hum la'alimahullażīna yastambiṭụnahụ min-hum walau lā faḍlullāhi 'alaikum wa raḥmatuhụ lattaba'tumusy-syaiṭāna illā qalīlā
83. Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu tentulah kamu mengikuti setan kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).
fa qātil fī sabīlillāh lā tukallafu illā nafsaka wa ḥarriḍil-mu`minīn 'asallāhu ay yakuffa ba`sallażīna kafarụ wallāhu asyaddu ba`saw wa asyaddu tangkīlā
84. Maka berperanglah engkau (Muhammad) di jalan Allah engkau tidaklah dibebani melainkan atas dirimu sendiri. Kobarkanlah (semangat) orang-orang beriman (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak (mematahkan) serangan orang-orang yang kafir itu. Allah sangat besar kekuatan(-Nya) dan sangat keras siksaan(-Nya).
may yasyfa' syafā'atan ḥasanatay yakul lahụ naṣībum min-hā wa may yasyfa' syafā'atan sayyi`atay yakul lahụ kiflum min-hā wa kānallāhu 'alā kulli syai`im muqītā
85. Barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik niscaya dia akan memperoleh bagian dari (pahala)nya. Dan barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa iżā ḥuyyītum bitaḥiyyatin fa ḥayyụ bi`aḥsana min-hā au ruddụhā innallāha kāna 'alā kulli syai`in ḥasībā
86. Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (penghormatan itu yang sepadan) dengannya. Sungguh Allah memperhitungkan segala sesuatu.
allāhu lā ilāha illā huw layajma'annakum ilā yaumil-qiyāmati lā raiba fīh wa man aṣdaqu minallāhi ḥadīṡā
87. Allah tidak ada tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan terjadinya. Siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?
fa mā lakum fil-munāfiqīna fi`ataini wallāhu arkasahum bimā kasabụ a turīdụna an tahdụ man aḍallallāh wa may yuḍlilillāhu fa lan tajida lahụ sabīlā
88. Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran) disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
waddụ lau takfurụna kamā kafarụ fa takụnụna sawā`an fa lā tattakhiżụ min-hum auliyā`a ḥattā yuhājirụ fī sabīlillāh fa in tawallau fa khużụhum waqtulụhum ḥaiṡu wajattumụhum wa lā tattakhiżụ min-hum waliyyaw wa lā naṣīrā
89. Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu) sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana pun mereka kamu temukan dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong
illallażīna yaṣilụna ilā qaumim bainakum wa bainahum mīṡāqun au jā`ụkum ḥaṣirat ṣudụruhum ay yuqātilụkum au yuqātilụ qaumahum walau syā`allāhu lasallaṭahum 'alaikum fa laqātalụkum fa ini'tazalụkum fa lam yuqātilụkum wa alqau ilaikumus-salama fa mā ja'alallāhu lakum 'alaihim sabīlā
90. kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada suatu kaum yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang yang datang kepadamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya. Sekiranya Allah menghendaki niscaya diberikan-Nya kekuasaan kepada mereka (dalam) menghadapi kamu maka pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu dan tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah) maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.
satajidụna ākharīna yurīdụna ay ya`manụkum wa ya`manụ qaumahum kulla mā ruddū ilal-fitnati urkisụ fīhā fa il lam ya'tazilụkum wa yulqū ilaikumus-salama wa yakuffū aidiyahum fa khużụhum waqtulụhum ḥaiṡu ṡaqiftumụhum wa ulā`ikum ja'alnā lakum 'alaihim sulṭānam mubīnā
91. Kelak akan kamu dapati (golongan-golongan) yang lain yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik) mereka pun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu) maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temui dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi menawan dan membunuh) mereka.
wa mā kāna limu`minin ay yaqtula mu`minan illā khaṭa`ā wa mang qatala mu`minan khaṭa`an fa taḥrīru raqabatim mu`minatiw wa diyatum musallamatun ilā ahlihī illā ay yaṣṣaddaqụ fa ing kāna ming qaumin 'aduwwil lakum wa huwa mu`minun fa taḥrīru raqabatim mu`minah wa ing kāna ming qaumim bainakum wa bainahum mīṡāqun fa diyatum musallamatun ilā ahlihī wa taḥrīru raqabatim mu`minah fa mal lam yajid fa ṣiyāmu syahraini mutatābi'aini taubatam minallāh wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā
92. Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain) kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Barangsiapa membunuh seorang yang beriman karena tersalah (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu) kecuali jika mereka (keluarga si terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu padahal dia orang beriman maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika dia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu maka (hendaklah si pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa tidak mendapatkan (hamba sahaya) maka hendaklah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wa may yaqtul mu`minam muta'ammidan fa jazā`uhụ jahannamu khālidan fīhā wa gaḍiballāhu 'alaihi wa la'anahụ wa a'adda lahụ 'ażāban 'aẓīmā
93. Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja maka balasannya ialah neraka Jahanam dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.
yā ayyuhallażīna āmanū iżā ḍarabtum fī sabīlillāhi fa tabayyanụ wa lā taqụlụ liman alqā ilaikumus-salāma lasta mu`minā tabtagụna 'araḍal-ḥayātid-dun-yā fa 'indallāhi magānimu kaṡīrah każālika kuntum ming qablu fa mannallāhu 'alaikum fa tabayyanụ innallāha kāna bimā ta'malụna khabīrā
94. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan ”salam” kepadamu ”Kamu bukan seorang yang beriman” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu maka telitilah. Sungguh Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
lā yastawil-qā'idụna minal-mu`minīna gairu uliḍ-ḍarari wal-mujāhidụna fī sabīlillāhi bi`amwālihim wa anfusihim faḍḍalallāhul-mujāhidīna bi`amwālihim wa anfusihim 'alal-qā'idīna darajah wa kullaw wa'adallāhul-ḥusnā wa faḍḍalallāhul-mujāhidīna 'alal-qā'idīna ajran 'aẓīmā
95. Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar
innallażīna tawaffāhumul-malā`ikatu ẓālimī anfusihim qālụ fīma kuntum qālụ kunnā mustaḍ'afīna fil-arḍ qālū a lam takun arḍullāhi wāsi'atan fa tuhājirụ fīhā fa ulā`ika ma`wāhum jahannam wa sā`at maṣīrā
97. Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri mereka (para malaikat) bertanya “Bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab “Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekah).” Mereka (para malaikat) bertanya “Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?” Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali
wa may yuhājir fī sabīlillāhi yajid fil-arḍi murāgamang kaṡīraw wa sa'ah wa may yakhruj mim baitihī muhājiran ilallāhi wa rasụlihī ṡumma yudrik-hul-mautu fa qad waqa'a ajruhụ 'alallāh wa kānallāhu gafụrar raḥīmā
100. Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju) maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa iżā ḍarabtum fil-arḍi fa laisa 'alaikum junāḥun an taqṣurụ minaṣ-ṣalāti in khiftum ay yaftinakumullażīna kafarụ innal-kāfirīna kānụ lakum 'aduwwam mubīnā
101. Dan apabila kamu bepergian di bumi maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar salat jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.
wa iżā kunta fīhim fa aqamta lahumuṣ-ṣalāta faltaqum ṭā`ifatum min-hum ma'aka walya`khużū asliḥatahum fa iżā sajadụ falyakụnụ miw warā`ikum walta`ti ṭā`ifatun ukhrā lam yuṣallụ falyuṣallụ ma'aka walya`khużụ ḥiżrahum wa asliḥatahum waddallażīna kafarụ lau tagfulụna 'an asliḥatikum wa amti'atikum fa yamīlụna 'alaikum mailataw wāḥidah wa lā junāḥa 'alaikum ing kāna bikum ażam mim maṭarin au kuntum marḍā an taḍa'ū asliḥatakum wa khużụ ḥiżrakum innallāha a'adda lil-kāfirīna 'ażābam muhīnā
102. Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata mereka kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat) maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum salat lalu mereka salat denganmu dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit dan bersiap siagalah kamu. Sungguh Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.
fa iżā qaḍaitumuṣ-ṣalāta fażkurullāha qiyāmaw wa qu'ụdaw wa 'alā junụbikum fa iżaṭma`nantum fa aqīmuṣ-ṣalāh innaṣ-ṣalāta kānat 'alal-mu`minīna kitābam mauqụtā
103. Selanjutnya apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu) ingatlah Allah ketika kamu berdiri pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
wa lā tahinụ fibtigā`il-qaụm in takụnụ ta`lamụna fa innahum ya`lamụna kamā ta`lamụn wa tarjụna minallāhi mā lā yarjụn wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā
104. Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula) sebagaimana kamu rasakan sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
105. Sungguh Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang yang berkhianat
107. Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa
yastakhfụna minan-nāsi wa lā yastakhfụna minallāhi wa huwa ma'ahum iż yubayyitụna mā lā yarḍā minal-qaụl wa kānallāhu bimā ya'malụna muḥīṭā
108. mereka dapat bersembunyi dari manusia tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah karena Allah beserta mereka ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Ma-ha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan.
hā`antum hā`ulā`i jādaltum 'an-hum fil-ḥayātid-dun-yā fa may yujādilullāha 'an-hum yaumal-qiyāmati am may yakụnu 'alaihim wakīlā
109. Itulah kamu! Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini tetapi siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap azab Allah)?
wa may ya'mal sū`an au yaẓlim nafsahụ ṡumma yastagfirillāha yajidillāha gafụrar raḥīmā
110. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya kemudian dia memohon ampunan kepada Allah niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa may yaksib khaṭī`atan au iṡman ṡumma yarmi bihī barī`an fa qadiḥtamala buhtānaw wa iṡmam mubīnā
112. Dan barangsiapa berbuat kesalahan atau dosa kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah maka sungguh dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
walau lā faḍlullāhi 'alaika wa raḥmatuhụ lahammaṭ ṭā`ifatum min-hum ay yuḍillụk wa mā yuḍillụna illā anfusahum wa mā yaḍurrụnaka min syaī` wa anzalallāhu 'alaikal-kitāba wal-ḥikmata wa 'allamaka mā lam takun ta'lam wa kāna faḍlullāhi 'alaika 'aẓīmā
113. Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad) tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.
lā khaira fī kaṡīrim min najwāhum illā man amara biṣadaqatin au ma'rụfin au iṣlāḥim bainan-nās wa may yaf'al żālikabtigā`a marḍātillāhi fa saufa nu`tīhi ajran 'aẓīmā
114. Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.
wa may yusyāqiqir-rasụla mim ba'di mā tabayyana lahul-hudā wa yattabi' gaira sabīlil-mu`minīna nuwallihī mā tawallā wa nuṣlihī jahannam wa sā`at maṣīrā
115. Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam dan itu seburuk-buruk tempat kembali.
innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dụna żālika limay yasyā` wa may yusyrik billāhi fa qad ḍalla ḍalālam ba'īdā
116. Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah maka sungguh dia telah tersesat jauh sekali.
wa la`uḍillannahum wa la`umanniyannahum wa la`āmurannahum fa layubattikunna āżānal-an'āmi wa la`āmurannahum fa layugayyirunna khalqallāh wa may yattakhiżisy-syaiṭāna waliyyam min dụnillāhi fa qad khasira khusrānam mubīnā
119. dan pasti kusesatkan mereka dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak (lalu mereka benar-benar memotongnya) dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah (lalu mereka benar-benar mengubahnya).” Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah maka sungguh dia menderita kerugian yang nyata.
ya'iduhum wa yumannīhim wa mā ya'iduhumusy-syaiṭānu illā gurụrā
120. (Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.
wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti sanudkhiluhum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā wa'dallāhi ḥaqqā wa man aṣdaqu minallāhi qīlā
122. Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
laisa bi`amāniyyikum wa lā amāniyyi ahlil-kitāb may ya'mal sū`ay yujza bihī wa lā yajid lahụ min dụnillāhi waliyyaw wa lā naṣīrā
123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
wa may ya'mal minaṣ-ṣāliḥāti min żakarin au unṡā wa huwa mu`minun fa ulā`ika yadkhulụnal-jannata wa lā yuẓlamụna naqīrā
124. Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
wa man aḥsanu dīnam mim man aslama waj-hahụ lillāhi wa huwa muḥsinuw wattaba'a millata ibrāhīma ḥanīfā wattakhażallāhu ibrāhīma khalīlā
125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah sedang dia mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya).
wa yastaftụnaka fin-nisā` qulillāhu yuftīkum fīhinna wa mā yutlā 'alaikum fil-kitābi fī yatāman-nisā`illātī lā tu`tụnahunna mā kutiba lahunna wa targabụna an tangkiḥụhunna wal-mustaḍ'afīna minal-wildāni wa an taqụmụ lil-yatāmā bil-qisṭ wa mā taf'alụ min khairin fa innallāha kāna bihī 'alīmā
127. Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang perempuan. Katakanlah “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Qur'an (juga memfatwakan) tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu (maskawin) yang ditetapkan untuk mereka sedang kamu ingin menikahi mereka dan (tentang) anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) agar mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”
wa inimra`atun khāfat mim ba'lihā nusyụzan au i'rāḍan fa lā junāḥa 'alaihimā ay yuṣliḥā bainahumā ṣul-ḥā waṣ-ṣul-ḥu khaīr wa uḥḍiratil-anfususy-syuḥḥ wa in tuḥsinụ wa tattaqụ fa innallāha kāna bimā ta'malụna khabīrā
128. Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh) maka sungguh Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
wa lan tastaṭī'ū an ta'dilụ bainan-nisā`i walau ḥaraṣtum fa lā tamīlụ kullal-maili fa tażarụhā kal-mu'allaqah wa in tuṣliḥụ wa tattaqụ fa innallāha kāna gafụrar raḥīmā
129. Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan) maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa iy yatafarraqā yugnillāhu kullam min sa'atih wa kānallāhu wāsi'an ḥakīmā
130. Dan jika keduanya bercerai maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) Mahabijaksana.
wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ wa laqad waṣṣainallażīna ụtul-kitāba ming qablikum wa iyyākum anittaqullāh wa in takfurụ fa inna lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ wa kānallāhu ganiyyan ḥamīdā
131. Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwa kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar maka (ketahuilah) milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Mahakaya Maha Terpuji.
iy yasya` yuż-hibkum ayyuhan-nāsu wa ya`ti bi`ākharīn wa kānallāhu 'alā żālika qadīrā
133. Kalau Allah menghendaki niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Mahakuasa berbuat demikian.
yā ayyuhallażīna āmanụ kụnụ qawwāmīna bil-qisṭi syuhadā`a lillāhi walau 'alā anfusikum awil-wālidaini wal-aqrabīn iy yakun ganiyyan au faqīran fallāhu aulā bihimā fa lā tattabi'ul-hawā an ta'dilụ wa in talwū au tu'riḍụ fa innallāha kāna bimā ta'malụna khabīrā
135. Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.
yā ayyuhallażīna āmanū āminụ billāhi wa rasụlihī wal-kitābillażī nazzala 'alā rasụlihī wal-kitābillażī anzala ming qabl wa may yakfur billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulihī wal-yaumil-ākhiri fa qad ḍalla ḍalālam ba'īdā
136. Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah malaikat-malaikat-Nya kitab-kitab-Nya rasul-rasul-Nya dan hari kemudian maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.
137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir kemudian beriman (lagi) kemudian kafir lagi lalu bertambah kekafirannya maka Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus).
allażīna yattakhiżụnal-kāfirīna auliyā`a min dụnil-mu`minīn a yabtagụna 'indahumul-'izzata fa innal-'izzata lillāhi jamī'ā
139. (yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.
wa qad nazzala 'alaikum fil-kitābi an iżā sami'tum āyātillāhi yukfaru bihā wa yustahza`u bihā fa lā taq'udụ ma'ahum ḥattā yakhụḍụ fī ḥadīṡin gairihī innakum iżam miṡluhum innallāha jāmi'ul-munāfiqīna wal-kāfirīna fī jahannama jamī'ā
140. Dan sungguh Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir) maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka) tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam
allażīna yatarabbaṣụna bikum fa ing kāna lakum fat-ḥum minallāhi qālū a lam nakum ma'akum wa ing kāna lil-kāfirīna naṣībung qālū a lam nastaḥwiż 'alaikum wa namna'kum minal-mu`minīn fallāhu yaḥkumu bainakum yaumal-qiyāmah wa lay yaj'alallāhu lil-kāfirīna 'alal-mu`minīna sabīlā
141. (yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata “Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?” Dan jika orang kafir mendapat bagian mereka berkata “Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman.
innal-munāfiqīna yukhādi'ụnallāha wa huwa khādi'ụhum wa iżā qāmū ilaṣ-ṣalāti qāmụ kusālā yurā`ụnan-nāsa wa lā yażkurụnallāha illā qalīlā
142. Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.
mużabżabīna baina żālika lā ilā hā`ulā`i wa lā ilā hā`ulā` wa may yuḍlilillāhu fa lan tajida lahụ sabīlā
143. Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżul-kāfirīna auliyā`a min dụnil-mu`minīn a turīdụna an taj'alụ lillāhi 'alaikum sulṭānam mubīnā
144. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?
innal-munāfiqīna fid-darkil-asfali minan-nār wa lan tajida lahum naṣīrā
145. Sungguh orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.
illallażīna tābụ wa aṣlaḥụ wa'taṣamụ billāhi wa akhlaṣụ dīnahum lillāhi fa ulā`ika ma'al-mu`minīn wa saufa yu`tillāhul-mu`minīna ajran 'aẓīmā
146. Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.
lā yuḥibbullāhul-jahra bis-sū`i minal-qauli illā man ẓulim wa kānallāhu samī'an 'alīmā
148. Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
innallażīna yakfurụna billāhi wa rusulihī wa yurīdụna ay yufarriqụ bainallāhi wa rusulihī wa yaqụlụna nu`minu biba'ḍiw wa nakfuru biba'ḍiw wa yurīdụna ay yattakhiżụ baina żālika sabīlā
150. Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya dengan mengatakan “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain)” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir)
wallażīna āmanụ billāhi wa rusulihī wa lam yufarriqụ baina aḥadim min-hum ulā`ika saufa yu`tīhim ujụrahum wa kānallāhu gafụrar raḥīmā
152. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para rasul) kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
yas`aluka ahlul-kitābi an tunazzila 'alaihim kitābam minas-samā`i fa qad sa`alụ mụsā akbara min żālika fa qālū arinallāha jahratan fa akhażat-humuṣ-ṣā'iqatu biẓulmihim ṡummattakhażul-'ijla mim ba'di mā jā`at-humul-bayyinātu fa 'afaunā 'an żālik wa ātainā mụsā sulṭānam mubīnā
153. (Orang-orang) Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka mereka disambar petir karena kezalimannya. Kemudian mereka menyembah anak sapi setelah mereka melihat bukti-bukti yang nyata namun demikian Kami maafkan mereka dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata.
wa rafa'nā fauqahumuṭ-ṭụra bimīṡāqihim wa qulnā lahumudkhulul-bāba sujjadaw wa qulnā lahum lā ta'dụ fis-sabti wa akhażnā min-hum mīṡāqan galīẓā
154. Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud” dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat.” Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.
fa bimā naqḍihim mīṡāqahum wa kufrihim bi`āyātillāhi wa qatlihimul-ambiyā`a bigairi ḥaqqiw wa qaulihim qulụbunā gulf bal ṭaba'allāhu 'alaihā bikufrihim fa lā yu`minụna illā qalīlā
155. Maka (Kami hukum mereka) karena mereka melanggar perjanjian itu karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan karena mereka telah membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan karena mereka mengatakan “Hati kami tertutup.” Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman
wa qaulihim innā qatalnal-masīḥa 'īsabna maryama rasụlallāh wa mā qatalụhu wa mā ṣalabụhu wa lākin syubbiha lahum wa innallażīnakhtalafụ fīhi lafī syakkim min-h mā lahum bihī min 'ilmin illattibā'aẓ-ẓanni wa mā qatalụhu yaqīnā
157. dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa putra Maryam Rasul Allah” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu) melainkan mengikuti persangkaan belaka jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya.
wa im min ahlil-kitābi illā layu`minanna bihī qabla mautih wa yaumal-qiyāmati yakụnu 'alaihim syahīdā
159. Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.
fa biẓulmim minallażīna hādụ ḥarramnā 'alaihim ṭayyibātin uḥillat lahum wa biṣaddihim 'an sabīlillāhi kaṡīrā
160. Karena kezaliman orang-orang Yahudi Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah
wa akhżihimur-ribā wa qad nuhụ 'an-hu wa aklihim amwālan-nāsi bil-bāṭil wa a'tadnā lil-kāfirīna min-hum 'ażāban alīmā
161. dan karena mereka menjalankan riba padahal sungguh mereka telah dilarang darinya dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.
162. Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka dan orang-orang yang beriman mereka beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu begitu pula mereka yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.
innā auḥainā ilaika kamā auḥainā ilā nụḥiw wan-nabiyyīna mim ba'dih wa auḥainā ilā ibrāhīma wa ismā'īla wa is-ḥāqa wa ya'qụba wal-asbāṭi wa 'īsā wa ayyụba wa yụnusa wa hārụna wa sulaimān wa ātainā dāwụda zabụrā
163. Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim Ismail Ishak Yakub dan anak cucunya; Isa Ayyub Yunus Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud.
wa rusulang qad qaṣaṣnāhum 'alaika ming qablu wa rusulal lam naqṣuṣ-hum 'alaīk wa kallamallāhu mụsā taklīmā
164. Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (la-in) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Allah berfirman langsung.
rusulam mubasysyirīna wa munżirīna li`allā yakụna lin-nāsi 'alallāhi ḥujjatum ba'dar-rusul wa kānallāhu 'azīzan ḥakīmā
165. Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
166. Tetapi Allah menjadi saksi atas (Al-Qur'an) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya dan para malaikat pun menyaksikan. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
innallażīna kafarụ wa ẓalamụ lam yakunillāhu liyagfira lahum wa lā liyahdiyahum ṭarīqā
168. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus)
yā ayyuhan-nāsu qad jā`akumur-rasụlu bil-ḥaqqi mir rabbikum fa āminụ khairal lakum wa in takfurụ fa inna lillāhi mā fis-samāwāti wal-arḍ wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā
170. Wahai manusia! Sungguh telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu maka berimanlah (kepadanya) itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
yā ahlal-kitābi lā taglụ fī dīnikum wa lā taqụlụ 'alallāhi illal-ḥaqq innamal-masīḥu 'īsabnu maryama rasụlullāhi wa kalimatuh alqāhā ilā maryama wa rụḥum min-hu fa āminụ billāhi wa rusulih wa lā taqụlụ ṡalāṡah intahụ khairal lakum innamallāhu ilāhuw wāḥid sub-ḥānahū ay yakụna lahụ walad lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ wa kafā billāhi wakīlā
171. Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan “(Tuhan itu) tiga” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.
lay yastangkifal-masīḥu ay yakụna 'abdal lillāhi wa lal-malā`ikatul-muqarrabụn wa may yastangkif 'an 'ibādatihī wa yastakbir fa sayaḥsyuruhum ilaihi jamī'ā
172. Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barangsiapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
fa ammallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fa yuwaffīhim ujụrahum wa yazīduhum min faḍlih wa ammallażīnastangkafụ wastakbarụ fa yu'ażżibuhum 'ażāban alīmaw wa lā yajidụna lahum min dụnillāhi waliyyaw wa lā naṣīrā
173. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
yā ayyuhan-nāsu qad jā`akum bur-hānum mir rabbikum wa anzalnā ilaikum nụram mubīnā
174. Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an).
fa ammallażīna āmanụ billāhi wa'taṣamụ bihī fa sayudkhiluhum fī raḥmatim min-hu wa faḍliw wa yahdīhim ilaihi ṣirāṭam mustaqīmā
175. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga) dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya.
yastaftụnak qulillāhu yuftīkum fil-kalālah inimru`un halaka laisa lahụ waladuw wa lahū ukhtun fa lahā niṣfu mā tarak wa huwa yariṡuhā il lam yakul lahā walad fa ing kānataṡnataini fa lahumaṡ-ṡuluṡāni mimmā tarak wa ing kānū ikhwatar rijālaw wa nisā`an fa liż-żakari miṡlu ḥaẓẓil-unṡayaīn yubayyinullāhu lakum an taḍillụ wallāhu bikulli syai`in 'alīm
176. Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu) jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan) jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
1. Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu kecuali yang akan disebutkan kepadamu dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tuḥillụ sya'ā`irallāhi wa lasy-syahral-ḥarāma wa lal-hadya wa lal-qalā`ida wa lā āmmīnal-baital-ḥarāma yabtagụna faḍlam mir rabbihim wa riḍwānā wa iżā ḥalaltum faṣṭādụ wa lā yajrimannakum syana`ānu qaumin an ṣaddụkum 'anil-masjidil-ḥarāmi an ta'tadụ wa ta'āwanụ 'alal-birri wat-taqwā wa lā ta'āwanụ 'alal-iṡmi wal-'udwāni wattaqullāh innallāha syadīdul-'iqāb
2. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda) dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah sungguh Allah sangat berat siksaan-Nya.
ḥurrimat 'alaikumul-maitatu wad-damu wa laḥmul-khinzīri wa mā uhilla ligairillāhi bihī wal-munkhaniqatu wal-mauqụżatu wal-mutaraddiyatu wan-naṭīḥatu wa mā akalas-sabu'u illā mā żakkaitum wa mā żubiḥa 'alan-nuṣubi wa an tastaqsimụ bil-azlām żālikum fisq al-yauma ya`isallażīna kafarụ min dīnikum fa lā takhsyauhum wakhsyaụn al-yauma akmaltu lakum dīnakum wa atmamtu 'alaikum ni'matī wa raḍītu lakumul-islāma dīnā fa maniḍṭurra fī makhmaṣatin gaira mutajānifil li`iṡmin fa innallāha gafụrur raḥīm
3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai darah daging babi dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah yang tercekik yang dipukul yang jatuh yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar bukan karena ingin berbuat dosa maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
4. Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah ”Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah sungguh Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”
al-yauma uḥilla lakumuṭ-ṭayyibāt wa ṭa'āmullażīna ụtul-kitāba ḥillul lakum wa ṭa'āmukum ḥillul lahum wal-muḥṣanātu minal-mu`mināti wal-muḥṣanātu minallażīna ụtul-kitāba ming qablikum iżā ātaitumụhunna ujụrahunna muḥṣinīna gaira musāfiḥīna wa lā muttakhiżī akhdān wa may yakfur bil-īmāni fa qad ḥabiṭa 'amaluhụ wa huwa fil-ākhirati minal-khāsirīn
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman maka sungguh sia-sia amal mereka dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.
yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka'baīn wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ wa ing kuntum marḍā au 'alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni'matahụ 'alaikum la'allakum tasykurụn
6. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan maka jika kamu tidak memperoleh air maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.
ważkurụ ni'matallāhi 'alaikum wa mīṡāqahullażī wāṡaqakum bihī iż qultum sami'nā wa aṭa'nā wattaqullāh innallāha 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
7. Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan “Kami mendengar dan kami menaati.” Dan bertakwalah kepada Allah sungguh Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
8. Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah sungguh Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
yā ayyuhallażīna āmanużkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż hamma qaumun ay yabsuṭū ilaikum aidiyahum fa kaffa aidiyahum 'angkum wattaqullāh wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn
11. Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal.
wa laqad akhażallāhu mīṡāqa banī isrā`īl wa ba'aṡnā min-humuṡnai 'asyara naqībā wa qālallāhu innī ma'akum la`in aqamtumuṣ-ṣalāta wa ātaitumuz-zakāta wa āmantum birusulī wa 'azzartumụhum wa aqraḍtumullāha qarḍan ḥasanal la`ukaffiranna 'angkum sayyi`ātikum wa la`udkhilannakum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār fa mang kafara ba'da żālika mingkum fa qad ḍalla sawā`as-sabīl
12. Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman “Aku bersamamu.” Sungguh jika kamu melaksanakan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah itu maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”
fa bimā naqḍihim mīṡāqahum la'annāhum wa ja'alnā qulụbahum qāsiyah yuḥarrifụnal-kalima 'am mawāḍi'ihī wa nasụ ḥaẓẓam mimmā żukkirụ bih wa lā tazālu taṭṭali'u 'alā khā`inatim min-hum illā qalīlam min-hum fa'fu 'an-hum waṣfaḥ innallāha yuḥibbul-muḥsinīn
13. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya maka Kami melaknat mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat) maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
wa minallażīna qālū innā naṣārā akhażnā mīṡāqahum fa nasụ haẓẓam mimmā żukkirụ bihī fa agrainā bainahumul-'adāwata wal-bagḍā`a ilā yaumil-qiyāmah wa saufa yunabbi`uhumullāhu bimā kānụ yaṣna'ụn
14. Dan di antara orang-orang yang mengatakan “Kami ini orang Nasrani” Kami telah mengambil perjanjian mereka tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
yā ahlal-kitābi qad jā`akum rasụlunā yubayyinu lakum kaṡīram mimmā kuntum tukhfụna minal-kitābi wa ya'fụ 'ang kaṡīr qad jā`akum minallāhi nụruw wa kitābum mubīn
15. Wahai Ahli Kitab! Sungguh Rasul Kami telah datang kepadamu menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang menjelaskan.
yahdī bihillāhu manittaba'a riḍwānahụ subulas-salāmi wa yukhrijuhum minaẓ-ẓulumāti ilan-nụri bi`iżnihī wa yahdīhim ilā ṣirāṭim mustaqīm
16. Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.
laqad kafarallażīna qālū innallāha huwal-masīḥubnu maryam qul fa may yamliku minallāhi syai`an in arāda ay yuhlikal-masīḥabna maryama wa ummahụ wa man fil-arḍi jamī'ā wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā yakhluqu mā yasyā` wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
17. Sungguh telah kafir orang yang berkata “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Katakanlah (Muhammad) “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi?” Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa qālatil-yahụdu wan-naṣārā naḥnu abnā`ullāhi wa aḥibbā`uh qul fa lima yu'ażżibukum biżunụbikum bal antum basyarum mim man khalaq yagfiru limay yasyā`u wa yu'ażżibu may yasyā` wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa ilaihil-maṣīr
18. Orang Yahudi dan Nasrani berkata “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah “Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali.”
yā ahlal-kitābi qad jā`akum rasụlunā yubayyinu lakum 'alā fatratim minar-rusuli an taqụlụ mā jā`anā mim basyīriw wa lā nażīr fa qad jā`akum basyīruw wa nażīr wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
19. Wahai Ahli Kitab! Sungguh Rasul Kami telah datang kepadamu menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan “Tidak ada yang datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sungguh telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa iż qāla mụsā liqaumihī yā qaumiżkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż ja'ala fīkum ambiyā`a wa ja'alakum mulụkaw wa ātākum mā lam yu`ti aḥadam minal-'ālamīn
20. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya “Wahai kaumku! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu dan menjadikan kamu sebagai orang-orang merdeka dan memberikan kepada kamu apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat yang lain.”
yā qaumidkhulul-arḍal-muqaddasatallatī kataballāhu lakum wa lā tartaddụ 'alā adbārikum fa tangqalibụ khāsirīn
21. Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh) nanti kamu menjadi orang yang rugi.
qālụ yā mụsā inna fīhā qauman jabbārīna wa innā lan nadkhulahā ḥattā yakhrujụ min-hā fa iy yakhrujụ min-hā fa innā dākhilụn
22. Mereka berkata “Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana niscaya kami akan masuk.”
qāla rajulāni minallażīna yakhāfụna an'amallāhu 'alaihimadkhulụ 'alaihimul-bāb fa iżā dakhaltumụhu fa innakum gālibụna wa 'alallāhi fa tawakkalū ing kuntum mu`minīn
23. Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa yang telah diberi nikmat oleh Allah “Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.”
qālụ yā mụsā innā lan nadkhulahā abadam mā dāmụ fīhā faż-hab anta wa rabbuka fa qātilā innā hāhunā qā'idụn
24. Mereka berkata “Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.”
qāla rabbi innī lā amliku illā nafsī wa akhī fafruq bainanā wa bainal-qaumil-fāsiqīn
25. Dia (Musa) berkata “Ya Tuhanku aku hanya menguasai diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.”
qāla fa innahā muḥarramatun 'alaihim arba'īna sanah yatīhụna fil-arḍ fa lā ta`sa 'alal-qaumil-fāsiqīn
26. (Allah) berfirman “(Jika demikian) maka (negeri) itu terlarang buat mereka selama empat puluh tahun (selama itu) mereka akan mengembara kebingungan di bumi. Maka janganlah eng-kau (Musa) bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.”
watlu 'alaihim naba`abnai ādama bil-ḥaqq iż qarrabā qurbānan fa tuqubbila min aḥadihimā wa lam yutaqabbal minal-ākhar qāla la`aqtulannak qāla innamā yataqabbalullāhu minal-muttaqīn
27. Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam ketika keduanya mempersembahkan kurban maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata “Sungguh aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”
28. ”Sungguh jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah Tuhan seluruh alam.”
innī urīdu an tabū`a bi`iṡmī wa iṡmika fa takụna min aṣ-ḥābin-nār wa żālika jazā`uẓ-ẓālimīn
29. ”Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim.”
fa ba'aṡallāhu gurābay yab-ḥaṡu fil-arḍi liyuriyahụ kaifa yuwārī sau`ata akhīh qāla yā wailatā a 'ajaztu an akụna miṡla hāżal-gurābi fa uwāriya sau`ata akhī fa aṣbaḥa minan-nādimīn
31. Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil). Bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata “Oh celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.
min ajli żālika katabnā 'alā banī isrā`īla annahụ mang qatala nafsam bigairi nafsin au fasādin fil-arḍi fa ka`annamā qatalan-nāsa jamī'ā wa man aḥyāhā fa ka`annamā aḥyan-nāsa jamī'ā wa laqad jā`at-hum rusulunā bil-bayyināti ṡumma inna kaṡīram min-hum ba'da żālika fil-arḍi lamusrifụn
32. Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa barangsiapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.
innamā jazā`ullażīna yuḥāribụnallāha wa rasụlahụ wa yas'auna fil-arḍi fasādan ay yuqattalū au yuṣallabū au tuqaṭṭa'a aidīhim wa arjuluhum min khilāfin au yunfau minal-arḍ żālika lahum khizyun fid-dun-yā wa lahum fil-ākhirati 'ażābun 'aẓīm
33. Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar.
35. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung.
innallażīna kafarụ lau anna lahum mā fil-arḍi jamī'aw wa miṡlahụ ma'ahụ liyaftadụ bihī min 'ażābi yaumil-qiyāmati mā tuqubbila min-hum wa lahum 'ażābun alīm
36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari azab pada hari Kiamat niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat azab yang pedih.
38. Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
fa man tāba mim ba'di ẓulmihī wa aṣlaḥa fa innallāha yatụbu 'alaīh innallāha gafụrur raḥīm
39. Tetapi barangsiapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
a lam ta'lam annallāha lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ yu'ażżibu may yasyā`u wa yagfiru limay yasyā` wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
40. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki seluruh kerajaan langit dan bumi Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
yā ayyuhar-rasụlu lā yaḥzungkallażīna yusāri'ụna fil-kufri minallażīna qālū āmannā bi`afwāhihim wa lam tu`ming qulụbuhum wa minallażīna hādụ sammā'ụna lil-każibi sammā'ụna liqaumin ākharīna lam ya`tụk yuḥarrifụnal-kalima mim ba'di mawāḍi'ihī yaqụlụna in ụtītum hāżā fa khużụhu wa il lam tu`tauhu faḥżarụ wa may yuridillāhu fitnatahụ fa lan tamlika lahụ minallāhi syai`ā ulā`ikallażīna lam yuridillāhu ay yuṭahhira qulụbahum lahum fid-dun-yā khizyuw wa lahum fil-ākhirati 'ażābun 'aẓīm
41. Wahai Rasul (Muhammad)! Janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba-lomba dalam kekafirannya. Yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka “Kami telah beriman” padahal hati mereka belum beriman; dan juga orang-orang Yahudi yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah kata-kata (Taurat) dari makna yang sebenarnya. Mereka mengatakan “Jika ini yang diberikan kepadamu (yang sudah diubah) terimalah dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah.” Barangsiapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya). Mereka itu adalah orang-orang yang sudah tidak dikehendaki Allah untuk menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang besar.
sammā'ụna lil-każibi akkālụna lis-suḥt fa in jā`ụka faḥkum bainahum au a'riḍ 'an-hum wa in tu'riḍ 'an-hum fa lay yaḍurrụka syai`ā wa in ḥakamta faḥkum bainahum bil-qisṭ innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn
42. Mereka sangat suka mendengar berita bohong banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan) maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka dan jika engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka) maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
wa kaifa yuḥakkimụnaka wa 'indahumut-taurātu fīhā ḥukmullāhi ṡumma yatawallauna mim ba'di żālik wa mā ulā`ika bil-mu`minīn
43. Dan bagaimana mereka akan mengangkatmu menjadi hakim mereka padahal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah nanti mereka berpaling (dari putusanmu) setelah itu? Sungguh mereka bukan orang-orang yang beriman.
innā anzalnat-taurāta fīhā hudaw wa nụr yaḥkumu bihan-nabiyyụnallażīna aslamụ lillażīna hādụ war-rabbāniyyụna wal-aḥbāru bimastuḥfiẓụ ming kitābillāhi wa kānụ 'alaihi syuhadā` fa lā takhsyawun-nāsa wakhsyauni wa lā tasytarụ bi`āyātī ṡamanang qalīlā wa mal lam yaḥkum bimā anzalallāhu fa ulā`ika humul-kāfirụn
44. Sungguh Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya. Yang dengan Kitab itu para nabi yang berserah diri kepada Allah memberi putusan atas perkara orang Yahudi demikian juga para ulama dan pendeta-pendeta mereka sebab mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah. Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang kafir.
wa katabnā 'alaihim fīhā annan-nafsa bin-nafsi wal-'aina bil-'aini wal-anfa bil-anfi wal-użuna bil-użuni was-sinna bis-sinni wal-jurụḥa qiṣāṣ fa man taṣaddaqa bihī fa huwa kaffāratul lah wa mal lam yaḥkum bimā anzalallāhu fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn
45. Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa mata dengan mata hidung dengan hidung telinga dengan telinga gigi dengan gigi dan luka-luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama). Barangsiapa melepaskan (hak qisas)nya maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang zalim.
wa qaffainā 'alā āṡārihim bi'īsabni maryama muṣaddiqal limā baina yadaihi minat-taurāti wa ātaināhul-injīla fīhi hudaw wa nụruw wa muṣaddiqal limā baina yadaihi minat-taurāti wa hudaw wa mau'iẓatal lil-muttaqīn
46. Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya dan membenarkan Kitab yang sebelumnya yaitu Taurat dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
walyaḥkum ahlul-injīli bimā anzalallāhu fīh wa mal lam yaḥkum bimā anzalallāhu fa ulā`ika humul-fāsiqụn
47. Dan hendaklah pengikut Injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang fasik.
wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan 'alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi' ahwā`ahum 'ammā jā`aka minal-ḥaqq likullin ja'alnā mingkum syir'ataw wa min-hājā walau syā`allāhu laja'alakum ummataw wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt ilallāhi marji'ukum jamī'an fa yunabbi`ukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn
48. Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja) tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan
wa aniḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi' ahwā`ahum waḥżar-hum ay yaftinụka 'am ba'ḍi mā anzalallāhu ilaīk fa in tawallau fa'lam annamā yurīdullāhu ay yuṣībahum biba'ḍi żunụbihim wa inna kaṡīram minan-nāsi lafāsiqụn
49. dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah) maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżul-yahụda wan-naṣārā auliyā` ba'ḍuhum auliyā`u ba'ḍ wa may yatawallahum mingkum fa innahụ min-hum innallāha lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
51. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
fa tarallażīna fī qulụbihim maraḍuy yusāri'ụna fīhim yaqụlụna nakhsyā an tuṣībanā dā`irah fa 'asallāhu ay ya`tiya bil-fat-ḥi au amrim min 'indihī fa yuṣbiḥụ 'alā mā asarrụ fī anfusihim nādimīn
52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
wa yaqụlullażīna āmanū a hā`ulā`illażīna aqsamụ billāhi jahda aimānihim innahum lama'akum ḥabiṭat a'māluhum fa aṣbaḥụ khāsirīn
53. Dan orang-orang yang beriman akan berkata “Inikah orang yang bersumpah secara sungguh-sungguh dengan (nama) Allah bahwa mereka benar-benar beserta kamu?” Segala amal mereka menjadi sia-sia sehingga mereka menjadi orang yang rugi.
yā ayyuhallażīna āmanụ may yartadda mingkum 'an dīnihī fa saufa ya`tillāhu biqaumiy yuḥibbuhum wa yuḥibbụnahū ażillatin 'alal-mu`minīna a'izzatin 'alal-kāfirīna yujāhidụna fī sabīlillāhi wa lā yakhāfụna laumata lā`im żālika faḍlullāhi yu`tīhi may yasyā` wallāhu wāsi'un 'alīm
54. Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) Maha Mengetahui.
innamā waliyyukumullāhu wa rasụluhụ wallażīna āmanullażīna yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa yu`tụnaz-zakāta wa hum rāki'ụn
55. Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah).
wa may yatawallallāha wa rasụlahụ wallażīna āmanụ fa inna ḥizballāhi humul-gālibụn
56. Dan barangsiapa menjadikan Allah Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya maka sungguh pengikut (agama) Allah itulah yang menang.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżullażīnattakhażụ dīnakum huzuwaw wa la'ibam minallażīna ụtul-kitāba ming qablikum wal-kuffāra auliyā` wattaqullāha ing kuntum mu`minīn
57. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.
wa iżā nādaitum ilaṣ-ṣalātittakhażụhā huzuwaw wa la'ibā żālika bi`annahum qaumul lā ya'qilụn
58. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) salat mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
qul yā ahlal-kitābi hal tangqimụna minnā illā an āmannā billāhi wa mā unzila ilainā wa mā unzila ming qablu wa anna akṡarakum fāsiqụn
59. Katakanlah “Wahai Ahli Kitab! Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami beriman kepada Allah kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya? Sungguh kebanyakan dari kamu adalah orang-orang yang fasik.”
qul hal unabbi`ukum bisyarrim min żālika maṡụbatan 'indallāh mal la'anahullāhu wa gaḍiba 'alaihi wa ja'ala min-humul-qiradata wal-khanāzīra wa 'abadaṭ-ṭāgụt ulā`ika syarrum makānaw wa aḍallu 'an sawā`is-sabīl
60. Katakanlah (Muhammad) “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu orang yang dilaknat dan dimurkai Allah di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Thaghut.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
wa iżā jā`ụkum qālū āmannā wa qad dakhalụ bil-kufri wa hum qad kharajụ bih wallāhu a'lamu bimā kānụ yaktumụn
61. Dan apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu mereka mengatakan “Kami telah beriman” padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
wa tarā kaṡīram min-hum yusāri'ụna fil-iṡmi wal-'udwāni wa aklihimus-suḥt labi`sa mā kānụ ya'malụn
62. Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa permusuhan dan memakan yang haram. Sungguh sangat buruk apa yang mereka perbuat.
lau lā yan-hāhumur-rabbāniyyụna wal-aḥbāru 'ang qaulihimul-iṡma wa aklihimus-suḥt labi`sa mā kānụ yaṣna'ụn
63. Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh sangat buruk apa yang mereka perbuat.
wa qālatil-yahụdu yadullāhi maglụlah gullat aidīhim wa lu'inụ bimā qālụ bal yadāhu mabsụṭatāni yunfiqu kaifa yasyā` wa layazīdanna kaṡīram min-hum mā unzila ilaika mir rabbika ṭugyānaw wa kufrā wa alqainā bainahumul-'adāwata wal-bagḍā`a ilā yaumil-qiyāmah kullamā auqadụ nāral lil-ḥarbi aṭfa`ahallāhu wa yas'auna fil-arḍi fasādā wallāhu lā yuḥibbul-mufsidīn
64. Dan orang-orang Yahudi berkata “Tangan Allah terbelenggu.” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu padahal kedua tangan Allah terbuka; Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. Dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
walau anna ahlal-kitābi āmanụ wattaqau lakaffarnā 'an-hum sayyi`ātihim wa la`adkhalnāhum jannātin-na'īm
65. Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
walau annahum aqāmut-taurāta wal-injīla wa mā unzila ilaihim mir rabbihim la`akalụ min fauqihim wa min taḥti arjulihim min-hum ummatum muqtaṣidah wa kaṡīrum min-hum sā`a mā ya'malụn
66. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat Injil dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.
yā ayyuhar-rasụlu ballig mā unzila ilaika mir rabbik wa il lam taf'al fa mā ballagta risālatah wallāhu ya'ṣimuka minan-nās innallāha lā yahdil-qaumal-kāfirīn
67. Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
qul yā ahlal-kitābi lastum 'alā syai`in ḥattā tuqīmut-taurāta wal-injīla wa mā unzila ilaikum mir rabbikum wa layazīdanna kaṡīram min-hum mā unzila ilaika mir rabbika ṭugyānaw wa kufrā fa lā ta`sa 'alal-qaumil-kāfirīn
68. Katakanlah (Muhammad) “Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat Injil dan (Al-Qur'an) yang diturunkan Tuhanmu kepadamu.” Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu.
innallażīna āmanụ wallażīna hādụ waṣ-ṣābi`ụna wan-naṣārā man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa 'amila ṣāliḥan fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
69. Sesungguhnya orang-orang yang beriman orang-orang Yahudi shabiin dan orang-orang Nasrani barangsiapa beriman kepada Allah kepada hari kemudian dan berbuat kebajikan maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati.
70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka (maka) sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.
wa ḥasibū allā takụna fitnatun fa 'amụ wa ṣammụ ṡumma tāballāhu 'alaihim ṡumma 'amụ wa ṣammụ kaṡīrum min-hum wallāhu baṣīrum bimā ya'malụn
71. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi bencana apa pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu) karena itu mereka menjadi buta dan tuli kemudian Allah menerima tobat mereka lalu banyak di antara mereka buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
laqad kafarallażīna qālū innallāha huwal-masīḥubnu maryam wa qālal-masīḥu yā banī isrā`īla'budullāha rabbī wa rabbakum innahụ may yusyrik billāhi fa qad ḥarramallāhu 'alaihil-jannata wa ma`wāhun-nār wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār
72. Sungguh telah kafir orang-orang yang berkata “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.
laqad kafarallażīna qālū innallāha ṡāliṡu ṡalāṡah wa mā min ilāhin illā ilāhuw wāḥid wa il lam yantahụ 'ammā yaqụlụna layamassannallażīna kafarụ min-hum 'ażābun alīm
73. Sungguh telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.
mal-masīḥubnu maryama illā rasụl qad khalat ming qablihir-rusul wa ummuhụ ṣiddīqah kānā ya`kulāniṭ-ṭa'ām unẓur kaifa nubayyinu lahumul-āyāti ṡummanẓur annā yu`fakụn
75. Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab) kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka).
qul a ta'budụna min dụnillāhi mā lā yamliku lakum ḍarraw wa lā naf'ā wallāhu huwas-samī'ul-'alīm
76. Katakanlah (Muhammad) “Mengapa kamu menyembah yang selain Allah sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
qul yā ahlal-kitābi lā taglụ fī dīnikum gairal-ḥaqqi wa lā tattabi'ū ahwā`a qauming qad ḍallụ ming qablu wa aḍallụ kaṡīraw wa ḍallụ 'an sawā`is-sabīl
77. Katakanlah (Muhammad) “Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia) dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus.”
lu'inallażīna kafarụ mim banī isrā`īla 'alā lisāni dāwụda wa 'īsabni maryam żālika bimā 'aṣaw wa kānụ ya'tadụn
78. Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
tarā kaṡīram min-hum yatawallaunallażīna kafarụ labi`sa mā qaddamat lahum anfusuhum an sakhiṭallāhu 'alaihim wa fil-'ażābi hum khālidụn
80. Kamu melihat banyak di antara mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sungguh sangat buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri yaitu kemurkaan Allah dan mereka akan kekal dalam azab.
walau kānụ yu`minụna billāhi wan-nabiyyi wa mā unzila ilaihi mattakhażụhum auliyā`a wa lākinna kaṡīram min-hum fāsiqụn
81. Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak di antara mereka orang-orang yang fasik.
latajidanna asyaddan-nāsi 'adāwatal lillażīna āmanul-yahụda wallażīna asyrakụ wa latajidanna aqrabahum mawaddatal lillażīna āmanullażīna qālū innā naṣārā żālika bi`anna min-hum qissīsīna wa ruhbānaw wa annahum lā yastakbirụn
82. Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.
83. Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad) kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata “Ya Tuhan kami telah beriman maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad).
wa mā lanā lā nu`minu billāhi wa mā jā`anā minal-ḥaqqi wa naṭma'u ay yudkhilanā rabbunā ma'al-qaumiṣ-ṣāliḥīn
84. Dan mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang saleh?”
fa aṡābahumullāhu bimā qālụ jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa żālika jazā`ul-muḥsinīn
85. Maka Allah memberi pahala kepada mereka atas perkataan yang telah mereka ucapkan (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan.
87. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah kepadamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
wa kulụ mimmā razaqakumullāhu ḥalālan ṭayyibaw wattaqullāhallażī antum bihī mu`minụn
88. Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
lā yu`ākhiżukumullāhu bil-lagwi fī aimānikum wa lākiy yu`ākhiżukum bimā 'aqqattumul-aimān fa kaffāratuhū iṭ'āmu 'asyarati masākīna min ausaṭi mā tuṭ'imụna ahlīkum au kiswatuhum au taḥrīru raqabah fa mal lam yajid fa ṣiyāmu ṡalāṡati ayyām żālika kaffāratu aimānikum iżā ḥalaftum waḥfaẓū aimānakum każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la'allakum tasykurụn
89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah) tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu melakukannya maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
90. Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras berjudi (berkurban untuk) berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
innamā yurīdusy-syaiṭānu ay yụqi'a bainakumul-'adāwata wal-bagḍā`a fil-khamri wal-maisiri wa yaṣuddakum 'an żikrillāhi wa 'aniṣ-ṣalāti fa hal antum muntahụn
91. Dengan minuman keras dan judi itu setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat maka tidakkah kamu mau berhenti?
wa aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụla waḥżarụ fa in tawallaitum fa'lamū annamā 'alā rasụlinal-balāgul-mubīn
92. Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah. Jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat) dengan jelas.
laisa 'alallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti junāḥun fīmā ṭa'imū iżā mattaqaw wa āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti ṡummattaqaw wa āmanụ ṡummattaqaw wa aḥsanụ wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn
93. Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka makan (dahulu) apabila mereka bertakwa dan beriman serta mengerjakan kebajikan kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
yā ayyuhallażīna āmanụ layabluwannakumullāhu bisyai`im minaṣ-ṣaidi tanāluhū aidīkum wa rimāḥukum liya'lamallāhu may yakhāfuhụ bil-gaīb fa mani'tadā ba'da żālika fa lahụ 'ażābun alīm
94. Wahai orang-orang yang beriman! Allah pasti akan menguji kamu dengan hewan buruan yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya meskipun dia tidak melihat-Nya. Barangsiapa melampaui batas setelah itu maka dia akan mendapat azab yang pedih.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā taqtuluṣ-ṣaida wa antum ḥurum wa mang qatalahụ mingkum muta'ammidan fa jazā`um miṡlu mā qatala minan-na'ami yaḥkumu bihī żawā 'adlim mingkum hadyam bāligal-ka'bati au kaffāratun ṭa'āmu masākīna au 'adlu żālika ṣiyāmal liyażụqa wa bāla amrih 'afallāhu 'ammā salaf wa man 'āda fa yantaqimullāhu min-h wallāhu 'azīzun żuntiqām
95. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu membunuh hewan buruan ketika kamu sedang ihram (haji atau umrah). Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja maka dendanya ialah mengganti dengan hewan ternak yang sepadan dengan buruan yang dibunuhnya menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai hadyu yang dibawa ke Ka‘bah atau kafarat (membayar tebusan dengan) memberi makan kepada orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu agar dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa kembali mengerjakannya niscaya Allah akan menyiksanya. Dan Allah Mahaperkasa memiliki (kekuasaan untuk) menyiksa.
uḥilla lakum ṣaidul-baḥri wa ṭa'āmuhụ matā'al lakum wa lis-sayyārah wa ḥurrima 'alaikum ṣaidul-barri mā dumtum ḥurumā wattaqullāhallażī ilaihi tuḥsyarụn
96. Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan darat selama kamu sedang ihram. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali).
ja'alallāhul-ka'batal-baital-ḥarāma qiyāmal lin-nāsi wasy-syahral-ḥarāma wal-hadya wal-qalā`id żālika lita'lamū annallāha ya'lamu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa annallāha bikulli syai`in 'alīm
97. Allah telah menjadikan Ka‘bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram hadyu dan qala'id. Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
100. Katakanlah (Muhammad) “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat agar kamu beruntung.”
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tas`alụ 'an asy-yā`a in tubda lakum tasu`kum wa in tas`alụ 'an-hā ḥīna yunazzalul-qur`ānu tubda lakum 'afallāhu 'an-hā wallāhu gafụrun ḥalīm
101. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur'an sedang diturunkan (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyantun.
mā ja'alallāhu mim baḥīratiw wa lā sā`ibatiw wa lā waṣīlatiw wa lā hāmiw wa lākinnallażīna kafarụ yaftarụna 'alallāhil-każib wa akṡaruhum lā ya'qilụn
103. Allah tidak pernah mensyariatkan adanya Bahirah Sa'ibah Wasilah dan haam. Tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
wa iżā qīla lahum ta'ālau ilā mā anzalallāhu wa ilar-rasụli qālụ ḥasbunā mā wajadnā 'alaihi ābā`anā a walau kāna ābā`uhum lā ya'lamụna syai`aw wa lā yahtadụn
104. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.” Mereka menjawab “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
yā ayyuhallażīna āmanụ 'alaikum anfusakum lā yaḍurrukum man ḍalla iżahtadaitum ilallāhi marji'ukum jamī'an fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn
105. Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu semua akan kembali kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
yā ayyuhallażīna āmanụ syahādatu bainikum iżā ḥaḍara aḥadakumul-mautu ḥīnal-waṣiyyatiṡnāni żawā 'adlim mingkum au ākharāni min gairikum in antum ḍarabtum fil-arḍi fa aṣābatkum muṣībatul-maụt taḥbisụnahumā mim ba'diṣ-ṣalāti fa yuqsimāni billāhi inirtabtum lā nasytarī bihī ṡamanaw walau kāna żā qurbā wa lā naktumu syahādatallāhi innā iżal laminal-āṡimīn
106. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila salah seorang (di antara) kamu menghadapi kematian sedang dia akan berwasiat maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu atau dua orang yang berlainan (agama) dengan kamu. Jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian hendaklah kamu tahan kedua saksi itu setelah salat agar keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu “Demi Allah kami tidak akan mengambil keuntungan dengan sumpah ini walaupun dia karib kerabat dan kami tidak menyembunyikan kesaksian Allah; sesungguhnya jika demikian tentu kami termasuk orang-orang yang berdosa.”
fa in 'uṡira 'alā annahumastaḥaqqā iṡman fa ākharāni yaqụmāni maqāmahumā minallażīnastaḥaqqa 'alaihimul-aulayāni fa yuqsimāni billāhi lasyahādatunā aḥaqqu min syahādatihimā wa ma'tadainā innā iżal laminaẓ-ẓālimīn
107. Jika terbukti kedua saksi itu berbuat dosa maka dua orang yang lain menggantikan kedudukannya yaitu di antara ahli waris yang berhak dan lebih dekat kepada orang yang mati lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah “Sungguh kesaksian kami lebih layak diterima daripada kesaksian kedua saksi itu dan kami tidak melanggar batas. Sesungguhnya jika kami berbuat demikian tentu kami termasuk orang-orang zalim.”
żālika adnā ay ya`tụ bisy-syahādati 'alā waj-hihā au yakhāfū an turadda aimānum ba'da aimānihim wattaqullāha wasma'ụ wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn
108. Dengan cara itu mereka lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya dan mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
109. (Ingatlah) pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul lalu Dia bertanya (kepada mereka) “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?” Mereka (para rasul) menjawab “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
iż qālallāhu yā 'īsabna maryamażkur ni'matī 'alaika wa 'alā wālidatik iż ayyattuka birụḥil-qudus tukallimun-nāsa fil-mahdi wa kahlā wa iż 'allamtukal-kitāba wal-ḥikmata wat-taurāta wal-injīl wa iż takhluqu minaṭ-ṭīni kahai`atiṭ-ṭairi bi`iżnī fa tanfukhu fīhā fa takụnu ṭairam bi`iżnī wa tubri`ul-akmaha wal-abraṣa bi`iżnī wa iż tukhrijul-mautā bi`iżnī wa iż kafaftu banī isrā`īla 'angka iż ji`tahum bil-bayyināti fa qālallażīna kafarụ min-hum in hāżā illā siḥrum mubīn
110. Dan ingatlah ketika Allah berfirman “Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu (juga) Hikmah Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku kemudian engkau meniupnya lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuhmu) di kala waktu engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
wa iż auḥaitu ilal-ḥawāriyyīna an āminụ bī wa birasụlī qālū āmannā wasy-had bi`annanā muslimụn
111. Dan (ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku.” Mereka menjawab “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim).”
iż qālal-ḥawāriyyụna yā 'īsabna maryama hal yastaṭī'u rabbuka ay yunazzila 'alainā mā`idatam minas-samā` qālattaqullāha ing kuntum mu`minīn
112. (Ingatlah) ketika pengikut-pengikut Isa yang setia berkata “Wahai Isa putra Maryam! Bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab “Bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.”
qālụ nurīdu an na`kula min-hā wa taṭma`inna qulụbunā wa na'lama ang qad ṣadaqtanā wa nakụna 'alaihā minasy-syāhidīn
113. Mereka berkata “Kami ingin memakan hidangan itu agar tenteram hati kami dan agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan itu).”
qāla 'īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil 'alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā 'īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn
114. Isa putra Maryam berdoa “Ya Tuhan kami turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”
qālallāhu innī munazziluhā 'alaikum fa may yakfur ba'du mingkum fa innī u'ażżibuhụ 'ażābal lā u'ażżibuhū aḥadam minal-'ālamīn
115. Allah berfirman “Sungguh Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah (turun hidangan) itu maka sungguh Aku akan mengazabnya dengan azab yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia (seluruh alam).”
wa iż qālallāhu yā 'īsabna maryama a anta qulta lin-nāsittakhiżụnī wa ummiya ilāhaini min dụnillāh qāla sub-ḥānaka mā yakụnu lī an aqụla mā laisa lī biḥaqq ing kuntu qultuhụ fa qad 'alimtah ta'lamu mā fī nafsī wa lā a'lamu mā fī nafsik innaka anta 'allāmul-guyụb
116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman “Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?” (Isa) menjawab “Mahasuci Engkau tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
mā qultu lahum illā mā amartanī bihī ani'budullāha rabbī wa rabbakum wa kuntu 'alaihim syahīdam mā dumtu fīhim fa lammā tawaffaitanī kunta antar-raqība 'alaihim wa anta 'alā kulli syai`in syahīd
117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu) “Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
in tu'ażżib-hum fa innahum 'ibāduk wa in tagfir lahum fa innaka antal-'azīzul-ḥakīm
118. Jika Engkau menyiksa mereka maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan jika Engkau mengampuni mereka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.”
qālallāhu hāżā yaumu yanfa'uṣ-ṣādiqīna ṣidquhum lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-h żālikal-fauzul-'aẓīm
119. Allah berfirman “Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.”
1. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menjadikan gelap dan terang namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.
huwallażī khalaqakum min ṭīnin ṡumma qaḍā ajalā wa ajalum musamman 'indahụ ṡumma antum tamtarụn
2. Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu) dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya.
wa huwallāhu fis-samāwāti wa fil-arḍ ya'lamu sirrakum wa jahrakum wa ya'lamu mā taksibụn
3. Dan Dialah Allah (yang disembah) di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan.
fa qad każżabụ bil-ḥaqqi lammā jā`ahum fa saufa ya`tīhim ambā`u mā kānụ bihī yastahzi`ụn
5. Sungguh mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur'an) ketika sampai kepada mereka maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
a lam yarau kam ahlaknā ming qablihim ming qarnim makkannāhum fil-arḍi mā lam numakkil lakum wa arsalnas-samā`a 'alaihim midrāraw wa ja'alnal-an-hāra tajrī min taḥtihim fa ahlaknāhum biżunụbihim wa ansya`nā mim ba'dihim qarnan ākharīn
6. Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.
walau nazzalnā 'alaika kitāban fī qirṭāsin fa lamasụhu bi`aidīhim laqālallażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn
7. Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas sehingga mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri niscaya orang-orang kafir itu akan berkata “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
wa qālụ lau lā unzila 'alaihi malak walau anzalnā malakal laquḍiyal-amru ṡumma lā yunẓarụn
8. Dan mereka berkata “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?” Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya) tentu selesailah urusan itu tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun).
walau ja'alnāhu malakal laja'alnāhu rajulaw wa lalabasnā 'alaihim mā yalbisụn
9. Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
wa laqadistuhzi`a birusulim ming qablika fa ḥāqa billażīna sakhirụ min-hum mā kānụ bihī yastahzi`ụn
10. Dan sungguh beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan olok-olokan mereka.
12. Katakanlah (Muhammad) “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya mereka itu tidak beriman.
qul agairallāhi attakhiżu waliyyan fāṭiris-samāwāti wal-arḍi wa huwa yuṭ'imu wa lā yuṭ'am qul innī umirtu an akụna awwala man aslama wa lā takụnanna minal-musyrikīn
14. Katakanlah (Muhammad) “Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?” Katakanlah “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah) dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”
wa iy yamsaskallāhu biḍurrin fa lā kāsyifa lahū illā huw wa iy yamsaska bikhairin fa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr
17. Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
qul ayyu syai`in akbaru syahādah qulillāh syahīdum bainī wa bainakum wa ụḥiya ilayya hāżal-qur`ānu li`unżirakum bihī wa mam balag a innakum latasy-hadụna anna ma'allāhi ālihatan ukhrā qul lā asy-had qul innamā huwa ilāhuw wāḥiduw wa innanī barī`um mimmā tusyrikụn
19. Katakanlah (Muhammad) “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah “Allah Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur'an kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?” Katakanlah “Aku tidak dapat bersaksi.” Katakanlah “Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).”
20. Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
wa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi każiban au każżaba bi`āyātih innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn
21. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.
wa yauma naḥsyuruhum jamī'an ṡumma naqụlu lillażīna asyrakū aina syurakā`ukumullażīna kuntum taz'umụn
22. Dan (ingatlah) pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah “Di manakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu sangka (sekutu-sekutu Kami)?”
wa min-hum may yastami'u ilaīk wa ja'alnā 'alā qulụbihim akinnatan ay yafqahụhu wa fī āżānihim waqrā wa iy yarau kulla āyatil lā yu`minụ bihā ḥattā iżā jā`ụka yujādilụnaka yaqụlullażīna kafarū in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn
25. Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad) dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran) mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu orang-orang kafir itu berkata “Ini (Al-Qur'an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”
wa hum yan-hauna 'an-hu wa yan`auna 'an-h wa iy yuhlikụna illā anfusahum wa mā yasy'urụn
26. Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri sedang mereka tidak menyadari.
walau tarā iż wuqifụ 'alan-nāri fa qālụ yā laitanā nuraddu wa lā nukażżiba bi`āyāti rabbinā wa nakụna minal-mu`minīn
27. Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka mereka berkata “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman.”
bal badā lahum mā kānụ yukhfụna ming qabl walau ruddụ la'ādụ limā nuhụ 'an-hu wa innahum lakāżibụn
28. Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.
walau tarā iż wuqifụ 'alā rabbihim qāla a laisa hāżā bil-ḥaqq qālụ balā wa rabbinā qāla fa żụqul-'ażāba bimā kuntum takfurụn
30. Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang mengharukan). Dia berfirman “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab “Sungguh benar demi Tuhan kami.” Dia berfirman “Rasakanlah azab ini karena dahulu kamu mengingkarinya.”
31. Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba mereka berkata “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu” sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu.
wa mal-ḥayātud-dun-yā illā la'ibuw wa lahw wa lad-dārul-ākhiratu khairul lillażīna yattaqụn a fa lā ta'qilụn
32. Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
qad na'lamu innahụ layaḥzunukallażī yaqụlụna fa innahum lā yukażżibụnaka wa lākinnaẓ-ẓālimīna bi`āyātillāhi yaj-ḥadụn
33. Sungguh Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad) (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
wa laqad kużżibat rusulum ming qablika fa ṣabarụ 'alā mā kużżibụ wa ụżụ ḥattā atāhum naṣrunā wa lā mubaddila likalimātillāh wa laqad jā`aka min naba`il-mursalīn
34. Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.
wa ing kāna kabura 'alaika i'rāḍuhum fa inistaṭa'ta an tabtagiya nafaqan fil-arḍi au sullaman fis-samā`i fa ta`tiyahum bi`āyah walau syā`allāhu lajama'ahum 'alal-hudā fa lā takụnanna minal-jāhilīn
35. Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad) maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh.
36. Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah) dan orang-orang yang mati kelak akan dibangkitkan oleh Allah kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
wa qālụ lau lā nuzzila 'alaihi āyatum mir rabbih qul innallāha qādirun 'alā ay yunazzila āyataw wa lākinna akṡarahum lā ya'lamụn
37. Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah “Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”
wa mā min dābbatin fil-arḍi wa lā ṭā`iriy yaṭīru bijanāḥaihi illā umamun amṡālukum mā farraṭnā fil-kitābi min syai`in ṡumma ilā rabbihim yuḥsyarụn
38. Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.
wallażīna każżabụ bi`āyātinā ṣummuw wa bukmun fiẓ-ẓulumāt may yasya`illāhu yuḍlil-hu wa may yasya` yaj'al-hu 'alā ṣirāṭim mustaqīm
39. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan) niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk) niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.
qul a ra`aitakum in atākum 'ażābullāhi au atatkumus-sā'atu a gairallāhi tad'ụn ing kuntum ṣādiqīn
40. Katakanlah (Muhammad) “Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu atau hari Kiamat sampai kepadamu apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah jika kamu orang yang benar!”
bal iyyāhu tad'ụna fa yaksyifu mā tad'ụna ilaihi in syā`a wa tansauna mā tusyrikụn
41. (Tidak) hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).
wa laqad arsalnā ilā umamim ming qablika fa akhażnāhum bil-ba`sā`i waḍ-ḍarrā`i la'allahum yataḍarra'ụn
42. Dan sungguh Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.
falau lā iż jā`ahum ba`sunā taḍarra'ụ wa lāking qasat qulụbuhum wa zayyana lahumusy-syaiṭānu mā kānụ ya'malụn
43. Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
44. Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka Kami siksa mereka secara tiba-tiba maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
qul a ra`aitum in akhażallāhu sam'akum wa abṣārakum wa khatama 'alā qulụbikum man ilāhun gairullāhi ya`tīkum bih unẓur kaifa nuṣarriful-āyāti ṡumma hum yaṣdifụn
46. Katakanlah (Muhammad) “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami) tetapi mereka tetap berpaling.
qul a ra`aitakum in atākum 'ażābullāhi bagtatan au jahratan hal yuhlaku illal-qaumuẓ-ẓālimụn
47. Katakanlah (Muhammad) “Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?”
wa mā nursilul-mursalīna illā mubasysyirīna wa munżirīn fa man āmana wa aṣlaḥa fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
48. Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
qul lā aqụlu lakum 'indī khazā`inullāhi wa lā a'lamul-gaiba wa lā aqụlu lakum innī malak in attabi'u illā mā yụḥā ilayy qul hal yastawil-a'mā wal-baṣīr a fa lā tatafakkarụn
50. Katakanlah (Muhammad) “Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”
wa anżir bihillażīna yakhāfụna ay yuḥsyarū ilā rabbihim laisa lahum min dụnihī waliyyuw wa lā syafī'ul la'allahum yattaqụn
51. Peringatkanlah dengannya (Al-Qur'an) itu kepada orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat) tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah agar mereka bertakwa.
wa lā taṭrudillażīna yad'ụna rabbahum bil-gadāti wal-'asyiyyi yurīdụna waj-hah mā 'alaika min ḥisābihim min syai`iw wa mā min ḥisābika 'alaihim min syai`in fa taṭrudahum fa takụna minaẓ-ẓālimīn
52. Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim.
wa każālika fatannā ba'ḍahum biba'ḍil liyaqụlū a hā`ulā`i mannallāhu 'alaihim mim baininā a laisallāhu bi`a'lama bisy-syākirīn
53. Demikianlah Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin) agar mereka (orang yang kaya itu) berkata “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?” (Allah berfirman) “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?”
wa iżā jā`akallażīna yu`minụna bi`āyātinā fa qul salāmun 'alaikum kataba rabbukum 'alā nafsihir-raḥmata annahụ man 'amila mingkum sū`am bijahālatin ṡumma tāba mim ba'dihī wa aṣlaḥa fa annahụ gafụrur raḥīm
54. Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu maka katakanlah “Salamun ‘alaikum (selamat sejahtera untuk kamu).” Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya (yaitu) barang-siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri maka Dia Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa każālika nufaṣṣilul-āyāti wa litastabīna sabīlul-mujrimīn
55. Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur'an (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.
qul innī nuhītu an a'budallażīna tad'ụna min dụnillāh qul lā attabi'u ahwā`akum qad ḍalaltu iżaw wa mā ana minal-muhtadīn
56. Katakanlah (Muhammad) “Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah.” Katakanlah “Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian sungguh tersesatlah aku dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk.”
qul innī 'alā bayyinatim mir rabbī wa każżabtum bih mā 'indī mā tasta'jilụna bih inil-ḥukmu illā lillāh yaquṣṣul-ḥaqqa wa huwa khairul-fāṣilīn
57. Katakanlah (Muhammad) “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.”
qul lau anna 'indī mā tasta'jilụna bihī laquḍiyal-amru bainī wa bainakum wallāhu a'lamu biẓ-ẓālimīn
58. Katakanlah (Muhammad) “Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
wa 'indahụ mafātiḥul-gaibi lā ya'lamuhā illā huw wa ya'lamu mā fil-barri wal-baḥr wa mā tasquṭu miw waraqatin illā ya'lamuhā wa lā ḥabbatin fī ẓulumātil-arḍi wa lā raṭbiw wa lā yābisin illā fī kitābim mubīn
59. Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
60. Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
wa huwal-qāhiru fauqa 'ibādihī wa yursilu 'alaikum ḥafaẓah ḥattā iżā jā`a aḥadakumul-mautu tawaffat-hu rusulunā wa hum lā yufarriṭụn
61. Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
ṡumma ruddū ilallāhi maulāhumul-ḥaqq alā lahul-ḥukmu wa huwa asra'ul-ḥāsibīn
62. Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.
qul may yunajjīkum min ẓulumātil-barri wal-baḥri tad'ụnahụ taḍarru'aw wa khufyah la`in anjānā min hāżihī lanakụnanna minasy-syākirīn
63. Katakanlah (Muhammad) “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?” (Dengan mengatakan) “Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”
qulillāhu yunajjīkum min-hā wa ming kulli karbin ṡumma antum tusyrikụn
64. Katakanlah (Muhammad) “Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan namun kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.”
qul huwal-qādiru 'alā ay yab'aṡa 'alaikum 'ażābam min fauqikum au min taḥti arjulikum au yalbisakum syiya'aw wa yużīqa ba'ḍakum ba`sa ba'ḍ unẓur kaifa nuṣarriful-āyāti la'allahum yafqahụn
65. Katakanlah (Muhammad) “Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).
wa iżā ra`aitallażīna yakhụḍụna fī āyātinā fa a'riḍ 'an-hum ḥattā yakhụḍụ fī ḥadīṡin gairih wa immā yunsiyannakasy-syaiṭānu fa lā taq'ud ba'daż-żikrā ma'al-qaumiẓ-ẓālimīn
68. Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini) setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.
wa mā 'alallażīna yattaqụna min ḥisābihim min syai`iw wa lākin żikrā la'allahum yattaqụn
69. Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa.
wa żarillażīnattakhażụ dīnahum la'ibaw wa lahwaw wa garrat-humul-ḥayātud-dun-yā wa żakkir bihī an tubsala nafsum bimā kasabat laisa lahā min dụnillāhi waliyyuw wa lā syafī' wa in ta'dil kulla 'adlil lā yu`khaż min-hā ulā`ikallażīna ubsilụ bimā kasabụ lahum syarābum min ḥamīmiw wa 'ażābun alīmum bimā kānụ yakfurụn
70. Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka) karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka) karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena kekafiran mereka dahulu.
qul a nad'ụ min dụnillāhi mā lā yanfa'unā wa lā yaḍurrunā wa nuraddu 'alā a'qābinā ba'da iż hadānallāhu kallażistahwat-husy-syayāṭīnu fil-arḍi ḥairāna lahū aṣ-ḥābuy yad'ụnahū ilal-huda`tinā qul inna hudallāhi huwal-hudā wa umirnā linuslima lirabbil-'ālamīn
71. Katakanlah (Muhammad) “Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang setelah Allah memberi petunjuk kepada kita seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi dalam keadaan kebingungan.” Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan) “Ikutilah kami.” Katakanlah “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam
wa huwallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq wa yauma yaqụlu kun fa yakụn qauluhul-ḥaqq wa lahul-mulku yauma yunfakhu fiṣ-ṣụr 'ālimul-gaibi wasy-syahādati wa huwal-ḥakīmul-khabīr
73. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar) ketika Dia berkata “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Mahabijaksana Mahateliti.
wa iż qāla ibrāhīmu li`abīhi āzara a tattakhiżu aṣnāman ālihah innī arāka wa qaumaka fī ḍalālim mubīn
74. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar ”Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”
wa każālika nurī ibrāhīma malakụtas-samāwāti wal-arḍi wa liyakụna minal-mụqinīn
75. Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
fa lammā janna 'alaihil-lailu ra`ā kaukabā qāla hāżā rabbī fa lammā afala qāla lā uḥibbul-āfilīn
76. Ketika malam telah menjadi gelap dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata “Inilah Tuhanku.” Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata “Aku tidak suka kepada yang terbenam.”
fa lammā ra`al-qamara bāzigang qāla hāżā rabbī fa lammā afala qāla la`il lam yahdinī rabbī la`akụnanna minal-qaumiḍ-ḍāllīn
77. Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata “Inilah Tuhanku.” Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata “Sungguh jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.”
fa lammā ra`asy-syamsa bāzigatang qāla hāżā rabbī hāżā akbar fa lammā afalat qāla yā qaumi innī barī`um mimmā tusyrikụn
78. Kemudian ketika dia melihat matahari terbit dia berkata “Inilah Tuhanku ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari terbenam dia berkata “Wahai kaumku! Sungguh aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”
innī wajjahtu waj-hiya lillażī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfaw wa mā ana minal-musyrikīn
79. Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
wa ḥājjahụ qaumuh qāla a tuḥājjūnnī fillāhi wa qad hadān wa lā akhāfu mā tusyrikụna bihī illā ay yasyā`a rabbī syai`ā wasi'a rabbī kulla syai`in 'ilmā a fa lā tatażakkarụn
80. Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata “Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu persekutukan dengan Allah kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?
wa kaifa akhāfu mā asyraktum wa lā takhāfụna annakum asyraktum billāhi mā lam yunazzil bihī 'alaikum sulṭānā fa ayyul-farīqaini aḥaqqu bil-amn ing kuntum ta'lamụn
81. Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah) padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka) jika kamu mengetahui?”
allażīna āmanụ wa lam yalbisū īmānahum biẓulmin ulā`ika lahumul-amnu wa hum muhtadụn
82. Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.
wa tilka ḥujjatunā ātaināhā ibrāhīma 'alā qaumih narfa'u darajātim man nasyā` inna rabbaka ḥakīmun 'alīm
83. Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana Maha Mengetahui.
wa wahabnā lahū is-ḥāqa wa ya'qụb kullan hadainā wa nụḥan hadainā ming qablu wa min żurriyyatihī dāwụda wa sulaimāna wa ayyụba wa yụsufa wa mụsā wa hārụn wa każālika najzil-muḥsinīn
84. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud Sulaiman Ayyub Yusuf Musa dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik
wa min ābā`ihim wa żurriyyātihim wa ikhwānihim wajtabaināhum wa hadaināhum ilā ṣirāṭim mustaqīm
87. (dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus.
żālika hudallāhi yahdī bihī may yasyā`u min 'ibādih walau asyrakụ laḥabiṭa 'an-hum mā kānụ ya'malụn
88. Itulah petunjuk Allah dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.
ulā`ikallażīna ātaināhumul-kitāba wal-ḥukma wan-nubuwwah fa iy yakfur bihā hā`ulā`i fa qad wakkalnā bihā qaumal laisụ bihā bikāfirīn
89. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya.
ulā`ikallażīna hadallāhu fa bihudāhumuqtadih qul lā as`alukum 'alaihi ajrā in huwa illā żikrā lil-'ālamīn
90. Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad) “Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur'an).” Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.
wa mā qadarullāha ḥaqqa qadrihī iż qālụ mā anzalallāhu 'alā basyarim min syaī` qul man anzalal-kitāballażī jā`a bihī mụsā nụraw wa hudal lin-nāsi taj'alụnahụ qarāṭīsa tubdụnahā wa tukhfụna kaṡīrā wa 'ullimtum mā lam ta'lamū antum wa lā ābā`ukum qulillāhu ṡumma żar-hum fī khauḍihim yal'abụn
91. Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Muhammad) “Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.” Katakanlah “Allah-lah (yang menurunkannya)” kemudian (setelah itu) biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
wa hāżā kitābun anzalnāhu mubārakum muṣaddiqullażī baina yadaihi wa litunżira ummal-qurā wa man ḥaulahā wallażīna yu`minụna bil-ākhirati yu`minụna bihī wa hum 'alā ṣalātihim yuḥāfiẓụn
92. Dan ini (Al-Qur'an) Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur'an) dan mereka selalu memelihara salatnya.
wa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi każiban au qāla ụḥiya ilayya wa lam yụḥa ilaihi syai`uw wa mang qāla sa`unzilu miṡla mā anzalallāh walau tarā iżiẓ-ẓālimụna fī gamarātil-mauti wal-malā`ikatu bāsiṭū aidīhim akhrijū anfusakum al-yauma tujzauna 'ażābal-hụni bimā kuntum taqụlụna 'alallāhi gairal-ḥaqqi wa kuntum 'an āyātihī tastakbirụn
93. Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata “Telah diwahyukan kepadaku” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata “Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam kesakitan sakratul maut sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata) “Keluarkanlah nyawamu.” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
wa laqad ji`tumụnā furādā kamā khalaqnākum awwala marratiw wa taraktum mā khawwalnākum warā`a ẓuhụrikum wa mā narā ma'akum syufa'ā`akumullażīna za'amtum annahum fīkum syurakā` laqat taqaṭṭa'a bainakum wa ḍalla 'angkum mā kuntum taz'umụn
94. Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah).
innallāha fāliqul-ḥabbi wan-nawā yukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa mukhrijul-mayyiti minal-ḥayy żālikumullāhu fa annā tu`fakụn
95. Sungguh Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah maka mengapa kamu masih berpaling?
fāliqul-iṣbāḥ wa ja'alal-laila sakanaw wasy-syamsa wal-qamara ḥusbānā żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm
96. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa Maha Mengetahui.
wa huwallażī ja'ala lakumun-nujụma litahtadụ bihā fī ẓulumātil-barri wal-baḥr qad faṣṣalnal-āyāti liqaumiy ya'lamụn
97. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
wa huwallażī ansya`akum min nafsiw wāḥidatin fa mustaqarruw wa mustauda' qad faṣṣalnal-āyāti liqaumiy yafqahụn
98. Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
wa huwallażī anzala minas-samā`i mā`ā fa akhrajnā bihī nabāta kulli syai`in fa akhrajnā min-hu khaḍiran nukhriju min-hu ḥabbam mutarākibā wa minan-nakhli min ṭal'ihā qinwānun dāniyatuw wa jannātim min a'nābiw waz-zaitụna war-rummāna musytabihaw wa gaira mutasyābih unẓurū ilā ṡamarihī iżā aṡmara wa yan'ih inna fī żālikum la`āyātil liqaumiy yu`minụn
99. Dan Dialah yang menurunkan air dari langit lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai dan kebun-kebun anggur dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sungguh pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
wa ja'alụ lillāhi syurakā`al-jinna wa khalaqahum wa kharaqụ lahụ banīna wa banātim bigairi 'ilm sub-ḥānahụ wa ta'ālā 'ammā yaṣifụn
100. Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu Allah padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu) dan mereka berbohong (dengan mengatakan) “Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan” tanpa (dasar) pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
badī'us-samāwāti wal-arḍ annā yakụnu lahụ waladuw wa lam takul lahụ ṣāḥibah wa khalaqa kulla syaī` wa huwa bikulli syai`in 'alīm
101. Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
qad jā`akum baṣā`iru mir rabbikum fa man abṣara fa linafsih wa man 'amiya fa 'alaihā wa mā ana 'alaikum biḥafīẓ
104. Sungguh bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barangsiapa melihat (kebenaran itu) maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu) maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga-(mu).
wa każālika nuṣarriful-āyāti wa liyaqụlụ darasta wa linubayyinahụ liqaumiy ya'lamụn
105. Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami agar orang-orang musyrik mengatakan “Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab)” dan agar Kami menjelaskan Al-Qur'an itu kepada orang-orang yang mengetahui.
walau syā`allāhu mā asyrakụ wa mā ja'alnāka 'alaihim ḥafīẓā wa mā anta 'alaihim biwakīl
107. Dan sekiranya Allah menghendaki niscaya mereka tidak mempersekutukan(-Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula pemelihara mereka.
wa lā tasubbullażīna yad'ụna min dụnillāhi fa yasubbullāha 'adwam bigairi 'ilm każālika zayyannā likulli ummatin 'amalahum ṡumma ilā rabbihim marji'uhum fa yunabbi`uhum bimā kānụ ya'malụn
108. Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
109. Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah “Mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah.” Dan tahukah kamu bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang mereka tidak juga akan beriman.
wa nuqallibu af`idatahum wa abṣārahum kamā lam yu`minụ bihī awwala marratiw wa nażaruhum fī ṭugyānihim ya'mahụn
110. Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an) dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.
walau annanā nazzalnā ilaihimul-malā`ikata wa kallamahumul-mautā wa ḥasyarnā 'alaihim kulla syai`ing qubulam mā kānụ liyu`minū illā ay yasyā`allāhu wa lākinna akṡarahum yaj-halụn
111. Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan) mereka tidak juga akan beriman kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).
wa każālika ja'alnā likulli nabiyyin 'aduwwan syayāṭīnal-insi wal-jinni yụḥī ba'ḍuhum ilā ba'ḍin zukhrufal-qauli gurụrā walau syā`a rabbuka mā fa'alụhu fa żar-hum wa mā yaftarụn
112. Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki niscaya mereka tidak akan melakukannya maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
wa litaṣgā ilaihi af`idatullażīna lā yu`minụna bil-ākhirati wa liyarḍauhu wa liyaqtarifụ mā hum muqtarifụn
113. Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat tertarik kepada bisikan itu dan menyenanginya dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan.
a fagairallāhi abtagī ḥakamaw wa huwallażī anzala ilaikumul-kitāba mufaṣṣalā wallażīna ātaināhumul-kitāba ya'lamụna annahụ munazzalum mir rabbika bil-ḥaqqi fa lā takụnanna minal-mumtarīn
114. Pantaskah aku mencari hakim selain Allah padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri kitab mengetahui benar bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.
wa tammat kalimatu rabbika ṣidqaw wa 'adlā lā mubaddila likalimātih wa huwas-samī'ul-'alīm
115. Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur'an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.
wa in tuṭi' akṡara man fil-arḍi yuḍillụka 'an sabīlillāh iy yattabi'ụna illaẓ-ẓanna wa in hum illā yakhruṣụn
116. Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.
wa mā lakum allā ta`kulụ mimmā żukirasmullāhi 'alaihi wa qad faṣṣala lakum mā ḥarrama 'alaikum illā maḍṭurirtum ilaīh wa inna kaṡīral layuḍillụna bi`ahwā`ihim bigairi 'ilm inna rabbaka huwa a'lamu bil-mu'tadīn
119. Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Dan sungguh banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
wa żarụ ẓāhiral-iṡmi wa bāṭinah innallażīna yaksibụnal-iṡma sayujzauna bimā kānụ yaqtarifụn
120. Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
wa lā ta`kulụ mimmā lam yużkarismullāhi 'alaihi wa innahụ lafisq wa innasy-syayāṭīna layụḥụna ilā auliyā`ihim liyujādilụkum wa in aṭa'tumụhum innakum lamusyrikụn
121. Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka tentu kamu telah menjadi orang musyrik.
a wa mang kāna maitan fa aḥyaināhu wa ja'alnā lahụ nụray yamsyī bihī fin-nāsi kamam maṡaluhụ fiẓ-ẓulumāti laisa bikhārijim min-hā każālika zuyyina lil-kāfirīna mā kānụ ya'malụn
122. Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak sama dengan orang yang berada dalam kegelapan sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan.
wa każālika ja'alnā fī kulli qaryatin akābira mujrimīhā liyamkurụ fīhā wa mā yamkurụna illā bi`anfusihim wa mā yasy'urụn
123. Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.
wa iżā jā`at-hum āyatung qālụ lan nu`mina ḥattā nu`tā miṡla mā ụtiya rusulullāh allāhu a'lamu ḥaiṡu yaj'alu risālatah sayuṣībullażīna ajramụ ṣagārun 'indallāhi wa 'ażābun syadīdum bimā kānụ yamkurụn
124. Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka mereka berkata “Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.
fa may yuridillāhu ay yahdiyahụ yasyraḥ ṣadrahụ lil-islām wa may yurid ay yuḍillahụ yaj'al ṣadrahụ ḍayyiqan ḥarajang ka`annamā yaṣṣa''adu fis-samā` każālika yaj'alullāhur-rijsa 'alallażīna lā yu`minụn
125. Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk) Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat Dia jadikan dadanya sempit dan sesak seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
128. Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman) “Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia.” Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata “Ya Tuhan kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang.” Allah berfirman “Nerakalah tempat kamu selama-lamanya kecuali jika Allah menghendaki lain.” Sungguh Tuhanmu Mahabijaksana Maha Mengetahui.
yā ma'syaral-jinni wal-insi a lam ya`tikum rusulum mingkum yaquṣṣụna 'alaikum āyātī wa yunżirụnakum liqā`a yaumikum hāżā qālụ syahidnā 'alā anfusinā wa garrat-humul-ḥayātud-dun-yā wa syahidụ 'alā anfusihim annahum kānụ kāfirīn
130. Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab “(Ya) kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
żālika al lam yakur rabbuka muhlikal-qurā biẓulmiw wa ahluhā gāfilụn
131. Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim sedang penduduknya dalam keadaan lengah (belum tahu).
wa rabbukal-ganiyyu żur-raḥmah iy yasya` yuż-hibkum wa yastakhlif mim ba'dikum mā yasyā`u kamā ansya`akum min żurriyyati qaumin ākharīn
133. Dan Tuhanmu Mahakaya penuh rahmat. Jika Dia menghendaki Dia akan memusnahkan kamu dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain.
qul yā qaumi'malụ 'alā makānatikum innī 'āmil fa saufa ta'lamụna man takụnu lahụ 'āqibatud-dār innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn
135. Katakanlah (Muhammad) “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
wa ja'alụ lillāhi mimmā żara`a minal-ḥarṡi wal-an'āmi naṣīban fa qālụ hāżā lillāhi biza'mihim wa hāżā lisyurakā`inā fa mā kāna lisyurakā`ihim fa lā yaṣilu ilallāh wa mā kāna lillāhi fa huwa yaṣilu ilā syurakā`ihim sā`a mā yaḥkumụn
136. Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka “Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.” Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.
wa każālika zayyana likaṡīrim minal-musyrikīna qatla aulādihim syurakā`uhum liyurdụhum wa liyalbisụ 'alaihim dīnahum walau syā`allāhu mā fa'alụhu fa żar-hum wa mā yaftarụn
137. Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
wa qālụ hāżihī an'āmuw wa ḥarṡun ḥijrul lā yaṭ'amuhā illā man nasyā`u biza'mihim wa an'āmun ḥurrimat ẓuhụruhā wa an'āmul lā yażkurụnasmallāhi 'alaihaftirā`an 'alaīh sayajzīhim bimā kānụ yaftarụn
138. Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka) “Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang tidak boleh dimakan kecuali oleh orang yang kami kehendaki.” Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.
wa qālụ mā fī buṭụni hāżihil-an'āmi khāliṣatul liżukụrinā wa muḥarramun 'alā azwājinā wa iy yakum maitatan fa hum fīhi syurakā` sayajzīhim waṣfahum innahụ ḥakīmun 'alīm
139. Dan mereka berkata (pula) “Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami haram bagi istri-istri kami.” Dan jika yang dalam perut itu (dilahirkan) mati maka semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana Maha Mengetahui.
qad khasirallażīna qatalū aulādahum safaham bigairi 'ilmiw wa ḥarramụ mā razaqahumullāhuftirā`an 'alallāh qad ḍallụ wa mā kānụ muhtadīn
140. Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.
wa huwallażī ansya`a jannātim ma'rụsyātiw wa gaira ma'rụsyātiw wan-nakhla waz-zar'a mukhtalifan ukuluhụ waz-zaitụna war-rummāna mutasyābihaw wa gaira mutasyābih kulụ min ṡamarihī iżā aṡmara wa ātụ ḥaqqahụ yauma ḥaṣādihī wa lā tusrifụ innahụ lā yuḥibbul-musrifīn
141. Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat pohon kurma tanaman yang beraneka ragam rasanya zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan
wa minal-an'āmi ḥamụlataw wa farsyā kulụ mimmā razaqakumullāhu wa lā tattabi'ụ khuṭuwātisy-syaiṭān innahụ lakum 'aduwwum mubīn
142. dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu
ṡamāniyata azwāj minaḍ-ḍa`niṡnaini wa minal-ma'ziṡnaīn qul āż-żakaraini ḥarrama amil-unṡayaini ammasytamalat 'alaihi ar-ḥāmul-unṡayaīn nabbi`ụnī bi'ilmin ing kuntum ṣādiqīn
143. ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah “Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar.”
wa minal-ibiliṡnaini wa minal-baqariṡnaīn qul āż-żakaraini ḥarrama amil-unṡayaini ammasytamalat 'alaihi ar-ḥāmul-unṡayaīn am kuntum syuhadā`a iż waṣṣākumullāhu bihāżā fa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi każibal liyuḍillan-nāsa bigairi 'ilm innallāha lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
144. Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah “Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
qul lā ajidu fī mā ụḥiya ilayya muḥarraman 'alā ṭā'imiy yaṭ'amuhū illā ay yakụna maitatan au damam masfụḥan au laḥma khinzīrin fa innahụ rijsun au fisqan uhilla ligairillāhi bih fa maniḍṭurra gaira bāgiw wa lā 'ādin fa inna rabbaka gafụrur raḥīm
145. Katakanlah “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya kecuali daging hewan yang mati (bangkai) darah yang mengalir daging babi – karena semua itu kotor – atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh Tuhanmu Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa 'alallażīna hādụ ḥarramnā kulla żī ẓufur wa minal-baqari wal-ganami ḥarramnā 'alaihim syuḥụmahumā illā mā ḥamalat ẓuhụruhumā awil-ḥawāyā au makhtalaṭa bi'aẓm żālika jazaināhum bibagyihim wa innā laṣādiqụn
146. Dan kepada orang-orang Yahudi Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba kecuali yang melekat di punggungnya atau yang dalam isi perutnya atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh Kami Mahabenar.
fa ing każżabụka fa qur rabbukum żụ raḥmatiw wāsi'ah wa lā yuraddu ba`suhụ 'anil-qaumil-mujrimīn
147. Maka jika mereka mendustakan kamu katakanlah “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas dan siksa-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan.”
sayaqụlullażīna asyrakụ lau syā`allāhu mā asyraknā wa lā ābā`unā wa lā ḥarramnā min syaī` każālika każżaballażīna ming qablihim ḥattā żāqụ ba`sanā qul hal 'indakum min 'ilmin fa tukhrijụhu lanā in tattabi'ụna illaẓ-ẓanna wa in antum illā takhruṣụn
148. Orang-orang musyrik akan berkata “Jika Allah menghendaki tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya begitu pula nenek moyang kami dan kami tidak akan mengharamkan apa pun.” Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Muhammad) “Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka dan kamu hanya mengira.”
qul halumma syuhadā`akumullażīna yasy-hadụna annallāha ḥarrama hāżā fa in syahidụ fa lā tasy-had ma'ahum wa lā tattabi' ahwā`allażīna każżabụ bi`āyātinā wallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati wa hum birabbihim ya'dilụn
150. Katakanlah (Muhammad) “Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini.” Jika mereka memberikan kesaksian engkau jangan (ikut pula) memberikan kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan mereka mempersekutukan Tuhan.
qul ta'ālau atlu mā ḥarrama rabbukum 'alaikum allā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānā wa lā taqtulū aulādakum min imlāq naḥnu narzuqukum wa iyyāhum wa lā taqrabul-fawāḥisya mā ẓahara min-hā wa mā baṭan wa lā taqtulun-nafsallatī ḥarramallāhu illā bil-ḥaqq żālikum waṣṣākum bihī la'allakum ta'qilụn
151. Katakanlah (Muhammad) “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun berbuat baik kepada ibu bapak janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.
wa lā taqrabụ mālal-yatīmi illā billatī hiya aḥsanu ḥattā yabluga asyuddah wa auful-kaila wal-mīzāna bil-qisṭ lā nukallifu nafsan illā wus'ahā wa iżā qultum fa'dilụ walau kāna żā qurbā wa bi'ahdillāhi aufụ żālikum waṣṣākum bihī la'allakum tażakkarụn
152. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara bicaralah sejujurnya sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”
wa anna hāżā ṣirāṭī mustaqīman fattabi'ụh wa lā tattabi'us-subula fa tafarraqa bikum 'an sabīlih żālikum waṣṣākum bihī la'allakum tattaqụn
153. Dan sungguh inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.
ṡumma ātainā mụsal-kitāba tamāman 'alallażī aḥsana wa tafṣīlal likulli syai`iw wa hudaw wa raḥmatal la'allahum biliqā`i rabbihim yu`minụn
154. Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya.
an taqụlū innamā unzilal-kitābu 'alā ṭā`ifataini ming qablinā wa ing kunnā 'an dirāsatihim lagāfilīn
156. (Kami turunkan Al-Qur'an itu) agar kamu (tidak) mengatakan “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca”
au taqụlụ lau annā unzila 'alainal-kitābu lakunnā ahdā min-hum fa qad jā`akum bayyinatum mir rabbikum wa hudaw wa raḥmah fa man aẓlamu mim mang każżaba bi`āyātillāhi wa ṣadafa 'an-hā sanajzillażīna yaṣdifụna 'an āyātinā sū`al-'ażābi bimā kānụ yaṣdifụn
157. atau agar kamu (tidak) mengatakan “Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka.” Sungguh telah datang kepadamu penjelasan yang nyata petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras karena mereka selalu berpaling.
hal yanẓurụna illā an ta`tiyahumul-malā`ikatu au ya`tiya rabbuka au ya`tiya ba'ḍu āyāti rabbik yauma ya`tī ba'ḍu āyāti rabbika lā yanfa'u nafsan īmānuhā lam takun āmanat ming qablu au kasabat fī īmānihā khairā qulintaẓirū innā muntaẓirụn
158. Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka atau kedatangan Tuhanmu atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah “Tunggulah! Kami pun menunggu.”
innallażīna farraqụ dīnahum wa kānụ syiya'al lasta min-hum fī syaī` innamā amruhum ilallāhi ṡumma yunabbi`uhum bimā kānụ yaf'alụn
159. Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.
man jā`a bil-ḥasanati fa lahụ 'asyru amṡālihā wa man jā`a bis-sayyi`ati fa lā yujzā illā miṡlahā wa hum lā yuẓlamụn
160. Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).
161. Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus agama yang benar agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.”
qul a gairallāhi abgī rabbaw wa huwa rabbu kulli syaī` wa lā taksibu kullu nafsin illā 'alaihā wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā ṡumma ilā rabbikum marji'ukum fa yunabbi`ukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn
164. Katakanlah (Muhammad) “Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.”
wa huwallażī ja'alakum khalā`ifal-arḍi wa rafa'a ba'ḍakum fauqa ba'ḍin darajātil liyabluwakum fī mā ātākum inna rabbaka sarī'ul-'iqābi wa innahụ lagafụrur raḥīm
165. Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh Dia Maha Pengampun Maha Penyayang.
kitābun unzila ilaika fa lā yakun fī ṣadrika ḥarajum min-hu litunżira bihī wa żikrā lil-mu`minīn
2. (Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman.
wa kam ming qaryatin ahlaknāhā fa jā`ahā ba`sunā bayātan au hum qā`ilụn
4. Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan siksaan Kami datang (menimpa penduduk)nya pada malam hari atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.
wa man khaffat mawāzīnuhụ fa ulā`ikallażīna khasirū anfusahum bimā kānụ bi`āyātinā yaẓlimụn
9. dan barangsiapa ringan timbangan (kebaikan)nya maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.
wa laqad khalaqnākum ṡumma ṣawwarnākum ṡumma qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīs lam yakum minas-sājidīn
11. Dan sungguh Kami telah menciptakan kamu kemudian membentuk (tubuh)mu kemudian Kami berfirman kepada para malaikat “Bersujudlah kamu kepada Adam” maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.
qāla mā mana'aka allā tasjuda iż amartuk qāla ana khairum min-h khalaqtanī min nāriw wa khalaqtahụ min ṭīn
12. (Allah) berfirman “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
qāla fahbiṭ min-hā fa mā yakụnu laka an tatakabbara fīhā fakhruj innaka minaṣ-ṣāgirīn
13. (Allah) berfirman “Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”
قَالَ اَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
qāla anẓirnī ilā yaumi yub'aṡụn
14. (Iblis) menjawab “Berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan.”
قَالَ اِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ
qāla innaka minal-munẓarīn
15. (Allah) berfirman “Benar kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.”
ṡumma la`ātiyannahum mim baini aidīhim wa min khalfihim wa 'an aimānihim wa 'an syamā`ilihim wa lā tajidu akṡarahum syākirīn
17. kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan dari belakang dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
18. (Allah) berfirman “Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka ada yang mengikutimu pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua.”
wa yā ādamuskun anta wa zaujukal-jannata fa kulā min ḥaiṡu syi`tumā wa lā taqrabā hāżihisy-syajarata fa takụnā minaẓ-ẓālimīn
19. Dan (Allah berfirman) “Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.”
fa waswasa lahumasy-syaiṭānu liyubdiya lahumā mā wụriya 'an-humā min sau`ātihimā wa qāla mā nahākumā rabbukumā 'an hāżihisy-syajarati illā an takụnā malakaini au takụnā minal-khālidīn
20. Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata “Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).”
fa dallāhumā bigurụr fa lammā żāqasy-syajarata badat lahumā sau`ātuhumā wa ṭafiqā yakhṣifāni 'alaihimā miw waraqil-jannah wa nādāhumā rabbuhumā a lam an-hakumā 'an tilkumasy-syajarati wa aqul lakumā innasy-syaiṭāna lakumā 'aduwwum mubīn
22. dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu tampaklah oleh mereka auratnya maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
qālā rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn
23. Keduanya berkata “Ya Tuhan kami kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
qālahbiṭụ ba'ḍukum liba'ḍin 'aduww wa lakum fil-arḍi mustaqarruw wa matā'un ilā ḥīn
24. (Allah) berfirman “Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan.”
yā banī ādama qad anzalnā 'alaikum libāsay yuwārī sau`ātikum warīsyā wa libāsut-taqwā żālika khaīr żālika min āyātillāhi la'allahum yażżakkarụn
26. Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah mudah-mudahan mereka ingat.
yā banī ādama lā yaftinannakumusy-syaiṭānu kamā akhraja abawaikum minal-jannati yanzi'u 'an-humā libāsahumā liyuriyahumā sau`ātihimā innahụ yarākum huwa wa qabīluhụ min ḥaiṡu lā taraunahum innā ja'alnasy-syayāṭīna auliyā`a lillażīna lā yu`minụn
27. Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
28. Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji mereka berkata “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah “Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji. Mengapa kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?”
29. Katakanlah “Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula.
farīqan hadā wa farīqan ḥaqqa 'alaihimuḍ-ḍalālah innahumuttakhażusy-syayāṭīna auliyā`a min dụnillāhi wa yaḥsabụna annahum muhtadụn
30. Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.
yā banī ādama khużụ zīnatakum 'inda kulli masjidiw wa kulụ wasyrabụ wa lā tusrifụ innahụ lā yuḥibbul-musrifīn
31. Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
32. Katakanlah (Muhammad) “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah “Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.
qul innamā ḥarrama rabbiyal-fawāḥisya mā ẓahara min-hā wa mā baṭana wal-iṡma wal-bagya bigairil-ḥaqqi wa an tusyrikụ billāhi mā lam yunazzil bihī sulṭānaw wa an taqụlụ 'alallāhi mā lā ta'lamụn
33. Katakanlah (Muhammad) “Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi perbuatan dosa perbuatan zalim tanpa alasan yang benar dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
yā banī ādama immā ya`tiyannakum rusulum mingkum yaquṣṣụna 'alaikum āyātī fa manittaqā wa aṣlaḥa fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
35. Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu maka barangsiapa bertakwa dan mengadakan perbaikan maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
fa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi każiban au każżaba bi`āyātih ulā`ika yanaluhum naṣībuhum minal-kitāb ḥattā iżā jā`at-hum rusulunā yatawaffaunahum qālū aina mā kuntum tad'ụna min dụnillāh qālụ ḍallụ 'annā wa syahidụ 'alā anfusihim annahum kānụ kāfirīn
37. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan dalam Kitab sampai datang para utusan (malaikat) Kami kepada mereka untuk mencabut nyawanya. Mereka (para malaikat) berkata “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang musyrik) menjawab “Semuanya telah lenyap dari kami.” Dan mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
qāladkhulụ fī umaming qad khalat ming qablikum minal-jinni wal-insi fin-nāri kullamā dakhalat ummatul la'anat ukhtahā ḥattā iżad dārakụ fīhā jamī'ang qālat ukhrāhum li`ụlāhum rabbanā hā`ulā`i aḍallụnā fa ātihim 'ażāban ḍi'fam minan-nār qāla likullin ḍi'fuw wa lākil lā ta'lamụn
38. Allah berfirman “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk dia melaknat saudaranya sehingga apabila mereka telah masuk semuanya berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu “Ya Tuhan kami mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka” Allah berfirman “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda tapi kamu tidak mengetahui.”
wa qālat ụlāhum li`ukhrāhum fa mā kāna lakum 'alainā min faḍlin fa żụqul-'ażāba bimā kuntum taksibụn
39. Dan orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.”
innallażīna każżabụ bi`āyātinā wastakbarụ 'an-hā lā tufattaḥu lahum abwābus-samā`i wa lā yadkhulụnal-jannata ḥattā yalijal-jamalu fī sammil-khiyāṭ wa każālika najzil-mujrimīn
40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka dan mereka tidak akan masuk surga sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.
lahum min jahannama mihāduw wa min fauqihim gawāsy wa każālika najziẓ-ẓālimīn
41. Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
42. Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya
wa naza'nā mā fī ṣudụrihim min gillin tajrī min taḥtihimul-an-hār wa qālul-ḥamdu lillāhillażī hadānā lihāżā wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh laqad jā`at rusulu rabbinā bil-ḥaqq wa nụdū an tilkumul-jannatu ụriṡtumụhā bimā kuntum ta'malụn
43. dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu karena apa yang telah kamu kerjakan.”
wa nādā aṣ-ḥābul-jannati aṣ-ḥāban-nāri ang qad wajadnā mā wa'adanā rabbunā ḥaqqan fa hal wajattum mā wa'ada rabbukum ḥaqqā qālụ na'am fa ażżana mu`ażżinum bainahum al la'natullāhi 'alaẓ-ẓālimīn
44. Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka “Sungguh kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?” Mereka menjawab “Benar.” Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka “Laknat Allah bagi orang-orang zalim
allażīna yaṣuddụna 'an sabīlillāhi wa yabgụnahā 'iwajā wa hum bil-ākhirati kāfirụn
45. (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat.”
wa bainahumā ḥijāb wa 'alal-a'rāfi rijāluy ya'rifụna kullam bisīmāhum wa nādau aṣ-ḥābal-jannati an salāmun 'alaikum lam yadkhulụhā wa hum yaṭma'ụn
46. Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada tabir dan di atas A‘raf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga “Salamun ‘alaikum” (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk tetapi mereka ingin segera (masuk).
47. Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka mereka berkata “Ya Tuhan kami janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu.”
wa nādā aṣ-ḥābul-a'rāfi rijālay ya'rifụnahum bisīmāhum qālụ mā agnā 'angkum jam'ukum wa mā kuntum tastakbirụn
48. Dan orang-orang di atas A‘raf (tempat yang tertinggi) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tandanya sambil berkata “Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan (ternyata) tidak ada manfaatnya buat kamu.
a hā`ulā`illażīna aqsamtum lā yanaluhumullāhu biraḥmah udkhulul-jannata lā khaufun 'alaikum wa lā antum taḥzanụn
49. Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?” (Allah berfirman) “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu tidak pula akan bersedih hati.”
wa nādā aṣ-ḥābun-nāri aṣ-ḥābal-jannati an afīḍụ 'alainā minal-mā`i au mimmā razaqakumullāh qālū innallāha ḥarramahumā 'alal-kāfirīn
50. Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga “Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab “Sungguh Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir”
allażīnattakhażụ dīnahum lahwaw wa la'ibaw wa garrat-humul-ḥayātud-dun-yā fal-yauma nansāhum kamā nasụ liqā`a yaumihim hāżā wa mā kānụ bi`āyātinā yaj-ḥadụn
51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini (Kiamat) Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.
wa laqad ji`nāhum bikitābin faṣṣalnāhu 'alā 'ilmin hudaw wa raḥmatal liqaumiy yu`minụn
52. Sungguh Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur'an) kepada mereka yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
hal yanẓurụna illā ta`wīlah yauma ya`tī ta`wīluhụ yaqụlullażīna nasụhu ming qablu qad jā`at rusulu rabbinā bil-ḥaqq fa hal lanā min syufa'ā`a fa yasyfa'ụ lanā au nuraddu fa na'mala gairallażī kunnā na'mal qad khasirū anfusahum wa ḍalla 'an-hum mā kānụ yaftarụn
53. Tidakkah mereka hanya menanti-nanti bukti kebenaran (Al-Qur'an) itu. Pada hari bukti kebenaran itu tiba orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata “Sungguh rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?” Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri dan apa yang mereka ada-adakan dahulu telah hilang lenyap dari mereka.
54. Sungguh Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah Tuhan seluruh alam.
wa lā tufsidụ fil-arḍi ba'da iṣlāḥihā wad'ụhu khaufaw wa ṭama'ā inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn
56. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.
wa huwallażī yursilur-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih ḥattā iżā aqallat saḥāban ṡiqālan suqnāhu libaladim mayyitin fa anzalnā bihil-mā`a fa akhrajnā bihī ming kulliṡ-ṡamarāt każālika nukhrijul-mautā la'allakum tażakkarụn
57. Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila angin itu membawa awan mendung Kami halau ke suatu daerah yang tandus lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
58. Dan tanah yang baik tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī fa qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumin 'aẓīm
59. Sungguh Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat).
a wa 'ajibtum an jā`akum żikrum mir rabbikum 'alā rajulim mingkum liyunżirakum wa litattaqụ wa la'allakum tur-ḥamụn
63. Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa sehingga kamu mendapat rahmat?
fa każżabụhu fa anjaināhu wallażīna ma'ahụ fil-fulki wa agraqnallażīna każżabụ bi`āyātinā innahum kānụ qauman 'amīn
64. Maka mereka mendustakannya (Nuh). Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal. Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
wa ilā 'ādin akhāhum hụdā qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh a fa lā tattaqụn
65. Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) Hud saudara mereka. Dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?”
qālal-mala`ullażīna kafarụ ming qaumihī innā lanarāka fī safāhatiw wa innā lanaẓunnuka minal-kāżibīn
66. Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta.”
a wa 'ajibtum an jā`akum żikrum mir rabbikum 'alā rajulim mingkum liyunżirakum ważkurū iż ja'alakum khulafā`a mim ba'di qaumi nụḥiw wa zādakum fil-khalqi baṣṭah fażkurū ālā`allāhi la'allakum tufliḥụn
69. Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri untuk memberi peringatan kepadamu? Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. Maka ingatlah akan nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung. ”
qālū a ji`tanā lina'budallāha waḥdahụ wa nażara mā kāna ya'budu ābā`unā fa`tinā bimā ta'idunā ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
70. Mereka berkata “Apakah kedatanganmu kepada kami agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami jika kamu benar!”
qāla qad waqa'a 'alaikum mir rabbikum rijsuw wa gaḍab a tujādilụnanī fī asmā`in sammaitumụhā antum wa ābā`ukum mā nazzalallāhu bihā min sulṭān fantaẓirū innī ma'akum minal-muntaẓirīn
71. Dia (Hud) menjawab “Sungguh kebencian dan kemurkaan dari Tuhan akan menimpa kamu. Apakah kamu hendak berbantah denganku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu buat sendiri padahal Allah tidak menurunkan keterangan untuk itu? Jika demikian tunggulah! Sesungguhnya aku pun bersamamu termasuk yang menunggu.”
fa anjaināhu wallażīna ma'ahụ biraḥmatim minnā wa qaṭa'nā dābirallażīna każżabụ bi`āyātinā wa mā kānụ mu`minīn
72. Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang beriman.
wa ilā ṡamụda akhāhum ṣāliḥā qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh qad jā`atkum bayyinatum mir rabbikum hāżihī nāqatullāhi lakum āyatan fa żarụhā ta`kul fī arḍillāhi wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum 'ażābun alīm
73. Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah janganlah disakiti nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.”
ważkurū iż ja'alakum khulafā`a mim ba'di 'ādiw wa bawwa`akum fil-arḍi tattakhiżụna min suhụlihā quṣụraw wa tan-ḥitụnal-jibāla buyụtā fażkurū ālā`allāhi wa lā ta'ṡau fil-arḍi mufsidīn
74. Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum ‘Ad dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi.
qālal-mala`ullażīnastakbarụ ming qaumihī lillażīnastuḍ'ifụ liman āmana min-hum a ta'lamụna anna ṣāliḥam mursalum mir rabbih qālū innā bimā ursila bihī mu`minụn
75. Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya “Tahukah kamu bahwa Saleh adalah seorang rasul dari Tuhannya?” Mereka menjawab “Sesungguhnya kami percaya kepada apa yang disampaikannya.”
fa 'aqarun-nāqata wa 'atau 'an amri rabbihim wa qālụ yā ṣāliḥu`tinā bimā ta'idunā ing kunta minal-mursalīn
77. Kemudian mereka sembelih unta betina itu dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata “Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami jika benar engkau salah seorang rasul.”
fa tawallā 'an-hum wa qāla yā qaumi laqad ablagtukum risālata rabbī wa naṣaḥtu lakum wa lākil lā tuḥibbụnan-nāṣiḥīn
79. Kemudian dia (Saleh) pergi meninggalkan mereka sambil berkata “Wahai kaumku! Sungguh aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.”
wa lụṭan iż qāla liqaumihī a ta`tụnal-fāḥisyata mā sabaqakum bihā min aḥadim minal-'ālamīn
80. Dan (Kami juga telah mengutus) Lut ketika dia berkata kepada kaumnya “Mengapa kamu melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini).
wa mā kāna jawāba qaumihī illā ang qālū akhrijụhum ming qaryatikum innahum unāsuy yataṭahharụn
82. Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.”
wa ilā madyana akhāhum syu'aibā qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh qad jā`atkum bayyinatum mir rabbikum fa auful-kaila wal mīzāna wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā`ahum wa lā tufsidụ fil-arḍi ba'da iṣlāḥihā żālikum khairul lakum ing kuntum mu`minīn
85. Dan kepada penduduk Madyan Kami (utus) Syuaib saudara mereka sendiri. Dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman.”
wa lā taq'udụ bikulli ṣirāṭin tụ'idụna wa taṣuddụna 'an sabīlillāhi man āmana bihī wa tabgụnahā 'iwajā ważkurū iż kuntum qalīlan fa kaṡṡarakum wanẓurụ kaifa kāna 'āqibatul-mufsidīn
86. Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
wa ing kāna ṭā`ifatum mingkum āmanụ billażī ursiltu bihī wa ṭā`ifatul lam yu`minụ faṣbirụ ḥattā yaḥkumallāhu bainanā wa huwa khairul-ḥākimīn
87. Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman maka bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dialah hakim yang terbaik.
qālal-mala`ullażīnastakbarụ ming qaumihī lanukhrijannaka yā syu'aibu wallażīna āmanụ ma'aka ming qaryatinā au lata'ụdunna fī millatinā qāla a walau kunnā kārihīn
88. Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri dari kaum Syuaib berkata “Wahai Syuaib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami kecuali engkau kembali kepada agama kami.”Syuaib berkata “Apakah (kamu akan mengusir kami) kendatipun kami tidak suka?
qadiftarainā 'alallāhi każiban in 'udnā fī millatikum ba'da iż najjānallāhu min-hā wa mā yakụnu lanā an na'ụda fīhā illā ay yasyā`allāhu rabbunā wasi'a rabbunā kulla syai`in 'ilmā 'alallāhi tawakkalnā rabbanaftaḥ bainanā wa baina qauminā bil-ḥaqqi wa anta khairul-fātiḥīn
89. Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah jika kami kembali kepada agamamu setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya kecuali jika Allah Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.”
wa qālal-mala`ullażīna kafarụ ming qaumihī la`inittaba'tum syu'aiban innakum iżal lakhāsirụn
90. Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syuaib) yang kafir berkata (kepada sesamanya) “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi.”
92. Orang-orang yang mendustakan Syuaib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syuaib itulah orang-orang yang rugi.
fa tawallā 'an-hum wa qāla yā qaumi laqad ablagtukum risālāti rabbī wa naṣaḥtu lakum fa kaifa āsā 'alā qauming kāfirīn
93. Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata “Wahai kaumku! Sungguh aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?”
wa mā arsalnā fī qaryatim min nabiyyin illā akhażnā ahlahā bil-ba`sā`i waḍ-ḍarrā`i la'allahum yaḍḍarra'ụn
94. Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada sesuatu negeri (lalu penduduknya mendustakan nabi itu) melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri.
ṡumma baddalnā makānas-sayyi`atil-ḥasanata ḥattā 'afaw wa qālụ qad massa ābā`anaḍ-ḍarrā`u was-sarrā`u fa akhażnāhum bagtataw wa hum lā yasy'urụn
95. Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan (sehingga keturunan dan harta mereka) bertambah banyak lalu mereka berkata “Sungguh nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan” maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari.
walau anna ahlal-qurā āmanụ wattaqau lafataḥnā 'alaihim barakātim minas-samā`i wal-arḍi wa lāking każżabụ fa akhażnāhum bimā kānụ yaksibụn
96. Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
a fa aminụ makrallāh fa lā ya`manu makrallāhi illal-qaumul-khāsirụn
99. Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.
a wa lam yahdi lillażīna yariṡụnal-arḍa mim ba'di ahlihā al lau nasyā`u aṣabnāhum biżunụbihim wa naṭba'u 'alā qulụbihim fa hum lā yasma'ụn
100. Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).
tilkal-qurā naquṣṣu 'alaika min ambā`ihā wa laqad jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināt fa mā kānụ liyu`minụ bimā każżabụ ming qabl każālika yaṭba'ullāhu 'alā qulụbil-kāfirīn
101. Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir.
wa mā wajadnā li`akṡarihim min 'ahd wa iw wajadnā akṡarahum lafāsiqīn
102. Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik.
ṡumma ba'aṡnā mim ba'dihim mụsā bi`āyātinā ilā fir'auna wa mala`ihī fa ẓalamụ bihā fanẓur kaifa kāna 'āqibatul-mufsidīn
103. Setelah mereka kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir‘aun dan pemuka-pemuka kaumnya lalu mereka mengingkari bukti-bukti itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
ḥaqīqun 'alā al lā aqụla 'alallāhi illal-ḥaqq qad ji`tukum bibayyinatim mir rabbikum fa arsil ma'iya banī isrā`īl
105. aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.”
qālū arjih wa akhāhu wa arsil fil-madā`ini ḥāsyirīn
111. (Pemuka-pemuka) itu menjawab “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir)
يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سٰحِرٍ عَلِيْمٍ
ya`tụka bikulli sāḥirin 'alīm
112. agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu.”
qāla alqụ fa lammā alqau saḥarū a'yunan-nāsi wastar-habụhum wa jā`ụ bisiḥrin 'aẓīm
116. Dia (Musa) menjawab “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka setelah mereka melemparkan mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).
qāla fir'aunu āmantum bihī qabla an āżana lakum inna hāżā lamakrum makartumụhu fil-madīnati litukhrijụ min-hā ahlahā fa saufa ta'lamụn
123. Fir‘aun berkata “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).
wa mā tangqimu minnā illā an āmannā bi`āyāti rabbinā lammā jā`atnā rabbanā afrig 'alainā ṣabraw wa tawaffanā muslimīn
126. Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa) “Ya Tuhan kami limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”
wa qālal-mala`u ming qaumi fir'auna a tażaru mụsā wa qaumahụ liyufsidụ fil-arḍi wa yażaraka wa ālihatak qāla sanuqattilu abnā`ahum wa nastaḥyī nisā`ahum wa innā fauqahum qāhirụn
127. Dan para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir‘aun) menjawab “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.”
qāla mụsā liqaumihista'īnụ billāhi waṣbirụ innal-arḍa lillāh yụriṡuhā may yasyā`u min 'ibādih wal-'āqibatu lil-muttaqīn
128. Musa berkata kepada kaumnya “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”
qālū ụżīnā ming qabli an ta`tiyana wa mim ba'di mā ji`tana qāla 'asā rabbukum ay yuhlika 'aduwwakum wa yastakhlifakum fil-arḍi fa yanẓura kaifa ta'malụn
129. Mereka (kaum Musa) berkata ”Kami telah ditindas (oleh Fir‘aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.” (Musa) menjawab “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.”
wa laqad akhażnā āla fir'auna bis-sinīna wa naqṣim minaṡ-ṡamarāti la'allahum yażżakkarụn
130. Dan sungguh Kami telah menghukum Fir‘aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan agar mereka mengambil pelajaran.
fa iżā jā`at-humul-ḥasanatu qālụ lanā hāżih wa in tuṣib-hum sayyi`atuy yaṭṭayyarụ bimụsā wa mam ma'ah alā innamā ṭā`iruhum 'indallāhi wa lākinna akṡarahum lā ya'lamụn
131. Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka mereka berkata “Ini adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.
fa arsalnā 'alaihimuṭ-ṭụfāna wal-jarāda wal-qummala waḍ-ḍafādi'a wad-dama āyātim mufaṣṣalāt fastakbarụ wa kānụ qaumam mujrimīn
133. Maka Kami kirimkan kepada mereka topan belalang kutu katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.
134. Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata “Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.”
fantaqamnā min-hum fa agraqnāhum fil-yammi bi`annahum każżabụ bi`āyātinā wa kānụ 'an-hā gāfilīn
136. Maka Kami hukum sebagian di antara mereka lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami.
wa auraṡnal-qaumallażīna kānụ yustaḍ'afụna masyāriqal-arḍi wa magāribahallatī bāraknā fīhā wa tammat kalimatu rabbikal-ḥusnā 'alā banī isrā`īla bimā ṣabarụ wa dammarnā mā kāna yaṣna'u fir'aunu wa qaumuhụ wa mā kānụ ya'risyụn
137. Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.
wa jāwaznā bibanī isrā`īlal-baḥra fa atau 'alā qaumiy ya'kufụna 'alā aṣnāmil lahum qālụ yā mụsaj'al lanā ilāhang kamā lahum ālihah qāla innakum qaumun taj-halụn
138. Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka (Bani Israil) berkata “Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” (Musa) menjawab “Sungguh kamu orang-orang yang bodoh.”
wa iż anjainākum min āli fir'auna yasụmụnakum sū`al-'ażāb yuqattilụna abnā`akum wa yastaḥyụna nisā`akum wa fī żālikum balā`um mir rabbikum 'aẓīm
141. Dan (ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun) dan kaumnya yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
wa wā'adnā mụsā ṡalāṡīna lailataw wa atmamnāhā bi'asyrin fa tamma mīqātu rabbihī arba'īna lailah wa qāla mụsā li`akhīhi hārụnakhlufnī fī qaumī wa aṣliḥ wa lā tattabi' sabīlal-mufsidīn
142. Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi) maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku dan perbaikilah (dirimu dan kaummu) dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.”
wa lammā jā`a mụsā limīqātinā wa kallamahụ rabbuhụ qāla rabbi arinī anẓur ilaīk qāla lan tarānī wa lākininẓur ilal-jabali fa inistaqarra makānahụ fa saufa tarānī fa lammā tajallā rabbuhụ lil-jabali ja'alahụ dakkaw wa kharra mụsā ṣa'iqā fa lammā afāqa qāla sub-ḥānaka tubtu ilaika wa ana awwalul-mu`minīn
143. Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya (Musa) berkata “Ya Tuhanku tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” (Allah) berfirman “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku namun lihatlah ke gunung itu jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar dia berkata “Mahasuci Engkau aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.”
qāla yā mụsā inniṣṭafaituka 'alan-nāsi birisālātī wa bikalāmī fa khuż mā ātaituka wa kum minasy-syākirīn
144. (Allah) berfirman “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku sebab itu berpegang-teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.”
wa katabnā lahụ fil-alwāḥi ming kulli syai`im mau'iẓataw wa tafṣīlal likulli syaī` fa khuż-hā biquwwatiw wa`mur qaumaka ya`khużụ bi`aḥsanihā sa`urīkum dāral-fāsiqīn
145. Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman) “Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dengan sebaik-baiknya Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik.”
sa aṣrifu 'an āyātiyallażīna yatakabbarụna fil-arḍi bigairil-ḥaqq wa iy yarau kulla āyatil lā yu`minụ bihā wa iy yarau sabīlar-rusydi lā yattakhiżụhu sabīlā wa iy yarau sabīlal-gayyi yattakhiżụhu sabīlā żālika bi`annahum każżabụ bi`āyātinā wa kānụ 'an-hā gāfilīn
146. Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk mereka tidak (akan) menempuhnya tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.
wallażīna każżabụ bi`āyātinā wa liqā`il-ākhirati ḥabiṭat a'māluhum hal yujzauna illā mā kānụ ya'malụn
147. Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat sia-sialah amal mereka. Mereka diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
wattakhaża qaumu mụsā mim ba'dihī min ḥuliyyihim 'ijlan jasadal lahụ khuwār a lam yarau annahụ lā yukallimuhum wa lā yahdīhim sabīlā ittakhażụhu wa kānụ ẓālimīn
148. Dan kaum Musa setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai) mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim.
wa lammā suqiṭa fī aidīhim wa ra`au annahum qad ḍallụ qālụ la`il lam yar-ḥamnā rabbunā wa yagfir lanā lanakụnanna minal-khāsirīn
149. Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat mereka pun berkata “Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.”
wa lammā raja'a mụsā ilā qaumihī gaḍbāna asifang qāla bi`samā khalaftumụnī mim ba'dī a 'ajiltum amra rabbikum wa alqal-alwāḥa wa akhaża bira`si akhīhi yajurruhū ilaīh qālabna umma innal-qaumastaḍ'afụnī wa kādụ yaqtulụnanī fa lā tusymit biyal-a'dā`a wa lā taj'alnī ma'al qaumiẓ-ẓālimīn
150. Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati dia berkata “Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?” Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala saudaranya (Harun) sambil menarik ke arahnya. (Harun) berkata “Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyoraki melihat kemalanganku dan janganlah engkau jadikan aku sebagai orang-orang yang zalim.”
qāla rabbigfir lī wa li`akhī wa adkhilnā fī raḥmatika wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn
151. Dia (Musa) berdoa “Ya Tuhanku ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang.”
innallażīnattakhażul-'ijla sayanāluhum gaḍabum mir rabbihim wa żillatun fil-ḥayātid-dun-yā wa każālika najzil-muftarīn
152. Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya) kelak akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebohongan.
wa lammā sakata 'am mụsal-gaḍabu akhażal-alwāḥa wa fī nuskhatihā hudaw wa raḥmatul lillażīna hum lirabbihim yar-habụn
154. Dan setelah amarah Musa mereda diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.
wakhtāra mụsā qaumahụ sab'īna rajulal limīqātinā fa lammā akhażat-humur-rajfatu qāla rabbi lau syi`ta ahlaktahum ming qablu wa iyyāy a tuhlikunā bimā fa'alas-sufahā`u minnā in hiya illā fitnatuk tuḍillu bihā man tasyā`u wa tahdī man tasyā` anta waliyyunā fagfir lanā war-ḥamnā wa anta khairul-gāfirīn
155. Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi Musa berkata “Ya Tuhanku jika Engkau kehendaki tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah pemberi ampun yang terbaik.”
waktub lana fī hāżihid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati innā hudnā ilaīk qāla 'ażābī uṣību bihī man asyā` wa raḥmatī wasi'at kulla syaī` fa sa`aktubuhā lillażīna yattaqụna wa yu`tụnaz-zakāta wallażīna hum bi`āyātinā yu`minụn
156. Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”
allażīna yattabi'ụnar-rasụlan-nabiyyal-ummiyyallażī yajidụnahụ maktụban 'indahum fit-taurāti wal-injīli ya`muruhum bil-ma'rụfi wa yan-hāhum 'anil-mungkari wa yuḥillu lahumuṭ-ṭayyibāti wa yuḥarrimu 'alaihimul-khabā`iṡa wa yaḍa'u 'an-hum iṣrahum wal-aglālallatī kānat 'alaihim fallażīna āmanụ bihī wa 'azzarụhu wa naṣarụhu wattaba'un-nụrallażī unzila ma'ahū ulā`ika humul-mufliḥụn
157. (Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya memuliakannya menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) mereka itulah orang-orang beruntung.
qul yā ayyuhan-nāsu innī rasụlullāhi ilaikum jamī'anillażī lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ lā ilāha illā huwa yuḥyī wa yumītu fa āminụ billāhi wa rasụlihin-nabiyyil-ummiyyillażī yu`minu billāhi wa kalimātihī wattabi'ụhu la'allakum tahtadụn
158. Katakanlah (Muhammad) “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia Yang menghidupkan dan mematikan maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.”
wa ming qaumi mụsā ummatuy yahdụna bil-ḥaqqi wa bihī ya'dilụn
159. Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil menjalankan keadilan.
wa qaṭṭa'nāhumuṡnatai 'asyrata asbāṭan umamā wa auḥainā ilā mụsā iżistasqāhu qaumuhū aniḍrib bi'aṣākal-ḥajar fambajasat min-huṡnatā 'asyrata 'ainā qad 'alima kullu unāsim masyrabahum wa ẓallalnā 'alaihimul-gamāma wa anzalnā 'alaihimul-manna was-salwā kulụ min ṭayyibāti mā razaqnākum wa mā ẓalamụnā wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn
160. Dan Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka mann dan salwa. (Kami berfirman) “Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu.” Mereka tidak menzalimi Kami tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri.
wa iż qīla lahumuskunụ hāżihil-qaryata wa kulụ min-hā ḥaiṡu syi`tum wa qụlụ hiṭṭatuw wadkhulul-bāba sujjadan nagfir lakum khaṭī`ātikum sanazīdul-muḥsinīn
161. Dan (ingatlah) ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil) “Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki.” Dan katakanlah “Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.” Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
fa baddalallażīna ẓalamụ min-hum qaulan gairallażī qīla lahum fa arsalnā 'alaihim rijzam minas-samā`i bimā kānụ yaẓlimụn
162. Maka orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
was`al-hum 'anil-qaryatillatī kānat hāḍiratal-baḥr iż ya'dụna fis-sabti iż ta`tīhim ḥītānuhum yauma sabtihim syurra'aw wa yauma lā yasbitụna lā ta`tīhim każālika nablụhum bimā kānụ yafsuqụn
163. Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
wa iż qālat ummatum min-hum lima ta'iẓụna qaumanillāhu muhlikuhum au mu'ażżibuhum 'ażāban syadīdā qālụ ma'żiratan ilā rabbikum wa la'allahum yattaqụn
164. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu dan agar mereka bertakwa.”
fa lammā nasụ mā żukkirụ bihī anjainallażīna yan-hauna 'anis-sū`i wa akhażnallażīna ẓalamụ bi'ażābim ba`īsim bimā kānụ yafsuqụn
165. Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
wa iż ta`ażżana rabbuka layab'aṡanna 'alaihim ilā yaumil-qiyāmati may yasụmuhum sū`al-'ażāb inna rabbaka lasarī'ul-'iqābi wa innahụ lagafụrur raḥīm
167. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan bahwa sungguh Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa qaṭṭa'nāhum fil-arḍi umamā min-humuṣ-ṣāliḥụna wa min-hum dụna żālika wa balaunāhum bil-ḥasanāti was-sayyi`āti la'allahum yarji'ụn
168. Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk agar mereka kembali (kepada kebenaran).
fa khalafa mim ba'dihim khalfuw wariṡul-kitāba ya`khużụna 'araḍa hāżal-adnā wa yaqụlụna sayugfaru lanā wa iy ya`tihim 'araḍum miṡluhụ ya`khużụh a lam yu`khaż 'alaihim mīṡāqul-kitābi al lā yaqụlụ 'alallāhi illal-ḥaqqa wa darasụ mā fīh wad-dārul-ākhiratu khairul lillażīna yattaqụn a fa lā ta'qilụn
169. Maka setelah mereka datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata “Kami akan diberi ampun.” Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula) niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?
wallażīna yumassikụna bil-kitābi wa aqāmuṣ-ṣalāh innā lā nuḍī'u ajral-muṣliḥīn
170. Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan salat (akan diberi pahala). Sungguh Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh.
wa iż nataqnal-jabala fauqahum ka`annahụ ẓullatuw wa ẓannū annahụ wāqi'um bihim khużụ mā ātainākum biquwwatiw ważkurụ mā fīhi la'allakum tattaqụn
171. Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka) “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang bertakwa.”
wa iż akhaża rabbuka mim banī ādama min ẓuhụrihim żurriyyatahum wa asy-hadahum 'alā anfusihim a lastu birabbikum qālụ balā syahidnā an taqụlụ yaumal-qiyāmati innā kunnā 'an hāżā gāfilīn
172. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab “Betul (Engkau Tuhan kami) kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”
au taqụlū innamā asyraka ābā`unā ming qablu wa kunnā żurriyyatam mim ba'dihim a fa tuhlikunā bimā fa'alal-mubṭilụn
173. Atau agar kamu tidak mengatakan “Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?”
watlu 'alaihim naba`allażī ātaināhu āyātinā fansalakha min-hā fa atba'ahusy-syaiṭānu fa kāna minal-gāwīn
175. Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda) maka jadilah dia termasuk orang yang sesat.
walau syi`nā larafa'nāhu bihā wa lākinnahū akhlada ilal-arḍi wattaba'a hawāh fa maṡaluhụ kamaṡalil-kalb in taḥmil 'alaihi yal-haṡ au tatruk-hu yal-haṡ żālika maṡalul-qaumillażīna każżabụ bi`āyātinā faqṣuṣil-qaṣaṣa la'allahum yatafakkarụn
176. Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah) maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.
wa laqad żara`nā lijahannama kaṡīram minal-jinni wal-insi lahum qulụbul lā yafqahụna bihā wa lahum a'yunul lā yubṣirụna bihā wa lahum āżānul lā yasma'ụna bihā ulā`ika kal-an'āmi bal hum aḍall ulā`ika humul-gāfilụn
179. Dan sungguh akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.
wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad'ụhu bihā wa żarullażīna yul-ḥidụna fī asmā`ih sayujzauna mā kānụ ya'malụn
180. Dan Allah memiliki Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik) maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
wa mim man khalaqnā ummatuy yahdụna bil-ḥaqqi wa bihī ya'dilụn
181. Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.
wallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya'lamụn
182. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui.
وَاُمْلِيْ لَهُمْ ۗاِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ
wa umlī lahum inna kaidī matīn
183. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh rencana-Ku sangat teguh.
a wa lam yatafakkarụ mā biṣāḥibihim min jinnah in huwa illā nażīrum mubīn
184. Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.
a wa lam yanẓurụ fī malakụtis-samāwāti wal-arḍi wa mā khalaqallāhu min syai`iw wa an 'asā ay yakụna qadiqtaraba ajaluhum fa bi`ayyi ḥadīṡim ba'dahụ yu`minụn
185. Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah dan kemungkinan telah dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang akan mereka percayai?
187. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat “Kapan terjadi?” Katakanlah “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
qul lā amliku linafsī naf'aw wa lā ḍarran illā mā syā`allāh walau kuntu a'lamul-gaiba lastakṡartu minal-khaīr wa mā massaniyas-sū`u in ana illā nażīruw wa basyīrul liqaumiy yu`minụn
188. Katakanlah (Muhammad) “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”
huwallażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa ja'ala min-hā zaujahā liyaskuna ilaihā fa lammā tagasysyāhā ḥamalat ḥamlan khafīfan fa marrat bih fa lammā aṡqalad da'awallāha rabbahumā la`in ātaitanā ṣāliḥal lanakụnanna minasy-syākirīn
189. Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya (istrinya) mengandung kandungan yang ringan dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah Tuhan Mereka (seraya berkata) “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh tentulah kami akan selalu bersyukur.”
fa lammā ātāhumā ṣāliḥan ja'alā lahụ syurakā`a fīmā ātāhumā fa ta'ālallāhu 'ammā yusyrikụn
190. Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
a yusyrikụna mā lā yakhluqu syai`aw wa hum yukhlaqụn
191. Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.
wa in tad'ụhum ilal-hudā lā yattabi'ụkum sawā`un 'alaikum a da'autumụhum am antum ṣāmitụn
193. Dan jika kamu (wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.
innallażīna tad'ụna min dụnillāhi 'ibādun amṡālukum fad'ụhum falyastajībụ lakum ing kuntum ṣādiqīn
194. Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu jika kamu orang yang benar.
a lahum arjuluy yamsyụna bihā am lahum aidiy yabṭisyụna bihā am lahum a'yunuy yubṣirụna bihā am lahum āżānuy yasma'ụna bihā qulid'ụ syurakā`akum ṡumma kīdụni fa lā tunẓirụn
195. Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras atau mempunyai mata untuk melihat atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad) “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku dan jangan kamu tunda lagi.
wa in tad'ụhum ilal-hudā lā yasma'ụ wa tarāhum yanẓurụna ilaika wa hum lā yubṣirụn
198. Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.
innallażīnattaqau iżā massahum ṭā`ifum minasy-syaiṭāni tażakkarụ fa iżā hum mubṣirụn
201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan mereka pun segera ingat kepada Allah maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).
wa iżā lam ta`tihim bi`āyating qālụ lau lajtabaitahā qul innamā attabi'u mā yụḥā ilayya mir rabbī hāżā baṣā`iru mir rabbikum wa hudaw wa raḥmatul liqaumiy yu`minụn
203. Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka mereka berkata “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur'an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
ważkur rabbaka fī nafsika taḍarru'aw wa khīfataw wa dụnal-jahri minal-qauli bil-guduwwi wal-āṣāli wa lā takum minal-gāfilīn
205. Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.
innallażīna 'inda rabbika lā yastakbirụna 'an 'ibādatihī wa yusabbiḥụnahụ wa lahụ yasjudụn
206. Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.
yas`alụnaka 'anil-anfāl qulil-anfālu lillāhi war-rasụl fattaqullāha wa aṣliḥụ żāta bainikum wa aṭī'ullāha wa rasụlahū ing kuntum mu`minīn
208. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah “Harta rampasan perang itu milik Allah dan Rasul (menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya) maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman.”
innamal-mu`minụnallażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum wa iżā tuliyat 'alaihim āyātuhụ zādat-hum īmānaw wa 'alā rabbihim yatawakkalụn
209. Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal
ulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā lahum darajātun 'inda rabbihim wa magfiratuw wa rizqung karīm
211. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.
212. Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya
213. mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang) seakan-akan mereka dihalau kepada kematian sedang mereka melihat (sebab kematian itu).
wa iż ya'idukumullāhu iḥdaṭ-ṭā`ifataini annahā lakum wa tawaddụna anna gaira żātisy-syaukati takụnu lakum wa yurīdullāhu ay yuḥiqqal-ḥaqqa bikalimātihī wa yaqṭa'a dābiral-kāfirīn
214. Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya
iż tastagīṡụna rabbakum fastajāba lakum annī mumiddukum bi`alfim minal-malā`ikati murdifīn
216. (Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu diperkenankan-Nya bagimu “Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”
wa mā ja'alahullāhu illā busyrā wa litaṭma`inna bihī qulụbukum wa man-naṣru illā min 'indillāh innallāha 'azīzun ḥakīm
217. Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
iż yugasysyīkumun-nu'āsa amanatam min-hu wa yunazzilu 'alaikum minas-samā`i mā`al liyuṭahhirakum bihī wa yuż-hiba 'angkum rijzasy-syaiṭāni wa liyarbiṭa 'alā qulụbikum wa yuṡabbita bihil-aqdām
218. (Ingatlah) ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian).
iż yụḥī rabbuka ilal-malā`ikati annī ma'akum fa ṡabbitullażīna āmanụ sa`ulqī fī qulụbillażīna kafarur-ru'ba faḍribụ fauqal-a'nāqi waḍribụ min-hum kulla banān
219. (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat “Sesungguhnya Aku bersama kamu maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.
żālika bi`annahum syāqqullāha wa rasụlah wa may yusyāqiqillāha wa rasụlahụ fa innallāha syadīdul-'iqāb
220. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya sungguh Allah sangat keras siksa-Nya.
yā ayyuhallażīna āmanū iżā laqītumullażīna kafarụ zaḥfan fa lā tuwallụhumul-adbār
222. Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur).
wa may yuwallihim yauma`iżin duburahū illā mutaḥarrifal liqitālin au mutaḥayyizan ilā fi`atin fa qad bā`a bigaḍabim minallāhi wa ma`wāhu jahannam wa bi`sal-maṣīr
223. Dan barangsiapa mundur pada waktu itu kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain maka sungguh orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah dan tempatnya ialah neraka Jahanam seburuk-buruk tempat kembali.
fa lam taqtulụhum wa lākinnallāha qatalahum wa mā ramaita iż ramaita wa lākinnallāha ramā wa liyubliyal-mu`minīna min-hu balā`an ḥasanā innallāha samī'un 'alīm
224. Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sungguh Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
in tastaftiḥụ fa qad jā`akumul-fat-ḥ wa in tantahụ fa huwa khairul lakum wa in ta'ụdụ na'ud wa lan tugniya 'angkum fi`atukum syai`aw walau kaṡurat wa annallāha ma'al-mu`minīn
226. Jika kamu meminta keputusan maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi Rasul) maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu biarpun dia jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh Allah beserta orang-orang beriman.
yā ayyuhallażīna āmanū aṭī'ullāha wa rasụlahụ wa lā tawallau 'an-hu wa antum tasma'ụn
227. Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling dari-Nya padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)
wa lā takụnụ kallażīna qālụ sami'nā wa hum lā yasma'ụn
228. dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata “Kami mendengarkan” padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya).
229. Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti.
230. Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar niscaya mereka berpaling sedang mereka memalingkan diri.
yā ayyuhallażīna āmanustajībụ lillāhi wa lir-rasụli iżā da'ākum limā yuḥyīkum wa'lamū annallāha yaḥụlu bainal-mar`i wa qalbihī wa annahū ilaihi tuḥsyarụn
231. Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
232. Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.
ważkurū iż antum qalīlum mustaḍ'afụna fil-arḍi takhāfụna ay yatakhaṭṭafakumun-nāsu fa āwākum wa ayyadakum binaṣrihī wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāti la'allakum tasykurụn
233. Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit lagi tertindas di bumi (Mekah) dan kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā takhụnullāha war-rasụla wa takhụnū amānātikum wa antum ta'lamụn
234. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui.
yā ayyuhallażīna āmanū in tattaqullāha yaj'al lakum furqānaw wa yukaffir 'angkum sayyi`ātikum wa yagfir lakum wallāhu żul-faḍlil-'aẓīm
236. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Allah memiliki karunia yang besar.
wa iż yamkuru bikallażīna kafarụ liyuṡbitụka au yaqtulụka au yukhrijụk wa yamkurụna wa yamkurullāh wallāhu khairul-mākirīn
237. Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.
wa iżā tutlā 'alaihim āyātunā qālụ qad sami'nā lau nasyā`u laqulnā miṡla hāżā in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn
238. Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka mereka berkata “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat seperti ini) jika kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini. (Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”
wa iż qālullāhumma ing kāna hāżā huwal-ḥaqqa min 'indika fa amṭir 'alainā ḥijāratam minas-samā`i awi`tinā bi'ażābin alīm
239. Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata “Ya Allah jika (Al-Qur'an) ini benar (wahyu) dari Engkau maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”
wa mā kānallāhu liyu'ażżibahum wa anta fīhim wa mā kānallāhu mu'ażżibahum wa hum yastagfirụn
240. Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka sedang mereka (masih) memohon ampunan.
wa mā lahum allā yu'ażżibahumullāhu wa hum yaṣuddụna 'anil-masjidil-ḥarāmi wa mā kānū auliyā`ah in auliyā`uhū illal-muttaqụna wa lākinna akṡarahum lā ya'lamụn
241. Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi (orang) untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
243. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu kemudian mereka akan menyesal sendiri dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan
liyamīzallāhul-khabīṡa minaṭ-ṭayyibi wa yaj'alal-khabīṡa ba'ḍahụ 'alā ba'ḍin fa yarkumahụ jamī'an fa yaj'alahụ fī jahannam ulā`ika humul-khāsirụn
244. agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
qul lillażīna kafarū iy yantahụ yugfar lahum mā qad salaf wa iy ya'ụdụ fa qad maḍat sunnatul-awwalīn
245. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya) “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya) niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi) sungguh berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (dibinasakan).”
wa qātilụhum ḥattā lā takụna fitnatuw wa yakụnad-dīnu kulluhụ lillāh fa inintahau fa innallāha bimā ya'malụna baṣīr
246. Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran) maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
wa'lamū annamā ganimtum min syai`in fa anna lillāhi khumusahụ wa lir-rasụli wa liżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīli ing kuntum āmantum billāhi wa mā anzalnā 'alā 'abdinā yaumal-furqāni yaumaltaqal jam'ān wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
248. Dan ketahuilah sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang maka seperlima untuk Allah Rasul kerabat Rasul anak yatim orang miskin dan ibnu sabil (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqan yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
iż antum bil-'udwatid-dun-yā wa hum bil-'udwatil-quṣwā war-rakbu asfala mingkum walau tawā'attum lakhtalaftum fil-mī'ādi wa lākil liyaqḍiyallāhu amrang kāna maf'ụlal liyahlika man halaka 'am bayyinatiw wa yaḥyā man ḥayya 'am bayyinah wa innallāha lasamī'un 'alīm
249. (Yaitu) ketika kamu berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada lebih rendah dari kamu. Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran) niscaya kamu berbeda pendapat dalam menentukan (hari pertempuran itu) tetapi Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata. Sungguh Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
iż yurīkahumullāhu fī manāmika qalīlā walau arākahum kaṡīral lafasyiltum wa latanāza'tum fil-amri wa lākinnallāha sallam innahụ 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
250. (Ingatlah) ketika Allah memperlihatkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka (berjumlah) banyak tentu kamu menjadi gentar dan tentu kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu.
wa iż yurīkumụhum iżiltaqaitum fī a'yunikum qalīlaw wa yuqallilukum fī a'yunihim liyaqḍiyallāhu amrang kāna maf'ụlā wa ilallāhi turja'ul-umụr
251. Dan ketika Allah memperlihatkan mereka kepadamu ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit menurut penglihatan matamu dan kamu diperlihatkan-Nya berjumlah sedikit menurut penglihatan mereka itu karena Allah berkehendak melaksanakan suatu urusan yang harus dilaksanakan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
252. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh) maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung.
wa aṭī'ullāha wa rasụlahụ wa lā tanāza'ụ fa tafsyalụ wa taż-haba rīḥukum waṣbirụ innallāha ma'aṣ-ṣābirīn
253. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh Allah beserta orang-orang sabar.
wa lā takụnụ kallażīna kharajụ min diyārihim baṭaraw wa ri`ā`an-nāsi wa yaṣuddụna 'an sabīlillāh wallāhu bimā ya'malụna muḥīṭ
254. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (ria) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.
wa iż zayyana lahumusy-syaiṭānu a'mālahum wa qāla lā gāliba lakumul-yauma minan-nāsi wa innī jārul lakum fa lammā tarā`atil-fi`atāni nakaṣa 'alā 'aqibaihi wa qāla innī barī`um mingkum innī arā mā lā tarauna innī akhāfullāh wallāhu syadīdul-'iqāb
255. Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan “Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini dan sungguh aku adalah penolongmu.” Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan) setan balik ke belakang seraya berkata “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.” Allah sangat keras siksa-Nya.
iż yaqụlul-munāfiqụna wallażīna fī qulụbihim maraḍun garra hā`ulā`i dīnuhum wa may yatawakkal 'alallāhi fa innallāha 'azīzun ḥakīm
256. (Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata “Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya.” (Allah berfirman) “Barangsiapa bertawakal kepada Allah ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.”
walau tarā iż yatawaffallażīna kafarul-malā`ikatu yaḍribụna wujụhahum wa adbārahum wa żụqụ 'ażābal-ḥarīq
257. Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata) “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.”
kada`bi āli fir'auna wallażīna ming qablihim kafarụ bi`āyātillāhi fa akhażahumullāhu biżunụbihim innallāha qawiyyun syadīdul-'iqāb
259. (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sungguh Allah Mahakuat lagi sangat keras siksa-Nya.
260. Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui
kada`bi āli fir'auna wallażīna ming qablihim każżabụ bi`āyāti rabbihim fa ahlaknāhum biżunụbihim wa agraqnā āla fir'aụn wa kullung kānụ ẓālimīn
261. (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan pengikut Fir‘aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir‘aun dan pengikut-pengikutnya; karena mereka adalah orang-orang yang zalim.
263. (Yaitu) orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya sedang mereka tidak takut (kepada Allah).
fa immā taṡqafannahum fil-ḥarbi fa syarrid bihim man khalfahum la'allahum yażżakkarụn
264. Maka jika engkau (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka agar mereka mengambil pelajaran.
wa immā takhāfanna ming qaumin khiyānatan fambiż ilaihim 'alā sawā` innallāha lā yuḥibbul-khā`inīn
265. Dan jika engkau (Muhammad) khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.
wa a'iddụ lahum mastaṭa'tum ming quwwatiw wa mir ribāṭil-khaili tur-hibụna bihī 'aduwwallāhi wa 'aduwwakum wa ākharīna min dụnihim lā ta'lamụnahum allāhu ya'lamuhum wa mā tunfiqụ min syai`in fī sabīlillāhi yuwaffa ilaikum wa antum lā tuẓlamụn
267. Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
wa iy yurīdū ay yakhda'ụka fa inna ḥasbakallāh huwallażī ayyadaka binaṣrihī wa bil-mu`minīn
269. Dan jika mereka hendak menipumu maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin
wa allafa baina qulụbihim lau anfaqta mā fil-arḍi jamī'am mā allafta baina qulụbihim wa lākinnallāha allafa bainahum innahụ 'azīzun ḥakīm
270. dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh Dia Mahaperkasa Mahabijaksana.
272. Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.
al-āna khaffafallāhu 'angkum wa 'alima anna fīkum ḍa'fā fa iy yakum mingkum mi`atun ṣābiratuy yaglibụ mi`ataīn wa iy yakum mingkum alfuy yaglibū alfaini bi`iżnillāh wallāhu ma'aṣ-ṣābirīn
273. Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar) niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar.
274. Tidaklah pantas bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
fa kulụ mimmā ganimtum ḥalālan ṭayyibaw wattaqullāh innallāha gafụrur raḥīm
276. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu peroleh itu sebagai makanan yang halal lagi baik dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
277. Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu.” Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa iy yurīdụ khiyānataka fa qad khānullāha ming qablu fa amkana min-hum wallāhu 'alīmun ḥakīm
278. Tetapi jika mereka (tawanan itu) hendak mengkhianatimu (Muhammad) maka sesungguhnya sebelum itu pun mereka telah berkhianat kepada Allah maka Dia memberikan kekuasaan kepadamu atas mereka. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
innallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika ba'ḍuhum auliyā`u ba'ḍ wallażīna āmanụ wa lam yuhājirụ mā lakum miw walāyatihim min syai`in ḥattā yuhājirụ wa inistanṣarụkum fid-dīni fa 'alaikumun-naṣru illā 'alā qaumim bainakum wa bainahum mīṡāq wallāhu bimā ta'malụna baṣīr
279. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin) mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
280. Dan orang-orang yang kafir sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi) niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.
wallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā lahum magfiratuw wa rizqung karīm
281. Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin) mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.
wallażīna āmanụ mim ba'du wa hājarụ wa jāhadụ ma'akum fa ulā`ika mingkum wa ulul-ar-ḥāmi ba'ḍuhum aulā biba'ḍin fī kitābillāh innallāha bikulli syai`in 'alīm
282. Dan orang-orang yang beriman setelah itu kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu maka mereka termasuk golonganmu. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) menurut Kitab Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
fa sīḥụ fil-arḍi arba'ata asy-huriw wa'lamū annakum gairu mu'jizillāhi wa annallāha mukhzil-kāfirīn
2. Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir.
wa ażānum minallāhi wa rasụlihī ilan-nāsi yaumal-ḥajjil-akbari annallāha barī`um minal-musyrikīna wa rasụluh fa in tubtum fa huwa khairul lakum wa in tawallaitum fa'lamū annakum gairu mu'jizillāh wa basysyirillażīna kafarụ bi'ażābin alīm
3. Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat maka itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih
4. kecuali orang-orang musyrik yang telah mengadakan perjanjian dengan kamu dan mereka sedikit pun tidak mengurangi (isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seorang pun yang memusuhi kamu maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
fa iżansalakhal-asy-hurul-ḥurumu faqtulul-musyrikīna ḥaiṡu wajattumụhum wa khużụhum waḥṣurụhum waq'udụ lahum kulla marṣad fa in tābụ wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta fa khallụ sabīlahum innallāha gafụrur raḥīm
5. Apabila telah habis bulan-bulan haram maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui tangkaplah dan kepunglah mereka dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa in aḥadum minal-musyrikīnastajāraka fa ajir-hu ḥattā yasma'a kalāmallāhi ṡumma ablig-hu ma`manah żālika bi`annahum qaumul lā ya'lamụn
6. Dan jika di antara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui.
7. Bagaimana mungkin ada perjanjian (aman) di sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrik kecuali dengan orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam (Hudaibiyah) maka selama mereka berlaku jujur terhadapmu hendaklah kamu berlaku jujur (pula) terhadap mereka. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
kaifa wa iy yaẓ-harụ 'alaikum lā yarqubụ fīkum illaw wa lā żimmah yurḍụnakum bi`afwāhihim wa ta`bā qulụbuhum wa akṡaruhum fāsiqụn
8. Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian) padahal jika mereka memperoleh kemenangan atas kamu mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan denganmu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya sedang hatinya menolak. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik (tidak menepati janji).
9. Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah lalu mereka menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Sungguh betapa buruknya apa yang mereka kerjakan.
lā yarqubụna fī mu`minin illaw wa lā żimmah wa ulā`ika humul-mu'tadụn
10. Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
fa in tābụ wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta fa ikhwānukum fid-dīn wa nufaṣṣilul-āyāti liqaumiy ya'lamụn
11. Dan jika mereka bertobat melaksanakan salat dan menunaikan zakat maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
wa in nakaṡū aimānahum mim ba'di 'ahdihim wa ṭa'anụ fī dīnikum fa qātilū a`immatal-kufri innahum lā aimāna lahum la'allahum yantahụn
12. Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian dan mencerca agamamu maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya mudah-mudahan mereka berhenti.
alā tuqātilụna qauman nakaṡū aimānahum wa hammụ bi`ikhrājir-rasụli wa hum bada`ụkum awwala marrah a takhsyaunahum fallāhu aḥaqqu an takhsyauhu ing kuntum mu`minīn
13. Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya) dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti jika kamu orang-orang beriman.
qātilụhum yu'ażżib-humullāhu bi`aidīkum wa yukhzihim wa yanṣurkum 'alaihim wa yasyfi ṣudụra qaumim mu`minīn
14. Perangilah mereka niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka serta melegakan hati orang-orang yang beriman
wa yuż-hib gaiẓa qulụbihim wa yatụbullāhu 'alā may yasyā` wallāhu 'alīmun ḥakīm
15. dan Dia menghilangkan kemarahan hati mereka (orang mukmin). Dan Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
am ḥasibtum an tutrakụ wa lammā ya'lamillāhullażīna jāhadụ mingkum wa lam yattakhiżụ min dụnillāhi wa lā rasụlihī wa lal-mu`minīna walījah wallāhu khabīrum bimā ta'malụn
16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja) padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
mā kāna lil-musyrikīna ay ya'murụ masājidallāhi syāhidīna 'alā anfusihim bil-kufr ulā`ika ḥabiṭat a'māluhum wa fin-nāri hum khālidụn
17. Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amalnya dan mereka kekal di dalam neraka.
innamā ya'muru masājidallāhi man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāta wa lam yakhsya illallāh fa 'asā ulā`ika ay yakụnụ minal-muhtadīn
18. Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta (tetap) melaksanakan salat menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
a ja'altum siqāyatal-ḥājji wa 'imāratal-masjidil-ḥarāmi kaman āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa jāhada fī sabīlillāh lā yastawụna 'indallāh wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
19. Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zalim.
allażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi bi`amwālihim wa anfusihim a'ẓamu darajatan 'indallāh wa ulā`ika humul-fā`izụn
20. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżū ābā`akum wa ikhwānakum auliyā`a inistaḥabbul-kufra 'alal-īmān wa may yatawallahum mingkum fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn
23. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
qul ing kāna ābā`ukum wa abnā`ukum wa ikhwānukum wa azwājukum wa 'asyīratukum wa amwāluniqtaraftumụhā wa tijāratun takhsyauna kasādahā wa masākinu tarḍaunahā aḥabba ilaikum minallāhi wa rasụlihī wa jihādin fī sabīlihī fa tarabbaṣụ ḥattā ya`tiyallāhu bi`amrih wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn
24. Katakanlah “Jika bapak-bapakmu anak-anakmu saudara-saudaramu istri-istrimu keluargamu harta kekayaan yang kamu usahakan perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
laqad naṣarakumullāhu fī mawāṭina kaṡīratiw wa yauma ḥunainin iż a'jabatkum kaṡratukum fa lam tugni 'angkum syai`aw wa ḍāqat 'alaikumul-arḍu bimā raḥubat ṡumma wallaitum mudbirīn
25. Sungguh Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang dan (ingatlah) Perang Hunain ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang.
ṡumma anzalallāhu sakīnatahụ 'alā rasụlihī wa 'alal-mu`minīna wa anzala junụdal lam tarauhā wa 'ażżaballażīna kafarụ wa żālika jazā`ul-kāfirīn
26. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir.
yā ayyuhallażīna āmanū innamal-musyrikụna najasun fa lā yaqrabul-masjidal-ḥarāma ba'da 'āmihim hāżā wa in khiftum 'ailatan fa saufa yugnīkumullāhu min faḍlihī in syā` innallāha 'alīmun ḥakīm
28. Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa) karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang) maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
qātilullażīna lā yu`minụna billāhi wa lā bil-yaumil-ākhiri wa lā yuḥarrimụna mā ḥarramallāhu wa rasụluhụ wa lā yadīnụna dīnal-ḥaqqi minallażīna ụtul-kitāba ḥattā yu'ṭul-jizyata 'ay yadiw wa hum ṣāgirụn
29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah) (yaitu orang-orang) yang telah diberikan Kitab hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
wa qālatil-yahụdu 'uzairunibnullāhi wa qālatin-naṣāral-masīḥubnullāh żālika qauluhum bi`afwāhihim yuḍāhi`ụna qaulallażīna kafarụ ming qabl qātalahumullāh annā yu`fakụn
30. Dan orang-orang Yahudi berkata “Uzair putra Allah” dan orang-orang Nasrani berkata “Al-Masih putra Allah.” Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
ittakhażū aḥbārahum wa ruhbānahum arbābam min dụnillāhi wal-masīḥabna maryam wa mā umirū illā liya'budū ilāhaw wāḥidā lā ilāha illā huw sub-ḥānahụ 'ammā yusyrikụn
31. Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.
yurīdụna ay yuṭfi`ụ nụrallāhi bi`afwāhihim wa ya`ballāhu illā ay yutimma nụrahụ walau karihal-kāfirụn
32. Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka tetapi Allah menolaknya malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.
33. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
yā ayyuhallażīna āmanū inna kaṡīram minal-aḥbāri war-ruhbāni laya`kulụna amwālan-nāsi bil-bāṭili wa yaṣuddụna 'an sabīlillāh wallażīna yaknizụnaż-żahaba wal-fiḍḍata wa lā yunfiqụnahā fī sabīlillāhi fa basysyir-hum bi'ażābin alīm
34. Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah maka berikanlah kabar gembira kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.
yauma yuḥmā 'alaihā fī nāri jahannama fa tukwā bihā jibāhuhum wa junụbuhum wa ẓuhụruhum hāżā mā kanaztum li`anfusikum fa żụqụ mā kuntum taknizụn
35. (Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam lalu dengan itu disetrika dahi lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”
36. Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.
37. Sesungguhnya pengunduran (bulan haram) itu hanya menambah kekafiran. Orang-orang kafir disesatkan dengan (pengunduran) itu mereka menghalalkannya suatu tahun dan mengharamkannya pada suatu tahun yang lain agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan Allah sekaligus mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) dijadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
38. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
illā tanfirụ yu'ażżibkum 'ażāban alīmaw wa yastabdil qauman gairakum wa lā taḍurrụhu syai`ā wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
39. Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang) niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
illā tanṣurụhu fa qad naṣarahullāhu iż akhrajahullażīna kafarụ ṡāniyaṡnaini iż humā fil-gāri iż yaqụlu liṣāḥibihī lā taḥzan innallāha ma'anā fa anzalallāhu sakīnatahụ 'alaihi wa ayyadahụ bijunụdil lam tarauhā wa ja'ala kalimatallażīna kafarus-suflā wa kalimatullāhi hiyal-'ulyā wallāhu 'azīzun ḥakīm
40. Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad) sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua ketika itu dia berkata kepada sahabatnya “Jangan engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat olehmu dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
infirụ khifāfaw wa ṡiqālaw wa jāhidụ bi`amwālikum wa anfusikum fī sabīlillāh żālikum khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
41. Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
lau kāna 'araḍang qarībaw wa safarang qāṣidal lattaba'ụka wa lākim ba'udat 'alaihimusy-syuqqah wa sayaḥlifụna billāhi lawistaṭa'nā lakharajnā ma'akum yuhlikụna anfusahum wallāhu ya'lamu innahum lakāżibụn
42. Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh niscaya mereka mengikutimu tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah “Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu.” Mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
'afallāhu 'angk lima ażinta lahum ḥattā yatabayyana lakallażīna ṣadaqụ wa ta'lamal-kāżibīn
43. Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang) sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar (berhalangan) dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?
lā yasta`żinukallażīna yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri ay yujāhidụ bi`amwālihim wa anfusihim wallāhu 'alīmum bil-muttaqīn
44. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian tidak akan meminta izin (tidak ikut) kepadamu untuk berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
45. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad) hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian dan hati mereka ragu karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan.
walau arādul-khurụja la`a'addụ lahụ 'uddataw wa lāking karihallāhumbi'āṡahum fa ṡabbaṭahum wa qīlaq'udụ ma'al-qā'idīn
46. Dan jika mereka mau berangkat niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka maka Dia melemahkan keinginan mereka dan dikatakan (kepada mereka) “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.”
lau kharajụ fīkum mā zādụkum illā khabālaw wa la`auḍa'ụ khilālakum yabgụnakumul-fitnah wa fīkum sammā'ụna lahum wallāhu 'alīmum biẓ-ẓālimīn
47. Jika (mereka berangkat bersamamu) niscaya mereka tidak akan menambah (kekuatan)mu malah hanya akan membuat kekacauan dan mereka tentu bergegas maju ke depan di celah-celah barisanmu untuk mengadakan kekacauan (di barisanmu); sedang di antara kamu ada orang-orang yang sangat suka mendengarkan (perkataan) mereka. Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
laqadibtagawul-fitnata ming qablu wa qallabụ lakal-umụra ḥattā jā`al-ḥaqqu wa ẓahara amrullāhi wa hum kārihụn
48. Sungguh sebelum itu mereka memang sudah berusaha membuat kekacauan dan mengatur berbagai macam tipu daya bagimu (memutarbalikkan persoalan) hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah urusan (agama) Allah padahal mereka tidak menyukainya.
wa min-hum may yaqụlu`żal lī wa lā taftinnī alā fil-fitnati saqaṭụ wa inna jahannama lamuḥīṭatum bil-kāfirīn
49. Dan di antara mereka ada orang yang berkata “Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah engkau (Muhammad) menjadikan aku terjerumus ke dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sungguh Jahanam meliputi orang-orang yang kafir.
in tuṣibka ḥasanatun tasu`hum wa in tuṣibka muṣībatuy yaqụlụ qad akhażnā amranā ming qablu wa yatawallaw wa hum fariḥụn
50. Jika engkau (Muhammad) mendapat kebaikan mereka tidak senang; tetapi jika engkau ditimpa bencana mereka berkata “Sungguh sejak semula kami telah berhati-hati (tidak pergi berperang)” dan mereka berpaling dengan (perasaan) gembira.
qul lay yuṣībanā illā mā kataballāhu lanā huwa maulānā wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn
51. Katakanlah (Muhammad) “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.”
qul hal tarabbaṣụna binā illā iḥdal-ḥusnayaīn wa naḥnu natarabbaṣu bikum ay yuṣībakumullāhu bi'ażābim min 'indihī au bi`aidīnā fa tarabbaṣū innā ma'akum mutarabbiṣụn
52. Katakanlah (Muhammad) “Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan azab kepadamu dari sisi-Nya atau (azab) melalui tangan kami. Maka tunggulah sesungguhnya kami menunggu (pula) bersamamu.”
53. Katakanlah (Muhammad) “Infakkanlah hartamu baik dengan sukarela maupun dengan terpaksa namun (infakmu) tidak akan diterima. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.”
wa mā mana'ahum an tuqbala min-hum nafaqātuhum illā annahum kafarụ billāhi wa birasụlihī wa lā ya`tụnaṣ-ṣalāta illā wa hum kusālā wa lā yunfiqụna illā wa hum kārihụn
54. Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan salat melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).
fa lā tu'jibka amwāluhum wa lā aulāduhum innamā yurīdullāhu liyu'ażżibahum bihā fil-ḥayātid-dun-yā wa taz-haqa anfusuhum wa hum kāfirụn
55. Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.
wa yaḥlifụna billāhi innahum lamingkum wa mā hum mingkum wa lākinnahum qaumuy yafraqụn
56. Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; namun mereka bukanlah dari golonganmu tetapi mereka orang-orang yang sangat takut (kepadamu).
lau yajidụna malja`an au magārātin au muddakhalal lawallau ilaihi wa hum yajmaḥụn
57. Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan gua-gua atau lubang-lubang (dalam tanah) niscaya mereka pergi (lari) ke sana dengan secepat-cepatnya.
wa min-hum may yalmizuka fiṣ-ṣadaqāt fa in u'ṭụ min-hā raḍụ wa il lam yu'ṭau min-hā iżā hum yaskhaṭụn
58. Dan di antara mereka ada yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); jika mereka diberi bagian mereka bersenang hati dan jika mereka tidak diberi bagian tiba-tiba mereka marah.
walau annahum raḍụ mā ātāhumullāhu wa rasụluhụ wa qālụ ḥasbunallāhu sayu`tīnallāhu min faḍlihī wa rasụluhụ innā ilallāhi rāgibụn
59. Dan sekiranya mereka benar-benar rida dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul-Nya dan berkata “Cukuplah Allah bagi kami Allah dan Rasul-Nya akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah.”
innamaṣ-ṣadaqātu lil-fuqarā`i wal-masākīni wal-'āmilīna 'alaihā wal-mu`allafati qulụbuhum wa fir-riqābi wal-gārimīna wa fī sabīlillāhi wabnis-sabīl farīḍatam minallāh wallāhu 'alīmun ḥakīm
60. Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir orang miskin amil zakat yang dilunakkan hatinya (mualaf) untuk (memerdekakan) hamba sahaya untuk (membebaskan) orang yang berutang untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wa min-humullażīna yu`żụnan-nabiyya wa yaqụlụna huwa użun qul użunu khairil lakum yu`minu billāhi wa yu`minu lil-mu`minīna wa raḥmatul lillażīna āmanụ mingkum wallażīna yu`żụna rasụlallāhi lahum 'ażābun alīm
61. Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi (Muhammad) dan mengatakan “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.” Katakanlah “Dia mempercayai semua yang baik bagi kamu dia beriman kepada Allah mempercayai orang-orang mukmin dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah akan mendapat azab yang pedih.
yaḥlifụna billāhi lakum liyurḍụkum wallāhu wa rasụluhū aḥaqqu ay yurḍụhu ing kānụ mu`minīn
62. Mereka bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu padahal Allah dan Rasul-Nya lebih pantas mereka mencari keridaan-Nya jika mereka orang mukmin.
a lam ya'lamū annahụ may yuḥādidillāha wa rasụlahụ fa anna lahụ nāra jahannama khālidan fīhā żālikal-khizyul-'aẓīm
63. Tidakkah mereka (orang munafik) mengetahui bahwa barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya dia kekal di dalamnya. Itulah kehinaan yang besar.
64. Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka) “Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu.
wa la`in sa`altahum layaqụlunna innamā kunnā nakhụḍu wa nal'ab qul a billāhi wa āyātihī wa rasụlihī kuntum tastahzi`ụn
65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka niscaya mereka akan menjawab “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah “Mengapa kepada Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
lā ta'tażirụ qad kafartum ba'da īmānikum in na'fu 'an ṭā`ifatim mingkum nu'ażżib ṭā`ifatam bi`annahum kānụ mujrimīn
66. Tidak perlu kamu meminta maaf karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat) niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa.
al-munāfiqụna wal-munāfiqātu ba'ḍuhum mim ba'ḍ ya`murụna bil-mungkari wa yan-hauna 'anil-ma'rụfi wa yaqbiḍụna aidiyahum nasullāha fa nasiyahum innal-munāfiqīna humul-fāsiqụn
67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan satu dengan yang lain adalah (sama) mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.
wa'adallāhul-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-kuffāra nāra jahannama khālidīna fīhā hiya ḥasbuhum wa la'anahumullāh wa lahum 'ażābum muqīm
68. Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka; dan mereka mendapat azab yang kekal
kallażīna ming qablikum kānū asyadda mingkum quwwataw wa akṡara amwālaw wa aulādā fastamta'ụ bikhalāqihim fastamta'tum bikhalāqikum kamastamta'allażīna ming qablikum bikhalāqihim wa khuḍtum kallażī khāḍụ ulā`ika ḥabiṭat a'māluhum fid-dun-yā wal-ākhirah wa ulā`ika humul-khāsirụn
69. (keadaan kamu kaum munafik dan musyrikin) seperti orang-orang sebelum kamu mereka lebih kuat daripada kamu dan lebih banyak harta dan anak-anaknya. Maka mereka telah menikmati bagiannya dan kamu telah menikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya dan kamu mempercakapkan (hal-hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
a lam ya`tihim naba`ullażīna ming qablihim qaumi nụḥiw wa 'ādiw wa ṡamụda wa qaumi ibrāhīma wa aṣ-ḥābi madyana wal-mu`tafikāt atat-hum rusuluhum bil-bayyināt fa mā kānallāhu liyaẓlimahum wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn
70. Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka (yaitu) kaum Nuh ‘Ad samud kaum Ibrahim penduduk Madyan dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata; Allah tidak menzalimi mereka tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
wal-mu`minụna wal-mu`minātu ba'ḍuhum auliyā`u ba'ḍ ya`murụna bil-ma'rụfi wa yan-hauna 'anil-mungkari wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa yu`tụnaz-zakāta wa yuṭī'ụnallāha wa rasụlah ulā`ika sayar-ḥamuhumullāh innallāha 'azīzun ḥakīm
71. Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar melaksanakan salat menunaikan zakat dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
wa'adallāhul-mu`minīna wal-mu`mināti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa masākina ṭayyibatan fī jannāti 'adn wa riḍwānum minallāhi akbar żālika huwal-fauzul-'aẓīm
72. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya dan (mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.
yā ayyuhan-nabiyyu jāhidil-kuffāra wal-munāfiqīna wagluẓ 'alaihim wa ma`wāhum jahannamu wa bi`sal-maṣīr
73. Wahai Nabi! Berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
yaḥlifụna billāhi mā qālụ wa laqad qālụ kalimatal-kufri wa kafarụ ba'da islāmihim wa hammụ bimā lam yanalụ wa mā naqamū illā an agnāhumullāhu wa rasụluhụ min faḍlih fa iy yatụbụ yaku khairal lahum wa iy yatawallau yu'ażżib-humullāhu 'ażāban alīman fid-dun-yā wal-ākhirah wa mā lahum fil-arḍi miw waliyyiw wa lā naṣīr
74. Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran dan telah menjadi kafir setelah Islam dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat itu adalah lebih baik bagi mereka dan jika mereka berpaling niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi.
wa min-hum man 'āhadallāha la`in ātānā min faḍlihī lanaṣṣaddaqanna wa lanakụnanna minaṣ-ṣāliḥīn
75. Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.”
fa a'qabahum nifāqan fī qulụbihim ilā yaumi yalqaunahụ bimā akhlafullāha mā wa'adụhu wa bimā kānụ yakżibụn
77. Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.
allażīna yalmizụnal-muṭṭawwi'īna minal-mu`minīna fiṣ-ṣadaqāti wallażīna lā yajidụna illā juhdahum fa yaskharụna min-hum sakhirallāhu min-hum wa lahum 'ażābun alīm
79. (Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
istagfir lahum au lā tastagfir lahum in tastagfir lahum sab'īna marratan fa lay yagfirallāhu lahum żālika bi`annahum kafarụ billāhi wa rasụlih wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn
80. (Sama saja) engkau (Muhammad) memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak memohonkan ampunan bagi mereka. Walaupun engkau memohonkan ampunan bagi mereka tujuh puluh kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu karena mereka ingkar (kafir) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
fariḥal-mukhallafụna bimaq'adihim khilāfa rasụlillāhi wa karihū ay yujāhidụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāhi wa qālụ lā tanfirụ fil-ḥarr qul nāru jahannama asyaddu ḥarrā lau kānụ yafqahụn
81. Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah. Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah (Muhammad) “Api neraka Jahanam lebih panas” jika mereka mengetahui.
fa ir raja'akallāhu ilā ṭā`ifatim min-hum fasta`żanụka lil-khurụji fa qul lan takhrujụ ma'iya abadaw wa lan tuqātilụ ma'iya 'aduwwā innakum raḍītum bil-qu'ụdi awwala marrah faq'udụ ma'al-khālifīn
83. Maka jika Allah mengembalikanmu (Muhammad) kepada suatu golongan dari mereka (orang-orang munafik) kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang) maka katakanlah “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang).”
wa lā tuṣalli 'alā aḥadim min-hum māta abadaw wa lā taqum 'alā qabrih innahum kafarụ billāhi wa rasụlihī wa mātụ wa hum fāsiqụn
84. Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (mendoakan) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
wa lā tu'jibka amwāluhum wa aulāduhum innamā yurīdullāhu ay yu'ażżibahum bihā fid-dun-yā wa taz-haqa anfusuhum wa hum kāfirụn
85. Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang sedang mereka dalam keadaan kafir.
wa iżā unzilat sụratun an āminụ billāhi wa jāhidụ ma'a rasụlihista`żanaka uluṭ-ṭauli min-hum wa qālụ żarnā nakum ma'al-qā'idīn
86. Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik) “Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya” niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah).”
raḍụ bi`ay yakụnụ ma'al-khawālifi wa ṭubi'a 'alā qulụbihim fa hum lā yafqahụn
87. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang dan hati mereka telah tertutup sehingga mereka tidak memahami (kebahagiaan beriman dan berjihad).
lākinir-rasụlu wallażīna āmanụ ma'ahụ jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim wa ulā`ika lahumul-khairātu wa ulā`ika humul-mufliḥụn
88. Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
wa jā`al-mu'ażżirụna minal-a'rābi liyu`żana lahum wa qa'adallażīna każabullāha wa rasụlah sayuṣībullażīna kafarụ min-hum 'ażābun alīm
90. Dan di antara orang-orang Arab Badui datang (kepada Nabi) mengemukakan alasan agar diberi izin (untuk tidak pergi berperang) sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya duduk berdiam. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.
laisa 'alaḍ-ḍu'afā`i wa lā 'alal-marḍā wa lā 'alallażīna lā yajidụna mā yunfiqụna ḥarajun iżā naṣaḥụ lillāhi wa rasụlih mā 'alal-muḥsinīna min sabīl wallāhu gafụrur raḥīm
91. Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah orang yang sakit dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada alasan apa pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang
92. dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang datang kepadamu (Muhammad) agar engkau memberi kendaraan kepada mereka lalu engkau berkata “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu” lalu mereka kembali sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang).
innamas-sabīlu 'alallażīna yasta`żinụnaka wa hum agniyā` raḍụ bi`ay yakụnụ ma'al-khawālifi wa ṭaba'allāhu 'alā qulụbihim fa hum lā ya'lamụn
93. Sesungguhnya alasan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu (untuk tidak ikut berperang) padahal mereka orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci hati mereka sehingga mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).
ya'tażirụna ilaikum iżā raja'tum ilaihim qul lā ta'tażirụ lan nu`mina lakum qad nabba`anallāhu min akhbārikum wa sayarallāhu 'amalakum wa rasụluhụ ṡumma turaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn
94. Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah (Muhammad) “Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu sungguh Allah telah memberitahukan kepada kami tentang beritamu. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu (demikian pula) Rasul-Nya kemudian kamu dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
sayaḥlifụna billāhi lakum iżangqalabtum ilaihim litu'riḍụ 'an-hum fa a'riḍụ 'an-hum innahum rijsuw wa ma`wāhum jahannamu jazā`am bimā kānụ yaksibụn
95. Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah ketika kamu kembali kepada mereka agar kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka neraka Jahanam sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
yaḥlifụna lakum litarḍau 'an-hum fa in tarḍau 'an-hum fa innallāha lā yarḍā 'anil-qaumil-fāsiqīn
96. Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik.
al-a'rābu asyaddu kufraw wa nifāqaw wa ajdaru allā ya'lamụ ḥudụda mā anzalallāhu 'alā rasụlih wallāhu 'alīmun ḥakīm
97. Orang-orang Arab Badui itu lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya dan sangat wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wa minal-a'rābi may yattakhiżu mā yunfiqu magramaw wa yatarabbaṣu bikumud-dawā`ir 'alaihim dā`iratus-saụ` wallāhu samī'un 'alīm
98. Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian; dia menanti-nanti marabahaya menimpamu merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
wa minal-a'rābi may yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhiri wa yattakhiżu mā yunfiqu qurubātin 'indallāhi wa ṣalawātir-rasụl alā innahā qurbatul lahum sayudkhiluhumullāhu fī raḥmatih innallāha gafụrur raḥīm
99. Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
was-sābiqụnal-awwalụna minal-muhājirīna wal-anṣāri wallażīnattaba'ụhum bi`iḥsānir raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-hu wa a'adda lahum jannātin tajrī taḥtahal-an-hāru khālidīna fīhā abadā żālikal-fauzul-'aẓīm
100. Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
wa mim man ḥaulakum minal-a'rābi munāfiqụn wa min ahlil-madīnati maradụ 'alan-nifāq lā ta'lamuhum naḥnu na'lamuhum sanu'ażżibuhum marrataini ṡumma yuraddụna ilā 'ażābin 'aẓīm
101. Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik) mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
wa ākharụna'tarafụ biżunụbihim khalaṭụ 'amalan ṣāliḥaw wa ākhara sayyi`ā 'asallāhu ay yatụba 'alaihim innallāha gafụrur raḥīm
102. Dan (ada pula) orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka mereka mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
khuż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā wa ṣalli 'alaihim inna ṣalātaka sakanul lahum wallāhu samī'un 'alīm
103. Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
wa quli'malụ fa sayarallāhu 'amalakum wa rasụluhụ wal-mu`minụn wa saturaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn
105. Dan katakanlah “Bekerjalah kamu maka Allah akan melihat pekerjaanmu begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
wa ākharụna murjauna li`amrillāhi immā yu'ażżibuhum wa immā yatụbu 'alaihim wallāhu 'alīmun ḥakīm
106. Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; mungkin Allah akan mengazab mereka dan mungkin Allah akan menerima tobat mereka. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wallażīnattakhażụ masjidan ḍirāraw wa kufraw wa tafrīqam bainal-mu`minīna wa irṣādal liman ḥāraballāha wa rasụlahụ ming qabl wa layaḥlifunna in aradnā illal-ḥusnā wallāhu yasy-hadu innahum lakāżibụn
107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman) untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).
lā taqum fīhi abadā lamasjidun ussisa 'alat-taqwā min awwali yaumin aḥaqqu an taqụma fīh fīhi rijāluy yuḥibbụna ay yataṭahharụ wallāhu yuḥibbul-muṭṭahhirīn
108. Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.
a fa man assasa bun-yānahụ 'alā taqwā minallāhi wa riḍwānin khairun am man assasa bun-yānahụ 'alā syafā jurufin hārin fan-hāra bihī fī nāri jahannam wallāhu lā yahdil qaumaẓ-ẓālimīn
109. Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan(-Nya) itu lebih baik ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
110. Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
innallāhasytarā minal-mu`minīna anfusahum wa amwālahum bi`anna lahumul-jannah yuqātilụna fī sabīlillāhi fa yaqtulụna wa yuqtalụna wa'dan 'alaihi ḥaqqan fit-taurāti wal-injīli wal-qur`ān wa man aufā bi'ahdihī minallāhi fastabsyirụ bibai'ikumullażī bāya'tum bih wa żālika huwal-fauzul-'aẓīm
111. Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin baik diri mau-pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan demikian itulah kemenangan yang agung.
attā`ibụnal-'ābidụnal-ḥāmidụnas-sā`iḥụnar-rāki'ụnas-sājidụnal-āmirụna bil-ma'rụfi wan-nāhụna 'anil-mungkari wal-ḥāfiẓụna liḥudụdillāh wa basysyiril-mu`minīn
112. Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat beribadah memuji (Allah) mengembara (demi ilmu dan agama) rukuk sujud menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.
113. Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.
114. Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya. Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
wa mā kānallāhu liyuḍilla qaumam ba'da iż hadāhum ḥattā yubayyina lahum mā yattaqụn innallāha bikulli syai`in 'alīm
115. Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah mereka diberi-Nya petunjuk sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
117. Sungguh Allah telah menerima tobat Nabi orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling kemudian Allah menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih Maha Penyayang kepada mereka
wa 'alaṡ-ṡalāṡatillażīna khullifụ ḥattā iżā ḍāqat 'alaihimul-arḍu bimā raḥubat wa ḍāqat 'alaihim anfusuhum wa ẓannū al lā malja`a minallāhi illā ilaīh ṡumma tāba 'alaihim liyatụbụ innallāha huwat-tawwābur-raḥīm
118. dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah melainkan kepada-Nya saja kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat Maha Penyayang.
mā kāna li`ahlil-madīnati wa man ḥaulahum minal-a'rābi ay yatakhallafụ 'ar rasụlillāhi wa lā yargabụ bi`anfusihim 'an nafsih żālika bi`annahum lā yuṣībuhum ẓama`uw wa lā naṣabuw wa lā makhmaṣatun fī sabīlillāhi wa lā yaṭa`ụna mauṭi`ay yagīẓul-kuffāra wa lā yanalụna min 'aduwwin nailan illā kutiba lahum bihī 'amalun ṣāliḥ innallāha lā yuḍī'u ajral-muḥsinīn
120. Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan kepayahan dan kelaparan di jalan Allah dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh kecuali (semua) itu akan dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik
wa lā yunfiqụna nafaqatan ṣagīrataw wa lā kabīrataw wa lā yaqṭa'ụna wādiyan illā kutiba lahum liyajziyahumullāhu aḥsana mā kānụ ya'malụn
121. dan tidaklah mereka memberikan infak baik yang kecil maupun yang besar dan tidak (pula) melintasi suatu lembah (berjihad) kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan) untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.
wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja'ū ilaihim la'allahum yaḥżarụn
122. Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali agar mereka dapat menjaga dirinya.
123. Wahai orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang yang bertakwa.
wa iżā mā unzilat sụratun fa min-hum may yaqụlu ayyukum zādat-hu hāżihī īmānā fa ammallażīna āmanụ fa zādat-hum īmānaw wa hum yastabsyirụn
124. Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini?” Adapun orang-orang yang beriman maka surah ini menambah imannya dan mereka merasa gembira.
wa ammallażīna fī qulụbihim maraḍun fa zādat-hum rijsan ilā rijsihim wa mātụ wa hum kāfirụn
125. Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada dan mereka akan mati dalam keadaan kafir.
a wa lā yarauna annahum yuftanụna fī kulli 'āmim marratan au marrataini ṡumma lā yatụbụna wa lā hum yażżakkarụn
126. Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun namun mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?
wa iżā mā unzilat sụratun naẓara ba'ḍuhum ilā ba'ḍ hal yarākum min aḥadin ṡummanṣarafụ ṣarafallāhu qulụbahum bi`annahum qaumul lā yafqahụn
127. Dan apabila diturunkan suatu surah satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (sambil berkata) “Adakah seseorang (dari kaum muslimin) yang melihat kamu?” Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.
128. Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.
fa in tawallau fa qul ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-'arsyil-'aẓīm
129. Maka jika mereka berpaling (dari keimanan) maka katakanlah (Muhammad) “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.”
10. Yunus
الۤرٰ ۗتِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيْمِ
alif lām rā tilka āyātul-kitābil-ḥakīm
1. Alif Lam Ra. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang penuh hikmah.
a kāna lin-nāsi 'ajaban an auḥainā ilā rajulim min-hum an anżirin-nāsa wa basysyirillażīna āmanū anna lahum qadama ṣidqin 'inda rabbihim qālal-kāfirụna inna hāżā lasāḥirum mubīn
2. Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberi wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan.” Orang-orang kafir berkata “Orang ini (Muhammad) benar-benar pesihir.”
inna rabbakumullāhullażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmin ṡummastawā 'alal-'arsyi yudabbirul-amr mā min syafī'in illā mim ba'di iżnih żālikumullāhu rabbukum fa'budụh a fa lā tażakkarụn
3. Sesungguhnya Tuhan kamu Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali setelah ada izin-Nya. Itulah Allah Tuhanmu maka sembahlah Dia. Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
ilaihi marji'ukum jamī'ā wa'dallāhi ḥaqqā innahụ yabda`ul-khalqa ṡumma yu'īduhụ liyajziyallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti bil-qisṭ wallażīna kafarụ lahum syarābum min ḥamīmiw wa 'ażābun alīmum bimā kānụ yakfurụn
4. Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit) agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
5. Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
6. Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
7. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan) itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami
innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti yahdīhim rabbuhum bi`īmānihim tajrī min taḥtihimul-an-hāru fī jannātin-na'īm
9. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan mengalir di bawahnya sungai-sungai.
da'wāhum fīhā sub-ḥānakallāhumma wa taḥiyyatuhum fīhā salām wa ākhiru da'wāhum anil-ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn
10. Doa mereka di dalamnya ialah “Subhanakallahumma” (Mahasuci Engkau ya Tuhan kami) dan salam penghormatan mereka ialah “Salam” (salam sejahtera). Dan penutup doa mereka ialah “Al-hamdu lillahi Rabbil ‘alamin” (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam).
11. Dan kalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan pasti diakhiri umur mereka. Namun Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami bingung di dalam kesesatan mereka.
wa iżā massal-insānaḍ-ḍurru da'ānā lijambihī au qā'idan au qā`imā fa lammā kasyafnā 'an-hu ḍurrahụ marra ka`al lam yad'unā ilā ḍurrim massah każālika zuyyina lil-musrifīna mā kānụ ya'malụn
12. Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring duduk atau berdiri tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya dia kembali (ke jalan yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
wa laqad ahlaknal-qurụna ming qablikum lammā ẓalamụ wa jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināti wa mā kānụ liyu`minụ każālika najzil-qaumal-mujrimīn
13. Dan sungguh Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu ketika mereka berbuat zalim padahal para rasul mereka telah datang membawa keterangan-keterangan (yang nyata) tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
wa iżā tutlā 'alaihim āyātunā bayyināting qālallażīna lā yarjụna liqā`ana`ti biqur`ānin gairi hāżā au baddil-h qul mā yakụnu lī an ubaddilahụ min tilqā`i nafsī in attabi'u illā mā yụḥā ilayy innī akhāfu in 'aṣaitu rabbī 'ażāba yaumin 'aẓīm
15. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata “Datangkanlah kitab selain Al-Qur'an ini atau gantilah.” Katakanlah (Muhammad) “Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (Kiamat) jika mendurhakai Tuhanku.”
qul lau syā`allāhu mā talautuhụ 'alaikum wa lā adrākum bihī fa qad labiṡtu fīkum 'umuram ming qablih a fa lā ta'qilụn
16. Katakanlah (Muhammad) “Jika Allah menghendaki niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu.” Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (sebelum turun Al-Qur'an). Apakah kamu tidak mengerti?
fa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi każiban au każżaba bi`āyātih innahụ lā yufliḥul-mujrimụn
17. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung.
wa ya'budụna min dụnillāhi mā lā yaḍurruhum wa lā yanfa'uhum wa yaqụlụna hā`ulā`i syufa'ā`unā 'indallāh qul a tunabbi`ụnallāha bimā lā ya'lamu fis-samāwāti wa lā fil-arḍ sub-ḥānahụ wa ta'ālā 'ammā yusyrikụn
18. Dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat dan mereka berkata “Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.” Katakanlah “Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?” Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu.
wa mā kānan-nāsu illā ummataw wāḥidatan fakhtalafụ walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika laquḍiya bainahum fīmā fīhi yakhtalifụn
19. Dan manusia itu dahulunya hanyalah satu umat kemudian mereka berselisih. Kalau tidak karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu pastilah telah diberi keputusan (di dunia) di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
wa yaqụlụna lau lā unzila 'alaihi āyatum mir rabbih fa qul innamal-gaibu lillāhi fantaẓirụ innī ma'akum minal-muntaẓirīn
20. Dan mereka berkata “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah “Sungguh segala yang gaib itu hanya milik Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu. Ketahuilah aku juga menunggu bersama kamu.”
21. Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia setelah mereka ditimpa bencana mereka segera melakukan segala tipu daya (menentang) ayat-ayat Kami. Katakanlah “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu).” Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayamu.
huwallażī yusayyirukum fil-barri wal-baḥr ḥattā iżā kuntum fil-fulk wa jaraina bihim birīḥin ṭayyibatiw wa fariḥụ bihā jā`at-hā rīḥun 'āṣifuw wa jā`ahumul-mauju ming kulli makāniw wa ẓannū annahum uḥīṭa bihim da'awullāha mukhliṣīna lahud-dīn la`in anjaitanā min hāżihī lanakụnanna minasy-syākirīn
22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru dan mereka mengira telah terkepung (bahaya) maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata. (Seraya berkata) “Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.”
23. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka malah mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikmatan hidup duniawi selanjutnya kepada Kamilah kembalimu kelak akan Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu) di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan berhias dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya) datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir.
lillażīna aḥsanul-ḥusnā wa ziyādah wa lā yar-haqu wujụhahum qataruw wa lā żillah ulā`ika aṣ-ḥābul-jannati hum fīhā khālidụn
26. Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga mereka kekal di dalamnya.
27. Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.
wa yauma naḥsyuruhum jamī'an ṡumma naqụlu lillażīna asyrakụ makānakum antum wa syurakā`ukum fa zayyalnā bainahum wa qāla syurakā`uhum mā kuntum iyyānā ta'budụn
28. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) itu Kami mengumpulkan mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang yang mempersekutukan (Allah) “Tetaplah di tempatmu kamu dan para sekutumu.” Lalu Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka “Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami.
hunālika tablụ kullu nafsim mā aslafat wa ruddū ilallāhi maulāhumul-ḥaqqi wa ḍalla 'an-hum mā kānụ yaftarụn
30. Di tempat itu (padang Mahsyar) setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya (dahulu) dan mereka dikembalikan kepada Allah pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan.
qul may yarzuqukum minas-samā`i wal-arḍi am may yamlikus-sam'a wal-abṣāra wa may yukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa may yudabbirul-amr fa sayaqụlụnallāh fa qul a fa lā tattaqụn
31. Katakanlah (Muhammad) “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab “Allah.” Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
fa żālikumullāhu rabbukumul-ḥaqq fa māżā ba'dal-ḥaqqi illaḍ-ḍalālu fa annā tuṣrafụn
32. Maka itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan. Maka mengapa kamu berpaling (dari kebenaran)?
qul hal min syurakā`ikum may yabda`ul-khalqa ṡumma yu'īduh qulillāhu yabda`ul-khalqa ṡumma yu'īduhụ fa annā tu`fakụn
34. Katakanlah “Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk) kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” Katakanlah “Allah memulai (penciptaan) makhluk kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah)?”
qul hal min syurakā`ikum may yahdī ilal-ḥaqq qulillāhu yahdī lil-ḥaqq a fa may yahdī ilal-ḥaqqi aḥaqqu ay yuttaba'a am mal lā yahiddī illā ay yuhdā fa mā lakum kaifa taḥkumụn
35. Katakanlah “Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran?” Katakanlah “Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran.” Maka manakah yang lebih berhak diikuti Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
36. Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
wa mā kāna hāżal-qur`ānu ay yuftarā min dụnillāhi wa lākin taṣdīqallażī baina yadaihi wa tafṣīlal-kitābi lā raiba fīhi mir rabbil-'ālamīn
37. Dan tidak mungkin Al-Qur'an ini dibuat-buat oleh selain Allah; tetapi (Al-Qur'an) membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya tidak ada keraguan di dalamnya (diturunkan) dari Tuhan seluruh alam.
am yaqụlụnaftarāh qul fa`tụ bisụratim miṡlihī wad'ụ manistaṭa'tum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīn
38. Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? Katakanlah “Buatlah sebuah surah yang semisal dengan surah (Al-Qur'an) dan ajaklah siapa saja di antara kamu orang yang mampu (membuatnya) selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.”
bal każżabụ bimā lam yuḥīṭụ bi'ilmihī wa lammā ya`tihim ta`wīluh każālika każżaballażīna ming qablihim fanẓur kaifa kāna 'āqibatuẓ-ẓālimīn
39. Bahkan (yang sebenarnya) mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna dan belum mereka peroleh penjelasannya. Demikianlah halnya umat-umat yang ada sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang yang zalim.
wa min-hum may yu`minu bihī wa min-hum mal lā yu`minu bih wa rabbuka a'lamu bil-mufsidīn
40. Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an) dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
wa ing każżabụka fa qul lī 'amalī wa lakum 'amalukum antum barī`ụna mimmā a'malu wa ana barī`um mimmā ta'malụn
41. Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad) maka katakanlah “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”
wa min-hum may yastami'ụna ilaīk a fa anta tusmi'uṣ-ṣumma walau kānụ lā ya'qilụn
42. Dan di antara mereka ada yang mendengarkan engkau (Muhammad). Tetapi apakah engkau dapat menjadikan orang yang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti?
wa min-hum may yanẓuru ilaīk a fa anta tahdil-'umya walau kānụ lā yubṣirụn
43. Dan di antara mereka ada yang melihat kepada engkau. Tetapi apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta walaupun mereka tidak memperhatikan?
wa yauma yaḥsyuruhum ka`al lam yalbaṡū illā sā'atam minan-nahāri yata'ārafụna bainahum qad khasirallażīna każżabụ biliqā`illāhi wa mā kānụ muhtadīn
45. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.
wa immā nuriyannaka ba'ḍallażī na'iduhum au natawaffayannaka fa ilainā marji'uhum ṡummallāhu syahīdun 'alā mā yaf'alụn
46. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian dari (siksaan) yang Kami janjikan kepada mereka (tentulah engkau akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan engkau (sebelum itu) maka kepada Kami (jualah) mereka kembali dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.
wa likulli ummatir rasụl fa iżā jā`a rasụluhum quḍiya bainahum bil-qisṭi wa hum lā yuẓlamụn
47. Dan setiap umat (mempunyai) rasul. Maka apabila rasul mereka telah datang diberlakukanlah hukum bagi mereka dengan adil dan (sedikit pun) tidak dizalimi.
qul lā amliku linafsī ḍarraw wa lā naf'an illā mā syā`allāh likulli ummatin ajal iżā jā`a ajaluhum fa lā yasta`khirụna sā'ataw wa lā yastaqdimụn
49. Katakanlah (Muhammad) “Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku kecuali apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.
qul a ra`aitum in atākum 'ażābuhụ bayātan au nahāram māżā yasta'jilu min-hul-mujrimụn
50. Katakanlah “Terangkanlah kepadaku jika datang kepada kamu siksaan-Nya pada waktu malam atau siang hari manakah yang diminta untuk disegerakan orang-orang yang berdosa itu?”
52. Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim itu “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal. Kamu tidak diberi balasan melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu lakukan.”
wa yastambi`ụnaka aḥaqqun huw qul ī wa rabbī innahụ laḥaqq wa mā antum bimu'jizīn
53. Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?” Katakanlah “Ya demi Tuhanku sesungguhnya (azab) itu pasti benar dan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar.”
walau anna likulli nafsin ẓalamat mā fil-arḍi laftadat bih wa asarrun-nadāmata lammā ra`awul-'ażāb wa quḍiya bainahum bil-qisṭi wa hum lā yuẓlamụn
54. Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi tentu dia menebus dirinya dengan itu dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil dan mereka tidak dizalimi.
55. Ketahuilah sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Bukankah janji Allah itu benar? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
huwa yuḥyī wa yumītu wa ilaihi turja'ụn
56. Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
yā ayyuhan-nāsu qad jā`atkum mau'iẓatum mir rabbikum wa syifā`ul limā fiṣ-ṣudụri wa hudaw wa raḥmatul lil-mu`minīn
57. Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
qul bifaḍlillāhi wa biraḥmatihī fa biżālika falyafraḥụ huwa khairum mimmā yajma'ụn
58. Katakanlah (Muhammad) “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”
qul a ra`aitum mā anzalallāhu lakum mir rizqin fa ja'altum min-hu ḥarāmaw wa halālā qul āllāhu ażina lakum am 'alallāhi taftarụn
59. Katakanlah (Muhammad) “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan sebagiannya halal.” Katakanlah “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (ten-tang ini) ataukah kamu mengada-ada atas nama Allah?”
wa mā ẓannullażīna yaftarụna 'alallāhil-każiba yaumal-qiyāmah innallāha lażụ faḍlin 'alan-nāsi wa lākinna akṡarahum lā yasykurụn
60. Dan apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari Kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.
wa mā takụnu fī sya`niw wa mā tatlụ min-hu ming qur`āniw wa lā ta'malụna min 'amalin illā kunnā 'alaikum syuhụdan iż tufīḍụna fīh wa mā ya'zubu 'ar rabbika mim miṡqāli żarratin fil-arḍi wa lā fis-samā`i wa lā aṣgara min żālika wa lā akbara illā fī kitābim mubīn
61. Dan tidakkah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
lahumul-busyrā fil-ḥayātid-dun-yā wa fil-ākhirah lā tabdīla likalimātillāh żālika huwal-fauzul-'aẓīm
64. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.
alā inna lillāhi man fis-samāwāti wa man fil-arḍ wa mā yattabi'ullażīna yad'ụna min dụnillāhi syurakā` iy yattabi'ụna illaẓ-ẓanna wa in hum illā yakhruṣụn
66. Ingatlah milik Allah meliputi siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah menduga-duga.
67. Dialah yang menjadikan malam bagimu agar kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sungguh yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.
qāluttakhażallāhu waladan sub-ḥānah huwal-ganiyy lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ in 'indakum min sulṭānim bihāżā a taqụlụna 'alallāhi mā lā ta'lamụn
68. Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Dia Dialah Yang Mahakaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan kuat tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang kamu tidak ketahui?
70. (Bagi mereka) kesenangan (sesaat) ketika di dunia selanjutnya kepada Kamilah mereka kembali kemudian Kami rasakan kepada mereka azab yang berat karena kekafiran mereka.
watlu 'alaihim naba`a nụḥ iż qāla liqaumihī yā qaumi ing kāna kabura 'alaikum maqāmī wa tażkīrī bi`āyātillāhi fa 'alallāhi tawakkaltu fa ajmi'ū amrakum wa syurakā`akum ṡumma lā yakun amrukum 'alaikum gummatan ṡummaqḍū ilayya wa lā tunẓirụn
71. Dan bacakanlah kepada mereka berita penting (tentang) Nuh ketika (dia) berkata kepada kaumnya “Wahai kaumku! Jika terasa berat bagimu aku tinggal (bersamamu) dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah maka kepada Allah aku bertawakal. Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku) dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian bertindaklah terhadap diriku dan janganlah kamu tunda lagi.
fa in tawallaitum fa mā sa`altukum min ajr in ajriya illā 'alallāhi wa umirtu an akụna minal-muslimīn
72. Maka jika kamu berpaling (dari peringatanku) aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah dan aku diperintah agar aku termasuk golongan orang-orang Muslim (berserah diri).”
fa każżabụhu fa najjaināhu wa mam ma'ahụ fil-fulki wa ja'alnāhum khalā`ifa wa agraqnallażīna każżabụ bi`āyātinā fanẓur kaifa kāna 'āqibatul-munżarīn
73. Kemudian mereka mendustakannya (Nuh) lalu Kami selamatkan dia dan orang yang bersamanya di dalam kapal dan Kami jadikan mereka itu khalifah dan Kami tenggelamkan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu.
ṡumma ba'aṡnā mim ba'dihī rusulan ilā qaumihim fa jā`ụhum bil-bayyināti fa mā kānụ liyu`minụ bimā każżabụ bihī ming qabl każālika naṭba'u 'alā qulụbil-mu'tadīn
74. Kemudian setelahnya (Nuh) Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing) maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan yang jelas tetapi mereka tidak mau beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci hati orang-orang yang melampaui batas.
ṡumma ba'aṡnā mim ba'dihim mụsā wa hārụna ilā fir'auna wa mala`ihī bi`āyātinā fastakbarụ wa kānụ qaumam mujrimīn
75. Kemudian setelah mereka Kami utus Musa dan Harun kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Ternyata mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
qāla mụsā a taqụlụna lil-ḥaqqi lammā jā`akum a siḥrun hāżā wa lā yufliḥus-sāḥirụn
77. Musa berkata “Pantaskah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu ‘sihirkah ini?’ Padahal para pesihir itu tidaklah mendapat kemenangan.”
qālū a ji`tanā litalfitanā 'ammā wajadnā 'alaihi ābā`anā wa takụna lakumal-kibriyā`u fil-arḍ wa mā naḥnu lakumā bimu`minīn
78. Mereka berkata “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa (kepercayaan) yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya (menyembah berhala) dan agar kamu berdua mempunyai kekuasaan di bumi (negeri Mesir)? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua.”
81. Setelah mereka melemparkan Musa berkata “Apa yang kamu lakukan itu itulah sihir sesungguhnya Allah akan menampakkan kepalsuan sihir itu. Sungguh Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang berbuat kerusakan.”
fa mā āmana limụsā illā żurriyyatum ming qaumihī 'alā khaufim min fir'auna wa mala`ihim ay yaftinahum wa inna fir'auna la'ālin fil-arḍ wa innahụ laminal-musrifīn
83. Maka tidak ada yang beriman kepada Musa selain keturunan dari kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir‘aun dan para pemuka (kaum)nya akan menyiksa mereka. Dan sungguh Fir‘aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas.
wa qāla mụsā yā qaumi ing kuntum āmantum billāhi fa 'alaihi tawakkalū ing kuntum muslimīn
84. Dan Musa berkata “Wahai kaumku! Apabila kamu beriman kepada Allah maka bertawakallah kepada-Nya jika kamu benar-benar orang Muslim (berserah diri).”
wa auḥainā ilā mụsā wa akhīhi an tabawwa`ā liqaumikumā bimiṣra buyụtaw waj'alụ buyụtakum qiblataw wa aqīmuṣ-ṣalāh wa basysyiril-mu`minīn
87. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya “Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakanlah salat serta gembirakanlah orang-orang mukmin.”
wa qāla mụsā rabbanā innaka ātaita fir'auna wa mala`ahụ zīnataw wa amwālan fil-ḥayātid-dun-yā rabbanā liyuḍillụ 'an sabīlik rabbanaṭmis 'alā amwālihim wasydud 'alā qulụbihim fa lā yu`minụ ḥattā yarawul-'ażābal-alīm
88. Dan Musa berkata “Ya Tuhan kami Engkau telah memberikan kepada Fir‘aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan binasakanlah harta mereka dan kuncilah hati mereka sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih.”
qāla qad ujībad da'watukumā fastaqīmā wa lā tattabi'ānni sabīlallażīna lā ya'lamụn
89. Dia Allah berfirman “Sungguh telah diperkenankan permohonan kamu berdua sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui.”
wa jāwaznā bibanī isrā`īlal-baḥra fa atba'ahum fir'aunu wa junụduhụ bagyaw wa 'adwā ḥattā iżā adrakahul-garaqu qāla āmantu annahụ lā ilāha illallażī āmanat bihī banū isrā`īla wa ana minal-muslimīn
90. Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut kemudian Fir‘aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir‘aun hampir tenggelam dia berkata “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri).”
fal-yauma nunajjīka bibadanika litakụna liman khalfaka āyah wa inna kaṡīram minan-nāsi 'an āyātinā lagāfilụn
92. Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
93. Dan sungguh Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezeki yang baik. Maka mereka tidak berselisih kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memberi keputusan antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
fa ing kunta fī syakkim mimmā anzalnā ilaika fas`alillażīna yaqra`ụnal-kitāba ming qablik laqad jā`akal-ḥaqqu mir rabbika fa lā takụnanna minal-mumtarīn
94. Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu. Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu.
98. Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu.
walau syā`a rabbuka la`āmana man fil-arḍi kulluhum jamī'ā a fa anta tukrihun-nāsa ḥattā yakụnụ mu`minīn
99. Dan jika Tuhanmu menghendaki tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?
101. Katakanlah “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!” Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.
fa hal yantaẓirụna illā miṡla ayyāmillażīna khalau ming qablihim qul fantaẓirū innī ma'akum minal-muntaẓirīn
102. Maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah “Maka tunggulah aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu.”
qul yā ayyuhan-nāsu ing kuntum fī syakkim min dīnī fa lā a'budullażīna ta'budụna min dụnillāhi wa lākin a'budullāhallażī yatawaffākum wa umirtu an akụna minal-mu`minīn
104. Katakanlah (Muhammad) “Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar termasuk orang yang beriman”
wa lā tad'u min dụnillāhi mā lā yanfa'uka wa lā yaḍurruk fa in fa'alta fa innaka iżam minaẓ-ẓālimīn
106. Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah sebab jika engkau lakukan (yang demikian) maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim.”
wa iy yamsaskallāhu biḍurrin fa lā kāsyifa lahū illā huw wa iy yuridka bikhairin fa lā rādda lifaḍlih yuṣību bihī may yasyā`u min 'ibādih wa huwal-gafụrur-raḥīm
107. Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun Maha Penyayang.
qul yā ayyuhan-nāsu qad jā`akumul-ḥaqqu mir rabbikum fa manihtadā fa innamā yahtadī linafsih wa man ḍalla fa innamā yaḍillu 'alaihā wa mā ana 'alaikum biwakīl
108. Katakanlah (Muhammad) “Wahai manusia! Telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu sebab itu barang siapa mendapat petunjuk maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa sesat sesungguhnya kesesatannya itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan Aku bukanlah pemelihara dirimu.”
1. Alif Lam Ra. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana Mahateliti
wa anistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yumatti'kum matā'an ḥasanan ilā ajalim musamman wa yu`ti kulla żī faḍlin faḍlah wa in tawallau fa innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yauming kabīr
3. Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling maka sungguh aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).
5. Ingatlah sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) memalingkan dada untuk menyembunyikan diri dari dia (Muhammad). Ingatlah ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan sungguh Allah Maha Mengetahui (segala) isi hati.
wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā kullun fī kitābim mubīn
6. Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
wa huwallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmiw wa kāna 'arsyuhụ 'alal-mā`i liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā wa la`ing qulta innakum mab'ụṡụna mim ba'dil-mauti layaqụlannallażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn
7. Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan ‘Arsy-Nya di atas air agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Jika engkau berkata (kepada penduduk Mekah) “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati” niscaya orang kafir itu akan berkata “Ini hanyalah sihir yang nyata.”
8. Dan sungguh jika Kami tangguhkan azab terhadap mereka sampai waktu yang ditentukan niscaya mereka akan berkata “Apakah yang menghalanginya?” Ketahuilah ketika azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dielakkan oleh mereka. Mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.
10. Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya niscaya dia akan berkata “Telah hilang bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga
fa la'allaka tārikum ba'ḍa mā yụḥā ilaika wa ḍā`iqum bihī ṣadruka ay yaqụlụ lau lā unzila 'alaihi kanzun au jā`a ma'ahụ malak innamā anta nażīr wallāhu 'alā kulli syai`iw wakīl
12. Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya karena mereka akan mengatakan “Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?” Sungguh engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu.
am yaqụlụnaftarāh qul fa`tụ bi'asyri suwarim miṡlihī muftarayātiw wad'ụ manistaṭa'tum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīn
13. Bahkan mereka mengatakan “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur'an itu.” Katakanlah “(Kalau demikian) datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur'an) yang dibuat-buat dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.”
fa il lam yastajībụ lakum fa'lamū annamā unzila bi'ilmillāhi wa al lā ilāha illā huw fa hal antum muslimụn
14. Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu maka (katakanlah) “Ketahuilah bahwa (Al-Qur'an) itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwa tidak ada tuhan selain Dia maka maukah kamu berserah diri (masuk Islam)?”
mang kāna yurīdul-ḥayātad-dun-yā wa zīnatahā nuwaffi ilaihim a'mālahum fīhā wa hum fīhā lā yubkhasụn
15. Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.
ulā`ikallażīna laisa lahum fil-ākhirati illan-nāru wa ḥabiṭa mā ṣana'ụ fīhā wa bāṭilum mā kānụ ya'malụn
16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.
a fa mang kāna 'alā bayyinatim mir rabbihī wa yatlụhu syāhidum min-hu wa ming qablihī kitābu mụsā imāmaw wa raḥmah ulā`ika yu`minụna bih wa may yakfur bihī minal-aḥzābi fan-nāru mau'iduhụ fa lā taku fī miryatim min-hu innahul-ḥaqqu mir rabbika wa lākinna akṡaran-nāsi lā yu`minụn
17. Maka apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhannya dan diikuti oleh saksi dari-Nya dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an). Barangsiapa mengingkarinya (Al-Qur'an) di antara kelompok-kelompok (orang Quraisy) maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya karena itu janganlah engkau ragu terhadap Al-Qur'an. Sungguh Al-Qur'an itu benar-benar dari Tuhanmu tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
wa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi każibā ulā`ika yu'raḍụna 'alā rabbihim wa yaqụlul-asy-hādu hā`ulā`illażīna każabụ 'alā rabbihim alā la'natullāhi 'alaẓ-ẓālimīn
18. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para saksi akan berkata “Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap Tuhan mereka.” Ingatlah laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim
allażīna yaṣuddụna 'an sabīlillāhi wa yabgụnahā 'iwajā wa hum bil-ākhirati hum kāfirụn
19. (yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari akhirat.
ulā`ika lam yakụnụ mu'jizīna fil-arḍi wa mā kāna lahum min dụnillāhi min auliyā` yuḍā'afu lahumul-'ażāb mā kānụ yastaṭī'ụnas-sam'a wa mā kānụ yubṣirụn
20. Mereka tidak mampu menghalangi (siksaan Allah) di bumi dan tidak akan ada bagi mereka penolong selain Allah. Azab itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak mampu mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat(nya).
innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa akhbatū ilā rabbihim ulā`ika aṣ-ḥābul-jannah hum fīhā khālidụn
23. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka itu penghuni surga mereka kekal di dalamnya.
maṡalul-farīqaini kal-a'mā wal-aṣammi wal-baṣīri was-samī' hal yastawiyāni maṡalā a fa lā tażakkarụn
24. Perumpamaan kedua golongan (orang kafir dan mukmin) seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Samakah kedua golongan itu? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?
fa qālal-mala`ullażīna kafarụ ming qaumihī mā narāka illā basyaram miṡlanā wa mā narākattaba'aka illallażīna hum arāżilunā bādiyar-ra`y wa mā narā lakum 'alainā min faḍlim bal naẓunnukum kāżibīn
27. Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya “Kami tidak melihat engkau melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta.”
qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu 'alā bayyinatim mir rabbī wa ātānī raḥmatam min 'indihī fa 'ummiyat 'alaikum a nulzimukumụhā wa antum lahā kārihụn
28. Dia (Nuh) berkata ”Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya padahal kamu tidak menyukainya?
wa yā qaumi lā as`alukum 'alaihi mālā in ajriya illā 'alallāhi wa mā ana biṭāridillażīna āmanụ innahum mulāqụ rabbihim wa lākinnī arākum qauman taj-halụn
29. Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh mereka akan bertemu dengan Tuhannya dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.
wa lā aqụlu lakum 'indī khazā`inullāhi wa lā a'lamul-gaiba wa lā aqụlu innī malakuw wa lā aqụlu lillażīna tazdarī a'yunukum lay yu`tiyahumullāhu khairā allāhu a'lamu bimā fī anfusihim innī iżal laminaẓ-ẓālimīn
31. Dan aku tidak mengatakan kepadamu bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah dan aku tidak mengetahui yang gaib dan tidak (pula) mengatakan bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat dan aku tidak (juga) mengatakan kepada orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu “Bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sungguh jika demikian aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”
qālụ yā nụḥu qad jādaltana fa akṡarta jidālana fa`tinā bimā ta'idunā ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
32. Mereka berkata “Wahai Nuh! Sungguh engkau telah berbantah dengan kami dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami maka datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan jika kamu termasuk orang yang benar.”
wa lā yanfa'ukum nuṣ-ḥī in arattu an anṣaḥa lakum ing kānallāhu yurīdu ay yugwiyakum huwa rabbukum wa ilaihi turja'ụn
34. Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”
am yaqụlụnaftarāh qul iniftaraituhụ fa 'alayya ijrāmī wa ana barī`um mimmā tujrimụn
35. Bahkan mereka (orang kafir) berkata “Dia cuma mengada-ada saja.” Katakanlah (Muhammad) “Jika aku mengada-ada akulah yang akan memikul dosanya dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat.”
wa ụḥiya ilā nụḥin annahụ lay yu`mina ming qaumika illā mang qad āmana fa lā tabta`is bimā kānụ yaf'alụn
36. Dan diwahyukan kepada Nuh “Ketahuilah tidak akan beriman di an-tara kaummu kecuali orang yang benar-benar beriman (saja) karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat.
waṣna'il-fulka bi`a'yuninā wa waḥyinā wa lā tukhāṭibnī fillażīna ẓalamụ innahum mugraqụn
37. Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.”
wa yaṣna'ul-fulk wa kullamā marra 'alaihi mala`um ming qaumihī sakhirụ min-h qāla in taskharụ minnā fa innā naskharu mingkum kamā taskharụn
38. Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata “Jika kamu mengejek kami maka kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami).
ḥattā iżā jā`a amrunā wa fārat-tannụru qulnaḥmil fīhā ming kullin zaujainiṡnaini wa ahlaka illā man sabaqa 'alaihil-qaulu wa man āman wa mā āmana ma'ahū illā qalīl
40. Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air Kami berfirman “Muatkanlah ke dalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina) dan (juga) keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman.” Ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit.
wa qālarkabụ fīhā bismillāhi majr)hā wa mursāhā inna rabbī lagafụrur raḥīm
41. Dan dia berkata ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun Maha Penyayang.”
wa hiya tajrī bihim fī maujing kal-jibāl wa nādā nụḥunibnahụ wa kāna fī ma'ziliy yā bunayyarkam ma'anā wa lā takum ma'al-kāfirīn
42. Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.”
qāla sa`āwī ilā jabaliy ya'ṣimunī minal-mā` qāla lā 'āṣimal-yauma min amrillāhi illā mar raḥim wa ḥāla bainahumal-mauju fa kāna minal-mugraqīn
43. Dia (anaknya) menjawab “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah!” (Nuh) berkata “Tidak ada yang melindungi dari siksaan Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka dia (anak itu) termasuk orang yang ditenggelamkan.
wa qīla yā arḍubla'ī mā`aki wa yā samā`u aqli'ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru wastawat 'alal-jụdiyyi wa qīla bu'dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn
44. Dan difirmankan “Wahai bumi! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan!) berhentilah.” Dan air pun disurutkan dan perintah pun diselesaikan dan kapal itupun berlabuh di atas gunung Judi dan dikatakan ”Binasalah orang-orang zalim.”
wa nādā nụḥur rabbahụ fa qāla rabbi innabnī min ahlī wa inna wa'dakal-ḥaqqu wa anta aḥkamul-ḥākimīn
45. Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata “Ya Tuhanku sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil.”
qāla yā nụḥu innahụ laisa min ahlik innahụ 'amalun gairu ṣāliḥin fa lā tas`alni mā laisa laka bihī 'ilm innī a'iẓuka an takụna minal-jāhilīn
46. Dia (Allah) berfirman “Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu karena perbuatannya sungguh tidak baik sebab itu jangan engkau memohon kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar (engkau) tidak termasuk orang yang bodoh.”
qāla rabbi innī a'ụżu bika an as`alaka mā laisa lī bihī 'ilm wa illā tagfir lī wa tar-ḥamnī akum minal-khāsirīn
47. Dia (Nuh) berkata “Ya Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku niscaya aku termasuk orang yang rugi.”
qīla yā nụḥuhbiṭ bisalāmim minnā wa barakātin 'alaika wa 'alā umamim mim mam ma'ak wa umamun sanumatti'uhum ṡumma yamassuhum minnā 'ażābun alīm
48. Difirmankan “Wahai Nuh! Turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami bagimu dan bagi semua umat (mukmin) yang bersamamu. Dan ada umat-umat yang Kami beri kesenangan (dalam kehidupan dunia) kemudian mereka akan ditimpa azab Kami yang pedih.”
tilka min ambā`il-gaibi nụḥīhā ilaīk mā kunta ta'lamuhā anta wa lā qaumuka ming qabli hāżā faṣbir innal-'āqibata lil-muttaqīn
49. Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah sungguh kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa.
wa ilā 'ādin akhāhum hụdā qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh in antum illā muftarụn
50. Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Selama ini) kamu hanyalah mengada-ada.
yā qaumi lā as`alukum 'alaihi ajrā in ajriya illā 'alallażī faṭaranī a fa lā ta'qilụn
51. Wahai kaumku! Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (seruanku) ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?”
wa yā qaumistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yursilis-samā`a 'alaikum midrāraw wa yazidkum quwwatan ilā quwwatikum wa lā tatawallau mujrimīn
52. Dan (Hud berkata) “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.”
qālụ yā hụdu mā ji`tanā bibayyinatiw wa mā naḥnu bitārikī ālihatinā 'ang qaulika wa mā naḥnu laka bimu`minīn
53. Mereka (kaum ‘Ad) berkata “Wahai Hud! Engkau tidak mendatangkan suatu bukti yang nyata kepada kami dan kami tidak akan meninggalkan sesembahan kami karena perkataanmu dan kami tidak akan mempercayaimu
54. kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Dia (Hud) menjawab “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan
innī tawakkaltu 'alallāhi rabbī wa rabbikum mā min dābbatin illā huwa ākhiżum bināṣiyatihā inna rabbī 'alā ṣirāṭim mustaqīm
56. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh Tuhanku di jalan yang lurus (adil).
fa in tawallau fa qad ablagtukum mā ursiltu bihī ilaikum wa yastakhlifu rabbī qauman gairakum wa lā taḍurrụnahụ syai`ā inna rabbī 'alā kulli syai`in ḥafīẓ
57. Maka jika kamu berpaling maka sungguh aku telah menyampaikan kepadamu apa yang menjadi tugasku sebagai rasul kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti kamu dengan kaum yang lain sedang kamu tidak dapat mendatangkan mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu.”
wa lammā jā`a amrunā najjainā hụdaw wallażīna āmanụ ma'ahụ biraḥmatim minnā wa najjaināhum min 'ażābin galīẓ
58. Dan ketika azab Kami datang Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami. Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat.
wa tilka 'ādun jaḥadụ bi`āyāti rabbihim wa 'aṣau rusulahụ wattaba'ū amra kulli jabbārin 'anīd
59. Dan itulah (kisah) kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan. Mereka mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka.
wa utbi'ụ fī hāżihid-dun-yā la'nataw wa yaumal-qiyāmah alā inna 'ādang kafarụ rabbahum alā bu'dal li'āding qaumi hụd
60. Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di hari Kiamat. Ingatlah kaum ‘Ad itu ingkar kepada Tuhan mereka. Sungguh binasalah kaum ‘Ad umat Hud itu
wa ilā ṡamụda akhāhum ṣāliḥā qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh huwa ansya`akum minal-arḍi wasta'marakum fīhā fastagfirụhu ṡumma tụbū ilaīh inna rabbī qarībum mujīb
61. dan kepada kaum samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”
qālụ yā ṣāliḥu qad kunta fīnā marjuwwang qabla hāżā a tan-hānā an na'buda mā ya'budu ābā`unā wa innanā lafī syakkim mimmā tad'ụnā ilaihi murīb
62. Mereka (kaum samud) berkata “Wahai Saleh! Sungguh engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang di harapkan mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami.”
qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu 'alā bayyinatim mir rabbī wa ātānī min-hu raḥmatan fa may yanṣurunī minallāhi in 'aṣaituh fa mā tazīdụnanī gaira takhsīr
63. Dia (Saleh) berkata “Wahai kaumku! Terangkanlah kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya? Maka kamu hanya akan menambah kerugian kepadaku.
wa yā qaumi hāżihī nāqatullāhi lakum āyatan fa żarụhā ta`kul fī arḍillāhi wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum 'ażābung qarīb
64. Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat untukmu sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).”
fa 'aqarụhā fa qāla tamatta'ụ fī dārikum ṡalāṡata ayyām żālika wa'dun gairu makżụb
65. Maka mereka menyembelih unta itu kemudian dia (Saleh) berkata “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”
fa lammā jā`a amrunā najjainā ṣāliḥaw wallażīna āmanụ ma'ahụ biraḥmatim minnā wa min khizyi yaumi`iż inna rabbaka huwal-qawiyyul-'azīz
66. Maka ketika keputusan Kami datang Kami selamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu. Sungguh Tuhanmu Dia Mahakuat Mahaperkasa.
wa laqad jā`at rusulunā ibrāhīma bil-busyrā qālụ salāmā qāla salāmun fa mā labiṡa an jā`a bi'ijlin ḥanīż
69. Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira mereka mengucapkan “Selamat.” Dia (Ibrahim) menjawab “Selamat (atas kamu).” Ma-ka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.
fa lammā ra`ā aidiyahum lā taṣilu ilaihi nakirahum wa aujasa min-hum khīfah qālụ lā takhaf innā ursilnā ilā qaumi lụṭ
70. Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya dia (Ibrahim) mencurigai mereka dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata “Jangan takut sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut.”
wamra`atuhụ qā`imatun fa ḍaḥikat fa basysyarnāhā bi`is-ḥāqa wa miw warā`i is-ḥāqa ya'qụb
71. Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishak dan setelah Ishak (akan lahir) Yakub.
qālat yā wailatā a alidu wa ana 'ajụzuw wa hāżā ba'lī syaikhā inna hāżā lasyai`un 'ajīb
72. Dia (istrinya) berkata “Sungguh ajaib mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua dan suamiku ini sudah sangat tua? Ini benar-benar sesuatu yang ajaib.”
qālū a ta'jabīna min amrillāhi raḥmatullāhi wa barakātuhụ 'alaikum ahlal-baīt innahụ ḥamīdum majīd
73. Mereka (para malaikat) berkata “Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat dan berkah Allah dicurahkan kepada kamu wahai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji Maha Pengasih.”
fa lammā żahaba 'an ibrāhīmar-rau'u wa jā`at-hul-busyrā yujādilunā fī qaumi lụṭ
74. Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya dia pun bersoal jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Lut.
اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَحَلِيْمٌ اَوَّاهٌ مُّنِيْبٌ
inna ibrāhīma laḥalīmun awwāhum munīb
75. Ibrahim sungguh penyantun lembut hati dan suka kembali (kepada Allah).
wa lammā jā`at rusulunā lụṭan sī`a bihim wa ḍāqa bihim żar'aw wa qāla hāżā yaumun 'aṣīb
77. Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Lut dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan)nya. Dia (Lut) berkata “Ini hari yang sangat sulit.”
wa jā`ahụ qaumuhụ yuhra'ụna ilaīh wa ming qablu kānụ ya'malụnas-sayyi`āt qāla yā qaumi hā`ulā`i banatī hunna aṭ-haru lakum fattaqullāha wa lā tukhzụni fī ḍaifī a laisa mingkum rajulur rasyīd
78. Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Lut berkata “Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?”
qālụ laqad 'alimta mā lanā fī banātika min ḥaqq wa innaka lata'lamu mā nurīd
79. Mereka menjawab “Sesungguhnya eng-kau pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri-putrimu; dan engkau tentu mengetahui apa yang (sebenarnya) kami kehendaki.”
qālụ yā lụṭu innā rusulu rabbika lay yaṣilū ilaika fa asri bi`ahlika biqiṭ'im minal-laili wa lā yaltafit mingkum aḥadun illamra`atak innahụ muṣībuhā mā aṣābahum inna mau'idahumuṣ-ṣub-h a laisaṣ-ṣub-ḥu biqarīb
81. Mereka (para malaikat) berkata “Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu mereka tidak akan dapat mengganggu kamu sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?”
fa lammā jā`a amrunā ja'alnā 'āliyahā sāfilahā wa amṭarnā 'alaihā ḥijāratam min sijjīlim manḍụd
82. Maka ketika keputusan Kami datang Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar
wa ilā madyana akhāhum syu'aibā qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh wa lā tangquṣul-mikyāla wal-mīzāna innī arākum bikhairiw wa innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumim muḥīṭ
84. Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka Syuaib. Dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (Kiamat).
wa yā qaumi auful-mikyāla wal-mīzāna bil-qisṭi wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā`ahum wa lā ta'ṡau fil-arḍi mufsidīn
85. Dan wahai kaumku! Penuhilah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.
qālụ yā syu'aibu a ṣalātuka ta`muruka an natruka mā ya'budu ābā`unā au an naf'ala fī amwālinā mā nasyā` innaka la`antal-ḥalīmur-rasyīd
87. Mereka berkata “Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai.”
qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu 'alā bayyinatim mir rabbī wa razaqanī min-hu rizqan ḥasanaw wa mā urīdu an ukhālifakum ilā mā an-hākum 'an-h in urīdu illal-iṣlāḥa mastaṭa't wa mā taufīqī illā billāh 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb
88. Dia (Syuaib) berkata “Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.
wa yā qaumi lā yajrimannakum syiqāqī ay yuṣībakum miṡlu mā aṣāba qauma nụḥin au qauma hụdin au qauma ṣāliḥ wa mā qaumu lụṭim mingkum biba'īd
89. Dan wahai kaumku! Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu berbuat dosa sehingga kamu ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh kaum Hud atau kaum Saleh sedang kaum Lut tidak jauh dari kamu.
91. Mereka berkata “Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu tentu kami telah merajam engkau sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami.”
92. Dia (Syuaib) menjawab “Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu (diabaikan)? Ketahuilah sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan.
wa yā qaumi'malụ 'alā makānatikum innī 'āmil saufa ta'lamụna may ya`tīhi 'ażābuy yukhzīhi wa man huwa kāżib wartaqibū innī ma'akum raqīb
93. Dan wahai kaumku! Berbuatlah menurut kemampuanmu sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah! Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu.”
wa lammā jā`a amrunā najjainā syu'aibaw wallażīna āmanụ ma'ahụ biraḥmatim minnā wa akhażatillażīna ẓalamuṣ-ṣaiḥatu fa aṣbaḥụ fī diyārihim jāṡimīn
94. Maka ketika keputusan Kami datang Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya
żālika min ambā`il-qurā naquṣṣuhụ 'alaika min-hā qā`imuw wa ḥaṣīd
100. Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.
wa mā ẓalamnāhum wa lākin ẓalamū anfusahum fa mā agnat 'an-hum ālihatuhumullatī yad'ụna min dụnillāhi min syai`il lammā jā`a amru rabbik wa mā zādụhum gaira tatbīb
101. Dan Kami tidak menzalimi mereka tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri karena itu tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka sesembahan yang mereka sembah selain Allah ketika siksaan Tuhanmu datang. Sesembahan itu hanya menambah kebinasaan bagi mereka.
inna fī żālika la`āyatal liman khāfa 'ażābal-ākhirah żālika yaumum majmụ'ul lahun-nāsu wa żālika yaumum masy-hụd
103. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab) dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk).
وَمَا نُؤَخِّرُهٗٓ اِلَّا لِاَجَلٍ مَّعْدُوْدٍۗ
wa mā nu`akhkhiruhū illā li`ajalim ma'dụd
104. Dan Kami tidak akan menunda kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan.
107. mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.
wa ammallażīna su'idụ fa fil-jannati khālidīna fīhā mā dāmatis-samāwātu wal-arḍu illā mā syā`a rabbuk 'aṭā`an gaira majżụż
108. Dan adapun orang-orang yang berbahagia maka (tempatnya) di dalam surga; mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tidak ada putus-putusnya.
fa lā taku fī miryatim mimmā ya'budu hā`ulā` mā ya'budụna illā kamā ya'budu ābā`uhum ming qabl wa innā lamuwaffụhum naṣībahum gaira mangqụṣ
109. Maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu tentang apa yang mereka sembah. Mereka menyembah sebagaimana nenek moyang mereka dahulu menyembah. Kami pasti akan menyempurnakan pembalasan (terhadap) mereka tanpa dikurangi sedikit pun.
wa laqad ātainā mụsal-kitāba fakhtulifa fīh walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika laquḍiya bainahum wa innahum lafī syakkim min-hu murīb
110. Dan sungguh Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa lalu diperselisihkannya. Dan kalau tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Sungguh mereka (orang kafir Mekah) benar-benar dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al-Qur'an).
111. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka. Sungguh Dia Mahateliti terhadap apa yang mereka kerjakan.
fastaqim kamā umirta wa man tāba ma'aka wa lā taṭgau innahụ bimā ta'malụna baṣīr
112. Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar) sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
wa lā tarkanū ilallażīna ẓalamụ fa tamassakumun-nāru wa mā lakum min dụnillāhi min auliyā`a ṡumma lā tunṣarụn
113. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan.
wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-laīl innal-ḥasanāti yuż-hibnas-sayyi`āt żālika żikrā liż-żākirīn
114. Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).
falau lā kāna minal-qurụni ming qablikum ulụ baqiyyatiy yan-hauna 'anil-fasādi fil-arḍi illā qalīlam mim man anjainā min-hum wattaba'allażīna ẓalamụ mā utrifụ fīhi wa kānụ mujrimīn
116. Maka mengapa tidak ada di antara umat-umat sebelum kamu orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi kecuali sebagian kecil di antara orang yang telah Kami selamatkan. Dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
illā mar raḥima rabbuk wa liżālika khalaqahum wa tammat kalimatu rabbika la`amla`anna jahannama minal-jinnati wan-nāsi ajma'īn
119. kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap “Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.”
wa kullan naquṣṣu 'alaika min ambā`ir-rusuli mā nuṡabbitu bihī fu`ādaka wa jā`aka fī hāżihil-ḥaqqu wa mau'iẓatuw wa żikrā lil-mu`minīn
120. Dan semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman.
wa lillāhi gaibus-samāwāti wal-arḍi wa ilaihi yurja'ul-amru kulluhụ fa'bud-hu wa tawakkal 'alaīh wa mā rabbuka bigāfilin 'ammā ta'malụn
123. Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
12. Yusuf
الۤرٰ ۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۗ
alif lām rā tilka āyātul-kitābil mubīn
1. Alif Lam Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.
naḥnu naquṣṣu 'alaika aḥsanal-qaṣaṣi bimā auḥainā ilaika hāżal-qur`āna wa ing kunta ming qablihī laminal-gāfilīn
3. Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.
4. (Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya “Wahai ayahku! Sungguh aku (bermimpi) melihat sebelas bintang matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”
5. Dia (ayahnya) berkata “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”
wa każālika yajtabīka rabbuka wa yu'allimuka min ta`wīlil-aḥādīṡi wa yutimmu ni'matahụ 'alaika wa 'alā āli ya'qụba kamā atammahā 'alā abawaika ming qablu ibrāhīma wa is-ḥāq inna rabbaka 'alīmun ḥakīm
6. Dan demikianlah Tuhan memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Yakub sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sungguh Tuhanmu Maha Mengetahui Mahabijak-sana.
iż qālụ layụsufu wa akhụhu aḥabbu ilā abīnā minnā wa naḥnu 'uṣbah inna abānā lafī ḍalālim mubīn
8. Ketika mereka berkata “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh ayah kita dalam kekeliruan yang nyata.
qāla qā`ilum min-hum lā taqtulụ yụsufa wa alqụhu fī gayābatil-jubbi yaltaqiṭ-hu ba'ḍus-sayyārati ing kuntum fā'ilīn
10. Seorang di antara mereka berkata “Janganlah kamu membunuh Yusuf tetapi masukan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir jika kamu hendak berbuat.”
11. Mereka berkata “Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya.
qāla innī layaḥzununī an taż-habụ bihī wa akhāfu ay ya`kulahuż-żi`bu wa antum 'an-hu gāfilụn
13. Dia (Yakub) berkata “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala sedang kamu lengah darinya.”
fa lammā żahabụ bihī wa ajma'ū ay yaj'alụhu fī gayābatil-jubb wa auḥainā ilaihi latunabbi`annahum bi`amrihim hāżā wa hum lā yasy'urụn
15. Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkan ke dasar sumur Kami wahyukan kepadanya “Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka sedang mereka tidak menyadari.”
وَجَاۤءُوْٓ اَبَاهُمْ عِشَاۤءً يَّبْكُوْنَۗ
wa jā`ū abāhum 'isyā`ay yabkụn
16. Kemudian mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis.
qālụ yā abānā innā żahabnā nastabiqu wa taraknā yụsufa 'inda matā'inā fa akalahuż-żi`b wa mā anta bimu`minil lanā walau kunnā ṣādiqīn
17. Mereka berkata “Wahai ayah kami! Sesungguhnya kami pergi berlomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami lalu dia dimakan serigala; dan engkau tentu tidak akan percaya kepada kami sekalipun kami berkata benar.”
wa jā`ụ 'alā qamīṣihī bidaming każib qāla bal sawwalat lakum anfusukum amrā fa ṣabrun jamīl wallāhul-musta'ānu 'alā mā taṣifụn
18. Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata “Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”
wa jā`at sayyāratun fa arsalụ wāridahum fa adlā dalwah qāla yā busyrā hāżā gulām wa asarrụhu biḍā'ah wallāhu 'alīmum bimā ya'malụn
19. Dan datanglah sekelompok musafir mereka menyuruh seorang pengambil air. Lalu dia menurunkan timbanya. Dia berkata “Oh senangnya ini ada seorang anak muda!” Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
wa qālallażisytarāhu mim miṣra limra`atihī akrimī maṡwāhu 'asā ay yanfa'anā au nattakhiżahụ waladā wa każālika makkannā liyụsufa fil-arḍi wa linu'allimahụ min ta`wīlil-aḥādīṡ wallāhu gālibun 'alā amrihī wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn
21. Dan orang dari Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya” Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak.” Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir) dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.
wa lammā balaga asyuddahū ātaināhu ḥukmaw wa 'ilmā wa każālika najzil-muḥsinīn
22. Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
wa rāwadat-hullatī huwa fī baitihā 'an nafsihī wa gallaqatil-abwāba wa qālat haita lak qāla ma'āżallāhi innahụ rabbī aḥsana maṡwāy innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn
23. Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu lalu berkata “Marilah mendekat kepadaku.” Yusuf berkata “Aku berlindung kepada Allah sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
wa laqad hammat bihī wa hamma bihā lau lā ar ra`ā bur-hāna rabbih każālika linaṣrifa 'an-hus-sū`a wal-faḥsyā` innahụ min 'ibādinal-mukhlaṣīn
24. Dan sungguh perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.
wastabaqal-bāba wa qaddat qamīṣahụ min duburiw wa alfayā sayyidahā ladal-bāb qālat mā jazā`u man arāda bi`ahlika sū`an illā ay yusjana au 'ażābun alīm
25. Dan keduanya berlomba menuju pintu dan perempuan itu menarik baju gamisnya (Yusuf) dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata “Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih?”
qāla hiya rāwadatnī 'an nafsī wa syahida syāhidum min ahlihā ing kāna qamīṣuhụ qudda ming qubulin fa ṣadaqat wa huwa minal-kāżibīn
26. Dia (Yusuf) berkata “Dia yang menggodaku dan merayu diriku.” Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian “Jika baju gamisnya koyak di bagian depan maka perempuan itu benar dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta.
fa lammā ra`ā qamīṣahụ qudda min duburing qāla innahụ ming kaidikunn inna kaidakunna 'aẓīm
28. Maka ketika dia (suami perempuan itu) melihat baju gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakang dia berkata “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat.”
wa qāla niswatun fil-madīnatimra`atul-'azīzi turāwidu fatāhā 'an nafsih qad syagafahā ḥubbā innā lanarāhā fī ḍalālim mubīn
30. Dan perempuan-perempuan di kota berkata “Istri Al-Aziz menggoda dan merayu pelayannya untuk menundukkan dirinya pelayannya benar-benar membuatnya mabuk cinta. Kami pasti memandang dia dalam kesesatan yang nyata.”
fa lammā sami'at bimakrihinna arsalat ilaihinna wa a'tadat lahunna muttaka`aw wa ātat kulla wāḥidatim min-hunna sikkīnaw wa qālatikhruj 'alaihinn fa lammā ra`ainahū akbarnahụ wa qaṭṭa'na aidiyahunna wa qulna ḥāsya lillāhi mā hāżā basyarā in hāżā illā malakung karīm
31. Maka ketika perempuan itu mendengar cercaan mereka diundangnyalah perempuan-perempuan itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka dan kepada masing-masing mereka diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan) kemudian dia berkata (kepada Yusuf) “Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya mereka terpesona kepada (keelokan rupa)nya dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri. Seraya berkata “Mahasempurna Allah ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia.”
qālat fa żālikunnallażī lumtunnanī fīh wa laqad rāwattuhụ 'an nafsihī fasta'ṣam wa la`il lam yaf'al mā āmuruhụ layusjananna wa layakụnam minaṣ-ṣāgirīn
32. Dia (istri Al-Aziz) berkata “Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena (aku tertarik) kepadanya dan sungguh aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak. Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan menjadi orang yang hina.”
qāla rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad'ụnanī ilaīh wa illā taṣrif 'annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn
33. Yusuf berkata “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.”
36. Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satunya berkata “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur” dan yang lainnya berkata “Aku bermimpi membawa roti di atas kepalaku sebagiannya dimakan burung.” Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang yang berbuat baik.
37. Dia (Yusuf) berkata “Makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan takwilnya sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat.
wattaba'tu millata ābā`ī ibrāhīma wa is-ḥāqa wa ya'qụb mā kāna lanā an nusyrika billāhi min syaī` żālika min faḍlillāhi 'alainā wa 'alan-nāsi wa lākinna akṡaran-nāsi lā yasykurụn
mā ta'budụna min dụnihī illā asmā`an sammaitumụhā antum wa ābā`ukum mā anzalallāhu bihā min sulṭān inil-ḥukmu illā lillāh amara allā ta'budū illā iyyāh żālikad-dīnul-qayyimu wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn
40. Apa yang kamu sembah selain Dia hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
yā ṣāḥibayis-sijni ammā aḥadukumā fa yasqī rabbahụ khamrā wa ammal-ākharu fa yuṣlabu fa ta`kuluṭ-ṭairu mir ra`sih quḍiyal-amrullażī fīhi tastaftiyān
41. Wahai kedua penghuni penjara “Salah seorang di antara kamu akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Adapun yang seorang lagi dia akan disalib lalu burung memakan sebagian kepalanya. Telah terjawab perkara yang kamu tanyakan (kepadaku).”
wa qāla lillażī ẓanna annahụ nājim min-humażkurnī 'inda rabbika fa ansāhusy-syaiṭānu żikra rabbihī fa labiṡa fis-sijni biḍ'a sinīn
42. Dan dia (Yusuf) berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka setan menjadikan dia lupa untuk menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu dia (Yusuf) tetap dalam penjara beberapa tahun lamanya.
wa qālal-maliku innī arā sab'a baqarātin simāniy ya`kuluhunna sab'un 'ijāfuw wa sab'a sumbulātin khuḍriw wa ukhara yābisāt yā ayyuhal-mala`u aftụnī fī ru`yāya ing kuntum lir-ru`yā ta'burụn
43. Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya) “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi.”
wa qālallażī najā min-humā waddakara ba'da ummatin ana unabbi`ukum bita`wīlihī fa arsilụn
45. Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah beberapa waktu lamanya “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu maka utuslah aku (kepadanya).”
46. ”Yusuf wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu agar mereka mengetahui.”
qāla tazra'ụna sab'a sinīna da`abā fa mā ḥaṣattum fa żarụhu fī sumbulihī illā qalīlam mimmā ta`kulụn
47. Dia (Yusuf) berkata “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.
48. Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit) kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan.
wa qālal-maliku`tụnī bih fa lammā jā`ahur-rasụlu qālarji' ilā rabbika fas`al-hu mā bālun-niswatillātī qaṭṭa'na aidiyahunn inna rabbī bikaidihinna 'alīm
50. Dan raja berkata “Bawalah dia kepadaku.” Ketika utusan itu datang kepadanya dia (Yusuf) berkata “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka.”
qāla mā khaṭbukunna iż rāwattunna yụsufa 'an nafsih qulna ḥāsya lillāhi mā 'alimnā 'alaihi min sū` qālatimra`atul-'azīzil-āna ḥaṣ-ḥaṣal-ḥaqqu ana rāwattuhụ 'an nafsihī wa innahụ laminaṣ-ṣādiqīn
51. Dia (raja) berkata (kepada perempuan-perempuan itu) “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?” Mereka berkata “Mahasempurna Allah kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya.” Istri Al-Aziz berkata “Sekarang jelaslah kebenaran itu akulah yang menggoda dan merayunya dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.”
52. (Yusuf berkata) “Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada (di rumah) dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
53. Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa qālal-maliku`tụnī bihī astakhliṣ-hu linafsī fa lammā kallamahụ qāla innakal-yauma ladainā makīnun amīn
54. Dan raja berkata “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku agar aku memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku.” Ketika dia (raja) telah bercakap-cakap dengan dia dia (raja) berkata “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami dan dipercaya.”
wa każālika makkannā liyụsufa fil-arḍi yatabawwa`u min-hā ḥaiṡu yasyā` nuṣību biraḥmatinā man nasyā`u wa lā nuḍī'u ajral-muḥsinīn
56. Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri ini (Mesir); untuk tinggal di mana saja yang dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.
wa jā`a ikhwatu yụsufa fa dakhalụ 'alaihi fa 'arafahum wa hum lahụ mungkirụn
58. Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat)nya. Maka dia (Yusuf) mengenal mereka sedang mereka tidak mengenalinya (lagi) kepadanya.
wa lammā jahhazahum bijahāzihim qāla`tụnī bi`akhil lakum min abīkum alā tarauna annī ụfil-kaila wa ana khairul-munzilīn
59. Dan ketika dia (Yusuf) menyiapkan bahan makanan untuk mereka dia berkata “Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin) tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah penerima tamu yang terbaik?
62. Dan dia (Yusuf) berkata kepada pelayan-pelayannya “Masukkanlah barang-barang (penukar) mereka ke dalam karung-karungnya agar mereka mengetahuinya apabila telah kembali kepada keluarganya mudah-mudahan mereka kembali lagi.”
fa lammā raja'ū ilā abīhim qālụ yā abānā muni'a minnal-kailu fa arsil ma'anā akhānā naktal wa innā lahụ laḥāfiẓụn
63. Maka ketika mereka telah kembali kepada ayahnya (Yakub) mereka berkata “Wahai ayah kami! Kami tidak akan mendapat jatah (gandum) lagi (jika tidak membawa saudara kami) sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama kami agar kami mendapat jatah dan kami benar-benar akan menjaganya.”
qāla hal āmanukum 'alaihi illā kamā amintukum 'alā akhīhi ming qabl fallāhu khairun ḥāfiẓaw wa huwa ar-ḥamur-rāḥimīn
64. Dia (Yakub) berkata “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?” Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
wa lammā fataḥụ matā'ahum wajadụ biḍā'atahum ruddat ilaihim qālụ yā abānā mā nabgī hāżihī biḍā'atunā ruddat ilainā wa namīru ahlanā wa naḥfaẓu akhānā wa nazdādu kaila ba'īr żālika kailuy yasīr
65. Dan ketika mereka membuka barang-barangnya mereka menemukan barang-barang (penukar) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata “Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita dan kita akan dapat memberi makan keluarga kita dan kami akan memelihara saudara kami dan kita akan mendapat tambahan jatah (gandum) seberat beban seekor unta. Itu suatu hal yang mudah (bagi raja Mesir).”
qāla lan ursilahụ ma'akum ḥattā tu`tụni mauṡiqam minallāhi lata`tunnanī bihī illā ay yuḥāṭa bikum fa lammā ātauhu mauṡiqahum qālallāhu 'alā mā naqụlu wakīl
66. Dia (Yakub) berkata “Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kamu sebelum kamu bersumpah kepadaku atas (nama) Allah bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali kecuali jika kamu dikepung (musuh).” Setelah mereka mengucapkan sumpah dia (Yakub) berkata “Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan.”
wa qāla yā baniyya lā tadkhulụ mim bābiw wāḥidiw wadkhulụ min abwābim mutafarriqah wa mā ugnī 'angkum minallāhi min syaī` inil-ḥukmu illā lillāh 'alaihi tawakkaltu wa 'alaihi falyatawakkalil-mutawakkilụn
67. Dan dia (Yakub) berkata “Wahai anak-anakku! Janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat mempertahankan kamu sedikit pun dari (takdir) Allah. Keputusan itu hanyalah bagi Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya pula bertawakallah orang-orang yang bertawakal.”
wa lammā dakhalụ min ḥaiṡu amarahum abụhum mā kāna yugnī 'an-hum minallāhi min syai`in illā ḥājatan fī nafsi ya'qụba qaḍāhā wa innahụ lażụ 'ilmil limā 'allamnāhu wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn
68. Dan ketika mereka masuk sesuai dengan perintah ayah mereka (masuknya mereka itu) tidak dapat menolak sedikit pun keputusan Allah (tetapi itu) hanya suatu keinginan pada diri Yakub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
wa lammā dakhalụ 'alā yụsufa āwā ilaihi akhāhu qāla innī ana akhụka fa lā tabta`is bimā kānụ ya'malụn
69. Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya dia (Yusuf) berkata “Sesungguhnya aku adalah saudaramu jangan engkau bersedih hati terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
70. Maka ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka dia (Yusuf) memasukkan piala ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan “Wahai kafilah! Sesungguhnya kamu pasti pencuri.”
qālụ nafqidu ṣuwā'al-maliki wa liman jā`a bihī ḥimlu ba'īriw wa ana bihī za'īm
72. Mereka menjawab “Kami kehilangan piala raja dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta dan aku jamin itu.”
73. Mereka (saudara-saudara Yusuf) menjawab “Demi Allah sungguh kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri ini dan kami bukanlah para pencuri.”
qālụ jazā`uhụ maw wujida fī raḥlihī fa huwa jazā`uh każālika najziẓ-ẓālimīn
75. Mereka menjawab “Hukumannya ialah pada siapa ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu) maka dia sendirilah menerima hukumannya. Demikianlah kami memberi hukuman kepada orang-orang zalim.”
fa bada`a bi`au'iyatihim qabla wi'ā`i akhīhi ṡummastakhrajahā miw wi'ā`i akhīh każālika kidnā liyụsuf mā kāna liya`khuża akhāhu fī dīnil-maliki illā ay yasyā`allāh narfa'u darajātim man nasyā` wa fauqa kulli żī 'ilmin 'alīm
76. Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri kemudian dia mengeluarkan (piala raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.
qālū iy yasriq fa qad saraqa akhul lahụ ming qabl fa asarrahā yụsufu fī nafsihī wa lam yubdihā lahum qāla antum syarrum makānā wallāhu a'lamu bimā taṣifụn
77. Mereka berkata “Jika dia mencuri maka sungguh sebelum itu saudaranya pun pernah pula mencuri.” Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak ditampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya) “Kedudukanmu justru lebih buruk. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan.”
78. Mereka berkata “Wahai Al-Aziz! Dia mempunyai ayah yang sudah lanjut usia karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik.”
79. Dia (Yusuf) berkata “Aku memohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang) kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya jika kami (berbuat) demikian berarti kami orang yang zalim.”
fa lammastai`asụ min-hu khalaṣụ najiyyā qāla kabīruhum a lam ta'lamū anna abākum qad akhaża 'alaikum mauṡiqam minallāhi wa ming qablu mā farrattum fī yụsufa fa lan abraḥal-arḍa ḥattā ya`żana lī abī au yaḥkumallāhu lī wa huwa khairul-ḥākimīn
80. Maka ketika mereka berputus asa darinya (putusan Yusuf) mereka menyendiri (sambil berunding) dengan berbisik-bisik. Yang tertua di antara mereka berkata “Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan (nama) Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf? Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri ini (Mesir) sampai ayahku mengizinkan (untuk kembali) atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang terbaik.”
irji'ū ilā abīkum fa qụlụ yā abānā innabnaka saraq wa mā syahidnā illā bimā 'alimnā wa mā kunnā lil-gaibi ḥāfiẓīn
81. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah “Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui dan kami tidak mengetahui apa yang di balik itu.
qāla bal sawwalat lakum anfusukum amrā fa ṣabrun jamīl 'asallāhu ay ya`tiyanī bihim jamī'ā innahụ huwal-'alīmul-ḥakīm
83. Dia (Yakub) berkata “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh Dialah Yang Maha Mengetahui Mahabijaksana.”
wa tawallā 'an-hum wa qāla yā asafā 'alā yụsufa wabyaḍḍat 'aināhu minal-ḥuzni fa huwa kaẓīm
84. Dan dia (Yakub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata “Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf” dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya).
85. Mereka berkata “Demi Allah engkau tidak henti-hentinya mengingat Yusuf sehingga engkau (mengidap) penyakit berat atau engkau termasuk orang-orang yang akan binasa.”
yā baniyyaż-habụ fa taḥassasụ miy yụsufa wa akhīhi wa lā tai`asụ mir rauḥillāh innahụ lā yai`asu mir rauḥillāhi illal-qaumul-kāfirụn
87. Wahai anak-anakku! Pergilah kamu carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir.”
fa lammā dakhalụ 'alaihi qālụ yā ayyuhal-'azīzu massanā wa ahlanaḍ-ḍurru wa ji`nā bibiḍā'atim muzjātin fa aufi lanal-kaila wa taṣaddaq 'alainā innallāha yajzil-mutaṣaddiqīn
88. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf mereka berkata “Wahai Al-Aziz! Kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tidak berharga maka penuhilah jatah (gandum) untuk kami dan bersedekahlah kepada kami. Sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang yang bersedekah.”
qāla hal 'alimtum mā fa'altum biyụsufa wa akhīhi iż antum jāhilụn
89. Dia (Yusuf) berkata “Tahukah kamu (kejelekan) apa yang telah kamu perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya karena kamu tidak menyadari (akibat) perbuatanmu itu?”
qālū a innaka la`anta yụsuf qāla ana yụsufu wa hāżā akhī qad mannallāhu 'alainā innahụ may yattaqi wa yaṣbir fa innallāha lā yuḍī'u ajral-muḥsinīn
90. Mereka berkata “Apakah engkau benar-benar Yusuf?” Dia (Yusuf) menjawab “Aku Yusuf dan ini saudaraku. Sungguh Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa bertakwa dan bersabar maka Sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.”
qāla lā taṡrība 'alaikumul-yaụm yagfirullāhu lakum wa huwa ar-ḥamur-rāḥimīn
92. Dia (Yusuf) berkata “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.
wa lammā faṣalatil-'īru qāla abụhum innī la`ajidu rīḥa yụsufa lau lā an tufannidụn
94. Dan ketika kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) ayah mereka berkata “Sesungguhnya Aku mencium bau Yusuf sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku).”
fa lammā an jā`al-basyīru alqāhu 'alā waj-hihī fartadda baṣīrā qāla a lam aqul lakum innī a'lamu minallāhi mā lā ta'lamụn
96. Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Yakub) lalu dia dapat melihat kembali. Dia (Yakub) berkata “Bukankah telah aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
fa lammā dakhalụ 'alā yụsufa āwā ilaihi abawaihi wa qāladkhulụ miṣra in syā`allāhu āminīn
99. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya seraya berkata “Masuklah kamu ke negeri Mesir insya Allah dalam keadaan aman.”
wa rafa'a abawaihi 'alal-'arsyi wa kharrụ lahụ sujjadā wa qāla yā abati hāżā ta`wīlu ru`yāya ming qablu qad ja'alahā rabbī ḥaqqā wa qad aḥsana bī iż akhrajanī minas-sijni wa jā`a bikum minal-badwi mim ba'di an nazagasy-syaiṭānu bainī wa baina ikhwatī inna rabbī laṭīful limā yasyā` innahụ huwal-'alīmul-ḥakīm
100. Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dan dia (Yusuf) berkata “Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sungguh Dia Yang Maha Mengetahui Mahabijaksana.
rabbi qad ātaitanī minal-mulki wa 'allamtanī min ta`wīlil-aḥādīṡ fāṭiras-samāwāti wal-arḍ anta waliyyī fid-dun-yā wal-ākhirah tawaffanī muslimaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn
101. Tuhanku sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.”
żālika min ambā`il-gaibi nụḥīhi ilaīk wa mā kunta ladaihim iż ajma'ū amrahum wa hum yamkurụn
102. Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal engkau tidak berada di samping mereka ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur).
a fa aminū an ta`tiyahum gāsyiyatum min 'ażābillāhi au ta`tiyahumus-sā'atu bagtataw wa hum lā yasy'urụn
107. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka atau kedatangan Kiamat kepada mereka secara mendadak sedang mereka tidak menyadarinya?
qul hāżihī sabīlī ad'ū ilallāh 'alā baṣīratin ana wa manittaba'anī wa sub-ḥānallāhi wa mā ana minal-musyrikīn
108. Katakanlah (Muhammad) “Inilah jalanku aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin Mahasuci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.”
wa mā arsalnā ming qablika illā rijālan nụḥī ilaihim min ahlil-qurā a fa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna 'āqibatullażīna ming qablihim wa ladārul-ākhirati khairul lillażīnattaqau a fa lā ta'qilụn
109. Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad) melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul). Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
ḥattā iżastai`asar-rusulu wa ẓannū annahum qad kużibụ jā`ahum naṣrunā fa nujjiya man nasyā` wa lā yuraddu ba`sunā 'anil-qaumil-mujrimīn
110. Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa.
laqad kāna fī qaṣaṣihim 'ibratul li`ulil-albāb mā kāna ḥadīṡay yuftarā wa lākin taṣdīqallażī baina yadaihi wa tafṣīla kulli syai`iw wa hudaw wa raḥmatal liqaumiy yu`minụn
111. Sungguh pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya menjelaskan segala sesuatu dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
alif lām mīm rā tilka āyātul-kitāb wallażī unzila ilaika mir rabbikal-ḥaqqu wa lākinna akṡaran-nāsi lā yu`minụn
1. Alif Lam Mim Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
2. Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya) dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.
wa huwallażī maddal-arḍa wa ja'ala fīhā rawāsiya wa an-hārā wa ming kulliṡ-ṡamarāti ja'ala fīhā zaujainiṡnaini yugsyil-lailan-nahār inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn
3. Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.
wa fil-arḍi qiṭa'um mutajāwirātuw wa jannātum min a'nābiw wa zar'uw wa nakhīlun ṣinwānuw wa gairu ṣinwāniy yusqā bimā`iw wāḥidiw wa nufaḍḍilu ba'ḍahā 'alā ba'ḍin fil-ukul inna fī żālika la`āyātil liqaumiy ya'qilụn
4. Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan kebun-kebun anggur tanaman-tanaman pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.
wa in ta'jab fa 'ajabung qauluhum a iżā kunnā turāban a innā lafī khalqin jadīd ulā`ikallażīna kafarụ birabbihim wa ulā`ikal-aglālu fī a'nāqihim wa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār hum fīhā khālidụn
5. Dan jika engkau merasa heran maka yang mengherankan adalah ucapan mereka “Apabila kami telah menjadi tanah apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya. Mereka adalah penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.
wa yasta'jilụnaka bis-sayyi`ati qablal-ḥasanati wa qad khalat ming qablihimul-maṡulāt wa inna rabbaka lażụ magfiratil lin-nāsi 'alā ẓulmihim wa inna rabbaka lasyadīdul-'iqāb
6. Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan sebelum (mereka meminta) kebaikan padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka dan sungguh Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya.
wa yaqụlullażīna kafarụ lau lā unzila 'alaihi āyatum mir rabbih innamā anta munżiruw wa likulli qaumin hād
7. Dan orang-orang kafir berkata “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.
allāhu ya'lamu mā taḥmilu kullu unṡā wa mā tagīḍul-ar-ḥāmu wa mā tazdād wa kullu syai`in 'indahụ bimiqdār
8. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya.
sawā`um mingkum man asarral-qaula wa man jahara bihī wa man huwa mustakhfim bil-laili wa sāribum bin-nahār
10. Sama saja (bagi Allah) siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari.
lahụ mu'aqqibātum mim baini yadaihi wa min khalfihī yaḥfaẓụnahụ min amrillāh innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirụ mā bi`anfusihim wa iżā arādallāhu biqaumin sū`an fa lā maradda lah wa mā lahum min dụnihī miw wāl
11. Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
wa yusabbiḥur-ra'du biḥamdihī wal-malā`ikatu min khīfatih wa yursiluṣ-ṣawā'iqa fa yuṣību bihā may yasyā`u wa hum yujādilụna fillāh wa huwa syadīdul miḥāl
13. Dan guruh bertasbih memuji-Nya (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya dan Allah melepaskan halilintar lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah dan Dia Mahakeras siksaan-Nya.
lahụ da'watul-ḥaqq wallażīna yad'ụna min dụnihī lā yastajībụna lahum bisyai`in illā kabāsiṭi kaffaihi ilal-mā`i liyabluga fāhu wa mā huwa bibāligih wa mā du'ā`ul-kāfirīna illā fī ḍalāl
14. Hanya kepada Allah doa yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.
wa lillāhi yasjudu man fis-samāwāti wal-arḍi ṭau'aw wa kar-haw wa ẓilāluhum bil-guduwwi wal-āṣāl
15. Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka pada waktu pagi dan petang hari.
qul mar rabbus-samāwāti wal-arḍ qulillāh qul a fattakhażtum min dụnihī auliyā`a lā yamlikụna li`anfusihim naf'aw wa lā ḍarrā qul hal yastawil-a'mā wal-baṣīru am hal tastawiẓ-ẓulumātu wan-nụr am ja'alụ lillāhi syurakā`a khalaqụ kakhalqihī fa tasyābahal-khalqu 'alaihim qulillāhu khāliqu kulli syai`iw wa huwal-wāḥidul-qahhār
16. Katakanlah (Muhammad) “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Katakanlah “Allah.” Katakanlah “Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?” Katakanlah “Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa Mahaperkasa.”
anzala minas-samā`i mā`an fa sālat audiyatum biqadarihā faḥtamalas-sailu zabadar rābiyā wa mimmā yụqidụna 'alaihi fin-nāribtigā`a ḥilyatin au matā'in zabadum miṡluh każālika yaḍribullāhul-ḥaqqa wal-bāṭil fa ammaz-zabadu fa yaż-habu jufā`ā wa ammā mā yanfa'un-nāsa fa yamkuṡu fil-arḍ każālika yaḍribullāhul-amṡāl
17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.
lillażīnastajābụ lirabbihimul-ḥusnā wallażīna lam yastajībụ lahụ lau anna lahum mā fil-arḍi jamī'aw wa miṡlahụ ma'ahụ laftadau bih ulā`ika lahum sū`ul-ḥisābi wa ma`wāhum jahannam wa bi`sal-mihād
18. Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan mereka (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan-Nya sekiranya mereka memiliki semua yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak itu lagi niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu. Orang-orang itu mendapat hisab (perhitungan) yang buruk dan tempat kediaman mereka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
a fa may ya'lamu annamā unzila ilaika mir rabbikal-ḥaqqu kaman huwa a'mā innamā yatażakkaru ulul-albāb
19. Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran
wallażīna yaṣilụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yakhsyauna rabbahum wa yakhāfụna sū`al-ḥisāb
21. dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.
wallażīna ṣabarubtigā`a waj-hi rabbihim wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa 'alāniyataw wa yadra`ụna bil-ḥasanatis-sayyi`ata ulā`ika lahum 'uqbad-dār
22. Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik)
jannātu 'adniy yadkhulụnahā wa man ṣalaḥa min ābā`ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim wal-malā`ikatu yadkhulụna 'alaihim ming kulli bāb
23. (yaitu) surga-surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya pasangan-pasangannya dan anak cucunya sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
wallażīna yangquḍụna 'ahdallāhi mim ba'di mīṡāqihī wa yaqṭa'ụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yufsidụna fil-arḍi ulā`ika lahumul-la'natu wa lahum sū`ud-dār
25. Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh kutukan dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam).
allāhu yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir wa fariḥụ bil-ḥayātid-dun-yā wa mal-ḥayātud-dun-yā fil-ākhirati illā matā'
26. Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat.
wa yaqụlullażīna kafarụ lau lā unzila 'alaihi āyatum mir rabbih qul innallāha yuḍillu may yasyā`u wa yahdī ilaihi man anāb
27. Dan orang-orang kafir berkata “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya”
allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb
28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
każālika arsalnāka fī ummating qad khalat ming qablihā umamul litatluwā 'alaihimullażī auḥainā ilaika wa hum yakfurụna bir-raḥmān qul huwa rabbī lā ilāha illā huw 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi matāb
30. Demikianlah Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat agar engkau bacakan kepada mereka (Al-Qur'an) yang Kami wahyukan kepadamu padahal mereka ingkar kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah “Dia Tuhanku tidak ada tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat.”
walau anna qur`ānan suyyirat bihil-jibālu au quṭṭi'at bihil-arḍu au kullima bihil-mautā bal lillāhil-amru jamī'ā a fa lam yai`asillażīna āmanū al lau yasyā`ullāhu laḥadan-nāsa jamī'ā wa lā yazālullażīna kafarụ tuṣībuhum bimā ṣana'ụ qāri'atun au taḥullu qarībam min dārihim ḥattā ya`tiya wa'dullāh innallāha lā yukhliful-mī'ād
31. Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab Suci) yang dengan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau orang yang sudah mati dapat berbicara (itulah Al-Qur'an). Sebenarnya segala urusan itu milik Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman mengetahui bahwa sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman) tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka sampai datang janji Allah (penaklukkan Mekah). Sungguh Allah tidak menyalahi janji.
wa laqadistuhzi`a birusulim ming qablika fa amlaitu lillażīna kafarụ ṡumma akhażtuhum fa kaifa kāna 'iqāb
32. Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu kemudian Aku binasakan mereka. Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!
a fa man huwa qā`imun 'alā kulli nafsim bimā kasabat wa ja'alụ lillāhi syurakā` qul sammụhum am tunabbi`ụnahụ bimā lā ya'lamu fil-arḍi am biẓāhirim minal-qaụl bal zuyyina lillażīna kafarụ makruhum wa ṣuddụ 'anis-sabīl wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min hād
33. Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap jiwa terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang lain)? Mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu.” Atau apakah kamu hendak memberitahukan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi atau (mengatakan tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya bagi orang kafir tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa disesatkan Allah maka tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk baginya.
maṡalul-jannatillatī wu'idal-muttaqụn tajrī min taḥtihal-an-hār ukuluhā dā`imuw wa ẓilluhā tilka 'uqballażīnattaqaw wa 'uqbal-kāfirīnan-nār
35. Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman) mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka.
wallażīna ātaināhumul-kitāba yafraḥụna bimā unzila ilaika wa minal-aḥzābi may yungkiru ba'ḍah qul innamā umirtu an a'budallāha wa lā usyrika bih ilaihi ad'ụ wa ilaihi ma`āb
36. Dan orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan apa (kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan ada di antara golongan (Yahudi dan Nasrani) yang mengingkari sebagiannya. Katakanlah “Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.”
wa każālika anzalnāhu ḥukman 'arabiyyā wa la`inittaba'ta ahwā`ahum ba'da mā jā`aka minal-'ilmi mā laka minallāhi miw waliyyiw wa lā wāq
37. Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah.
wa laqad arsalnā rusulam ming qablika wa ja'alnā lahum azwājaw wa żurriyyah wa mā kāna lirasụlin ay ya`tiya bi`āyatin illā bi`iżnillāh likulli ajaling kitāb
38. Dan sungguh Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu bukti (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Untuk setiap masa ada Kitab (tertentu).
wa im mā nuriyannaka ba'ḍallażī na'iduhum au natawaffayannaka fa innamā 'alaikal-balāgu wa 'alainal-ḥisāb
40. Dan sungguh jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka).
a wa lam yarau annā na`til-arḍa nangquṣuhā min aṭrāfihā wallāhu yaḥkumu lā mu'aqqiba liḥukmih wa huwa sarī'ul-ḥisāb
41. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi daerah-daerah (orang yang ingkar kepada Allah) lalu Kami kurangi (daerah-daerah) itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya) tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dia Mahacepat perhitungan-Nya.
wa qad makarallażīna ming qablihim fa lillāhil-makru jamī'ā ya'lamu mā taksibu kullu nafs wa saya'lamul-kuffāru liman 'uqbad-dār
42. Dan sungguh orang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya tetapi semua tipu daya itu dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang dan orang yang ingkar kepada Tuhan akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik).
wa yaqụlullażīna kafarụ lasta mursalā qul kafā billāhi syahīdam bainī wa bainakum wa man 'indahụ 'ilmul-kitāb
43. Dan orang-orang kafir berkata “Engkau (Muhammad) bukanlah seorang Rasul.” Katakanlah “Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu.”
1. Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa Maha Terpuji.
allażīna yastaḥibbụnal-ḥayātad-dun-yā 'alal-ākhirati wa yaṣuddụna 'an sabīlillāhi wa yabgụnahā 'iwajā ulā`ika fī ḍalālim ba'īd
3. (yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
wa mā arsalnā mir rasụlin illā bilisāni qaumihī liyubayyina lahum fa yuḍillullāhu may yasyā`u wa yahdī may yasyā` wa huwal-'azīzul-ḥakīm
4. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.
wa laqad arsalnā mụsā bi`āyātinā an akhrij qaumaka minaẓ-ẓulumāti ilan-nụri wa żakkir-hum bi`ayyāmillāh inna fī żālika la`āyātil likulli ṣabbārin syakụr
5. Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami (dan Kami perintahkan kepadanya) “Keluarkanlah kaummu dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.
wa iż qāla mụsā liqaumihiżkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż anjākum min āli fir'auna yasụmụnakum sū`al-'ażābi wa yużabbiḥụna abnā`akum wa yastaḥyụna nisā`akum wa fī żālikum balā`um mir rabbikum 'aẓīm
6. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir‘aun; mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; pada yang demikian itu suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu.
wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd
7. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan “Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka pasti azab-Ku sangat berat.”
a lam ya`tikum naba`ullażīna ming qablikum qaumi nụḥiw wa 'ādiw wa ṡamụd wallażīna mim ba'dihim lā ya'lamuhum illallāh jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināti fa raddū aidiyahum fī afwāhihim wa qālū innā kafarnā bimā ursiltum bihī wa innā lafī syakkim mimmā tad'ụnanā ilaihi murīb
9. Apakah belum sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh ‘Ad samud dan orang-orang setelah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Rasul-rasul telah datang kepada mereka membawa bukti-bukti (yang nyata) namun mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian) dan berkata “Sesungguhnya kami tidak percaya akan (bukti bahwa) kamu diutus (kepada kami) dan kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu serukan kepada kami.”
qālat rusuluhum a fillāhi syakkun fāṭiris-samāwāti wal-arḍ yad'ụkum liyagfira lakum min żunụbikum wa yu`akhkhirakum ilā ajalim musammā qālū in antum illā basyarum miṡlunā turīdụna an taṣuddụnā 'ammā kāna ya'budu ābā`unā fa`tụnā bisulṭānim mubīn
10. Rasul-rasul mereka berkata “Apakah ada keraguan terhadap Allah Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu (untuk beriman) agar Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai waktu yang ditentukan?” Mereka berkata “Kamu hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu ingin menghalangi kami (menyembah) apa yang dari dahulu disembah nenek moyang kami karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.”
qālat lahum rusuluhum in naḥnu illā basyarum miṡlukum wa lākinnallāha yamunnu 'alā may yasyā`u min 'ibādih wa mā kāna lanā an na`tiyakum bisulṭānin illā bi`iżnillāh wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn
11. Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka “Kami hanyalah manusia seperti kamu tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Tidak pantas bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah saja hendaknya orang yang beriman bertawakal.
wa mā lanā allā natawakkala 'alallāhi wa qad hadānā subulanā wa lanaṣbiranna 'alā mā āżaitumụnā wa 'alallāhi falyatawakkalil-mutawakkilụn
12. Dan mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah sedangkan Dia telah menunjukkan jalan kepada kami dan kami sungguh akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal berserah diri.”
wa qālallażīna kafarụ lirusulihim lanukhrijannakum min arḍinā au lata'ụdunna fī millatinā fa auḥā ilaihim rabbuhum lanuhlikannaẓ-ẓālimīn
13. Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka “Kami pasti akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu benar-benar kembali kepada agama kami.” Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka “Kami pasti akan membinasakan orang yang zalim itu.
wa lanuskinannakumul-arḍa mim ba'dihim żālika liman khāfa maqāmī wa khāfa wa'īd
14. Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu setelah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (menghadap) ke hadirat-Ku dan takut akan ancaman-Ku.”
وَاسْتَفْتَحُوْا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيْدٍۙ
wastaftaḥụ wa khāba kullu jabbārin 'anīd
15. Dan mereka memohon diberi kemenangan dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala
yatajarra'uhụ wa lā yakādu yusīguhụ wa ya`tīhil-mautu ming kulli makāniw wa mā huwa bimayyit wa miw warā`ihī 'ażābun galīẓ
17. diteguk-teguknya (air nanah itu) dan dia hampir tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya (masih ada) azab yang berat.
18. Perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
a lam tara annallāha khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq iy yasya` yuż-hibkum wa ya`ti bikhalqin jadīd
19. Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu)
wa barazụ lillāhi jamī'an fa qālaḍ-ḍu'afā`u lillażīnastakbarū innā kunnā lakum taba'an fa hal antum mugnụna 'annā min 'ażābillāhi min syaī` qālụ lau hadānallāhu lahadainākum sawā`un 'alainā ajazi'nā am ṣabarnā mā lanā mim maḥīṣ
21. Dan mereka semua (di padang Mahsyar) berkumpul untuk menghadap ke hadirat Allah lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu maka dapatkah kamu menghindarkan kami dari azab Allah (walaupun) sedikit saja?” Mereka menjawab “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepada kami niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”
wa qālasy-syaiṭānu lammā quḍiyal-amru innallāha wa'adakum wa'dal-ḥaqqi wa wa'attukum fa akhlaftukum wa mā kāna liya 'alaikum min sulṭānin illā an da'autukum fastajabtum lī fa lā talụmụnī wa lụmū anfusakum mā ana bimuṣrikhikum wa mā antum bimuṣrikhiyy innī kafartu bimā asyraktumụni ming qabl innaẓ-ẓālimīna lahum 'ażābun alīm
22. Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.
wa udkhilallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā bi`iżni rabbihim taḥiyyatuhum fīhā salām
23. Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam (surga) itu ialah salam.
a lam tara kaifa ḍaraballāhu maṡalang kalimatan ṭayyibatang kasyajaratin ṭayyibatin aṣluhā ṡābituw wa far'uhā fis-samā`
24. Tidakkah kamu memperhatikan bagai-mana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit
25. (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.
wa maṡalu kalimatin khabīṡating kasyajaratin khabīṡatinijtuṡṡat min fauqil-arḍi mā lahā ming qarār
26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.
yuṡabbitullāhullażīna āmanụ bil-qauliṡ-ṡābiti fil-ḥayātid-dun-yā wa fil-ākhirah wa yuḍillullāhuẓ-ẓālimīn wa yaf'alullāhu mā yasyā`
27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
wa ja'alụ lillāhi andādal liyuḍillụ 'an sabīlih qul tamatta'ụ fa inna maṣīrakum ilan-nār
30. Dan mereka (orang kafir) itu telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Muhammad) “Bersenang-senanglah kamu karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka.”
qul li'ibādiyallażīna āmanụ yuqīmuṣ-ṣalāta wa yunfiqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa 'alāniyatam ming qabli ay ya`tiya yaumul lā bai'un fīhi wa lā khilāl
31. Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman “Hendaklah mereka melaksanakan salat menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan.”
allāhullażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa anzala minas-samā`i mā`an fa akhraja bihī minaṡ-ṡamarāti rizqal lakum wa sakhkhara lakumul-fulka litajriya fil-baḥri bi`amrih wasakhkhara lakumul-an-hār
32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.
wa ātākum ming kulli mā sa`altumụh wa in ta'uddụ ni'matallāhi lā tuḥṣụhā innal-insāna laẓalụmung kaffār
34. Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
wa iż qāla ibrāhīmu rabbij'al hāżal-balada āminaw wajnubnī wa baniyya an na'budal-aṣnām
35. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa “Ya Tuhan jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
rabbi innahunna aḍlalna kaṡīram minan-nās fa man tabi'anī fa innahụ minnī wa man 'aṣānī fa innaka gafụrur raḥīm
36. Ya Tuhan berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barangsiapa mengikutiku maka orang itu termasuk golonganku dan barang-siapa mendurhakaiku maka Engkau Maha Pengampun Maha Penyayang.
37. Ya Tuhan sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan salat maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan mudah-mudahan mereka bersyukur.
rabbanā innaka ta'lamu mā nukhfī wa mā nu'lin wa mā yakhfā 'alallāhi min syai`in fil-arḍi wa lā fis-samā`
38. Ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
39. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
42. Dan janganlah engkau mengira bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak
wa anżirin-nāsa yauma ya`tīhimul-'ażābu fa yaqụlullażīna ẓalamụ rabbanā akhkhirnā ilā ajaling qarībin nujib da'wataka wa nattabi'ir-rusul a wa lam takụnū aqsamtum ming qablu mā lakum min zawāl
44. Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia pada hari (ketika) azab datang kepada mereka maka orang yang zalim berkata “Ya Tuhan kami berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan) “Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?
wa sakantum fī masākinillażīna ẓalamū anfusahum wa tabayyana lakum kaifa fa'alnā bihim wa ḍarabnā lakumul-amṡāl
45. Dan kamu telah tinggal di tempat orang yang menzalimi diri sendiri dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.”
wa qad makarụ makrahum wa 'indallāhi makruhum wa ing kāna makruhum litazụla min-hul-jibāl
46. Dan sungguh mereka telah membuat tipu daya padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka tidak mampu melenyapkan gunung-gunung.
fa lā taḥsabannallāha mukhlifa wa'dihī rusulah innallāha 'azīzun żuntiqām
47. Maka karena itu jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya. Sungguh Allah Mahaperkasa dan mempunyai pembalasan.
yauma tubaddalul-arḍu gairal-arḍi was-samāwātu wa barazụ lillāhil-wāḥidil-qahhār
48. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa Mahaperkasa.
hāżā balāgul lin-nāsi wa liyunżarụ bihī wa liya'lamū annamā huwa ilāhuw wāḥiduw wa liyażżakkara ulul-albāb
52. Dan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia agar mereka diberi peringatan dengannya agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran.
żar-hum ya`kulụ wa yatamatta'ụ wa yul-hihimul-amalu fa saufa ya'lamụn
3. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
wa ja'alnā lakum fīhā ma'āyisya wa mal lastum lahụ birāziqīn
20. Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya.
wa arsalnar-riyāḥa lawāqiḥa fa anzalnā minas-samā`i mā`an fa asqainākumụh wa mā antum lahụ bikhāzinīn
22. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu dan bukanlah kamu yang menyimpannya.
wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī khāliqum basyaram min ṣalṣālim min ḥama`im masnụn
28. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat “Sungguh Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
fa iżā sawwaituhụ wa nafakhtu fīhi mir rụḥī faqa'ụ lahụ sājidīn
29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
فَسَجَدَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ كُلُّهُمْ اَجْمَعُوْنَۙ
fa sajadal-malā`ikatu kulluhum ajma'ụn
30. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama
qāla lam akul li`asjuda libasyarin khalaqtahụ min ṣalṣālim min ḥama`im masnụn
33. Ia (Iblis) berkata “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَاِنَّكَ رَجِيْمٌۙ
qāla fakhruj min-hā fa innaka rajīm
34. Dia (Allah) berfirman “(Kalau begitu) keluarlah dari surga karena sesungguhnya kamu terkutuk
qāla rabbi bimā agwaitanī la`uzayyinanna lahum fil-arḍi wa la`ugwiyannahum ajma'īn
39. Ia (Iblis) berkata “Tuhanku oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya
اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
illā 'ibādaka min-humul-mukhlaṣīn
40. kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”
قَالَ هٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيْمٌ
qāla hāżā ṣirāṭun 'alayya mustaqīm
41. Dia (Allah) berfirman “Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku.”
53. (Mereka) berkata “Janganlah engkau merasa takut sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang pandai (Ishak).”
qāla a basysyartumụnī 'alā am massaniyal-kibaru fa bima tubasysyirụn
54. Dia (Ibrahim) berkata “Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?”
fa asri bi`ahlika biqiṭ'im minal-laili wattabi' adbārahum wa lā yaltafit mingkum aḥaduw wamḍụ ḥaiṡu tu`marụn
65. Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.”
wa mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqq wa innas-sā'ata la`ātiyatun faṣfaḥiṣ-ṣaf-ḥal jamīl
85. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh Kiamat pasti akan datang maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.
اِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ
inna rabbaka huwal-khallāqul-'alīm
86. Sungguh Tuhanmu Dialah Yang Maha Pencipta Maha Mengetahui.
88. Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir) dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.
وَقُلْ اِنِّيْٓ اَنَا النَّذِيْرُ الْمُبِيْنُۚ
wa qul innī anan-nażīrul-mubīn
89. Dan katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.”
كَمَآ اَنْزَلْنَا عَلَى الْمُقْتَسِمِيْنَۙ
kamā anzalnā 'alal-muqtasimīn
90. Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan) Kami telah menurunkan (azab) kepada orang yang memilah-milah (Kitab Allah)
الَّذِيْنَ جَعَلُوا الْقُرْاٰنَ عِضِيْنَ
allażīna ja'alul-qur`āna 'iḍīn
91. (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi.
فَوَرَبِّكَ لَنَسْـَٔلَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
fa wa rabbika lanas`alannahum ajma'īn
92. Maka demi Tuhanmu Kami pasti akan menanyai mereka semua
عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
'ammā kānụ ya'malụn
93. tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
atā amrullāhi fa lā tasta'jilụh sub-ḥānahụ wa ta'ālā 'ammā yusyrikụn
1. Ketetapan Allah pasti datang maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
yunazzilul-malā`ikata bir-rụḥi min amrihī 'alā may yasyā`u min 'ibādihī an anżirū annahụ lā ilāha illā ana fattaqụn
2. Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya (dengan berfirman) yaitu “Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku) bahwa tidak ada tuhan selain Aku maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”
7. Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya kecuali dengan susah payah. Sungguh Tuhanmu Maha Pengasih Maha Penyayang
wa 'alallāhi qaṣdus-sabīli wa min-hā jā`ir walau syā`a lahadākum ajma'īn
9. Dan hak Allah menerangkan jalan yang lurus dan di antaranya ada (jalan) yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar).
10. Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan padanya kamu menggembalakan ternakmu.
yumbitu lakum bihiz-zar'a waz-zaitụna wan-nakhīla wal-a'nāba wa ming kulliṡ-ṡamarāt inna fī żālika la`āyatal liqaumiy yatafakkarụn
11. Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman zaitun kurma anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.
12. Dia menundukkan malam dan siang matahari dan bulan untukmu dan bin-tang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti
13. dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.
wa huwallażī sakhkharal-baḥra lita`kulụ min-hu laḥman ṭariyyaw wa tastakhrijụ min-hu ḥilyatan talbasụnahā wa taral-fulka mawākhira fīhi wa litabtagụ min faḍlihī wa la'allakum tasykurụn
14. Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.
wa alqā fil-arḍi rawāsiya an tamīda bikum wa an-hāraw wa subulal la'allakum tahtadụn
15. Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk
وَعَلٰمٰتٍۗ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُوْنَ
wa 'alāmāt wa bin-najmi hum yahtadụn
16. dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.
22. Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat hati mereka mengingkari (keesaan Allah) dan mereka adalah orang yang sombong.
23. Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.
liyaḥmilū auzārahum kāmilatay yaumal-qiyāmati wa min auzārillażīna yuḍillụnahum bigairi 'ilm alā sā`a mā yazirụn
25. (ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.
qad makarallażīna ming qablihim fa atallāhu bun-yānahum minal-qawā'idi fa kharra 'alaihimus-saqfu min fauqihim wa atāhumul-'ażābu min ḥaiṡu lā yasy'urụn
26. Sungguh orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas dan siksa itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.
ṡumma yaumal-qiyāmati yukhzīhim wa yaqụlu aina syurakā`iyallażīna kuntum tusyāqqụna fīhim qālallażīna ụtul-'ilma innal-khizyal-yauma was-sū`a 'alal-kāfirīn
27. Kemudian Allah menghinakan mereka pada hari Kiamat dan berfirman “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang yang beriman)?” Orang-orang yang diberi ilmu berkata “Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir”
allażīna tatawaffāhumul-malā`ikatu ẓālimī anfusihim fa alqawus-salama mā kunnā na'malu min sū` balā innallāha 'alīmum bimā kuntum ta'malụn
28. (yaitu) orang yang dicabut nyawanya oleh para malaikat dalam keadaan (berbuat) zalim kepada diri sendiri lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata) “Kami tidak pernah mengerjakan sesuatu kejahatan pun.” (Malaikat menjawab) “Pernah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.”
wa qīla lillażīnattaqau māżā anzala rabbukum qālụ khairā lillażīna aḥsanụ fī hāżihid-dun-yā ḥasanah wa ladārul-ākhirati khaīr wa lani'ma dārul-muttaqīn
30. Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab “Kebaikan.” Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa
31. (yaitu) surga-surga ‘Adn yang mereka masuki mengalir di bawahnya sungai-sungai di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa
32. (yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka) “Salamun ‘alaikum masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.”
hal yanẓurụna illā an ta`tiyahumul-malā`ikatu au ya`tiya amru rabbik każālika fa'alallażīna ming qablihim wa mā ẓalamahumullāhu wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn
33. Tidak ada yang ditunggu mereka (orang kafir) selain datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Allah tidak menzalimi mereka justru merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.
wa qālallażīna asyrakụ lau syā`allāhu mā 'abadnā min dụnihī min syai`in naḥnu wa lā ābā`unā wa lā ḥarramnā min dụnihī min syaī` każālika fa'alallażīna ming qablihim fa hal 'alar-rusuli illal-balāgul-mubīn
35. Dan orang musyrik berkata “Jika Allah menghendaki niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia baik kami maupun bapak-bapak kami dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya.” Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.
wa laqad ba'aṡnā fī kulli ummatir rasụlan ani'budullāha wajtanibuṭ-ṭāgụt fa min-hum man hadallāhu wa min-hum man ḥaqqat 'alaihiḍ-ḍalālah fa sīrụ fil-arḍi fanẓurụ kaifa kāna 'āqibatul-mukażżibīn
36. Dan sungguh Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan) “Sembahlah Allah dan jauhilah tagut” kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).
in taḥriṣ 'alā hudāhum fa innallāha lā yahdī may yuḍillu wa mā lahum min nāṣirīn
37. Jika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya dan mereka tidak mempunyai penolong.
wa aqsamụ billāhi jahda aimānihim lā yab'aṡullāhu may yamụt balā wa'dan 'alaihi ḥaqqaw wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn
38. Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.” Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya) sebagai suatu janji yang benar dari-Nya tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
wallażīna hājarụ fillāhi mim ba'di mā ẓulimụ lanubawwi`annahum fid-dun-yā ḥasanah wa la`ajrul-ākhirati akbar lau kānụ ya'lamụn
41. Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar sekiranya mereka mengetahui
wa mā arsalnā ming qablika illā rijālan nụḥī ilaihim fas`alū ahlaż-żikri ing kuntum lā ta'lamụn
43. Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad) melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui
bil-bayyināti waz-zubur wa anzalnā ilaikaż-żikra litubayyina lin-nāsi mā nuzzila ilaihim wa la'allahum yatafakkarụn
44. (mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Ad-Dzikr (Al-Qur'an) kepadamu agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan
a fa aminallażīna makarus-sayyi`āti ay yakhsifallāhu bihimul-arḍa au ya`tiyahumul-'ażābu min ḥaiṡu lā yasy'urụn
45. maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari
a wa lam yarau ilā mā khalaqallāhu min syai`iy yatafayya`u ẓilāluhụ 'anil-yamīni wasy-syamā`ili sujjadal lillāhi wa hum dākhirụn
48. Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah dan mereka (bersikap) rendah hati.
wa lillāhi yasjudu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi min dābbatiw wal-malā`ikatu wa hum lā yastakbirụn
49. Dan segala apa yang ada di langit dan di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan (juga) para malaikat dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.
wa lahụ mā fis-samāwāti wal-arḍi wa lahud-dīnu wāṣibā a fa gairallāhi tattaqụn
52. Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi dan kepada-Nyalah (ibadah dan) ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu takut kepada selain Allah?
56. Dan mereka menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui (kekuasaannya). Demi Allah kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.
yatawarā minal-qaumi min sū`i mā busysyira bih a yumsikuhụ 'alā hụnin am yadussuhụ fit-turāb alā sā`a mā yaḥkumụn
59. Dia bersembunyi dari orang banyak disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.
lillażīna lā yu`minụna bil-ākhirati maṡalus-saụ` walillāhil-maṡalul-a'lā wa huwal-'azīzul-ḥakīm
60. Bagi orang-orang yang tidak beriman pada (kehidupan) akhirat (mempunyai) sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi. Dan Dia Mahaperkasa Mahabijaksana.
walau yu`ākhiżullāhun-nāsa biẓulmihim mā taraka 'alaihā min dābbatiw wa lākiy yu`akhkhiruhum ilā ajalim musammā fa iżā jā`a ajaluhum lā yasta`khirụna sā'ataw wa lā yastaqdimụn
61. Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.
wa yaj'alụna lillāhi mā yakrahụna wa taṣifu alsinatuhumul-każiba anna lahumul-ḥusnā lā jarama anna lahumun-nāra wa annahum mufraṭụn
62. Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya dan lidah mereka mengucapkan kebohongan bahwa sesungguhnya (segala) yang baik-baik untuk mereka. Tidaklah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan (ke dalamnya).
tallāhi laqad arsalnā ilā umamim ming qablika fa zayyana lahumusy-syaiṭānu a'mālahum fa huwa waliyyuhumul-yauma wa lahum 'ażābun alīm
63. Demi Allah sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau (Muhammad) tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk) sehingga dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
wa mā anzalnā 'alaikal-kitāba illā litubayyina lahumullażikhtalafụ fīhi wa hudaw wa raḥmatal liqaumiy yu`minụn
64. Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur'an) ini kepadamu (Muhammad) melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
65. Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
wa inna lakum fil-an'āmi la'ibrah nusqīkum mimmā fī buṭụnihī mim baini farṡiw wa damil labanan khāliṣan sā`igal lisy-syāribīn
66. Dan sungguh pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.
wa min ṡamarātin-nakhīli wal-a'nābi tattakhiżụna min-hu sakaraw wa rizqan ḥasanā inna fī żālika la`āyatal liqaumiy ya'qilụn
67. Dan dari buah kurma dan anggur kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.
69. kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.
wallāhu khalaqakum ṡumma yatawaffākum wa mingkum may yuraddu ilā arżalil-'umuri likai lā ya'lama ba'da 'ilmin syai`ā innallāha 'alīmung qadīr
70. Dan Allah telah menciptakan kamu kemudian mewafatkanmu di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun) sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh Allah Maha Mengetahui Mahakuasa.
wallāhu faḍḍala ba'ḍakum 'alā ba'ḍin fir-rizq fa mallażīna fuḍḍilụ birāddī rizqihim 'alā mā malakat aimānuhum fa hum fīhi sawā` a fa bini'matillāhi yaj-ḥadụn
71. Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?
wallāhu ja'ala lakum min anfusikum azwājaw wa ja'ala lakum min azwājikum banīna wa ḥafadataw wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāt a fa bil-bāṭili yu`minụna wa bini'matillāhi hum yakfurụn
72. Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?
wa ya'budụna min dụnillāhi mā lā yamliku lahum rizqam minas-samāwāti wal-arḍi syai`aw wa lā yastaṭī'ụn
73. Dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka dari langit dan bumi dan tidak akan sanggup (berbuat apa pun).
ḍaraballāhu maṡalan 'abdam mamlụkal lā yaqdiru 'alā syai`iw wa mar razaqnāhu minnā rizqan ḥasanan fa huwa yunfiqu min-hu sirraw wa jahrā hal yastawụn al-ḥamdu lillāh bal akṡaruhum lā ya'lamụn
75. Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya di bawah kekuasaan orang lain yang tidak berdaya berbuat sesuatu dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik lalu dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu? Segala puji hanya bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
wa ḍaraballāhu maṡalar rajulaini aḥaduhumā abkamu lā yaqdiru 'alā syai`iw wa huwa kallun 'alā maulāh ainamā yuwajjihhu lā ya`ti bikhairin hal yastawī huwa wa may ya`muru bil-'adli wa huwa 'alā ṣirāṭim mustaqīm
76. Dan Allah (juga) membuat perumpamaan dua orang laki-laki yang seorang bisu tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya ke mana saja dia disuruh (oleh penanggungnya itu) dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada di jalan yang lurus?
wa lillāhi gaibus-samāwāti wal-arḍ wa mā amrus-sā'ati illā kalam-ḥil-baṣari au huwa aqrab innallāha 'alā kulli syai`ing qadīr
77. Dan milik Allah (segala) yang tersembunyi di langit dan di bumi. Urusan kejadian Kiamat itu hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
78. Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberimu pendengaran penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur.
79. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.
wallāhu ja'ala lakum mim buyụtikum sakanaw wa ja'ala lakum min julụdil-an'āmi buyụtan tastakhiffụnahā yauma ẓa'nikum wa yauma iqāmatikum wa min aṣwāfihā wa aubārihā wa asy'ārihā aṡāṡaw wa matā'an ilā ḥīn
80. Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba bulu unta dan bulu kambing alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu).
wallāhu ja'ala lakum mimmā khalaqa ẓilālaw wa ja'ala lakum minal-jibāli aknānaw wa ja'ala lakum sarābīla taqīkumul-ḥarra wa sarābīla taqīkum ba`sakum każālika yutimmu ni'matahụ 'alaikum la'allakum tuslimụn
81. Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).
wa yauma nab'aṡu ming kulli ummatin syahīdan ṡumma lā yu`żanu lillażīna kafarụ wa lā hum yusta'tabụn
84. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan.
wa iżā ra`allażīna asyrakụ syurakā`ahum qālụ rabbanā hā`ulā`i syurakā`unallażīna kunnā nad'ụ min dụnik fa alqau ilaihimul-qaula innakum lakāżibụn
86. Dan apabila orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka mereka berkata “Ya Tuhan kami mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau.” Lalu sekutu mereka menyatakan kepada mereka “Kamu benar-benar pendusta.”
88. Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.
wa yauma nab'aṡu fī kulli ummatin syahīdan 'alaihim min anfusihim wa ji`nā bika syahīdan 'alā hā`ulā` wa nazzalnā 'alaikal-kitāba tibyānal likulli syai`iw wa hudaw wa raḥmataw wa busyrā lil-muslimīn
89. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Muslim).
innallāha ya`muru bil-'adli wal-iḥsāni wa ītā`i żil-qurbā wa yan-hā 'anil-faḥsyā`i wal-mungkari wal-bagyi ya'iẓukum la'allakum tażakkarụn
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan memberi bantuan kepada kerabat dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
wa aufụ bi'ahdillāhi iżā 'āhattum wa lā tangquḍul-aimāna ba'da taukīdihā wa qad ja'altumullāha 'alaikum kafīlā innallāha ya'lamu mā taf'alụn
91. Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
wa lā takụnụ kallatī naqaḍat gazlahā mim ba'di quwwatin angkāṡā tattakhiżụna aimānakum dakhalam bainakum an takụna ummatun hiya arbā min ummah innamā yablụkumullāhu bih wa layubayyinanna lakum yaumal-qiyāmati mā kuntum fīhi takhtalifụn
92. Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.
walau syā`allāhu laja'alakum ummataw wāḥidataw wa lākiy yuḍillu may yasyā`u wa yahdī may yasyā` wa latus`alunna 'ammā kuntum ta'malụn
93. Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja) tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
wa lā tattakhiżū aimānakum dakhalam bainakum fa tazilla qadamum ba'da ṡubụtihā wa tażụqus-sū`a bimā ṣadattum 'an sabīlillāh wa lakum 'ażābun 'aẓīm
94. Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu yang menyebabkan kaki(mu) tergelincir setelah tegaknya (kukuh) dan kamu akan merasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan kamu akan mandapat azab yang besar.
wa lā tasytarụ bi'ahdillāhi ṡamanang qalīlā innamā 'indallāhi huwa khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
95. Dan janganlah kamu jual perjanjian (dengan) Allah dengan harga murah karena sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
mā 'indakum yanfadu wa mā 'indallāhi bāq wa lanajziyannallażīna ṣabarū ajrahum bi`aḥsani mā kānụ ya'malụn
96. Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
man 'amila ṣāliḥam min żakarin au unṡā wa huwa mu`minun fa lanuḥyiyannahụ ḥayātan ṭayyibah wa lanajziyannahum ajrahum bi`aḥsani mā kānụ ya'malụn
97. Barangsiapa mengerjakan kebajikan baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
wa iżā baddalnā āyatam makāna āyatiw wallāhu a'lamu bimā yunazzilu qālū innamā anta muftar bal akṡaruhum lā ya'lamụn
101. Dan apabila Kami mengganti suatu ayat dengan ayat yang lain dan Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya mereka berkata “Sesungguhnya engkau (Muhammad) hanya mengada-ada saja.” Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.
qul nazzalahụ rụḥul-qudusi mir rabbika bil-ḥaqqi liyuṡabbitallażīna āmanụ wa hudaw wa busyrā lil-muslimīn
102. Katakanlah “Rohulkudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan kebenaran untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah).”
wa laqad na'lamu annahum yaqụlụna innamā yu'allimuhụ basyar lisānullażī yul-ḥidụna ilaihi a'jamiyyuw wa hāżā lisānun 'arabiyyum mubīn
103. Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata “Sesungguhnya Al-Qur'an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).” Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa ‘Ajam padahal ini (Al-Qur'an) adalah dalam bahasa Arab yang jelas.
innallażīna lā yu`minụna bi`āyātillāhi lā yahdīhimullāhu wa lahum 'ażābun alīm
104. Sesungguhnya orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al-Qur'an) Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
mang kafara billāhi mim ba'di īmānihī illā man ukriha wa qalbuhụ muṭma`innum bil-īmāni wa lākim man syaraḥa bil-kufri ṣadran fa 'alaihim gaḍabum minallāh wa lahum 'ażābun 'aẓīm
106. Barangsiapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah) kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa) tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.
żālika bi`annahumustaḥabbul-ḥayātad-dun-yā 'alal-ākhirati wa annallāha lā yahdil-qaumal-kāfirīn
107. Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan di dunia daripada akhirat dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
110. Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan kemudian mereka berjihad dan bersabar sungguh Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun Maha Penyayang.
yauma ta`tī kullu nafsin tujādilu 'an nafsihā wa tuwaffā kullu nafsim mā 'amilat wa hum lā yuẓlamụn
111. (Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap orang diberi (balasan) penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
wa ḍaraballāhu maṡalang qaryatang kānat āminatam muṭma`innatay ya`tīhā rizquhā ragadam ming kulli makānin fa kafarat bi`an'umillāhi fa ażāqahallāhu libāsal-jụ'i wal-khaufi bimā kānụ yaṣna'ụn
112. Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat tetapi (pen-duduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat.
wa laqad jā`ahum rasụlum min-hum fa każżabụhu fa akhażahumul-'ażābu wa hum ẓālimụn
113. Dan sungguh telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri tetapi mereka mendustakannya karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim.
fa kulụ mimmā razaqakumullāhu ḥalālan ṭayyibaw wasykurụ ni'matallāhi ing kuntum iyyāhu ta'budụn
114. Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
innamā ḥarrama 'alaikumul-maitata wad-dama wa laḥmal-khinzīri wa mā uḥilla ligairillāhi bih fa maniḍṭurra gaira bāgiw wa lā 'ādin fa innallāha gafụrur raḥīm
115. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai darah daging babi dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa lā taqụlụ limā taṣifu alsinatukumul-każiba hāżā ḥalāluw wa hāżā ḥarāmul litaftarụ 'alallāhil-każib innallażīna yaftarụna 'alallāhil-każiba lā yufliḥụn
116. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ”Ini halal dan ini haram” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.
مَتَاعٌ قَلِيْلٌ ۖوَّلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
matā'ung qalīluw wa lahum 'ażābun alīm
117. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
wa 'alallażīna hādụ ḥarramnā mā qaṣaṣnā 'alaika ming qabl wa mā ẓalamnāhum wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn
118. Dan terhadap orang Yahudi Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu (Muhammad). Kami tidak menzalimi mereka justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
119. Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya) sungguh Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun Maha Penyayang.
120. Sungguh Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan) patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah)
124. Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtu hanya diwajibkan atas orang (Yahudi) yang memperselisihkannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.
ud'u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau'iẓatil-ḥasanati wa jādil-hum billatī hiya aḥsan inna rabbaka huwa a'lamu biman ḍalla 'an sabīlihī wa huwa a'lamu bil-muhtadīn
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
wa in 'āqabtum fa 'āqibụ bimiṡli mā 'ụqibtum bih wa la`in ṣabartum lahuwa khairul liṣ-ṣābirīn
126. Dan jika kamu membalas maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.
waṣbir wa mā ṣabruka illā billāhi wa lā taḥzan 'alaihim wa lā taku fī ḍaiqim mimmā yamkurụn
127. Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.
1. Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Melihat.
wa ātainā mụsal-kitāba wa ja'alnāhu hudal libanī isrā`īla allā tattakhiżụ min dụnī wakīlā
2. Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman) “Janganlah kamu mengambil (pelindung) selain Aku.
wa qaḍainā ilā banī isrā`īla fil-kitābi latufsidunna fil-arḍi marrataini wa lata'lunna 'uluwwang kabīrā
4. Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu “Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”
fa iżā jā`a wa'du ụlāhumā ba'aṡnā 'alaikum 'ibādal lanā ulī ba`sin syadīdin fa jāsụ khilālad-diyār wa kāna wa'dam maf'ụlā
5. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
ṡumma radadnā lakumul-karrata 'alaihim wa amdadnākum bi`amwāliw wa banīna wa ja'alnākum akṡara nafīrā
6. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
in aḥsantum aḥsantum li`anfusikum wa in asa`tum fa lahā fa iżā jā`a wa'dul-ākhirati liyasū`ụ wujụhakum wa liyadkhulul-masjida kamā dakhalụhu awwala marratiw wa liyutabbirụ mā 'alau tatbīrā
7. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa) sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
'asā rabbukum ay yar-ḥamakum wa in 'uttum 'udnā wa ja'alnā jahannama lil-kāfirīna ḥaṣīrā
8. Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu; tetapi jika kamu kembali (melakukan kejahatan) niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang kafir.
inna hāżal-qur`āna yahdī lillatī hiya aqwamu wa yubasysyirul-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajrang kabīrā
9. Sungguh Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar
wa ja'alnal-laila wan-nahāra āyataini fa maḥaunā āyatal-laili wa ja'alnā āyatan-nahāri mubṣiratal litabtagụ faḍlam mir rabbikum wa lita'lamụ 'adadas-sinīna wal-ḥisāb wa kulla syai`in faṣṣalnāhu tafṣīlā
12. Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami) kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
wa kulla insānin alzamnāhu ṭā`irahụ fī 'unuqih wa nukhriju lahụ yaumal-qiyāmati kitābay yalqāhu mansyụrā
13. Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.
manihtadā fa innamā yahtadī linafsih wa man ḍalla fa innamā yaḍillu 'alaihā wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā wa mā kunnā mu'ażżibīna ḥattā nab'aṡa rasụlā
15. Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah) maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.
wa iżā aradnā an nuhlika qaryatan amarnā mutrafīhā fa fasaqụ fīhā fa ḥaqqa 'alaihal-qaulu fa dammarnāhā tadmīrā
16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah) tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami) kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).
18. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
wa man arādal-ākhirata wa sa'ā lahā sa'yahā wa huwa mu`minun fa ulā`ika kāna sa'yuhum masykụrā
19. Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedangkan dia beriman maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.
kullan numiddu hā`ulā`i wa hā`ulā`i min 'aṭā`i rabbik wa mā kāna 'aṭā`u rabbika maḥẓụrā
20. Kepada masing-masing (golongan) baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (golongan) itu (yang menginginkan akhirat) Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
unẓur kaifa faḍḍalnā ba'ḍahum 'alā ba'ḍ wa lal-ākhiratu akbaru darajātiw wa akbaru tafḍīlā
21. Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaan.
wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā
23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā
24. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”
wa āti żal-qurbā ḥaqqahụ wal-miskīna wabnas-sabīli wa lā tubażżir tabżīrā
26. Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
wa immā tu'riḍanna 'an-humubtigā`a raḥmatim mir rabbika tarjụhā fa qul lahum qaulam maisụrā
28. Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.
wa lā taj'al yadaka maglụlatan ilā 'unuqika wa lā tabsuṭ-hā kullal-basṭi fa taq'uda malụmam maḥsụrā
29. Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.
30. Sungguh Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh Dia Maha Mengetahui Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
wa lā taqtulū aulādakum khasy-yata imlāq naḥnu narzuquhum wa iyyākum inna qatlahum kāna khiṭ`ang kabīrā
31. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.
wa lā taqtulun-nafsallatī ḥarramallāhu illā bil-ḥaqq wa mang qutila maẓlụman fa qad ja'alnā liwaliyyihī sulṭānan fa lā yusrif fil-qatl innahụ kāna manṣụrā
33. Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara zalim maka sungguh Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.
wa lā taqrabụ mālal-yatīmi illā billatī hiya aḥsanu ḥattā yabluga asyuddahụ wa aufụ bil-'ahdi innal-'ahda kāna mas`ụlā
34. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa dan penuhilah janji karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.
wa auful-kaila iżā kiltum wazinụ bil-qisṭāsil-mustaqīm żālika khairuw wa aḥsanu ta`wīlā
35. Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
36. Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran penglihatan dan hati nurani semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā innaka lan takhriqal-arḍa wa lan tablugal-jibāla ṭụlā
37. Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.
żālika mimmā auḥā ilaika rabbuka minal-ḥikmah wa lā taj'al ma'allāhi ilāhan ākhara fa tulqā fī jahannama malụmam mad-ḥụrā
39. Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).
a fa aṣfākum rabbukum bil-banīna wattakhaża minal-malā`ikati ināṡā innakum lataqụlụna qaulan 'aẓīmā
40. Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya).
wa laqad ṣarrafnā fī hāżal-qur`āni liyażżakkarụ wa mā yazīduhum illā nufụrā
41. Dan sungguh dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan) agar mereka selalu ingat. Tetapi (peringatan) itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran).
42. Katakanlah (Muhammad) “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya sebagai-mana yang mereka katakan niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”
tusabbiḥu lahus-samāwātus-sab'u wal-arḍu wa man fīhinn wa im min syai`in illā yusabbiḥu biḥamdihī wa lākil lā tafqahụna tasbīḥahum innahụ kāna ḥalīman gafụrā
44. Langit yang tujuh bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh Dia Maha Penyantun Maha Pengampun.
wa iżā qara`tal-qur`āna ja'alnā bainaka wa bainallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati ḥijābam mastụrā
45. Dan apabila engkau (Muhammad) membaca Al-Qur'an Kami adakan suatu dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat
wa ja'alnā 'alā qulụbihim akinnatan ay yafqahụhu wa fī āżānihim waqrā wa iżā żakarta rabbaka fil-qur`āni waḥdahụ wallau 'alā adbārihim nufụrā
46. Dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci).
naḥnu a'lamu bimā yastami'ụna bihī iż yastami'ụna ilaika wa iż hum najwā iż yaqụluẓ-ẓālimụna in tattabi'ụna illā rajulam mas-ḥụrā
47. Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad) dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”
unẓur kaifa ḍarabụ lakal-amṡāla fa ḍallụ fa lā yastaṭī'ụna sabīlā
48. Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan untukmu (Muhammad); karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).
wa qālū a iżā kunnā 'iẓāmaw wa rufātan a innā lamab'ụṡụna khalqan jadīdā
49. Dan mereka berkata “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”
۞ قُلْ كُوْنُوْا حِجَارَةً اَوْ حَدِيْدًاۙ
qul kụnụ ḥijāratan au ḥadīdā
50. Katakanlah (Muhammad) “Jadilah kamu batu atau besi
au khalqam mimmā yakburu fī ṣudụrikum fa sayaqụlụna may yu'īdunā qulillażī faṭarakum awwala marrah fa sayun-giḍụna ilaika ru`ụsahum wa yaqụlụna matā huw qul 'asā ay yakụna qarībā
51. atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata “Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah “Barang kali waktunya sudah dekat”
yauma yad'ụkum fa tastajībụna biḥamdihī wa taẓunnụna il labiṡtum illā qalīlā
52. yaitu pada hari (ketika) Dia memanggil kamu dan kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira (rasanya) hanya sebentar saja kamu berdiam (di dalam kubur).
53. Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
rabbukum a'lamu bikum iy yasya` yar-ḥamkum au iy yasya` yu'ażżibkum wa mā arsalnāka 'alaihim wakīlā
54. Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki niscaya Dia akan memberi rahmat kepadamu dan jika Dia menghendaki pasti Dia akan mengazabmu. Dan Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi penjaga bagi mereka.
wa rabbuka a'lamu biman fis-samāwāti wal-arḍ wa laqad faḍḍalnā ba'ḍan-nabiyyīna 'alā ba'ḍiw wa ātainā dāwụda zabụrā
55. Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain) dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.
qulid'ullażīna za'amtum min dụnihī fa lā yamlikụna kasyfaḍ-ḍurri 'angkum wa lā taḥwīlā
56. Katakanlah (Muhammad) “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya.”
ulā`ikallażīna yad'ụna yabtagụna ilā rabbihimul-wasīlata ayyuhum aqrabu wa yarjụna raḥmatahụ wa yakhāfụna 'ażābah inna 'ażāba rabbika kāna maḥżụrā
57. Orang-orang yang mereka seru itu mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti.”
wa im ming qaryatin illā naḥnu muhlikụhā qabla yaumil-qiyāmati au mu'ażżibụhā 'ażāban syadīdā kāna żālika fil-kitābi masṭụrā
58. Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya) melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuzh).
wa mā mana'anā an nursila bil-āyāti illā ang każżaba bihal-awwalụn wa ātainā ṡamụdan-nāqata mubṣiratan fa ẓalamụ bihā wa mā nursilu bil-āyāti illā takhwīfā
59. Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami) melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.
wa iż qulnā laka inna rabbaka aḥāṭa bin-nās wa mā ja'alnar-ru`yallatī araināka illā fitnatal lin-nāsi wasy-syajaratal-mal'ụnata fil-qur`ān wa nukhawwifuhum fa mā yazīduhum illā ṭugyānang kabīrā
60. Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu “Sungguh (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
wa iż qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīs qāla a asjudu liman khalaqta ṭīnā
61. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu semua kepada Adam” lalu mereka sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) berkata “Apakah aku harus bersujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”
62. Ia (Iblis) berkata “Terangkanlah kepadaku inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat pasti akan aku sesatkan keturunannya kecuali sebagian kecil.”
qālaż-hab fa man tabi'aka min-hum fa inna jahannama jazā`ukum jazā`am maufụrā
63. Dia (Allah) berfirman “Pergilah tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu maka sungguh neraka Jahanamlah balasanmu semua sebagai pembalasan yang cukup.
wastafziz manistaṭa'ta min-hum biṣautika wa ajlib 'alaihim bikhailika wa rajilika wa syārik-hum fil-amwāli wal-aulādi wa 'id-hum wa mā ya'iduhumusy-syaiṭānu illā gurụrā
64. Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau) kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka yang berkuda dan yang berjalan kaki dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.
wa iżā massakumuḍ-ḍurru fil-baḥri ḍalla man tad'ụna illā iyyāh fa lammā najjākum ilal-barri a'raḍtum wa kānal-insānu kafụrā
67. Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan niscaya hilang semua yang (bi-asa) kamu seru kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).
a fa amintum ay yakhsifa bikum jānibal-barri au yursila 'alaikum ḥāṣiban ṡumma lā tajidụ lakum wakīlā
68. Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun
am amintum ay yu'īdakum fīhi tāratan ukhrā fa yursila 'alaikum qāṣifam minar-rīḥi fa yugriqakum bimā kafartum ṡumma lā tajidụ lakum 'alainā bihī tabī'ā
69. ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi lalu Dia tiupkan angin topan kepada kamu dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami.
wa laqad karramnā banī ādama wa ḥamalnāhum fil-barri wal-baḥri wa razaqnāhum minaṭ-ṭayyibāti wa faḍḍalnāhum 'alā kaṡīrim mim man khalaqnā tafḍīlā
70. Dan sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.
yauma nad'ụ kulla unāsim bi`imāmihim fa man ụtiya kitābahụ biyamīnihī fa ulā`ika yaqra`ụna kitābahum wa lā yuẓlamụna fatīlā
71. (Ingatlah) pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya; dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik) dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun.
wa ing kādụ layaftinụnaka 'anillażī auḥainā ilaika litaftariya 'alainā gairahụ wa iżal lattakhażụka khalīlā
73. Dan mereka hampir memalingkan engkau (Muhammad) dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami; dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia.
75. Jika demikian tentu akan Kami rasakan kepadamu (siksaan) dua kali lipat di dunia ini dan dua kali lipat setelah mati dan engkau (Muhammad) tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.
wa ing kādụ layastafizzụnaka minal-arḍi liyukhrijụka min-hā wa iżal lā yalbaṡụna khilāfaka illā qalīlā
76. Dan sungguh mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar dari negeri itu dan kalau terjadi demikian niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana) melainkan sebentar saja.
sunnata mang qad arsalnā qablaka mir rusulinā wa lā tajidu lisunnatinā taḥwīlā
77. (Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami.
aqimiṣ-ṣalāta lidulụkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur`ānal-fajr inna qur`ānal-fajri kāna masy-hụdā
78. Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj'al lī mil ladungka sulṭānan naṣīrā
80. Dan katakanlah (Muhammad) ya Tuhanku masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).
wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā
82. Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian.
wa iżā an'amnā 'alal-insāni a'raḍa wa na`ā bijānibih wa iżā massahusy-syarru kāna ya`ụsā
83. Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.
qul kulluy ya'malu 'alā syākilatih fa rabbukum a'lamu biman huwa ahdā sabīlā
84. Katakanlah (Muhammad) “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
86. Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami
88. Katakanlah “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur'an ini mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.”
wa laqad ṣarrafnā lin-nāsi fī hāżal-qur`āni ming kulli maṡalin fa abā akṡarun-nāsi illā kufụrā
89. Dan sungguh Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya).
au tusqiṭas-samā`a kamā za'amta 'alainā kisafan au ta`tiya billāhi wal-malā`ikati qabīlā
92. atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami sebagaimana engkau katakan atau (sebelum) engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami
au yakụna laka baitum min zukhrufin au tarqā fis-samā` wa lan nu`mina liruqiyyika ḥattā tunazzila 'alainā kitāban naqra`uh qul sub-ḥāna rabbī hal kuntu illā basyarar rasụlā
93. atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.” Katakanlah (Muhammad) “Mahasuci Tuhanku bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”
wa mā mana'an-nāsa ay yu`minū iż jā`ahumul-hudā illā ang qālū a ba'aṡallāhu basyarar rasụlā
94. Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk datang kepadanya selain perkataan mereka “Mengapa Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”
95. Katakanlah (Muhammad) “Sekiranya di bumi ada para malaikat yang berjalan-jalan dengan tenang niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.”
wa may yahdillāhu fa huwal-muhtad wa may yuḍlil fa lan tajida lahum auliyā`a min dụnih wa naḥsyuruhum yaumal-qiyāmati 'alā wujụhihim 'umyaw wa bukmaw wa ṣummā ma`wāhum jahannam kullamā khabat zidnāhum sa'īrā
97. Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa Dia sesatkan maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur dalam keadaan buta bisu dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.
żālika jazā`uhum bi`annahum kafarụ bi`āyātinā wa qālū a iżā kunnā 'iẓāmaw wa rufātan a innā lamab'ụṡụna khalqan jadīdā
98. Itulah balasan bagi mereka karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata “Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”
a wa lam yarau annallāhallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa qādirun 'alā ay yakhluqa miṡlahum wa ja'ala lahum ajalal lā raiba fīh fa abaẓ-ẓālimụna illā kufụrā
99. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka dan Dia telah menetapkan waktu tertentu (mati atau dibangkitkan) bagi mereka yang tidak diragukan lagi? Maka orang zalim itu tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran.
qul lau antum tamlikụna khazā`ina raḥmati rabbī iżal la`amsaktum khasy-yatal-infāq wa kānal-insānu qatụrā
100. Katakanlah (Muhammad) “Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan karena takut membelanjakannya.” Dan manusia itu memang sangat kikir.
wa laqad ātainā mụsā tis'a āyātim bayyinātin fas`al banī isrā`īla iż jā`ahum fa qāla lahụ fir'aunu innī la`aẓunnuka yā mụsā mas-ḥụrā
101. Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata maka tanyakanlah kepada Bani Israil ketika Musa datang kepada mereka lalu Fir‘aun berkata kepadanya “Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir.”
102. Dia (Musa) menjawab ”Sungguh engkau telah mengetahui bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh aku benar-benar menduga engkau akan binasa wahai Fir‘aun.”
fa arāda ay yastafizzahum minal-arḍi fa agraqnāhu wa mam ma'ahụ jamī'ā
103. Kemudian dia (Fir‘aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikutnya) dari bumi (Mesir) maka Kami tenggelamkan dia (Fir‘aun) beserta orang yang bersama dia seluruhnya.
wa qulnā mim ba'dihī libanī isrā`īlaskunul-arḍa fa iżā jā`a wa'dul-ākhirati ji`nā bikum lafīfā
104. Dan setelah itu Kami berfirman kepada Bani Israil “Tinggallah di negeri ini tetapi apabila masa berbangkit datang niscaya Kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur.”
wa bil-ḥaqqi anzalnāhu wa bil-ḥaqqi nazal wa mā arsalnāka illā mubasysyiraw wa nażīrā
105. Dan Kami turunkan (Al-Qur'an) itu dengan sebenarnya dan (Al-Qur'an) itu turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami mengutus engkau (Muhammad) hanya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
wa qur`ānan faraqnāhu litaqra`ahụ 'alan-nāsi 'alā mukṡiw wa nazzalnāhu tanzīlā
106. Dan Al-Qur'an (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.
qul āminụ bihī au lā tu`minụ innallażīna ụtul-'ilma ming qablihī iżā yutlā 'alaihim yakhirrụna lil-ażqāni sujjadā
107. Katakanlah (Muhammad) “Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur'an) atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya apabila (Al-Qur'an) dibacakan kepada mereka mereka menyungkurkan wajah bersujud”
qulid'ullāha awid'ur-raḥmān ayyam mā tad'ụ fa lahul-asmā`ul-ḥusnā wa lā taj-har biṣalātika wa lā tukhāfit bihā wabtagi baina żālika sabīlā
110. Katakanlah (Muhammad) “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma‘ul husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.”
wa qulil-ḥamdu lillāhillażī lam yattakhiż waladaw wa lam yakul lahụ syarīkun fil-mulki wa lam yakul lahụ waliyyum minaż-żulli wa kabbir-hu takbīrā
111. Dan katakanlah “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya.
qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā
2. sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik
mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim iy yaqụlụna illā każibā
5. Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā
6. Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).
7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya untuk Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.
iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā
10. (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”
12. Kemudian Kami bangunkan mereka agar Kami mengetahui manakah di antara ke dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).
13. Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.
wa rabaṭnā 'alā qulụbihim iż qāmụ fa qālụ rabbunā rabbus-samāwāti wal-arḍi lan nad'uwa min dụnihī ilāhal laqad qulnā iżan syaṭaṭā
14. Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh kalau kami berbuat demikian tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran.”
hā`ulā`i qaumunattakhażụ min dụnihī ālihah lau lā ya`tụna 'alaihim bisulṭānim bayyin fa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi każibā
15. Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?
wa iżi'tazaltumụhum wa mā ya'budụna illallāha fa`wū ilal-kahfi yansyur lakum rabbukum mir raḥmatihī wa yuhayyi` lakum min amrikum mirfaqā
16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.
wa tarasy-syamsa iżā ṭala'at tazāwaru 'ang kahfihim żātal-yamīni wa iżā garabat taqriḍuhum żātasy-syimāli wa hum fī fajwatim min-h żālika min āyātillāh may yahdillāhu fa huwal-muhtadi wa may yuḍlil fa lan tajida lahụ waliyyam mursyidā
17. Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit condong dari gua mereka ke sebelah kanan dan apabila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
wa taḥsabuhum aiqāẓaw wa hum ruqụduw wa nuqallibuhum żātal-yamīni wa żātasy-syimāli wa kalbuhum bāsiṭun żirā'aihi bil-waṣīd lawiṭṭala'ta 'alaihim lawallaita min-hum firāraw wa lamuli`ta min-hum ru'bā
18. Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.
wa każālika ba'aṡnāhum liyatasā`alụ bainahum qāla qā`ilum min-hum kam labiṡtum qālụ labiṡnā yauman au ba'ḍa yaụm qālụ rabbukum a'lamu bimā labiṡtum fab'aṡū aḥadakum biwariqikum hāżihī ilal-madīnati falyanẓur ayyuhā azkā ṭa'āman falya`tikum birizqim min-hu walyatalaṭṭaf wa lā yusy'iranna bikum aḥadā
19. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata “Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?” Mereka menjawab “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi) “Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik dan bawalah sebagian makanan itu untukmu dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun.
innahum iy yaẓ-harụ 'alaikum yarjumụkum au yu'īdụkum fī millatihim wa lan tufliḥū iżan abadā
20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu atau memaksamu kembali kepada agama mereka dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”
wa każālika a'ṡarnā 'alaihim liya'lamū anna wa'dallāhi ḥaqquw wa annas-sā'ata lā raiba fīhā iż yatanāza'ụna bainahum amrahum fa qālubnụ 'alaihim bun-yānā rabbuhum a'lamu bihim qālallażīna galabụ 'alā amrihim lanattakhiżanna 'alaihim masjidā
21. Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka agar mereka tahu bahwa janji Allah benar dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka maka mereka berkata “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.” Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata “Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya.”
sayaqụlụna ṡalāṡatur rābi'uhum kalbuhum wa yaqụlụna khamsatun sādisuhum kalbuhum rajmam bil-gaīb wa yaqụlụna sab'atuw wa ṡāminuhum kalbuhum qur rabbī a'lamu bi'iddatihim mā ya'lamuhum illā qalīl fa lā tumāri fīhim illā mirā`an ẓāhiraw wa lā tastafti fīhim min-hum aḥadā
22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan ”(Jumlah mereka) tiga (orang) yang ke empat adalah anjingnya” dan (yang lain) mengatakan “(Jumlah mereka) lima (orang) yang ke enam adalah anjingnya” sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan “(Jumlah mereka) tujuh (orang) yang ke delapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Muhammad) “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.
illā ay yasyā`allāhu ważkur rabbaka iżā nasīta wa qul 'asā ay yahdiyani rabbī li`aqraba min hāżā rasyadā
24. kecuali (dengan mengatakan) “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”
qulillāhu a'lamu bimā labiṡụ lahụ gaibus-samāwāti wal-arḍ abṣir bihī wa asmi' mā lahum min dụnihī miw waliyy wa lā yusyriku fī ḥukmihī aḥadā
26. Katakanlah “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan.”
watlu mā ụḥiya ilaika ming kitābi rabbik lā mubaddila likalimātih wa lan tajida min dụnihī multaḥadā
27. Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu yaitu Kitab Tuhanmu (Al-Qur'an). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.
waṣbir nafsaka ma'allażīna yad'ụna rabbahum bil-gadāti wal-'asyiyyi yurīdụna waj-hahụ wa lā ta'du 'aināka 'an-hum turīdu zīnatal-ḥayātid-dun-yā wa lā tuṭi' man agfalnā qalbahụ 'an żikrinā wattaba'a hawāhu wa kāna amruhụ furuṭā
28. Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.
wa qulil-ḥaqqu mir rabbikum fa man syā`a falyu`miw wa man syā`a falyakfur innā a'tadnā liẓ-ẓālimīna nāran aḥāṭa bihim surādiquhā wa iy yastagīṡụ yugāṡụ bimā`ing kal-muhli yasywil-wujụh bi`sasy-syarāb wa sā`at murtafaqā
29. Dan katakanlah (Muhammad) “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barangsiapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman dan barangsiapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum) mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti innā lā nuḍī'u ajra man aḥsana 'amalā
30. Sungguh mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.
ulā`ika lahum jannātu 'adnin tajrī min taḥtihimul-an-hāru yuḥallauna fīhā min asāwira min żahabiw wa yalbasụna ṡiyāban khuḍram min sundusiw wa istabraqim muttaki`īna fīhā 'alal-arā`ik ni'maṡ-ṡawāb wa ḥasunat murtafaqā
31. Mereka itulah yang memperoleh Surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah.
waḍrib lahum maṡalar rajulaini ja'alnā li`aḥadihimā jannataini min a'nābiw wa ḥafafnāhumā binakhliw wa ja'alnā bainahumā zar'ā
32. Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang.
wa kāna lahụ ṡamar fa qāla liṣāḥibihī wa huwa yuḥāwiruhū ana akṡaru mingka mālaw wa a'azzu nafarā
34. dan dia memiliki kekayaan besar maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”
wa dakhala jannatahụ wa huwa ẓālimul linafsih qāla mā aẓunnu an tabīda hāżihī abadā
35. Dan dia memasuki kebunnya dengan sikap merugikan dirinya sendiri (karena angkuh dan kafir); dia berkata “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya
wa mā aẓunnus-sā'ata qā`imataw wa la`ir rudittu ilā rabbī la`ajidanna khairam min-hā mungqalabā
36. dan aku kira hari Kiamat itu tidak akan datang dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini.”
qāla lahụ ṣāḥibuhụ wa huwa yuḥāwiruhū a kafarta billażī khalaqaka min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma sawwāka rajulā
37. Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya “Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah kemudian dari setetes air mani lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?
walau lā iż dakhalta jannataka qulta mā syā`allāhu lā quwwata illā billāh in tarani ana aqalla mingka mālaw wa waladā
39. Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah la quwwata illa billah” (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud) tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.
fa asā rabbī ay yu`tiyani khairam min jannatika wa yursila 'alaihā ḥusbānam minas-samā`i fa tuṣbiḥa ṣa'īdan zalaqā
40. Maka mudah-mudahan Tuhanku akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin
wa uḥīṭa biṡamarihī fa aṣbaḥa yuqallibu kaffaihi 'alā mā anfaqa fīhā wa hiya khāwiyatun 'alā 'urụsyihā wa yaqụlu yā laitanī lam usyrik birabbī aḥadā
42. Dan harta kekayaannya dibinasakan lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”
waḍrib lahum maṡalal-ḥayātid-dun-yā kamā`in anzalnāhu minas-samā`i fakhtalaṭa bihī nabātul-arḍi fa aṣbaḥa hasyīman tażrụhur-riyāḥ wa kānallāhu 'alā kulli syai`im muqtadirā
45. Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
wa yauma nusayyirul-jibāla wa taral-arḍa bārizataw wa ḥasyarnāhum fa lam nugādir min-hum aḥadā
47. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia) dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.
wa 'uriḍụ 'alā rabbika ṣaffā laqad ji`tumụnā kamā khalaqnākum awwala marratim bal za'amtum allan naj'ala lakum mau'idā
48. Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman) “Sesungguhnya kamu datang kepada Kami sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian.”
wa wuḍi'al kitābu fa taral-mujrimīna musyfiqīna mimmā fīhi wa yaqụlụna yā wailatanā māli hāżal-kitābi lā yugādiru ṣagīrataw wa lā kabīratan illā aḥṣāhā wa wajadụ mā 'amilụ ḥāḍirā wa lā yaẓlimu rabbuka aḥadā
49. Dan diletakkanlah kitab (catatan amal) lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya dan mereka berkata “Betapa celaka kami kitab apakah ini tidak ada yang tertinggal yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.
wa iż qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīs kāna minal-jinni fa fasaqa 'an amri rabbih a fa tattakhiżụnahụ wa żurriyyatahū auliyā`a min dụnī wa hum lakum 'aduww bi`sa liẓ-ẓālimīna badalā
50. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.
mā asy-hattuhum khalqas-samāwāti wal-arḍi wa lā khalqa anfusihim wa mā kuntu muttakhiżal-muḍillīna 'aḍudā
51. Aku tidak menghadirkan mereka (Iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.
wa yauma yaqụlu nādụ syurakā`iyallażīna za'amtum fa da'auhum fa lam yastajībụ lahum wa ja'alnā bainahum maubiqā
52. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman “Panggillah olehmu sekutu-sekutu-Ku yang kamu anggap itu.” Mereka lalu memanggilnya tetapi mereka (sekutu-sekutu) tidak membalas (seruan) mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).
wa laqad ṣarrafnā fī hāżal-qur`āni lin-nāsi ming kulli maṡal wa kānal-insānu akṡara syai`in jadalā
54. Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah.
wa mā mana'an-nāsa ay yu`minū iż jā`ahumul-hudā wa yastagfirụ rabbahum illā an ta`tiyahum sunnatul-awwalīna au ya`tiyahumul-'ażābu qubulā
55. Dan tidak ada (sesuatu pun) yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampunan kepada Tuhannya kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
wa mā nursilul-mursalīna illā mubasysyirīna wa munżirīn wa yujādilullażīna kafarụ bil-bāṭili liyud-ḥiḍụ bihil-ḥaqqa wattakhażū āyātī wa mā unżirụ huzuwā
56. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran) dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
wa man aẓlamu mim man żukkira bi`āyāti rabbihī fa a'raḍa 'an-hā wa nasiya mā qaddamat yadāh innā ja'alnā 'alā qulụbihim akinnatan ay yafqahụhu wa fī āżānihim waqrā wa in tad'uhum ilal-hudā fa lay yahtadū iżan abadā
57. Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendatipun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya.
wa rabbukal-gafụru żur-raḥmah lau yu`ākhiżuhum bimā kasabụ la'ajjala lahumul-'ażāb bal lahum mau'idul lay yajidụ min dụnihī mau`ilā
58. Dan Tuhanmu Maha Pengampun memiliki kasih sayang. Jika Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung dari-Nya.
wa iż qāla mụsā lifatāhu lā abraḥu ḥattā abluga majma'al-baḥraini au amḍiya ḥuqubā
60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.”
fa lammā jāwazā qāla lifatāhu ātinā gadā`anā laqad laqīnā min safarinā hāżā naṣabā
62. Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu) Musa berkata kepada pembantunya “Bawalah kemari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”
qāla a ra`aita iż awainā ilaṣ-ṣakhrati fa innī nasītul-ḥụta wa mā ansānīhu illasy-syaiṭānu an ażkurah wattakhaża sabīlahụ fil-baḥri 'ajabā
63. Dia (pembantunya) menjawab “Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.”
fa wajadā 'abdam min 'ibādinā ātaināhu raḥmatam min 'indinā wa 'allamnāhu mil ladunnā 'ilmā
65. Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.
qāla lahụ mụsā hal attabi'uka 'alā an tu'allimani mimmā 'ullimta rusydā
66. Musa berkata kepadanya “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”
قَالَ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا
qāla innaka lan tastaṭī'a ma'iya ṣabrā
67. Dia menjawab “Sungguh engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku.
71. Maka berjalanlah keduanya hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia melubanginya. Dia (Musa) berkata “Mengapa engkau melubangi perahu itu apakah untuk menenggelamkan penumpangnya?” Sungguh engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar.
fanṭalaqā ḥattā iżā laqiyā gulāman fa qatalahụ qāla a qatalta nafsan zakiyyatam bigairi nafs laqad ji`ta syai`an nukrā
74. Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda maka dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata “Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.”
qāla in sa`altuka 'an syai`im ba'dahā fa lā tuṣāḥibnī qad balagta mil ladunnī 'użrā
76. Dia (Musa) berkata “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku.”
fanṭalaqā ḥattā iżā atayā ahla qaryatinistaṭ'amā ahlahā fa abau ay yuḍayyifụhumā fa wajadā fīhā jidāray yurīdu ay yangqaḍḍa fa aqāmah qāla lau syi`ta lattakhażta 'alaihi ajrā
77. Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu) lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata “Jika engkau mau niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu.”
78. Dia berkata “Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.
ammas-safīnatu fa kānat limasākīna ya'malụna fil-baḥri fa arattu an a'ībahā wa kāna warā`ahum malikuy ya`khużu kulla safīnatin gaṣbā
79. Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu.
wa ammal-gulāmu fa kāna abawāhu mu`minaini fa khasyīnā ay yur-hiqahumā ṭugyānaw wa kufrā
80. Dan adapun anak muda (kafir) itu kedua orang tuanya mukmin dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran.
fa aradnā ay yubdilahumā rabbuhumā khairam min-hu zakātaw wa aqraba ruḥmā
81. Kemudian kami menghendaki sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak) lain yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya).
wa ammal-jidāru fa kāna ligulāmaini yatīmaini fil-madīnati wa kāna taḥtahụ kanzul lahumā wa kāna abụhumā ṣāliḥā fa arāda rabbuka ay yablugā asyuddahumā wa yastakhrijā kanzahumā raḥmatam mir rabbik wa mā fa'altuhụ 'an amrī żālika ta`wīlu mā lam tasṭi' 'alaihi ṣabrā
82. . Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya.”
ḥattā iżā balaga magribasy-syamsi wajadahā tagrubu fī 'ainin ḥami`atiw wa wajada 'indahā qaumā qulnā yā żal-qarnaini immā an tu'ażżiba wa immā an tattakhiża fīhim ḥusnā
86. Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman “Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka.”
qāla ammā man ẓalama fa saufa nu'ażżibuhụ ṡumma yuraddu ilā rabbihī fa yu'ażżibuhụ 'ażāban nukrā
87. Dia (Zulkarnain) berkata “Barangsiapa berbuat zalim kami akan menghukumnya lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.
wa ammā man āmana wa 'amila ṣāliḥan fa lahụ jazā`anil-ḥusnā wa sanaqụlu lahụ min amrinā yusrā
88. Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah.”
ثُمَّ اَتْبَعَ سَبَبًا
ṡumma atba'a sababā
89. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain).
90. Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari) itu
كَذٰلِكَۗ وَقَدْ اَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا
każālik wa qad aḥaṭnā bimā ladaihi khubrā
91. demikianlah dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Zulkarnain).
ثُمَّ اَتْبَعَ سَبَبًا
ṡumma atba'a sababā
92. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
qālụ yā żal-qarnaini inna ya`jụja wa ma`jụja mufsidụna fil-arḍi fa hal naj'alu laka kharjan 'alā an taj'ala bainanā wa bainahum saddā
94. Mereka berkata “Wahai Zulkarnain! Sungguh Yakjuj dan Makjuj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?”
qāla mā makkannī fīhi rabbī khairun fa a'īnụnī biquwwatin aj'al bainakum wa bainahum radmā
95. Dia (Zulkarnain) berkata “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu) maka bantulah aku dengan kekuatan agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka.
96. Berilah aku potongan-potongan besi!” Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu dia (Zulkarnain) berkata “Tiuplah (api itu)!” Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api dia pun berkata “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu).”
qāla hāżā raḥmatum mir rabbī fa iżā jā`a wa'du rabbī ja'alahụ dakkā` wa kāna wa'du rabbī ḥaqqā
98. Dia (Zulkarnain) berkata “(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku maka apabila janji Tuhanku sudah datang Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar.”
wa taraknā ba'ḍahum yauma`iżiy yamụju fī ba'ḍiw wa nufikha fiṣ-ṣụri fa jama'nāhum jam'ā
99. Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Yakjuj dan Makjuj) berbaur antara satu dengan yang lain dan (apabila) sangkakala ditiup (lagi) akan Kami kumpulkan mereka semuanya.
101. (yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku dan mereka tidak sanggup mendengar.
a fa ḥasiballażīna kafarū ay yattakhiżụ 'ibādī min dụnī auliyā` innā a'tadnā jahannama lil-kāfirīna nuzulā
102. Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh Kami telah menyediakan (neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
ulā`ikallażīna kafarụ bi`āyāti rabbihim wa liqā`ihī fa ḥabiṭat a'māluhum fa lā nuqīmu lahum yaumal-qiyāmati waznā
105. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.
żālika jazā`uhum jahannamu bimā kafarụ wattakhażū āyātī wa rusulī huzuwā
106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahanam karena kekafiran mereka dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai bahan olok-olok.
qul lau kānal-baḥru midādal likalimāti rabbī lanafidal-baḥru qabla an tanfada kalimātu rabbī walau ji`nā bimiṡlihī madadā
109. Katakanlah (Muhammad) “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”
qul innamā ana basyarum miṡlukum yụḥā ilayya annamā ilāhukum ilāhuw wāḥid fa mang kāna yarjụ liqā`a rabbihī falya'mal 'amalan ṣāliḥaw wa lā yusyrik bi'ibādati rabbihī aḥadā
110. Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang telah menerima wahyu bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
19. Maryam
كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ
k&f hā yā 'aīn ṣ&d
1. Kaf Ha Ya ‘Ain Shad.
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ
żikru raḥmati rabbika 'abdahụ zakariyyā
2. Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya Zakaria
اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا
iż nādā rabbahụ nid&`an khafiyyā
3. (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
4. Dia (Zakaria) berkata “Ya Tuhanku sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu ya Tuhanku.
7. (Allah berfirman) “Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”
qāla rabbi annā yakụnu lī gulāmuw wa kānatimra`atī 'āqiraw wa qad balagtu minal-kibari 'itiyyā
8. Dia (Zakaria) berkata “Ya Tuhanku bagaimana aku akan mempunyai anak padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”
qāla każālik qāla rabbuka huwa 'alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai`ā
9. (Allah) berfirman “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman “Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh engkau telah Aku ciptakan sebelum itu padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”
10. Dia (Zakaria) berkata “Ya Tuhanku berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman “Tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam padahal engkau sehat.”
yā yaḥyā khużil-kitāba biquwwah wa ātaināhul-ḥukma ṣabiyyā
12. ”Wahai Yahya! Ambillah (pelajarilah) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Dan Kami berikan hikmah kepadanya (Yahya) selagi dia masih kanak-kanak
ważkur fil-kitābi maryam iżintabażat min ahlihā makānan syarqiyyā
16. Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur'an) (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis)
fattakhażat min dụnihim ḥijābā fa arsaln& ilaihā rụḥanā fa tamaṡṡala lahā basyaran sawiyyā
17. lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.
qālat annā yakụnu lī gulāmuw wa lam yamsasnī basyaruw wa lam aku bagiyyā
20. Dia (Maryam) berkata “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!”
qāla każālik qāla rabbuki huwa 'alayya hayyin wa linaj'alahū āyatal lin-nāsi wa raḥmatam minnā wa kāna amram maqḍiyyā
21. Dia (Jibril) berkata “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman “Hal itu mudah bagi-Ku dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”
fa aj&`ahal-makhāḍu ilā jiż'in-nakhlah qālat yā laitanī mittu qabla hāżā wa kuntu nas-yam mansiyyā
23. Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma dia (Maryam) berkata “Wahai betapa (baiknya) aku mati sebelum ini dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.”
fa nādāhā min taḥtih& allā taḥzanī qad ja'ala rabbuki taḥtaki sariyyā
24. Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah “Janganlah engkau bersedih hati sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
fa kulī wasyrabī wa qarrī 'ainā fa immā tarayinna minal-basyari aḥadan fa qụlī innī nażartu lir-raḥmāni ṣauman fa lan ukallimal-yauma insiyyā
26. Maka makan minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang maka katakanlah “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.”
27. Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata “Wahai Maryam! Sungguh engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.
wa ja'alanī mubārakan aina mā kuntu wa auṣānī biṣ-ṣalāti waz-zakāti mā dumtu ḥayyā
31. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
mā kāna lillāhi ay yattakhiża miw waladin sub-ḥānah iżā qaḍ& amran fa innamā yaqụlu lahụ kun fa yakụn
35. Tidak patut bagi Allah mempunyai anak Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu maka Dia hanya berkata kepadanya “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
37. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!
asmi' bihim wa abṣir yauma ya`tụnanā lākiniẓ-ẓālimụnal-yauma fī ḍalālim mubīn
38. Alangkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
wa anżir-hum yaumal-ḥasrati iż quḍiyal-amr wa hum fī gaflatiw wa hum lā yu`minụn
39. Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan (yaitu) ketika segala perkara telah diputus sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.
iż qāla li`abīhi y& abati lima ta'budu mā lā yasma'u wa lā yubṣiru wa lā yugnī 'angka syai`ā
42. (Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya “Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar tidak melihat dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?
43. Wahai ayahku! Sungguh telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu maka ikutilah aku niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
46. Dia (ayahnya) berkata “Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti pasti engkau akan kurajam maka tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.”
47. Dia (Ibrahim) berkata “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.
wa a'tazilukum wa mā tad'ụna min dụnillāhi wa ad'ụ rabbī 'as& all& akụna bidu'&`i rabbī syaqiyyā
48. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah dan aku akan berdoa kepada Tuhanku mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.”
fa lamma'tazalahum wa mā ya'budụna min dụnillāhi wahabnā lahū is-ḥāqa wa ya'qụb wa kullan ja'alnā nabiyyā
49. Maka ketika dia (Ibrahim) sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Yakub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi.
ul&`ikallażīna an'amallāhu 'alaihim minan-nabiyyīna min żurriyyati ādama wa mim man ḥamalnā ma'a nụḥiw wa min żurriyyati ibrāhīma wa isr&`īla wa mim man hadainā wajtabainā iżā tutlā 'alaihim āyātur-raḥmāni kharrụ sujjadaw wa bukiyyā
58. Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah yaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Yakub) dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka maka mereka tunduk sujud dan menangis.
61. yaitu surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya sekalipun (surga itu) tidak tampak. Sungguh (janji Allah) itu pasti ditepati.
wa mā natanazzalu illā bi`amri rabbik lahụ mā baina aidīnā wa mā khalfanā wa mā baina żālika wa mā kāna rabbuka nasiyyā
64. Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita yang ada di belakang kita dan segala yang ada di antara keduanya dan Tuhanmu tidak lupa.
rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā fa'bud-hu waṣṭabir li'ibādatih hal ta'lamu lahụ samiyyā
65. (Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya maka sembahlah Dia dan berteguhhatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?
fa wa rabbika lanaḥsyurannahum wasy-syayāṭīna ṡumma lanuḥḍirannahum ḥaula jahannama jiṡiyyā
68. Maka demi Tuhanmu sungguh pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan kemudian pasti akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut.
wa iżā tutlā 'alaihim āyātunā bayyināting qālallażīna kafarụ lillażīna āmanū ayyul-farīqaini khairum maqāmaw wa aḥsanu nadiyyā
73. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya) orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman “Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?”
wa kam ahlaknā qablahum ming qarnin hum aḥsanu aṡāṡaw wa ri`yā
74. Dan berapa banyak umat (yang ingkar) yang telah Kami binasakan sebelum mereka padahal mereka lebih bagus perkakas rumah tangganya dan (lebih sedap) dipandang mata.
qul mang kāna fiḍ-ḍalālati falyamdud lahur-raḥmānu maddā ḥatt& iżā ra`au mā yụ'adụna immal-'ażāba wa immas-sā'ah fa saya'lamụna man huwa syarrum makānaw wa aḍ'afu jundā
75. Katakanlah (Muhammad) “Barangsiapa berada dalam kesesatan maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang (waktu) baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka baik azab maupun Kiamat maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya.”
wa yazīdullāhullażīnahtadau hudā wal-bāqiyātuṣ-ṣāliḥātu khairun 'inda rabbika ṡawābaw wa khairum maraddā
76. Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.
a lam tara ann& arsalnasy-syayāṭīna 'alal-kāfirīna ta`uzzuhum azzā
83. Tidakkah engkau melihat bahwa sesungguhnya Kami telah mengutus setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat maksiat) dengan sungguh-sungguh?
84. Maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (memintakan azab) terhadap mereka karena Kami menghitung dengan hitungan teliti (datangnya hari siksaan) untuk mereka.
fa innamā yassarnāhu bilisānika litubasysyira bihil-muttaqīna wa tunżira bihī qaumal luddā
97. Maka sungguh telah Kami mudahkan (Al-Qur'an) itu dengan bahasamu (Muhammad) agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.
wa kam ahlaknā qablahum ming qarn hal tuḥissu min-hum min aḥadin au tasma'u lahum rikzā
98. Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka. Adakah engkau (Muhammad) melihat salah seorang dari mereka atau engkau mendengar bisikan mereka?
iż ra`ā nāran fa qāla li`ahlihimkuṡū innī ānastu nāral la'allī ātīkum min-hā biqabasin au ajidu 'alan-nāri hudā
10. Ketika dia (Musa) melihat api lalu dia berkata kepada keluarganya “Tinggallah kamu (di sini) sesungguhnya aku melihat api mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.”
فَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ يٰمُوْسٰٓى ۙ
fa lammā atāhā nụdiya yā mụsā
11. Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil “Wahai Musa!
fa lā yaṣuddannaka 'an-hā mal lā yu`minu bihā wattaba'a hawāhu fa tardā
16. Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat itu) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya yang menyebabkan engkau binasa.”
وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى
wa mā tilka biyamīnika yā mụsā
17. ”Dan apakah yang ada di tangan kananmu wahai Musa? ”
qāla hiya 'aṣāy atawakka`u 'alaihā wa ahusysyu bihā 'alā ganamī wa liya fīhā ma`āribu ukhrā
18. Dia (Musa) berkata “Ini adalah tongkatku aku bertumpu padanya dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.”
قَالَ اَلْقِهَا يٰمُوْسٰى
qāla alqihā yā mụsā
19. Dia (Allah) berfirman “Lemparkanlah ia wahai Musa!”
فَاَلْقٰىهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعٰى
fa alqāhā fa iżā hiya ḥayyatun tas'ā
20. Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
aniqżi fīhi fit-tābụti faqżi fīhi fil-yammi falyulqihil-yammu bis-sāḥili ya`khuż-hu 'aduwwul lī wa 'aduwwul lah wa alqaitu 'alaika maḥabbatam minnī wa lituṣna'a 'alā 'ainī
39. (yaitu) letakkanlah dia (Musa) di dalam peti kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil) maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi dia akan diambil oleh (Fir‘aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
iż tamsyī ukhtuka fa taqụlu hal adullukum 'alā may yakfuluh fa raja'nāka ilā ummika kai taqarra 'ainuhā wa lā taḥzan wa qatalta nafsan fa najjaināka minal-gammi wa fatannāka futụnā fa labiṡta sinīna fī ahli madyana ṡumma ji`ta 'alā qadariy yā mụsā
40. (Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan lalu dia berkata (kepada keluarga Fir‘aun) ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan kemudian engkau wahai Musa datang menurut waktu yang ditetapkan
وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِيْۚ
waṣṭana'tuka linafsī
41. dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.
fa`tiyāhu fa qụlā innā rasụlā rabbika fa arsil ma'anā banī isrā`īla wa lā tu'ażżib-hum qad ji`nāka bi`āyatim mir rabbik was-salāmu 'alā manittaba'al-hudā
47. Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah “Sungguh kami berdua adalah utusan Tuhanmu maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
innā qad ụḥiya ilainā annal-'ażāba 'alā mang każżaba wa tawallā
48. Sungguh telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak mempedulikannya).”
قَالَ فَمَنْ رَّبُّكُمَا يٰمُوْسٰى
qāla fa mar rabbukumā yā mụsā
49. Dia (Fir‘aun) berkata “Siapakah Tuhanmu berdua wahai Musa?”
allażī ja'ala lakumul-arḍa mahdaw wa salaka lakum fīhā subulaw wa anzala minas-samā`i mā`ā fa akhrajnā bihī azwājam min nabātin syattā
53. (Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu dan yang menurunkan air (hujan) dari langit.” Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
min-hā khalaqnākum wa fīhā nu'īdukum wa min-hā nukhrijukum tāratan ukhrā
55. Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.
wa laqad araināhu āyātinā kullahā fa każżaba wa abā
56. Dan sungguh Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir‘aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
fa lana`tiyannaka bisiḥrim miṡlihī faj'al bainanā wa bainaka mau'idal lā nukhlifuhụ naḥnu wa lā anta makānan suwā
58. Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau di suatu tempat yang terbuka.”
qāla mau'idukum yaumuz-zīnati wa ay yuḥsyaran-nāsu ḍuḥā
59. Dia (Musa) berkata “(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha).”
qāla lahum mụsā wailakum lā taftarụ 'alallāhi każiban fa yus-ḥitakum bi'ażāb wa qad khāba maniftarā
61. Musa berkata kepada mereka (para pesihir) “Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah nanti Dia membinasakan kamu dengan azab.” Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kedustaan.
qālū in hāżāni lasāḥirāni yurīdāni ay yukhrijākum min arḍikum bisiḥrihimā wa yaż-habā biṭarīqatikumul-muṡlā
63. Mereka (para pesihir) berkata “Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir‘aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.
qāla bal alqụ fa iżā ḥibāluhum wa 'iṣiyyuhum yukhayyalu ilaihi min siḥrihim annahā tas'ā
66. Dia (Musa) berkata “Silakan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat karena sihir mereka.
فَاَوْجَسَ فِيْ نَفْسِهٖ خِيْفَةً مُّوْسٰى
fa aujasa fī nafsihī khīfatam mụsā
67. Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى
qulnā lā takhaf innaka antal-a'lā
68. Kami berfirman “Jangan takut! Sungguh engkaulah yang unggul (menang).
wa alqi mā fī yamīnika talqaf mā ṣana'ụ innamā ṣana'ụ kaidu sāḥir wa lā yufliḥus-sāḥiru ḥaiṡu atā
69. Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu dari mana pun ia datang.”
qāla āmantum lahụ qabla an āżana lakum innahụ lakabīrukumullażī 'allamakumus-siḥr fa la`uqaṭṭi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la`uṣallibannakum fī jużụ'in-nakhli wa lata'lamunna ayyunā asyaddu 'ażābaw wa abqā
71. Dia (Fir‘aun) berkata “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang dan sungguh akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya.”
72. Mereka (para pesihir) berkata “Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat) yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
innā āmannā birabbinā liyagfira lanā khaṭāyānā wa mā akrahtanā 'alaihi minas-siḥr wallāhu khairuw wa abqā
73. Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya).”
innahụ may ya`ti rabbahụ mujriman fa inna lahụ jahannam lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā
74. Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa maka sungguh baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (tidak dapat bertobat).
wa may ya`tihī mu`minang qad 'amilaṣ-ṣāliḥāti fa ulā`ika lahumud-darajātul-'ulā
75. Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman dan telah mengerjakan kebajikan maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia)
wa laqad auḥainā ilā mụsā an asri bi'ibādī faḍrib lahum ṭarīqan fil-baḥri yabasal lā takhāfu darakaw wa lā takhsyā
77. Dan sungguh telah Kami wahyukan kepada Musa “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).”
yā banī isrā`īla qad anjainākum min 'aduwwikum wa wā'adnākum jānibaṭ-ṭụril-aimana wa nazzalnā 'alaikumul-manna was-salwā
80. Wahai Bani Israil! Sungguh Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu mann dan salwa.
kulụ min ṭayyibāti mā razaqnākum wa lā taṭgau fīhi fa yaḥilla 'alaikum gaḍabī wa may yaḥlil 'alaihi gaḍabī fa qad hawā
81. Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu dan janganlah melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku maka sungguh binasalah dia.
fa raja'a mụsā ilā qaumihī gaḍbāna asifā qāla yā qaumi a lam ya'idkum rabbukum wa'dan ḥasanā a fa ṭāla 'alaikumul-'ahdu am arattum ay yaḥilla 'alaikum gaḍabum mir rabbikum fa akhlaftum mau'idī
86. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata “Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?”
qālụ mā akhlafnā mau'idaka bimalkinā wa lākinnā ḥummilnā auzāram min zīnatil-qaumi fa qażafnāhā fa każālika alqas-sāmiriyy
87. Mereka berkata “Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir‘aun) itu kemudian kami melemparkannya (ke dalam api) dan demikian pula Samiri melemparkannya
fa akhraja lahum 'ijlan jasadal lahụ khuwārun fa qālụ hāżā ilāhukum wa ilāhu mụsā fa nasiy
88. kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka maka mereka berkata “Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa tetapi dia (Musa) telah lupa.”
a fa lā yarauna allā yarji'u ilaihim qaulaw wa lā yamliku lahum ḍarraw wa lā naf'ā
89. Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka dan tidak kuasa menolak mudarat mau-pun mendatangkan manfaat kepada mereka?
wa laqad qāla lahum hārụnu ming qablu yā qaumi innamā futintum bih wa inna rabbakumur-raḥmānu fattabi'ụnī wa aṭī'ū amrī
90. Dan sungguh sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka “Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.”
qāla yabna`umma lā ta`khuż biliḥyatī wa lā bira`sī innī khasyītu an taqụla farraqta baina banī isrā`īla wa lam tarqub qaulī
94. Dia (Harun) menjawab “Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku) ‘Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku.’”
قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يٰسَامِرِيُّ
qāla fa mā khaṭbuka yā sāmiriyy
95. Dia (Musa) berkata “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?”
qāla baṣurtu bimā lam yabṣurụ bihī fa qabaḍtu qabḍatam min aṡarir-rasụli fa nabażtuhā wa każālika sawwalat lī nafsī
96. Dia (Samiri) menjawab “Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu) demikianlah nafsuku membujukku.”
qāla faż-hab fa inna laka fil-ḥayāti an taqụla lā misāsa wa inna laka mau'idal lan tukhlafah wanẓur ilā ilāhikallażī ẓalta 'alaihi 'ākifā lanuḥarriqannahụ ṡumma lanansifannahụ fil-yammi nasfā
97. Dia (Musa) berkata “Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan ‘Janganlah menyentuh (aku)’. Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak akan dapat engkau hindari dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan).
każālika naquṣṣu 'alaika min ambā`i mā qad sabaq wa qad ātaināka mil ladunnā żikrā
99. Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu dan sungguh telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Al-Qur'an) dari sisi Kami.
naḥnu a'lamu bimā yaqụlụna iż yaqụlu amṡaluhum ṭarīqatan il labiṡtum illā yaumā
104. Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan “Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sehari saja.”
wa yas`alụnaka 'anil-jibāli fa qul yansifuhā rabbī nasfā
105. Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung maka katakanlah “Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya
فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا ۙ
fa yażaruhā qā'an ṣafṣafā
106. kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali
لَّا تَرٰى فِيْهَا عِوَجًا وَّلَآ اَمْتًا ۗ
lā tarā fīhā 'iwajaw wa lā amtā
107. (sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.”
yauma`iżiy yattabi'ụnad-dā'iya lā 'iwaja lah wa khasya'atil-aṣwātu lir-raḥmāni fa lā tasma'u illā hamsā
108. Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.
yauma`iżil lā tanfa'usy-syafā'atu illā man ażina lahur-raḥmānu wa raḍiya lahụ qaulā
109. Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan) kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan Dia ridai perkataannya.
ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum wa lā yuḥīṭụna bihī 'ilmā
110. Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi) sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
wa may ya'mal minaṣ-ṣāliḥāti wa huwa mu`minun fa lā yakhāfu ẓulmaw wa lā haḍmā
112. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya.
wa każālika anzalnāhu qur`ānan 'arabiyyaw wa ṣarrafnā fīhi minal-wa'īdi la'allahum yattaqụna au yuḥdiṡu lahum żikrā
113. Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman agar mereka bertakwa atau agar (Al-Qur'an) itu memberi pengajaran bagi mereka.
fa ta'ālallāhul-malikul-ḥaqq wa lā ta'jal bil-qur`āni ming qabli ay yuqḍā ilaika waḥyuhụ wa qur rabbi zidnī 'ilmā
114. Maka Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur'an sebelum selesai diwahyukan kepadamu dan katakanlah “Ya Tuhanku tambahkanlah ilmu kepadaku. ”
fa qulnā yā ādamu inna hāżā 'aduwwul laka wa lizaujika fa lā yukhrijannakumā minal-jannati fa tasyqā
117. Kemudian Kami berfirman “Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga nanti kamu celaka.
fa waswasa ilaihisy-syaiṭānu qāla yā ādamu hal adulluka 'alā syajaratil-khuldi wa mulkil lā yablā
120. Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya dengan berkata “Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
fa akalā min-hā fa badat lahumā sau`ātuhumā wa ṭafiqā yakhṣifāni 'alaihimā miw waraqil jannah wa 'aṣā ādamu rabbahụ fa gawā
121. Lalu keduanya memakannya lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga dan telah durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesatlah dia.
ثُمَّ اجْتَبٰىهُ رَبُّهٗ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدٰى
ṡummajtabāhu rabbuhụ fa tāba 'alaihi wa hadā
122. Kemudian Tuhannya memilih dia maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.
qālahbiṭā min-hā jamī'am ba'ḍukum liba'ḍin 'aduww fa immā ya`tiyannakum minnī hudan fa manittaba'a hudāya fa lā yaḍillu wa lā yasyqā
123. Dia (Allah) berfirman “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
wa man a'raḍa 'an żikrī fa inna lahụ ma'īsyatan ḍangkaw wa naḥsyuruhụ yaumal-qiyāmati a'mā
124. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
qāla każālika atatka āyātunā fa nasītahā wa każālikal-yauma tunsā
126. Dia (Allah) berfirman “Demikianlah dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami dan kamu mengabaikannya jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.”
wa każālika najzī man asrafa wa lam yu`mim bi`āyāti rabbih wa la'ażābul-ākhirati asyaddu wa abqā
127. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
a fa lam yahdi lahum kam ahlaknā qablahum minal-qurụni yamsyụna fī masākinihim inna fī żālika la`āyātil li`ulin-nuhā
128. Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.
faṣbir 'alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ'isy-syamsi wa qabla gurụbihā wa min ānā`il-laili fa sabbiḥ wa aṭrāfan-nahāri la'allaka tarḍā
130. Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.
wa lā tamuddanna 'ainaika ilā mā matta'nā bihī azwājam min-hum zahratal-ḥayātid-dun-yā linaftinahum fīh wa rizqu rabbika khairuw wa abqā
131. Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
132. Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
wa qālụ lau lā ya`tīnā bi`āyatim mir rabbih a wa lam ta`tihim bayyinatu mā fiṣ-ṣuḥufil-ụlā
133. Dan mereka berkata “Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?” Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
walau annā ahlaknāhum bi'ażābim ming qablihī laqālụ rabbanā lau lā arsalta ilainā rasụlan fa nattabi'a āyātika ming qabli an nażilla wa nakhzā
134. Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Al-Qur'an itu diturunkan) tentulah mereka berkata “Ya Tuhan kami mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?”
qul kullum mutarabbiṣun fa tarabbaṣụ fa sata'lamụna man aṣ-ḥābuṣ-ṣirāṭis-sawiyyi wa manihtadā
135. Katakanlah (Muhammad) “Masing-masing (kita) menanti maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk.”
lāhiyatang qulụbuhum wa asarrun-najwallażīna ẓalamụ hal hāżā illā basyarum miṡlukum a fa ta`tụnas-siḥra wa antum tubṣirụn
3. Hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka “(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerima sihir itu padahal kamu menyaksikannya?”
bal qālū aḍgāṡu aḥlām baliftarāhu bal huwa syā'ir falya`tinā bi`āyating kamā ursilal-awwalụn
5. Bahkan mereka mengatakan “(Al-Qur'an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau atau hasil rekayasanya (Muhammad) atau bahkan dia hanya seorang penyair cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti) seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu.”
mā āmanat qablahum ming qaryatin ahlaknāhā a fa hum yu`minụn
6. Penduduk suatu negeri sebelum mereka yang telah Kami binasakan mereka itu tidak beriman (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka akan beriman?
wa mā arsalnā qablaka illā rijālan nụḥī ilaihim fas`alū ahlaż-żikri ing kuntum lā ta'lamụn
7. Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.
ṡumma ṣadaqnāhumul-wa'da fa anjaināhum wa man nasyā`u wa ahlaknal-musrifīn
9. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
wa kam qaṣamnā ming qaryating kānat ẓālimataw wa ansya`nā ba'dahā qauman ākharīn
11. Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya).
lau aradnā an nattakhiża lahwal lattakhażnāhu mil ladunnā ing kunnā fā'ilīn
17. Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak) tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian.
bal naqżifu bil-ḥaqqi 'alal-bāṭili fa yadmaguhụ fa iżā huwa zāhiq wa lakumul-wailu mimmā taṣifụn
18. Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).
wa lahụ man fis-samāwāti wal-arḍ wa man 'indahụ lā yastakbirụna 'an 'ibādatihī wa lā yastaḥsirụn
19. Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.
lau kāna fīhimā ālihatun illallāhu lafasadatā fa sub-ḥānallāhi rabbil-'arsyi 'ammā yaṣifụn
22. Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki ‘Arsy dari apa yang mereka sifatkan.
amittakhażụ min dụnihī ālihah qul hātụ bur-hānakum hāżā żikru mam ma'iya wa żikru mang qablī bal akṡaruhum lā ya'lamụnal-ḥaqqa fa hum mu'riḍụn
24. Atau apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad) “Kemukakanlah alasan-alasanmu! (Al-Qur'an) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku dan peringatan bagi orang sebelumku.” Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran) karena itu mereka berpaling.
wa mā arsalnā ming qablika mir rasụlin illā nụḥī ilaihi annahụ lā ilāha illā ana fa'budụn
25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku maka sembahlah Aku.
wa qāluttakhażar-raḥmānu waladan sub-ḥānah bal 'ibādum mukramụn
26. Dan mereka berkata “Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.” Mahasuci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan
ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum wa lā yasyfa'ụna illā limanirtaḍā wa hum min khasy-yatihī musyfiqụn
28. Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah) dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.
wa may yaqul min-hum innī ilāhum min dụnihī fa żālika najzīhi jahannam każālika najziẓ-ẓālimīn
29. Dan barangsiapa di antara mereka berkata “Sungguh aku adalah tuhan selain Allah” maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim.
a wa lam yarallażīna kafarū annas-samāwāti wal-arḍa kānatā ratqan fa fataqnāhumā wa ja'alnā minal-mā`i kulla syai`in ḥayy a fa lā yu`minụn
30. Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?
wa ja'alnā fil-arḍi rawāsiya an tamīda bihim wa ja'alnā fīhā fijājan subulal la'allahum yahtadụn
31. Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar ia (tidak) guncang bersama mereka dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk.
wa ja'alnas-samā`a saqfam maḥfụẓā wa hum 'an āyātihā mu'riḍụn
32. Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari bulan angin awan dan lain-lain).
kullu nafsin żā`iqatul-maụt wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah wa ilainā turja'ụn
35. Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.
wa iżā ra`ākallażīna kafarū iy yattakhiżụnaka illā huzuwā a hāżallażī yażkuru ālihatakum wa hum biżikrir-raḥmāni hum kāfirụn
36. Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad) mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan) “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?” Padahal mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih.
khuliqal-insānu min 'ajal sa`urīkum āyātī fa lā tasta'jilụn
37. Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya.
lau ya'lamullażīna kafarụ ḥīna lā yakuffụna 'aw wujụhihimun-nāra wa lā 'an ẓuhụrihim wa lā hum yunṣarụn
39. Seandainya orang kafir itu mengetahui ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan).
bal ta`tīhim bagtatan fa tab-hatuhum fa lā yastaṭī'ụna raddahā wa lā hum yunẓarụn
40. Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu).
wa laqadistuhzi`a birusulim ming qablika fa ḥāqa billażīna sakhirụ min-hum mā kānụ bihī yastahzi`ụn
41. Dan sungguh rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan.
qul may yakla`ukum bil-laili wan-nahāri minar-raḥmān bal hum 'an żikri rabbihim mu'riḍụn
42. Katakanlah “Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) Allah Yang Maha Pengasih?” Tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka.
am lahum ālihatun tamna'uhum min dụninā lā yastaṭī'ụna naṣra anfusihim wa lā hum minnā yuṣ-ḥabụn
43. Ataukah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami.
bal matta'nā hā`ulā`i wa ābā`ahum ḥattā ṭāla 'alaihimul-'umur a fa lā yarauna annā na`til-arḍa nangquṣuhā min aṭrāfihā a fa humul-gālibụn
44. Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir) lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?
qul innamā unżirukum bil-waḥyi wa lā yasma'uṣ-ṣummud-du'ā`a iżā mā yunżarụn
45. Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan wahyu.” Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan.
wa la`im massat-hum naf-ḥatum min 'ażābi rabbika layaqụlunna yā wailanā innā kunnā ẓālimīn
46. Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu pastilah mereka berkata “Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri).”
wa naḍa'ul-mawāzīnal-qisṭa liyaumil-qiyāmati fa lā tuẓlamu nafsun syai`ā wa ing kāna miṡqāla ḥabbatim min khardalin atainā bihā wa kafā binā ḥāsibīn
47. Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.
qāla bar rabbukum rabbus-samāwāti wal-arḍillażī faṭarahunna wa ana 'alā żālikum minasy-syāhidīn
56. Dia (Ibrahim) menjawab “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu.”
fa ja'alahum jużāżan illā kabīral lahum la'allahum ilaihi yarji'ụn
58. Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
qāla a fa ta'budụna min dụnillāhi mā lā yanfa'ukum syai`aw wa lā yaḍurrukum
66. Dia (Ibrahim) berkata “Mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?
wa ja'alnāhum a`immatay yahdụna bi`amrinā wa auḥainā ilaihim fi'lal-khairāti wa iqāmaṣ-ṣalāti wa ītā`az-zakāh wa kānụ lanā 'ābidīn
73. Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan hanya kepada Kami mereka menyembah.
wa lụṭan ātaināhu ḥukmaw wa 'ilmaw wa najjaināhu minal-qaryatillatī kānat ta'malul-khabā`iṡ innahum kānụ qauma sau`in fāsiqīn
74. Kepada Lut Kami berikan hikmah dan ilmu dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji. Sungguh mereka orang-orang yang jahat lagi fasik.
wa nụḥan iż nādā ming qablu fastajabnā lahụ fa najjaināhu wa ahlahụ minal-karbil-'aẓīm
76. Dan (ingatlah kisah) Nuh sebelum itu ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar.
wa naṣarnāhu minal-qaumillażīna każżabụ bi`āyātinā innahum kānụ qauma sau`in fa agraqnāhum ajma'īn
77. Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.
wa dāwụda wa sulaimāna iż yaḥkumāni fil-ḥarṡi iż nafasyat fīhi ganamul-qaụm wa kunnā liḥukmihim syāhidīn
78. Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu.
fa fahhamnāhā sulaimān wa kullan ātainā ḥukmaw wa 'ilmaw wa sakhkharnā ma'a dāwụdal-jibāla yusabbiḥna waṭ-ṭaīr wa kunnā fā'ilīn
79. Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya.
wa lisulaimānar-rīḥa 'āṣifatan tajrī bi`amrihī ilal-arḍillatī bāraknā fīhā wa kunnā bikulli syai`in 'ālimīn
81. Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.
wa minasy-syayāṭīni may yagụṣụna lahụ wa ya'malụna 'amalan dụna żālik wa kunnā lahum ḥāfiẓīn
82. Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu.
wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn
83. Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika dia berdoa kepada Tuhannya “(Ya Tuhanku) sungguh aku telah ditimpa penyakit padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
fastajabnā lahụ fa kasyafnā mā bihī min ḍurriw wa ātaināhu ahlahụ wa miṡlahum ma'ahum raḥmatam min 'indinā wa żikrā lil-'ābidīn
84. Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.
wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira 'alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
87. Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap ”Tidak ada tuhan selain Engkau Mahasuci Engkau. Sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”
wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn
89. Dan (ingatlah kisah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya “Ya Tuhanku janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.
fastajabnā lahụ wa wahabnā lahụ yaḥyā wa aṣlaḥnā lahụ zaujah innahum kānụ yusāri'ụna fil-khairāti wa yad'ụnanā ragabaw wa rahabā wa kānụ lanā khāsyi'īn
90. Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami.
wallatī aḥṣanat farjahā fa nafakhnā fīhā mir rụḥinā wa ja'alnāhā wabnahā āyatal lil-'ālamīn
91. Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.
waqtarabal-wa'dul-ḥaqqu fa iżā hiya syākhiṣatun abṣārullażīna kafarụ yā wailanā qad kunnā fī gaflatim min hāżā bal kunnā ẓālimīn
97. Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata) ”Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini bahkan kami benar-benar orang yang zalim.”
lā yaḥzunuhumul-faza'ul-akbaru wa tatalaqqāhumul-malā`ikah hāżā yaumukumullażī kuntum tụ'adụn
103. Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan) “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”
104. (Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh Kami akan melaksanakannya.
wa laqad katabnā fiz-zabụri mim ba'diż-żikri annal-arḍa yariṡuhā 'ibādiyaṣ-ṣāliḥụn
105. Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh) bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.
اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ ۗ
inna fī hāżā labalāgal liqaumin 'ābidīn
106. Sungguh (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur'an) ini benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah).
qul innamā yụḥā ilayya annamā ilāhukum ilāhuw wāḥid fa hal antum muslimụn
108. Katakanlah (Muhammad) “Sungguh apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?”
fa in tawallau fa qul āżantukum 'alā sawā` wa in adrī a qarībun am ba'īdum mā tụ'adụn
109. Maka jika mereka berpaling maka katakanlah (Muhammad) “Aku telah menyampaikan kepadamu (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh.”
qāla rabbiḥkum bil-ḥaqq wa rabbunar-raḥmānul-musta'ānu 'alā mā taṣifụn
112. Dia (Muhammad) berkata “Ya Tuhanku berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”
yauma taraunahā taż-halu kullu murḍi'atin 'ammā arḍa'at wa taḍa'u kullu żāti ḥamlin ḥamlahā wa taran-nāsa sukārā wa mā hum bisukārā wa lākinna 'ażāballāhi syadīd
2. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu) semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk padahal sebenarnya mereka tidak mabuk tetapi azab Allah itu sangat keras.
yā ayyuhan-nāsu ing kuntum fī raibim minal-ba'ṡi fa innā khalaqnākum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma min 'alaqatin ṡumma mim muḍgatim mukhallaqatiw wa gairi mukhallaqatil linubayyina lakum wa nuqirru fil-ar-ḥāmi mā nasyā`u ilā ajalim musamman ṡumma nukhrijukum ṭiflan ṡumma litablugū asyuddakum wa mingkum may yutawaffā wa mingkum may yuraddu ilā arżalil-'umuri likai lā ya'lama mim ba'di 'ilmin syai`ā wa taral-arḍa hāmidatan fa iżā anzalnā 'alaihal-mā`ahtazzat wa rabat wa ambatat ming kulli zaujim bahīj
5. Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani kemudian dari segumpal darah kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun) sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.
żālika bi`annallāha huwal-ḥaqqu wa annahụ yuḥyil-mautā wa annahụ 'alā kulli syai`ing qadīr
6. Yang demikian itu karena sungguh Allah Dialah yang hak dan sungguh Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati dan sungguh Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
9. Sambil memalingkan lambungnya (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia mendapat kehinaan di dunia dan pada hari Kiamat Kami berikan kepadanya rasa azab neraka yang membakar.
wa minan-nāsi may ya'budullāha 'alā ḥarf fa in aṣābahụ khairuniṭma`anna bih wa in aṣābat-hu fitnatuningqalaba 'alā waj-hih khasirad-dun-yā wal-ākhirah żālika huwal-khusrānul-mubīn
11. Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan dia merasa puas dan jika dia ditimpa suatu cobaan dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.
yad'ụ min dụnillāhi mā lā yaḍurruhụ wa mā lā yanfa'uh żālika huwaḍ-ḍalālul-ba'īd
12. Dia menyeru kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Itulah kesesatan yang jauh.
yad'ụ laman ḍarruhū aqrabu min naf'ih labi`sal-maulā wa labi`sal-'asyīr
13. Dia menyeru kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan.
innallāha yudkhilullażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār innallāha yaf'alu mā yurīd
14. (Sungguh) Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sungguh Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
mang kāna yaẓunnu al lay yanṣurahullāhu fid-dun-yā wal-ākhirati falyamdud bisababin ilas-samā`i ṡummalyaqṭa' falyanẓur hal yuż-hibanna kaiduhụ mā yagīẓ
15. Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit ) lalu menggantung (diri) kemudian pikirkanlah apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.
wa każālika anzalnāhu āyātim bayyinātiw wa annallāha yahdī may yurīd
16. Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) yang merupakan ayat-ayat yang nyata; sesungguhnya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
17. Sesungguhnya orang-orang beriman orang Yahudi orang Sabiin orang Nasrani orang Majusi dan orang musyrik Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh Allah menjadi saksi atas segala sesuatu.
a lam tara annallāha yasjudu lahụ man fis-samāwāti wa man fil-arḍi wasy-syamsu wal-qamaru wan-nujụmu wal-jibālu wasy-syajaru wad-dawābbu wa kaṡīrum minan-nās wa kaṡīrun ḥaqqa 'alaihil-'ażāb wa may yuhinillāhu fa mā lahụ mim mukrim innallāha yaf'alu mā yasyā`
18. Tidakkah engkau tahu bahwa siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah juga matahari bulan bintang gunung-gunung pohon-pohon hewan-hewan yang melata dan banyak di antara manusia? Tetapi banyak (manusia) yang pantas mendapatkan azab. Barangsiapa dihinakan Allah tidak seorang pun yang akan memuliakannya. Sungguh Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki.
hāżāni khaṣmānikhtaṣamụ fī rabbihim fallażīna kafarụ quṭṭi'at lahum ṡiyābum min nār yuṣabbu min fauqi ru`ụsihimul-ḥamīm
19. Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih.
kullamā arādū ay yakhrujụ min-hā min gammin u'īdụ fīhā wa żụqụ 'ażābal-ḥarīq
22. Setiap kali mereka hendak keluar darinya (neraka) karena tersiksa mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan) “Rasakanlah azab yang membakar ini!”
innallāha yudkhilullażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru yuḥallauna fīhā min asāwira min żahabiw wa lu`lu`ā wa libāsuhum fīhā ḥarīr
23. Sungguh Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara dan pakaian mereka dari sutera.
innallażīna kafarụ wa yaṣuddụna 'an sabīlillāhi wal-masjidil-ḥarāmillażī ja'alnāhu lin-nāsi sawā`anil-'ākifu fīhi wal-bād wa may yurid fīhi bi`il-ḥādim biẓulmin nużiq-hu min 'ażābin alīm
25. Sungguh orang-orang kafir dan yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan dari Masjidilharam yang telah Kami jadikan terbuka untuk semua manusia baik yang bermukim di sana maupun yang datang dari luar dan siapa saja yang bermaksud melakukan kejahatan secara zalim di dalamnya niscaya akan Kami rasakan kepadanya siksa yang pedih.
wa iż bawwa`nā li`ibrāhīma makānal-baiti al lā tusyrik bī syai`aw wa ṭahhir baitiya liṭ-ṭā`ifīna wal-qā`imīna war-rukka'is-sujụd
26. Dan (ingatlah) ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan) “Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud.
wa ażżin fin-nāsi bil-ḥajji ya`tụka rijālaw wa 'alā kulli ḍāmiriy ya`tīna ming kulli fajjin 'amīq
27. Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.
liyasy-hadụ manāfi'a lahum wa yażkurusmallāhi fī ayyāmim ma'lụmātin 'alā mā razaqahum mim bahīmatil-an'ām fa kulụ min-hā wa aṭ'imul-bā`isal-faqīr
28. Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mere-ka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
29. Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).
żālika wa may yu'aẓẓim ḥurumātillāhi fa huwa khairul lahụ 'inda rabbih wa uḥillat lakumul-an'āmu illā mā yutlā 'alaikum fajtanibur-rijsa minal-auṡāni wajtanibụ qaulaz-zụr
30. Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat) maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan dihalalkan bagi kamu semua hewan ternak kecuali yang diterangkan kepadamu (keharamannya) maka jauhilah olehmu (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta.
hunafā`a lillāhi gaira musyrikīna bih wa may yusyrik billāhi fa ka`annamā kharra minas-samā`i fa takhṭafuhuṭ-ṭairu au tahwī bihir-rīḥu fī makānin saḥīq
31. (Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
33. Bagi kamu padanya (hewan hadyu) ada beberapa manfaat sampai waktu yang ditentukan kemudian tempat penyembelihannya adalah di sekitar Baitul Atiq (Baitullah).
wa likulli ummatin ja'alnā mansakal liyażkurusmallāhi 'alā mā razaqahum mim bahīmatil-an'ām fa ilāhukum ilāhuw wāḥidun fa lahū aslimụ wa basysyiril-mukhbitīn
34. Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)
35. (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka dan orang yang melaksanakan salat dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka.
wal-budna ja'alnāhā lakum min sya'ā`irillāhi lakum fīhā khairun fażkurusmallāhi 'alaihā ṣawāff fa iżā wajabat junụbuhā fa kulụ min-hā wa aṭ'imul-qāni'a wal-mu'tarr każālika sakhkharnāhā lakum la'allakum tasykurụn
36. Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati) maka makanlah sebagiannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur.
lay yanālallāha luḥụmuhā wa lā dimā`uhā wa lākiy yanāluhut-taqwā mingkum każālika sakhkharahā lakum litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa basysyiril-muḥsinīn
37. Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
allażīna ukhrijụ min diyārihim bigairi ḥaqqin illā ay yaqụlụ rabbunallāh walau lā daf'ullāhin-nāsa ba'ḍahum biba'ḍil lahuddimat ṣawāmi'u wa biya'uw wa ṣalawātuw wa masājidu yużkaru fīhasmullāhi kaṡīrā wa layanṣurannallāhu may yanṣuruh innallāha laqawiyyun 'azīz
40. (yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar hanya karena mereka berkata “Tuhan kami ialah Allah.” Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani gereja-gereja rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh Allah Mahakuat Mahaperkasa.
allażīna im makkannāhum fil-arḍi aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta wa amarụ bil-ma'rụfi wa nahau 'anil-mungkar wa lillāhi 'āqibatul-umụr
41. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi mereka melaksanakan salat menunaikan zakat dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
wa iy yukażżibụka fa qad każżabat qablahum qaumu nụḥiw wa 'āduw wa ṡamụd
42. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad) begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka kaum Nuh ‘Ad dan Samud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya)
wa aṣ-ḥābu madyan wa kużżiba mụsā fa amlaitu lil-kāfirīna ṡumma akhażtuhum fa kaifa kāna nakīr
44. dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir kemudian Aku siksa mereka maka betapa hebatnya siksaan-Ku.
fa ka`ayyim ming qaryatin ahlaknāhā wa hiya ẓālimatun fa hiya khāwiyatun 'alā 'urụsyihā wa bi`rim mu'aṭṭalatiw wa qaṣrim masyīd
45. Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (ti-dak ada penghuninya).
a fa lam yasīrụ fil-arḍi fa takụna lahum qulụbuy ya'qilụna bihā au āżānuy yasma'ụna bihā fa innahā lā ta'mal-abṣāru wa lākin ta'mal-qulụbullatī fiṣ-ṣudụr
46. Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi sehingga hati (akal) mereka dapat memahami telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
wa yasta'jilụnaka bil-'ażābi wa lay yukhlifallāhu wa'dah wa inna yauman 'inda rabbika ka`alfi sanatim mimmā ta'uddụn
47. Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.
wa ka`ayyim ming qaryatin amlaitu lahā wa hiya ẓālimatun ṡumma akhażtuhā wa ilayyal-maṣīr
48. Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancuran)nya karena penduduknya berbuat zalim kemudian Aku azab mereka dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala sesuatu).
51. Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan (kemauan untuk beriman) mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka Jahim.
wa mā arsalnā ming qablika mir rasụliw wa lā nabiyyin illā iżā tamannā alqasy-syaiṭānu fī umniyyatih fa yansakhullāhu mā yulqisy-syaiṭānu ṡumma yuḥkimullāhu āyātih wallāhu 'alīmun ḥakīm
52. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad) mela-inkan apabila dia mempunyai suatu keinginan setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana
53. Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan orang-orang yang zalim itu benar-benar dalam permu-suhan yang jauh
wa liya'lamallażīna ụtul-'ilma annahul-ḥaqqu mir rabbika fa yu`minụ bihī fa tukhbita lahụ qulụbuhum wa innallāha lahādillażīna āmanū ilā ṣirāṭim mustaqīm
54. dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur'an) itu benar dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.
wa lā yazālullażīna kafarụ fī miryatim min-hu ḥattā ta`tiyahumus-sā'atu bagtatan au ya`tiyahum 'ażābu yaumin 'aqīm
55. Dan orang-orang kafir itu senantiasa ragu mengenai hal itu (Al-Qur'an) hingga saat (kematiannya) datang kepada mereka dengan tiba-tiba atau azab hari Kiamat yang datang kepada mereka.
56. Kekuasaan pada hari itu ada pada Allah Dia memberi keputusan di an-tara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan berada dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
wallażīna hājarụ fī sabīlillāhi ṡumma qutilū au mātụ layarzuqannahumullāhu rizqan ḥasanā wa innallāha lahuwa khairur-rāziqīn
58. Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah kemudian mereka terbunuh atau mati sungguh Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rezeki yang terbaik.
żālika wa man 'āqaba bimiṡli mā 'ụqiba bihī ṡumma bugiya 'alaihi layanṣurannahullāh innallāha la'afuwwun gafụr
60. Demikianlah dan barangsiapa membalas seimbang dengan (kezaliman) penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia dizalimi (lagi) pasti Allah akan menolongnya. Sungguh Allah Maha Pemaaf Maha Pengampun.
żālika bi`annallāha yụlijul-laila fin-nahāri wa yụlijun-nahāra fil-laili wa annallāha samī'um baṣīr
61. Demikianlah karena Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan sungguh Allah Maha Mendengar Maha Melihat.
żālika bi`annallāha huwal-ḥaqqu wa anna mā yad'ụna min dụnihī huwal-bāṭilu wa annallāha huwal-'aliyyul-kabīr
62. Demikianlah (kebesaran Allah) karena Allah Dialah (Tuhan) Yang Hak. Dan apa saja yang mereka seru selain Dia itulah yang batil dan sungguh Allah Dialah Yang Mahatinggi Mahabesar.
a lam tara annallāha sakhkhara lakum mā fil-arḍi wal-fulka tajrī fil-baḥri bi`amrih wa yumsikus-samā`a an taqa'a 'alal-arḍi illā bi`iżnih innallāha bin-nāsi lara`ụfur raḥīm
65. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi melainkan dengan izin-Nya? Sungguh Allah Maha Pengasih Maha Penyayang kepada manusia.
wa huwallażī aḥyākum ṡumma yumītukum ṡumma yuḥyīkum innal-insāna lakafụr
66. Dan Dialah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu kemudian menghidupkan kamu kembali (pada hari kebangkitan). Sungguh manusia itu sangat kufur nikmat.
67. Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.
70. Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan di bumi? Sungguh yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.
wa ya'budụna min dụnillāhi mā lam yunazzil bihī sulṭānaw wa mā laisa lahum bihī 'ilm wa mā liẓ-ẓālimīna min naṣīr
71. Dan mereka menyembah selain Allah tanpa dasar yang jelas tentang itu dan mereka tidak mempunyai pengetahuan (pula) tentang itu. Bagi orang-orang yang zalim tidak ada seorang penolong pun.
wa iżā tutlā 'alaihim āyātunā bayyinātin ta'rifu fī wujụhillażīna kafarul-mungkar yakādụna yasṭụna billażīna yatlụna 'alaihim āyātinā qul a fa unabbi`ukum bisyarrim min żālikum an-nār wa'adahallāhullażīna kafarụ wa bi`sal-maṣīr
72. Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang niscaya engkau akan melihat (tanda-tanda) keingkaran pada wajah orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. Katakanlah (Muhammad) “Apakah akan aku kabarkan kepada-mu (mengenai sesuatu) yang lebih buruk dari itu (yaitu) neraka?” Allah telah mengancamkannya (neraka) kepada orang-orang kafir. Dan (neraka itu) seburuk-buruk tempat kembali.
yā ayyuhan-nāsu ḍuriba maṡalun fastami'ụ lah innallażīna tad'ụna min dụnillāhi lay yakhluqụ żubābaw wa lawijtama'ụ lah wa iy yaslub-humuż-żubābu syai`al lā yastangqiżụhu min-h ḍa'ufaṭ-ṭālibu wal-maṭlụb
73. Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.
wa jāhidụ fillāhi ḥaqqa jihādih huwajtabākum wa mā ja'ala 'alaikum fid-dīni min ḥaraj millata abīkum ibrāhīm huwa sammākumul-muslimīna ming qablu wa fī hāżā liyakụnar-rasụlu syahīdan 'alaikum wa takụnụ syuhadā`a 'alan-nāsi fa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa'taṣimụ billāh huwa maulākum fa ni'mal-maulā wa ni'man-naṣīr
78. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah salat; tunaikanlah zakat dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
23. Al Muminun
قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ
qad aflaḥal-mu`minụn
1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ
allażīna hum fī ṣalātihim khāsyi'ụn
2. (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ
wallażīna hum 'anil-lagwi mu'riḍụn
3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna
ṡumma khalaqnan-nuṭfata 'alaqatan fa khalaqnal-'alaqata muḍgatan fa khalaqnal-muḍgata 'iẓāman fa kasaunal-'iẓāma laḥman ṡumma ansya`nāhu khalqan ākhar fa tabārakallāhu aḥsanul-khāliqīn
14. Kemudian air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah Pencipta yang paling baik.
ثُمَّ اِنَّكُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ لَمَيِّتُوْنَ ۗ
ṡumma innakum ba'da żālika lamayyitụn
15. Kemudian setelah itu sesungguhnya kamu pasti mati.
ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ تُبْعَثُوْنَ
ṡumma innakum yaumal-qiyāmati tub'aṡụn
16. Kemudian sesungguhnya kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat.
fa ansya`nā lakum bihī jannātim min nakhīliw wa a'nāb lakum fīhā fawākihu kaṡīratuw wa min-hā ta`kulụn
19. Lalu dengan (air) itu Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur; di sana kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan
wa syajaratan takhruju min ṭụri sainā`a tambutu bid-duhni wa ṣibgil lil-ākilīn
20. dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun) yang tumbuh dari gunung Sinai yang menghasilkan minyak dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.
wa inna lakum fil-an'āmi la'ibrah nusqīkum mimmā fī buṭụnihā wa lakum fīhā manāfi'u kaṡīratuw wa min-hā ta`kulụn
21. Dan sesungguhnya pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberi minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu dan sebagian darinya kamu makan
وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُوْنَ
wa 'alaihā wa 'alal-fulki tuḥmalụn
22. di atasnya (hewan-hewan ternak) dan di atas kapal-kapal kamu diangkut.
wa laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī fa qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh a fa lā tattaqụn
23. Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah (karena) tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
fa qālal-mala`ullażīna kafarụ ming qaumihī mā hāżā illā basyarum miṡlukum yurīdu ay yatafaḍḍala 'alaikum walau syā`allāhu la`anzala malā`ikatam mā sami'nā bihāżā fī ābā`inal-awwalīn
24. Maka berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu yang ingin menjadi orang yang lebih mulia daripada kamu. Dan seandainya Allah menghendaki tentu Dia mengutus malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada (masa) nenek moyang kami dahulu.
fa auḥainā ilaihi aniṣna'il-fulka bi`a'yuninā wa waḥyinā fa iżā jā`a amrunā wa fārat-tannụru fasluk fīhā ming kullin zaujainiṡnaini wa ahlaka illā man sabaqa 'alaihil-qaulu min-hum wa lā tukhāṭibnī fillażīna ẓalamụ innahum mugraqụn
27. Lalu Kami wahyukan kepadanya “Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis juga keluargamu kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
fa iżastawaita anta wa mam ma'aka 'alal-fulki fa qulil-ḥamdu lillāhillażī najjānā minal-qaumiẓ-ẓālimīn
28. Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal maka ucapkanlah “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.”
30. Sungguh pada (kejadian) itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah); dan sesungguhnya Kami benar-benar menimpakan siksaan (kepada kaum Nuh itu).
fa arsalnā fīhim rasụlam min-hum ani'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh a fa lā tattaqụn
32. Lalu Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata) “Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
wa qālal-mala`u ming qaumihillażīna kafarụ wa każżabụ biliqā`il-ākhirati wa atrafnāhum fil-ḥayātid-dun-yā mā hāżā illā basyarum miṡlukum ya`kulu mimmā ta`kulụna min-hu wa yasyrabu mimmā tasyrabụn
33. Dan berkatalah para pemuka orang kafir dari kaumnya dan yang mendustakan pertemuan hari akhirat serta mereka yang telah Kami beri kemewahan dan kesenangan dalam kehidupan di dunia “(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu dia makan apa yang kamu makan dan dia minum apa yang kamu minum.”
a ya'idukum annakum iżā mittum wa kuntum turābaw wa 'iẓāman annakum mukhrajụn
35. Adakah dia menjanjikan kepada kamu bahwa apabila kamu telah mati dan menjadi tanah dan tulang belulang sesungguhnya kamu akan dikeluarkan (dari kuburmu)?
۞ هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوْعَدُوْنَ ۖ
haihāta haihāta limā tụ'adụn
36. Jauh! Jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu
fa akhażat-humuṣ-ṣaiḥatu bil-ḥaqqi fa ja'alnāhum guṡā`ā fa bu'dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn
41. Lalu mereka benar-benar dimusnahkan oleh suara yang mengguntur dan Kami jadikan mereka (seperti) sampah yang dibawa banjir. Maka binasalah bagi orang-orang yang zalim.
ṡumma arsalnā rusulanā tatrā kullamā jā`a ummatar rasụluhā każżabụhu fa atba'nā ba'ḍahum ba'ḍaw wa ja'alnāhum aḥādīṡ fa bu'dal liqaumil lā yu`minụn
44. Kemudian Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat mereka mendustakannya maka Kami silihgantikan sebagian mereka dengan sebagian yang lain (dalam kebinasaan). Dan Kami jadikan mereka bahan cerita (bagi manusia). Maka kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman.
fa qālū a nu`minu libasyaraini miṡlinā wa qaumuhumā lanā 'ābidụn
47. Maka mereka berkata “Apakah (pantas) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?”
فَكَذَّبُوْهُمَا فَكَانُوْا مِنَ الْمُهْلَكِيْنَ
fa każżabụhumā fa kānụ minal-muhlakīn
48. Maka mereka mendustakan keduanya sebab itu mereka termasuk orang yang dibinasakan.
wa ja'alnabna maryama wa ummahū āyataw wa āwaināhumā ilā rabwatin żāti qarāriw wa ma'īn
50. Dan telah Kami jadikan (Isa) putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi (kebesaran Kami) dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi (tempat yang tenang rindang dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir.
51. Allah berfirman “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
fa taqaṭṭa'ū amrahum bainahum zuburā kullu ḥizbim bimā ladaihim fariḥụn
53. Kemudian mereka terpecah belah dalam urusan (agama)nya menjadi beberapa golongan. Setiap golongan (merasa) bangga dengan apa yang ada pada mereka (masing-masing).
فَذَرْهُمْ فِيْ غَمْرَتِهِمْ حَتّٰى حِيْنٍ
fa żar-hum fī gamratihim ḥattā ḥīn
54. Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan.
60. dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya
wa lā nukallifu nafsan illā wus'ahā waladainā kitābuy yanṭiqu bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn
62. Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
bal qulụbuhum fī gamratim min hāżā wa lahum a'mālum min dụni żālika hum lahā 'āmilụn
63. Tetapi hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kesesatan dari (memahami Al-Qur'an) ini dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang terus mereka kerjakan.
64. Sehingga apabila Kami timpakan siksaan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka seketika itu mereka berteriak-teriak meminta tolong.
a fa lam yaddabbarul-qaula am jā`ahum mā lam ya`ti ābā`ahumul-awwalīn
68. Maka tidakkah mereka menghayati firman (Allah) atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu?
am yaqụlụna bihī jinnah bal jā`ahum bil-ḥaqqi wa akṡaruhum lil-ḥaqqi kārihụn
70. Atau mereka berkata “Orang itu (Muhammad) gila.” Padahal dia telah datang membawa kebenaran kepada mereka tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran.
wa lawittaba'al-ḥaqqu ahwā`ahum lafasadatis-samāwātu wal-arḍu wa man fīhinn bal ataināhum biżikrihim fa hum 'an żikrihim mu'riḍụn
71. Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka pasti binasalah langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.
walau raḥimnāhum wa kasyafnā mā bihim min ḍurril lalajjụ fī ṭugyānihim ya'mahụn
75. Dan seandainya mereka Kami kasihani dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
qul mam biyadihī malakụtu kulli syai`iw wa huwa yujīru wa lā yujāru 'alaihi ing kuntum ta'lamụn
88. Katakanlah “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu. Dia melindungi dan tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab-Nya) jika kamu mengetahui?”
mattakhażallāhu miw waladiw wa mā kāna ma'ahụ min ilāhin iżal lażahaba kullu ilāhim bimā khalaqa wa la'alā ba'ḍuhum 'alā ba'ḍ sub-ḥānallāhi 'ammā yaṣifụn
91. Allah tidak mempunyai anak dan tidak ada tuhan (yang lain) bersama-Nya (sekiranya tuhan banyak) maka masing-masing tuhan itu akan membawa apa (makhluk) yang diciptakannya dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu
99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka dia berkata “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)
la'allī a'malu ṣāliḥan fīmā taraktu kallā innahā kalimatun huwa qā`iluhā wa miw warā`ihim barzakhun ilā yaumi yub'aṡụn
100. agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.
fa iżā nufikha fiṣ-ṣụri fa lā ansāba bainahum yauma`iżiw wa lā yatasā`alụn
101. Apabila sangkakala ditiup maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari Kiamat) dan tidak (pula) mereka saling bertanya.
wa man khaffat mawāzīnuhụ fa ulā`ikallażīna khasirū anfusahum fī jahannama khālidụn
103. Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri mereka kekal di dalam neraka Jahanam
rabbanā akhrijnā min-hā fa in 'udnā fa innā ẓālimụn
107. Ya Tuhan kami keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia) jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran) sungguh kami adalah orang-orang yang zalim.”
قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ
qālakhsa`ụ fīhā wa lā tukallimụn
108. Dia (Allah) berfirman “Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”
innahụ kāna farīqum min 'ibādī yaqụlụna rabbanā āmannā fagfir lanā war-ḥamnā wa anta khairur-rāḥimīn
109. Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa “Ya Tuhan kami kami telah beriman maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.”
111. sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
wa may yad'u ma'allāhi ilāhan ākhara lā bur-hāna lahụ bihī fa innamā ḥisābuhụ 'inda rabbih innahụ lā yufliḥul-kāfirụn
117. Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.
sụratun anzalnāhā wa faraḍnāhā wa anzalnā fīhā āyātim bayyinātil la'allakum tażakkarụn
1. (Inilah) suatu surah yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum)nya dan Kami turunkan di dalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas agar kamu ingat.
2. Pezina perempuan dan pezina laki-laki deralah masing-masing dari keduanya seratus kali dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.
az-zānī lā yangkiḥu illā zāniyatan au musyrikataw waz-zāniyatu lā yangkiḥuhā illā zānin au musyrik wa ḥurrima żālika 'alal-mu`minīn
3. Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.
wallażīna yarmụnal-muḥṣanāti ṡumma lam ya`tụ bi`arba'ati syuhadā`a fajlidụhum ṡamānīna jaldataw wa lā taqbalụ lahum syahādatan abadā wa ulā`ika humul-fāsiqụn
4. Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi maka deralah mereka delapan puluh kali dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik
wallażīna yarmụna azwājahum wa lam yakul lahum syuhadā`u illā anfusuhum fa syahādatu aḥadihim arba'u syahādātim billāhi innahụ laminaṣ-ṣādiqīn
6. Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina) padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri maka kesaksian masing-masing orang itu ialah empat kali bersumpah dengan (nama) Allah bahwa sesungguhnya dia termasuk orang yang berkata benar.
wa yadra`u 'an-hal-'ażāba an tasy-hada arba'a syahādātim billāhi innahụ laminal-kāżibīn
8. Dan istri itu terhindar dari hukuman apabila dia bersumpah empat kali atas (nama) Allah bahwa dia (suaminya) benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta
walau lā faḍlullāhi 'alaikum wa raḥmatuhụ wa annallāha tawwābun ḥakīm
10. Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan menemui kesulitan). Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat Mahabijaksana.
11. Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya) dia mendapat azab yang besar (pula).
lau lā iż sami'tumụhu ẓannal-mu`minụna wal-mu`minātu bi`anfusihim khairaw wa qālụ hāżā ifkum mubīn
12. Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata “Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata.”
lau lā jā`ụ 'alaihi bi`arba'ati syuhadā` fa iż lam ya`tụ bisy-syuhadā`i fa ulā`ika 'indallāhi humul-kāżibụn
13. Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak datang membawa empat saksi? Oleh karena mereka tidak membawa saksi-saksi maka mereka itu dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang berdusta.
14. Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat niscaya kamu ditimpa azab yang besar disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu).
iż talaqqaunahụ bi`alsinatikum wa taqụlụna bi`afwāhikum mā laisa lakum bihī 'ilmuw wa taḥsabụnahụ hayyinaw wa huwa 'indallāhi 'aẓīm
15. (Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun dan kamu menganggapnya remeh padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.
innallażīna yuḥibbụna an tasyī'al-fāḥisyatu fillażīna āmanụ lahum 'ażābun alīmun fid-dun-yā wal-ākhirah wallāhu ya'lamu wa antum lā ta'lamụn
19. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.
walau lā faḍlullāhi 'alaikum wa raḥmatuhụ wa annallāha ra`ụfur raḥīm
20. Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). Sungguh Allah Maha Penyantun Ma-ha Penyayang.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattabi'ụ khuṭuwātisy-syaiṭān wa may yattabi' khuṭuwātisy-syaiṭāni fa innahụ ya`muru bil-faḥsyā`i wal-mungkar walau lā faḍlullāhi 'alaikum wa raḥmatuhụ mā zakā mingkum min aḥadin abadaw wa lākinnallāha yuzakkī may yasyā` wallāhu samī'un 'alīm
21. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
wa lā ya`tali ulul-faḍli mingkum was-sa'ati ay yu`tū ulil-qurbā wal-masākīna wal-muhājirīna fī sabīlillāhi walya'fụ walyaṣfaḥụ alā tuḥibbụna ay yagfirallāhu lakum wallāhu gafụrur raḥīm
22. Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya) orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
innallażīna yarmụnal-muḥṣanātil-gāfilātil-mu`mināti lu'inụ fid-dun-yā wal-ākhirati wa lahum 'ażābun 'aẓīm
23. Sungguh orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina) mereka dilaknat di dunia dan di akhirat dan mereka akan mendapat azab yang besar
26. Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula) sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
27. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.
fa il lam tajidụ fīhā aḥadan fa lā tadkhulụhā ḥattā yu`żana lakum wa ing qīla lakumurji'ụ farji'ụ huwa azkā lakum wallāhu bimā ta'malụna 'alīm
28. Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
laisa 'alaikum junāḥun an tadkhulụ buyụtan gaira maskụnatin fīhā matā'ul lakum wallāhu ya'lamu mā tubdụna wa mā taktumụn
29. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni yang di dalamnya ada kepentingan kamu; Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.
qul lil-mu`minīna yaguḍḍụ min abṣārihim wa yaḥfaẓụ furụjahum żālika azkā lahum innallāha khabīrum bimā yaṣna'ụn
30. Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
wa qul lil-mu`mināti yagḍuḍna min abṣārihinna wa yaḥfaẓna furụjahunna wa lā yubdīna zīnatahunna illā mā ẓahara min-hā walyaḍribna bikhumurihinna 'alā juyụbihinna wa lā yubdīna zīnatahunna illā libu'ụlatihinna au ābā`ihinna au ābā`i bu'ụlatihinna au abnā`ihinna au abnā`i bu'ụlatihinna au ikhwānihinna au banī ikhwānihinna au banī akhawātihinna au nisā`ihinna au mā malakat aimānuhunna awittābi'īna gairi ulil-irbati minar-rijāli awiṭ-ṭiflillażīna lam yaẓ-harụ 'alā 'aurātin-nisā`i wa lā yaḍribna bi`arjulihinna liyu'lama mā yukhfīna min zīnatihinn wa tụbū ilallāhi jamī'an ayyuhal-mu`minụna la'allakum tufliḥụn
31. Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka atau para perempuan (sesama Islam) mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.
wa angkiḥul-ayāmā mingkum waṣ-ṣāliḥīna min 'ibādikum wa imā`ikum iy yakụnụ fuqarā`a yugnihimullāhu min faḍlih wallāhu wāsi'un 'alīm
32. Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) Maha Mengetahui.
walyasta'fifillażīna lā yajidụna nikāḥan ḥattā yugniyahumullāhu min faḍlih wallażīna yabtagụnal-kitāba mimmā malakat aimānukum fa kātibụhum in 'alimtum fīhim khairaw wa ātụhum mim mālillāhillażī ātākum wa lā tukrihụ fatayātikum 'alal-bigā`i in aradna taḥaṣṣunal litabtagụ 'araḍal ḥayātid-dun-yā wa may yukrihhunna fa innallāha mim ba'di ikrāhihinna gafụrur raḥīm
33. Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan) hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran sedang mereka sendiri menginginkan kesucian karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.
wa laqad anzalnā ilaikum āyātim mubayyinātiw wa maṡalam minallażīna khalau ming qablikum wa mau'iẓatal lil-muttaqīn
34. Dan sungguh Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
35. Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis) Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
fī buyụtin ażinallāhu an turfa'a wa yużkara fīhasmuhụ yusabbiḥu lahụ fīhā bil-guduwwi wal-āṣāl
36. (Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang
rijālul lā tul-hīhim tijāratuw wa lā bai'un 'an żikrillāhi wa iqāmiṣ-ṣalāti wa ītā`iz-zakāti yakhāfụna yauman tataqallabu fīhil qulụbu wal-abṣār
37. orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah melaksanakan salat dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat)
liyajziyahumullāhu aḥsana mā 'amilụ wa yazīdahum min faḍlih wallāhu yarzuqu may yasyā`u bigairi ḥisāb
38. (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.
39. Dan orang-orang yang kafir amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga tetapi apabila (air) itu didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
au kaẓulumātin fī baḥril lujjiyyiy yagsyāhu maujum min fauqihī maujum min fauqihī saḥāb ẓulumātum ba'ḍuhā fauqa ba'ḍ iżā akhraja yadahụ lam yakad yarāhā wa mal lam yaj'alillāhu lahụ nụran fa mā lahụ min nụr
40. Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam yang diliputi oleh gelombang demi gelombang di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.
a lam tara annallāha yusabbiḥu lahụ man fis-samāwāti wal-arḍi waṭ-ṭairu ṣāffāt kullung qad 'alima ṣalātahụ wa tasbīḥah wallāhu 'alīmum bimā yaf'alụn
41. Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
a lam tara annallāha yuzjī saḥāban ṡumma yu`allifu bainahụ ṡumma yaj'aluhụ rukāman fa taral-wadqa yakhruju min khilālih wa yunazzilu minas-samā`i min jibālin fīhā mim baradin fa yuṣību bihī may yasyā`u wa yaṣrifuhụ 'am may yasyā` yakādu sanā barqihī yaż-habu bil-abṣār
43. Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan kemudian mengumpulkannya lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
44. Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam).
wallāhu khalaqa kulla dābbatim mim mā` fa min-hum may yamsyī 'alā baṭnih wa min-hum may yamsyī 'alā rijlaīn wa min-hum may yamsyī 'alā arba' yakhluqullāhu mā yasyā` innallāha 'alā kulli syai`ing qadīr
45. Dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa yaqụlụna āmannā billāhi wa bir-rasụli wa aṭa'nā ṡumma yatawallā farīqum min-hum mim ba'di żālik wa mā ulā`ika bil-mu`minīn
47. Dan mereka (orang-orang munafik) berkata “Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul (Muhammad) dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling setelah itu. Mereka itu bukanlah orang-orang beriman.
wa iżā du'ū ilallāhi wa rasụlihī liyaḥkuma bainahum iżā farīqum min-hum mu'riḍụn
48. Dan apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar (Rasul) memutuskan perkara di antara mereka tiba-tiba sebagian dari mereka menolak (untuk datang).
a fī qulụbihim maraḍun amirtābū am yakhāfụna ay yaḥīfallāhu 'alaihim wa rasụluh bal ulā`ika humuẓ-ẓālimụn
50. Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya mereka itulah orang-orang yang zalim.
innamā kāna qaulal-mu`minīna iżā du'ū ilallāhi wa rasụlihī liyaḥkuma bainahum ay yaqụlụ sami'nā wa aṭa'nā wa ulā`ika humul-mufliḥụn
51. Hanya ucapan orang-orang mukmin yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka mereka berkata “Kami mendengar dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
wa may yuṭi'illāha wa rasụlahụ wa yakhsyallāha wa yattaq-hi fa ulā`ika humul-fā`izụn
52. Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
53. Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah sungguh-sungguh bahwa jika engkau suruh mereka berperang pastilah mereka akan pergi. Katakanlah (Muhammad) “Janganlah kamu bersumpah (karena yang diminta) adalah ketaatan yang baik. Sungguh Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
qul aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụl fa in tawallau fa innamā 'alaihi mā ḥummila wa 'alaikum mā ḥummiltum wa in tuṭī'ụhu tahtadụ wa mā 'alar-rasụli illal-balāgul-mubīn
54. Katakanlah “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul (Muhammad) itu hanyalah apa yang dibebankan kepadanya dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu taat kepadanya niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.”
wa'adallāhullażīna āmanụ mingkum wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti layastakhlifannahum fil-arḍi kamastakhlafallażīna ming qablihim wa layumakkinanna lahum dīnahumullażirtaḍā lahum wa layubaddilannahum mim ba'di khaufihim amnā ya'budụnanī lā yusyrikụna bī syai`ā wa mang kafara ba'da żālika fa ulā`ika humul-fāsiqụn
55. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
lā taḥsabannallażīna kafarụ mu'jizīna fil-arḍ wa ma`wāhumun-nār wa labi`sal-maṣīr
57. Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang kafir itu dapat luput dari siksaan Allah di bumi; sedang tempat kembali mereka (di akhirat) adalah neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
58. Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan) yaitu sebelum salat Subuh ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan setelah salat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wa iżā balagal-aṭfālu mingkumul-ḥuluma falyasta`żinụ kamasta`żanallażīna ming qablihim każālika yubayyinullāhu lakum āyātih wallāhu 'alīmun ḥakīm
59. Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa maka hendaklah mereka (juga) meminta izin seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wal-qawā'idu minan-nisā`illātī lā yarjụna nikāḥan fa laisa 'alaihinna junāḥun ay yaḍa'na ṡiyābahunna gaira mutabarrijātim bizīnah wa ay yasta'fifna khairul lahunn wallāhu samī'un 'alīm
60. Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi) maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan; tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
laisa 'alal-a'mā ḥarajuw wa lā 'alal-a'raji ḥarajuw wa lā 'alal-marīḍi ḥarajuw wa lā 'alā anfusikum an ta`kulụ mim buyụtikum au buyụti ābā`ikum au buyụti ummahātikum au buyụti ikhwānikum au buyụti akhawātikum au buyụti a'māmikum au buyụti 'ammātikum au buyụti akhwālikum au buyụti khālātikum au mā malaktum mafātiḥahū au ṣadīqikum laisa 'alaikum junāḥun an ta`kulụ jamī'an au asytātā fa iżā dakhaltum buyụtan fa sallimụ 'alā anfusikum taḥiyyatam min 'indillāhi mubārakatan ṭayyibah każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāti la'allakum ta'qilụn
61. Tidak ada halangan bagi orang buta tidak (pula) bagi orang pincang tidak (pula) bagi orang sakit dan tidak (pula) bagi dirimu makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu atau di rumah bapak-bapakmu di rumah ibu-ibumu di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki di rumah saudara-saudaramu yang perempuan di rumah saudara-saudara bapakmu yang laki-laki di rumah saudara-saudara bapakmu yang perempuan di rumah saudara-saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara-saudara ibumu yang perempuan (di rumah) yang kamu miliki kuncinya atau (di rumah) kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendiri-sendiri. Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu agar kamu mengerti.
innamal-mu`minụnallażīna āmanụ billāhi wa rasụlihī wa iżā kānụ ma'ahụ 'alā amrin jāmi'il lam yaż-habụ ḥattā yasta`żinụh innallażīna yasta`żinụnaka ulā`ikallażīna yu`minụna billāhi wa rasụlih fa iżasta`żanụka liba'ḍi sya`nihim fa`żal liman syi`ta min-hum wastagfir lahumullāh innallāha gafụrur raḥīm
62. (Yang disebut) orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan apabila mereka berada bersama-sama dengan dia (Muhammad) dalam suatu urusan bersama mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
lā taj'alụ du'ā`ar-rasụli bainakum kadu'ā`i ba'ḍikum ba'ḍā qad ya'lamullāhullażīna yatasallalụna mingkum liwāżā falyaḥżarillażīna yukhālifụna 'an amrihī an tuṣībahum fitnatun au yuṣībahum 'ażābun alīm
63. Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya) maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.
alā inna lillāhi mā fis-samāwāti wal-arḍ qad ya'lamu mā antum 'alaīh wa yauma yurja'ụna ilaihi fa yunabbi`uhum bimā 'amilụ wallāhu bikulli syai`in 'alīm
64. Ketahuilah sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan kamu sekarang. Dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka) dikembalikan kepada-Nya lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
1. Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad) agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).
allażī lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍi wa lam yattakhiż waladaw wa lam yakul lahụ syarīkun fil-mulki wa khalaqa kulla syai`in fa qaddarahụ taqdīrā
2. Yang memiliki kerajaan langit dan bumi tidak mempunyai anak tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya) dan Dia menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.
wattakhażụ min dụnihī ālihatal lā yakhluqụna syai`aw wa hum yukhlaqụna wa lā yamlikụna li`anfusihim ḍarraw wa lā naf'aw wa lā yamlikụna mautaw wa lā ḥayātaw wa lā nusyụrā
3. Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah) padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.
wa qālallażīna kafarū in hāżā illā ifkuniftarāhu wa a'ānahụ 'alaihi qaumun ākharụn fa qad jā`ụ ẓulmaw wa zụrā
4. Dan orang-orang kafir berkata “(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad) dibantu oleh orang-orang lain” Sungguh mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.
wa qālū asāṭīrul-awwalīnaktatabahā fa hiya tumlā 'alaihi bukrataw wa aṣīlā
5. Dan mereka berkata “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu yang diminta agar dituliskan lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.”
6. Katakanlah (Muhammad) “(Al-Qur'an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh Dia Maha Pengampun Maha Penyayang.”
wa qālụ mā lihāżar-rasụli ya`kuluṭ-ṭa'āma wa yamsyī fil-aswāq lau lā unzila ilaihi malakun fa yakụna ma'ahụ nażīrā
7. Dan mereka berkata “Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia
au yulqā ilaihi kanzun au takụnu lahụ jannatuy ya`kulu min-hā wa qālaẓ-ẓālimụna in tattabi'ụna illā rajulam mas-ḥụrā
8. atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang zalim itu berkata “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”
unẓur kaifa ḍarabụ lakal-amṡāla fa ḍallụ fa lā yastaṭī'ụna sabīlā
9. Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau maka sesatlah mereka mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).
tabārakallażī in syā`a ja'ala laka khairam min żālika jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru wa yaj'al laka quṣụrā
10. Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu.
qul a żālika khairun am jannatul-khuldillatī wu'idal-muttaqụn kānat lahum jazā`aw wa maṣīrā
15. Katakanlah (Muhammad) “Apakah (azab) seperti itu yang baik atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan dan tempat kembali bagi mereka?”
16. Bagi mereka segala yang mereka kehendaki ada di dalamnya (surga) mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya).
wa yauma yaḥsyuruhum wa mā ya'budụna min dụnillāhi fa yaqụlu a antum aḍlaltum 'ibādī hā`ulā`i am hum ḍallus-sabīl
17. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah lalu Dia berfirman (kepada yang disembah) “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?”
qālụ sub-ḥānaka mā kāna yambagī lanā an nattakhiża min dụnika min auliyā`a wa lākim matta'tahum wa ābā`ahum ḥattā nasuż-żikr wa kānụ qaumam bụrā
18. Mereka (yang disembah itu) menjawab “Mahasuci Engkau tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup sehingga mereka melupakan peringatan; dan mereka kaum yang binasa.”
fa qad każżabụkum bimā taqụlụna fa mā tastaṭī'ụna ṣarfaw wa lā naṣrā wa may yaẓlim mingkum nużiq-hu 'ażābang kabīrā
19. Maka sungguh mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu) dan barangsiapa di antara kamu berbuat zalim niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.
wa mā arsalnā qablaka minal-mursalīna illā innahum laya`kulụnaṭ-ṭa'āma wa yamsyụna fil-aswāq wa ja'alnā ba'ḍakum liba'ḍin fitnah a taṣbirụn wa kāna rabbuka baṣīrā
20. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad) melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.
wa qālallażīna lā yarjụna liqā`anā lau lā unzila 'alainal-malā`ikatu au narā rabbanā laqadistakbarụ fī anfusihim wa 'atau 'utuwwang kabīrā
21. Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata “Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sungguh mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).
yauma yaraunal-malā`ikata lā busyrā yauma`iżil lil-mujrimīna wa yaqụlụna ḥijram maḥjụrā
22. (Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata “Hijran mahjura.”
wa yauma ya'aḍḍuẓ-ẓālimu 'alā yadaihi yaqụlu yā laitanittakhażtu ma'ar-rasụli sabīlā
27. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatannya) seraya berkata “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.
wa qālallażīna kafarụ lau lā nuzzila 'alaihil-qur`ānu jumlataw wāḥidah każālika linuṡabbita bihī fu`ādaka wa rattalnāhu tartīlā
32. Dan orang-orang kafir berkata “Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur perlahan dan benar).
wa lā ya`tụnaka bimaṡalin illā ji`nāka bil-ḥaqqi wa aḥsana tafsīrā
33. Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.
fa qulnaż-habā ilal-qaumillażīna każżabụ bi`āyātinā fa dammarnāhum tadmīrā
36. Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya) “Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.
wa qauma nụḥil lammā każżabur-rusula agraqnāhum wa ja'alnāhum lin-nāsi āyah wa a'tadnā liẓ-ẓālimīna 'ażāban alīmā
37. Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;
wa laqad atau 'alal-qaryatillatī umṭirat maṭaras-saụ` a fa lam yakụnụ yaraunahā bal kānụ lā yarjụna nusyụrā
40. Dan sungguh mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan.
wa iżā ra`auka iy yattakhiżụnaka illā huzuwā a hāżallażī ba'aṡallāhu rasụlā
41. Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad) mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan) “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?
ing kāda layuḍillunā 'an ālihatinā lau lā an ṣabarnā 'alaihā wa saufa ya'lamụna ḥīna yaraunal-'ażāba man aḍallu sabīlā
42. Sungguh hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya.” Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab siapa yang paling sesat jalannya.
am taḥsabu anna akṡarahum yasma'ụna au ya'qilụn in hum illā kal-an'āmi bal hum aḍallu sabīlā
44. Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak bahkan lebih sesat jalannya.
45. Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki niscaya Dia jadikannya (bayang-bayang itu) tetap kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk
ثُمَّ قَبَضْنٰهُ اِلَيْنَا قَبْضًا يَّسِيْرًا
ṡumma qabaḍnāhu ilainā qabḍay yasīrā
46. kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami sedikit demi sedikit.
wa huwallażī arsalar-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih wa anzalnā minas-samā`i mā`an ṭahụrā
48. Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih
linuḥyiya bihī baldatam maitaw wa nusqiyahụ mimmā khalaqnā an'āmaw wa anāsiyya kaṡīrā
49. agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus) dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.
wa laqad ṣarrafnāhu bainahum liyażżakkarụ fa abā akṡarun-nāsi illā kufụrā
50. Dan sungguh Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur) bahkan mereka mengingkari (nikmat).
wa huwallażī marajal-baḥraini hāżā 'ażbun furātuw wa hāżā mil-ḥun ujāj wa ja'ala bainahumā barzakhaw wa ḥijram maḥjụrā
53. Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.
wa ya'budụna min dụnillāhi mā lā yanfa'uhum wa lā yaḍurruhum wa kānal-kāfiru 'alā rabbihī ẓahīrā
55. Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.
qul mā as`alukum 'alaihi min ajrin illā man syā`a ay yattakhiża ilā rabbihī sabīlā
57. Katakanlah “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.”
wa tawakkal 'alal-ḥayyillażī lā yamụtu wa sabbiḥ biḥamdih wa kafā bihī biżunụbi 'ibādihī khabīrā
58. Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup Yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya
59. yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (Dialah) Yang Maha Pengasih maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad).
wa iżā qīla lahumusjudụ lir-raḥmāni qālụ wa mar-raḥmānu a nasjudu limā ta`murunā wa zādahum nufụrā
60. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih” mereka menjawab “Siapakah yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran).
wa 'ibādur-raḥmānillażīna yamsyụna 'alal-arḍi haunaw wa iżā khāṭabahumul-jāhilụna qālụ salāmā
63. Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina) mereka mengucapkan “salam”
wallażīna iżā anfaqụ lam yusrifụ wa lam yaqturụ wa kāna baina żālika qawāmā
67. Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta) mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir di antara keduanya secara wajar
wallażīna lā yad'ụna ma'allāhi ilāhan ākhara wa lā yaqtulụnan-nafsallatī ḥarramallāhu illā bil-ḥaqqi wa lā yaznụn wa may yaf'al żālika yalqa aṡāmā
68. dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu niscaya dia mendapat hukuman yang berat
illā man tāba wa āmana wa 'amila 'amalan ṣāliḥan fa ulā`ika yubaddilullāhu sayyi`ātihim ḥasanāt wa kānallāhu gafụrar raḥīmā
70. kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wallażīna lā yasy-hadụnaz-zụra wa iżā marrụ bil-lagwi marrụ kirāmā
72. Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya
wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a'yuniw waj'alnā lil-muttaqīna imāmā
74. Dan orang-orang yang berkata “Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
ulā`ika yujzaunal-gurfata bimā ṣabarụ wa yulaqqauna fīhā taḥiyyataw wa salāmā
75. Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam.
qul mā ya'ba`u bikum rabbī lau lā du'ā`ukum fa qad każżabtum fa saufa yakụnu lizāmā
77. Katakanlah (Muhammad kepada orang-orang musyrik) “Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya) padahal sungguh kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu).”
in nasya` nunazzil 'alaihim minas-samā`i āyatan fa ẓallat a'nāquhum lahā khāḍi'īn
4. Jika Kami menghendaki niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.
wa mā ya`tīhim min żikrim minar-raḥmāni muḥdaṡin illā kānụ 'an-hu mu'riḍīn
5. Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur'an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih mereka selalu berpaling darinya.
fa qad każżabụ fa saya`tīhim ambā`u mā kānụ bihī yastahzi`ụn
6. Sungguh mereka telah mendustakan (Al-Qur'an) maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.
15. (Allah) berfirman “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan)
qāla a lam nurabbika fīnā walīdaw wa labiṡta fīnā min 'umurika sinīn
18. Dia (Fir‘aun) menjawab “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
fa farartu mingkum lammā khiftukum fa wahaba lī rabbī ḥukmaw wa ja'alanī minal-mursalīn
21. Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.
qāla āmantum lahụ qabla an āżana lakum innahụ lakabīrukumullażī 'allamakumus-siḥr fa lasaufa ta'lamụn la`uqaṭṭi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la`uṣallibannakum ajma'īn
49. Dia (Fir‘aun) berkata “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh akan kusalib kamu semuanya.”
fa każżabụhu fa ahlaknāhum inna fī żālika la`āyah wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
139. Maka mereka mendustakannya (Hud) lalu Kami binasakan mereka. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah) tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
140. Dan sungguh Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa Maha Penyayang.
qāla hāżihī nāqatul lahā syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma'lụm
155. Dia (Saleh) menjawab “Ini seekor unta betina yang berhak mendapatkan (giliran) minum dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa żakarullāha kaṡīraw wantaṣarụ mim ba'di mā ẓulimụ wa saya'lamullażīna ẓalamū ayya mungqalabiy yangqalibụn
227. Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.
innallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati zayyannā lahum a'mālahum fa hum ya'mahụn
4. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka (yang buruk) sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.
iż qāla mụsā li`ahlihī innī ānastu nārā sa`ātīkum min-hā bikhabarin au ātīkum bisyihābing qabasil la'allakum taṣṭalụn
7. (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya “Sungguh aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api).”
fa lammā jā`ahā nụdiya am bụrika man fin-nāri wa man ḥaulahā wa sub-ḥānallāhi rabbil-'ālamīn
8. Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu) dia diseru “Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah Tuhan seluruh alam.”
wa alqi 'aṣāk fa lammā ra`āhā tahtazzu ka`annahā jānnuw wallā mudbiraw wa lam yu'aqqib yā mụsā lā takhaf innī lā yakhāfu ladayyal-mursalụn
10. Dan lemparkanlah tongkatmu!” Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. ”Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku para rasul tidak perlu takut
illā man ẓalama ṡumma baddala ḥusnam ba'da sū`in fa innī gafụrur raḥīm
11. kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh Aku Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa adkhil yadaka fī jaibika takhruj baiḍā`a min gairi sū`in fī tis'i āyātin ilā fir'auna wa qaumih innahum kānụ qauman fāsiqīn
12. Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir‘aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik.”
wa jaḥadụ bihā wastaiqanat-hā anfusuhum ẓulmaw wa 'uluwwā fanẓur kaifa kāna 'āqibatul-mufsidīn
14. Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
wa laqad ātainā dāwụda wa sulaimāna 'ilmā wa qālal-ḥamdu lillāhillażī faḍḍalanā 'alā kaṡīrim min 'ibādihil-mu`minīn
15. Dan sungguh Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya berkata “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.”
wa wariṡa sulaimānu dāwụda wa qāla yā ayyuhan-nāsu 'ullimnā manṭiqaṭ-ṭairi wa ụtīnā ming kulli syaī` inna hāżā lahuwal-faḍlul-mubīn
16. Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud dan dia (Sulaiman) berkata “Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.”
hattā iżā atau 'alā wādin-namli qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulụ masākinakum lā yahṭimannakum sulaimānu wa junụduhụ wa hum lā yasy'urụn
18. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya sedangkan mereka tidak menyadari.”
fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī 'ibādikaṣ-ṣāliḥīn
19. Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa “Ya Tuhanku anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
fa makaṡa gaira ba'īdin fa qāla aḥaṭtu bimā lam tuḥiṭ bihī wa ji`tuka min saba`im binaba`iy yaqīn
22. Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud) lalu ia berkata “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba' membawa suatu berita yang meyakinkan.
wajattuhā wa qaumahā yasjudụna lisy-syamsi min dụnillāhi wa zayyana lahumusy-syaiṭānu a'mālahum fa ṣaddahum 'anis-sabīli fa hum lā yahtadụn
24. Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah) maka mereka tidak mendapat petunjuk
allā yasjudụ lillāhillażī yukhrijul-khab`a fis-samāwāti wal-arḍi wa ya'lamu mā tukhfụna wa mā tu'linụn
25. mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan.
28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini lalu jatuhkanlah kepada mereka kemudian berpalinglah dari mereka lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.”
32. Dia (Balqis) berkata “Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku).”
33. Mereka menjawab “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang) tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.”
qālat innal-mulụka iżā dakhalụ qaryatan afsadụhā wa ja'alū a'izzata ahlihā ażillah wa każālika yaf'alụn
34. Dia (Balqis) berkata “Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri mereka tentu membinasakannya dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat.
wa innī mursilatun ilaihim bihadiyyatin fa nāẓiratum bima yarji'ul-mursalụn
35. Dan sungguh aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu.”
fa lammā jā`a sulaimāna qāla a tumiddụnani bimālin fa mā ātāniyallāhu khairum mimmā ātākum bal antum bihadiyyatikum tafraḥụn
36. Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman dia (Sulaiman) berkata “Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
irji' ilaihim falana`tiyannahum bijunụdil lā qibala lahum bihā wa lanukhrijannahum min-hā ażillataw wa hum ṣāgirụn
37. Kembalilah kepada mereka! Sungguh Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba') secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina.”
qāla yā ayyuhal-mala`u ayyukum ya`tīnī bi'arsyihā qabla ay ya`tụnī muslimīn
38. Dia (Sulaiman) berkata “Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?”
qāla 'ifrītum minal-jinni ana ātīka bihī qabla an taqụma mim maqāmik wa innī 'alaihi laqawiyyun amīn
39. ‘Ifrit dari golongan jin berkata “Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya.”
qālallażī 'indahụ 'ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk fa lammā ra`āhu mustaqirran 'indahụ qāla hāżā min faḍli rabbī liyabluwanī a asykuru am akfur wa man syakara fa innamā yasykuru linafsih wa mang kafara fa inna rabbī ganiyyung karīm
40. Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya dia pun berkata “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa ingkar maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya Mahamulia.”
fa lammā jā`at qīla a hākażā 'arsyuk qālat ka`annahụ huw wa ụtīnal-'ilma ming qablihā wa kunnā muslimīn
42. Maka ketika dia (Balqis) datang ditanyakanlah (kepadanya) “Serupa inikah singgasanamu?” Dia (Balqis) menjawab “Seakan-akan itulah dia.” (Dan dia Balqis berkata) “Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
qīla lahadkhuliṣ-ṣar-ḥ fa lammā ra`at-hu ḥasibat-hu lujjataw wa kasyafat 'an sāqaihā qāla innahụ ṣar-ḥum mumarradum ming qawārīr qālat rabbi innī ẓalamtu nafsī wa aslamtu ma'a sulaimāna lillāhi rabbil-'ālamīn
44. Dikatakan kepadanya (Balqis) “Masuklah ke dalam istana.” Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu dikiranya kolam air yang besar dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata “Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.” Dia (Balqis) berkata “Ya Tuhanku sungguh aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah Tuhan seluruh alam.”
wa laqad arsalnā ilā ṡamụda akhāhum ṣāliḥan ani'budullāha fa iżā hum farīqāni yakhtaṣimụn
45. Dan sungguh Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru) “Sembahlah Allah!” Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.
qāla yā qaumi lima tasta'jilụna bis-sayyi`ati qablal-ḥasanah lau lā tastagfirụnallāha la'allakum tur-ḥamụn
46. Dia (Saleh) berkata “Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah agar kamu mendapat rahmat?”
qāluṭ ṭayyarnā bika wa bimam ma'ak qāla ṭā`irukum 'indallāhi bal antum qaumun tuftanụn
47. Mereka menjawab “Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu.” Dia (Saleh) berkata “Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab) tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji.”
qālụ taqāsamụ billāhi lanubayyitannahụ wa ahlahụ ṡumma lanaqụlanna liwaliyyihī mā syahidnā mahlika ahlihī wa innā laṣādiqụn
49. Mereka berkata “Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah bahwa kita pasti akan menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu dan sungguh kita orang yang benar.”
52. Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui.
wa lụṭan iż qāla liqaumihī a ta`tụnal-fāḥisyata wa antum tubṣirụn
54. Dan (ingatlah kisah) Lut ketika dia berkata kepada kaumnya “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji) padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?”
a innakum lata`tụnar-rijāla syahwatam min dụnin-nisā` bal antum qaumun taj-halụn
55. Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu) bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).
fa mā kāna jawāba qaumihī illā ang qālū akhrijū āla lụṭim ming qaryatikum innahum unāsuy yataṭahharụn
56. Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan “Usirlah Lut dan keluarganya dari negerimu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci.”
wa amṭarnā 'alaihim maṭarā fa sā`a maṭarul-munżarīn
58. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka sangat buruklah hujan (yang ditimpakan) pada orang-orang yang diberi peringatan itu (tetapi tidak mengindahkan).
qulil-ḥamdu lillāhi wa salāmun 'alā 'ibādihillażīnaṣṭafā āllāhu khairun ammā yusyrikụn
59. Katakanlah (Muhammad) “Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)?”
am man khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa anzala lakum minas-samā`i mā`an fa ambatnā bihī ḥadā`iqa żāta bahjah mā kāna lakum an tumbitụ syajarahā a ilāhum ma'allāh bal hum qaumuy ya'dilụn
60. Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
am man ja'alal-arḍa qarāraw wa ja'ala khilālahā an-hāraw wa ja'ala lahā rawāsiya wa ja'ala bainal-baḥraini ḥājizā a ilāhum ma'allāh bal akṡaruhum lā ya'lamụn
61. Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.
am may yujībul-muḍṭarra iżā da'āhu wa yaksyifus-sū`a wa yaj'alukum khulafā`al-arḍ a ilāhum ma'allāh qalīlam mā tażakkarụn
62. Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.
am may yahdīkum fī ẓulumātil-barri wal-baḥri wa may yursilur-riyāḥa busyram baina yadai raḥmatih a ilāhum ma'allāh ta'ālallāhu 'ammā yusyrikụn
63. Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.
am may yabda`ul-khalqa ṡumma yu'īduhụ wa may yarzuqukum minas-samā`i wal-arḍ a ilāhum ma'allāh qul hātụ bur-hānakum ing kuntum ṣādiqīn
64. Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan (makhluk) dari permulaannya kemudian mengulanginya (lagi) dan yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah “Kemukakanlah bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar.”
qul lā ya'lamu man fis-samāwāti wal-arḍil-gaiba illallāh wa mā yasy'urụna ayyāna yub'aṡụn
65. Katakanlah (Muhammad) “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”
baliddāraka 'ilmuhum fil-ākhirah bal hum fī syakkim min-hā bal hum min-hā 'amụn
66. Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya (akhirat itu). Bahkan mereka buta tentang itu.
wa qālallażīna kafarū a iżā kunnā turābaw wa ābā`unā a innā lamukhrajụn
67. Dan orang-orang yang kafir berkata “Setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) nenek moyang kita apakah benar kita akan dikeluarkan (dari kubur)?
laqad wu'idnā hāżā naḥnu wa ābā`unā ming qablu in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn
68. Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini (hari kebangkitan); kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu.”
innaka lā tusmi'ul-mautā wa lā tusmi'uṣ-ṣummad-du'ā`a iżā wallau mudbirīn
80. Sungguh engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan apabila mereka telah berpaling ke belakang.
wa mā anta bihādil-'umyi 'an ḍalālatihim in tusmi'u illā may yu`minu bi`āyātinā fa hum muslimụn
81. Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk orang buta dari kesesatannya. Engkau tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami lalu mereka berserah diri.
82. Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
wa yauma naḥsyuru ming kulli ummatin faujam mim may yukażżibu bi`āyātinā fa hum yụza'ụn
83. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).
ḥattā iżā jā`ụ qāla a każżabtum bi`āyātī wa lam tuḥīṭụ bihā 'ilman ammāżā kuntum ta'malụn
84. Hingga apabila mereka datang Dia (Allah) berfirman “Mengapa kamu telah mendustakan ayat-ayat-Ku pada-hal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu atau apakah yang telah kamu kerjakan?”
86. Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.
wa yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri fa fazi'a man fis-samāwāti wa man fil-arḍi illā man syā`allāh wa kullun atauhu dākhirīn
87. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
wa taral-jibāla taḥsabuhā jāmidataw wa hiya tamurru marras-saḥāb ṣun'allāhillażī atqana kulla syaī` innahụ khabīrum bimā taf'alụn
88. Dan engkau akan melihat gunung-gunung yang engkau kira tetap di tempatnya padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
man jā`a bil-ḥasanati fa lahụ khairum min-hā wa hum min faza'iy yauma`iżin āminụn
89. Barangsiapa membawa kebaikan maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu.
wa man jā`a bis-sayyi`ati fa kubbat wujụhuhum fin-nār hal tujzauna illā mā kuntum ta'malụn
90. Dan barangsiapa membawa kejahatan maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan.
innamā umirtu an a'buda rabba hāżihil-baldatillażī ḥarramahā wa lahụ kullu syai`iw wa umirtu an akụna minal-muslimīn
91. Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang Dia telah menjadikan suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang Muslim
wa an atluwal-qur`ān fa manihtadā fa innamā yahtadī linafsih wa man ḍalla fa qul innamā ana minal-munżirīn
92. dan agar aku membacakan Al-Qur'an (kepada manusia). Maka barangsiapa mendapat petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya dan barangsiapa sesat maka katakanlah “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.”
wa qulil-ḥamdu lillāhi sayurīkum āyātihī fa ta'rifụnahā wa mā rabbuka bigāfilin 'ammā ta'malụn
93. Dan katakanlah (Muhammad) “Segala puji bagi Allah Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran)-Nya maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”
28. Al Qasas
طٰسۤمّۤ
ṭā sīm mīm
1. Tha Sin Mim
تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ
tilka āyātul-kitābil-mubīn
2. Ini ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas (dari Allah).
inna fir'auna 'alā fil-arḍi wa ja'ala ahlahā syiya'ay yastaḍ'ifu ṭā`ifatam min-hum yużabbiḥu abnā`ahum wa yastaḥyī nisā`ahum innahụ kāna minal-mufsidīn
4. Sungguh Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil) dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh dia (Fir‘aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan.
wa nurīdu an namunna 'alallażīnastuḍ'ifụ fil-arḍi wa naj'alahum a immataw wa naj'alahumul-wāriṡīn
5. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)
wa numakkina lahum fil-arḍi wa nuriya fir'auna wa hāmāna wa junụdahumā min-hum mā kānụ yaḥżarụn
6. dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir‘aun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka.
wa auḥainā ilā ummi mụsā an arḍi'īh fa iżā khifti 'alaihi fa alqīhi fil-yammi wa lā takhāfī wa lā taḥzanī innā rāddụhu ilaiki wa jā'ilụhu minal-mursalīn
7. Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa “Susuilah dia (Musa) dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul.”
faltaqaṭahū ālu fir'auna liyakụna lahum 'aduwwaw wa ḥazanā inna fir'auna wa hāmāna wa junụdahumā kānụ khāṭi`īn
8. Maka dia dipungut oleh keluarga Fir‘aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sungguh Fir‘aun dan Haman bersama bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
wa qālatimra`atu fir'auna qurratu 'ainil lī wa lak lā taqtulụhu 'asā ay yanfa'anā au nattakhiżahụ waladaw wa hum lā yasy'urụn
9. Dan istri Fir‘aun berkata “(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak” sedang mereka tidak menyadari.
wa aṣbaḥa fu`ādu ummi mụsā fārigā ing kādat latubdī bihī lau lā ar rabaṭnā 'alā qalbihā litakụna minal-mu`minīn
10. Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa) seandainya tidak Kami teguhkan hatinya agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).
wa qālat li`ukhtihī quṣṣīh fa baṣurat bihī 'an junubiw wa hum lā yasy'urụn
11. Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa “Ikutilah dia (Musa).” Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh sedang mereka tidak menyadarinya.
wa ḥarramnā 'alaihil-marāḍi'a ming qablu fa qālat hal adullukum 'alā ahli baitiy yakfulụnahụ lakum wa hum lahụ nāṣiḥụn
12. Dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah dia (saudaranya Musa) “Maukah aku tunjukkan kepadamu keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik padanya?”
fa radadnāhu ilā ummihī kai taqarra 'ainuhā wa lā taḥzana wa lita'lama anna wa'dallāhi ḥaqquw wa lākinna akṡarahum lā ya'lamụn
13. Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya agar senang hatinya dan tidak bersedih hati dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.
wa lammā balaga asyuddahụ wastawā ātaināhu ḥukmaw wa 'ilmā wa każālika najzil-muḥsinīn
14. Dan setelah dia (Musa) dewasa dan sempurna akalnya Kami anugerahkan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
wa dakhalal-madīnata 'alā ḥīni gaflatim min ahlihā fa wajada fīhā rajulaini yaqtatilāni hāżā min syī'atihī wa hāżā min 'aduwwih fastagāṡahullażī min syī'atihī 'alallażī min 'aduwwihī fa wakazahụ mụsā fa qaḍā 'alaihi qāla hāżā min 'amalisy-syaiṭān innahụ 'aduwwum muḍillum mubīn
15. Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan yang seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir‘aun). Orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk (mengalahkan) orang yang dari pihak musuhnya lalu Musa meninjunya dan matilah musuhnya itu. Dia (Musa) berkata “Ini adalah perbuatan setan. Sungguh dia (setan itu) adalah musuh yang jelas menyesatkan.”
16. Dia (Musa) berdoa “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri maka ampunilah aku.” Maka Dia (Allah) mengampuninya. Sungguh Allah Dialah Yang Maha Pengampun Maha Penyayang.
qāla rabbi bimā an'amta 'alayya fa lan akụna ẓahīral lil-mujrimīn
17. Dia (Musa) berkata “Ya Tuhanku! Demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.”
fa aṣbaḥa fil-madīnati khā`ifay yataraqqabu fa iżallażistanṣarahụ bil-amsi yastaṣrikhuh qāla lahụ mụsā innaka lagawiyyum mubīn
18. Karena itu dia (Musa) menjadi ketakutan berada di kota itu sambil menunggu (akibat perbuatannya) tiba-tiba orang yang kemarin meminta pertolongan berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya “Engkau sungguh orang yang nyata-nyata sesat.”
fa lammā an arāda ay yabṭisya billażī huwa 'aduwwul lahumā qāla yā mụsā a turīdu an taqtulanī kamā qatalta nafsam bil-amsi in turīdu illā an takụna jabbāran fil-arḍi wa mā turīdu an takụna minal-muṣliḥīn
19. Maka ketika dia (Musa) hendak memukul dengan keras orang yang menjadi musuh mereka berdua dia (musuhnya) berkata “Wahai Musa! Apakah engkau bermaksud membunuhku sebagaimana kemarin engkau membunuh seseorang? Engkau hanya bermaksud menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini) dan engkau tidak bermaksud menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian.”
wa jā`a rajulum min aqṣal-madīnati yas'ā qāla yā mụsā innal-mala`a ya`tamirụna bika liyaqtulụka fakhruj innī laka minan-nāṣiḥīn
20. Dan seorang laki-laki datang bergegas dari ujung kota seraya berkata “Wahai Musa! Sesungguhnya para pembesar negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu maka keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.”
fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn
21. Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya) dia berdoa “Ya Tuhanku selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”
wa lammā warada mā`a madyana wajada 'alaihi ummatam minan-nāsi yasqụna wa wajada min dụnihimumra`ataini tażụdān qāla mā khaṭbukumā qālatā lā nasqī ḥattā yuṣdirar-ri'ā`u wa abụnā syaikhung kabīr
23. Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya) dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu dua orang perempuan sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua (perempuan) itu menjawab “Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami) sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya) sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.”
fa saqā lahumā ṡumma tawallā ilaẓ-ẓilli fa qāla rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr
24. Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.”
fa jā`at-hu iḥdāhumā tamsyī 'alastiḥyā`ing qālat inna abī yad'ụka liyajziyaka ajra mā saqaita lanā fa lammā jā`ahụ wa qaṣṣa 'alaihil-qaṣaṣa qāla lā takhaf najauta minal-qaumiẓ-ẓālimīn
25. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu dia berkata “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya) dia berkata “Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”
26. Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita) sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”
qāla innī urīdu an ungkiḥaka iḥdabnatayya hātaini 'alā an ta`juranī ṡamāniya ḥijaj fa in atmamta 'asyran fa min 'indik wa mā urīdu an asyuqqa 'alaīk satajidunī in syā`allāhu minaṣ-ṣāliḥīn
27. Dia (Syekh Madyan) berkata “Sesungguhnya aku bermaksud ingin menikahkan engkau dengan salah seorang dari kedua anak perempuanku ini dengan ketentuan bahwa engkau bekerja padaku selama delapan tahun dan jika engkau sempurnakan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) darimu dan aku tidak bermaksud memberatkan engkau. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang baik.”
qāla żālika bainī wa bainak ayyamal-ajalaini qaḍaitu fa lā 'udwāna 'alayy wallāhu 'alā mā naqụlu wakīl
28. Dia (Musa) berkata “Itu (perjanjian) antara aku dan engkau. Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan maka tidak ada tuntutan (tambahan) atas diriku (lagi). Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.”
fa lammā qaḍā mụsal-ajala wa sāra bi`ahlihī ānasa min jānibiṭ-ṭụri nārā qāla li`ahlihimkuṡū innī ānastu nāral-la'allī ātīkum min-hā bikhabarin au jażwatim minan-nāri la'allakum taṣṭalụn
29. Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya dia melihat api di lereng gunung. Dia berkata kepada keluarganya “Tunggulah (di sini) sesungguhnya aku melihat api mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api agar kamu dapat menghangatkan badan.”
fa lammā atāhā nụdiya min syāṭi`il-wādil-aimani fil-buq'atil-mubārakati minasy-syajarati ay yā mụsā innī anallāhu rabbul-'ālamīn
30. Maka ketika dia (Musa) sampai ke (tempat) api itu dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah dari sebatang pohon di sebidang tanah yang diberkahi “Wahai Musa! Sungguh Aku adalah Allah Tuhan seluruh alam!
wa an alqi 'aṣāk fa lammā ra`āhā tahtazzu ka`annahā jānnuw wallā mudbiraw wa lam yu'aqqib yā mụsā aqbil wa lā takhaf innaka minal-āminīn
31. Dan lemparkanlah tongkatmu.” Maka ketika dia (Musa) melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular yang (gesit) dia lari berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Allah berfirman) “Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman.
usluk yadaka fī jaibika takhruj baiḍā`a min gairi sū`iw waḍmum ilaika janāḥaka minar-rahbi fażānika bur-hānāni mir rabbika ilā fir'auna wa mala`ih innahum kānụ qauman fāsiqīn
32. Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu dia akan keluar putih (bercahaya) tanpa cacat dan dekapkanlah kedua tanganmu ke dadamu apabila ketakutan. Itulah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan engkau pertunjukkan) kepada Fir‘aun dan para pembesarnya. Sungguh mereka adalah orang-orang fasik.”
wa akhī hārụnu huwa afṣaḥu minnī lisānan fa arsil-hu ma'iya rid`ay yuṣaddiqunī innī akhāfu ay yukażżibụn
34. Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripada aku maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh aku takut mereka akan mendustakanku.”
qāla sanasyuddu 'aḍudaka bi`akhīka wa naj'alu lakumā sulṭānan fa lā yaṣilụna ilaikumā bi`āyātinā antumā wa manittaba'akumal-gālibụn
35. Dia (Allah) berfirman “Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar maka mereka tidak akan dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang.”
fa lammā jā`ahum mụsā bi`āyātinā bayyināting qālụ mā hāżā illā siḥrum muftaraw wa mā sami'nā bihāżā fī ābā`inal-awwalīn
36. Maka ketika Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mukjizat Kami yang nyata mereka berkata “Ini hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami tidak pernah mendengar (yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu.”
wa qāla mụsā rabbī a'lamu biman jā`a bil-hudā min 'indihī wa man takụnu lahụ 'āqibatud-dār innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn
37. Dan dia (Musa) menjawab “Tuhanku lebih mengetahui siapa yang (pantas) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapat kemenangan.”
wa qāla fir'aunu yā ayyuhal-mala`u mā 'alimtu lakum min ilāhin gairī fa auqid lī yā hāmānu 'alaṭ-ṭīni faj'al lī ṣarḥal la'allī aṭṭali'u ilā ilāhi mụsā wa innī la`aẓunnuhụ minal-kāżibīn
38. Dan Fir‘aun berkata “Wahai para pembesar kaumku! Aku tidak mengetahui ada Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah tanah liat untukku wahai Haman (untuk membuat batu bata) kemudian buatkanlah bangunan yang tinggi untukku agar aku dapat naik melihat Tuhannya Musa dan aku yakin bahwa dia termasuk pendusta.”
wastakbara huwa wa junụduhụ fil-arḍi bigairil-ḥaqqi wa ẓannū annahum ilainā lā yurja'ụn
39. Dan dia (Fir‘aun) dan bala tentaranya berlaku sombong di bumi tanpa alasan yang benar dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
fa akhażnāhu wa junụdahụ fa nabażnāhum fil-yamm fanẓur kaifa kāna 'āqibatuẓ-ẓālimīn
40. Maka Kami siksa dia (Fir‘aun) dan bala tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim.
wa laqad ātainā mụsal-kitāba mim ba'di mā ahlaknal-qurụnal-ụlā baṣā`ira lin-nāsi wa hudaw wa raḥmatal la'allahum yatażakkarụn
43. Dan sungguh telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) setelah Kami binasakan umat-umat terdahulu untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk serta rahmat agar mereka mendapat pelajaran.
wa mā kunta bijānibil-garbiyyi iż qaḍainā ilā mụsal-amra wa mā kunta minasy-syāhidīn
44. Dan engkau (Muhammad) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Tuwa) ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa dan engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu).
wa lākinnā ansya`nā qurụnan fa taṭāwala 'alaihimul-'umur wa mā kunta ṡāwiyan fī ahli madyana tatlụ 'alaihim āyātinā wa lākinnā kunnā mursilīn
45. Tetapi Kami telah menciptakan beberapa umat dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang dan engkau (Muhammad) tidak tinggal bersama-sama penduduk Madyan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka tetapi Kami telah mengutus rasul-rasul.
wa mā kunta bijānibiṭ-ṭụri iż nādainā wa lākir raḥmatam mir rabbika litunżira qaumam mā atāhum min nażīrim ming qablika la'allahum yatażakkarụn
46. Dan engkau (Muhammad) tidak berada di dekat Tur (gunung) ketika Kami menyeru (Musa) tetapi (Kami utus engkau) sebagai rahmat dari Tuhanmu agar engkau memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang tidak didatangi oleh pemberi peringatan sebelum engkau agar mereka mendapat pelajaran.
walau lā an tuṣībahum muṣībatum bimā qaddamat aidīhim fa yaqụlụ rabbanā lau lā arsalta ilainā rasụlan fa nattabi'a āyātika wa nakụna minal-mu`minīn
47. Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan “Ya Tuhan kami mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami agar kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan termasuk orang mukmin.”
fa lammā jā`ahumul-ḥaqqu min 'indinā qālụ lau lā ụtiya miṡla mā ụtiya mụsā a wa lam yakfurụ bimā ụtiya mụsā ming qabl qālụ siḥrāni taẓāharā wa qālū innā bikulling kāfirụn
48. Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran (Al-Qur'an) dari sisi Kami mereka berkata “Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?” Bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? Mereka dahulu berkata “(Musa dan Harun adalah) dua pesihir yang bantu-membantu.” Dan mereka (juga) berkata “Sesungguhnya kami sama sekali tidak mempercayai masing-masing mereka itu.”
qul fa`tụ bikitābim min 'indillāhi huwa ahdā min-humā attabi'hu ing kuntum ṣādiqīn
49. Katakanlah (Muhammad) “Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al-Qur'an) niscaya aku mengikutinya jika kamu orang yang benar.”
fa il lam yastajībụ laka fa'lam annamā yattabi'ụna ahwā`ahum wa man aḍallu mim manittaba'a hawāhu bigairi hudam minallāh innallāha lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
50. Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti keinginan mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
wa iżā yutlā 'alaihim qālū āmannā bihī innahul-ḥaqqu mir rabbinā innā kunnā ming qablihī muslimīn
53. Dan apabila (Al-Qur'an) dibacakan kepada mereka mereka berkata “Kami beriman kepadanya sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami. Sungguh sebelumnya kami adalah orang muslim.”
ulā`ika yu`tauna ajrahum marrataini bimā ṣabarụ wa yadra`ụna bil-ḥasanatis-sayyi`ata wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn
54. Mereka itu diberi pahala dua kali (karena beriman kepada Taurat dan Al-Qur'an) disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka.
wa iżā sami'ul-lagwa a'raḍụ 'an-hu wa qālụ lanā a'mālunā wa lakum a'mālukum salāmun 'alaikum lā nabtagil-jāhilīn
55. Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk mereka berpaling darinya dan berkata “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu semoga selamatlah kamu kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.”
innaka lā tahdī man aḥbabta wa lākinnallāha yahdī may yasyā` wa huwa a'lamu bil-muhtadīn
56. Sungguh engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
wa qālū in nattabi'il-hudā ma'aka nutakhaṭṭaf min arḍinā a wa lam numakkil lahum ḥaraman āminay yujbā ilaihi ṡamarātu kulli syai`ir rizqam mil ladunnā wa lākinna akṡarahum lā ya'lamụn
57. Dan mereka berkata “Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau niscaya kami akan diusir dari negeri kami.” (Allah berfirman) Bukankah Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
wa kam ahlaknā ming qaryatim baṭirat ma'īsyatahā fa tilka masākinuhum lam tuskam mim ba'dihim illā qalīlā wa kunnā naḥnul-wāriṡīn
58. Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya.”
wa mā kāna rabbuka muhlikal-qurā ḥattā yab'aṡa fī ummihā rasụlay yatlụ 'alaihim āyātinā wa mā kunnā muhlikil-qurā illā wa ahluhā ẓālimụn
59. Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri sebelum Dia mengutus seorang rasul di ibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezaliman.
wa mā ụtītum min syai`in fa matā'ul-ḥayātid-dun-yā wa zīnatuhā wa mā 'indallāhi khairuw wa abqā a fa lā ta'qilụn
60. Dan apa saja (kekayaan jabatan keturunan) yang diberikan kepada kamu maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti?
a fa maw wa'adnāhu wa'dan ḥasanan fa huwa lāqīhi kamam matta'nāhu matā'al-ḥayātid-dun-yā ṡumma huwa yaumal-qiyāmati minal-muḥḍarīn
61. Maka apakah sama orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu dia memperolehnya dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi; kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
63. Orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman berkata “Ya Tuhan kami mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat kami menyatakan kepada Engkau berlepas diri (dari mereka) mereka sekali-kali tidak menyembah kami.”
wa qīlad'ụ syurakā`akum fa da'auhum fa lam yastajībụ lahum wa ra`awul-'ażāb lau annahum kānụ yahtadụn
64. Dan dikatakan (kepada mereka) “Serulah sekutu-sekutumu” lalu mereka menyerunya tetapi yang diseru tidak menyambutnya dan mereka melihat azab. (Mereka itu berkeinginan) sekiranya mereka dahulu menerima petunjuk.
wa rabbuka yakhluqu mā yasyā`u wa yakhtār mā kāna lahumul-khiyarah sub-ḥānallāhi wa ta'ālā 'ammā yusyrikụn
68. Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
wa huwallāhu lā ilāha illā huw lahul-ḥamdu fil-ụlā wal-ākhirati wa lahul-ḥukmu wa ilaihi turja'ụn
70. Dan Dialah Allah tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan.
qul a ra`aitum in ja'alallāhu 'alaikumul-laila sarmadan ilā yaumil-qiyāmati man ilāhun gairullāhi ya`tīkum biḍiyā` a fa lā tasma'ụn
71. Katakanlah (Muhammad) “Bagaimana pendapatmu jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?”
qul a ra`aitum in ja'alallāhu 'alaikumun-nahāra sarmadan ilā yaumil-qiyāmati man ilāhun gairullāhi ya`tīkum bilailin taskunụna fīh a fa lā tubṣirụn
72. Katakanlah (Muhammad) “Bagaimana pendapatmu jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”
wa mir raḥmatihī ja'ala lakumul-laila wan-nahāra litaskunụ fīhi wa litabtagụ min faḍlihī wa la'allakum tasykurụn
73. Dan adalah karena rahmat-Nya Dia jadikan untukmu malam dan siang agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.
wa naza'nā ming kulli ummatin syahīdan fa qulnā hātụ burhānakum fa 'alimū annal-ḥaqqa lillāhi wa ḍalla 'an-hum mā kānụ yaftarụn
75. Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi lalu Kami katakan “Kemukakanlah bukti kebenaranmu” maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.
inna qārụna kāna ming qaumi mụsā fa bagā 'alaihim wa ātaināhu minal-kunụzi mā inna mafātiḥahụ latanū`u bil-'uṣbati ulil-quwwati iż qāla lahụ qaumuhụ lā tafraḥ innallāha lā yuḥibbul-fariḥīn
76. Sesungguhnya Karun termasuk kaum Musa tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya “Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.”
wabtagi fīmā ātākallāhud-dāral-ākhirata wa lā tansa naṣībaka minad-dun-yā wa aḥsing kamā aḥsanallāhu ilaika wa lā tabgil-fasāda fil-arḍ innallāha lā yuḥibbul-mufsidīn
77. Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.
qāla innamā ụtītuhụ 'alā 'ilmin 'indī a wa lam ya'lam annallāha qad ahlaka ming qablihī minal-qurụni man huwa asyaddu min-hu quwwataw wa akṡaru jam'ā wa lā yus`alu 'an żunụbihimul-mujrimụn
78. Dia (Karun) berkata “Sesungguhnya aku diberi (harta itu) semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” Tidakkah dia tahu bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.
79. Maka keluarlah dia (Karun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata “Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Karun sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”
wa qālallażīna ụtul-'ilma wailakum ṡawābullāhi khairul liman āmana wa 'amila ṣāliḥā wa lā yulaqqāhā illaṣ-ṣābirụn
80. Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata “Celakalah kamu! Ketahuilah pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.”
fa khasafnā bihī wa bidārihil-arḍ fa mā kāna lahụ min fi`atiy yanṣurụnahụ min dụnillāhi wa mā kāna minal-muntaṣirīn
81. Maka Kami benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.
wa aṣbaḥallażīna tamannau makānahụ bil-amsi yaqụlụna waika`annallāha yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u min 'ibādihī wa yaqdir lau lā am mannallāhu 'alainā lakhasafa binā waika`annahụ lā yufliḥul-kāfirụn
82. Dan orang-orang yang kemarin mengangan-angankan kedudukannya (Karun) itu berkata “Aduhai benarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya). Sekiranya Allah tidak melimpahkan karunia-Nya pada kita tentu Dia telah membenamkan kita pula. Aduhai benarlah kiranya tidak akan beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah).”
83. Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.
man jā`a bil-ḥasanati fa lahụ khairum min-hā wa man jā`a bis-sayyi`ati fa lā yujzallażīna 'amilus-sayyi`āti illā mā kānụ ya'malụn
84. Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
innallażī faraḍa 'alaikal-qur`āna larādduka ilā ma'ād qul rabbī a'lamu man jā`a bil-hudā wa man huwa fī ḍalālim mubīn
85. Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan engkau (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur'an benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali. Katakanlah (Muhammad) “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata.”
wa mā kunta tarjū ay yulqā ilaikal-kitābu illā raḥmatam mir rabbika fa lā takụnanna ẓahīral lil-kāfirīn
86. Dan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar Kitab (Al-Qur'an) itu diturunkan kepadamu tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir
wa lā yaṣuddunnaka 'an āyātillāhi ba'da iż unzilat ilaika wad'u ilā rabbika wa lā takụnanna minal-musyrikīn
87. dan jangan sampai mereka menghalang-halangi engkau (Muhammad) untuk (menyampaikan) ayat-ayat Allah setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu dan serulah (manusia) agar (beriman) kepada Tuhanmu dan janganlah engkau termasuk orang-orang musyrik.
wa lā tad'u ma'allāhi ilāhan ākhar lā ilāha illā huw kullu syai`in hālikun illā waj-hah lahul-ḥukmu wa ilaihi turja'ụn
88. Dan jangan (pula) engkau sembah tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.
wa laqad fatannallażīna ming qablihim fa laya'lamannallāhullażīna ṣadaqụ walaya'lamannal-kāżibīn
3. Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.
mang kāna yarjụ liqā`allāhi fa inna ajalallāhi la`āt wa huwas-samī'ul-'alīm
5. Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar Maha Mengetahui.
wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lanukaffiranna 'an-hum sayyi`ātihim wa lanajziyannahum aḥsanallażī kānụ ya'malụn
7. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.
wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi ḥusnā wa in jāhadāka litusyrika bī mā laisa laka bihī 'ilmun fa lā tuṭi'humā ilayya marji'ukum fa unabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn
8. Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
wa minan-nāsi may yaqụlu āmannā billāhi fa iżā ụżiya fillāhi ja'ala fitnatan-nāsi ka'ażābillāh wa la`in jā`a naṣrum mir rabbika layaqụlunna innā kunnā ma'akum a wa laisallāhu bi`a'lama bimā fī ṣudụril-'ālamīn
10. Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata “Kami beriman kepada Allah” tetapi apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah dia menganggap cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu niscaya mereka akan berkata “Sesungguhnya kami bersama kamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia?
wa qālallażīna kafarụ lillażīna āmanuttabi'ụ sabīlanā walnaḥmil khaṭāyākum wa mā hum biḥāmilīna min khaṭāyāhum min syaī` innahum lakāżibụn
12. Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman “Ikutilah jalan kami dan kami akan memikul dosa-dosamu” padahal mereka sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka sendiri. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
wa layaḥmilunna aṡqālahum wa aṡqālam ma'a aṡqālihim wa layus`alunna yaumal-qiyāmati 'ammā kānụ yaftarụn
13. Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan.
wa laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī fa labiṡa fīhim alfa sanatin illā khamsīna 'āmā fa akhażahumuṭ-ṭụfānu wa hum ẓālimụn
14. Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.
wa ibrāhīma iż qāla liqaumihi'budullāha wattaqụh żālikum khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
16. Dan (ingatlah) Ibrahim ketika dia berkata kepada kaumnya “Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
innamā ta'budụna min dụnillāhi auṡānaw wa takhluqụna ifkā innallażīna ta'budụna min dụnillāhi lā yamlikụna lakum rizqan fabtagụ 'indallāhir-rizqa wa'budụhu wasykurụ lah ilaihi turja'ụn
17. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
wa in tukażżibụ fa qad każżaba umamum ming qablikum wa mā 'alar-rasụli illal-balāgul-mubīn
18. Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan maka sungguh umat sebelum kamu juga telah mendustakan (para rasul). Dan kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan jelas.”
a wa lam yarau kaifa yubdi`ullāhul-khalqa ṡumma yu'īduh inna żālika 'alallāhi yasīr
19. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk) kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.
20. Katakanlah “Berjalanlah di bumi maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk) kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa mā antum bimu'jizīna fil-arḍi wa lā fis-samā`i wa mā lakum min dụnillāhi miw waliyyiw wa lā naṣīr
22. Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
wallażīna kafarụ bi`āyātillāhi wa liqā`ihī ulā`ika ya`isụ mir raḥmatī wa ulā`ika lahum 'ażābun alīm
23. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya mereka berputus asa dari rahmat-Ku dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.
fa mā kāna jawāba qaumihī illā ang qāluqtulụhu au ḥarriqụhu fa anjāhullāhu minan-nār inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yu`minụn
24. Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim) selain mengatakan “Bunuhlah atau bakarlah dia” lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sungguh pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman.
wa qāla innamattakhażtum min dụnillāhi auṡānam mawaddata bainikum fil-ḥayātid-dun-yā ṡumma yaumal-qiyāmati yakfuru ba'ḍukum biba'ḍiw wa yal'anu ba'ḍukum ba'ḍaw wa ma`wākumun-nāru wa mā lakum min nāṣirīn
25. Dan dia (Ibrahim) berkata “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.”
fa āmana lahụ lụṭ wa qāla innī muhājirun ilā rabbī innahụ huwal-'azīzul-ḥakīm
26. Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh Dialah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.”
wa wahabnā lahū is-ḥāqa wa ya'qụba wa ja'alnā fī żurriyyatihin-nubuwwata wal-kitāba wa ātaināhu ajrahụ fid-dun-yā wa innahụ fil-ākhirati laminaṣ-ṣāliḥīn
27. Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim Ishak dan Yakub dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat termasuk orang yang saleh.
wa lụṭan iż qāla liqaumihī innakum lata`tụnal-fāḥisyata mā sabaqakum bihā min aḥadim minal-'ālamīn
28. Dan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya “Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.
a innakum lata`tụnar-rijāla wa taqṭa'ụnas-sabīla wa ta`tụna fī nādīkumul-mungkar fa mā kāna jawāba qaumihī illā ang qālu`tinā bi'ażābillāhi ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
29. Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan “Datangkanlah kepada kami azab Allah jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
wa lammā jā`at rusulunā ibrāhīma bil-busyrā qālū innā muhlikū ahli hāżihil-qaryah inna ahlahā kānụ ẓālimīn
31. Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira mereka mengatakan “Sungguh kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim.”
32. Ibrahim berkata “Sesungguhnya di kota itu ada Lut.” Mereka (para malaikat) berkata “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).”
wa lammā an jā`at rusulunā lụṭan sī`a bihim wa ḍāqa bihim żar'aw wa qālụ lā takhaf wa lā taḥzan innā munajjụka wa ahlaka illamra`ataka kānat minal-gābirīn
33. Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Lut dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka (para utusan) berkata “Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu kecuali istrimu dia termasuk orang-orang yang tinggal (dibinasakan).”
wa ilā madyana akhāhum syu'aiban fa qāla yā qaumi'budullāha warjul-yaumal-ākhira wa lā ta'ṡau fil-arḍi mufsidīn
36. Dan kepada penduduk Madyan (Kami telah mengutus) saudara mereka Syuaib dia berkata “Wahai kaumku! Sembahlah Allah harapkanlah (pahala) hari akhir dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan.”
fa każżabụhu fa akhażat-humur-rajfatu fa aṣbaḥụ fī dārihim jāṡimīn
37. Mereka mendustakannya (Syuaib) maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.
wa 'ādaw wa ṡamụda wa qat tabayyana lakum mim masākinihim wa zayyana lahumusy-syaiṭānu a'mālahum fa ṣaddahum 'anis-sabīli wa kānụ mustabṣirīn
38. Juga (ingatlah) kaum ’Ad dan Samud sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah) sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam
wa qārụna wa fir'auna wa hāmān wa laqad jā`ahum mụsā bil-bayyināti fastakbarụ fil-arḍi wa mā kānụ sābiqīn
39. dan (juga) Karun Fir‘aun dan Haman. Sungguh telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah).
fa kullan akhażnā biżambihī fa min-hum man arsalnā 'alaihi ḥāṣibā wa min-hum man akhażat-huṣ-ṣaiḥah wa min-hum man khasafnā bihil-arḍ wa min-hum man agraqnā wa mā kānallāhu liyaẓlimahum wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn
40. Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur ada yang Kami benamkan ke dalam bumi dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
maṡalullażīnattakhażụ min dụnillāhi auliyā`a kamaṡalil-'angkabụt ittakhażat baitā wa inna auhanal-buyụti labaitul-'angkabụt lau kānụ ya'lamụn
41. Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba sekiranya mereka mengetahui.
44. Allah menciptakan langit dan bumi dengan haq. Sungguh pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.
utlu mā ụḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh innaṣ-ṣalāta tan-hā 'anil-faḥsyā`i wal-mungkar walażikrullāhi akbar wallāhu ya'lamu mā taṣna'ụn
45. Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
wa lā tujādilū ahlal-kitābi illā billatī hiya aḥsanu illallażīna ẓalamụ min-hum wa qụlū āmannā billażī unzila ilainā wa unzila ilaikum wa ilāhunā wa ilāhukum wāḥiduw wa naḥnu lahụ muslimụn
46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab melainkan dengan cara yang baik kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka dan katakanlah ”Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”
wa każālika anzalnā ilaikal-kitāb fallażīna ātaināhumul-kitāba yu`minụna bih wa min hā`ulā`i may yu`minu bih wa mā yaj-ḥadu bi`āyātinā illal-kāfirụn
47. Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an) dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami.
wa mā kunta tatlụ ming qablihī ming kitābiw wa lā takhuṭṭuhụ biyamīnika iżal lartābal-mubṭilụn
48. Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Al-Qur'an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis) niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.
bal huwa āyātum bayyinātun fī ṣudụrillażīna ụtul-'ilm wa mā yaj-ḥadu bi`āyātinā illaẓ-ẓālimụn
49. Sebenarnya (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.
wa qālụ lau lā unzila 'alaihi āyātum mir rabbih qul innamal-āyātu 'indallāh wa innamā ana nażīrum mubīn
50. Dan mereka (orang-orang kafir Mekah) berkata ”Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad) ”Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas.”
a wa lam yakfihim annā anzalnā 'alaikal-kitāba yutlā 'alaihim inna fī żālika laraḥmataw wa żikrā liqaumiy yu`minụn
51. Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh dalam (Al-Qur'an) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
qul kafā billāhi bainī wa bainakum syahīdā ya'lamu mā fis-samāwāti wal-arḍ wallażīna āmanụ bil-bāṭili wa kafarụ billāhi ulā`ika humul-khāsirụn
52. Katakanlah (Muhammad) ”Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah mereka itulah orang-orang yang rugi.”
wa yasta'jilụnaka bil-'ażāb walau lā ajalum musammal lajā`ahumul-'ażāb wa laya`tiyannahum bagtataw wa hum lā yasy'urụn
53. Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan niscaya datang azab kepada mereka dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya.
yauma yagsyāhumul-'ażābu min fauqihim wa min taḥti arjulihim wa yaqụlu żụqụ mā kuntum ta'malụn
55. pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) berkata (kepada mereka) ”Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!”
wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lanubawwi`annahum minal-jannati gurafan tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā ni'ma ajrul-'āmilīn
58. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sungguh mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga) yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan
wa ka`ayyim min dābbatil lā taḥmilu rizqahallāhu yarzuquhā wa iyyākum wa huwas-samī'ul-'alīm
60. Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.
wa la`in sa`altahum man khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa sakhkharasy-syamsa wal-qamara layaqụlunnallāh fa annā yu`fakụn
61. Dan jika engkau bertanya kepada mereka ”Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Pasti mereka akan menjawab ”Allah.” Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).
allāhu yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u min 'ibādihī wa yaqdiru lah innallāha bikulli syai`in 'alīm
62. Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
wa la`in sa`altahum man nazzala minas-samā`i mā`an fa aḥyā bihil-arḍa mim ba'di mautihā layaqụlunnallāhu qulil-ḥamdu lillāh bal akṡaruhum lā ya'qilụn
63. Dan jika kamu bertanya kepada mereka ”Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?” Pasti mereka akan menjawab ”Allah.” Katakanlah ”Segala puji bagi Allah” tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.
wa mā hāżihil-ḥayātud-dun-yā illā lahwuw wa la'ib wa innad-dāral-ākhirata lahiyal-ḥayawān lau kānụ ya'lamụn
64. Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya sekiranya mereka mengetahui.
fa iżā rakibụ fil-fulki da'awullāha mukhliṣīna lahud-dīn fa lammā najjāhum ilal-barri iżā hum yusyrikụn
65. Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)
liyakfurụ bimā ātaināhum wa liyatamatta'ụ fa saufa ya'lamụn
66. biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silakan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
a wa lam yarau annā ja'alnā ḥaraman āminaw wa yutakhaṭṭafun-nāsu min ḥaulihim a fa bil-bāṭili yu`minụna wa bini'matillāhi yakfurụn
67. Tidakkah mereka memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?
wa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhi każiban au każżaba bil-ḥaqqi lammā jā`ah a laisa fī jahannama maṡwal lil-kāfirīn
68. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?
wallażīna jāhadụ fīnā lanahdiyannahum subulanā wa innallāha lama'al-muḥsinīn
69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.
fī biḍ'i sinīn lillāhil-amru ming qablu wa mim ba'd wa yauma`iżiy yafraḥul-mu`minụn
4. dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman
a wa lam yatafakkarụ fī anfusihim mā khalaqallāhus-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqqi wa ajalim musammā wa inna kaṡīram minan-nāsi biliqā`i rabbihim lakāfirụn
8. Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.
a wa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna 'āqibatullażīna ming qablihim kānū asyadda min-hum quwwataw wa aṡārul-arḍa wa 'amarụhā akṡara mimmā 'amarụhā wa jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināt fa mā kānallāhu liyaẓlimahum wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn
9. Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.
ṡumma kāna 'āqibatallażīna asā`us-sū`ā ang każżabụ bi`āyātillāhi wa kānụ bihā yastahzi`ụn
10. Kemudian azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya.
wa lam yakul lahum min syurakā`ihim syufa'ā`u wa kānụ bisyurakā`ihim kāfirīn
13. Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu.
wa ammallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā wa liqā`il-ākhirati fa ulā`ika fil-'ażābi muḥḍarụn
16. Dan adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka).
yukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa yuḥyil-arḍa ba'da mautihā wa każālika tukhrajụn
19. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja'ala bainakum mawaddataw wa raḥmah inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn
21. Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
wa min āyātihī khalqus-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfu alsinatikum wa alwānikum inna fī żālika la`āyātil lil-'ālimīn
22. Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
wa min āyātihī manāmukum bil-laili wan-nahāri wabtigā`ukum min faḍlih inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yasma'ụn
23. Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
wa min āyātihī yurīkumul-barqa khaufaw wa ṭama'aw wa yunazzilu minas-samā`i mā`an fa yuḥyī bihil-arḍa ba'da mautihā inna fī żālika la`āyātil liqaumiy ya'qilụn
24. Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.
wa min āyātihī an taqụmas-samā`u wal-arḍu bi`amrih ṡumma iżā da'ākum da'watam minal-arḍi iżā antum takhrujụn
25. Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi seketika itu kamu keluar (dari kubur).
wa huwallażī yabda`ul-khalqa ṡumma yu'īduhụ wa huwa ahwanu 'alaīh wa lahul-maṡalul-a'lā fis-samāwāti wal-arḍ wa huwal-'azīzul-ḥakīm
27. Dan Dialah yang memulai penciptaan kemudian mengulanginya kembali dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.
ḍaraba lakum maṡalam min anfusikum hal lakum mimmā malakat aimānukum min syurakā`a fī mā razaqnākum fa antum fīhi sawā`un takhāfụnahum kakhīfatikum anfusakum każālika nufaṣṣilul-āyāti liqaumiy ya'qilụn
28. Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.
balittaba'allażīna ẓalamū ahwā`ahum bigairi 'ilm fa may yahdī man aḍallallāh wa mā lahum min nāṣirīn
29. Tetapi orang-orang yang zalim mengikuti keinginannya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.
fa aqim waj-haka lid-dīni ḥanīfā fiṭratallāhillatī faṭaran-nāsa 'alaihā lā tabdīla likhalqillāh żālikad-dīnul qayyimu wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn
30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
munībīna ilaihi wattaqụhu wa aqīmuṣ-ṣalāta wa lā takụnụ minal-musyrikīn
31. dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah
32. yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
33. Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah.
wa iżā ażaqnan-nāsa raḥmatan fariḥụ bihā wa in tuṣib-hum sayyi`atum bimā qaddamat aidīhim iżā hum yaqnaṭụn
36. Dan apabila Kami berikan sesuatu rahmat kepada manusia niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri seketika itu mereka berputus asa.
a wa lam yarau annallāha yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yu`minụn
37. Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.
fa āti żal-qurbā ḥaqqahụ wal-miskīna wabnas-sabīl żālika khairul lillażīna yurīdụna waj-hallāhi wa ulā`ika humul-mufliḥụn
38. Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
wa mā ātaitum mir ribal liyarbuwa fī amwālin-nāsi fa lā yarbụ 'indallāh wa mā ātaitum min zakātin turīdụna waj-hallāhi fa ulā`ika humul-muḍ'ifụn
39. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).
allāhullażī khalaqakum ṡumma razaqakum ṡumma yumītukum ṡumma yuḥyīkum hal min syurakā`ikum may yaf'alu min żālikum min syaī` sub-ḥānahụ wa ta'ālā 'ammā yusyrikụn
40. Allah yang menciptakan kamu kemudian memberimu rezeki lalu mematikanmu kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.
41. Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
42. Katakanlah (Muhammad) “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”
fa aqim waj-haka liddīnil-qayyimi ming qabli ay ya`tiya yaumul lā maradda lahụ minallāhi yauma`iżiy yaṣṣadda'ụn
43. Oleh karena itu hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak pada hari itu mereka terpisah-pisah.
mang kafara fa 'alaihi kufruh wa man 'amila ṣāliḥan fa li`anfusihim yam-hadụn
44. Barangsiapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa mengerjakan kebajikan maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan)
liyajziyallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti min faḍlih innahụ lā yuḥibbul-kāfirīn
45. agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir).
wa min āyātihī ay yursilar-riyāḥa mubasysyirātiw wa liyużīqakum mir raḥmatihī wa litajriyal-fulku bi`amrihī wa litabtagụ min faḍlihī wa la'allakum tasykurụn
46. Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.
wa laqad arsalnā ming qablika rusulan ilā qaumihim fa jā`ụhum bil-bayyināti fantaqamnā minallażīna ajramụ wa kāna ḥaqqan 'alainā naṣrul-mu`minīn
47. Dan sungguh Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup) lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.
allāhullażī yursilur-riyāḥa fa tuṡīru saḥāban fa yabsuṭuhụ fis-samā`i kaifa yasyā`u wa yaj'aluhụ kisafan fa taral-wadqa yakhruju min khilālih fa iżā aṣāba bihī may yasyā`u min 'ibādihī iżā hum yastabsyirụn
48. Allah-lah yang mengirimkan angin lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki dan menjadikannya bergumpal-gumpal lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.
fanẓur ilā āṡāri raḥmatillāhi kaifa yuḥyil-arḍa ba'da mautihā inna żālika lamuḥyil mautā wa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr
50. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
fa innaka lā tusmi'ul-mautā wa lā tusmi'uṣ-ṣummad-du'ā`a iżā wallau mudbirīn
52. Maka sungguh engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan apabila mereka berpaling ke belakang.
wa mā anta bihādil-'umyi 'an ḍalālatihim in tusmi'u illā may yu`minu bi`āyātinā fa hum muslimụn
53. Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).
allāhullażī khalaqakum min ḍa'fin ṡumma ja'ala mim ba'di ḍa'fing quwwatan ṡumma ja'ala mim ba'di quwwatin ḍa'faw wa syaibah yakhluqu mā yasyā` wa huwal-'alīmul-qadīr
54. Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui Mahakuasa.
55. Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat orang-orang yang berdosa bersumpah bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran).
wa qālallażīna ụtul-'ilma wal-īmāna laqad labiṡtum fī kitābillāhi ilā yaumil-ba'ṡi fa hāżā yaumul-ba'ṡi wa lākinnakum kuntum lā ta'lamụn
56. Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir) “Sungguh kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari kebangkitan. Maka inilah hari kebangkitan itu tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya).”
wa laqad ḍarabnā lin-nāsi fī hāżal-qur`āni ming kulli maṡal wa la`in ji`tahum bi`āyatil layaqụlannallażīna kafarū in antum illā mubṭilụn
58. Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Al-Qur'an ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka pastilah orang-orang kafir itu akan berkata ”Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka.”
faṣbir inna wa'dallāhi ḥaqquw wa lā yastakhiffannakallażīna lā yụqinụn
60. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sungguh janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau.
31. Luqman
الۤمّۤ ۗ
alif lām mīm
1. Alif Lam Mim.
تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيْمِۙ
tilka āyātul-kitābil-ḥakīm
2. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung hikmah
هُدًى وَّرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِيْنَۙ
hudaw wa raḥmatal lil-muḥsinīn
3. sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan
wa minan-nāsi may yasytarī lahwal-ḥadīṡi liyuḍilla 'an sabīlillāhi bigairi 'ilmiw wa yattakhiżahā huzuwā ulā`ika lahum 'ażābum muhīn
6. Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
wa iżā tutlā 'alaihi āyātunā wallā mustakbirang ka`al lam yasma'hā ka`anna fī użunaihi waqrā fa basysyir-hu bi'ażābin alīm
7. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.
khalaqas-samāwāti bigairi 'amadin taraunahā wa alqā fil-arḍi rawāsiya an tamīda bikum wa baṡṡa fīhā ming kulli dābbah wa anzalnā minas-samā`i mā`an fa ambatnā fīhā ming kulli zaujing karīm
10. Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
hāżā khalqullāhi fa arụnī māżā khalaqallażīna min dụnih baliẓ-ẓālimụna fī ḍalālim mubīn
11. Inilah ciptaan Allah maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
wa laqad ātainā luqmānal-ḥikmata anisykur lillāh wa may yasykur fa innamā yasykuru linafsih wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ḥamīd
12. Dan sungguh telah Kami berikan hikmah kepada Lukman yaitu ”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur) maka sesungguhnya Allah Mahakaya Maha Terpuji.”
wa iż qāla luqmānu libnihī wa huwa ya'iẓuhụ yā bunayya lā tusyrik billāh innasy-syirka laẓulmun 'aẓīm
13. Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya ketika dia memberi pelajaran kepadanya ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh ḥamalat-hu ummuhụ wahnan 'alā wahniw wa fiṣāluhụ fī 'āmaini anisykur lī wa liwālidaīk ilayyal-maṣīr
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.
wa in jāhadāka 'alā an tusyrika bī mā laisa laka bihī 'ilmun fa lā tuṭi'humā wa ṣāḥib-humā fid-dun-yā ma'rụfaw wattabi' sabīla man anāba ilayy ṡumma ilayya marji'ukum fa unabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu maka janganlah engkau menaati keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
yā bunayya innahā in taku miṡqāla ḥabbatim min khardalin fa takun fī ṣakhratin au fis-samāwāti au fil-arḍi ya`ti bihallāh innallāha laṭīfun khabīr
16. (Lukman berkata) ”Wahai anakku! Sungguh jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus Mahateliti.
17. Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.
wa lā tuṣa''ir khaddaka lin-nāsi wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā innallāha lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhụr
18. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
a lam tarau annallāha sakhkhara lakum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa asbaga 'alaikum ni'amahụ ẓāhirataw wa bāṭinah wa minan-nāsi may yujādilu fillāhi bigairi 'ilmiw wa lā hudaw wa lā kitābim munīr
20. Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin. Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.
wa iżā qīla lahumuttabi'ụ ma anzalallāhu qālụ bal nattabi'u mā wajadnā 'alaihi ābā`anā a walau kānasy-syaiṭānu yad'ụhum ilā 'ażābis-sa'īr
21. Dan apabila dikatakan kepada mereka ”Ikutilah apa yang diturunkan Allah!” Mereka menjawab ”(Tidak) tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami.” Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (neraka)?
wa may yuslim waj-hahū ilallāhi wa huwa muḥsinun fa qadistamsaka bil-'urwatil-wuṡqā wa ilallāhi 'āqibatul-umụr
22. Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah sedang dia orang yang berbuat kebaikan maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.
wa mang kafara fa lā yaḥzungka kufruh ilainā marji'uhum fa nunabbi`uhum bimā 'amilụ innallāha 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
23. Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu (Muhammad). Hanya kepada Kami tempat kembali mereka lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
wa la`in sa`altahum man khalaqas-samāwāti wal-arḍa layaqụlunnallāh qulil-ḥamdu lillāh bal akṡaruhum lā ya'lamụn
25. Dan sungguh jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka ”Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab ”Allah.” Katakanlah ”Segala puji bagi Allah” tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
walau anna mā fil-arḍi min syajaratin aqlāmuw wal-baḥru yamudduhụ mim ba'dihī sab'atu ab-ḥurim mā nafidat kalimātullāh innallāha 'azīzun ḥakīm
27. Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta) ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.
28. Menciptakan dan membangkitkan kamu (bagi Allah) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (mudah). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Maha Melihat.
a lam tara annallāha yụlijul-laila fin-nahāri wa yụlijun-nahāra fil-laili wa sakhkharasy-syamsa wal-qamara kullui yajrī ilā ajalim musammaw wa annallāha bimā ta'malụna khabīr
29. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
żālika bi`annallāha huwal-ḥaqqu wa anna mā yad'ụna min dụnihil-bāṭilu wa annallāha huwal-'aliyyul-kabīr
30. Demikianlah karena sesungguhnya Allah Dialah (Tuhan) yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Mahatinggi Mahabesar.
a lam tara annal-fulka tajrī fil-baḥri bini'matillāhi liyuriyakum min āyātih inna fī żālika la`āyātil likulli ṣabbārin syakụr
31. Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.
wa iżā gasyiyahum maujung kaẓ-ẓulali da'awullāha mukhliṣīna lahud-dīn fa lammā najjāhum ilal-barri fa min-hum muqtaṣid wa mā yaj-ḥadu bi`āyātinā illā kullu khattāring kafụr
32. Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih.
yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakum wakhsyau yaumal lā yajzī wālidun 'aw waladihī wa lā maulụdun huwa jāzin 'aw wālidihī syai`ā inna wa'dallāhi ḥaqqun fa lā tagurrannakumul-ḥayātud-dun-yā wa lā yagurrannakum billāhil-garụr
33. Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh janji Allah pasti benar maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.
innallāha 'indahụ 'ilmus-sā'ah wa yunazzilul-gaīṡ wa ya'lamu mā fil-ar-ḥām wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā wa mā tadrī nafsum bi`ayyi arḍin tamụt innallāha 'alīmun khabīr
34. Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh Allah Maha Mengetahui Maha Mengenal.
am yaqụlụnaftarāh bal huwal-ḥaqqu mir rabbika litunżira qaumam mā atāhum min nażīrim ming qablika la'allahum yahtadụn
3. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya.” Tidak Al-Qur'an itu kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk.
allāhullażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmin ṡummastawā 'alal-'arsy mā lakum min dụnihī miw waliyyiw wa lā syafī' a fa lā tatażakkarụn
4. Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
5. Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
ṡumma sawwāhu wa nafakha fīhi mir rụḥihī wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abṣāra wal-af`idah qalīlam mā tasykurụn
9. Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran penglihatan dan hati bagimu (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
wa qālū a iżā ḍalalnā fil-arḍi a innā lafī khalqin jadīd bal hum biliqā`i rabbihim kāfirụn
10. Dan mereka berkata “Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah kami akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.
12. Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya (mereka berkata) “Ya Tuhan kami kami telah melihat dan mendengar maka kembalikanlah kami (ke dunia) niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh kami adalah orang-orang yang yakin.”
13. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku “Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama.
fa żụqụ bimā nasītum liqā`a yaumikum hāżā innā nasīnākum wa żụqụ 'ażābal-khuldi bimā kuntum ta'malụn
14. Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat) sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal atas apa yang telah kamu kerjakan.”
innamā yu`minu bi`āyātinallażīna iżā żukkirụ bihā kharrụ sujjadaw wa sabbaḥụ biḥamdi rabbihim wa hum lā yastakbirụn
15. Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami) mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya dan mereka tidak menyombongkan diri.
tatajāfā junụbuhum 'anil-maḍāji'i yad'ụna rabbahum khaufaw wa ṭama'aw wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn
16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
fa lā ta'lamu nafsum mā ukhfiya lahum ming qurrati a'yun jazā`am bimā kānụ ya'malụn
17. Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.
ammallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum jannātul-ma`wā nuzulam bimā kānụ ya'malụn
19. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.
wa ammallażīna fasaqụ fa ma`wāhumun-nāru kullamā arādū ay yakhrujụ min-hā u'īdụ fīhā wa qīla lahum żụqụ 'ażāban-nārillażī kuntum bihī tukażżibụn
20. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat kediaman mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka “Rasakanlah azab neraka yang dahulu kamu dustakan.”
wa lanużīqannahum minal-'ażābil-adnā dụnal-'ażābil-akbari la'allahum yarji'ụn
21. Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
wa man aẓlamu mim man żukkira bi`āyāti rabbihī ṡumma a'raḍa 'an-hā innā minal-mujrimīna muntaqimụn
22. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya kemudian dia berpaling darinya? Sungguh Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa.
wa laqad ātainā mụsal-kitāba fa lā takun fī miryatim mil liqā`ihī wa ja'alnāhu hudal libanī isrā`īl
23. Dan sungguh telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu menerimanya (Al-Qur'an) dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.
wa ja'alnā min-hum a`immatay yahdụna bi`amrinā lammā ṣabarụ wa kānụ bi`āyātinā yụqinụn
24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Mereka meyakini ayat-ayat Kami.
a wa lam yahdi lahum kam ahlaknā ming qablihim minal-qurụni yamsyụna fī masākinihim inna fī żālika la`āyāt a fa lā yasma'ụn
26. Dan tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Apakah mereka tidak mendengarkan (memperhatikan)?
a wa lam yarau annā nasụqul-mā`a ilal-arḍil-juruzi fa nukhriju bihī zar'an ta`kulu min-hu an'āmuhum wa anfusuhum a fa lā yubṣirụn
27. Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Kami mengarahkan (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus lalu Kami tumbuhkan (dengan air hujan itu) tanam-tanaman sehingga hewan-hewan ternak mereka dan mereka sendiri dapat makan darinya. Maka mengapa mereka tidak memperhatikan?
yā ayyuhan-nabiyyuttaqillāha wa lā tuṭi'il-kāfirīna wal-munāfiqīn innallāha kāna 'alīman ḥakīmā
1. Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana
mā ja'alallāhu lirajulim ming qalbaini fī jaufih wa mā ja'ala azwājakumul-lā`ī tuẓāhirụna min-hunna ummahātikum wa mā ja'ala ad'iyā`akum abnā`akum żālikum qaulukum bi`afwāhikum wallāhu yaqụlul-ḥaqqa wa huwa yahdis-sabīl
4. Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).
ud'ụhum li`ābā`ihim huwa aqsaṭu 'indallāh fa il lam ta'lamū ābā`ahum fa ikhwānukum fid-dīni wa mawālīkum wa laisa 'alaikum junāḥun fīmā akhṭa`tum bihī wa lākim mā ta'ammadat qulụbukum wa kānallāhu gafụrar raḥīmā
5. Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
an-nabiyyu aulā bil-mu`minīna min anfusihim wa azwājuhū ummahātuhum wa ulul-ar-ḥāmi ba'ḍuhum aulā biba'ḍin fī kitābillāhi minal-mu`minīna wal-muhājirīna illā an taf'alū ilā auliyā`ikum ma'rụfā kāna żālika fil-kitābi masṭụrā
6. Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin kecuali kalau kamu hendak berbuat baikkepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).
wa iż akhażnā minan-nabiyyīna mīṡāqahum wa mingka wa min nụḥiw wa ibrāhīma wa mụsā wa 'īsabni maryama wa akhażnā min-hum mīṡāqan galīẓā
7. Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau (sendiri) dari Nuh Ibrahim Musa dan Isa putra Maryam dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh
yā ayyuhallażīna āmanużkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż jā`atkum junụdun fa arsalnā 'alaihim rīḥaw wa junụdal lam tarauhā wa kānallāhu bimā ta'malụna baṣīrā
9. Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
iż jā`ụkum min fauqikum wa min asfala mingkum wa iż zāgatil-abṣāru wa balagatil-qulụbul-ḥanājira wa taẓunnụna billāhiẓ-ẓunụnā
10. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.
wa iż yaqụlul-munāfiqụna wallażīna fī qulụbihim maraḍum mā wa'adanallāhu wa rasụluhū illā gurụrā
12. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata “Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka.”
wa iż qālat ṭā`ifatum min-hum yā ahla yaṡriba lā muqāma lakum farji'ụ wa yasta`żinu farīqum min-humun-nabiyya yaqụlụna inna buyụtanā 'aurah wa mā hiya bi'aurah iy yurīdụna illā firārā
13. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata “Wahai penduduk Yasrib (Madinah)! Tidak ada tempat bagimu maka kembalilah kamu.” Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).” Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka mereka hanyalah hendak lari.
walau dukhilat 'alaihim min aqṭārihā ṡumma su`ilul-fitnata la`ātauhā wa mā talabbaṡụ bihā illā yasīrā
14. Dan kalau (Yasrib) diserang dari segala penjuru dan mereka diminta agar membuat kekacauan niscaya mereka mengerjakannya; dan hanya sebentar saja mereka menunggu.
wa laqad kānụ 'āhadullāha ming qablu lā yuwallụnal-adbār wa kāna 'ahdullāhi mas`ụlā
15. Dan sungguh mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya.
qul lay yanfa'akumul-firāru in farartum minal-mauti awil-qatli wa iżal lā tumatta'ụna illā qalīlā
16. Katakanlah (Muhammad) “Lari tidaklah berguna bagimu jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja.”
qul man żallażī ya'ṣimukum minallāhi in arāda bikum sū`an au arāda bikum raḥmah wa lā yajidụna lahum min dụnillāhi waliyyaw wa lā naṣīrā
17. Katakanlah “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Mereka itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
qad ya'lamullāhul-mu'awwiqīna mingkum wal-qā`ilīna li`ikhwānihim halumma ilainā wa lā ya`tụnal-ba`sa illā qalīlā
18. Sungguh Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang yang berkata kepada saudara-saudaranya “Marilah bersama kami.” Tetapi mereka datang berperang hanya sebentar
asyiḥḥatan 'alaikum fa iżā jā`al-khaufu ra`aitahum yanẓurụna ilaika tadụru a'yunuhum kallażī yugsyā 'alaihi minal-maụt fa iżā żahabal-khaufu salaqụkum bi`alsinatin ḥidādin asyiḥḥatan 'alal-khaīr ulā`ika lam yu`minụ fa aḥbaṭallāhu a'mālahum wa kāna żālika 'alallāhi yasīrā
19. mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya) kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati dan apabila ketakutan telah hilang mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
20. Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi dan jika golongan-golongan (yang bersekutu) itu datang kembali niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu mereka tidak akan berperang melainkan sebentar saja.
21. Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.
wa lammā ra`al-mu`minụnal-aḥzāba qālụ hāżā mā wa'adanallāhu wa rasụluhụ wa ṣadaqallāhu wa rasụluhụ wa mā zādahum illā īmānaw wa taslīmā
22. Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu mereka berkata “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka.
minal-mu`minīna rijālun ṣadaqụ mā 'āhadullāha 'alaīh fa min-hum mang qaḍā naḥbahụ wa min-hum may yantaẓiru wa mā baddalụ tabdīlā
23. Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)
liyajziyallāhuṣ-ṣādiqīna biṣidqihim wa yu'ażżibal-munāfiqīna in syā`a au yatụba 'alaihim innallāha kāna gafụrar raḥīmā
24. agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki atau menerima tobat mereka. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa raddallāhullażīna kafarụ bigaiẓihim lam yanālụ khairā wa kafallāhul-mu`minīnal-qitāl wa kānallāhu qawiyyan 'azīzā
25. Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Dan Allah Mahakuat Mahaperkasa.
wa anzalallażīna ẓāharụhum min ahlil-kitābi min ṣayāṣīhim wa qażafa fī qulụbihimur-ru'ba farīqan taqtulụna wa ta`sirụna farīqā
26. Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.
wa auraṡakum arḍahum wa diyārahum wa amwālahum wa arḍal lam taṭa'ụhā wa kānallāhu 'alā kulli syai`ing qadīrā
27. Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah rumah-rumah dan harta benda mereka dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.
yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika ing kuntunna turidnal-ḥayātad-dun-yā wa zīnatahā fa ta'ālaina umatti'kunna wa usarriḥkunna sarāḥan jamīlā
28. Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu “Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.”
wa ing kuntunna turidnallāha wa rasụlahụ wad-dāral-ākhirata fa innallāha a'adda lil-muḥsināti mingkunna ajran 'aẓīmā
29. Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu.
yā nisā`an-nabiyyi may ya`ti mingkunna bifāḥisyatim mubayyinatiy yuḍā'af lahal-'ażābu ḍi'faīn wa kāna żālika 'alallāhi yasīrā
30. Wahai istri-istri Nabi! Barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
wa may yaqnut mingkunna lillāhi wa rasụlihī wa ta'mal ṣāliḥan nu`tihā ajrahā marrataini wa a'tadnā lahā rizqang karīmā
31. Dan barangsiapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya.
yā nisā`an-nabiyyi lastunna ka`aḥadim minan-nisā`i inittaqaitunna fa lā takhḍa'na bil-qauli fa yaṭma'allażī fī qalbihī maraḍuw wa qulna qaulam ma'rụfā
32. Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.
wa qarna fī buyụtikunna wa lā tabarrajna tabarrujal-jāhiliyyatil-ụlā wa aqimnaṣ-ṣalāta wa ātīnaz-zakāta wa aṭi'nallāha wa rasụlah innamā yurīdullāhu liyuż-hiba 'angkumur-rijsa ahlal-baiti wa yuṭahhirakum taṭ-hīrā
33. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu dan laksanakanlah salat tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
35. Sungguh laki-laki dan perempuan muslim laki-laki dan perempuan mukmin laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya laki-laki dan perempuan yang benar laki-laki dan perempuan yang sabar laki-laki dan perempuan yang khusyuk laki-laki dan perempuan yang bersedekah laki-laki dan perempuan yang berpuasa laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
wa mā kāna limu`miniw wa lā mu`minatin iżā qaḍallāhu wa rasụluhū amran ay yakụna lahumul-khiyaratu min amrihim wa may ya'ṣillāha wa rasụlahụ fa qad ḍalla ḍalālam mubīnā
36. Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.
wa iż taqụlu lillażī an'amallāhu 'alaihi wa an'amta 'alaihi amsik 'alaika zaujaka wattaqillāha wa tukhfī fī nafsika mallāhu mubdīhi wa takhsyan-nās wallāhu aḥaqqu an takhsyāh fa lammā qaḍā zaidum min-hā waṭarā zawwajnākahā likai lā yakụna 'alal-mu`minīna ḥarajun fī azwāji ad'iyā`ihim iżā qaḍau min-hunna waṭarā wa kāna amrullāhi maf'ụlā
37. Dan (ingatlah) ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya “Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah” sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah dan engkau takut kepada manusia padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya) Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.
mā kāna 'alan-nabiyyi min ḥarajin fīmā faraḍallāhu lah sunnatallāhi fillażīna khalau ming qabl wa kāna amrullāhi qadaram maqdụrā
38. Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku
allażīna yuballigụna risālātillāhi wa yakhsyaunahụ wa lā yakhsyauna aḥadan illallāh wa kafā billāhi ḥasībā
39. (yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.
mā kāna muḥammadun aba aḥadim mir rijālikum wa lākir rasụlallāhi wa khātaman-nabiyyīn wa kānallāhu bikulli syai`in 'alīmā
40. Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
huwallażī yuṣallī 'alaikum wa malā`ikatuhụ liyukhrijakum minaẓ-ẓulumāti ilan-nụr wa kāna bil-mu`minīna raḥīmā
43. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu) agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
wa lā tuṭi'il-kāfirīna wal-munāfiqīna wa da' ażāhum wa tawakkal 'alallāh wa kafā billāhi wakīlā
48. Dan janganlah engkau (Muhammad) menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu janganlah engkau hiraukan gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.
yā ayyuhallażīna āmanū iżā nakaḥtumul-mu`mināti ṡumma ṭallaqtumụhunna ming qabli an tamassụhunna fa mā lakum 'alaihinna min 'iddatin ta'taddụnahā fa matti'ụhunna wa sarriḥụhunna sarāḥan jamīlā
49. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Namun berilah mereka mut’ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya.
yā ayyuhan-nabiyyu innā aḥlalnā laka azwājakallātī ātaita ujụrahunna wa mā malakat yamīnuka mimmā afā`allāhu 'alaika wa banāti 'ammika wa banāti 'ammātika wa banāti khālika wa banāti khālātikallātī hājarna ma'ak wamra`atam mu`minatan iw wahabat nafsahā lin-nabiyyi in arādan-nabiyyu ay yastangkiḥahā khāliṣatal laka min dụnil-mu`minīn qad 'alimnā mā faraḍnā 'alaihim fī azwājihim wa mā malakat aimānuhum likai lā yakụna 'alaika ḥaraj wa kānallāhu gafụrar raḥīmā
50. Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya sebagai kekhususan bagimu bukan untuk semua orang mukmin. Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki agar tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
turjī man tasyā`u min-hunna wa tu`wī ilaika man tasyā` wa manibtagaita mim man 'azalta fa lā junāḥa 'alaīk żālika adnā an taqarra a'yunuhunna wa lā yaḥzanna wa yarḍaina bimā ātaitahunna kulluhunn wallāhu ya'lamu mā fī qulụbikum wa kānallāhu 'alīman ḥalīmā
51. Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka dan mereka tidak merasa sedih dan mereka rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui Maha Penyantun.
lā yaḥillu lakan-nisā`u mim ba'du wa lā an tabaddala bihinna min azwājiw walau a'jabaka ḥusnuhunna illā mā malakat yamīnuk wa kānallāhu 'alā kulli syai`ir raqībā
52. Tidak halal bagimu (Muhammad) menikahi perempuan-perempuan (lain) setelah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain) meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tadkhulụ buyụtan-nabiyyi illā ay yu`żana lakum ilā ṭa'āmin gaira nāẓirīna ināhu wa lākin iżā du'ītum fadkhulụ fa iżā ṭa'imtum fantasyirụ wa lā musta`nisīna liḥadīṡ inna żālikum kāna yu`żin-nabiyya fa yastaḥyī mingkum wallāhu lā yastaḥyī minal-ḥaqq wa iżā sa`altumụhunna matā'an fas`alụhunna miw warā`i ḥijāb żālikum aṭ-haru liqulụbikum wa qulụbihinn wa mā kāna lakum an tu`żụ rasụlallāhi wa lā an tangkiḥū azwājahụ mim ba'dihī abadā inna żālikum kāna 'indallāhi 'aẓīmā
53. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya) tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar) dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah (Nabi wafat). Sungguh yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.
lā junāḥa 'alaihinna fī ābā`ihinna wa lā abnā`ihinna wa lā ikhwānihinna wa lā abnā`i ikhwānihinna wa lā abnā`i akhawātihinna wa lā nisā`ihinna wa lā mā malakat aimānuhunn wattaqīnallāh innallāha kāna 'alā kulli syai`in syahīdā
55. Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka anak laki-laki mereka saudara laki-laki mereka anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka anak laki-laki dari saudara perempuan mereka perempuan-perempuan mereka (yang beriman) dan hamba sahaya yang mereka miliki dan bertakwalah kamu (istri-istri Nabi) kepada Allah. Sungguh Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna 'alan-nabiyy yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ 'alaihi wa sallimụ taslīmā
56. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
innallażīna yu`żụnallāha wa rasụlahụ la'anahumullāhu fid-dun-yā wal-ākhirati wa a'adda lahum 'ażābam muhīnā
57. Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.
wallażīna yu`żụnal-mu`minīna wal-mu`mināti bigairi maktasabụ faqadiḥtamalụ buhtānaw wa iṡmam mubīnā
58. Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika wa banātika wa nisā`il-mu`minīna yudnīna 'alaihinna min jalābībihinn żālika adnā ay yu'rafna fa lā yu`żaīn wa kānallāhu gafụrar raḥīmā
59. Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
60. Sungguh jika orang-orang munafik orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu) niscaya Kami perintahkan engkau (untuk memerangi) mereka kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah) kecuali sebentar
sunnatallāhi fillażīna khalau ming qabl wa lan tajida lisunnatillāhi tabdīlā
62. Sebagai sunnah Allah yang (berlaku juga) bagi orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu) dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.
63. Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah “Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah engkau boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.
yauma tuqallabu wujụhuhum fin-nāri yaqụlụna yā laitanā aṭa'nallāha wa aṭa'nar-rasụlā
66. Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka mereka berkata “Wahai kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”
wa qālụ rabbanā innā aṭa'nā sādatanā wa kubarā`anā fa aḍallụnas-sabīlā
67. Dan mereka berkata “Ya Tuhan kami sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
yā ayyuhallażīna āmanụ lā takụnụ kallażīna āżau mụsā fa barra`ahullāhu mimmā qālụ wa kāna 'indallāhi wajīhā
69. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
yuṣliḥ lakum a'mālakum wa yagfir lakum żunụbakum wa may yuṭi'illāha wa rasụlahụ fa qad fāza fauzan 'aẓīmā
71. niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia menang dengan kemenangan yang agung.
innā 'araḍnal-amānata 'alas-samāwāti wal-arḍi wal-jibāli fa abaina ay yaḥmilnahā wa asyfaqna min-hā wa ḥamalahal-insān innahụ kāna ẓalụman jahụlā
72. Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat) lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh
liyu'ażżiballāhul-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-musyrikīna wal-musyrikāti wa yatụballāhu 'alal-mu`minīna wal-mu`mināt wa kānallāhu gafụrar raḥīmā
73. sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
al-ḥamdu lillāhillażī lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa lahul-ḥamdu fil`ākhirah wa huwal-ḥakīmul-khabīr
1. Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan Dialah Yang Mahabijaksana Mahateliti.
ya'lamu mā yaliju fil-arḍi wa mā yakhruju min-hā wa mā yanzilu minas-samā`i wa mā ya'ruju fīhā wa huwar-raḥīmul-gafụr
2. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi apa yang keluar darinya apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang Maha Pengampun.
wa qālallażīna kafarụ lā ta`tīnas-sā'ah qul balā wa rabbī lata`tiyannakum 'ālimil-gaibi lā ya'zubu 'an-hu miṡqālu żarratin fis-samāwāti wa lā fil-arḍi wa lā aṣgaru min żālika wa lā akbaru illā fī kitābim mubīn
3. Dan orang-orang yang kafir berkata “Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami.” Katakanlah “Pasti datang demi Tuhanku yang mengetahui yang gaib Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang di langit maupun yang di bumi yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)”
liyajziyallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāt ulā`ika lahum magfiratuw wa rizqung karīm
4. agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
5. Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami) mereka itu akan memperoleh azab yaitu azab yang sangat pedih.
wa yarallażīna ụtul-'ilmallażī unzila ilaika mir rabbika huwal-ḥaqqa wa yahdī ilā ṣirāṭil-'azīzil-ḥamīd
6. Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Mahaperkasa Maha Terpuji.
wa qālallażīna kafarụ hal nadullukum 'alā rajuliy yunabbi`ukum iżā muzziqtum kulla mumazzaqin innakum lafī khalqin jadīd
7. Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya) “Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya kamu pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru.
8. Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau sakit gila?” (Tidak) tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.
a fa lam yarau ilā mā baina aidīhim wa mā khalfahum minas-samā`i wal-arḍ in nasya` nakhsif bihimul-arḍa au nusqiṭ 'alaihim kisafam minas-samā` inna fī żālika la`āyatal likulli 'abdim munīb
9. Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).
wa laqad ātainā dāwụda minnā faḍlā yā jibālu awwibī ma'ahụ waṭ-ṭaīr wa alannā lahul-ḥadīd
10. Dan sungguh Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman) “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud” dan Kami telah melunakkan besi untuknya
wa lisulaimānar-rīḥa guduwwuhā syahruw wa rawāḥuhā syahr wa asalnā lahụ 'ainal-qiṭr wa minal-jinni may ya'malu baina yadaihi bi`iżni rabbih wa may yazig min-hum 'an amrinā nużiq-hu min 'ażābis-sa'īr
12. Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
ya'malụna lahụ mā yasyā`u mim maḥārība wa tamāṡīla wa jifāning kal-jawābi wa qudụrir rāsiyāt i'malū āla dāwụda syukrā wa qalīlum min 'ibādiyasy-syakụr
13. Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi patung-patung piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.
fa lammā qaḍainā 'alaihil-mauta mā dallahum 'alā mautihī illā dābbatul-arḍi ta`kulu minsa`atah fa lammā kharra tabayyanatil-jinnu al lau kānụ ya'lamụnal-gaiba mā labiṡụ fil-'ażābil-muhīn
14. Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman) tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.
laqad kāna lisaba`in fī maskanihim āyah jannatāni 'ay yamīniw wa syimāl kulụ mir rizqi rabbikum wasykurụ lah baldatun ṭayyibatuw wa rabbun gafụr
15. Sungguh bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri (kepada mereka dikatakan) “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”
fa a'raḍụ fa arsalnā 'alaihim sailal-'arimi wa baddalnāhum bijannataihim jannataini żawātai ukulin khamṭiw wa aṡliw wa syai`im min sidring qalīl
16. Tetapi mereka berpaling maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr.
żālika jazaināhum bimā kafarụ wa hal nujāzī illal-kafụr
17. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu) melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
wa ja'alnā bainahum wa bainal-qurallatī bāraknā fīhā quran ẓāhirataw wa qaddarnā fīhas-saīr sīrụ fīhā layāliya wa ayyāman āminīn
18. Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba’) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam) beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.
fa qālụ rabbanā bā'id baina asfārinā wa ẓalamū anfusahum fa ja'alnāhum aḥādīṡa wa mazzaqnāhum kulla mumazzaq inna fī żālika la`āyātil likulli ṣabbārin syakụr
19. Maka mereka berkata “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami” dan (berarti mereka) menzalimi diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka bahan pembicaraan dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sabar dan bersyukur.
wa mā kāna lahụ 'alaihim min sulṭānin illā lina'lama may yu`minu bil-ākhirati mim man huwa min-hā fī syakk wa rabbuka 'alā kulli syai`in ḥafīẓ
21. Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang masih ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
qulid'ullażīna za'amtum min dụnillāh lā yamlikụna miṡqāla żarratin fis-samāwāti wa lā fil-arḍi wa mā lahum fīhimā min syirkiw wa mā lahụ min-hum min ẓahīr
22. Katakanlah (Muhammad) “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.”
wa lā tanfa'usy-syafā'atu 'indahū illā liman ażina lah ḥattā iżā fuzzi'a 'ang qulụbihim qālụ māżā qāla rabbukum qālul-ḥaqq wa huwal-'aliyyul-kabīr
23. Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka mereka berkata “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab “(Perkataan) yang benar” dan Dialah Yang Mahatinggi Mahabesar.
qul may yarzuqukum minas-samāwāti wal-arḍ qulillāhu wa innā au iyyākum la'alā hudan au fī ḍalālim mubīn
24. Katakanlah (Muhammad) “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah “Allah” dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.
qul lā tus`alụna 'ammā ajramnā wa lā nus`alu 'ammā ta'malụn
25. Katakanlah “Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan.”
qul yajma'u bainanā rabbunā ṡumma yaftaḥu bainanā bil-ḥaqq wa huwal-fattāḥul-'alīm
26. Katakanlah “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan Maha Mengetahui.”
qul arụniyallażīna alḥaqtum bihī syurakā`a kallā bal huwallāhul-'azīzul-ḥakīm
27. Katakanlah “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu(-Nya) tidak mungkin! Sebenarnya Dialah Allah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.”
wa mā arsalnāka illā kāffatal lin-nāsi basyīraw wa nażīraw wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn
28. Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
wa qālallażīna kafarụ lan nu`mina bihāżal-qur`āni wa lā billażī baina yadaīh walau tarā iżiẓ-ẓālimụna mauqụfụna 'inda rabbihim yarji'u ba'ḍuhum ilā ba'ḍinil-qaụl yaqụlullażīnastuḍ'ifụ lillażīnastakbarụ lau lā antum lakunnā mu`minīn
31. Dan orang-orang kafir berkata “Kami tidak akan beriman kepada Al-Qur'an ini dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya.” Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin.”
qālallażīnastakbarụ lillażīnastuḍ'ifū a naḥnu ṣadadnākum 'anil-hudā ba'da iż jā`akum bal kuntum mujrimīn
32. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah “Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa.”
wa qālallażīnastuḍ'ifụ lillażīnastakbarụ bal makrul-laili wan-nahāri iż ta`murụnanā an nakfura billāhi wa naj'ala lahū andādā wa asarrun-nadāmata lammā ra`awul-'ażāb wa ja'alnal-aglāla fī a'nāqillażīna kafarụ hal yujzauna illā mā kānụ ya'malụn
33. Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri “(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami) ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.” Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
wa mā arsalnā fī qaryatim min nażīrin illā qāla mutrafụhā innā bimā ursiltum bihī kāfirụn
34. Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata “Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan.”
qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdiru wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn
36. Katakanlah “Sungguh Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki) tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
wa mā amwālukum wa lā aulādukum billatī tuqarribukum 'indanā zulfā illā man āmana wa 'amila ṣāliḥan fa ulā`ika lahum jazā`uḍ-ḍi'fi bimā 'amilụ wa hum fil-gurufāti āminụn
37. Dan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).
qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u min 'ibādihī wa yaqdiru lah wa mā anfaqtum min syai`in fa huwa yukhlifuh wa huwa khairur-rāziqīn
39. Katakanlah “Sungguh Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.
wa yauma yaḥsyuruhum jamī'an ṡumma yaqụlu lil-malā`ikati a hā`ulā`i iyyākum kānụ ya'budụn
40. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat “Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?”
qālụ sub-ḥānaka anta waliyyunā min dụnihim bal kānụ ya'budụnal-jinna akṡaruhum bihim mu`minụn
41. Para malaikat itu menjawab “Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.”
fal-yauma lā yamliku ba'ḍukum liba'ḍin naf'aw wa lā ḍarrā wa naqụlu lillażīna ẓalamụ żụqụ 'ażāban-nārillatī kuntum bihā tukażżibụn
42. Maka pada hari ini sebagian kamu tidak kuasa (mendatangkan) manfaat maupun (menolak) mudarat kepada se-bagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu dustakan.”
wa iżā tutlā 'alaihim āyātunā bayyināting qālụ mā hāżā illā rajuluy yurīdu ay yaṣuddakum 'ammā kāna ya'budu ābā`ukum wa qālụ mā hāżā illā ifkum muftarā wa qālallażīna kafarụ lil-ḥaqqi lammā jā`ahum in hāżā illā siḥrum mubīn
43. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang mereka berkata “Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari apa yang disembah oleh nenek moyangmu” dan mereka berkata “(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja.” Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (Al-Qur'an) itu datang kepada mereka “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
wa mā ātaināhum ming kutubiy yadrusụnahā wa mā arsalnā ilaihim qablaka min nażīr
44. Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan Kami tidak pernah mengutus seorang pemberi peringatan kepada mereka sebelum engkau (Muhammad).
wa każżaballażīna ming qablihim wa mā balagụ mi'syāra mā ātaināhum fa każżabụ rusulī fa kaifa kāna nakīr
45. Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sedang orang-orang (kafir Mekah) itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu itu namun mereka mendustakan para rasul-Ku. Maka (lihatlah) bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku.
qul innamā a'iẓukum biwāḥidah an taqụmụ lillāhi maṡnā wa furādā ṡumma tatafakkarụ mā biṣāḥibikum min jinnah in huwa illā nażīrul lakum baina yadai 'ażābin syadīd
46. Katakanlah “Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.”
qul mā sa`altukum min ajrin fa huwa lakum in ajriya illā 'alallāh wa huwa 'alā kulli syai`in syahīd
47. Katakanlah (Muhammad) “Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu maka itu untuk kamu. Imbalanku hanyalah dari Allah dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
qul in ḍalaltu fa innamā aḍillu 'alā nafsī wa inihtadaitu fa bimā yụḥī ilayya rabbī innahụ samī'ung qarīb
50. Katakanlah “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh Dia Maha Mendengar Maha-dekat.”
walau tarā iż fazi'ụ fa lā fauta wa ukhiżụ mim makāning qarīb
51. Dan (alangkah mengerikan) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) ketika terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat); lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka)
wa hīla bainahum wa baina mā yasytahụna kamā fu'ila bi`asy-yā'ihim ming qabl innahum kānụ fī syakkim murīb
54. Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.
1. Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
mā yaftaḥillāhu lin-nāsi mir raḥmatin fa lā mumsika lahā wa mā yumsik fa lā mursila lahụ mim ba'dih wa huwal-'azīzul-ḥakīm
2. Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.
yā ayyuhan-nāsużkurụ ni'matallāhi 'alaikum hal min khāliqin gairullāhi yarzuqukum minas-samā`i wal-arḍ lā ilāha illā huwa fa annā tu`fakụn
3. Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?
wa iy yukażżibụka fa qad kużżibat rusulum ming qablik wa ilallāhi turja'ul-umụr
4. Dan jika mereka mendustakan engkau (setelah engkau beri peringatan) maka sungguh rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.
yā ayyuhan-nāsu inna wa'dallāhi ḥaqqun fa lā tagurrannakumul-ḥayātud-dun-yā wa lā yagurrannakum billāhil-garụr
5. Wahai manusia! Sungguh janji Allah itu benar maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.
6. Sungguh setan itu musuh bagimu maka perlakukanlah ia sebagai musuh karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
allażīna kafarụ lahum 'ażābun syadīd wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lahum magfiratuw wa ajrung kabīr
7. Orang-orang yang kafir mereka akan mendapat azab yang sangat keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
a fa man zuyyina lahụ sū`u 'amalihī fa ra`āhu ḥasanā fa innallāha yuḍillu may yasyā`u wa yahdī may yasyā`u fa lā taż-hab nafsuka 'alaihim ḥasarāt innallāha 'alīmum bimā yaṣna'ụn
8. Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
wallāhullażī arsalar-riyāḥa fa tuṡīru saḥāban fa suqnāhu ilā baladim mayyitin fa aḥyainā bihil-arḍa ba'da mautihā każālikan-nusyụr
9. Dan Allah-lah yang mengirimkan angin; lalu (angin itu) menggerakkan awan maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu.
mang kāna yurīdul-'izzata fa lillāhil-'izzatu jamī'ā ilaihi yaṣ'adul-kalimuṭ-ṭayyibu wal-'amaluṣ-ṣāliḥu yarfa'uh wallażīna yamkurụnas-sayyi`āti lahum 'ażābun syadīd wa makru ulā`ika huwa yabụr
10. Barangsiapa menghendaki kemuliaan maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras dan rencana jahat mereka akan hancur.
wallāhu khalaqakum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma ja'alakum azwājā wa mā taḥmilu min unṡā wa lā taḍa'u illā bi'ilmih wa mā yu'ammaru mim mu'ammariw wa lā yungqaṣu min 'umurihī illā fī kitāb inna żālika 'alallāhi yasīr
11. Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.
wa mā yastawil-baḥrāni hāżā 'ażbun furātun sā`igun syarābuhụ wa hāżā mil-ḥun ujāj wa ming kullin ta`kulụna laḥman ṭariyyaw wa tastakhrijụna ḥilyatan talbasụnahā wa taral-fulka fīhi mawākhira litabtagụ min faḍlihī wa la'allakum tasykurụn
12. Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar segar sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari (masing-masing lautan) itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.
yụlijul-laila fin-nahāri wa yụlijun-nahāra fil-laīl wa sakhkharasy-syamsa wal-qamara kulluy yajrī li`ajalim musammā żālikumullāhu rabbukum lahul-mulk wallażīna tad'ụna min dụnihī mā yamlikụna ming qiṭmīr
13. Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu milik-Nyalah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
in tad'ụhum lā yasma'ụ du'ā`akum walau sami'ụ mastajābụ lakum wa yaumal-qiyāmati yakfurụna bisyirkikum wa lā yunabbi`uka miṡlu khabīr
14. Jika kamu menyeru mereka mereka tidak mendengar seruanmu dan sekiranya mereka mendengar mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti.
wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā wa in tad'u muṡqalatun ilā ḥimlihā lā yuḥmal min-hu syai`uw walau kāna żā qurbā innamā tunżirullażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi wa aqāmuṣ-ṣalāh wa man tazakkā fa innamā yatazakkā linafsih wa ilallāhil-maṣīr
18. Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka yang melaksanakan salat. Dan barangsiapa menyucikan dirinya sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah tempat kembali.
وَمَا يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُ ۙ
wa mā yastawil-a'mā wal-baṣīr
19. Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat
وَلَا الظُّلُمٰتُ وَلَا النُّوْرُۙ
wa laẓ-ẓulumātu wa lan-nụr
20. dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya
وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُوْرُۚ
wa laẓ-ẓillu wa lal-ḥarụr
21. dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas
wa mā yastawil-aḥyā`u wa lal-amwāt innallāha yusmi'u may yasyā` wa mā anta bimusmi'im man fil-qubụr
22. dan tidak (pula) sama orang yang hi-dup dengan orang yang mati. Sungguh Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan engkau (Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.
اِنْ اَنْتَ اِلَّا نَذِيْرٌ
in anta illā nażīr
23. Engkau tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.
innā arsalnāka bil-ḥaqqi basyīraw wa nażīrā wa im min ummatin illā khalā fīhā nażīr
24. Sungguh Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satu pun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan.
wa iy yukażżibụka fa qad każżaballażīna ming qablihim jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināti wa biz-zuburi wa bil-kitābil-munīr
25. Dan jika mereka mendustakanmu maka sungguh orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul); ketika rasul-rasulnya datang dengan membawa keterangan yang nyata (mukjizat) zubur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.
a lam tara annallāha anzala minas-samā`i mā`ā fa akhrajnā bihī ṡamarātim mukhtalifan alwānuhā wa minal-jibāli judadum bīḍuw wa ḥumrum mukhtalifun alwānuhā wa garābību sụd
27. Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan air itu Kami hasilkan buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
wa minan-nāsi wad-dawābbi wal-an'āmi mukhtalifun alwānuhụ każālik innamā yakhsyallāha min 'ibādihil-'ulamā` innallāha 'azīzun gafụr
28. Dan demikian (pula) di antara manusia makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh Allah Mahaperkasa Maha Pengampun.
innallażīna yatlụna kitāballāhi wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa 'alāniyatay yarjụna tijāratal lan tabụr
29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur'an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi
31. Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al-Qur'an) itulah yang benar membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sungguh Allah benar-benar Maha Mengetahui Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.
ṡumma auraṡnal-kitāballażīnaṣṭafainā min 'ibādinā fa min-hum ẓālimul linafsih wa min-hum muqtaṣid wa min-hum sābiqum bil-khairāti bi`iżnillāh żālika huwal-faḍlul-kabīr
32. Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
jannātu 'adniy yadkhulụnahā yuḥallauna fīhā min asāwira min żahabiw wa lu`lu`ā wa libāsuhum fīhā ḥarīr
33. (Mereka akan mendapat) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.
wa qālul-ḥamdu lillāhillażī aż-haba 'annal-ḥazan inna rabbanā lagafụrun syakụr
34. Dan mereka berkata “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun Maha Mensyukuri
wallażīna kafarụ lahum nāru jahannam lā yuqḍā 'alaihim fa yamụtụ wa lā yukhaffafu 'an-hum min 'ażābihā każālika najzī kulla kafụr
36. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.
wa hum yaṣṭarikhụna fīhā rabbanā akhrijnā na'mal ṣāliḥan gairallażī kunnā na'mal a wa lam nu'ammirkum mā yatażakkaru fīhi man tażakkara wa jā`akumun-nażīr fa żụqụ fa mā liẓ-ẓālimīna min naṣīr
37. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu “Ya Tuhan kami keluarkanlah kami (dari neraka) niscaya kami akan mengerjakan kebajikan yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.” (Dikatakan kepada mereka) “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.”
huwallażī ja'alakum khalā`ifa fil-arḍ fa mang kafara fa 'alaihi kufruh wa lā yazīdul-kāfirīna kufruhum 'inda rabbihim illā maqtā wa lā yazīdul-kāfirīna kufruhum illā khasārā
39. Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barangsiapa kafir maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka.
qul a ra`aitum syurakā`akumullażīna tad'ụna min dụnillāh arụnī māżā khalaqụ minal-arḍi am lahum syirkun fis-samāwāt am ātaināhum kitāban fa hum 'alā bayyinatim min-h bal iy ya'iduẓ-ẓālimụna ba'ḍuhum ba'ḍan illā gurụrā
40. Katakanlah “Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah.” Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang zalim itu sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain.
innallāha yumsikus-samāwāti wal-arḍa an tazụlā wa la`in zālatā in amsakahumā min aḥadim mim ba'dih innahụ kāna ḥalīman gafụrā
41. Sungguh Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh Dia Maha Penyantun Maha Pengampun.
wa aqsamụ billāhi jahda aimānihim la`in jā`ahum nażīrul layakụnunna ahdā min iḥdal-umam fa lammā jā`ahum nażīrum mā zādahum illā nufụrā
42. Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka tidak menambah (apa-apa) kepada mereka bahkan semakin jauh mereka dari (kebenaran)
istikbāran fil-arḍi wa makras-sayyi` wa lā yaḥīqul-makrus-sayyi`u illā bi`ahlih fa hal yanẓurụna illā sunnatal-awwalīn fa lan tajida lisunnatillāhi tabdīlā wa lan tajida lisunnatillāhi taḥwīlā
43. karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.
a wa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna 'āqibatullażīna ming qablihim wa kānū asyadda min-hum quwwah wa mā kānallāhu liyu'jizahụ min syai`in fis-samāwāti wa lā fil-arḍ innahụ kāna 'alīmang qadīrā
44. Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sungguh Dia Maha Mengetahui Mahakuasa.
walau yu`ākhiżullāhun-nāsa bimā kasabụ mā taraka 'alā ẓahrihā min dābbatiw wa lākiy yu`akhkhiruhum ilā ajalim musammā fa iżā jā`a ajaluhum fa innallāha kāna bi'ibādihī baṣīrā
45. Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.
36. Yasin
يٰسۤ ۚ
yā sīn
1. Ya Sin
وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ
wal-qur`ānil-ḥakīm
2. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah
اِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۙ
innaka laminal-mursalīn
3. sungguh engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul
عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ
'alā ṣirāṭim mustaqīm
4. (yang berada) di atas jalan yang lurus
تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ
tanzīlal-'azīzir-raḥīm
5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa Maha Penyayang
wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn
9. Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
wa sawā`un 'alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn
10. Dan sama saja bagi mereka apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka mereka tidak akan beriman juga.
innamā tunżiru manittaba'aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm
11. Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn
12. Sungguh Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh).
iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa 'azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn
14. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga maka ketiga (utusan itu) berkata “Sungguh kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”
qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn
15. Mereka (penduduk negeri) menjawab “Kamu ini hanyalah manusia seperti kami dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka.”
18. Mereka menjawab “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh jika kamu tidak berhenti (menyeru kami) niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”
qālụ ṭā`irukum ma'akum a in żukkirtum bal antum qaumum musrifụn
19. Mereka (utusan-utusan) itu berkata “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
a attakhiżu min dụnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni 'annī syafā'atuhum syai`aw wa lā yungqiżụn
23. Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.
اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
innī iżal lafī ḍalālim mubīn
24. Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِۗ
innī āmantu birabbikum fasma'ụn
25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)-ku.”
a lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurụni annahum ilaihim lā yarji'ụn
31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.
wa āyatul lahumul-arḍul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā min-hā ḥabban fa min-hu ya`kulụn
33. Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.
sub-ḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-arḍu wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lamụn
36. Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum muẓlimụn
37. Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan
39. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
wa iżā qīla lahumuttaqụ mā baina aidīkum wa mā khalfakum la'allakum tur-ḥamụn
45. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat.”
wa iżā qīla lahum anfiqụ mimmā razaqakumullāhu qālallażīna kafarụ lillażīna āmanū a nuṭ'imu mal lau yasyā`ullāhu aṭ'amahū in antum illā fī ḍalālim mubīn
47. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu” orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
qālụ yā wailanā mam ba'aṡanā mim marqadinā hāżā mā wa'adar-raḥmānu wa ṣadaqal-mursalụn
52. Mereka berkata “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).
54. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.
al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasy-hadu arjuluhum bimā kānụ yaksibụn
65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
walau nasyā`u laṭamasnā 'alā a'yunihim fastabaquṣ-ṣirāṭa fa annā yubṣirụn
66. Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
walau nasyā`u lamasakhnāhum 'alā makānatihim famastaṭā'ụ muḍiyyaw wa lā yarji'ụn
67. Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.
wa mā 'allamnāhusy-syi'ra wa mā yambagī lah in huwa illā żikruw wa qur`ānum mubīn
69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas
a wa lam yarau annā khalaqnā lahum mimmā 'amilat aidīnā an'āman fa hum lahā mālikụn
71. Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah menciptakan hewan ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami lalu mereka menguasainya?
fa lā yaḥzungka qauluhum innā na'lamu mā yusirrụna wa mā yu'linụn
76. Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah qāla may yuḥyil-'iẓāma wa hiya ramīm
78. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”
a wa laisallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin 'alā ay yakhluqa miṡlahum balā wa huwal-khallāqul-'alīm
81. Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar dan Dia Maha Pencipta Maha Mengetahui.
fastaftihim a hum asyaddu khalqan am man khalaqnā innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib
11. Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah) “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ
bal 'ajibta wa yaskharụn
12. Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).
وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ
wa iżā żukkirụ lā yażkurụn
13. Dan apabila mereka diberi peringatan mereka tidak mengindahkannya.
وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ
wa iżā ra`au āyatay yastaskhirụn
14. Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah mereka memperolok-olokkan.
وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ
wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīn
15. Dan mereka berkata “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
102. Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya (Ibrahim) berkata “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ
fa lammā aslamā wa tallahụ lil-jabīn
103. Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya) (untuk melaksanakan perintah Allah).
wa bāraknā 'alaihi wa 'alā is-ḥāq wa min żurriyyatihimā muḥsinuw wa ẓālimul linafsihī mubīn
113. Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ
wa laqad manannā 'alā mụsā wa hārụn
114. Dan sungguh Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
149. Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) “Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?”
wa ja'alụ bainahụ wa bainal-jinnati nasabā wa laqad 'alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarụn
158. Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka)
سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ
sub-ḥanallāhi 'ammā yaṣifụn
159. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
160. kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
فَاِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَۙ
fa innakum wa mā ta'budụn
161. Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu
مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِيْنَۙ
mā antum 'alaihi bifātinīn
162. tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah
اِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيْمِ
illā man huwa ṣālil-jaḥīm
163. kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.
وَمَا مِنَّآ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌۙ
wa mā minnā illā lahụ maqāmum ma'lụm
164. Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu
وَاِنَّا لَنَحْنُ الصَّۤافُّوْنَۖ
wa innā lanaḥnuṣ-ṣāffụn
165. dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
وَاِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ
wa innā lanaḥnul-musabbiḥụn
166. Dan sungguh kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).
وَاِنْ كَانُوْا لَيَقُوْلُوْنَۙ
wa ing kānụ layaqụlụn
167. Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekah) benar-benar pernah berkata
3. Betapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.
4. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata, "Orang ini adalah pesihir yang banyak berdusta."
6. Lalu pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), "Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.
8. mengapa Al-Qur'an itu diturunkan kepada dia di antara kita?" Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur'an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).
10. Atau apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).
22. ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, "Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zhalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
23. Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja, lalu dia berkata, "Serahkanlah (kambingmu) itu kepadaku! Dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan."
24. Dia (Dawud) berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zhalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zhalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu." Dan Dawud menduga bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.
26. (Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."
27. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
28. Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat?
29. Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
34. Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat.
35. Dia berkata, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi."
43. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.
44. Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).
46. Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
59. (Dikatakan kepada mereka), "Ini rombongan besar (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)." Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka (kata pemimpin-pemimpin mereka).
60. (Para pengikut mereka menjawab), "Sebenarnya kamulah yang (lebih pan-tas) tidak menerima ucapan selamat datang, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka itulah seburuk-buruk tempat menetap."
61. Mereka berkata (lagi), "Ya Tuhan kami, barangsiapa menjerumuskan kami ke dalam (azab) ini, maka tambahkanlah azab kepadanya dua kali lipat di dalam neraka."
62. Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina).
75. (Allah) berfirman, "Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?"
2. Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.
alā lillāhid-dīnul-khāliṣ wallażīnattakhażụ min dụnihī auliyā` mā na'buduhum illā liyuqarribụnā ilallāhi zulfā innallāha yaḥkumu bainahum fī mā hum fīhi yakhtalifụn innallāha lā yahdī man huwa kāżibung kaffār
3. Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata) “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.
lau arādallāhu ay yattakhiża waladal laṣṭafā mimmā yakhluqu mā yasyā`u sub-ḥānah huwallāhul-wāḥidul-qahhār
4. Sekiranya Allah hendak mengambil anak tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa Mahaperkasa.
khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq yukawwirul-laila 'alan-nahāri wa yukawwirun-nahāra 'alal-laili wa sakhkharasy-syamsa wal-qamar kulluy yajrī li`ajalim musammā alā huwal-'azīzul-gaffār
5. Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia Maha Pengampun.
6. Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah Tuhan kamu Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan?
in takfurụ fa innallāha ganiyyun 'angkum wa lā yarḍā li'ibādihil-kufr wa in tasykurụ yarḍahu lakum wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā ṡumma ilā rabbikum marji'ukum fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn innahụ 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
7. Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu).
wa iżā massal-insāna ḍurrun da'ā rabbahụ munīban ilaihi ṡumma iżā khawwalahụ ni'matam min-hu nasiya mā kāna yad'ū ilaihi ming qablu wa ja'ala lillāhi andādal liyuḍilla 'an sabīlih qul tamatta' bikufrika qalīlan innaka min aṣ-ḥābin-nār
8. Dan apabila manusia ditimpa bencana dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah “Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh kamu termasuk penghuni neraka.”
am man huwa qānitun ānā`al-laili sājidaw wa qā`imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjụ raḥmata rabbih qul hal yastawillażīna ya'lamụna wallażīna lā ya'lamụn innamā yatażakkaru ulul-albāb
9. (Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.
10. Katakanlah (Muhammad) “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
fa'budụ mā syi`tum min dụnih qul innal-khāsirīnallażīna khasirū anfusahum wa ahlīhim yaumal-qiyāmah alā żālika huwal-khusrānul-mubīn
15. Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik). Katakanlah “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
lahum min fauqihim ẓulalum minan-nāri wa min taḥtihim ẓulal żālika yukhawwifullāhu bihī 'ibādah yā 'ibādi fattaqụn
16. Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). “Wahai hamba-hamba-Ku maka bertakwalah kepada-Ku.”
wallażīnajtanabuṭ-ṭāgụta ay ya'budụhā wa anābū ilallāhi lahumul-busyrā fa basysyir 'ibād
17. Dan orang-orang yang menjauhi tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku
allażīna yastami'ụnal-qaula fa yattabi'ụna aḥsanah ulā`ikallażīna hadāhumullāhu wa ulā`ika hum ulul-albāb
18. (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.
a fa man ḥaqqa 'alaihi kalimatul-'ażāb a fa anta tungqiżu man fin-nār
19. Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?
lākinillażīnattaqau rabbahum lahum gurafum min fauqihā gurafum mabniyyatun tajrī min taḥtihal-an-hār wa'dallāh lā yukhlifullāhul-mī'ād
20. Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat kamar-kamar (di surga) di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat) yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya).
a lam tara annallāha anzala minas-samā`i mā`an fa salakahụ yanābī'a fil-arḍi ṡumma yukhriju bihī zar'am mukhtalifan alwānuhụ ṡumma yahīju fa tarāhu muṣfarran ṡumma yaj'aluhụ huṭāmā inna fī żālika lażikrā li`ulil-albāb
21. Apakah engkau tidak memperhatikan bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya kemudian menjadi kering lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.
a fa man syaraḥallāhu ṣadrahụ lil-islāmi fa huwa 'alā nụrim mir rabbih fa wailul lil-qāsiyati qulụbuhum min żikrillāh ulā`ika fī ḍalālim mubīn
22. Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
allāhu nazzala aḥsanal-ḥadīṡi kitābam mutasyābiham maṡāniya taqsya'irru min-hu julụdullażīna yakhsyauna rabbahum ṡumma talīnu julụduhum wa qulụbuhum ilā żikrillāh żālika hudallāhi yahdī bihī may yasyā` wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min hād
23. Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.
a fa may yattaqī biwaj-hihī sū`al-'ażābi yaumal-qiyāmah wa qīla liẓ-ẓālimīna żụqụ mā kuntum taksibụn
24. Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim “Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan.”
ḍaraballāhu maṡalar rajulan fīhi syurakā`u mutasyākisụna wa rajulan salamal lirajulin hal yastawiyāni maṡalā al-ḥamdu lillāh bal akṡaruhum lā ya'lamụn
29. Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
اِنَّكَ مَيِّتٌ وَّاِنَّهُمْ مَّيِّتُوْنَ ۖ
innaka mayyituw wa innahum mayyitụn
30. Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula).
fa man aẓlamu mim mang każaba 'alallāhi wa każżaba biṣ-ṣidqi iż jā`ah a laisa fī jahannama maṡwal lil-kāfirīn
32. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir?
liyukaffirallāhu 'an-hum aswa`allażī 'amilụ wa yajziyahum ajrahum bi-aḥsanillażī kānụ ya'malụn
35. agar Allah menghapus perbuatan mereka yang paling buruk yang pernah mereka lakukan dan memberi pahala kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang mereka kerjakan.
a laisallāhu bikāfin 'abdah wa yukhawwifụnaka billażīna min dụnih wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min hād
36. Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan (sesembahan) yang selain Dia. Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
wa may yahdillāhu fa mā lahụ mim muḍill a laisallāhu bi'azīzin żintiqām
37. Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa dan mempunyai (kekuasaan untuk) menghukum?
wa la`in sa`altahum man khalaqas-samāwāti wal-arḍa layaqụlunnallāh qul a fa ra`aitum mā tad'ụna min dụnillāhi in arādaniyallāhu biḍurrin hal hunna kāsyifātu ḍurrihī au arādanī biraḥmatin hal hunna mumsikātu raḥmatih qul ḥasbiyallāh 'alaihi yatawakkalul-mutawakkilụn
38. Dan sungguh jika engkau tanyakan kepada mereka “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab “Allah.” Katakanlah “Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah “Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri.”
innā anzalnā 'alaikal-kitāba lin-nāsi bil-ḥaqq fa manihtadā fa linafsih wa man ḍalla fa innamā yaḍillu 'alaihā wa mā anta 'alaihim biwakīl
41. Sungguh Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) dengan membawa kebenaran untuk manusia; barangsiapa mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri dan siapa sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri dan engkau bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.
42. Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.
amittakhażụ min dụnillāhi syufa'ā` qul a walau kānụ lā yamlikụna syai`aw wa lā ya'qilụn
43. Ataukah mereka mengambil penolong selain Allah. Katakanlah “Apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatu apa pun dan tidak mengerti?”
wa iżā żukirallāhu waḥdahusyma`azzat qulụbullażīna lā yu`minụna bil-ākhirah wa iżā żukirallażīna min dụnihī iżā hum yastabsyirụn
45. Dan apabila yang disebut hanya nama Allah kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut tiba-tiba mereka menjadi bergembira.
46. Katakanlah “Ya Allah Pencipta langit dan bumi yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan.”
walau anna lillażīna ẓalamụ mā fil-arḍi jamī'aw wa miṡlahụ ma'ahụ laftadau bihī min sū`il-'ażābi yaumal-qiyāmah wa badā lahum minallāhi mā lam yakụnụ yaḥtasibụn
47. Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai segala apa yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari azab yang buruk pada hari Kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan.
fa iżā massal-insāna ḍurrun da'ānā ṡumma iżā khawwalnāhu ni'matam minnā qāla innamā ụtītuhụ 'alā 'ilm bal hiya fitnatuw wa lākinna akṡarahum lā ya'lamụn
49. Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya itu adalah ujian tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
fa aṣābahum sayyi`ātu mā kasabụ wallażīna ẓalamụ min hā`ulā`i sayuṣībuhum sayyi`ātu mā kasabụ wa mā hum bimu'jizīn
51. Lalu mereka ditimpa (bencana) dari akibat buruk apa yang mereka perbuat. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka juga akan ditimpa (bencana) dari akibat buruk apa yang mereka kerjakan dan mereka tidak dapat melepaskan diri.
a wa lam ya'lamū annallāha yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yu`minụn
52. Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
53. Katakanlah “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh Dialah Yang Maha Pengampun Maha Penyayang.
wattabi'ū aḥsana mā unzila ilaikum mir rabbikum ming qabli ay ya`tiyakumul-'ażābu bagtataw wa antum lā tasy'urụn
55. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur'an) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak sedang kamu tidak menyadarinya
an taqụla nafsuy yā ḥasratā 'alā mā farrattu fī jambillāhi wa ing kuntu laminas-sākhirīn
56. agar jangan ada orang yang mengatakan ‘Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)’
balā qad jā`atka āyātī fa każżabta bihā wastakbarta wa kunta minal-kāfirīn
59. Sungguh sebenarnya keterangan-keterangan-Ku telah datang kepadamu tetapi kamu mendustakannya malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir.”
wa yaumal-qiyāmati tarallażīna każabụ 'alallāhi wujụhuhum muswaddah a laisa fī jahannama maṡwal lil-mutakabbirīn
60. Dan pada hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah wajahnya menghitam. Bukankah neraka Jahanam itu tempat tinggal bagi orang yang menyombongkan diri?
wa laqad ụḥiya ilaika wa ilallażīna ming qablik la`in asyrakta layaḥbaṭanna 'amaluka wa latakụnanna minal-khāsirīn
65. Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu “Sungguh jika engkau mempersekutukan (Allah) niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.
بَلِ اللّٰهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ
balillāha fa'bud wa kum minasy-syākirīn
66. Karena itu hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur.”
wa mā qadarullāha ḥaqqa qadrihī wal-arḍu jamī'ang qabḍatuhụ yaumal-qiyāmati was-samāwātu maṭwiyyātum biyamīnih sub-ḥānahụ wa ta'ālā 'ammā yusyrikụn
67. Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
wa nufikha fiṣ-ṣụri fa ṣa'iqa man fis-samāwāti wa man fil-arḍi illā man syā`allāh ṡumma nufikha fīhi ukhrā fa iżā hum qiyāmuy yanẓurụn
68. Dan sangkakala pun ditiup maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).
wa asyraqatil-arḍu binụri rabbihā wa wuḍi'al-kitābu wajī`a bin-nabiyyīna wasy-syuhadā`i wa quḍiya bainahum bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn
69. Dan bumi (padang Mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing) nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil sedang mereka tidak dirugikan.
wa wuffiyat kullu nafsim mā 'amilat wa huwa a'lamu bimā yaf'alụn
70. Dan kepada setiap jiwa diberi balasan dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.
wa sīqallażīna kafarū ilā jahannama zumarā ḥattā iżā jā`ụhā futiḥat abwābuhā wa qāla lahum khazanatuhā a lam ya`tikum rusulum mingkum yatlụna 'alaikum āyāti rabbikum wa yunżirụnakum liqā`a yaumikum hāżā qālụ balā wa lākin ḥaqqat kalimatul-'ażābi 'alal-kāfirīn
71. Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka “Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?” Mereka menjawab “Benar ada” tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.
qīladkhulū abwāba jahannama khālidīna fīhā fa bi`sa maṡwal-mutakabbirīn
72. Dikatakan (kepada mereka) “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu (kamu) kekal di dalamnya.” Maka (neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
wa sīqallażīnattaqau rabbahum ilal-jannati zumarā ḥattā iżā jā`ụhā wa futiḥat abwābuhā wa qāla lahum khazanatuhā salāmun 'alaikum ṭibtum fadkhulụhā khālidīn
73. Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan penjaga-penjaganya berkata kepada mereka “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu berbahagialah kamu! Maka masuklah kamu kekal di dalamnya.”
wa qālul-ḥamdu lillāhillażī ṣadaqanā wa'dahụ wa auraṡanal-arḍa natabawwa`u minal-jannati ḥaiṡu nasyā` fa ni'ma ajrul-'āmilīn
74. Dan mereka berkata “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki.” Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
wa taral-malā`ikata ḥāffīna min ḥaulil-'arsyi yusabbiḥụna biḥamdi rabbihim wa quḍiya bainahum bil-ḥaqqi wa qīlal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
75. Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan “Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”
gāfiriż-żambi wa qābilit-taubi syadīdil-'iqābi żiṭ-ṭaụl lā ilāha illā huw ilaihil-maṣīr
3. yang mengampuni dosa dan menerima tobat dan keras hukuman-Nya; yang memiliki karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah (semua makhluk) kembali.
4. Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah engkau (Muhammad) tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri.
każżabat qablahum qaumu nụḥiw wal-aḥzābu mim ba'dihim wa hammat kullu ummatim birasụlihim liya`khużụhu wa jādalụ bil-bāṭili liyud-ḥiḍụ bihil-ḥaqqa fa akhażtuhum fa kaifa kāna 'iqāb
5. Sebelum mereka kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan (rasul) dan setiap umat telah merencanakan (tipu daya) terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran; karena itu Aku tawan mereka (dengan azab). Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?
allażīna yaḥmilụnal-'arsya wa man ḥaulahụ yusabbiḥụna biḥamdi rabbihim wa yu`minụna bihī wa yastagfirụna lillażīna āmanụ rabbanā wasi'ta kulla syai`ir raḥmataw wa 'ilman fagfir lillażīna tābụ wattaba'ụ sabīlaka wa qihim 'ażābal-jaḥīm
7. (Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata) “Ya Tuhan kami rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.
rabbanā wa adkhil-hum jannāti 'adninillatī wa'attahum wa man ṣalaḥa min ābā`ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim innaka antal-'azīzul-ḥakīm
8. Ya Tuhan kami masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka istri-istri dan keturunan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana
wa qihimus-sayyi`āt wa man taqis-sayyi`āti yauma`iżin fa qad raḥimtah wa żālika huwal-fauzul-'aẓīm
9. dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu maka sungguh Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.”
innallażīna kafarụ yunādauna lamaqtullāhi akbaru mim maqtikum anfusakum iż tud'auna ilal-īmāni fa takfurụn
10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada mereka (pada hari Kiamat) diserukan “Sungguh kebencian Allah (kepadamu) jauh lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri ketika kamu diseru untuk beriman lalu kamu mengingkarinya.”
qālụ rabbanā amattanaṡnataini wa aḥyaitanaṡnataini fa'tarafnā biżunụbinā fa hal ilā khurụjim min sabīl
11. Mereka menjawab “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula) lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”
12. Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah dipersekutukan kamu percaya. Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi Mahabesar.
huwallażī yurīkum āyātihī wa yunazzilu lakum minas-samā`i rizqā wa mā yatażakkaru illā may yunīb
13. Dialah yang memperlihatkan tanda-tanda (kekuasaan)-Nya kepadamu dan menurunkan rezeki dari langit untukmu. Dan tidak lain yang mendapat pelajaran hanyalah orang-orang yang kembali (kepada Allah).
rafī'ud-darajāti żul-'arsy yulqir-rụḥa min amrihī 'alā may yasyā`u min 'ibādihī liyunżira yaumat-talāq
15. (Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya yang memiliki ’Arsy yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat)
16. (yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman) “Milik siapakah kerajaan pada hari ini?” Milik Allah Yang Maha Esa Maha Mengalahkan.
17. Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sungguh Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
wa anżir-hum yaumal-āzifati iżil-qulụbu ladal-ḥanājiri kāẓimīn mā liẓ-ẓālimīna min ḥamīmiw wa lā syafī'iy yuṭā'
18. Dan berilah mereka peringatan akan hari yang semakin dekat (hari Kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan karena menahan kesedihan. Tidak ada seorang pun teman setia bagi orang yang zalim dan tidak ada baginya seorang penolong yang diterima (pertolongannya).
20. Dan Allah memutuskan dengan kebenaran. Sedang mereka yang disembah selain-Nya tidak mampu memutuskan dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar Maha Melihat.
a wa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna 'āqibatullażīna kānụ ming qablihim kānụ hum asyadda min-hum quwwataw wa āṡāran fil-arḍi fa akhażahumullāhu biżunụbihim wa mā kāna lahum minallāhi miw wāq
21. Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) peninggalan-peninggalan (peradaban)nya di bumi tetapi Allah mengazab mereka karena dosa-dosanya. Dan tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah.
żālika bi`annahum kānat ta`tīhim rusuluhum bil-bayyināti fa kafarụ fa akhażahumullāh innahụ qawiyyun syadīdul-'iqāb
22. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka ingkar; maka Allah mengazab mereka. Sungguh Dia Mahakuat Mahakeras hukuman-Nya.
fa lammā jā`ahum bil-ḥaqqi min 'indinā qāluqtulū abnā`allażīna āmanụ ma'ahụ wastaḥyụ nisā`ahum wa mā kaidul-kāfirīna illā fī ḍalāl
25. Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa kebenaran dari Kami mereka berkata “Bunuhlah anak-anak laki-laki dari orang-orang yang beriman bersama dia dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka.” Namun tipu daya orang-orang kafir itu sia-sia belaka.
wa qāla fir'aunu żarụnī aqtul mụsā walyad'u rabbah innī akhāfu ay yubaddila dīnakum au ay yuẓ-hira fil-arḍil-fasād
26. Dan Fir‘aun berkata (kepada pembesar-pembesarnya) “Biar aku yang membunuh Musa dan suruh dia memohon kepada Tuhannya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di bumi.”
wa qāla mụsā innī 'użtu birabbī wa rabbikum ming kulli mutakabbiril lā yu`minu biyaumil-ḥisāb
27. Dan (Musa) berkata “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari perhitungan.”
wa qāla rajulum mu`minum min āli fir'auna yaktumu īmānahū a taqtulụna rajulan ay yaqụla rabbiyallāhu wa qad jā`akum bil-bayyināti mir rabbikum wa iy yaku kāżiban fa 'alaihi każibuh wa iy yaku ṣādiqay yuṣibkum ba'ḍullażī ya'idukum innallāha lā yahdī man huwa musrifung każżāb
28. Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir‘aun yang menyembunyikan imannya berkata “Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata “Tuhanku adalah Allah” padahal sungguh dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang akan menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika dia seorang yang benar nis-caya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.
yā qaumi lakumul-mulkul-yauma ẓāhirīna fil-arḍi fa may yanṣurunā mim ba`sillāhi in jā`anā qāla fir'aunu mā urīkum illā mā arā wa mā ahdīkum illā sabīlar-rasyād
29. Wahai kaumku! Pada hari ini kerajaan ada padamu dengan berkuasa di bumi tetapi siapa yang akan menolong kita dari azab Allah jika (azab itu) menimpa kita?” Fir‘aun berkata “Aku hanya mengemukakan kepadamu apa yang aku pandang baik; dan aku hanya menunjukkan kepadamu jalan yang benar.”
wa qālallażī āmana yā qaumi innī akhāfu 'alaikum miṡla yaumil-aḥzāb
30. Dan orang yang beriman itu berkata “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti hari kehancuran golongan yang bersekutu
miṡla da`bi qaumi nụḥiw wa 'ādiw wa ṡamụda wallażīna mim ba'dihim wa mallāhu yurīdu ẓulmal lil-'ibād
31. (yakni) seperti kebiasaan kaum Nuh ’Ad samud dan orang-orang yang datang setelah mereka. Padahal Allah tidak menghendaki kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.”
yauma tuwallụna mudbirīn mā lakum minallāhi min 'āṣim wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min hād
33. (yaitu) pada hari (ketika) kamu berpaling ke belakang (lari) tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan kamu dari (azab) Allah. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah niscaya tidak ada sesuatu pun yang mampu memberi petunjuk.”
wa laqad jā`akum yụsufu ming qablu bil-bayyināti fa mā ziltum fī syakkim mimmā jā`akum bih hattā iżā halaka qultum lay yab'aṡallāhu mim ba'dihī rasụlā każālika yuḍillullāhu man huwa musrifum murtāb
34. Dan sungguh sebelum itu Yusuf telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata tetapi kamu senantiasa meragukan apa yang dibawanya bahkan ketika dia wafat kamu berkata “Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun setelahnya.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas dan ragu-ragu
35. (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Sangat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang.
asbābas-samāwāti fa aṭṭali'a ilā ilāhi mụsā wa innī la`aẓunnuhụ kāżibā wa każālika zuyyina lifir'auna sū`u 'amalihī wa ṣudda 'anis-sabīl wa mā kaidu fir'auna illā fī tabāb
37. (yaitu) pintu-pintu langit agar aku dapat melihat Tuhannya Musa tetapi aku tetap memandangnya seorang pendusta.” Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir‘aun perbuatan buruknya itu dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir‘aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.
man 'amila sayyi`atan fa lā yujzā illā miṡlahā wa man 'amila ṣāliḥam min żakarin au unṡā wa huwa mu`minun fa ulā`ika yadkhulụnal-jannata yurzaqụna fīhā bigairi ḥisāb
40. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman maka mereka akan masuk surga mereka diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga.
tad'ụnanī li`akfura billāhi wa usyrika bihī mā laisa lī bihī 'ilmuw wa ana ad'ụkum ilal-'azīzil-gaffār
42. (Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Mahaperkasa Maha Pengampun?
lā jarama annamā tad'ụnanī ilaihi laisa lahụ da'watun fid-dun-yā wa lā fil-ākhirati wa anna maraddanā ilallāhi wa annal-musrifīna hum aṣ-ḥābun-nār
43. Sudah pasti bahwa apa yang kamu serukan aku kepadanya bukanlah suatu seruan yang berguna baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya tempat kembali kita pasti kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas mereka itu akan menjadi penghuni neraka.
44. Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”
an-nāru yu'raḍụna 'alaihā guduwwaw wa 'asyiyyā wa yauma taqụmus-sā'ah adkhilū āla fir'auna asyaddal-'ażāb
46. Kepada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan) “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!”
wa iż yataḥājjụna fin-nāri fa yaqụlud-du'afā`u lillażīnastakbarū innā kunnā lakum taba'an fa hal antum mugnụna 'annā naṣībam minan-nār
47. Dan (Ingatlah) ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka maka orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka yang menimpa kami?”
qālallażīnastakbarū innā kullun fīhā innallāha qad ḥakama bainal-'ibād
48. Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).”
wa qālallażīna fin-nāri likhazanati jahannamad'ụ rabbakum yukhaffif 'annā yaumam minal-'ażāb
49. Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam “Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja.”
qālū a wa lam taku ta`tīkum rusulukum bil-bayyināt qālụ balā qālụ fad'ụ wa mā du'ā`ul-kāfirīna illā fī ḍalāl
50. Maka (penjaga-penjaga Jahanam) berkata “Apakah rasul-rasul belum datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata?” Mereka menjawab “Benar sudah datang.” (Penjaga-penjaga Jahanam) berkata “Berdoalah kamu (sendiri!)” Namun doa orang-orang kafir itu sia-sia belaka.
innā lananṣuru rusulanā wallażīna āmanụ fil-ḥayātid-dun-yā wa yauma yaqụmul-asy-hād
51. Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat)
55. Maka bersabarlah kamu sesungguhnya janji Allah itu benar dan mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.
56. Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sungguh Dia Maha Mendengar Maha Melihat.
wa mā yastawil-a'mā wal-baṣīru wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa lal-musī` qalīlam mā tatażakkarụn
58. Dan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat dan tidak (sama) pula orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Hanya sedikit sekali yang kamu ambil pelajaran.
60. Dan Tuhanmu berfirman “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
61. Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat padanya; (dan menjadikan) siang terang benderang. Sungguh Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
allāhullażī ja'ala lakumul-arḍa qarāraw was-samā`a binā`aw wa ṣawwarakum fa aḥsana ṣuwarakum wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāt żālikumullāhu rabbukum fa tabārakallāhu rabbul-'ālamīn
64. Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap dan membentukmu lalu memperindah rupamu serta memberimu rezeki dari yang baik-baik. Demikianlah Allah Tuhanmu Mahasuci Allah Tuhan seluruh alam.
65. Dialah yang hidup kekal tidak ada tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
qul innī nuhītu an a'budallażīna tad'ụna min dụnillāhi lammā jā`aniyal-bayyinātu mir rabbī wa umirtu an uslima lirabbil-'ālamīn
66. Katakanlah (Muhammad) “Sungguh aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”
huwallażī khalaqakum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma min 'alaqatin ṡumma yukhrijukum ṭiflan ṡumma litablugū asyuddakum ṡumma litakụnụ syuyụkhā wa mingkum may yutawaffā ming qablu wa litablugū ajalam musammaw wa la'allakum ta'qilụn
67. Dialah yang menciptakanmu dari tanah kemudian dari setetes mani lalu dari segumpal darah kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan agar kamu mengerti.
huwallażī yuḥyī wa yumīt fa iżā qaḍā amran fa innamā yaqụlu lahụ kun fa yakụn
68. Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak menetapkan sesuatu urusan Dia hanya berkata kepadanya “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.
allażīna każżabụ bil-kitābi wa bimā arsalnā bihī rusulanā fa saufa ya'lamụn
70. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Kitab (Al-Qur'an) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui
min dụnillāh qālụ ḍallụ 'annā bal lam nakun nad'ụ ming qablu syai`ā każālika yuḍillullāhul-kāfirīn
74. (yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab “Mereka telah hilang lenyap dari kami bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir.
żālikum bimā kuntum tafraḥụna fil-arḍi bigairil-ḥaqqi wa bimā kuntum tamraḥụn
75. Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).
udkhulū abwāba jahannama khālidīna fīhā fa bi`sa maṡwal-mutakabbirīn
76. (Dikatakan kepada mereka) “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.”
faṣbir inna wa'dallāhi ḥaqq fa immā nuriyannaka ba'ḍallażī na'iduhum au natawaffayannaka fa ilainā yurja'ụn
77. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sesungguhnya janji Allah itu benar. Meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka atau pun Kami wafatkan engkau (sebelum ajal menimpa mereka) namun kepada Kamilah mereka dikembalikan.
wa laqad arsalnā rusulam ming qablika min-hum mang qaṣaṣnā 'alaika wa min-hum mal lam naqṣuṣ 'alaīk wa mā kāna lirasụlin ay ya`tiya bi`āyatin illā bi`iżnillāh fa iżā jā`a amrullāhi quḍiya bil-ḥaqqi wa khasira hunālikal-mubṭilụn
78. Dan sungguh Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.
wa lakum fīhā manāfi'u wa litablugụ 'alaihā ḥājatan fī ṣudụrikum wa 'alaihā wa 'alal-fulki tuḥmalụn
80. Dan bagi kamu (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain padanya (hewan ternak itu) dan agar kamu mencapai suatu keperluan (tujuan) yang tersimpan dalam hatimu (dengan mengendarainya). Dan dengan mengendarai binatang-binatang itu dan di atas kapal mereka diangkut.
a fa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna 'āqibatullażīna ming qablihim kānū akṡara min-hum wa asyadda quwwataw wa āṡāran fil-arḍi fa mā agnā 'an-hum mā kānụ yaksibụn
82. Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
fa lammā jā`at-hum rusuluhum bil-bayyināti fariḥụ bimā 'indahum minal-'ilmi wa ḥāqa bihim mā kānụ bihī yastahzi`ụn
83. Maka ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata mereka merasa senang dengan ilmu yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka memperolok-olokkannya.
fa lammā ra`au ba`sanā qālū āmannā billāhi waḥdahụ wa kafarnā bimā kunnā bihī musyrikīn
84. Maka ketika mereka melihat azab Kami mereka berkata “Kami hanya beriman kepada Allah saja dan kami ingkar kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.”
fa lam yaku yanfa'uhum īmānuhum lammā ra`au ba`sanā sunnatallāhillatī qad khalat fī 'ibādih wa khasira hunālikal-kāfirụn
85. Maka iman mereka ketika mereka telah melihat azab Kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang kafir.
41. Fussilat
حٰمۤ ۚ
ḥā mīm
1. Ha Mim
تَنْزِيْلٌ مِّنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۚ
tanzīlum minar-raḥmānir-raḥīm
2. (Al-Qur'an ini) diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
wa qālụ qulụbunā fī akinnatim mimmā tad'ụnā ilaihi wa fī āżāninā waqruw wa mim baininā wa bainika ḥijābun fa'mal innanā 'āmilụn
5. Dan mereka berkata “Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat dan di antara kami dan engkau ada dinding karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu) sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami).”
qul innamā ana basyarum miṡlukum yụḥā ilayya annamā ilāhukum ilāhuw wāḥidun fastaqīmū ilaihi wastagfirụh wa wailul lil-musyrikīn
6. Katakanlah (Muhammad) “Aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya)
qul a innakum latakfurụna billażī khalaqal-arḍa fī yaumaini wa taj'alụna lahū andādā żālika rabbul-'ālamīn
9. Katakanlah “Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan seluruh alam.”
wa ja'ala fīhā rawāsiya min fauqihā wa bāraka fīhā wa qaddara fīhā aqwātahā fī arba'ati ayyām sawā`al lis-sā`ilīn
10. Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)nya dalam empat masa memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang memerlukannya.
ṡummastawā ilas-samā`i wa hiya dukhānun fa qāla lahā wa lil-arḍi`tiyā ṭau'an au karhā qālatā atainā ṭā`i'īn
11. Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab “Kami datang dengan patuh.”
fa qaḍāhunna sab'a samāwātin fī yaumaini wa auḥā fī kulli samā`in amrahā wa zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ḥifẓā żālika taqdīrul-'azīzil-'alīm
12. Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi) Kami hiasi dengan bintang-bintang dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa Maha Mengetahui.
iż jā`at-humur-rusulu mim baini aidīhim wa min khalfihim allā ta'budū illallāh qālụ lau syā`a rabbunā la`anzala malā`ikatan fa innā bimā ursiltum bihī kāfirụn
14. Ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka (dengan menyerukan) “Janganlah kamu menyembah selain Allah.” Mereka menjawab “Kalau Tuhan kami menghendaki tentu Dia menurunkan malaikat-malaikat-Nya maka sesungguhnya kami mengingkari wahyu yang engkau diutus menyampaikannya.”
fa ammā 'ādun fastakbarụ fil-arḍi bigairil-ḥaqqi wa qālụ man asyaddu minnā quwwah a wa lam yarau annallāhallażī khalaqahum huwa asyaddu min-hum quwwah wa kānụ bi`āyātinā yaj-ḥadụn
15. Maka adapun kaum ‘Ad mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
fa arsalnā 'alaihim rīḥan ṣarṣaran fī ayyāmin naḥisātil linużīqahum 'ażābal-khizyi fil-ḥayātid-dun-yā wa la'ażābul-ākhirati akhzā wa hum lā yunṣarụn
16. Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan.
wa ammā ṡamụdu fa hadaināhum fastaḥabbul-'amā 'alal-hudā fa akhażat-hum ṣā'iqatul-'ażābil-hụni bimā kānụ yaksibụn
17. Dan adapun kaum Samud mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu maka mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.
wa qālụ lijulụdihim lima syahittum 'alainā qālū anṭaqanallāhullażī anṭaqa kulla syai`iw wa huwa khalaqakum awwala marratiw wa ilaihi turja'ụn
21. Dan mereka berkata kepada kulit mereka “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” (Kulit) mereka men-jawab “Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara dan Dialah yang menciptakan kamu yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”
wa mā kuntum tastatirụna ay yasy-hada 'alaikum sam'ukum wa lā abṣārukum wa lā julụdukum wa lākin ẓanantum annallāha lā ya'lamu kaṡīram mimmā ta'malụn
22. Dan kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran penglihatan dan kulitmu terhadapmu ) bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.
wa żālikum ẓannukumullażī ẓanantum birabbikum ardākum fa aṣbaḥtum minal-khāsirīn
23. Dan itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu (dugaan itu) telah membinasakan kamu sehingga jadilah kamu termasuk orang yang rugi.
fa iy yaṣbirụ fan-nāru maṡwal lahum wa iy yasta'tibụ fa mā hum minal-mu'tabīn
24. Meskipun mereka bersabar (atas azab neraka) maka nerakalah tempat tinggal mereka dan jika mereka minta belas kasihan maka mereka itu tidak termasuk orang yang pantas dikasihani.
wa qayyaḍnā lahum quranā`a fa zayyanụ lahum mā baina aidīhim wa mā khalfahum wa ḥaqqa 'alaihimul-qaulu fī umaming qad khalat ming qablihim minal-jinni wal-ins innahum kānụ khāsirīn
25. Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman (setan) yang memuji-muji apa saja yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka putusan azab bersama umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari (golongan) jin dan manusia. Sungguh mereka adalah orang-orang yang rugi.
wa qālallażīna kafarụ lā tasma'ụ lihāżal-qur`āni walgau fīhi la'allakum taglibụn
26. Dan orang-orang yang kafir berkata “Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya agar kamu dapat mengalahkan (mereka).”
fa lanużīqannallażīna kafarụ 'ażāban syadīdaw wa lanajziyannahum aswa`allażī kānụ ya'malụn
27. Maka sungguh akan Kami timpakan azab yang keras kepada orang-orang yang kafir itu dan sungguh akan Kami beri balasan mereka dengan seburuk-buruk balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
28. Demikianlah balasan (terhadap) musuh-musuh Allah (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami.
29. Dan orang-orang yang kafir berkata “Ya Tuhan kami perlihatkanlah kepada kami dua golongan yang telah menyesatkan kami yaitu (golongan) jin dan manusia agar kami letakkan keduanya di bawah telapak kaki kami agar kedua golongan itu menjadi yang paling bawah (hina).”
innallażīna qālụ rabbunallāhu ṡummastaqāmụ tatanazzalu 'alaihimul-malā`ikatu allā takhāfụ wa lā taḥzanụ wa absyirụ bil-jannatillatī kuntum tụ'adụn
30. Sesungguhnya orang-orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
naḥnu auliyā`ukum fil-ḥayātid-dun-yā wa fil-ākhirah wa lakum fīhā mā tasytahī anfusukum wa lakum fīhā mā tadda'ụn
31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.
نُزُلًا مِّنْ غَفُوْرٍ رَّحِيْمٍ
nuzulam min gafụrir raḥīm
32. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa man aḥsanu qaulam mim man da'ā ilallāhi wa 'amila ṣāliḥaw wa qāla innanī minal-muslimīn
33. Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata “Sungguh aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”
wa lā tastawil-ḥasanatu wa las-sayyi`ah idfa' billatī hiya aḥsanu fa iżallażī bainaka wa bainahụ 'adāwatung ka`annahụ waliyyun ḥamīm
34. Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik sehingga orang yang ada rasa permusuhan an-tara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.
wa mā yulaqqāhā illallażīna ṣabarụ wa mā yulaqqāhā illā żụ ḥaẓẓin 'aẓīm
35. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
wa min āyātihil-lailu wan-nahāru wasy-syamsu wal-qamar lā tasjudụ lisy-syamsi wa lā lil-qamari wasjudụ lillāhillażī khalaqahunna ing kuntum iyyāhu ta'budụn
37. Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam siang mata-hari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
fa inistakbarụ fallażīna 'inda rabbika yusabbiḥụna lahụ bil-laili wan-nahāri wa hum lā yas`amụn
38. Jika mereka menyombongkan diri maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari sedang mereka tidak pernah jemu.
wa min āyātihī annaka taral-arḍa khāsyi'atan fa iżā anzalnā 'alaihal-mā`ahtazzat wa rabat innallażī aḥyāhā lamuḥyil-mautā innahụ 'alā kulli syai`ing qadīr
39. Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya engkau melihat bumi itu kering dan tandus tetapi apabila Kami turunkan hujan di atasnya niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Allah) yang menghidupkannya pasti dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
innallażīna yul-ḥidụna fī āyātinā lā yakhfauna 'alainā a fa may yulqā fin-nāri khairun am may ya`tī āminay yaumal-qiyāmah i'malụ mā syi`tum innahụ bimā ta'malụna baṣīr
40. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami mereka tidak tersembunyi dari Kami. Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka yang lebih baik ataukah mereka yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Lakukanlah apa yang kamu kehendaki! Sungguh Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
innallażīna kafarụ biż-żikri lammā jā`ahum wa innahụ lakitābun 'azīz
41. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur'an ketika (Al-Qur'an) itu disampaikan kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka) dan sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah Kitab yang mulia
lā ya`tīhil-bāṭilu mim baini yadaihi wa lā min khalfih tanzīlum min ḥakīmin ḥamīd
42. yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang) yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana Maha Terpuji.
mā yuqālu laka illā mā qad qīla lir-rusuli ming qablik inna rabbaka lażụ magfiratiw wa żụ 'iqābin alīm
43. Apa yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu tidak lain adalah apa yang telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelummu. Sungguh Tuhanmu mempunyai ampunan dan azab yang pedih.
walau ja'alnāhu qur`ānan a'jamiyyal laqālụ lau lā fuṣṣilat āyātuh a a'jamiyyuw wa 'arabiyy qul huwa lillażīna āmanụ hudaw wa syifā` wallażīna lā yu`minụna fī āżānihim waqruw wa huwa 'alaihim 'amā ulā`ika yunādauna mim makānim ba'īd
44. Dan sekiranya Al-Qur'an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur'an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul) orang Arab? Katakanlah “Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”
wa laqad ātainā mụsal-kitāba fakhtulifa fīh walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika laquḍiya bainahum wa innahum lafī syakkim min-hu murīb
45. Dan sungguh telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) lalu diperselisihkan. Sekiranya tidak ada keputusan yang terdahulu dari Tuhanmu orang-orang kafir itu pasti sudah dibinasakan. Dan sesungguhnya mereka benar-benar dalam keraguan yang mendalam terhadapnya.
man 'amila ṣāliḥan falinafsihī wa man asā`a fa 'alaihā wa mā rabbuka biẓallāmil lil-'abīd
46. Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya).
ilaihi yuraddu 'ilmus-sā'ah wa mā takhruju min ṡamarātim min akmāmihā wa mā taḥmilu min unṡā wa lā taḍa'u illā bi'ilmih wa yauma yunādīhim aina syurakā`ī qālū āżannāka mā minnā min syahīd
47. Kepada-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat itu dikembalikan. Tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan yang melahirkan melainkan semuanya dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?” Mereka menjawab “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang dapat memberi kesaksian (bahwa Engkau mempunyai sekutu).”
wa la`in ażaqnāhu raḥmatam minnā mim ba'di ḍarrā`a massat-hu layaqụlanna hāżā lī wa mā aẓunnus-sā'ata qā`imataw wa la`ir ruji'tu ilā rabbī inna lī 'indahụ lal-ḥusnā fa lanunabbi`annallażīna kafarụ bimā 'amilụ wa lanużīqannahum min 'ażābin galīẓ
50. Dan jika Kami berikan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ditimpa kesusahan pastilah dia berkata “Ini adalah hakku dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.” Maka sungguh akan Kami beritahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan dan sungguh akan Kami timpakan kepada mereka azab yang berat.
wa iżā an'amnā 'alal-insāni a'raḍa wa na`ā bijānibih wa iżā massahusy-syarru fa żụ du'ā`in 'arīḍ
51. Dan apabila Kami berikan nikmat kepada manusia dia berpaling dan menjauhkan diri (dengan sombong); tetapi apabila ditimpa malapetaka maka dia banyak berdoa.
qul a ra`aitum ing kāna min 'indillāhi ṡumma kafartum bihī man aḍallu mim man huwa fī syiqāqim ba'īd
52. Katakanlah “Bagaimana pendapatmu jika (Al-Qur'an) itu datang dari sisi Allah kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran)?”
sanurīhim āyātinā fil-āfāqi wa fī anfusihim ḥattā yatabayyana lahum annahul-ḥaqq a wa lam yakfi birabbika annahụ 'alā kulli syai`in syahīd
53. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
takādus-samāwātu yatafaṭṭarna min fauqihinna wal-malā`ikatu yusabbiḥụna biḥamdi rabbihim wa yastagfirụna liman fil-arḍ alā innallāha huwal-gafụrur-raḥīm
5. Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun Maha Penyayang.
wallażīnattakhażụ min dụnihī auliyā`allāhu ḥafīẓun 'alaihim wa mā anta 'alaihim biwakīl
6. Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah Allah mengawasi (perbuatan) mereka; adapun engkau (Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.
wa każālika auḥainā ilaika qur`ānan 'arabiyyal litunżira ummal-qurā wa man ḥaulahā wa tunżira yaumal-jam'i lā raiba fīh farīqun fil-jannati wa farīqun fis-sa'īr
7. Dan demikianlah Kami wahyukan Al-Qur'an kepadamu dalam bahasa Arab agar engkau memberi peringatan kepada penduduk ibukota (Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak diragukan adanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.
walau syā`allāhu laja'alahum ummataw wāḥidataw wa lākiy yudkhilu may yasyā`u fī raḥmatih waẓ-ẓālimụna mā lahum miw waliyyiw wa lā naṣīr
8. Dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia jadikan mereka satu umat tetapi Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka pelindung dan penolong.
amittakhażụ min dụnihī auliyā` fallāhu huwal-waliyyu wa huwa yuḥyil-mautā wa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr
9. Atau mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia? Padahal Allah Dialah pelindung (yang sebenarnya). Dan Dia menghidupkan orang yang mati dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa makhtalaftum fīhi min syai`in fa ḥukmuhū ilallāh żālikumullāhu rabbī 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb
10. Dan apa pun yang kamu perselisihkan padanya tentang sesuatu keputusannya (terserah) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali.
fāṭirus-samāwāti wal-arḍ ja'ala lakum min anfusikum azwājaw wa minal-an'āmi azwājā yażra`ukum fīh laisa kamiṡlihī syaī` wa huwas-samī'ul-baṣīr
11. (Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar Maha Melihat.
12. Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
syara'a lakum minad-dīni mā waṣṣā bihī nụḥaw wallażī auḥainā ilaika wa mā waṣṣainā bihī ibrāhīma wa mụsā wa 'īsā an aqīmud-dīna wa lā tatafarraqụ fīh kabura 'alal-musyrikīna mā tad'ụhum ilaīh allāhu yajtabī ilaihi may yasyā`u wa yahdī ilaihi may yunīb
13. diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).
wa mā tafarraqū illā mim ba'di mā jā`ahumul-'ilmu bagyam bainahum walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika ilā ajalim musammal laquḍiya bainahum wa innallażīna ụriṡul-kitāba mim ba'dihim lafī syakkim min-hu murīb
14. Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad) benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al-Qur'an) itu.
fa liżālika fad' wastaqim kamā umirt wa lā tattabi' ahwā`ahum wa qul āmantu bimā anzalallāhu ming kitāb wa umirtu li`a'dila bainakum allāhu rabbunā wa rabbukum lanā a'mālunā wa lakum a'mālukum lā ḥujjata bainanā wa bainakum allāhu yajma'u bainanā wa ilaihil-maṣīr
15. Karena itu serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.”
wallażīna yuḥājjụna fillāhi mim ba'di mastujība lahụ ḥujjatuhum dāḥiḍatun 'inda rabbihim wa 'alaihim gaḍabuw wa lahum 'ażābun syadīd
16. Dan orang-orang yang berbantah-bantah tentang (agama) Allah setelah (agama itu) diterima perbantahan mereka itu sia-sia di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan mereka mendapat azab yang sangat keras.
18. Orang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat meminta agar hari itu segera terjadi dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh.
mang kāna yurīdu ḥarṡal-ākhirati nazid lahụ fī ḥarṡih wa mang kāna yurīdu ḥarṡad-dun-yā nu`tihī min-hā wa mā lahụ fil-ākhirati min naṣīb
20. Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia) tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.
am lahum syurakā`u syara'ụ lahum minad-dīni mā lam ya`żam bihillāh walau lā kalimatul-faṣli laquḍiya bainahum wa innaẓ-ẓālimīna lahum 'ażābun alīm
21. Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridai) Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih.
taraẓ-ẓālimīna musyfiqīna mimmā kasabụ wa huwa wāqi'um bihim wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fī rauḍātil-jannāt lahum mā yasyā`ụna 'inda rabbihim żālika huwal-faḍlul-kabīr
22. Kamu akan melihat orang-orang zalim itu sangat ketakutan karena (kejahatan-kejahatan) yang telah mereka lakukan dan (azab) menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (berada) di dalam taman-taman surga mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
żālikallażī yubasysyirullāhu 'ibādahullażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāt qul lā as`alukum 'alaihi ajran illal-mawaddata fil-qurbā wa may yaqtarif ḥasanatan nazid lahụ fīhā ḥusnā innallāha gafụrun syakụr
23. Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad) “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Mensyukuri.
am yaqụlụnaftarā 'alallāhi każibā fa iy yasya`illāhu yakhtim 'alā qalbik wa yam-ḥullāhul-bāṭila wa yuḥiqqul-ḥaqqa bikalimātih innahụ 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
24. Ataukah mereka mengatakan “Dia (Muhammad) telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah.” Sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia kunci hatimu. Dan Allah menghapus yang batil dan membenarkan yang benar dengan firman-Nya (Al-Qur'an). Sungguh Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
wa yastajībullażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa yazīduhum min faḍlih wal-kāfirụna lahum 'ażābun syadīd
26. dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras.
27. Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya Maha Melihat.
wa min āyātihī khalqus-samāwāti wal-arḍi wa mā baṡṡa fīhimā min dābbah wa huwa 'alā jam'ihim iżā yasyā`u qadīr
29. Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia kehendaki.
33. Jika Dia menghendaki Dia akan menghentikan angin sehingga jadilah (kapal-kapal) itu terhenti di permukaan laut. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang selalu bersabar dan banyak bersyukur
fa mā ụtītum min syai`in fa matā'ul-ḥayātid-dun-yā wa mā 'indallāhi khairuw wa abqā lillażīna āmanụ wa 'alā rabbihim yatawakkalụn
36. Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal
wallażīnastajābụ lirabbihim wa aqāmuṣ-ṣalāta wa amruhum syụrā bainahum wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn
38. dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka
wa jazā`u sayyi`atin sayyi`atum miṡluhā fa man 'afā wa aṣlaḥa fa ajruhụ 'alallāh innahụ lā yuḥibbuẓ-ẓālimīn
40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang zalim.
42. Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksa yang pedih.
wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ miw waliyyim mim ba'dih wa taraẓ-ẓālimīna lammā ra`awul-'ażāba yaqụlụna hal ilā maraddim min sabīl
44. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah maka tidak ada baginya pelindung setelah itu. Kamu akan melihat orang-orang zalim ketika mereka melihat azab berkata “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?”
wa tarāhum yu'raḍụna 'alaihā khāsyi'īna minaż-żulli yanẓurụna min ṭarfin khafiyy wa qālallażīna āmanū innal-khāsirīnallażīna khasirū anfusahum wa ahlīhim yaumal-qiyāmah alā innaẓ-ẓālimīna fī 'ażābim muqīm
45. Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal.
wa mā kāna lahum min auliyā`a yanṣurụnahum min dụnillāh wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min sabīl
46. Dan mereka tidak akan mempunyai pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah tidak akan ada jalan keluar baginya (untuk mendapat petunjuk).
istajībụ lirabbikum ming qabli ay ya`tiya yaumul lā maradda lahụ minallāh mā lakum mim malja`iy yauma`iżiw wa mā lakum min nakīr
47. Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (atas perintah dari Allah). Pada hari itu kamu tidak memperoleh tempat berlindung dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).
fa in a'raḍụ fa mā arsalnāka 'alaihim ḥafīẓā in 'alaika illal-balāg wa innā iżā ażaqnal-insāna minnā raḥmatan fariḥa bihā wa in tuṣib-hum sayyi`atum bimā qaddamat aidīhim fa innal-insāna kafụr
48. Jika mereka berpaling maka (ingatlah) Kami tidak mengutus engkau sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Dan sungguh apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat dari Kami dia menyambutnya dengan gembira; tetapi jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) sungguh manusia itu sangat ingkar (kepada nikmat).
49. Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki
wa mā kāna libasyarin ay yukallimahullāhu illā waḥyan au miw warā`i ḥijābin au yursila rasụlan fa yụḥiya bi`iżnihī mā yasyā` innahụ 'aliyyun ḥakīm
51. Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh Dia Mahatinggi Mahabijaksana.
wa każālika auḥainā ilaika rụḥam min amrinā mā kunta tadrī mal-kitābu wa lal-īmānu wa lākin ja'alnāhu nụran nahdī bihī man nasyā`u min 'ibādinā wa innaka latahdī ilā ṣirāṭim mustaqīm
52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus
wa la`in sa`altahum man khalaqas-samāwāti wal-arḍa layaqụlunna khalaqahunnal-'azīzul-'alīm
9. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Pastilah mereka akan menjawab “Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa Maha Mengetahui.”
11. Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan) lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
litastawụ 'alā ẓuhụrihī ṡumma tażkurụ ni'mata rabbikum iżastawaitum 'alaihi wa taqụlụ sub-ḥānallażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahụ muqrinīn
13. Agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan “Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya
وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
wa innā ilā rabbinā lamungqalibụn
14. dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
wa iżā busysyira aḥaduhum bimā ḍaraba lir-raḥmāni maṡalan ẓalla waj-huhụ muswaddaw wa huwa kaẓīm
17. Dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih jadilah wajahnya hitam pekat karena menahan sedih (dan marah).
a wa may yunasysya`u fil-ḥilyati wa huwa fil-khiṣāmi gairu mubīn
18. Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.
wa ja'alul-malā`ikatallażīna hum 'ibādur-raḥmāni ināṡā a syahidụ khalqahum satuktabu syahādatuhum wa yus`alụn
19. Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.
wa qālụ lau syā`ar-raḥmānu mā 'abadnāhum mā lahum biżālika min 'ilmin in hum illā yakhruṣụn
20. Dan mereka berkata “Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.
bal qālū innā wajadnā ābā`anā 'alā ummatiw wa innā 'alā āṡārihim muhtadụn
22. Bahkan mereka berkata “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.”
wa każālika mā arsalnā ming qablika fī qaryatim min nażīrin illā qāla mutrafụhā innā wajadnā ābā`anā 'alā ummatiw wa innā 'alā āṡārihim muqtadụn
23. Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.”
24. (Rasul itu) berkata “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang dianut nenek moyangmu.” Mereka menjawab “Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya.”
bal matta'tu hā`ulā`i wa ābā`ahum ḥattā jā`ahumul-ḥaqqu wa rasụlum mubīn
29. Bahkan Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan nenek moyang mereka sampai kebenaran (Al-Qur'an) datang kepada mereka beserta seorang Rasul yang memberi penjelasan.
wa qālụ lau lā nuzzila hāżal-qur`ānu 'alā rajulim minal-qaryataini 'aẓīm
31. Dan mereka (juga) berkata “Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?”
a hum yaqsimụna raḥmata rabbik naḥnu qasamnā bainahum ma'īsyatahum fil-ḥayātid-dun-yā wa rafa'nā ba'ḍahum fauqa ba'ḍin darajātil liyattakhiża ba'ḍuhum ba'ḍan sukhriyyā wa raḥmatu rabbika khairum mimmā yajma'ụn
32. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
walau lā ay yakụnan-nāsu ummataw wāḥidatal laja'alnā limay yakfuru bir-raḥmāni libuyụtihim suqufam min fiḍḍatiw wa ma'ārija 'alaihā yaẓ-harụn
33. Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran) pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih loteng-loteng rumah mereka dari perak demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki
wa zukhrufā wa ing kullu żālika lammā matā'ul-ḥayātid-dun-yā wal-ākhiratu 'inda rabbika lil-muttaqīn
35. dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
wa innahum layaṣuddụnahum 'anis-sabīli wa yaḥsabụna annahum muhtadụn
37. Dan sungguh mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
ḥattā iżā jā`anā qāla yā laita bainī wa bainaka bu'dal-masyriqaini fa bi`sal-qarīn
38. Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata “Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia).”
wa lay yanfa'akumul-yauma iẓ ẓalamtum annakum fil-'ażābi musytarikụn
39. Dan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu.
a fa anta tusmi'uṣ-ṣumma au tahdil-'umya wa mang kāna fī ḍalālim mubīn
40. Maka apakah engkau (Muhammad) dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar atau (dapatkah) engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
fa immā naż-habanna bika fa innā min-hum muntaqimụn
41. Maka sungguh sekiranya Kami mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka (di akhirat)
was`al man arsalnā ming qablika mir rusulinā a ja'alnā min dụnir-raḥmāni ālihatay yu'badụn
45. Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau “Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?”
wa laqad arsalnā mụsā bi`āyātinā ilā fir'auna wa mala`ihī fa qāla innī rasụlu rabbil-'ālamīn
46. Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka dia (Musa) berkata “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seluruh alam.”
wa mā nurīhim min āyatin illā hiya akbaru min ukhtihā wa akhażnāhum bil-'ażābi la'allahum yarji'ụn
48. Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
49. Dan mereka berkata “Wahai pesihir! Berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.”
wa nādā fir'aunu fī qaumihī qāla yā qaumi a laisa lī mulku miṣra wa hāżihil-an-hāru tajrī min taḥtī a fa lā tubṣirụn
51. Dan Fir‘aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?
wa qālū a ālihatunā khairun am huw mā ḍarabụhu laka illā jadalā bal hum qaumun khaṣimụn
58. Dan mereka berkata “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
in huwa illā 'abdun an'amnā 'alaihi wa ja'alnāhu maṡalal libanī isrā`īl
59. Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya dan Kami jadikan dia sebagai contoh pelajaran bagi Bani Israil.
wa innahụ la'ilmul lis-sā'ati fa lā tamtarunna bihā wattabi'ụn hāżā ṣirāṭum mustaqīm
61. Dan sungguh dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
wa lammā jā`a 'īsā bil-bayyināti qāla qad ji`tukum bil-ḥikmati wa li`ubayyina lakum ba'ḍallażī takhtalifụna fīh fattaqullāha wa aṭī'ụn
63. Dan ketika Isa datang membawa keterangan dia berkata “Sungguh aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
fakhtalafal-aḥzābu mim bainihim fa wailul lillażīna ẓalamụ min 'ażābi yaumin alīm
65. Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat).
yuṭāfu 'alaihim biṣiḥāfim min żahabiw wa akwāb wa fīhā mā tasytahīhil-anfusu wa talażżul-a'yun wa antum fīhā khālidụn
71. Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.
am yaḥsabụna annā lā nasma'u sirrahum wa najwāhum balā wa rusulunā ladaihim yaktubụn
80. Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar) dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.
wa tabārakallażī lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa 'indahụ 'ilmus-sā'ah wa ilaihi turja'ụn
85. Dan Mahasuci (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
wa lā yamlikullażīna yad'ụna min dụnihisy-syafā'ata illā man syahida bil-ḥaqqi wa hum ya'lamụn
86. Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafaat (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini.
wa la`in sa`altahum man khalaqahum layaqụlunnallāhu fa annā yu`fakụn
87. Dan jika engkau bertanya kepada mereka “Siapakah yang menciptakan mereka niscaya mereka menjawab “Allah” jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)”
a hum khairun am qaumu tubba'iw wallażīna ming qablihim ahlaknāhum innahum kānụ mujrimīn
37. Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik atau kaum Tubba‘ dan orang-orang yang sebelum mereka yang telah Kami binasakan karena mereka itu adalah orang-orang yang sungguh berdosa.
wa fī khalqikum wa mā yabuṡṡu min dābbatin āyātul liqaumiy yụqinụn
4. Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (di bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini
wakhtilāfil-laili wan-nahāri wa mā anzalallāhu minas-samā`i mir rizqin fa aḥyā bihil-arḍa ba'da mautihā wa taṣrīfir-riyāḥi āyātul liqaumiy ya'qilụn
5. dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dengan (air hujan) itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering); dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.
tilka āyātullāhi natlụhā 'alaika bil-ḥaqq fa bi`ayyi ḥadīṡim ba'dallāhi wa āyātihī yu`minụn
6. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setelah Allah dan ayat-ayat-Nya.
وَيْلٌ لِّكُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍۙ
wailul likulli affākin aṡīm
7. Celakalah bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa
8. (yaitu) orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka peringatkanlah dia dengan azab yang pedih.
wa iżā 'alima min āyātinā syai`anittakhażahā huzuwā ulā`ika lahum 'ażābum muhīn
9. Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami maka (ayat-ayat itu) dijadikan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan.
miw warā`ihim jahannam wa lā yugnī 'an-hum mā kasabụ syai`aw wa lā mattakhażụ min dụnillāhi auliyā` wa lahum 'ażābun 'aẓīm
10. Di hadapan mereka neraka Jahanam dan tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun apa yang telah mereka kerjakan dan tidak pula (bermanfaat) apa yang mereka jadikan sebagai pelindung-pelindung (mereka) selain Allah. Dan mereka akan mendapat azab yang besar.
allāhullażī sakhkhara lakumul-baḥra litajriyal-fulku fīhi bi`amrihī wa litabtagụ min faḍlihī wa la'allakum tasykurụn
12. Allah-lah yang menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya dan agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.
wa sakhkhara lakum mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi jamī'am min-h inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn
13. Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.
14. Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas suatu kaum sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
man 'amila ṣāliḥan fa linafsih wa man asā`a fa 'alaihā ṡumma ilā rabbikum turja'ụn
15. Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka itu adalah untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan kejahatan maka itu akan menimpa dirinya sendiri kemudian kepada Tuhanmu kamu dikembalikan.
wa laqad ātainā banī isrā`īlal-kitāba wal-ḥukma wan-nubuwwata wa razaqnāhum minaṭ-ṭayyibāti wa faḍḍalnāhum 'alal-'ālamīn
16. Dan sungguh kepada Bani Israil telah Kami berikan Kitab (Taurat) kekuasaan dan kenabian Kami anugerahkan kepada mereka rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masa itu).
17. Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih kecuali setelah datang ilmu kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sungguh Tuhanmu akan memberi putusan kepada mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang selalu mereka perselisihkan.
18. Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu maka ikutilah (syariat itu) dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui.
19. Sungguh mereka tidak akan dapat menghindarkan engkau sedikit pun dari (azab) Allah. Dan sungguh orang-orang yang zalim itu sebagian menjadi pelindung atas sebagian yang lain sedangkan Allah pelindung bagi orang-orang yang bertakwa.
am ḥasiballażīnajtaraḥus-sayyi`āti an naj'alahum kallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti sawā`am maḥyāhum wa mamātuhum sā`a mā yaḥkumụn
21. Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu mengira bahwa Kami akan memperlakukan mereka seperti orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan yaitu sama dalam kehidupan dan kematian mere-ka? Alangkah buruknya penilaian mereka itu.
wa khalaqallāhus-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqqi wa litujzā kullu nafsim bimā kasabat wa hum lā yuẓlamụn
22. Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya dan mereka tidak akan dirugikan.
a fa ra`aita manittakhaża ilāhahụ hawāhu wa aḍallahullāhu 'alā 'ilmiw wa khatama 'alā sam'ihī wa qalbihī wa ja'ala 'alā baṣarihī gisyāwah fa may yahdīhi mim ba'dillāh a fa lā tażakkarụn
23. Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
wa qālụ mā hiya illā ḥayātunad-dun-yā namụtu wa naḥyā wa mā yuhlikunā illad-dahr wa mā lahum biżālika min 'ilm in hum illā yaẓunnụn
24. Dan mereka berkata “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu mereka hanyalah menduga-duga saja.
wa iżā tutlā 'alaihim āyātunā bayyinātim mā kāna ḥujjatahum illā ang qālu`tụ bi`ābā`inā ing kuntum ṣādiqīn
25. Dan apabila kepada mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas tidak ada bantahan mereka selain mengatakan “Hidupkanlah kembali nenek moyang kami jika kamu orang yang benar.”
26. Katakanlah “Allah yang menghidupkan kemudian mematikan kamu setelah itu mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ wa yauma taqụmus-sā'atu yauma`iżiy yakhsarul-mubṭilụn
27. Dan milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya Kiamat akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan (dosa).
28. Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.
29. (Allah berfirman) “Inilah Kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.”
fa ammallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fa yudkhiluhum rabbuhum fī raḥmatih żālika huwal-fauzul-mubīn
30. Maka adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Demikian itulah kemenangan yang nyata.
wa ammallażīna kafarụ a fa lam takun āyātī tutlā 'alaikum fastakbartum wa kuntum qaumam mujrimīn
31. Dan adapun (kepada) orang-orang yang kafir (difirmankan) “Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu tetapi kamu menyombongkan diri dan kamu menjadi orang-orang yang berbuat dosa?”
wa iżā qīla inna wa'dallāhi ḥaqquw was-sā'atu lā raiba fīhā qultum mā nadrī mas-sā'atu in naẓunnu illā ẓannaw wa mā naḥnu bimustaiqinīn
32. Dan apabila dikatakan (kepadamu) “Sungguh janji Allah itu benar dan hari Kiamat itu tidak diragukan adanya” kamu menjawab “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu kami hanyalah menduga-duga saja dan kami tidak yakin.”
wa qīlal-yauma nansākum kamā nasītum liqā`a yaumikum hāżā wa ma`wākumun-nāru wa mā lakum min nāṣirīn
34. Dan kepada mereka dikatakan “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini; dan tempat kembalimu ialah neraka dan se-kali-kali tidak akan ada penolong bagimu.
żālikum bi`annakumuttakhażtum āyātillāhi huzuwaw wa garratkumul-ḥayātud-dun-yā fal-yauma lā yukhrajụna min-hā wa lā hum yusta'tabụn
35. Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia.” Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertobat.
mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqqi wa ajalim musamman wallażīna kafarụ 'ammā unżirụ mu'riḍụn
3. Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Namun orang-orang yang kafir berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka.
qul a ra`aitum mā tad'ụna min dụnillāhi arụnī māżā khalaqụ minal-arḍi am lahum syirkun fis-samāwāti`tụnī bikitābim ming qabli hāżā au aṡāratim min 'ilmin ing kuntum ṣādiqīn
4. Katakanlah (Muhammad) “Terangkanlah (kepadaku) tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi atau adakah peran serta mereka dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepadaku kitab yang sebelum (Al-Qur'an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu) jika kamu orang yang benar.”
wa man aḍallu mim may yad'ụ min dụnillāhi mal lā yastajību lahū ilā yaumil-qiyāmati wa hum 'an du'ā`ihim gāfilụn
5. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah (sembahan) yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?
wa iżā ḥusyiran-nāsu kānụ lahum a'dā`aw wa kānụ bi'ibādatihim kāfirīn
6. Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari Kiamat) sesembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan yang mereka lakukan kepadanya.
7. Dan apabila mereka dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas orang-orang yang kafir berkata ketika kebenaran itu datang kepada mereka “Ini adalah sihir yang nyata.”
am yaqụlụnaftarāh qul iniftaraituhụ fa lā tamlikụna lī minallāhi syai`ā huwa a'lamu bimā tufīḍụna fīh kafā bihī syahīdam bainī wa bainakum wa huwal-gafụrur-raḥīm
8. Bahkan mereka berkata “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al-Qur'an).” Katakanlah “Jika aku mengada-adakannya maka kamu tidak kuasa sedikit pun menghindarkan aku dari (azab) Allah. Dia lebih tahu apa yang kamu percakapkan tentang Al-Qur'an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dengan kamu. Dia Maha Pengampun Maha Penyayang.”
qul mā kuntu bid'am minar-rusuli wa mā adrī mā yuf'alu bī wa lā bikum in attabi'u illā mā yụḥā ilayya wa mā ana illā nażīrum mubīn
9. Katakanlah (Muhammad) “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan terhadapmu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku hanyalah pemberi peringatan yang menjelaskan.”
qul ara`aitum ing kāna min 'indillāhi wa kafartum bihī wa syahida syāhidum mim banī isrā`īla 'alā miṡlihī fa āmana wastakbartum innallāha lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
10. Katakanlah “Terangkanlah kepadaku bagaimana pendapatmu jika sebenarnya (Al-Qur'an) ini datang dari Allah dan kamu mengingkarinya padahal ada seorang saksi dari Bani Israil yang mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur'an lalu dia beriman kamu menyombongkan diri. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
wa qālallażīna kafarụ lillażīna āmanụ lau kāna khairam mā sabaqụnā ilaīh wa iż lam yahtadụ bihī fa sayaqụlụna hāżā ifkung qadīm
11. Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman “Sekiranya Al-Qur'an itu sesuatu yang baik tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.” Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata “Ini adalah dusta yang lama.”
wa ming qablihī kitābu mụsā imāmaw wa raḥmah wa hāżā kitābum muṣaddiqul lisānan 'arabiyyal liyunżirallażīna ẓalamụ wa busyrā lil-muḥsinīn
12. Dan sebelum (Al-Qur'an) itu telah ada Kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan (Al-Qur'an) ini adalah Kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
innallażīna qālụ rabbunallāhu ṡummastaqāmụ fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn
13. Sesungguhnya orang-orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka tetap istiqamah tidak ada rasa khawatir pada mereka dan mereka tidak (pula) bersedih hati.
wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi iḥsānā ḥamalat-hu ummuhụ kurhaw wa waḍa'at-hu kurhā wa ḥamluhụ wa fiṣāluhụ ṡalāṡụna syahrā ḥattā iżā balaga asyuddahụ wa balaga arba'īna sanatang qāla rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa aṣliḥ lī fī żurriyyatī innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn
15. Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa “Ya Tuhanku berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh aku termasuk orang muslim.”
16. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan dan (orang-orang) yang Kami maafkan kesalahan-kesalahannya (mereka akan menjadi) penghuni-penghuni surga. Itu janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.
wallażī qāla liwālidaihi uffil lakumā ata'idāninī an ukhraja wa qad khalatil-qurụnu ming qablī wa humā yastagīṡānillāha wailaka āmin inna wa'dallāhi ḥaqq fa yaqụlu mā hāżā illā asāṭīrul-awwalīn
17. Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya “Ah.” Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur) padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata) “Celaka kamu berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu benar.” Lalu dia (anak itu) berkata “Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu.”
ulā`ikallażīna ḥaqqa 'alaihimul-qaulu fī umaming qad khalat ming qablihim minal-jinni wal-ins innahum kānụ khāsirīn
18. Mereka itu orang-orang yang telah pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat dahulu sebelum mereka dari (golongan) jin dan manusia. Mereka adalah orang-orang yang rugi.
wa likullin darajātum mimmā 'amilụ wa liyuwaffiyahum a'mālahum wa hum lā yuẓlamụn
19. Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan.
20. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka) “Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Allah).”
ważkur akhā 'ād iż anżara qaumahụ bil-aḥqāfi wa qad khalatin-nużuru mim baini yadaihi wa min khalfihī allā ta'budū illallāh innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumin 'aẓīm
21. Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya (dengan berkata) “Janganlah kamu menyembah selain Allah aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar.”
qālū a ji`tanā lita`fikanā 'an ālihatinā fa`tinā bimā ta'idunā ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
22. Mereka menjawab “Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah engkau ancamkan kepada kami jika engkau termasuk orang yang benar.”
qāla innamal-'ilmu 'indallāhi wa uballigukum mā ursiltu bihī wa lākinnī arākum qauman taj-halụn
23. Dia (Hud) berkata “Sesungguhnya ilmu (tentang itu) hanya pada Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang diwahyukan kepadaku tetapi aku melihat kamu adalah kaum yang berlaku bodoh.”
fa lammā ra`auhu 'āriḍam mustaqbila audiyatihim qālụ hāżā 'āriḍum mumṭirunā bal huwa masta'jaltum bih rīḥun fīhā 'ażābun alīm
24. Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka mereka berkata “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih
25. yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya sehingga mereka (kaum ‘Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.
wa laqad makkannāhum fīmā im makkannākum fīhi wa ja'alnā lahum sam'aw wa abṣāraw wa af`idatan fa mā agnā 'an-hum sam'uhum wa lā abṣāruhum wa lā af`idatuhum min syai`in iż kānụ yaj-ḥadụna bi`āyātillāhi wa ḥāqa bihim mā kānụ bihī yastahzi`ụn
26. Dan sungguh Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran penglihatan dan hati; tetapi pendengaran penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka.
wa laqad ahlaknā mā ḥaulakum minal-qurā wa ṣarrafnal-āyāti la'allahum yarji'ụn
27. Dan sungguh telah Kami binasakan negeri-negeri di sekitarmu dan juga telah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) agar mereka kembali (bertobat).
falau lā naṣarahumullażīnattakhażụ min dụnillāhi qurbānan ālihah bal ḍallụ 'an-hum wa żālika ifkuhum wa mā kānụ yaftarụn
28. Maka mengapa (berhala-berhala dan tuhan-tuhan) yang mereka sembah selain Allah untuk mendekatkan diri (kepada-Nya) tidak dapat menolong mereka? Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka? Dan itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.
wa iż ṣarafnā ilaika nafaram minal-jinni yastami'ụnal-qur`ān fa lammā ḥaḍarụhu qālū anṣitụ fa lammā quḍiya wallau ilā qaumihim munżirīn
29. Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!” Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.
qālụ yā qaumanā innā sami'nā kitāban unzila mim ba'di mụsā muṣaddiqal limā baina yadaihi yahdī ilal-ḥaqqi wa ilā ṭarīqim mustaqīm
30. Mereka berkata “Wahai kaum kami! Sungguh kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan setelah Musa membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
yā qaumanā ajībụ dā'iyallāhi wa āminụ bihī yagfir lakum min żunụbikum wa yujirkum min 'ażābin alīm
31. Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang (Muhammad) yang menyeru kepada Allah. Dan berimanlah kepada-Nya niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
wa mal lā yujib dā'iyallāhi fa laisa bimu'jizin fil-arḍi wa laisa lahụ min dụnihī auliyā` ulā`ika fī ḍalālim mubīn
32. Dan barang siapa tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah (Muhammad) maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksa Allah di bumi padahal tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.”
a wa lam yarau annallāhallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa lam ya'ya bikhalqihinna biqādirin 'alā ay yuḥyiyal-mautā balā innahụ 'alā kulli syai`ing qadīr
33. Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah; sungguh Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
wa yauma yu'raḍullażīna kafarụ 'alan-nār a laisa hāżā bil-ḥaqq qālụ balā wa rabbinā qāla fa żụqul-'ażāba bimā kuntum takfurụn
34. Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang yang kafir dihadapkan kepada neraka (mereka akan ditanya) “Bukankah (azab) ini benar?” Mereka menjawab “Ya benar demi Tuhan kami.” Allah berfirman “Maka rasakanlah azab ini disebabkan dahulu kamu mengingkarinya.”
faṣbir kamā ṣabara ulul-'azmi minar-rusuli wa lā tasta'jil lahum ka`annahum yauma yarauna mā yụ'adụna lam yalbaṡū illā sā'atam min nahār balāg fa hal yuhlaku illal-qaumul-fāsiqụn
35. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah).
wallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa āmanụ bimā nuzzila 'alā muḥammadiw wa huwal-ḥaqqu mir rabbihim kaffara 'an-hum sayyi`ātihim wa aṣlaḥa bālahum
2. Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan kebajikan serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad; dan itulah kebenaran dari Tuhan mereka; Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.
żālika bi`annallażīna kafaruttaba'ul-bāṭila wa annallażīna āmanuttaba'ul-ḥaqqa mir rabbihim każālika yaḍribullāhu lin-nāsi amṡālahum
3. Yang demikian itu karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil (sesat) dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia.
fa iżā laqītumullażīna kafarụ fa ḍarbar-riqāb ḥattā iżā aṡkhantumụhum fa syuddul-waṡāqa fa immā mannam ba'du wa immā fidā`an ḥattā taḍa'al-ḥarbu auzārahā żālika walau yasyā`ullāhu lantaṣara min-hum wa lākil liyabluwa ba'ḍakum biba'ḍ wallażīna qutilụ fī sabīlillāhi fa lay yuḍilla a'mālahum
4. Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir (di medan perang) maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka tawanlah mereka dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai. Demikianlah dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka.
سَيَهْدِيْهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْۚ
sayahdīhim wa yuṣliḥu bālahum
5. Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka
وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ
wa yudkhiluhumul-jannata 'arrafahā lahum
6. dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.
a fa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna 'āqibatullażīna ming qablihim dammarallāhu 'alaihim wa lil-kāfirīna amṡāluhā
10. Maka apakah mereka tidak pernah mengadakan perjalanan di bumi sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Allah telah membinasakan mereka dan bagi orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa itu.
innallāha yudkhilullażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār wallażīna kafarụ yatamatta'ụna wa ya`kulụna kamā ta`kulul-an'āmu wan-nāru maṡwal lahum
12. Sungguh Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka.
wa ka`ayyim ming qaryatin hiya asyaddu quwwatam ming qaryatikallatī akhrajatk ahlaknāhum fa lā nāṣira lahum
13. Dan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka.
a fa mang kāna 'alā bayyinatim mir rabbihī kaman zuyyina lahụ sū`u 'amalihī wattaba'ū ahwā`ahum
14. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya itu dan mengikuti keinginannya?
maṡalul-jannatillatī wu'idal-muttaqụn fīhā an-hārum mim mā`in gairi āsin wa an-hārum mil labanil lam yatagayyar ṭa'muh wa an-hārum min khamril lażżatil lisy-syāribīn wa an-hārum min 'asalim muṣaffā wa lahum fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti wa magfiratum mir rabbihim kaman huwa khālidun fin-nāri wa suqụ mā`an ḥamīman fa qaṭṭa'a am'ā`ahum
15. Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong?
wa min-hum may yastami'u ilaīk ḥattā iżā kharajụ min 'indika qālụ lillażīna ụtul-'ilma māżā qāla ānifā ulā`ikallażīna ṭaba'allāhu 'alā qulụbihim wattaba'ū ahwā`ahum
16. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad) tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu (sahabat-sahabat Nabi) “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah dan mengikuti keinginannya.
fa hal yanẓurụna illas-sā'ata an ta`tiyahum bagtah fa qad jā`a asyrāṭuhā fa annā lahum iżā jā`at-hum żikrāhum
18. Maka apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat yang akan datang kepada mereka secara tiba-tiba karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila (hari Kiamat) itu sudah datang?
fa'lam annahụ lā ilāha illallāhu wastagfir liżambika wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt wallāhu ya'lamu mutaqallabakum wa maṡwākum
19. Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.
wa yaqụlullażīna āmanụ lau lā nuzzilat sụrah fa iżā unzilat sụratum muḥkamatuw wa żukira fīhal-qitālu ra`aitallażīna fī qulụbihim maraḍuy yanẓurụna ilaika naẓaral-magsyiyyi 'alaihi minal-maụt fa aulā lahum
20. Dan orang-orang yang beriman berkata “Mengapa tidak ada suatu surah (tentang perintah jihad) yang diturunkan?” Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut (perintah) perang engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka.
ṭā'atuw wa qaulum ma'rụf fa iżā 'azamal-amr falau ṣadaqullāha lakāna khairal lahum
21. (Yang lebih baik bagi mereka adalah) taat (kepada Allah) dan bertutur kata yang baik. Sebab apabila perintah (perang) ditetapkan (mereka tidak menyukainya). Padahal jika mereka benar-benar (beriman) kepada Allah niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.
25. Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka.
26. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang-orang (Yahudi) yang tidak senang kepada apa yang diturunkan Allah “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan” tetapi Allah mengetahui rahasia mereka.
żālika bi`annahumuttaba'ụ mā askhaṭallāha wa karihụ riḍwānahụ fa aḥbaṭa a'mālahum
28. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridaan-Nya; sebab itu Allah menghapus segala amal mereka.
walau nasyā`u la`arainākahum fa la'araftahum bisīmāhum wa lata'rifannahum fī laḥnil-qaụl wallāhu ya'lamu a'mālakum
30. Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami perlihatkan mereka kepadamu (Muhammad) sehingga engkau benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan engkau benar-benar akan mengenal mereka dari nada bicaranya dan Allah mengetahui segala amal perbuatan kamu.
wa lanabluwannakum ḥattā na'lamal-mujāhidīna mingkum waṣ-ṣābirīna wa nabluwa akhbārakum
31. Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.
innallażīna kafarụ wa ṣaddụ 'an sabīlillāhi wa syāqqur-rasụla mim ba'di mā tabayyana lahumul-hudā lay yaḍurrullāha syai`ā wa sayuḥbiṭu a'mālahum
32. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah ada petunjuk yang jelas bagi mereka mereka tidak akan dapat memberi mudarat (bahaya) kepada Allah sedikit pun. Dan kelak Allah menghapus segala amal mereka.
innallażīna kafarụ wa ṣaddụ 'an sabīlillāhi ṡumma mātụ wa hum kuffārun fa lay yagfirallāhu lahum
34. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir maka Allah tidak akan mengampuni mereka.
fa lā tahinụ wa tad'ū ilas-salmi wa antumul-a'laụn wallāhu ma'akum wa lay yatirakum a'mālakum
35. Maka janganlah kamu lemah dan mengajak damai karena kamulah yang lebih unggul dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia tidak akan mengurangi segala amalmu.
innamal-ḥayātud-dun-yā la'ibuw wa lahw wa in tu`minụ wa tattaqụ yu`tikum ujụrakum wa lā yas`alkum amwālakum
36. Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu.
hā`antum hā`ulā`i tud'auna litunfiqụ fī sabīlillāh fa mingkum may yabkhal wa may yabkhal fa innamā yabkhalu 'an nafsih wallāhul-ganiyyu wa antumul-fuqarā` wa in tatawallau yastabdil-qauman gairakum ṡumma lā yakụnū amṡālakum
38. Ingatlah kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).
48. Al Fath
اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ
innā fataḥnā laka fat-ḥam mubīnā
1. Sungguh Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.
liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta`akhkhara wa yutimma ni'matahụ 'alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmā
2. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus
وَّيَنْصُرَكَ اللّٰهُ نَصْرًا عَزِيْزًا
wa yanṣurakallāhu naṣran 'azīzā
3. dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
huwallażī anzalas-sakīnata fī qulụbil-mu`minīna liyazdādū īmānam ma'a īmānihim wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ wa kānallāhu 'alīman ḥakīmā
4. Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana;
liyudkhilal-mu`minīna wal-mu`mināti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa yukaffira 'an-hum sayyi`ātihim wa kāna żālika 'indallāhi fauzan 'aẓīmā
5. Agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar
wa yu'ażżibal-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-musyrikīna wal-musyrikātiẓ-ẓānnīna billāhi ẓannas-saụ` 'alaihim dā`iratus-saụ` wa gaḍiballāhu 'alaihim wa la'anahum wa a'adda lahum jahannam wa sā`at maṣīrā
6. dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan (juga) orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan neraka Jahanam bagi mereka. Dan (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali.
innallażīna yubāyi'ụnaka innamā yubāyi'ụnallāh yadullāhi fauqa aidīhim fa man nakaṡa fa innamā yangkuṡu 'alā nafsih wa man aufā bimā 'āhada 'alaihullāha fa sayu`tīhi ajran 'aẓīmā
10. Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad) sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka maka barangsiapa melanggar janji maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Dia akan memberinya pahala yang besar.
sayaqụlu lakal-mukhallafụna minal-a'rābi syagalatnā amwālunā wa ahlụnā fastagfir lanā yaqụlụna bi`alsinatihim mā laisa fī qulụbihim qul fa may yamliku lakum minallāhi syai`an in arāda bikum ḍarran au arāda bikum naf'ā bal kānallāhu bimā ta'malụna khabīrā
11. Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata kepadamu “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu? Sungguh Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan.”
bal ẓanantum al lay yangqalibar-rasụlu wal-mu`minụna ilā ahlīhim abadaw wa zuyyina żālika fī qulụbikum wa ẓanantum ẓannas-saụ` wa kuntum qaumam bụrā
12. Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk karena itu kamu menjadi kaum yang binasa.
wa mal lam yu`mim billāhi wa rasụlihī fa innā a'tadnā lil-kāfirīna sa'īrā
13. Dan barangsiapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu neraka yang menyala-nyala.
wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ yagfiru limay yasyā`u wa yu'ażżibu may yasyā` wa kānallāhu gafụrar raḥīmā
14. Dan hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan akan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
sayaqụlul-mukhallafụna iżanṭalaqtum ilā magānima lita`khużụhā żarụnā nattabi'kum yurīdụna ay yubaddilụ kalāmallāh qul lan tattabi'ụnā każālikum qālallāhu ming qabl fa sayaqụlụna bal taḥsudụnanā bal kānụ lā yafqahụna illā qalīlā
15. Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.
qul lil-mukhallafīna minal-a'rābi satud'auna ilā qaumin ulī ba`sin syadīdin tuqātilụnahum au yuslimụn fa in tuṭī'ụ yu`tikumullāhu ajran ḥasanā wa in tatawallau kamā tawallaitum ming qablu yu'ażżibkum 'ażāban alīmā
16. Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar kamu harus memerangi mereka kecuali mereka menyerah. Jika kamu patuhi (ajakan itu) Allah akan memberimu pahala yang baik tetapi jika kamu berpaling seperti yang kamu perbuat sebelumnya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.”
laisa 'alal-a'mā ḥarajuw wa lā 'alal-a'raji ḥarajuw wa lā 'alal-marīḍi ḥaraj wa may yuṭi'illāha wa rasụlahụ yudkhil-hu jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār wa may yatawalla yu'ażżib-hu 'ażāban alīmā
17. Tidak ada dosa atas orang-orang yang buta atas orang-orang yang pincang dan atas orang-orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; tetapi barangsiapa berpaling Dia akan mengazabnya dengan azab yang pedih.
laqad raḍiyallāhu 'anil-mu`minīna iż yubāyi'ụnaka taḥtasy-syajarati fa 'alima mā fī qulụbihim fa anzalas-sakīnata 'alaihim wa aṡābahum fat-ḥang qarībā
18. Sungguh Allah telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat
wa 'adakumullāhu magānima kaṡīratan ta`khużụnahā fa 'ajjala lakum hāżihī wa kaffa aidiyan-nāsi 'angkum wa litakụna āyatal lil-mu`minīna wa yahdiyakum ṣirāṭam mustaqīmā
20. Allah menjanjikan kepadamu harta rampasan perang yang banyak yang dapat kamu ambil maka Dia segerakan (harta rampasan perang) ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjukkan kamu ke jalan yang lurus.
wa ukhrā lam taqdirụ 'alaihā qad aḥāṭallāhu bihā wa kānallāhu 'alā kulli syai`ing qadīrā
21. Dan (kemenangan-kemenangan) atas negeri-negeri lain yang tidak dapat kamu perkirakan tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
22. Dan sekiranya orang-orang yang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka akan berbalik melarikan diri (kalah) dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.
wa huwallażī kaffa aidiyahum 'angkum wa aidiyakum 'an-hum bibaṭni makkata mim ba'di an aẓfarakum 'alaihim wa kānallāhu bimā ta'malụna baṣīrā
24. Dan Dialah yang mencegah tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (mencegah) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah (kota) Mekah setelah Allah memenangkan kamu atas mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
humullażīna kafarụ wa ṣaddụkum 'anil-masjidil-ḥarāmi wal-hadya ma'kụfan ay yabluga maḥillah walau lā rijālum mu`minụna wa nisā`um mu`minātul lam ta'lamụhum an taṭa'ụhum fa tuṣībakum min-hum ma'arratum bigairi 'ilm liyudkhilallāhu fī raḥmatihī may yasyā` lau tazayyalụ la'ażżabnallażīna kafarụ min-hum 'ażāban alīmā
25. Merekalah orang-orang kafir yang menghalang-halangi kamu (masuk) Masjidilharam dan menghambat hewan-hewan kurban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau bukanlah karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui tentulah kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan tanpa kamu sadari. Karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka terpisah tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.
iż ja'alallażīna kafarụ fī qulụbihimul-ḥamiyyata ḥamiyyatal-jāhiliyyati fa anzalallāhu sakīnatahụ 'alā rasụlihī wa 'alal-mu`minīna wa alzamahum kalimatat-taqwā wa kānū aḥaqqa bihā wa ahlahā wa kānallāhu bikulli syai`in 'alīmā
26. Ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu) kesombongan jahiliah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin; dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
laqad ṣadaqallāhu rasụlahur-ru`yā bil-ḥaqq latadkhulunnal-masjidal-ḥarāma in syā`allāhu āminīna muḥalliqīna ru`ụsakum wa muqaṣṣirīna lā takhāfụn fa 'alima mā lam ta'lamụ fa ja'ala min dụni żālika fat-ḥang qarībā
27. Sungguh Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam jika Allah menghendaki dalam keadaan aman dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.
huwallażī arsala rasụlahụ bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓ-hirahụ 'alad-dīni kullih wa kafā billāhi syahīdā
28. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
muḥammadur rasụlullāh wallażīna ma'ahū asyiddā`u 'alal-kuffāri ruḥamā`u bainahum tarāhum rukka'an sujjaday yabtagụna faḍlam minallāhi wa riḍwānan sīmāhum fī wujụhihim min aṡaris-sujụd żālika maṡaluhum fit-taurāti wa maṡaluhum fil-injīl kazar'in akhraja syaṭ`ahụ fa āzarahụ fastaglaẓa fastawā 'alā sụqihī yu'jibuz-zurrā'a liyagīẓa bihimul-kuffār wa'adallāhullażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti min-hum magfirataw wa ajran 'aẓīmā
29. Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tuqaddimụ baina yadayillāhi wa rasụlihī wattaqullāh innallāha samī'un 'alīm
1. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tarfa'ū aṣwātakum fauqa ṣautin-nabiyyi wa lā taj-harụ lahụ bil-qauli kajahri ba'ḍikum liba'ḍin an taḥbaṭa a'mālukum wa antum lā tasy'urụn
2. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.
3. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
yā ayyuhallażīna āmanū in jā`akum fāsiqum binaba`in fa tabayyanū an tuṣībụ qaumam bijahālatin fa tuṣbiḥụ 'alā mā fa'altum nādimīn
6. Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
wa'lamū anna fīkum rasụlallāh lau yuṭī'ukum fī kaṡīrim minal-amri la'anittum wa lākinnallāha ḥabbaba ilaikumul-īmāna wa zayyanahụ fī qulụbikum wa karraha ilaikumul-kufra wal-fusụqa wal-'iṣyān ulā`ika humur-rāsyidụn
7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus
wa in ṭā`ifatāni minal-mu`minīnaqtatalụ fa aṣliḥụ bainahumā fa im bagat iḥdāhumā 'alal-ukhrā fa qātilullatī tabgī ḥattā tafī`a ilā amrillāh fa in fā`at fa aṣliḥụ bainahumā bil-'adli wa aqsiṭụ innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn
9. Dan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah) maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlakulah adil. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
innamal-mu`minụna ikhwatun fa aṣliḥụ baina akhawaikum wattaqullāha la'allakum tur-ḥamụn
10. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā yaskhar qaumum ming qaumin 'asā ay yakụnụ khairam min-hum wa lā nisā`um min nisā`in 'asā ay yakunna khairam min-hunn wa lā talmizū anfusakum wa lā tanābazụ bil-alqāb bi`sa lismul-fusụqu ba'dal-īmān wa mal lam yatub fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn
11. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
yā ayyuhallażīna āmanujtanibụ kaṡīram minaẓ-ẓanni inna ba'ḍaẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasụ wa lā yagtab ba'ḍukum ba'ḍā a yuḥibbu aḥadukum ay ya`kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumụh wattaqullāh innallāha tawwābur raḥīm
12. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat Maha Penyayang.
yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ụbaw wa qabā`ila lita'ārafụ inna akramakum 'indallāhi atqākum innallāha 'alīmun khabīr
13. Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui Mahateliti.
qālatil-a'rābu āmannā qul lam tu`minụ wa lāking qụlū aslamnā wa lammā yadkhulil-īmānu fī qulụbikum wa in tuṭī'ullāha wa rasụlahụ lā yalitkum min a'mālikum syai`ā innallāha gafụrur raḥīm
14. Orang-orang Arab Badui berkata “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka) “Kamu belum beriman tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk (Islam)’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.”
innamal-mu`minụnallażīna āmanụ billāhi wa rasụlihī ṡumma lam yartābụ wa jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāh ulā`ika humuṣ-ṣādiqụn
15. Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
qul a tu'allimụnallāha bidīnikum wallāhu ya'lamu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ wallāhu bikulli syai`in 'alīm
16. Katakanlah (kepada mereka) “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu) padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
yamunnụna 'alaika an aslamụ qul lā tamunnụ 'alayya islāmakum balillāhu yamunnu 'alaikum an hadākum lil-īmāni ing kuntum ṣādiqīn
17. Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah “Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan jika kamu orang yang benar.”
bal 'ajibū an jā`ahum munżirum min-hum fa qālal-kāfirụna hāżā syai`un 'ajīb
2. (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri maka berkatalah orang-orang kafir “Ini adalah suatu yang sangat ajaib.”
a fa lam yanẓurū ilas-samā`i fauqahum kaifa banaināhā wa zayyannāhā wa mā lahā min furụj
6. Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya dan tidak terdapat retak-retak sedikit pun?
wa nazzalnā minas-samā`i mā`am mubārakan fa ambatnā bihī jannātiw wa ḥabbal-ḥaṣīd
9. Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen.
وَالنَّخْلَ بٰسِقٰتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيْدٌۙ
wan-nakhla bāsiqātil lahā ṭal'un naḍīd
10. Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun
rizqal lil-'ibādi wa aḥyainā bihī baldatam maitā każālikal-khurụj
11. (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba (Kami) dan Kami hidupkan dengan (air) itu negeri yang mati (tandus). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur).
laqad kunta fī gaflatim min hāżā fa kasyafnā 'angka giṭā`aka fa baṣarukal-yauma ḥadīd
22. Sungguh kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.
وَقَالَ قَرِيْنُهٗ هٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيْدٌۗ
wa qāla qarīnuhụ hāżā mā ladayya 'atīd
23. Dan (malaikat) yang menyertainya berkata “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”
اَلْقِيَا فِيْ جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيْدٍ
alqiyā fī jahannama kulla kaffārin 'anīd
24. (Allah berfirman) “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka Jahanam semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala
مَنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيْبٍۙ
mannā'il lil-khairi mu'tadim murīb
25. yang sangat enggan melakukan kebajikan melampaui batas dan bersikap ragu-ragu
31. Sedangkan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka).
هٰذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِكُلِّ اَوَّابٍ حَفِيْظٍۚ
hāżā mā tụ'adụna likulli awwābin ḥafīẓ
32. (Kepada mereka dikatakan) “Inilah nikmat yang dijanjikan kepadamu (yaitu) kepada setiap hamba yang senantiasa bertobat (kepada Allah) dan memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya).
wa kam ahlaknā qablahum ming qarnin hum asyaddu min-hum baṭsyan fa naqqabụ fil-bilād hal mim maḥīṣ
36. Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?
inna fī żālika lażikrā limang kāna lahụ qalbun au alqas-sam'a wa huwa syahīd
37. Sungguh pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya sedang dia menyaksikannya.
faṣbir 'alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ'isy-syamsi wa qablal-gurụb
39. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.
naḥnu a'lamu bimā yaqụlụna wa mā anta 'alaihim bijabbār fażakkir bil-qur`āni may yakhāfu wa'īd
45. Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku.
51. Az Zariyat
وَالذّٰرِيٰتِ ذَرْوًاۙ
waż-żāriyāti żarwā
1. Demi (angin) yang menerbangkan debu
فَالْحٰمِلٰتِ وِقْرًاۙ
fal-ḥāmilāti wiqrā
2. dan awan yang mengandung (hujan)
فَالْجٰرِيٰتِ يُسْرًاۙ
fal-jāriyāti yusrā
3. dan (kapal-kapal) yang berlayar dengan mudah
فَالْمُقَسِّمٰتِ اَمْرًاۙ
fal-muqassimāti amrā
4. dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan
اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَصَادِقٌۙ
innamā tụ'adụna laṣādiq
5. sungguh apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar
وَّاِنَّ الدِّيْنَ لَوَاقِعٌۗ
wa innad-dīna lawāqi'
6. dan sungguh (hari) pembalasan pasti terjadi.
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْحُبُكِۙ
was-samā`i żātil-ḥubuk
7. Demi langit yang mempunyai jalan-jalan
اِنَّكُمْ لَفِيْ قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍۙ
innakum lafī qaulim mukhtalif
8. sungguh kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat
يُّؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ اُفِكَۗ
yu`faku 'an-hu man ufik
9. dipalingkan darinya (Al-Qur'an dan Rasul) orang yang dipalingkan.
قُتِلَ الْخَرَّاصُوْنَۙ
qutilal-kharrāṣụn
10. Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ غَمْرَةٍ سَاهُوْنَۙ
allażīna hum fī gamratin sāhụn
11. (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan dan kelalaian
يَسْـَٔلُوْنَ اَيَّانَ يَوْمُ الدِّيْنِۗ
yas`alụna ayyāna yaumud-dīn
12. mereka bertanya “Kapankah hari pembalasan itu?”
يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُوْنَ
yauma hum 'alan-nāri yuftanụn
13. (Hari pembalasan itu ialah) pada hari (ketika) mereka diazab di dalam api neraka.
iż dakhalụ 'alaihi fa qālụ salāmā qāla salām qaumum mungkarụn
25. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan “Salaman” (salam) Ibrahim menjawab “Salamun” (salam). (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya.
fa aujasa min-hum khīfah qālụ lā takhaf wa basysyarụhu bigulāmin 'alīm
28. Maka dia (Ibrahim) merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata “Janganlah kamu takut” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).
każālika mā atallażīna ming qablihim mir rasụlin illā qālụ sāḥirun au majnụn
52. Demikianlah setiap kali seorang Rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka mereka (kaumnya) pasti mengatakan “Dia itu pesihir atau orang gila.”
اَتَوَاصَوْا بِهٖۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
a tawāṣau bih bal hum qaumun ṭāgụn
53. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَآ اَنْتَ بِمَلُوْمٍ
fa tawalla 'an-hum fa mā anta bimalụm
54. Maka berpalinglah engkau dari mereka dan engkau sama sekali tidak tercela.
fa inna lillażīna ẓalamụ żanụbam miṡla żanụbi aṣ-ḥābihim fa lā yasta'jilụn
59. Maka sungguh untuk orang-orang yang zalim ada bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.
16. Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); baik kamu bersabar atau tidak sama saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍۙ
innal-muttaqīna fī jannātiw wa na'īm
17. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan
wallażīna āmanụ wattaba'at-hum żurriyyatuhum bi`īmānin alḥaqnā bihim żurriyyatahum wa mā alatnāhum min 'amalihim min syaī` kullumri`im bimā kasaba rahīn
21. Dan orang-orang yang beriman beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
am lahum sullamuy yastami'ụna fīh falya`ti mustami'uhum bisulṭānim mubīn
38. Atau apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.
اَمْ لَهُ الْبَنٰتُ وَلَكُمُ الْبَنُوْنَۗ
am lahul-banātu wa lakumul-banụn
39. Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?
waṣbir liḥukmi rabbika fa innaka bi`a'yuninā wa sabbiḥ biḥamdi rabbika ḥīna taqụm
48. Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun
in hiya illā asmā`un sammaitumụhā antum wa ābā`ukum mā anzalallāhu bihā min sulṭān iy yattabi'ụna illaẓ-ẓanna wa mā tahwal-anfus wa laqad jā`ahum mir rabbihimul-hudā
23. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.
اَمْ لِلْاِنْسَانِ مَا تَمَنّٰىۖ
am lil-insāni mā tamannā
24. Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
فَلِلّٰهِ الْاٰخِرَةُ وَالْاُوْلٰى
fa lillāhil-ākhiratu wal-ụlā
25. (Tidak!) Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
wa kam mim malakin fis-samāwāti lā tugnī syafā'atuhum syai`an illā mim ba'di ay ya`żanallāhu limay yasyā`u wa yarḍā
26. Dan betapa banyak malaikat di langit syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.
wa mā lahum bihī min 'ilm iy yattabi'ụna illaẓ-ẓanna wa innaẓ-ẓanna lā yugnī minal-ḥaqqi syai`ā
28. Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
żālika mablaguhum minal-'ilm inna rabbaka huwa a'lamu biman ḍalla 'an sabīlihī wa huwa a'lamu bimanihtadā
30. Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh Tuhanmu Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
wa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ liyajziyallażīna asā`ụ bimā 'amilụ wa yajziyallażīna aḥsanụ bil-ḥusnā
31. Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
allażīna yajtanibụna kabā`iral-iṡmi wal-fawāḥisya illal-lamama inna rabbaka wāsi'ul-magfirah huwa a'lamu bikum iż ansya`akum minal-arḍi wa iż antum ajinnatun fī buṭụni ummahātikum fa lā tuzakkū anfusakum huwa a'lamu bimanittaqā
32. Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.
اَفَرَءَيْتَ الَّذِيْ تَوَلّٰىۙ
a fa ra`aitallażī tawallā
33. Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur'an)?
وَاَعْطٰى قَلِيْلًا وَّاَكْدٰى
wa a'ṭā qalīlaw wa akdā
34. dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya.
اَعِنْدَهٗ عِلْمُ الْغَيْبِ فَهُوَ يَرٰى
a 'indahụ 'ilmul-gaibi fa huwa yarā
35. Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat(nya)?
اَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِيْ صُحُفِ مُوْسٰى
am lam yunabba` bimā fī ṣuḥufi mụsā
36. Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?
وَاِبْرٰهِيْمَ الَّذِيْ وَفّٰىٓ ۙ
wa ibrāhīmallażī waffā
37. Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
اَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۙ
allā taziru wāziratuw wizra ukhrā
38. (yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
wa al laisa lil-insāni illā mā sa'ā
39. dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya
وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ
wa anna sa'yahụ saufa yurā
40. dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)
ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
ṡumma yujzāhul-jazā`al-aufā
41. kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
wa anna ilā rabbikal-muntahā
42. dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu)
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى
wa annahụ huwa aḍ-ḥaka wa abkā
43. dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis
وَاَنَّهٗ هُوَ اَمَاتَ وَاَحْيَاۙ
wa annahụ huwa amāta wa aḥyā
44. dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan
fa tawalla 'an-hum yauma yad'ud-dā'i ilā syai`in nukur
6. maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan)
każżabat qablahum qaumu nụḥin fa każżabụ 'abdanā wa qālụ majnụnuw wazdujir
9. Sebelum mereka kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul) maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan “Dia orang gila!” Lalu diusirnya dengan ancaman.
فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ
fa da'ā rabbahū annī maglụbun fantaṣir
10. Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya “Sesungguhnya aku telah dikalahkan maka tolonglah (aku).”
wa fajjarnal-arḍa 'uyụnan faltaqal-mā`u 'alā amring qad qudir
12. dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehingga (meluap menimbulkan) keadaan (bencana) yang telah ditetapkan.
وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ
wa ḥamalnāhu 'alā żāti alwāḥiw wa dusur
13. Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak
fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi'uhū innā iżal lafī ḍalāliw wa su'ur
24. Maka mereka berkata “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.
34. Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka) kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing
wa laqad rāwadụhu 'an ḍaifihī fa ṭamasnā a'yunahum fa żụqụ 'ażābī wa nużur
37. Dan sungguh mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka) lalu Kami butakan mata mereka maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!
a kuffārukum khairum min ulā`ikum am lakum barā`atun fiz-zubur
43. Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?
اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ
am yaqụlụna naḥnu jamī'um muntaṣir
44. Atau mereka mengatakan “Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang.”
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ
sayuhzamul-jam'u wa yuwallụnad-dubur
45. Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.
yā ma'syaral-jinni wal-insi inistaṭa'tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ lā tanfużụna illā bisulṭān
33. Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
34. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
'alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi`akum fī mā lā ta'lamụn
61. untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
huwallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmin ṡummastawā 'alal-'arsy ya'lamu mā yaliju fil-arḍi wa mā yakhruju min-hā wa mā yanzilu minas-samā`i wa mā ya'ruju fīhā wa huwa ma'akum aina mā kuntum wallāhu bimā ta'malụna baṣīr
4. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
āminụ billāhi wa rasụlihī wa anfiqụ mimmā ja'alakum mustakhlafīna fīh fallażīna āmanụ mingkum wa anfaqụ lahum ajrung kabīr
7. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.
wa mā lakum lā tu`minụna billāh war-rasụlu yad'ụkum litu`minụ birabbikum wa qad akhaża mīṡāqakum ing kuntum mu`minīn
8. Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu jika kamu orang-orang mukmin.
9. Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh terhadap kamu Allah Maha Penyantun Maha Penyayang.
wa mā lakum allā tunfiqụ fī sabīlillāhi wa lillāhi mīrāṡus-samāwāti wal-arḍ lā yastawī mingkum man anfaqa ming qablil-fat-ḥi wa qātal ulā`ika a'ẓamu darajatam minallażīna anfaqụ mim ba'du wa qātalụ wa kullaw wa'adallāhul-ḥusnā wallāhu bimā ta'malụna khabīr
10. Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
man żallażī yuqriḍullāha qarḍan ḥasanan fa yuḍā'ifahụ lahụ wa lahū ajrung karīm
11. Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya dan baginya pahala yang mulia
yauma taral-mu`minīna wal-mu`mināti yas'ā nụruhum baina aidīhim wa bi`aimānihim busyrākumul-yauma jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā żālika huwal-fauzul-'aẓīm
12. pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka (dikatakan kepada mereka) “Pada hari ini ada berita gembira untukmu (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang agung.”
yauma yaqụlul-munāfiqụna wal-munāfiqātu lillażīna āmanunẓurụnā naqtabis min nụrikum qīlarji'ụ warā`akum faltamisụ nụrā fa ḍuriba bainahum bisụril lahụ bāb bāṭinuhụ fīhir-raḥmatu wa ẓāhiruhụ ming qibalihil-'ażāb
13. Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman “Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka) dikatakan ”Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab.
yunādụnahum a lam nakum ma'akum qālụ balā wa lākinnakum fatantum anfusakum wa tarabbaṣtum wartabtum wa garratkumul-amāniyyu ḥattā jā`a amrullāhi wa garrakum billāhil-garụr
14. Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin “Bukankah kami dahulu bersama kamu?” Mereka menjawab “Benar tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan hanya menunggu meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.
fal-yauma lā yu`khażu mingkum fidyatuw wa lā minallażīna kafarụ ma`wākumun-nār hiya maulākum wa bi`sal-maṣīr
15. Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
a lam ya`ni lillażīna āmanū an takhsya'a qulụbuhum liżikrillāhi wa mā nazala minal-ḥaqqi wa lā yakụnụ kallażīna ụtul-kitāba ming qablu fa ṭāla 'alaihimul-amadu fa qasat qulụbuhum wa kaṡīrum min-hum fāsiqụn
16. Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka) dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.
i'lamū annallāha yuḥyil-arḍa ba'da mautihā qad bayyannā lakumul-āyāti la'allakum ta'qilụn
17. Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.
innal-muṣṣaddiqīna wal-muṣṣaddiqāti wa aqraḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā'afu lahum wa lahum ajrung karīm
18. Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.
wallażīna āmanụ billāhi wa rusulihī ulā`ika humuṣ-ṣiddīqụna wasy-syuhadā`u 'inda rabbihim lahum ajruhum wa nụruhum wallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā ulā`ika aṣ-ḥābul-jaḥīm
19. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya mereka itu orang-orang yang tulus hati (pencinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami mereka itu penghuni-penghuni neraka.
i'lamū annamal-ḥayātud-dun-yā la'ibuw wa lahwuw wa zīnatuw wa tafākhurum bainakum wa takāṡurun fil-amwāli wal-aulād kamaṡali gaiṡin a'jabal-kuffāra nabātuhụ ṡumma yahīju fa tarāhu muṣfarran ṡumma yakụnu huṭāmā wa fil-ākhirati 'ażābun syadīduw wa magfiratum minallāhi wa riḍwān wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr
20. Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
sābiqū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin 'arḍuhā ka'arḍis-samā`i wal-arḍi u'iddat lillażīna āmanụ billāhi wa rusulih żālika faḍlullāhi yu`tīhi may yasyā` wallāhu żul-faḍlil-'aẓīm
21. Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
mā aṣāba mim muṣībatin fil-arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā inna żālika 'alallāhi yasīr
22. Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.
23. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri
allażīna yabkhalụna wa ya`murụnan-nāsa bil-bukhl wa may yatawalla fa innallāha huwal-ganiyyul-ḥamīd
24. yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia Mahakaya Maha Terpuji.
laqad arsalnā rusulanā bil-bayyināti wa anzalnā ma'ahumul-kitāba wal-mīzāna liyaqụman-nāsu bil-qisṭ wa anzalnal-ḥadīda fīhi ba`sun syadīduw wa manāfi'u lin-nāsi wa liya'lamallāhu may yanṣuruhụ wa rusulahụ bil-gaīb innallāha qawiyyun 'azīz
25. Sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat Mahaperkasa.
wa laqad arsalnā nụḥaw wa ibrāhīma wa ja'alnā fī żurriyyatihiman-nubuwwata wal-kitāba fa min-hum muhtad wa kaṡīrum min-hum fāsiqụn
26. Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami berikan kenabian dan kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasik.
ṡumma qaffainā 'alā āṡārihim birusulinā wa qaffainā bi'īsabni maryama wa ātaināhul-injīla wa ja'alnā fī qulụbillażīnattaba'ụhu ra`fataw wa raḥmah wa rahbāniyyatanibtada'ụhā mā katabnāhā 'alaihim illabtigā`a riḍwānillāhi fa mā ra'auhā ḥaqqa ri'āyatihā fa ātainallażīna āmanụ min-hum ajrahum wa kaṡīrum min-hum fāsiqụn
27. Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya dan banyak di antara mereka yang fasik.
yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa āminụ birasụlihī yu`tikum kiflaini mir raḥmatihī wa yaj'al lakum nụran tamsyụna bihī wa yagfir lakum wallāhu gafụrur raḥīm
28. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad) niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang
li`allā ya'lama ahlul-kitābi allā yaqdirụna 'alā syai`im min faḍlillāhi wa annal-faḍla biyadillāhi yu`tīhi may yasyā` wallāhu żul-faḍlil-'aẓīm
29. agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad) dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
qad sami'allāhu qaulallatī tujādiluka fī zaujihā wa tasytakī ilallāhi wallāhu yasma'u taḥāwurakumā innallāha samī'um baṣīr
1. Sungguh Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar Maha Melihat.
allażīna yuẓāhirụna mingkum min nisā`ihim mā hunna ummahātihim in ummahātuhum illal-lā`ī waladnahum wa innahum layaqụlụna mungkaram minal-qauli wazụrā wa innallāha la'afuwwun gafụr
2. Orang-orang di antara kamu yang menzihar istrinya (menganggap istrinya sebagai ibunya padahal) istri mereka itu bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkannya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf Maha Pengampun.
wallażīna yuẓāhirụna min nisā`ihim ṡumma ya'ụdụna limā qālụ fa taḥrīru raqabatim ming qabli ay yatamāssā żālikum tụ'aẓụna bih wallāhu bimā ta'malụna khabīr
3. Dan mereka yang menzihar istrinya kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
fa mal lam yajid fa ṣiyāmu syahraini mutatābi'aini ming qabli ay yatamāssā fa mal lam yastaṭi' fa iṭ'āmu sittīna miskīnā żālika litu`minụ billāhi wa rasụlih wa tilka ḥudụdullāh wa lil-kāfirīna 'ażābun alīm
4. Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya) maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang sangat pedih.
innallażīna yuḥāddụnallāha wa rasụlahụ kubitụ kamā kubitallażīna ming qablihim wa qad anzalnā āyātim bayyināt wa lil-kāfirīna 'ażābum muhīn
5. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menghinakan.
yauma yab'aṡuhumullāhu jamī'an fa yunabbi`uhum bimā 'amilụ aḥṣāhullāhu wa nasụh wallāhu 'alā kulli syai`in syahīd
6. Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu) meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
a lam tara annallāha ya'lamu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ mā yakụnu min najwā ṡalāṡatin illā huwa rābi'uhum wa lā khamsatin illā huwa sādisuhum wa lā adnā min żālika wa lā akṡara illā huwa ma'ahum aina mā kānụ ṡumma yunabbi`uhum bimā 'amilụ yaumal-qiyāmah innallāha bikulli syai`in 'alīm
7. Tidakkah engkau perhatikan bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
a lam tara ilallażīna nuhụ 'anin-najwā ṡumma ya'ụdụna limā nuhụ 'an-hu wa yatanājauna bil-iṡmi wal-'udwāni wa ma'ṣiyatir-rasụli wa iżā jā`ụka ḥayyauka bimā lam yuḥayyika bihillāhu wa yaqụlụna fī anfusihim lau lā yu'ażżibunallāhu bimā naqụl ḥasbuhum jahannam yaṣlaunahā fa bi`sal-maṣīr
8. Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad) mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri “Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.
yā ayyuhallażīna āmanū iżā tanājaitum fa lā tatanājau bil-iṡmi wal-'udwāni wa ma'ṣiyatir-rasụli wa tanājau bil-birri wat-taqwā wattaqullāhallażī ilaihi tuḥsyarụn
9. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali.
innaman-najwā minasy-syaiṭāni liyaḥzunallażīna āmanụ wa laisa biḍārrihim syai`an illā bi`iżnillāh wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn
10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikit pun kepada mereka kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.
11. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis” maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan “Berdirilah kamu” maka berdirilah niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
yā ayyuhallażīna āmanū iżā nājaitumur-rasụla fa qaddimụ baina yadai najwākum ṣadaqah żālika khairul lakum wa aṭ-har fa il lam tajidụ fa innallāha gafụrur raḥīm
12. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
a asyfaqtum an tuqaddimụ baina yadai najwākum ṣadaqāt fa iż lam taf'alụ wa tāballāhu 'alaikum fa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aṭī'ullāha wa rasụlah wallāhu khabīrum bimā ta'malụn
13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan Rasul? Tetapi jika kamu tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepadamu maka laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya! Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
a lam tara ilallażīna tawallau qauman gaḍiballāhu 'alaihim mā hum mingkum wa lā min-hum wa yaḥlifụna 'alal-każibi wa hum ya'lamụn
14. Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan sedang mereka mengetahuinya.
ittakhażū aimānahum junnatan fa ṣaddụ 'an sabīlillāhi fa lahum 'ażābum muhīn
16. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi mereka azab yang menghinakan.
lan tugniya 'an-hum amwāluhum wa lā aulāduhum minallāhi syai`ā ulā`ika aṣ-ḥābun-nār hum fīhā khālidụn
17. Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.
yauma yab'aṡuhumullāhu jamī'an fa yaḥlifụna lahụ kamā yaḥlifụna lakum wa yaḥsabụna annahum 'alā syaī` alā innahum humul-kāżibụn
18. (Ingatlah) pada hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah bahwa mereka orang-orang pendusta.
19. Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi.
lā tajidu qaumay yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri yuwāddụna man ḥāddallāha wa rasụlahụ walau kānū ābā`ahum au abnā`ahum au ikhwānahum au 'asyīratahum ulā`ika kataba fī qulụbihimul-īmāna wa ayyadahum birụḥim min-h wa yudkhiluhum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-h ulā`ika ḥizbullāh alā inna ḥizballāhi humul-mufliḥụn
22. Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya sekalipun orang-orang itu bapaknya anaknya saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.
huwallażī akhrajallażīna kafarụ min ahlil-kitābi min diyārihim li`awwalil-ḥasyr mā ẓanantum ay yakhrujụ wa ẓannū annahum māni'atuhum ḥuṣụnuhum minallāhi fa atāhumullāhu min ḥaiṡu lam yaḥtasibụ wa qażafa fī qulụbihimur-ru'ba yukhribụna buyụtahum bi`aidīhim wa aidil-mu`minīna fa'tabirụ yā ulil-abṣār
2. Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halamannya pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka; sehingga memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!
walau lā ang kataballāhu 'alaihimul-jalā`a la'ażżabahum fid-dun-yā wa lahum fil-ākhirati 'ażābun-nār
3. Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka.
żālika bi`annahum syāqqullāha wa rasụlahụ wa may yusyāqqillāha fa innallāha syadīdul-'iqāb
4. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
mā qaṭa'tum mil līnatin au taraktumụhā qā`imatan 'alā uṣụlihā fa bi`iżnillāhi wa liyukhziyal-fāsiqīn
5. Apa yang kamu tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.
wa mā afā`allāhu 'alā rasụlihī min-hum fa mā aujaftum 'alaihi min khailiw wa lā rikābiw wa lākinnallāha yusalliṭu rusulahụ 'alā may yasyā` wallāhu 'alā kulli syai`ing qadīr
6. Dan harta rampasan fai' dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
mā afā`allāhu 'alā rasụlihī min ahlil-qurā fa lillāhi wa lir-rasụli wa liżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīli kai lā yakụna dụlatam bainal-agniyā`i mingkum wa mā ātākumur-rasụlu fa khużụhu wa mā nahākum 'an-hu fantahụ wattaqullāh innallāha syadīdul-'iqāb
7. Harta rampasan (fai') dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah Rasul kerabat (Rasul) anak-anak yatim orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah sangat keras hukuman-Nya.
lil-fuqarā`il-muhājirīnallażīna ukhrijụ min diyārihim wa amwālihim yabtagụna faḍlam minallāhi wa riḍwānaw wa yanṣurụnallāha wa rasụlah ulā`ika humuṣ-ṣādiqụn
8. (Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.
wallażīna tabawwa`ud-dāra wal-īmāna ming qablihim yuḥibbụna man hājara ilaihim wa lā yajidụna fī ṣudụrihim ḥājatam mimmā ụtụ wa yu`ṡirụna 'alā anfusihim walau kāna bihim khaṣāṣah wa may yụqa syuḥḥa nafsihī fa ulā`ika humul-mufliḥụn
9. Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin) mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
10. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) mereka berdoa “Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami Sungguh Engkau Maha Penyantun Maha Penyayang.”
a lam tara ilallażīna nāfaqụ yaqụlụna li`ikhwānihimullażīna kafarụ min ahlil-kitābi la`in ukhrijtum lanakhrujanna ma'akum wa lā nuṭī'u fīkum aḥadan abadaw wa ing qụtiltum lananṣurannakum wallāhu yasy-hadu innahum lakāżibụn
11. Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab “Sungguh jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu.” Dan Allah menyaksikan bahwa mereka benar-benar pendusta.
la`in ukhrijụ lā yakhrujụna ma'ahum wa la`ing qụtilụ lā yanṣurụnahum wa la`in naṣarụhum layuwallunnal-adbāra ṡumma lā yunṣarụn
12. Sungguh jika mereka diusir orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka dan jika mereka di-perangi; mereka (juga) tidak akan menolongnya; dan kalau pun mereka menolongnya pastilah mereka akan berpaling lari ke belakang kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.
14. Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
kamaṡalillażīna ming qablihim qarīban żāqụ wa bāla amrihim wa lahum 'ażābun alīm
15. (Mereka) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang telah merasakan akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka akan men-dapat azab yang pedih.
kamaṡalisy-syaiṭāni iż qāla lil-insānikfur fa lammā kafara qāla innī barī`um mingka innī akhāfullāha rabbal-'ālamīn
16. (Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia “Kafirlah kamu!” Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan seluruh alam.”
18. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
wa lā takụnụ kallażīna nasullāha fa ansāhum anfusahum ulā`ika humul-fāsiqụn
19. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.
lau anzalnā hāżal-qur`āna 'alā jabalil lara`aitahụ khāsyi'am mutaṣaddi'am min khasy-yatillāh wa tilkal-amṡālu naḍribuhā lin-nāsi la'allahum yatafakkarụn
21. Sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.
23. Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja Yang Mahasuci Yang Mahasejahtera Yang Menjaga Keamanan Pemelihara Keselamatan Yang Mahaperkasa Yang Mahakuasa Yang Memiliki Segala Keagungan Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
huwallāhul-khāliqul-bāri`ul-muṣawwiru lahul-asmā`ul-ḥusnā yusabbiḥu lahụ mā fis-samāwāti wal-arḍ wa huwal-'azīzul-ḥakīm
24. Dialah Allah Yang Menciptakan Yang Mengadakan Yang Membentuk Rupa Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżụ 'aduwwī wa 'aduwwakum auliyā`a tulqụna ilaihim bil-mawaddati wa qad kafarụ bimā jā`akum minal-ḥaqq yukhrijụnar-rasụla wa iyyākum an tu`minụ billāhi rabbikum ing kuntum kharajtum jihādan fī sabīlī wabtigā`a marḍātī tusirrụna ilaihim bil-mawaddati wa ana a'lamu bimā akhfaitum wa mā a'lantum wa may yaf'al-hu mingkum fa qad ḍalla sawā`as-sabīl
1. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad) karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka karena rasa kasih sayang dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
iy yaṡqafụkum yakụnụ lakum a'dā`aw wa yabsuṭū ilaikum aidiyahum wa alsinatahum bis-sū`i wa waddụ lau takfurụn
2. Jika mereka menangkapmu niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu lalu melepaskan tangan dan lidahnya kepadamu untuk menyakiti dan mereka ingin agar kamu (kembali) kafir.
lan tanfa'akum ar-ḥāmukum wa lā aulādukum yaumal-qiyāmati yafṣilu bainakum wallāhu bimā ta'malụna baṣīr
3. Kaum kerabatmu dan anak-anakmu tidak akan bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
qad kānat lakum uswatun ḥasanatun fī ibrāhīma wallażīna ma'ah iż qālụ liqaumihim innā bura`ā`u mingkum wa mimmā ta'budụna min dụnillāhi kafarnā bikum wa badā bainanā wa bainakumul-'adāwatu wal-bagḍā`u abadan ḥattā tu`minụ billāhi waḥdahū illā qaula ibrāhīma li`abīhi la`astagfiranna laka wa mā amliku laka minallāhi min syaī` rabbanā 'alaika tawakkalnā wa ilaika anabnā wa ilaikal-maṣīr
4. Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya ketika mereka berkata kepada kaumnya “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja” kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya ”Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagimu namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu.” (Ibrahim berkata) “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali
5. Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau yang Mahaperkasa Mahabijaksana.”
laqad kāna lakum fīhim uswatun ḥasanatul limang kāna yarjullāha wal-yaumal-ākhir wa may yatawalla fa innallāha huwal-ganiyyul-ḥamīd
6. Sungguh pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian dan barangsiapa berpaling maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Mahakaya Maha Terpuji.
'asallāhu ay yaj'ala bainakum wa bainallażīna 'ādaitum min-hum mawaddah wallāhu qadīrun wallāhu gafụrur raḥīm
7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
lā yan-hākumullāhu 'anillażīna lam yuqātilụkum fid-dīni wa lam yukhrijụkum min diyārikum an tabarrụhum wa tuqsiṭū ilaihim innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn
8. Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
innamā yan-hākumullāhu 'anillażīna qātalụkum fid-dīni wa akhrajụkum min diyārikum wa ẓāharụ 'alā ikhrājikum an tawallauhum wa may yatawallahum fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn
9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan mereka itulah orang-orang yang zalim.
yā ayyuhallażīna āmanū iżā jā`akumul-mu`minātu muhājirātin famtaḥinụhunn allāhu a'lamu bi`īmānihinna fa in 'alimtumụhunna mu`minātin fa lā tarji'ụhunna ilal-kuffār lā hunna ḥillul lahum wa lā hum yaḥillụna lahunn wa ātụhum mā anfaqụ wa lā junāḥa 'alaikum an tangkiḥụhunna iżā ātaitumụhunna ujụrahunn wa lā tumsikụ bi'iṣamil-kawāfiri was`alụ mā anfaqtum walyas`alụ mā anfaqụ żālikum ḥukmullāh yaḥkumu bainakum wallāhu 'alīmun ḥakīm
10. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayar (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui Mahabijaksana.
wa in fātakum syai`um min azwājikum ilal-kuffāri fa āqabtum fa ātullażīna żahabat azwājuhum miṡla mā anfaqụ wattaqullāhallażī antum bihī mu`minụn
11. Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir lalu kamu dapat mengalahkan mereka maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman.
yā ayyuhan-nabiyyu iżā jā`akal-mu`minātu yubāyi'naka 'alā al lā yusyrikna billāhi syai`aw wa lā yasriqna wa lā yaznīna wa lā yaqtulna aulādahunna wa lā ya`tīna bibuhtāniy yaftarīnahụ baina aidīhinna wa arjulihinna wa lā ya'ṣīnaka fī ma'rụfin fa bāyi'hunna wastagfir lahunnallāh innallāha gafụrur raḥīm
12. Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan yang mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai‘at (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah; tidak akan mencuri tidak akan berzina tidak akan membunuh anak-anaknya tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tatawallau qauman gaḍiballāhu 'alaihim qad ya`isụ minal-ākhirati kamā ya`isal-kuffāru min aṣ-ḥābil-qubụr
13. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu sungguh mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa.
4. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
wa iż qāla mụsā liqaumihī yā qaumi lima tu`żụnanī wa qat ta'lamụna annī rasụlullāhi ilaikum fa lammā zāgū azāgallāhu qulụbahum wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn
5. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya “Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?” Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran) Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
wa iż qāla 'īsabnu maryama yā banī isrā`īla innī rasụlullāhi ilaikum muṣaddiqal limā baina yadayya minat-taurāti wa mubasysyiram birasụliy ya`tī mim ba'dismuhū aḥmad fa lammā jā`ahum bil-bayyināti qālụ hāżā siḥrum mubīn
6. Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata mereka berkata “Ini adalah sihir yang nyata.”
wa man aẓlamu mim maniftarā 'alallāhil-każiba wa huwa yud'ā ilal-islām wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn
7. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
8. Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.
9. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya.
tu`minụna billāhi wa rasụlihī wa tujāhidụna fī sabīlillāhi bi`amwālikum wa anfusikum żālikum khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
11. Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui
yagfir lakum żunụbakum wa yudkhilkum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru wa masākina ṭayyibatan fī jannāti 'adn żālikal-fauzul-'aẓīm
12. niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.
wa ukhrā tuḥibbụnahā naṣrum minallāhi wa fat-ḥung qarīb wa basysyiril-mu`minīn
13. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.
yā ayyuhallażīna āmanụ kụnū anṣārallāhi kamā qāla 'īsabnu maryama lil-ḥawāriyyīna man anṣārī ilallāh qālal-ḥawāriyyụna naḥnu anṣārullāhi fa āmanat ṭā`ifatum mim banī isrā`īla wa kafarat ṭā`ifah fa ayyadnallażīna āmanụ 'alā 'aduwwihim fa aṣbaḥụ ẓāhirīn
14. Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah” lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; lalu Kami berikan kekuatan ke-pada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.
huwallażī ba'aṡa fil-ummiyyīna rasụlam min-hum yatlụ 'alaihim āyātihī wa yuzakkīhim wa yu'allimuhumul-kitāba wal-ḥikmata wa ing kānụ ming qablu lafī ḍalālim mubīn
2. Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah) meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
5. Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
qul yā ayyuhallażīna hādū in za'amtum annakum auliyā`u lillāhi min dụnin-nāsi fa tamannawul-mauta ing kuntum ṣādiqīn
6. Katakanlah (Muhammad) “Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih Allah bukan orang-orang yang lain maka harapkanlah kematianmu jika kamu orang yang benar.”
wa lā yatamannaunahū abadam bimā qaddamat aidīhim wallāhu 'alīmum biẓ-ẓālimīn
7. Dan mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
qul innal-mautallażī tafirrụna min-hu fa innahụ mulāqīkum ṡumma turaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn
8. Katakanlah “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya ia pasti menemui kamu kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
yā ayyuhallażīna āmanū iżā nụdiya liṣ-ṣalāti miy yaumil-jumu'ati fas'au ilā żikrillāhi wa żarul baī' żālikum khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
9. Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
wa iżā ra`au tijāratan au lahwaninfaḍḍū ilaihā wa tarakụka qā`imā qul mā 'indallāhi khairum minal-lahwi wa minat-tijārah wallāhu khairur-rāziqīn
11. Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan” dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.
1. Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad) mereka berkata “Kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.
2. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.
4. Dan apabila engkau melihat mereka tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka berkata engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?
wa iżā qīla lahum ta'ālau yastagfir lakum rasụlullāhi lawwau ru`ụsahum wa ra`aitahum yaṣuddụna wa hum mustakbirụn
5. Dan apabila dikatakan kepada mereka “Marilah (beriman) agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu” mereka membuang muka dan engkau lihat mereka berpaling dengan menyombongkan diri.
6. Sama saja bagi mereka engkau (Muhammad) mohonkan ampunan untuk mereka atau tidak engkau mohonkan ampunan bagi mereka Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
humullażīna yaqụlụna lā tunfiqụ 'alā man 'inda rasụlillāhi ḥattā yanfaḍḍụ wa lillāhi khazā`inus-samāwāti wal-arḍi wa lākinnal-munāfiqīna lā yafqahụn
7. Mereka yang berkata (kepada orang-orang Ansar) “Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” Padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
yaqụlụna la`ir raja'nā ilal-madīnati layukhrijannal-a'azzu min-hal-ażall wa lillāhil-'izzatu wa lirasụlihī wa lil-mu`minīna wa lākinnal-munāfiqīna lā ya'lamụn
8. Mereka berkata “Sungguh jika kita kembali ke Madinah (kembali dari perang Bani Mustalik) pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.
yā ayyuhallażīna āmanụ lā tul-hikum amwālukum wa lā aulādukum 'an żikrillāh wa may yaf'al żālika fa ulā`ika humul-khāsirụn
9. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
wa anfiqụ mimmā razaqnākum ming qabli ay ya`tiya aḥadakumul-mautu fa yaqụla rabbi lau lā akhkhartanī ilā ajaling qarībin fa aṣṣaddaqa wa akum minaṣ-ṣāliḥīn
10. Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali) “Ya Tuhanku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”
yusabbiḥu lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`ing qadīr
1. Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah; milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya (pula) segala puji; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
huwallażī khalaqakum fa mingkum kāfiruw wa mingkum mu`min wallāhu bimā ta'malụna baṣīr
2. Dialah yang menciptakan kamu lalu di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
ya'lamu mā fis-samāwāti wal-arḍi wa ya'lamu mā tusirrụna wa mā tu'linụn wallāhu 'alīmum biżātiṣ-ṣudụr
4. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
a lam ya`tikum naba`ullażīna kafarụ ming qablu fa żāqụ wa bāla amrihim wa lahum 'ażābun alīm
5. Apakah belum sampai kepadamu (orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? Maka mereka telah merasakan akibat buruk dari perbuatannya dan mereka memperoleh azab yang pedih.
żālika bi`annahụ kānat ta`tīhim rusuluhum bil-bayyināti fa qālū abasyaruy yahdụnanā fa kafarụ wa tawallaw wastagnallāh wallāhu ganiyyun ḥamīd
6. Yang demikian itu karena sesungguhnya ketika rasul-rasul datang kepada mereka (membawa) keterangan-ke-terangan lalu mereka berkata “Apakah (pantas) manusia yang memberi petunjuk kepada kami?” Lalu mereka ingkar dan berpaling; padahal Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Mahakaya Maha Terpuji.
za'amallażīna kafarū al lay yub'aṡụ qul balā wa rabbī latub'aṡunna ṡumma latunabba`unna bimā 'amiltum wa żālika 'alallāhi yasīr
7. Orang-orang yang kafir mengira bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad) “Tidak demikian demi Tuhanku kamu pasti dibangkitkan kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan.” Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.
fa āminụ billāhi wa rasụlihī wan-nụrillażī anzalnā wallāhu bimā ta'malụna khabīr
8. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Qur'an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
yauma yajma'ukum liyaumil-jam'i żālika yaumut-tagābun wa may yu`mim billāhi wa ya'mal ṣāliḥay yukaffir 'an-hu sayyi`ātihī wa yudkhil-hu jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā żālikal-fauzul-'aẓīm
9. (Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
wallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā ulā`ika aṣ-ḥābun-nāri khālidīna fīhā wa bi`sal-maṣīr
10. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami mereka itulah penghuni neraka mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
mā aṣāba mim muṣībatin illā bi`iżnillāh wa may yu`mim billāhi yahdi qalbah wallāhu bikulli syai`in 'alīm
11. Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
wa aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụl fa in tawallaitum fa innamā 'alā rasụlinal-balāgul-mubīn
12. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.
yā ayyuhallażīna āmanū inna min azwājikum wa aulādikum 'aduwwal lakum faḥżarụhum wa in ta'fụ wa taṣfaḥụ wa tagfirụ fa innallāha gafụrur raḥīm
14. Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka) maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
fattaqullāha mastaṭa'tum wasma'ụ wa aṭī'ụ wa anfiqụ khairal li`anfusikum wa may yụqa syuḥḥa nafsihī fa ulā`ika humul-mufliḥụn
16. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran mereka itulah orang-orang yang beruntung.
in tuqriḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā'if-hu lakum wa yagfir lakum wallāhu syakụrun ḥalīm
17. Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri Maha Penyantun.
yā ayyuhan-nabiyyu iżā ṭallaqtumun-nisā`a fa ṭalliqụhunna li'iddatihinna wa aḥṣul-'iddah wattaqullāha rabbakum lā tukhrijụhunna mim buyụtihinna wa lā yakhrujna illā ay ya`tīna bifāḥisyatim mubayyinah wa tilka ḥudụdullāh wa may yata'adda ḥudụdallāhi fa qad ẓalama nafsah lā tadrī la'allallāha yuḥdiṡu ba'da żālika amrā
1. Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) idahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu idah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah maka sungguh dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru.
fa iżā balagna ajalahunna fa amsikụhunna bima'rụfin au fāriqụhunna bima'rụfiw wa asy-hidụ żawai 'adlim mingkum wa aqīmusy-syahādata lillāh żālikum yụ'aẓu bihī mang kāna yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir wa may yattaqillāha yaj'al lahụ makhrajā
2. Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya
wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib wa may yatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh innallāha bāligu amrih qad ja'alallāhu likulli syai`ing qadrā
3. dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
wal-lā`i ya`isna minal-maḥīḍi min nisā`ikum inirtabtum fa 'iddatuhunna ṡalāṡatu asy-huriw wal-lā`i lam yahiḍn wa ulātul-aḥmāli ajaluhunna ay yaḍa'na ḥamlahunn wa may yattaqillāha yaj'al lahụ min amrihī yusrā
4. Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idahnya adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.
żālika amrullāhi anzalahū ilaikum wa may yattaqillāha yukaffir 'an-hu sayyi`ātihī wa yu'ẓim lahū ajrā
5. Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.
askinụhunna min ḥaiṡu sakantum miw wujdikum wa lā tuḍārrụhunna lituḍayyiqụ 'alaihinn wa ing kunna ulāti ḥamlin fa anfiqụ 'alaihinna ḥattā yaḍa'na ḥamlahunn fa in arḍa'na lakum fa ātụhunna ujụrahunn wa`tamirụ bainakum bima'rụf wa in ta'āsartum fa saturḍi'u lahū ukhrā
6. Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu maka berikanlah imbalannya kepada mereka; dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.
7. Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya dan orang yang terbatas rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.
wa ka`ayyim ming qaryatin 'atat 'an amri rabbihā wa rusulihī fa ḥāsabnāhā ḥisāban syadīdaw wa 'ażżabnāhā 'ażāban nukrā
8. Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya maka Kami buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan (di akhirat)
10. Allah menyediakan azab yang keras bagi mereka maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal! (Yaitu) orang-orang yang beriman. Sungguh Allah telah menurunkan peringatan kepadamu
rasụlay yatlụ 'alaikum āyātillāhi mubayyinātil liyukhrijallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti minaẓ-ẓulumāti ilan-nụr wa may yu`mim billāhi wa ya'mal ṣāliḥay yudkhil-hu jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā qad aḥsanallāhu lahụ rizqā
11. (dengan mengutus) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum) agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sungguh Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.
allāhullażī khalaqa sab'a samāwātiw wa minal-arḍi miṡlahunn yatanazzalul-amru bainahunna lita'lamū annallāha 'alā kulli syai`ing qadīruw wa annallāha qad aḥāṭa bikulli syai`in 'ilmā
12. Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.
1. Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
wa iż asarran-nabiyyu ilā ba'ḍi azwājihī ḥadīṡā fa lammā nabba`at bihī wa aẓ-harahullāhu 'alaihi 'arrafa ba'ḍahụ wa a'raḍa 'am ba'ḍ fa lammā nabba`ahā bihī qālat man amba`aka hāżā qāla nabba`aniyal-'alīmul-khabīr
3. Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi) lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah) dia bertanya “Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui Mahateliti.”
in tatụbā ilallāhi fa qad ṣagat qulụbukumā wa in taẓāharā 'alaihi fa innallāha huwa maulāhu wa jibrīlu wa ṣāliḥul-mu`minīn wal-malā`ikatu ba'da żālika ẓahīr
4. Jika kamu berdua bertobat kepada Allah maka sungguh hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi maka sungguh Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.
'asā rabbuhū in ṭallaqakunna ay yubdilahū azwājan khairam mingkunna muslimātim mu`mināting qānitātin tā`ibātin 'ābidātin sā`iḥātin ṡayyibātiw wa abkārā
5. Jika dia (Nabi) menceraikan kamu boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu perempuan-perempuan yang patuh yang beriman yang taat yang bertobat yang beribadah yang berpuasa yang janda dan yang perawan.
yā ayyuhallażīna āmanụ qū anfusakum wa ahlīkum nāraw wa qụduhan-nāsu wal-ḥijāratu 'alaihā malā`ikatun gilāẓun syidādul lā ya'ṣụnallāha mā amarahum wa yaf'alụna mā yu`marụn
6. Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
7. Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan.
yā ayyuhallażīna āmanụ tụbū ilallāhi taubatan naṣụḥā 'asā rabbukum ay yukaffira 'angkum sayyi`ātikum wa yudkhilakum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru yauma lā yukhzillāhun-nabiyya wallażīna āmanụ ma'ah nụruhum yas'ā baina aidīhim wa bi`aimānihim yaqụlụna rabbanā atmim lanā nụranā wagfir lanā innaka 'alā kulli syai`ing qadīr
8. Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka sambil mereka berkata “Ya Tuhan kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”
yā ayyuhan-nabiyyu jāhidil-kuffāra wal-munāfiqīna wagluẓ 'alaihim wa ma`wāhum jahannam wa bi`sal-maṣīr
9. Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
ḍaraballāhu maṡalal lillażīna kafarumra`ata nụḥiw wamra`ata lụṭ kānatā taḥta 'abdaini min 'ibādinā ṣāliḥaini fa khānatāhumā fa lam yugniyā 'an-humā minallāhi syai`aw wa qīladkhulan-nāra ma'ad-dākhilīn
10. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksaan) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu) “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”
wa ḍaraballāhu maṡalal lillażīna āmanumra`ata fir'aụn iż qālat rabbibni lī 'indaka baitan fil-jannati wa najjinī min fir'auna wa 'amalihī wa najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn
11. Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman istri Fir‘aun ketika dia berkata “Ya Tuhanku bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”
wa maryamabnata 'imrānallatī aḥṣanat farjahā fa nafakhnā fīhi mir rụḥinā wa ṣaddaqat bikalimāti rabbihā wa kutubihī wa kānat minal-qānitīn
12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.
allażī khalaqa sab'a samāwātin ṭibāqā mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut farji'il-baṣara hal tarā min fuṭụr
3. Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
ṡummarji'il-baṣara karrataini yangqalib ilaikal-baṣaru khāsi`aw wa huwa ḥasīr
4. Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja'alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a'tadnā lahum 'ażābas-sa'īr
5. Dan sungguh telah Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.
8. hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?”
qālụ balā qad jā`anā nażīrun fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai`in in antum illā fī ḍalāling kabīr
9. Mereka menjawab “Benar sungguh seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan “Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.”
wa qālụ lau kunnā nasma'u au na'qilu mā kunnā fī aṣ-ḥābis-sa'īr
10. Dan mereka berkata “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.”
huwallażī ja'ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih wa ilaihin-nusyụr
15. Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
am amintum man fis-samā`i ay yursila 'alaikum ḥāṣibā fa sata'lamụna kaifa nażīr
17. Atau sudah merasa amankah kamu bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
a wa lam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn mā yumsikuhunna illar-raḥmān innahụ bikulli syai`im baṣīr
19. Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh Dia Maha Melihat segala sesuatu.
am man hāżallażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dụnir-raḥmān inil-kāfirụna illā fī gurụr
20. Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
am man hāżallażī yarzuqukum in amsaka rizqah bal lajjụ fī 'utuwwiw wa nufụr
21. Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).
a fa may yamsyī mukibban 'alā waj-hihī ahdā am may yamsyī sawiyyan 'alā ṣirāṭim mustaqīm
22. Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
23. Katakanlah “Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”
qul innamal-'ilmu 'indallāhi wa innamā ana nażīrum mubīn
26. Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.”
fa lammā ra`auhu zulfatan sī`at wujụhullażīna kafarụ wa qīla hāżallażī kuntum bihī tadda'ụn
27. Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) “Inilah (azab) yang dahulunya kamu minta.”
qul ara`aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma'iya au raḥimanā fa may yujīrul-kāfirīna min 'ażābin alīm
28. Katakanlah (Muhammad) “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami (maka kami akan masuk surga) lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”
qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa 'alaihi tawakkalnā fa sata'lamụna man huwa fī ḍalālim mubīn
29. Katakanlah “Dialah Yang Maha Pengasih kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”
inna rabbaka huwa a'lamu biman ḍalla 'an sabīlihī wa huwa a'lamu bil-muhtadīn
7. Sungguh Tuhanmu Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.
فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِيْنَ
fa lā tuṭi'il-mukażżibīn
8. Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
وَدُّوْا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُوْنَۚ
waddụ lau tud-hinu fa yud-hinụn
9. Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula).
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ
wa lā tuṭi' kulla ḥallāfim mahīn
10. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina
هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ
hammāzim masysyā`im binamīm
11. suka mencela yang kian ke mari menyebarkan fitnah
مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ اَثِيْمٍۙ
mannā'il lil-khairi mu'tadin aṡīm
12. yang merintangi segala yang baik yang melampaui batas dan banyak dosa
عُتُلٍّۢ بَعْدَ ذٰلِكَ زَنِيْمٍۙ
'utullim ba'da żālika zanīm
13. yang bertabiat kasar selain itu juga terkenal kejahatannya
innā balaunāhum kamā balaunā aṣ-ḥābal-jannah iż aqsamụ layaṣrimunnahā muṣbiḥīn
17. Sungguh Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari
وَلَا يَسْتَثْنُوْنَ
wa lā yastaṡnụn
18. tetapi mereka tidak menyisihkan (dengan mengucapkan “Insya Allah”).
'asā rabbunā ay yubdilanā khairam min-hā innā ilā rabbinā rāgibụn
32. Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini sungguh kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.”
39. Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?
سَلْهُمْ اَيُّهُمْ بِذٰلِكَ زَعِيْمٌۚ
sal-hum ayyuhum biżālika za'īm
40. Tanyakanlah kepada mereka “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?”
khāsyi'atan abṣāruhum tar-haquhum żillah wa qad kānụ yud'auna ilas-sujụdi wa hum sālimụn
43. pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Dan sungguh dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).
fa żarnī wa may yukażżibu bihāżal-ḥadīṡ sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya'lamụn
44. Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui
وَاُمْلِيْ لَهُمْۗ اِنَّ كَيْدِيْ مَتِيْنٌ
wa umlī lahum inna kaidī matīn
45. dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh rencana-Ku sangat teguh.
faṣbir liḥukmi rabbika wa lā takung kaṣāḥibil-ḥụt iż nādā wa huwa makẓụm
48. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih.
wa iy yakādullażīna kafarụ layuzliqụnaka bi`abṣārihim lammā sami'uż-żikra wa yaqụlụna innahụ lamajnụn
51. Dan sungguh orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata “Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.”
وَمَا هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ
wa mā huwa illā żikrul lil-'ālamīn
52. Padahal (Al-Qur'an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.
69. Al Haqqah
اَلْحَاۤقَّةُۙ
al-ḥāqqah
1. Hari Kiamat
مَا الْحَاۤقَّةُ ۚ
mal-ḥāqqah
2. apakah hari Kiamat itu?
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحَاۤقَّةُ ۗ
wa mā adrāka mal-ḥāqqah
3. Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَعَادٌ ۢبِالْقَارِعَةِ
każżabaṡ ṡamụdu wa 'ādum bil-qāri'ah
4. Kaum Samud dan ‘Ad telah mendustakan hari Kiamat.
فَاَمَّا ثَمُوْدُ فَاُهْلِكُوْا بِالطَّاغِيَةِ
fa ammā ṡamụdu fa uhlikụ biṭ-ṭāgiyah
5. Maka adapun kaum Samud mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras
sakhkharahā 'alaihim sab'a layāliw wa ṡamāniyata ayyāmin ḥusụman fa taral-qauma fīhā ṣar'ā ka`annahum a'jāzu nakhlin khāwiyah
7. Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
فَهَلْ تَرٰى لَهُمْ مِّنْۢ بَاقِيَةٍ
fa hal tarā lahum mim bāqiyah
8. Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?
yagfir lakum min żunụbikum wa yu`akhkhirkum ilā ajalim musammā inna ajalallāhi iżā jā`a lā yu`akhkhar lau kuntum ta'lamụn
4. niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda seandainya kamu mengetahui.”
wa innī kullamā da'autuhum litagfira lahum ja'alū aṣābi'ahum fī āżānihim wastagsyau ṡiyābahum wa aṣarrụ wastakbarustikbārā
7. Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
ثُمَّ اِنِّيْ دَعَوْتُهُمْ جِهَارًاۙ
ṡumma innī da'autuhum jihārā
8. Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.
qāla nụḥur rabbi innahum 'aṣaunī wattaba'ụ mal lam yazid-hu māluhụ wa waladuhū illā khasārā
21. Nuh berkata “Ya Tuhanku sesungguhnya mereka durhaka kepadaku dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya
وَمَكَرُوْا مَكْرًا كُبَّارًاۚ
wa makarụ makrang kubbārā
22. dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar.”
wa qālụ lā tażarunna ālihatakum wa lā tażarunna waddaw wa lā suwā'aw wa lā yagụṡa wa ya'ụqa wa nasrā
23. Dan mereka berkata “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd dan jangan pula Suwa‘ Yagus Ya‘uq dan Nasr.”
innaka in tażar-hum yuḍillụ 'ibādaka wa lā yalidū illā fājirang kaffārā
27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.
rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu`minaw wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā
28. Ya Tuhanku ampunilah aku ibu bapakku dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.”
1. Katakanlah (Muhammad) “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan)” lalu mereka berkata “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an)
yahdī ilar-rusydi fa āmannā bih wa lan nusyrika birabbinā aḥadā
2. (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami
wa annahụ kāna rijālum minal-insi ya'ụżụna birijālim minal-jinni fa zādụhum rahaqā
6. dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
wa annahum ẓannụ kamā ẓanantum al lay yab'aṡallāhu aḥadā
7. Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat).
wa annā kunnā naq'udu min-hā maqā'ida lis-sam' fa may yastami'il-āna yajid lahụ syihābar raṣadā
9. dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
wa annā lā nadrī asyarrun urīda biman fil-arḍi am arāda bihim rabbuhum rasyadā
10. Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya.
wa annā ẓanannā al lan nu'jizallāha fil-arḍi wa lan nu'jizahụ harabā
12. Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya.
wa annā lammā sami'nal-hudā āmannā bih fa may yu`mim birabbihī fa lā yakhāfu bakhsaw wa lā rahaqā
13. Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur'an) kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.
linaftinahum fīh wa may yu'riḍ 'an żikri rabbihī yasluk-hu 'ażāban ṣa'adā
17. Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.
qul innī lay yujīranī minallāhi aḥaduw wa lan ajida min dụnihī multaḥadā
22. Katakanlah (Muhammad) “Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.
illā balāgam minallāhi wa risālātih wa may ya'ṣillāha wa rasụlahụ fa inna lahụ nāra jahannama khālidīna fīhā abadā
23. (Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”
ḥattā iżā ra`au mā yụ'adụna fa saya'lamụna man aḍ'afu nāṣiraw wa aqallu 'adadā
24. Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepadanya maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.
liya'lama ang qad ablagụ risālāti rabbihim wa aḥāṭa bimā ladaihim wa aḥṣā kulla syai`in 'adadā
28. Agar Dia mengetahui bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah Tuhannya sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.
73. Al Muzzammil
يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙ
yā ayyuhal-muzzammil
1. Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ
qumil-laila illā qalīlā
2. Bangunlah (untuk salat) pada malam hari kecuali sebagian kecil
نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ
niṣfahū awingquṣ min-hu qalīlā
3. (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu
wa żarnī wal-mukażżibīna ulin-na'mati wa mahhil-hum qalīlā
11. Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan yang memiliki segala kenikmatan hidup dan berilah mereka penangguhan sebentar.
اِنَّ لَدَيْنَآ اَنْكَالًا وَّجَحِيْمًاۙ
inna ladainā angkālaw wa jaḥīmā
12. Sungguh di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala
وَّطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا اَلِيْمًا
wa ṭa'āman żā guṣṣatiw wa 'ażāban alīmā
13. dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
15. Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu yang menjadi saksi terhadapmu sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir‘aun.
inna rabbaka ya'lamu annaka taqụmu adnā min ṡuluṡayil-laili wa niṣfahụ wa ṡuluṡahụ wa ṭā`ifatum minallażīna ma'ak wallāhu yuqaddirul-laila wan-nahār 'alima al lan tuḥṣụhu fa tāba 'alaikum faqra`ụ mā tayassara minal-qur`ān 'alima an sayakụnu mingkum marḍā wa ākharụna yaḍribụna fil-arḍi yabtagụna min faḍlillāhi wa ākharụna yuqātilụna fī sabīlillāhi faqra`ụ mā tayassara min-hu wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aqriḍullāha qarḍan ḥasanā wa mā tuqaddimụ li`anfusikum min khairin tajidụhu 'indallāhi huwa khairaw wa a'ẓama ajrā wastagfirullāh innallāha gafụrur raḥīm
20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu maka Dia memberi keringanan kepadamu karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan laksanakanlah salat tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.
74. Al Muddassir
يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
yā ayyuhal-muddaṡṡir
1. Wahai orang yang berkemul (berselimut)!
قُمْ فَاَنْذِرْۖ
qum fa anżir
2. bangunlah lalu berilah peringatan!
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ
wa rabbaka fa kabbir
3. dan agungkanlah Tuhanmu
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ
wa ṡiyābaka fa ṭahhir
4. dan bersihkanlah pakaianmu
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ
war-rujza fahjur
5. dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji
وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ
wa lā tamnun tastakṡir
6. dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ
wa lirabbika faṣbir
7. Dan karena Tuhanmu bersabarlah.
فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِۙ
fa iżā nuqira fin-nāqụr
8. Maka apabila sangkakala ditiup
فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ
fa żālika yauma`iżiy yaumun 'asīr
9. maka itulah hari yang serba sulit
عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ
'alal-kāfirīna gairu yasīr
10. bagi orang-orang kafir tidak mudah.
ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ
żarnī wa man khalaqtu waḥīdā
11. Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya
وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ
wa ja'altu lahụ mālam mamdụdā
12. dan Aku beri kekayaan yang melimpah
وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ
wa banīna syuhụdā
13. dan anak-anak yang selalu bersamanya
وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ
wa mahhattu lahụ tamhīdā
14. dan Aku beri kelapangan (hidup) seluas-luasnya.
ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ
ṡumma yaṭma'u an azīd
15. Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ
kallā innahụ kāna li`āyātinā 'anīdā
16. Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur'an).
سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ
sa`ur-hiquhụ ṣa'ụdā
17. Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.
اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ
innahụ fakkara wa qaddar
18. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya)
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
fa qutila kaifa qaddar
19. maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
ṡumma qutila kaifa qaddar
20. Sekali lagi celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
ثُمَّ نَظَرَۙ
ṡumma naẓar
21. Kemudian dia (merenung) memikirkan
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ
ṡumma 'abasa wa basar
22. lalu berwajah masam dan cemberut
ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ
ṡumma adbara wastakbar
23. kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri
فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ
fa qāla in hāżā illā siḥruy yu`ṡar
24. lalu dia berkata “(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).
اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ
in hāżā illā qaulul-basyar
25. Ini hanyalah perkataan manusia.”
سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ
sa`uṣlīhi saqar
26. Kelak Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ
wa mā adrāka mā saqar
27. dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ
lā tubqī wa lā tażar
28. Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ
lawwāḥatul lil-basyar
29. yang menghanguskan kulit manusia.
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ
'alaihā tis'ata 'asyar
30. Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
wa mā ja'alnā aṣ-ḥāban-nāri illā malā`ikataw wa mā ja'alnā 'iddatahum illā fitnatal lillażīna kafarụ liyastaiqinallażīna ụtul-kitāba wa yazdādallażīna āmanū īmānaw wa lā yartāballażīna ụtul-kitāba wal-mu`minụna wa liyaqụlallażīna fī qulụbihim maraḍuw wal-kāfirụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā każālika yuḍillullāhu may yasyā`u wa yahdī may yasyā` wa mā ya'lamu junụda rabbika illā huw wa mā hiya illā żikrā lil-basyar
31. Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin agar orang yang beriman bertambah imannya agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata) “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
كَلَّا وَالْقَمَرِۙ
kallā wal-qamar
32. Tidak! Demi bulan
وَالَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَۙ
wal-laili iż adbar
33. dan demi malam ketika telah berlalu
وَالصُّبْحِ اِذَآ اَسْفَرَۙ
waṣ-ṣub-ḥi iżā asfar
34. dan demi subuh apabila mulai terang
اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِۙ
innahā la`iḥdal-kubar
35. sesunggunya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar
wa mā yażkurụna illā ay yasyā`allāh huwa ahlut-taqwā wa ahlul-magfirah
56. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.
75. Al Qiyamah
لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
lā uqsimu biyaumil-qiyāmah
1. Aku bersumpah dengan hari Kiamat
وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
wa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah
2. dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).
innā khalaqnal-insāna min nuṭfatin amsyājin nabtalīhi fa ja'alnāhu samī'an baṣīrā
2. Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
innamā nuṭ'imukum liwaj-hillāhi lā nurīdu mingkum jazā`aw wa lā syukụrā
9. (sambil berkata) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.
'āliyahum ṡiyābu sundusin khuḍruw wa istabraquw wa ḥullū asāwira min fiḍḍah wa saqāhum rabbuhum syarāban ṭahụrā
21. Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci).
yauma yaqụmur-rụḥu wal-malā`ikatu ṣaffal lā yatakallamụna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā
38. Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.
40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”
79. An Naziat
وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ
wan-nāzi'āti garqā
1. Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.
وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ
wan-nāsyiṭāti nasyṭā
2. Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut.
وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ
was-sābiḥāti sab-ḥā
3. Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat
فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙ
fas-sābiqāti sabqā
4. dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang
فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘ
fal-mudabbirāti amrā
5. dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ
yauma tarjufur-rājifah
6. (Sungguh kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam
تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ
tatba'uhar-rādifah
7. (tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.
قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ
qulụbuy yauma`iżiw wājifah
8. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut
ka`annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā 'asyiyyatan au ḍuḥāhā
46. Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat) mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari.
80. Abasa
عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ
'abasa wa tawallā
1. Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling
اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ
an jā`ahul-a'mā
2. karena seorang buta telah datang kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum).
وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ
wa mā yudrīka la'allahụ yazzakkā
3. Dan tahukah engkau (Muhammad) barangkali dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)
اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ
au yażżakkaru fa tanfa'ahuż-żikrā
4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran yang memberi manfaat kepadanya?
اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ
ammā manistagnā
5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (pembesar-pembesar Quraisy)
فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ
fa anta lahụ taṣaddā
6. maka engkau (Muhammad) memberi perhatian kepadanya
وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ
wa mā 'alaika allā yazzakkā
7. padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).
وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ
wa ammā man jā`aka yas'ā
8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran)
وَهُوَ يَخْشٰىۙ
wa huwa yakhsyā
9. sedang dia takut (kepada Allah)
فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ
fa anta 'an-hu talahhā
10. engkau (Muhammad) malah mengabaikannya.
كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ
kallā innahā tażkirah
11. Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ
fa man syā`a żakarah
12. maka barangsiapa menghendaki tentulah dia akan memperhatikannya
فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ
fī ṣuḥufim mukarramah
13. di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah)
مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢ ۙ
marfụ'atim muṭahharah
14. yang ditinggikan (dan) disucikan
بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ
bi`aidī safarah
15. di tangan para utusan (malaikat)
كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ
kirāmim bararah
16. yang mulia lagi berbakti.
قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ
qutilal-insānu mā akfarah
17. Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!
مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ
min ayyi syai`in khalaqah
18. Dari apakah Dia (Allah) menciptakannya?
مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ
min nuṭfah khalaqahụ fa qaddarah
19. Dari setetes mani Dia menciptakannya lalu menentukannya.
ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ
ṡummas-sabīla yassarah
20. Kemudian jalannya Dia mudahkan
ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ
ṡumma amātahụ fa aqbarah
21. kemudian Dia mematikannya lalu menguburkannya
ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ
ṡumma iżā syā`a ansyarah
22. kemudian jika Dia menghendaki Dia membangkitkannya kembali.
كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗۗ
kallā lammā yaqḍi mā amarah
23. Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya.
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ
falyanẓuril-insānu ilā ṭa'āmih
24. Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.
اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ
annā ṣababnal-mā`a ṣabbā
25. Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit)
ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ
ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā
26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya
فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ
fa ambatnā fīhā ḥabbā
27. lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian
وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ
wa 'inabaw wa qaḍbā
28. dan anggur dan sayur-sayuran
وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ
wa zaitụnaw wa nakhlā
29. dan zaitun dan pohon kurma
وَّحَدَاۤئِقَ غُلْبًا
wa ḥadā`iqa gulbā
30. dan kebun-kebun (yang) rindang
وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا
wa fākihataw wa abbā
31. dan buah-buahan serta rerumputan.
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
matā'al lakum wa li`an'āmikum
32. (Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ ۖ
fa iżā jā`atiṣ-ṣākhkhah
33. Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua)
innallażīna fatanul-mu`minīna wal-mu`mināti ṡumma lam yatụbụ fa lahum 'ażābu jahannama wa lahum 'ażābul-ḥarīq
10. Sungguh orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana membunuh menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.
innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hār żālikal-fauzul-kabīr
11. Sungguh orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai itulah kemenangan yang agung.
اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ
inna baṭsya rabbika lasyadīd
12. Sungguh azab Tuhanmu sangat keras.
اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ
innahụ huwa yubdi`u wa yu'īd
13. Sungguh Dialah yang memulai pen-ciptaan (makhluk) dan yang menghidupkannya (kembali).
وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ
wa huwal-gafụrul-wadụd
14. Dan Dialah Yang Maha Pengampun Maha Pengasih
ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ
żul-'arsyil-majīd
15. yang memiliki ‘Arsy lagi Mahamulia
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ
fa''ālul limā yurīd
16. Mahakuasa berbuat apa yang Dia kehendaki.
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ
hal atāka ḥadīṡul-junụd
17. Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang)
فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ
fir'auna wa ṡamụd
18. (yaitu) Fir‘aun dan Samud?
بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ
balillażīna kafarụ fī takżīb
19. Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan
وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ
wallāhu miw warā`ihim muḥīṭ
20. padahal Allah mengepung dari belakang mereka (sehingga tidak dapat lolos).
بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ
bal huwa qur`ānum majīd
21. Bahkan (yang didustakan itu) ialah Al-Qur'an yang mulia
فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ
fī lauḥim maḥfụẓ
22. yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuzh).
86. At Tariq
وَالسَّمَاۤءِ وَالطَّارِقِۙ
was-samā`i waṭ-ṭāriq
1. Demi langit dan yang datang pada malam hari.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُۙ
wa mā adrāka maṭ-ṭāriq
2. Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
النَّجْمُ الثَّاقِبُۙ
an-najmuṡ-ṡāqib
3. (yaitu) bintang yang bersinar tajam
اِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌۗ
ing kullu nafsil lammā 'alaihā ḥāfiẓ
4. setiap orang pasti ada penjaganya.
فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ
falyanẓuril-insānu mimma khuliq
5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
lam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinah
1. Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata
wa mā umirū illā liya'budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah
5. Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
6. Sungguh orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
jazā`uhum 'inda rabbihim jannātu 'adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-h żālika liman khasyiya rabbah
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
99. Al Zalzalah
اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ
iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā
1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat
وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ
wa akhrajatil-arḍu aṡqālahā
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya
وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ
wa qālal-insānu mā lahā
3. Dan manusia bertanya “Apa yang terjadi pada bumi ini?”
يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ
yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā
4. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya
بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ
bi`anna rabbaka auḥā lahā
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.
La Ilaha Illallahul adzimul halim, la ilaha illallah rabbul arsyil adzim, la ilaha illallahu rabbus samawati wa rabbul ardhi rabbul arsyil karim.
Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Mahaagung lagi Maha Penyayang. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pemilik ‘Arsy yang agung. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pencipta Langit, Pencipta Bumi, Pemilik ‘Arsy yang mulia.
Allahumma inni a’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzholimi diriku atau dizholimi orang lain, dan dari kebodohan diriku atau dibodohkan orang lain
Allāhumma innā nas’aluka min khayri mā sa’alaka minhu Nabiyyuka Muḥammadun ṣallā-llāhu ʿalayhi wa sallam, wa naʿūdhu bika min sharri ma-staʿādha minhu Nabiyyuka Muḥammadun ṣallā-llāhu ʿalayhi wa sallam, wa Anta-l-Mustaʿān, wa ʿalayka-l-balāgh, wa lā ḥawla wa lā quwwata illā bi-llāh.
O Allah, we beg You for the good which Your Prophet Muhammad ﷺ asked from You. We seek Your protection from the evil which Your Prophet Muhammad ﷺ sought protection for from You. You are the One whose assistance is sought and You are the Only One who provides and suffices. There is no power (to avert evil) nor strength (to do good) except by Allah.
Allahumma inni as'aluka bi anni asyhadu annaka antallahu, la ilaha illa antal ahadus shomad, alladzi lam yalid wa lam yulad, wa lam yakullahu kufuwan ahad.
Tuhanku, aku memohon (pertolongan) kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah. Tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa, tempat bergantung yang tiada melahirkan dan tiada dilahirkan, serta tiada apapun yang menyamai-Nya.
Allahumma ikfini bihalalika an haramika wa aghnini bifadhlika amman siwak
Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari (bergantung kepada) selain-Mu.
26. Doa berlindung dari hilangnya nikmat dan kesehatan
ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu
Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a'ûdzu bika minal 'ajzi wal kasal. Wa a'ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a'ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.
Bimillâhir-raḫmânir-raḫîm. Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar.Subhaanal-ladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqrin- iina, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar.Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami pada- hal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami kelak di hari Kiamat." (HR Ad-Darimi)
Allâhumma innî as-aluka khairahâ wa khaira ahlihâ wa khaira mâ fîhâ wa a‘ûzubika min syarrihâ wa syarri ahlihâ wa syarri mâ fîhâ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan apa pun yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan tempat ini dan kejahatan penduduknya serta kejahatan apa pun yang ada di dalamnya.
Allâhumma uḫarrimu sya‘rî wa basyarî wa jasadî wa jamî‘a jawâriḫî min kulli syai-in ḫarramtahu ‘alâl muḫrimi abtaghî bidzâlika wajhakal karîma yâ rabbal ‘âlamîn
Ya Allah aku mengharamkan rambut, kulit, tubuh, dan seluruh anggota tubuhku dari semua yang Kauharamkan bagi seorang yang sedang berihram, demi mengharapkan ridha-Mu semata, wahai Tuhan pemelihara seluruh keberadaan.
Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.
Allâhumma hâdzâ ḫaramuka wa amnuka faḫarrim laḫmî wa damî wa sya‘rî wa basyarî ‘alan-nâri wa âminnî min ‘adzâbika yauma tab’atsu ‘ibadaka waj‘alnî min auliyâ-ika wa ahli thâ‘atika
Ya Allah, ini adalah tanah haram-Mu dan tempat aman-Mu. Haramkanlah dagingku, darahku, rambutku, dan kulitku dari api neraka. Selamatkanlah aku dari siksa-Mu pada hari ketika Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Jadikan aku termasuk di antara kekasih-Mu dan hamba-hamba yang taat pada-Mu.
Ya Allah Engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), dari-Mu keselamatan datang, maka hidupkanlah kami ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan. Mahasuci Engkau, Mahaluhur Engkau, wahai Tuhan sang pemulik keagungan dan kemuliaan. Ya Allah bukakanlah untukku pintu rahmat dan ampunan-Mu. Masukanlah aku ke dalam rahmat dan ampunan-Mu itu. Dengan nama Allah. Segala puji bagi Allah. Semoga rahmat dan keselamatan terlimpah untuk Rasulullah.
Allâhumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta‘dhîman wa takrîman wa maḫâbatan wa zid man syarafahu wa karramahu mim man ḫajjahu awi‘tamarahu tasyrîfan wa ta‘dhîman wa takrîman wa birran
Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini; dan tambahkanlah pula kepada orang-orang yang memuliakan, menghormati, dan mengagungkannya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah kemuliaan, kehormatan, kebesaran, dan kebaikan.
Subḫânallâhi walḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu allâhu akbar. wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adhîm
Mahasuci Allah. Segala pujian hanya pantas disanjungkan kepada Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (pertolongan) dari Allah yang Mahaluhur lagi Mahaagung.
Ya Allah, tetapkanlah kebaikan untukku lantaran setiap helai rambut ini, hapuslah keburukan dari diriku lantaran rambut ini, dan angkatlah derajatku di sisi-Mu.
Ya Allah, hanya kepada-Mulah aku menghadap, dengan-Mulah aku berpegang teguh, pada-Mulah aku berserah diri. Ya Allah, jadikanlah aku menjadi bagian dari orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
Ya Allah, sesungguhnya di Muzdalifah ini telah berkumpul bermacam-macam bahasa yang memohon kepada-Mu berbagai hajat yang beraneka ragam. Maka, masukkanlah aku ke dalam golongan orang yang berdoa lalu Engkau kabulkan, golongan orang yang berserah diri pada-Mu lalu Engkau lindungi dia, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.
Allâhumma hadzâ minâ famnun ‘alayya bimâ mananta bihi ‘alâ awliyâika wa ahli thâ‘atika
Ya Allah, tempat ini adalah di Mina, anugerahkanlah kepadaku apa yang Engkau telah anugerahkan kepada orang-orang yang selalu dekat dan taat kepada-Mu.
Bismillahir raḫmânir rahîm. A‘ûdzubillâhil ‘adhîmi wa wajhil karîmi wa sulthânihil qadîmi minasy syaithânir rajîmi, allâhumma-ftaḫlî abwâba raḫmatika
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku berlindung kepada Allah yang Mahaagung, Dzat-Nya yang Mahamulia, dan kekuasaan-Nya Yang Mahadahulu, dari godaan setan yang terkutuk. Ya Allah, bukakanlah bagiku segala pintu rahmat-Mu.
Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîkalahu lahul mulku wa lahul ḫamdu wahuwa ‘alâ kulli syai-in qadîr(un), âyibûn tâibûn ‘âbidûn sâjidûna li rabbinâ ḫâmidûn shadaqallâhu wa‘dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal aḫzâba waḫdahu
Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Tuhan yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia pemilik seluruh kerajaan dan segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, orang-orang yang ahli taubat, ahli ibadah, ahli sujud dan ahli memuji Tuhan kami. Allah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sendiri musuh-musuh -Nya.
21. Zikir Pagi
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar. (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)
Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)
Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)
Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” (Dibaca pagi dan sore 3x)
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)
Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)
Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)
Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja)
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x)
Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3 x di waktu pagi saja)
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1 x setelah salam dari shalat Shubuh)
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 x dalam sehari)
22. Zikir Petang
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar. (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca 1 x)
Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)
Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)
Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” (Dibaca pagi dan sore 3x)
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)
Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)
Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)
Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)
Di waktu sore kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang yang musyrik.” (Dibaca sore 1x)
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10 x)
Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an, wa rizqan waasi'an, wa syifaa-an min kulli daa-in wa saqamin birahmatika yaa arhamar-raahimiin
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit dengan rahmat-Mu, wahai dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.